You are on page 1of 27

9/18/13

Bagikan 0

Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2

Lainnya

Blog Berikut»

Buat Blog

Masuk

Rakyat Kecil Berdasi
ilmu pengetahuan adalah pencapaian terbaik dari seluruh umat manusia, sekalipun hanya dihasilkan dari segelintir manusia saja
Beranda
S EN IN , 17 OKTOBER 2011 PEN GIKUT
Join this site
w ith Google Friend Connect

Modul benjolan pada leher skenario 2
SKENARIO 2 Wanita 45 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan massa pada leher, berbenjolbenjol dirasakan sejak 3 bulan lalu. Benjolan dirasakan semakin membesar, berat badan menurun. Dua minggu terakhir timbul benjolan serupa pada lipatan paha dan ketiak. KATA KUNCI 1. Wanita 45 tahun 2. Massa pada leher berbenjol sejak 3 bulan lalu 3. Berat badan menurun 4. Perkembangan benjolan cepat 5. 2 minggu terakhir timbul benjolan pada paha dan ketiak

Members (1)

Already a member? Sign in

TOTAL TAYAN GAN LAMAN

5,792
KATEGORI Kedokteran (6) ARS IP BLOG

PERTANYAAN 1. Jelaskan Anatomi dan Histologi organ-organ yang menyebabkan benjolan pada leher ! 2. Sebutkan Faktor-faktor yang menyebabkan massa pada leher! 3. Bagaimana Mekanisme benjolan pada leher? 4. Apa Penyebab berat badan menurun? 5. Sebut dan jelaskan Diferensial Diagnosis dari skenario ! 6. Bagaimana Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? 7. Jelaskan Anamnesis tambahan yang diperlukan !

▼ 2011 (6) ► Desember (4) ▼ Oktober (2) Modul benjolan pada leher skenario 2 Modul benjolan pada paha skenario 2

MEN GEN AI S AYA alfaa ekspayer Lihat profil lengkapku

1.

ANATOMI KELENJAR LIMFE DI LEHER

Gugusan superficialis berjalan mengikuti vena superficialis dan gugusan profunda berjalan mengikuti arteria atau seringkali mengikuti vena profunda. Gugusan superficialis membentuk suatu lingkaran pada perbatasan leher dan kepala dinamakan lingkaran pericervicalis atau cervical Collar, meliputi l.n occipitalis, l.n mastoideus, (l.n. retro auricularis), l.n.preauricularis (l.n. paratideus superficialis), l.n.paratideus profundus, l.n. submandibularis dan l.n.submentalis.

alfaa-ekspayer.blogspot.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.html

1/27

9/18/13

Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2

L.N Occipitalis Terletak pada serabut-serabut cranialis M.Trapezius, oleh V. Occipitalis, kira-kira 2,5 cm di sebelah infero-lateralis inion. Menerima aliran limfe dari bagian belakang kepala dan mengirimkannya kepada lymphonodi cervicales profundi dengan melewati bagian profunda M.Sternocleidomastoideus. L.n.pre-auricularis terletak pada glandula parotis sepanjang vena temporalis superficialis dan vena facialis transversa. Menerima pembuluh afferen dan kepala, auricula, palpebra dan pipi. Dan mengirim pembuluh afferent menuju l.n.cervicalis superficialis. L.N.Submentalis berada diantara kedua venter anterior m.digasticus, pada permukaan inferior dari m.mylohyoideus, membawa limfe dari lidah bagian tengah (juga apex lingua) dan dari labium inferius. L.n.submandibularis biasanya dikelompokkan pada gugusan superficialis, meskipun membawa drainase dari lidah dan glandula submandibulare. Lymphonodus ini terletak pada vena facialis di sebelah caudal dari mandibula, dimana vena ini menerima v.retromandibularis, pembuluh efferen membawa aliran limfe menuju l.n.cervicalis profundus pars cranialis. Masih ada limfonodus lainnya yaitu l.n.facialis yang merupakan perluasan ke cranialis dari l.n.submandibularis dengan mengikuti vena facialis, berada pada fascies. L.n. cervicalis anterior berada sepanjang v.jugularis anterior, menerima limfe dari bagian tengah (linea mediana) leher dan mengalirkan limfenya menuju ke l.n.cervicalis profundus’ gugusan ini dapat dianggap menerima afferen dari l.n.submentalis. L.n.cervicalis superficialis berada sepanjang v.jugularis eksterna. Menerima aliran limfe dari kulit pada angulus mandibulae, regio parotis bagian caudal dan telinga, dan membawa aliran limfenya menuju l.n.cervicalis profundus. Semua limfonodi akan memberi aliran limfenya kepada l.n.cervicalis profundus. Dimana gugusan superficial dan gugusan profunda terdapat gugusan intermedis, yang terdiri atas

§ L.n.infrahyoideus yang berada pada membrana thyreohyoidea, menerima afferen yang berjalan bersama-sama dengan a.laryngea superior dan berasal dari larynx dibagian cranialis plica vocalis. § L.n.prelaryngealis yang berada pada ligamentum cricothyreoideum, menerima limfe dari larynx di bagian cranialis plica vocalis, berada pada vasa thyroidea superior. § L.n.parathrachealis yang berada pada celah di antara trachea dan oesophagus. Menerima lymfe dari glandula thyroidea dan struktur disekitarnya, pembuluh efferennya mengikuti casa thyroidea inferior menuju ke l.n.cervicalis profundus (dan l.n.mediastinalis superior). L.n cervicalis profundus terletak di sebelah profunda m.sternocleidomastoideus sepanjang carotid sheath. Terdiri atas banyak limfonodus, berada pada vena jugularis interna, mulai dari basis cranii sampai di sebelah cranialis clavicula dan dibagi oleh venter inferior m.omohyoideus menjadi gugusan superior dan gugusan inferior. Gugusan superior atau l.n.cervicalis profundus pars superior tgerletak di sebelah cranialis catrilago throidea, menerima afferen dari cavum cranii, regio pterygoidea, l.n.parotideus dan l.n.submandibularis, radix lingua, pers cranio-lateralis glandula thyroidea, larynx dan pharynx bagian caudal. Mengirimkan efferennya menuju l.n.cervicalis profundus pars inferior. Terdapat perluasan dari l.n.cervicalis profundus pars superior menuju ke arah medial membentuk l.n.retropharyngealis (berada dalam spatium retrofaringeum), menerima limfe dari nasofaring, tuba auditoria dan dari vertebra cervicalis, mengirimkan limfenya menuju kepada l.n.cervicalis profundus pars superior dengan mengikuti vena faringealis. l.n.cervicalis profundus pars superior dan juga dari l.n.cervicalis superficialis, pars caudalis glandula tiroidea, larings bagian caudal, trakea pars cervicalis dan oesophagus. Pembuluh-pembuluh
alfaa-ekspayer.blogspot.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.html 2/27

Hanya saja trauma yang tidak disertai infeksi sekunder pada umumnya tidak menyebabkan pembesaran KGB. maka otomatis sel0sel akan mengalami gangguan fisiologis.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Hal yang perlu ditekankan adalah tidak selamanya benjolan pada leher timbul karena kelainan yang ada pada leher.njuguladigastricus. serotonin. dan histiosit atau datangnya sel-sel radang (neutrofil) untuk mengatasi infeksi di KGB (limfadenitis).blogspot. bradikinin. neutrofil dan sel T akan berupaya memusnahkan agen infeksius sedangkan agen ifeksius itu sendiri berupaya untuk menghancurkan sel-sel tubuh terutama eritrosi agar bisa mendapatkan nutrisi.juguomohyoideus. infeksi. maupun benjolan yang berasal dari struktur jaringan lain seperti lemak . Kedua upaya perlawanan ini akan mengakibatkan pembesaran KGB karena bekerja keras memproduksi sel limfoid maupun menyaring sel tubuh yang mengalami kerusakan dan agen ifeksius yang masuk agar tidak menyebar ke organ tubuh lain. IL-6. hormon. Pembuluh-pembuluh limfe akan mengalir ke KGB sehingga dari lokasi KGB akan diketahui aliran pembuluh limfe yang melewatinya. Hal ini mengakibatkan cairan yang ada dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitar sehingga menimbulkan benjolan pada daerah terinfeksi ataupun terkena trauma.jugularis interna membentuk l. otot.n. Infeksi dapat menimbulkan pembesaran kelenjar limfe karena apabila mekanisme pertahanan tubuh baik. Mekanisme trauma dalam menimbulkan benjolan pada leher agak menyerupai mekanisme infeksi.html 3/27 . dan kelainan herediter. monosit. Infeksi dapat menyebabkan timbulnya benjolan pada leher emlalaui beberapa cara diantaranya berupa benjolan yang berasal dari invasi bakteri langsung pada jaringan yang terserang secara langsung maupun benjolan yang timbul sebagai efek imunitas tubuh yang bermanifestasi pada pembengkakan KGB.digastricus dan vena jugularis interna terdapat l. Limfatikus Terbungkus kapsul fibrosa yang berisi kumpulan sel-sel pembentuk pertahanan tubuh dan merupakan tempat penyaringan antigen (protein asing) dari pembuluhpembuluh getah bening yang melewatinya. Gugusan limfonodus yang terletak di sebelah cranialis venter inferior m. Pembesaran KGB dapat berasal dari penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KGB itu sendiri seperti limfosit. Pada tempat persilangan antara m. tiroid dan getah bening.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 efferen membentuk sebuah pembuluh besar ()jugular trunk dan bermuara ke dalam ductus thoracicus (bagian kiri) serta ductus lymphaticus dexter (bagian kanan). alfaa-ekspayer. infiltrasi sel-sel ganas atau timbunan penyakit metabolit (gaucher disease). sitokinn berupa IL-2. zat asing) dan memiliki sel pertahanan tubuh maka apabila ada antigen yang menginfeksi maka kelenjar getah bening dapat menghasilkan sel-sel pertahanan tubuh yang lebih banyak untuk mengawasi antigen tersebut sehingga KGB membesar. Oleh karena dilewati oleh aliran pembuluh getah bening yang dapat membawa antigen (mikroba. dan tulang. sel plasma.omohyoideus pada saat otot ini menyilangi v. dll. Mekanisme Timbulnya Benjolan Pada Leher Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya benjolan pada leher seperti trauma. neoplasma. sel-sel pertahanan tubuh seperti makrofag. Jika jaringan tubuh manusia terkena rangsangan trauma dan reaksi imun. Mediator-mediator radang ini terutama histamin akan menyebabkan dilatasi arteriola dan meningkatkan permeabilitas venula serta pelebaran intraendothelialjunction. Faktor-faktor ini bekerja dengan caranya masing-masing dalam menimbulkan benjolan. 2. Tidak jarang kelainan itu justru berasal dari kelainan sistemik seperti limpoma dan TBC. Hampir semua struktur yang ada pada leher dapat mengalami benjolan entah itu kelenjar paratiroid. Sebagai responnya sel tubuh terutama mast sel dan sel basofil akan mengalami granulasi dan mengeluarkan mediator radang berupa histamin.

kartilago-kondroma. Limfosit yang ganas (sel limfoma) dapat bersatu menjadi kelenjar getah bening tunggal atau dapat menyebar di seluruh tubuh. Differensial Diagnosa dari Skenario : A. termasuk sumsum tulang. Penyakit Hodgkin diklasifikasikan ke dalam empat kelompok berdasarkan karakteristik dasar jaringan yang terlihat dibawah mikroskop. PENYAKIT HODGKIN (LIMFOMA HODGKIN) DEFINISI Limfoma adalah suatu kanker (keganasan) dari sistem limfatik (getah bening). Limfoma Burkitt dan mikosis fungoides termasuk ke dalam jenis Limfoma Non Hodgkin. lemak-lipoma.html 4/27 . daerah jaringan ikat fibrosa Sel Reed-Stenberg dalam Sklerosis Noduler Sedang alfaa-ekspayer. jaringan limfe-limfoma maupun akibat dari metastase kanker dari organ di luar leher. Neoplasma dapat terjadi pada semua sel yang ada di leher entah itu kelenjar tiroid-adenoma tiroid.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Sedangkan mekanisme timbulnya benjolan akibat neoplasma entah itu di otot. bahkan hampir di semua organ. yang memiliki tampilan yang khas dibawah mikroskop. Awalnya terjadi displasia dan metaplasia pada sel matur akibat berbagai faktor sehingga diferensiasi sel tidak lagi sempurna. Hal ini berakibat pada proliferasi sel tak terkendali yang bermanifestasi pada timbulnya benjolan pada jaringan.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Displasia ini menimbulkan sejumlah kelainan fisiologis molekuler seperti peningkatan laju pembelahan sel dan inaktifasi mekanisme bunuh diri sel terprogram. tulang maupun kelencar secara umum hampir sama. 3. Sel-sel tersebut dapat dilihat pada biopsi yang diambil dari jaringan kelenjar getah bening. Sel Reed-Sternberg memiliki limfositosis besar yang ganas yang lebih besar dari satu inti sel. Jenis Penyakit Hodgkin Jenis Limfosit Predominan Gambaran Mikroskopik Kejadian Perjalanan Penyakit Lambat Sel Reed-Stenberg sangat sedikit tapi ada banyak 3% dari kasus limfosit Sejumlah kecil sel ReedStenberg & campuran sel 67% dari kasus darah putih lainnya.blogspot. Sistem limfatik membawa tipe khusus dari sel darah putih yang disebut limfosit melalui suatu jaringan dari saluran tubuler (pembuluh getah bening) ke seluruh jaringan tubuh. Tersebarnya jaringan ini merupakan suatu kumpulan limfosit dalam nodus limfatikus yang disebut kelenjar getah bening. yang kemudian diperiksa dibawah mikroskop. sel limfoid. Dua tipe utama dari limfoma adalah Limfoma Hodgkin (yang lebih sering disebut Penyakit Hodgkin) dan Limfoma Non Hodgkin. Penyakit Hodgkin (Limfoma Hodgkin) adalah suatu jenis limfoma yang dibedakan berdasarkan jenis sel kanker tertentu yang disebut sel Reed-Stenberg.

tetapi jarang terjadi sebelum usia 10 tahun. leher & alat gerak Pembesaran kelenjar getah atas bening menyumbat aliran darah (sindroma vena kava superior) dari kepala ke jantung Pembengkakan tungkai dan kaki Keadaan yang menyerupai pneumonia Berkurangnya kemampuan untuk melawan alfaa-ekspayer. seperti virus Epstein Barr. Di Amerika. Paling sering ditemukan pada usia diantara 15-34 tahun dan diatas 60 tahun. dimana suhu tubuh meinggi selama beberapa hari yang diselingi dengan suhu normal atau di bawah normal selama beberapa hari atau beberapa minggu. walaupun beberapa ahli menduga bahwa penyebabnya adalah virus. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pria.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Selularitas Campuran jumlah yang sedang & 25% dari kasus campuran sel darah putih lainnya Agak cepat Banyak sel Reed-Stenberg & Deplesi Limfosit sedikit limfosit jaringan ikat 5% dari kasus fibrosa yang berlebihan Cepat PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui. Penyakit Hodgkin bisa muncul pada berbagai usia.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.blogspot. paling sering di leher. Gejala dari Penyakit Hodgkin Gejala Penyebab Berkurangnya jumlah sel darah merah Limfoma sedang menyebar ke (menyebabkan anemia.html 5/27 Limfoma menyumbat aliran getah bening dari tungkai Limfoma menyebar ke paruparu . Beberapa penderita mengalami demam Pel-Ebstein. 6000-7000 kasus baru dari penyakit Hodgkin terjadi setiap tahunnya. Kadang pembesaran kelenjar getah bening berada jauh di dalam dada atau perut. Walaupun biasanya tidak nyeri. berkeringat di malam hari dan penurunan berat badan. pembesaran tersebut bisa menimbulkan nyeri dalam beberapa jam setelah penderita meminum alkohol dalam jumlah yang banyak. Penyakit ini tampaknya tidak menular.tapi kadang-kadang di ketiak dan pangkal paha. yang biasanya tidak nyeri dan ditemukan secara tidak terduga pada pemeriksaan rontgen dada atau CT scan untuk keperluan lain. Gejala lainnya adalah demam. sel darah putih & sumsum tulang trombosit kemungkinan nyeri tulang Pembesaran kelenjar getah bening menekan saraf di tulang belakang atau saraf pita suara Limfoma menyumbat empedu dari hati aliran Hilangnya kekuatan otot suara serak Sakit kuning (jaundice Pembengkakan wajah. GEJALA Penyakit Hodgkin biasanya ditemukan jika seseorang mengalami pembesaran kelenjar getah bening. Gejala lainnya timbul berdasarkan lokasi pertumbuhan sel-sel limfoma.

blogspot.8? Celsius selama 3 hari berturut-turut) § keringat malam § penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya sebanyak lebih dari 10% berat badan sebelumnya dalam waktu 6 bulan. harus dilakukan biopsi dari kelenjar getah bening yang terkena. Pemilihan pengobatan dan prognosisnya tergantung kepada stadium penyakit ini.html 6/27 . Penyakit ini dikelompokkan menjadi 4 stadium berdasarkan penyebaran dan gejalanya. harus ditentukan luasnya penyebaran limfoma atau stadium dari penyakit ini. Stadium & Prognosis Penyakit Hodgkin Kemungkin untuk sembuh (angka harapan hidup selama 15 tahun tanpa penyakit lebih lanjut) Lebih dari 95% Stadium Penyebaran penyakit I Terbatas ke kelenjar getah bening dari satu bagian tubuh (misalnya leher bagian kanan) Mengenai kelenjar getah bening dari alfaa-ekspayer. tanpa adanya infeksi. berkeringat di malam hari dan penurunan berat badan.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 infeksi & meningkatnya kecenderungan Penyakit sedang menyebar mengalami infeksi karena jamur & virus DIAGNOSA Pada penyakit Hodgkin. maka akan dicurigai sebagai penyakit Hodgkin. terutama jika disertai demam. Laparatomi (pembedahan ntuk memeriksa perut) kadang diperlukan untuk melihat penyebaran limfoma ke perut. Sebelum pengobatan dimulai. Beberapa prosedur digunakan untuk menentukan stadium dan menilai penyakit Hodgkin: 1.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Pemeriksaan rontgen dada membantu menemukan adanya pembesaran kelenjar di dekat jantung 2. kelenjar getah bening biasanya membesar secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri. Skening gallium bisa digunakan untuk menentukan stadium dan menilai efek dari pengobatan 5. Stadium Penyakit Hodgkin. untuk menemukan adanya sel Reed-Sternberg. Jika pembesaran ini berlangsung selama lebih dari 1 minggu. Limfangiogram bisa menggambarkan kelenjar getah bening yang jauh di dalam perut dan panggul 3. Tetapi untuk menegakkan diagnosis. Kelainan dalam hitung jenis sel darah dan pemeriksan darah lainnya bisa memberikan bukti yang mendukung. CT scan lebih akurat dalam menemukan pembesaran kelenjar getah bening atau penyebaran limfoma ke hati dan organ lainnya 4. Keempat stadium dikelompokkan lagi menjadi A (tidak adanya) atau B (adanya) satu atau lebih dari gejala berikut: § demam yang penyebabnya tidak diketahui (lebih dari 37.

Dengan pendekatan ini. maka digunakan kemoterapi dengan atau tanpa terapi penyinaran. Angka kesembuhan berkisar diantara 70-80%. vinkristin/onkovin. 85% penderita bisa disembuhkan. yaitu bisa menyebabkan: § kemandulan sementara atau menetap § meningkatnya kemungkinan menderita infeksi § kerontokan rambut yang bersifat sementara. Pengobatan biasanya dilakukan selama 4-5 minggu. Jika tanpa gejala. diatas atau dibawahnya (misalnya pembesaran kelenjar getah bening di leher dan ketiak) Mengenai kelenjar getah bening diatas & dibawah diafragma (misalnya pembesaran kelenjar getah bening di leher dan selangkangan) Mengenai kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya (misalnya sumsum tulang. Bisa juga digunakan kombinasi obat lainnya. penderita tidak perlu dirawat. bleomisin. Pengobatan ini memberikan angka kesembuhan lebih dari 50%. Setiap siklus kemoterapi berlangsung selama 1 bulan. tergantung kepada keadaan. Jika pembesaran kelenjar getah bening disertai dengan gejala lainnya. dengan waktu pengobatan total adalah 6 bulan atau lebih. Dua kombinasi tradisional adalah: § MOPP (mekloretamin. Terapi penyinaran sendiri menyembuhkan sekitar 90% penderita stadium I atau II. sebagian besar penderita bisa disembuhkan. alfaa-ekspayer.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Dengan salah satu atau kedua pengobatan tersebut. paru-paru atau hati 90% III 80% IV 60-70% PENGOBATAN Dua jenis pengobatan yang efektif untuk penyakit Hodgkin adalah terapi penyinaran dan kemoterapi.blogspot. Pengobatan untuk stadium III bervariasi. Kelenjar getah bening di dada yang sangat membesar diobati dengan terapi penyinaran yang biasanya mendahului atau mengikuti kemoterapi. Tetapi hanya 65-75% penderita yang sembuh. kadang terapi penyinaran saja sudah mencukupi.html 7/27 . Leukemia dan kanker lainnya terjadi pada beberapa penderita dalam 5-10 tahun atau lebih setelah pemberian kemoterapi atau terapi penyinaran atau keduanya. Penyinaran ditujukan kepada daerah yang terkena dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Pada stadium IV digunakan kombinasi dari obat-obat kemoterapi. Penambahan kemoterapi akan meningkatkan kemungkinan untuk sembuh sampai 75-80%. vinblastin dan dakarbazin). prokarbazin dan prednison) § ABVD (doksorubisin/adriamisin. Kemoterapi memiliki efek samping yang serius.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 II 2 atau lebih daerah pada sisi yang sama dari diafragma.

yang bisa berakibat fatal. Kemoterapi lebih lanjut yang dikombinasikan dengan terapi penyinaran dosis tinggi dan pencangkokan sumsum tulang atau sel stem darah. Kemoterapi dosis tinggi yang dikombinasikan dengan pencangkokan sumsum tulang memiliki resiko tinggi terhadap infeksi.kadang masih digunakan Prokarbazin Prednison Dikembangkan untuk mengurangi efek samping dari MOPP (misalnya kemandulan menetap & leukemia) Menyebabkan efek samping berupa keracunan jantung & paru2 Angka kesembuhannya menyerupai MOPP Lebih sering digunakan dibandingkan MOPP Kerontokan rambut yg terjadi lebih sedikit dibandingkan pada pemakaian MOPP & ABVD ABVD Doksorubisin (adriamisin) Bleomisin Vinblastin Dakarbazin ChiVPP Klorambusil Vinblastin Prokarbazin Prednison MOPP/ABVD Dikembangkan untuk memperbaiki angka kesembuhan menyeluruh. Tetapi sekitar 20-40% penderita yang menjalani pencangkokan sumsum tulang terbebas dari penyakit Hodgkin selama 3 tahun atau lebih dan bisa sembuh.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. bisa menolong penderita tersebut. Kombinasi sediaan kemoterapi untuk Penyakit Hodgkin Sediaan Obat Keterangan MOPP Mekloretamin (nitrogen mustard) Merupakan sediaan pertama. Vinkristin ditemukan pada tahun (onkovin) 1969.blogspot.html 8/27 .9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Penderita yang tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi penyinaran atau kemoterapi atau yang membaik tapi kemudian kambuh kembali dalam 6-9 bulan. Bergantian antara tetapi belum terbukti MOPP & ABVD Angka harapan hidup bebas kekambuhan lebih baik dibandingkan sediaan lainnya Dikembangkan untuk memperbaiki angka kesembuhan menyeluruh & untuk mengurangi keracunan Masih dalam penelitian MOPP bergantian dengan MOPP/ABVhibrid Doksorubisin (adriamisin) Bleomisin Vinblastin B. LIMFOMA NON HODGKIN DEFINISI alfaa-ekspayer. Hasil terbaik bisa dicapai pada penderita yang berusia dibawah 55 tahun dengan keadaan kesehatan yang baik. memiliki harapan hidup yang lebih kecil dibandingkan dengan penderita yang mengalami kekambuhan dalam 1 tahun atau lebih setelah terapi awal.

Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang. bukan pembesaran kelenjar getah bening. Sejenis limfoma non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat berhubungan dengan infeksi karena HTLV-I (human T-cell lymphotropic virus type I). Gejala Limfoma Non-Hodgkin Kemungkinan timbulnya gejala Gejala Gangguan Penyebab alfaa-ekspayer.html 9/27 . Penyakit ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan penyakit Hodgkin. ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Pada anak-anak. usus.blogspot. Kadang pembesstsn kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan menelan. otak dan tulang belakang. sedangkan yang lainnya menyebar dengan cepat (dalam beberapa bulan).9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Limfoma Non-Hodgkin adalah sekelompok keganasan (kanker) yang berasal dari sistem kelenjar getah bening dan biasanya menyebar ke seluruh tubuh. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. tetapi bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus yang masih belum dapat dikenali. yang menyebabkan: § pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas § penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah § penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri. darah. PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui. Limfoma non-Hodgkin juga bisa merupakan komplikasi dari AIDS. saluran pencernaan dan kulit. Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam. GEJALA Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh. Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia. Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyebab AIDS. gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang. Beberapa dari limfoma ini berkembang sangat lambat (dalam beberapa tahun). Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan: § gangguan pernafasan § berkurangnya nafsu makan § sembelit berat § nyeri perut § pembengkakan tungkai. kulit.

menyebabkan 20-30% oleh bakteri berkurangnya pembentukan antibodi DIAGNOSA Harus dilakukan biopsi dari kelenjar getah bening untuk menegakkan diagnosis limfoma non-Hodgkin dan membedakannya dari penyakit Hodgkin atau penyakit lainnya yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Salah satu dari pengelompokkan yang digunakan menghubungkan jenis sel dan prognosisnya: § Limfoma tingkat rendah.blogspot. pada akhirnya bisa mencapai 100% Penyebaran ke sumsum tulang dan Mudah terinfeksi kelenjar getah bening.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 pernafasan Pembengkakan wajah Pembesaran kelenjar getah bening di 20-30% dada Hilang nafsu makan Pembesaran kelenjar getah bening di Sembelit berat 30-40% perut Nyeri perut atau perut kembung Pembengkakan tungkai Penyumbatan pembuluh getah bening di 10% selangkangan atau perut Penurunan berat badan Penyebaran limfoma ke usus halus Diare Malabsorbsi 10% Pengumpulan cairan di sekitar Penyumbatan pembuluh getah bening di 20-30% paru-paru (efusi dalam dada pleura) Daerah kehitaman dan Penyebaran limfoma ke kulit menebal di kulit yang terasa gatal Penurunan berat badan Demam Penyebaran limfoma ke seluruh tubuh Keringat di malam hari Perdarahan ke dalam saluran pencernaan Penghancuran sel darah merah oleh limpa yang membesar & terlalu aktif Anemia Penghancuran sel darah merah oleh (berkurangnya antibodi abnormal (anemia hemolitik ) jumlah sel darah Penghancuran sumsum tulang karena merah) penyebaran limfoma Ketidakmampuan sumsum tulang untuk menghasilkan sejumlah sel darah merah karena obat atau terapi penyinaran 10-20% 50-60% 30%.html 10/27 . memiliki prognosis yang baik alfaa-ekspayer. Limfoma non-Hodgkin dikelompokkan berdasarkan tampilan mikroskopik dari kelenjar getah bening dan jenis limfositnya (limfosit T atau limfosit B).com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Menentukan stadium limfoma non-Hodgkin.

sedangkan pada limfoma tingkat tinggi hanya 6 bulan sampai 1 tahun. PENGOBATAN Beberapa penderit bisa mengalami kesembuhan total. Untuk menentukan luasnya penyakit dan banyaknya jaringan limfoma.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Terapi penyinaran pada limfoma tingkat menengah biasanya akan memperpanjang harapan hidup penderita sampai 2-5 tahun. Terapi penyinaran biasanya tidak menyembuhkan limfoma tingkat rendah. yang menempel di antibodi tersebut.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 § Limfoma tingkat menengah. tetapi harus menjalani pemeriksaan sesering mungkin untuk meyakinkan bahwa penyakitnya tidak menyebabkan komplikasi yang serius. hanya sekitar 10-30% yang masih terlokalisir (hanya mengenai salah satu bagian tubuh). Pemberian kemoterapi disertai faktor pertumbuhan dan pencangkokan sumsum tulang masih dalam tahap penelitian. yang selanjutnya akan membunuh sel-sel limfoma tersebut. Antibodi ini secara khusus akan menempel pada sel-sel limfoma dan melepaskan bahan racunnya. Kemoterapi dilakukan pada penderita limfoma tingkat menengah. tetapi dapat memperpanjang harapan hidup penderita sampai 5-8 tahun. alfaa-ekspayer. Penderita pada stadium awal (stadium I dan II) seringkali diobati dengan terapi penyinaran yang terbatas pada sisi limfoma dan daerah di sekitarnya. biasanya limfoma non-Hodgkin sudah menyebar luas. bisa menyembuhkan lebih dari separuh penderitanya. Jika dimulai sesegera mungkin. Pengobatan baru yang masih dalam penelitian adalah antibodi monoklonal yang telah digabungkan dengan racun. Kemungkinan penyembuhan atau angka harapan hidup yang panjang tergantung kepada jenis limfoma dan stadkum penyakit pada saat pengobatan dimulai. Sebagian besar penderita sudah mencapai stadium lanjut (stadium III dan IV) pada saat penyakitnya terdiagnosis. sedangkan penderita lainnya harus menjalani pengobatan seumur hidupnya. yang memiliki bahan racun (misalnya senyawa radioaktif atau protein tanaman yang disebut risin). memiliki prognosis yang buruk. Obat kemoterapi bisa diberikan tunggal (untuk limfoma tingkat rendah) atau dalam bentuk kombinasi (untuk limfoma tingkat menengah dan tingkat tinggi). biasanya dilakukan CT scan perut dan panggul atau dilakukan skening gallium. memiliki prognosis yang sedang § Limfoma tingkat tinggi. Angka kesembuhan juga menurun pada: § penderita yang berusia diatas 60 tahun § limfoma yang sudah menyebar ke seluruh tubuh § penderita yang memiliki tumor (pengumpulan sel-sel limfoma) yang besar § penderita yang fungsinya dibatasi oleh kelemahan yang berat dan ketidakmampuan bergerak.html 11/27 . Pada saat terdiagnosis. Tersedia beberapa sediaan kemoterapi yang sangat efektif. Pada pencangkokan sumsum tulang. Penderita limfoma tingkat rendah mungkin tidak memerlukan pengobatan segera. Biasanya jenis yang berasal dari limfosit T tidak memberikan respon sebaik limfosit B. pemberian kemoterapi dengan atau tanpa terapi penyinaran pada limfoma tingkat menengah dan tingkat tinggi.blogspot. sumsum tulang diangkat dari penderita (dan sel limfomanya dibuang) atau dari donor yang sesuai dan dicangkokkan ke penderita. Penderita limfoma tingkat tinggi memerlukan kemoterapi intensif segera karena penyakit ini tumbuh dengan cepat.

Sediaan Obat Keterangan Digunakan pada limfoma tingkat rendah untuk mengurangi ukuran kelenjar getah bening & untuk mengurangi gejala Digunakan pada limfoma tingkat rendah & beberapa limfoma tingkat menengah untuk mengurangi ukuran kelenjar getah bening & untuk mengurangi gejala Memberikan respon yang lebih cepat dibandingkan dengan obat tunggal Digunakan pada limfoma tingkat menengah & beberapa limfoma tingkat tinggi Digunakan pada limfoma tingkat menengah & beberapa limfoma tingkat tinggi Juga digunakan pada penderita yang memiliki kelainan jantung & tidak dapat mentoleransi Doksorubisin Memiliki efek racun yg lebih besar dari CHOP & memerlukan pemantauan ketat terhadap fungsi paruparu & ginjal Kelebihan lainnya menyerupai CHOP Obat tunggal Klorambusil Siklofosfamid CVP (COP) Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prednison CHOP Siklofosfamid Doksorubisin (adriamisin) Vinkristin (onkovin) Prednison C-MOPP Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prokarbazin Prednison M-BACOD Metotreksat Bleomisin Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Deksametason Prokarbazin Metotreksat Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid Sediaan ProMACE Etoposid bergantian bergantian dengan CytaBOM alfaa-ekspayer. Pencangkokan sumsum tulang juga sedang dicoba dilakukan pada penderita yang pada awalnya memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi tetapi memiliki resiko tinggi terjadinya kekambuhan. sehingga penyembuhan berlangsung lebih cepat. Kombinasi sediaan kemoterapi pada Limfoma Non-Hodgkin.blogspot. sebelum sumsum tulang membaik dan bisa menghasilkan sel darah putih yang cukup untuk melawan infeksi. yang berkurang karena kemoterapi dosis tinggi. Pencangkokan sumsum tulang paling efektif dilakukan pada penderita yang berusia dibawah 55 tahun dan bisa menyembuhkan sekitar 30-50% penderita yang tidak menunjukkan perbaikan terhadap pemberian kemoterapi.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Prosedur ini memungkinkan dilakukannya hitung jenis darah. Tetapi pencangkokan sumsum tulang memiliki resiko.html 12/27 . sekitar 5% penderita meninggal karena infeksi pada minggu pertama.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.

3 dan 4 q Bagian caudal cartilago cricoidea. KANKER TIROID ANATOMI Anatomi kelenjar thyroid q Terletak di leher bagian depan q 2 lobus : kiri dan kanan q Isthmus menghubungi ke 2 lobus q Sebesar ibu jari tangan q Berat : 20 – 25 gram q Sintesa hormon thyroxin q Fungsi : metabolisme dan pertumbuhan q Merupakan kelenjar endokrin q Kel. thyroidea superior q Anterior q Posterior alfaa-ekspayer. Thyroid : q kiri q Lobus kanan q Lobus pyramidalis q Ukuran : 5 cm q Kapsul thyroid : q True ( kapsula propria ) q False ( bagian luar fascia pretra-chealis ) q Berbentuk “u” q Isthmus terfiksir pada q cincin trachea 2. q Facies : § Anterolateral § Medial § Posterolateral q Lobus pyramidalis : Fiksasi : Tepi caudal os hyoid Levator gland.html 13/27 Lobus .com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 ProMACE/CytaBOM dengan Sitarabin Bleomisin Vinkristin (onkovin) Metotreksat Metotreksat Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prednison Bleomisin Kelebihan lainnya menyerupai CHOP MACOP-B Kelebihan utama adalah waktu pengobatan (hanya 12 minggu) Kelebihan lainnya menyerupai CHOP C. ( Ligamentum Berry) q Lobus pyramidalis : Fiksasi : Tepi caudal os hyoid Levator gland. thyroidea. q Facies : § Anterolateral § Medial § Posterolateral q Vaskularisasi : § a.blogspot. thyroidea.

Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid. Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1. dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau alfaa-ekspayer. papiler. 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita. Brachiocephalica. tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar. thyroidea ima ( kadang-kadang ) q Truncus brachio cephalica q q Arcus aorta q Aliran vena : § v.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 § a. folikuler. Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini. lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar. tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme. a.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya. meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid. Thyroidea sup § v. Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan. Bagian caudal : Ikut a.blogspot. Kanker Papiler 60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler. Thyroidea med § v.Thyroidea Sup è Nn Ln cervicalis profunda. Jika nodulnya lebih besar. Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika: § hanya ditemukan satu § skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi § nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik ) § nodulnya keras § pertumbuhannya cepat.Thyroidea Inf è Nn Ln Cervicalis Profunda bagian Inferior Innervasi q Symphatis : § Ganglion cervicalis superior ü n. Thyroidea inferior è v. laryngeus externa § Ganglion cervicalis medius ü n. maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif. laryngeus recurrent DEFINISI Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe . q Aliran limfe § Bagian cranial : Ikut a. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan.html 14/27 . Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher. Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan. yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda. anaplastik atau meduler. thyroidea inferior § a.

15/27 alfaa-ekspayer. Kanker folikuler juga lebih sering ditemukan pada wanita. Karena juga bisa menghasilkan hormon lainnya. Kadar kalsitonin yang tinggi atau peningkatan kadar kalsitonin yang berlebihan setelah dilakukan tes perangsangan. Pengobatan untuk kanker ini adalah pengangkatan sebanyak mungkin kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa. menyebarkan sel-sel kanker ke berbagai organ tubuh. jika kanker meduler berdiri sendiri.Sekitar 80% penderita meninggal dalam waktu 1 tahun. sehingga harus dipertimbangkan untuk menjalani pengangkatan tiroid meskipun gejalanya belum timbul dan kadar kalsitonin darah belum meningkat. Lebih dari 2/3 penderita kanker meduler yang merupakan bagian dari sindroma neoplasia endokrin multipel. c. maka angka harapan hidup penderitanya tidak sebaik itu. maka hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak akan menderita kanker meduler. juga membantu dalam meramalkan apakah seseorang akan menderita kanker meduler. maka dia akan menderita kanker meduler. paru-paru dan tulang. Kanker Folikuler 15% dari kanker tiroid adalah kanker folikuler. kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya. Suara penderita berubah atau menjadi serak. Bisa terjadi batuk atau batuk berdarah. Kanker Anaplastik Kurang dari 10% kanker tiroid merupakan kanker anaplastik. karena itu seseorang yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker meduler. Jika hasilnya negatif. leher maupun dada. Kanker ini paling sering ditemukan pda wanita usia lanjut. kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu). PENYEBAB Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada orang-orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di kepala. serta diare atau sembelit. Kanker folikuler cenderung menyebar melalui aliran darah. GEJALA · · · Terdapat pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan leher. Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat keluarga yang menderita kanker tiroid dan gondok menahun. Jika hasilnya positif. Kadang kanker ini diturunkan.blogspot. bertahan hidup 10 tahun.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur. Kanker papiler hampir selalu dapat disembuhkan. Pada sindroma neoplasia endokrin multipel. b. Pengobatannya meliputi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid. Kanker cenderung menyebar melalu sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke hati. Kanker Meduler Pada kanker meduler.html . Kanker anaplastik tumbuh sangat cepat dan biasanya menyebabkan benjolan yang besar di leher. Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan. maka kanker ini menyebabkan gejala-gejala yang tidak biasa. Pemberian yodium radioaktif tidak berguna karena kanker tidak menyerap yodium radioaktif. d. Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan. sebaiknya menjalai penyaringan untuk kelainan genetik.

Tepi atas dari torus tubarius adalah tempat meletaknya oto levator veli velatini. Catatan: Pinggir orifisium koana termasuk pinggir posterior septum hidung dimasukkan sebagai fosa nasal. Rinofaring. Dinding posterosuperior : daerah setinggi batas palatum durum dan mole sampai dasar tengkorak.sehingga berbentuk seperti lipatan atau kripta. Di nasofaring terdapat banyak saluran limfe yang terutama mengalir ke lateral bermuara kelenjar retrofaring Krause (kelenjar Rouviere). yang merupakan banyak penulis merupakan lokalisasi permulaan tumbuhnya tumor ganas nasofaring. Dinding samping : di bentuk oleh tulang maksila dan sfenoid. sehigga sering disebut ” Limfoepitel “. Pembagian daerah nasofaring : 1. Batas-batasnya : Dinding depan : Koane Dinding belakang : Merupakan dinding melengkung setinggiVertebra Sevikalis I dan II. sehingga fungsinya untuk membuka ostium tuba juga terganggu. karena nodul yang tidak berfungsi cenderung bersifat ganas. Pemeriksaan USG bisa membantu menentukan apakah nodulnya padat atau berisi cairan. dengan ukuran melintang 4 sentimeter. Dengan demikian pendengaran dapat menjadi lebih baik.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 DIAGNOSA Pertanda awal dari kanker tiroid biasanya adalah benjolan yang tidak terasa nyeri di leher. merupakan yang terletak dibelakang rongga hidung. diharapkan tumor primer dinasofaring dapat kecil atau menghilang. bila otot ini berkontraksi. Metastasis jauh sering terjadi. Tepat di belakang Ostium Tuba. 2. Dinding inferior: terdiri atas permukaan superior palatum mole. alfaa-ekspayer. maka setium tuba meluasnya tumor. Dinding bawah : Permukaan atas palatum molle.html 16/27 . Contoh nodul biasanya diambil dengan jarum untuk keperluan biopsi. Terdapat hubungan bebas melintasi garis tengah dan hubungan langsung dengan mediastinum melalui ruang retrofaring. Histologi Nasofaring Permukaan nasofaring berbenjol-benjol. Hubungan antara epitel dengan jaringan limfosid inisangat erat. Bloom dan Fawcett ( 1965 ) membagi mukosa nasofaring atas empat macam epitel : 1. Dinding atas : Merupakan dasar tengkorak. karena dibawah epitel terdapat banyak jaringan limfosid. Sebaliknya dengan radiasi dosis tinggi dan jangka waktu lama. Dinding lateral: termasuk fosa Rosenmuleri 3.blogspot. KARSINOMA NASOFARING Anatomi Nasofaring NASOFARING disebut juga Epifaring. tinggi 4 sentimeter dan ukuran depan belakang 2-3 sentimeter. Terdapat cekungan kecil disebut Resesus Faringeus atau lebih di kenal dengan fosa Rosenmuller. Dinding samping ini berhubungan dengan ruang telinga tengah melalui tuba Eustachius. Biopsi merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah nodulnya jinak atau ganas. kemungkinan akan memperburuk pendengaran oleh karena dapat terjadi proses degenerasi dan atropidari koklea yang bersifat menetap. Bentuknya sebagai kotak yang tidak rata dan berdinding enam. diatas Palatum Molle dan di bawah dasar tengkorak. Epitel torak berlapis ” Stratified Columnar Epithelium “. Epitek selapis torak bersilia ” Simple Columnar Cilated Epithelium “ 2. Dengan radiasi.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Skening tiroid bisa menentukan apakah nodulnya berfungsi atau tidak. sehingga secara subjektif penderita masih mengeluh pendengaran tetap menurun. D. Bagian tulang rawan dari tuba Eustachius menonjol diatas ostium tuba yang disebut Torus Tubarius.

dan sarcoma.blogspot. limfoma. kecuali pada Kripta yang dalam. hipofaring dalam prosentase rendah.000 penduduk. tumor payudara. sisanya yang terbayak adalah limfoma. secara regional melalui nodul-nodul sekitarnya. sehingga sering terjadi pada penduduk Cina bagian selatan. kemudian diikuti oleh karsinoma hidung dan sinus paranasal (18%).com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. diduga penyebabnya adalah karena mereka memakan makanan yang diawetkan dalam musim dngin yang menggunakan bahan pengawet nitrosamine. laring (16%). pada orang Eskimo di Alaska. Afrika bagian utara seperti Aljazair dan Tunisia. keganasan kelenjar ludah. tempat pertemuan atau peralihan dua macam epitel adalah tempat yang subur untuk tumbuhnya suatu karsinoma. Sering terjadi kekeliruan dalam mendiagnosis karena gejalanya yang samar-samar dan sulitnya pemeriksaan nasofaring. seringkali tumor ditemukan terlambat dan sering menyebabkan metastasis ke leher lebih sering ditemukan sebagai gejala pertama.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 3. RS. Epitel torak berlapis semu bersilia ” Pseudo-Stratifed Columnar Ciliated Epithelium “. tulang. Palembang 25 kasus. Hongkong. Etiologi alfaa-ekspayer. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring. Mengenai distribusi epitel ini. Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Cipto Mangunkusumo Jakarta ditemukan lebih dari 100 kasus setahun. biasanya pada leher.84/100. 90% adalah karsinoma. dan tumor ganas rongga mulut. Oleh karena letak nasofaring tidak mudah diperiksa oleh mereka yang bukan ahli. Padang dan Bukit tinggi 11 kasus. Di Cina selatan karsinoma nasofaring menmepati kedudukan tertinggi yaitu dengan 2. Diagnosis dini menentukan prognosis pasien. sedangkan pada dinding lateral dan depan dilapisi oleh epitel transisional.500 kasus baru pertahun untuk propinsi Guan-dong atau prevalensi 39. Epitel berlapis gepeng ini umumnya dilapisi Keratin. Malaysia. Di Indonesia frekuensi pasien ini hampir meratadi setiap daerah.html 17/27 . Thailand. Defenisi Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh didaerah nasofaring dengan predileksi di fosa Rossenmuller dan atap nasofaring. tumor getah bening dan tumor kulit. dan 80 % dari dinding posteroir nasofaring dilapisi oleh epitel ini. namun cukup sulit dilakukan. Demikian pula angkaangka yang didapatkan di Medan. tonsil. Ras Mongoloid merupakan faktor dominant timbulnya krsinoma nasofaring. Berdasarkan data laboratorium patologi anatomic tumor ganas nasofaring selalu berada dalamkedudukan lima besar dari tumor ganas tubuh manusia bersama tumor ganas serviks uteri. Keganasan nasofaring banyak terjadi di asia. Singapura dan Indonesia. akan tetapi telah menimbulkan metastasis pada kelenjar limfe regional. Surabaya dan lain-lain menunjukkan bahwa tumor ganas ini terdapat merata di Indonesia. Tumor primer dapat kecil. Karsinoma nasofaring lebih sering terjadi pada laki-laki. Banyak terdapat pada bangsa Asia terutama orang Tionghoa. Di pandang dari sudut embriologi. Biasanya mulai dari daerah fosa Rossenmuler. Hasan Sadikin Bandung rata-rata 60 kasus. Salah satu etiologi karsinoma nasofaring adalah disebabkan virus Epstein-Barr. Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang sering ditemukan pada pria berusia lebih dari 40 tahun.60 % persen dari mukosa nasofaring dilapisi oleh epitel berlapis gepeng ” Stratified Squamous Epithelium “. dan hepar paling sering terjadi di nasofaring dibandingkan tempat lain di leher dan kepala. Karsinoma nasofaring menyebar secara local melalui perluasan langsung. masih belum ada kesepakatan diantara para hali. Tumor ini tumbuh dari epitel yang meliputi jaringan limfoid. Di RSUPN Dr. Vietnam. kerena nasofaring tersembunyi di belakang tabir langit-langit dan terletak di bawah dasar tengkorak serta berhubungan dengan bayak daerah penting di dalam tengkorak dan ke lateral maupun ke posterior leher. tetapi kadang juga dijumpai pada anak-anak. Epitel torak berlapis bersilia “Stratified Columnar Ciliated Epithelium” 4. Ujung pandang 25 kasus. dan secara jauh melalui aliran darah. Ditemukan cukup banyak pula di Yunani. Ada beberapa jenis keganasan yang terdapat di nasofaring yaitu karsinoma sel skuamous. yang meruapkan epitel peralihan antara epitel berlapis gepeng dan torak bersilia. Metastase jauh ke paru-paru. umur 40 dan 50 tahun. Karsinoma nasofaring termasuk penting dalam skala dunia. Semarang. Dnpasar 15 kasus.

mungkin 15% limfoma maligna dan kuang dari 2% tumor jaringan ikat. Analisis korelasi menunjukkan gen HLA (human leukocyte antigen) dan gen pengode enzim sitokrom p4502E (CYP2E1) kemungkinan adalah gen kerentanan terhadap karsinoma nasofaring. proses karsinogenesisnya mungkin mencakup banyak tahap. Serum pasien-pasien orang asia dan afrika dengan karsinoma nasofaring primermaupun sekunder telah dibuktikan mengandung antibody Ig G terhadap antigen kapsid virus (VCA) EB dan seringkali pula terhadap antigen dini (EA).(1) 3. Penelitian akhir-akhir ini menemukan zat-zat berikut berkaitan dengan timbulnya karsinoma nasofaring: 1. Faktor Lingkungan. menurut laporan luar negeri. sel mempunyai inti vesikuler. dan antibody Ig A terhadap VCA (VCA-IgA). Pada mulanya tumor sedemikian kecil sehingga sukar diketahui. Karsinoma sel skuamosa berkeratinisasi. dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Lebih dari 85% kemungkinan adalah karsinoma. Kanada memiliki angka kematian akibat karsinoma nasofaring 30 kali lebih tinggi dari penduduk kulit putih setempat. Banyak perhatian ditujukan kepada hubungan langsung antara karsinoma nasofaring dengan ambang titer antibody virus Epstein-Barr (EBV). Unsur Renik. Karsinoma nonkeratinisasi. ada tiga jenis bentuk histologik : 1. 2. Golongan Nitrosamin. Mungkin meluas melalui lubanga pada sisi yang sama dengan tumor atau mengikis tulang secara nekrosis tekanan. angka kejadian nasofaring meningkat. Kemudian geajla-gejala akan muncul sesuai dengan arah penyebaran. tetapi secara keseluruhan cenderung menurun. 2. walaupun karsinoma nasofaring tidak termasuk tumor genetic. Ditemukan karsinoma nasofaring tumbuh dari lapisan skuamosa atau lapisan epitel respiratorius pada permukaan kripti nasofaring. Hubungan ini juga terdapat pada pasien Amerika yang mendapat karsinoma nasofaring aktif. Karsinoma tidak berdifrensiasi. Virus Eipstein-Barr. silindroma dan tumor campur ganas. Hodrokarbon aromatic 3. Kerentanan Genetik.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Sebabnya selain pada sebagian orang terjadi perubahan pada hubungan darah. orang cina generasi pertama (Umumnya penduduk kanton ) yang bermigrasi ke Amerika Serikat. generasi ketiga belum ada angka pasti. Lebih jarang lagi tumor pada atap dan hanya sekali-kali pada dasar.diantaranya dimetilnitrosamin dan dietilnitrosamin. jelas factor lingungan juga berperan penting. diantaranya nikel sulfat. Sesuai dengan klasifikasi karsinoma nasofaring yang diusulkan WHO tahun 1978.(8) 2. mereka berkaitan dengan sebagian besar karsinoma nasofaring. Sekali-sekali ditemukan neuroblastoma.html 18/27 . Menggunakan mikroskop electron.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Terjadinya karsinoma nasofarin mungkin multifaktorial.blogspot. sering dengan titer yang tinggi. tetapi tidak ada difrensiasi skuamosa. 3. terdapat tanda difrensiasi. Faktor yang mungkin terkait dengan timbulnya kanker nasofaring adalah: 1. Dalam pada itu. terdapat jembatan interseluler dan keratin. Dindinga lateral yang ada fosa Rossenmulleri Merupakan lokasi tersering karsinoma nasofaring dan dinding faring posterior sedikit lebih jarang. nucleolus yang alfaa-ekspayer. atau tumbuh didaerah yang gejalanya tidak diketahui seperti pada fosa Rosenmulleri. sedangkan pada generasi kedua turun menjadi 15 kali. Bentuk-bentuk anti-EBV ini berhubungan dengan karsinoma nasofaring tak berdifrensiasi dan karsinoma nasofaring non-keratinisasi yang aktif (dengan mikroskop cahaya) tetapi biasanya tidak dengan tumor sel skuamosa atau elemen limfoid dalam limfoepitelioma. tetapi kerntanan terhadap karsinoma nasofaring pada kelompok masyrakat tertentu relative menonjol dan memiliki agregasi familial. pada pemeriksaan dengan mikroskop cahaya.(8) Histopatologi Kesukaran timbul dalam mengidentifikasi karsinoma nasofaring jenis sangat tidak berdiferensiasi dimana sudah tidak ada kekhususan epitelnya. orang kulit putih yang lahir d Asia Tenggara.

gejala mata. rasa tidak nyaman di telinga sampai rasa nyeri di telinga (otalgia).com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. gejala telinga. serta metastasis atau gejala di leher. T1. diman atidak selalu tampak keratin. kontralateral maupun bilateral yang sudah melekat pada jaringan sekitar. baik homolateral. Gangguan dapat berupa tinitus.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 menonjol dan dinding sel tidak tegas. Ini menimbulkan keraguan karena Who Dalam symposium internasionalnya mengenai karsinoma nasofaring than 1977 mendasarkan klasifikasinya atas hasil pemeriksaan mikroskop cahaya seperti tercantum diats. tumor tampak lebih berbentuk sinsitium daripada bentuk susunan batubata. Gejala nasofaring dapat berupa epistaksis ringan atau sumbatan hidung. T2 Tumor teradapt pada dua lokalisasi atau lebih tetapi masih terbatas di dalam rongga nasofaring T3 Tumor telah keluar dari rongga nasofaring (ke rongga hidung atau orofaring) T4 Tumor telah keluar dari nasofaring dan telah merusak tulang tengkorak atau mengenai saraf-saraf otak. N Pembesaran kelenjar getah bening regional N0 Tidak ada pembesaran N1 Terdapat pembesaran tetapi homolateral dan masih dapat digerakkan N2 Terdapat pembesaran kontralateral / bilateral dan masih dapat digerakkan N3 Terdapat pembesran. Tidak jarang pasien dengan gangguan pendengaran ini baru kemudian disadari bahwa penyebabnya adalah alfaa-ekspayer. Gangguan pada telinga merupakan gejala dini yang timbul karena tempat asal tumor dekat muara tuba Eustachius (fosa Rosenmuller). fdan syaraf.html 19/27 .Tumor terbatas pada satu lokalisasi saja (lateral/posterosuperior/atap dan lainlain). yaitu gejala nasofaring sendiri. M Metastase jauh M0 Tidak ada metastasis jauh M1 Terdapat metastasis jauh STADIUM Stadium I : T1 dan N0 dan M0 Stadium II : T2 dan N0 dan M0 Stadium III : T1/T2/T3 dan N1 dan M0 atau T3 dan N0 dan M0 Stadium IV : T4 dan N0/N1 dan M0 atau T1/T2/T3/T4 dan N2/N3 dan M0 atau T1/T2/T3/T4 dan N0/N1/N2/N3 dan M1(10) Gejala dan Tanda Gejala karsinoma nasofaring dapat dibagi dalam 4 kelompok. semua menunjukkan adanya fibrilkeratin. Tahun 1965 Svaboda melaporkan bahwa dari contoh jaringan yang diambil dari 14 pasien Amerika dan Cina dengan karsinoma nasofaring berdiferensiasi buruk yang diperiksa dengan mikrosko electron. Penentuan Stadium Untuk penetuan stadium dipakai sistim TNM menurut UICC (1992) T= Tumor primer T0.Tidak tampak tumor. Tx Tumor tidak jelas besarnya karena pemeriksaan tidak lengkap. karena seringa gejala belum ada sedangkan tumor sudah tumbuh atau tumor tidak tampak karena masih terdapat dibawah mukosa (creeping tumor). untuk itu nasofaring harus diperiksa dengan cermat kalau perlu dengan nasofaringoskop. Karsinoma limfoepitelioma didapatkan dalam bentuk kedua atau ketiga. Ditandai olah tampak banyak limfosit non maligna dan secara klinis sesuai karena respon terhadap terapi lebih baik disbanding dengan bentuk lain. Meskipun demikian klasifikasi WHO mengenai tumor nasofaring ini masih tetap dipakai.blogspot.

IV. Karena nasofaring berhubungan dekat dengan rongga tengkorak melalui beberapa lobang. Dapat pula disertai dengan destruksi tulang tengkorak dan bila sudah terjadi demikian biasanya prognosisnya buruk. vaksin dan anti virus. Kemudian dengan kaca laring dilihat daerah nasofaring. seroterapi. meskipun ada efek samping yang cukup berat. yang trbaik sampai saat ini adalah kombinasi dengan Cis-platinum sebagai inti. lateral dan waters menunjukan massa jaringan lunak di daerah nasofaring. Cunam biopsi dimasukkan melalui rongga hidung menelusuri konka media ke nasofaring kemudian cunam diarahkan ke lateral dan dilakukan biopsy. Pemeriksaan darah tepi.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Pemeriksaan foto tengkorak potongan anteroposterior. XI dan XII jika penjalaran melalui foramen jugulare. sehingga pada tumor primer yang tersembunyi pun tidak akan terlalu sulit ditemukan. X. Penatalaksanaan Radioterapi masih merupakan pengobatan utama dan ditekankan pada penggunaan megavoltage dan pengaturan dengan computer. Bila sudah mengenai seluruh syaraf otak disebut sindrom unilateral. fungsi hati. tetapi memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik. faktor transfer. Proses karsinoma yang lanjut akan mengenai saraf otak ke IX. shingga tidak jarang gejala diplopia lah yang membawa pasien lebih dahulu ke dokter mata. Suatu kelainan nasofaring yang disebut lesi hiperplastik nasofaring atau LHN telah diteliti di RRC yaitu tiga bentuk yang mencurigakan pada naofaring seperti pembesaran adenoid pada orang dewasa. dari beberapa saraf otak dapat terjadi sebagai gejala lanjut karsinoma ini. Foto dasar tengkorak memperlihatkan destruksi atau erosi tulang di daerah fossa serebri media. Bebagai macam kombinasi diebangkan. Tetapi pemeriksaan ini hanya digunakan untuk menentukan prognosis pengobatan. Diagnosis Persoalan diagnostic sudah dapat dipecahkan dengan pemeriksaan CT-Scan daerah kepala dan leher. Bila dengan cara ini masih belum didapatkan hasil yang memuaskan maka dilakukan pengerokan dengan kuret daerah lateral nasofaring dalam narcosis. maka gangguan beberapa lobang. Demikian juga dengan kateter dari hidung disebelahnya. Biopsi tumor nasofaring umumnya dilakuan dengan anestsi topical dengan Xylocain 10%. Biopsi dari hidung dilakukan tanpa melihat jelas tumornya (blind biopsy). VI dan dapat pula ke V.html 20/27 . Biopsi melalui mulut dengan memakai bantuan kateter nelaton yang dimasukkan melalui hidung dan ujung kateter yang berada didalam mulut ditarik keluar dan diklem bersam-sama ujung kateter yang di hidung. pemberian tetrasiklin. bleomycin dan 5-fluorouracil saat ini sedang dikembangkan dengan hasil sementara yang cukup memuaskan. ginjal. pembesaran nodul dan mukosistis berat pada daerah nasofaring. sedangkan kemoterapi masih tetap terbaik sebagai terpai adjuvant (tambahan). kemoterapi. interferon. Kombinasi kemoterapi dengan mitomycin C dan 5fluorouracil oral setiap hari sebelum diberikan radiasi yang bersifat radiosensitizer memperlihatkan hasil yang memberi harapan akan kesembuhan total pasien karsinoma alfaa-ekspayer. Demikian pula telah dilakukan penelitian pemberian kemoterapi praradiasi dengan epirubicin dan cis-platinum. massa tumor akan terlihat lebih jelas. dll dilakukan untuk mendeteksi metastasis. Gangguan ini sering disebut dengan sindrom Jackson. Neuralgia trigeminal merupakan gejala yang sering ditemukan oleh ahli saraf jika belum terdapat keluhan lain yang berarti. sehingga palatum mole tertarik keatas. Semua pengobatan tambahan ini masih dalam pengembangan. Biopsi dilakukan dengan melihat tumor melalui kaca tersebut atau memakai nasofaringoskop yang dimasukkan melalui mulut. Pemeriksaan serologi IgA anti EA dan IgA anti VCA untuk infeksi virus E-B telah menunjukkan kemajuan dalam mendeteksi karsinoma nasofaring. Metastase kekelenjar leher dalam bentuk benjolan di leher yang mendorong pasien untuk berobat. Penjalaran melalui foramen laserum akan mengenai saraf otak ke II. Pemberian adjuvant kemoterapi Cis-platinum. Pengobatan tambahan yang diberikan dapat berupa diseksi leher. Biopsi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dari hidung atau dari mulut. Kelainan ini bila diikuti bertahun-tahun kemudian akan menjadi karsinoma nasofaring. yaitu suatu tempat yang relatif jauh dari nasofaring. Diagnosis pasti ditegakkan dengan melakukan biopsy nasofaring. karena sebelumnya tidak terdapat keluhan lain.blogspot.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 karsinma nasofaring.

Prognosis diperburuk oleh beberapa faktor. bagian depannya mengalami penonjolan membentuk “adam’s apple”. terletak pada garis tengah anterior dari Leher Pada Vertebrata Cervical 4 Sampai 6. Glotis : ostium antara pita suara dalam laring alfaa-ekspayer. dengan derajat keganasan tinggi. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk.blogspot. Paisen akhirnya meninggal dalam keadaan umum yang buruk . dan keempat ekstremitas. KARSINOMA LARING ANATOMI LARING Laring Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ). sakit kepala. paru hati.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Pada kedua keadaan tersebut diatastidak banyak tindakan medis yang dapat diberikan selain pengobatan simtomatis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Operasi tumor induk sisa (residu) atau kambuh (residif) diindikasikan. Tidak banyak yang dilakukan selain menasihatkan pasien untuk makan dengan banyak kuah. otak. tetapi sering timbul komplikasi yang berat akibat operasi. Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan b. seperti : Stadium yang lebih lanjut. Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Metastasis tulang paling sering ke pelvis. Perawatan paliatif Perhatian pertama harus diberikan pada pasien dengan pengobatan radiasi.html 21/27 . hati. perdarahan dari hidung dan nasofaring yang tidak dapat dihentikan dan terganggunya fungsi alat-lata vital akibat metastasis tumor. waktu diagnosis ditegakkan. membawa minuman kemanapun pergi dan mencoba memakan dan mengunyah bahan yang rasa asam sehingga merangsang keluarnya air liur. Lokasi metastasis paling sering ke tulang. Sedikit di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. paru.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 nasofaring.5%. Dapat pula timbul metastasis jauh pasca pengobatan seperti ke tulang. E. karena 95% lebih sel kanker nasofaring berdiferensiasi buruk. Laring menghubungkan laringopharynx dengan trachea. Dari kasus wafat setelah radioterapi. tetapi dengan syarat tumor induknya sudah hilang yang dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi dan serologi. costa. Kesulitan yang timbul pada perawatan pasien pasca pengobatan lengkap dimana tumor tetap ada (residu) akan kambuh kembali (residif). Prognosis Secara keseluruhan. Pengobatan pembedahan diseksi leher radikal dilakukan terhadap benjolan di leher yang tidak menghilang pada penyinaran (residu) atau timbul kembali setelah penyinaran selesai. dan di dalam cartilago ini ada pita suara. kehilangan nafsu makan dan kadang-kadang muntah atau rasa mual.2% kasus sudah menderita metastasis jauh. Mulut rasa kering disebakan oleh keusakan kelenjar liur mayor maupun minor sewaktu penyinaran. angka bertahan hidup 5 tahun adalah 45 %. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas: a. Usia lebih dari 40 tahun Laki-laki dari pada perempuan Ras Cina dari pada ras kulit putih Adanya pembesaran kelenjar leher Adanya kelumpuhan saraf otak adanya kerusakan tulang tengkorak Adanya metastasis jauh Komplikasi Gejala metastasis jauh. angka metastasis jauh 45. vertebra. Gangguan lain adalah mukositis rongga mulut karena jamur. Terbesar adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal. 4. rasa kaku di daerah leher karena fibrosis jaringan akibat penyinaran.

sinus piriformis dan plika ariepiglotika kurang berdiferensiasi baik. Jumlah kasus ratarata 25 pertahun.97% menduduki peringkat ketiga keganasan THT (712 kasus). Ca sel skuamosa dibagi 3 tingkat diferensiasi: a) diferensiasi baik (grade 1) b) berdiferensiasi sedang (grade 2) c) berdiferensiasi buruk (grade 3) kebanyakkan tumor ganas pita suara cenderung berdiferensiasi baik. Lesi yang mengenai hipofaring. Laringitis Kronis 5. Alkohol Dan Efek Kombinasinya 3.Ada 2 fungsi lebih penting selain sebagai produksi suara.11%. Dikatakan oleh para ahli bahwa perokok dan peminum alcohol merupakan kelompok orang-orang dengan resiko tinggi terhadap karsinoma laring. Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. yaitu : a. HISTOPATOLOGI Ca sel skuamosa meliputi 95% sampai 98% dari semua tumor ganas laring. Ketegangan Vocal 4. karsinoma laring menduduki urutan ketiga setelah karsinoma nasofaring dan tumor ganas hidung dan sinus paranasal. Penelitian epidemiologic menggambarkan beberapa hal yang diduga menyebabkan terjadinya karsinoma laring yang kuat ialah rokok.2 orang per 100 000 penduduk meninggal oleh karsinoma laring. Laring sebagai katup selama batuk Penatalaksanaan keganasan di laring tanpa memperhatikan bidang rehabilitasi belumlah lengkap.77% diikuti oleh keganasan hidung dan paranasal 10.40% dan parotis 0. rongga mulut 1.28%. diluar negeri karsinoma laring menempati tempat pertama dalam urutan kegansan di bidang THT sedangkan di RS Cipto Mangunkusomo Jakarta. Kartilago Krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring ( terletak di bawah kartilago thyroid ) e. Tujuan utama ialah mengeluarkan bagian laring yang terkena tumor dengan memperhatikan fungsi respirasi. 1. Pemajanan Industrial Terhadap Karsinogen 6. ETIOLOGI Etiologi karsinoma nasofaring belum diketahui dengan pasti. alfaa-ekspayer. Predisposisi keluarga FREKUENSI Menurut penelitian dari departemen THT FKUI/RSCM pariode 1982-1987 proporsi karsinoma laring 13. esophagus/bronkus 1. Penelitian yang dilakukan di RS Ciptomangunkusomo menunjukan bahwa karsinoma laring jarang ditemukan pada orang yang tidak merokok. menutup selama menelan untuk mencegah aspirasi cairan atau benda padat masuk ke dalam tracheobroncial b. telinga 2. sebagian dari kartilago ini membentuk jakun ( Adam’s Apple ) d. . Laring sebagai katup.94%. alcohol da terpajan oleh sinar radioaktif.8% dari 1030 kasus keganasan THT. sedangkan risiko untuk mendapatkan karsinoma laring naik sesuai dengan kenaikan jumlah rokok yang dihisap. Periode 1988-1992 karsinoma laring sebesar 9. Menurut data statistic dari WHO (1961) yang meliputi 35 negara seperti dikutip leh Batsakis (1979). Defisiensi Nutrisi (riboflavin) 7.11%.54%. Kartilago Aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago thyroid f. fonasi serta fungsi sfingter laring. pita suara melekat pada lumen laring. rata-rata 1.html 22/27 . orofaring/tonsil 1. Sebagai gambaran perbandingan. Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea. Yang terpenting pada penanggulangan karsinoma laring ialah diagnosis dini dan pengobatan/ tindakan yang tepat dan kuratif karena tumornya masih terisolasi dan dapat diangkat secara radikal.blogspot. Tembakau 2.69%. Perbandingan laki dan perempuan adalah 11:1 terbanyak pada usia 56-69 tahun dengan kebiasaan merokok didapatkan pada 73.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 c. Karsinoma nasofaring sebesar 71.

sumbatan jalan nafas atau paralisis komplit. Tumor subglotik: Tumbuh lebih dari 10 mm di bawah tepi bebas pita suara asli sampai batas inferior krikoid. serak akan timbul kemudian. Tumor pita suara yang sejati terjadi lebih dini biasanya pada waktu pita suara masih dapat digerakan. Sumbatan yang terjadi perlahan-lahan dapat alfaa-ekspayer. sebelum mengenai pita suara sehingga mengakibatkan suara serak. Terutama neoplasma laryngeal. kecepatan getaran dan ketegangan pita suara. Suara bergumam (hot potato voice): fiksasi dan nyeri menimbulkan suara bergumam. Tumor superglotis dan subglotis harus cukup besar. merupakan gejala dini tumor pita suara. dapat meluas ke subglotik sejauh 10 mm dan dapat mengenai komisura anterior atau posterior atau prosessus vokalis kartilago aritenoid. Kadang-kadang bisa afoni karena nyeri. 10 mm merupakan batas inferior otot-otot intrinsic pita suara. Pada tumor ganas laring. Dispnea dan stridor: Gejala yang disebabkan sumbatan jalan nafas dan dapat timbul pada tiap tumor laring. Tumor glotik: Mengenai pita suara asli. Oleh karena itu tumor glotik dapat mengenai 1 atau ke 2 pita suara. Kualitas nada sangat dipengaruhi oleh besar celah glotik.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 PATOFISIOLOGI Karsinoma laring banyak dijumpai pada usia lanjut diatas 40 tahun. Pada tumor supraglotik dan transglotik terdapat kedua gejala tersebut. Pita suara miskin akan pembuluh limfe sehingga tidak terjadi metastase ke arah kelenjar limfe. Pada kelompok ini.html 23/27 - - - . Apabila tumor tumbuh di daerah ventrikel laring. Pada tumor supraglotis dan subglotis. bekerja dengan debu serbuk kayu. Adanya tumor di pita suara akan mengganggu gerak maupun getaran kedua pita suara tersebut. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi fonasi laring. Batas superior adalah ventrikel laring. Serak: Gejala utama Ca laring. oklusi atau penyempitan celah glotik. Tumor ganas transglotik: Tumor yang menyeberangi ventrikel mengenai pita suara asli dan pita suara palsu atau meluas ke subglotik lebih dari 10 mm. Batas inferior glotik adalah 10 mm di bawah tepi bebas pita suara. sumbang dan nadanya lebih rendah dari biasa. Gejala ini disebabkan oleh gangguan jalan nafas oleh massa tumor. Kebanyakan pada orang laki-laki. Apabila tumor laring tumbuh pada pita suara asli. ketajaman tepi pita suara. Bila kanker terbatas pada pita suara (intrinsik) menyebar dengan lambat. 95% adalah karsinoma sel skuamosa. Bila kanker melibatkan epiglottis (ekstrinsik) metastase lebih umum terjadi. 3. terserangnya otototot vokalis. Bagaimana terjadinya belum diketahui secara pasti oleh para ahli. serak dapat merupakan gejala akhir atau tidak timbul sama sekali. pita suara gagal berfungsi secara baik disebabkan oleh ketidak teraturan pita suara. dibagian bawah plika ventrikularis atau dibatas inferior pita suara.5% dari semua penyakit keganasan. Serak menyebabkan kualitas suara menjadi semakin kasar. 2. kimia toksik atau serbuk. GEJALA KLINIK 1. Hubungan antara serak dengan tumor laring tergantung pada letak tumor. sendi dan ligament krikoaritenoid dan kadang-kadang menyerang saraf. Hal ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok. serak merupakan gejala dini dan menetap. penumpukan kotoran atau secret maupun oleh fiksasi pita suara. logam berat.blogspot. gejala pertama tidak khas dan subjektif seperti perasaan tidak nyaman. mengganggu. rasa ada yang mengganjal di tenggorok.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. Kanker kepala dan leher menyebabkan 5. besar pita suara. KLASIFIKASI LETAK TUMOR Tumor supraglotik: Terbatas pada daerah mulai dari tepi atas epiglottis sampai batas atas glottis termasuk pita suara palsu dan ventrikel laring. Tumor hipofaring jarang menimbulkan serak kecuali tumornya eksentif.

penyebaran tumor kemudian dilakukan biopsy untuk pemeriksaan patologi anatomic. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan patologi anatomic dari bahan biopsy laring dan biopsy laring dan biopsy jarum halus pada pembesaran kelenjar getah bening di leher. Pemeriksaan ini untuk menilai lokasi tumor. biasanya timbul dengan tertekanya hipofaring disertai secret yang mengalir ke dalam laring. 4.html 24/27 . tetapi gerakan pita suara masih baik.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru. Hemoptisis sering terjadi pada tumor glotik dan tumor supraglotik. halitosis. Pemeriksaan laring dapat dilakukan dengan cara tidak langsung menggunakan kaca laring atau langsung dengan mengggunakan laringoskop. Pada umunya dispnea dan stridor adalah tanda prognosis yang kurang baik. 9.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 dikompensasi. menginfiltrasi orofaring jaringan lunak pada leher atau merusak tulang rawan tiroid. Glottis Tis karisnoma in situ T1 tumor mengenai satu atau dua sisi pita suara. Keluhan ini merupakan keluhan yang paling sering pada tumor ganas postkrikoid. supraglotik. pita suara masih dapat bergerak atau sudah terfiksasi (impaired mobility). 7. 8. Nyeri alih ke telinga ipsilateral. T3 tumor meliputi laring dan pita suara sudah terfiksasi. Subglotik Tis karsinoma in situ alfaa-ekspayer. Rasa nyeri ketika menelan (odinofagia) menandakan adanya tumor ganas lanjut yang mengenai struktur ekstra laring. atau tumor sudah terdapat pada komisura anterior atau posterior. T4 tumor sudah meluas ke luar laring. dinding medial dari sinus prirformis dan ke arah rongga pre epiglottis. v KLASIFIKASI TUMOR GANAS LARING (AJCC DAN UICC 1988) A) TUMOR PRIMER (T) Supraglotik Tis karsinoma in situ T1 tumr terdapat pada satu sisi suara/pita suara palsu (gerakan masih baik) T2 tumor sudah menjalar ke 1 dan 2 sisi daerah supraglotis dan glottis masih bisa bergerak (tidak terfiksir) T3 tumor terbatas pada laring dan sudah terfiksir atau meluas ke daerah krikoid bagian belakang. Batuk dan hemoptisis: Batuk jarang ditemukan pada tumor ganas glotik. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan selain pemeriksaan laboratorium darah juga pemeriksaan radiologic. hipofaring dan sinus piriformis. T4 tumor sangat luas dengan kerusakan tulang rawan tiroid atau sudah keluar dari laring. Disfagia: Merupakan ciri khas tumor pangkal lidah. Foto toraks diperlukan untuk menilai keadaan paru. Diagnosis Diagnosis ditebgakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis. batuk dan penurunan berat badan menandaka perluasan tumor ke luar laring atau metastasis jauh. 5. T2 tumor meluas ke daerah supraglotis atau subglotis. Nyeri tenggorok: keluhan ini dapat bervariasi dari rasa goresan sampai rasa nyeri yang tajam. Dari hasil patologi anatomi yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa.blogspot. CT scan laring dapat memeperlihatkan keadaan penjalaran tumor pada tulang rawan tiroid dan daerah preepiglotis serta metastasis kelenjar getah bening leher. 6. Pembesaran kelenjar getah bening leher dipertimbangkan sebagai metastasis tumor ganas yang menunjukkan tumor pada stadium lanjut. hemoptisis. Nyeri tekan laring adalah gejala lanjut yang disebabkan oleh komplikasi supurasi tumor yang menyerang kartilago tiroid dan perikondrium.

T3 tumor sudah mengenai laring dan pita suara sudah terfiksasi. biasanya jadwal peberian sitostatika tidak sampai selesai karena keadaan umum memburuk di samping harga obat ini yang relative mahal sehingga tidak terjangkau oleh pasien. Dengan dilakukannya pengangkatan laring beserta pita suara yang ada di dalamnya.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. T1/T2/T3 N1 M0 STIV T4 N0/N1 M0 T1/T2/T3/T4 N2/N3 oT1/T2/T3/T4 N1/N2/N3 M Penatalaksanaan Setelah diagnosis dan stadium tumor ditegakkan maka ditentukan tindakan yang akan diambil sebagai penanggulanangannya. Ada 3 cara penanggulangan yang lazim dilakukan yakni pembedahan. N2 teraba kelenjar limfe tunggal. cepat dan radikal. M0 tidak ada metastasis jauh M1 terdapat metastasis jauh. T4 tumor yang luas dengan destruksi tulang rawan atau perluasan ke luar laring atau kedua.blogspot. agar pasien dapat berbicara (bersuara) sehingga berkomunikasi verbal. alfaa-ekspayer.html 25/27 . obat sitostatika atau pun kombinasi daripadanya. maka pasien akan menjdai afonia dan bernafas melalui stoma permanen di leher. Banyak faktor yang mempengaruhi suksesnya proses rehabilitasi suara ini tetapi dapat disimpulkan menjadi 2 faktor utama ialah faktor fisik dan faktor psiko-sosial. ipsilateral dengan ukuran diameter 3-6cm N2a satu kelenjar limfa ipsilateral. pita suara masih dapat bergerak atau sudaj terfiksasi. radiasi. diameter tidak lebih dari 6 cm N3 metastasis kelenjar limfa lebih dari 6 cm. Rehabilitasi Suara Laringektomi yang dikerjakan untuk mengobati karsinoma laring menyebabkan cacat pada pasien. baik yang bersifat umum yakni agar pasien dapat bermasyarakt dan mandiri kembali maupun rehabilitasi khusus yakni rehabilitasi suara (voice rehabilitation). Metastasis jauh (M Mx tidak terdapat/terdeteksi. tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 T1 tumor terbatas pada daerah subglotis T2 tumor sudah meluas ke pita. Jenis pembedahan adalah laringektomi totalis atau pun parsial. stadium 4 dilakukan operasi dengan rekonstruksi bila masih memungkinkan atau dikirim untuk mendapatkan radiasi. Para ahli berpendapat bahwa tumor laring ini mempunyai prognosis yang palaing baik di antara tumor-tumor daerah traktus aero-digestivus bila dikella dengan tepat. diameter lebih dari 3 cm tapi tidak lebih dari 6 cm. Sebagai patokan dapat dikatakan stadium 1 dikirim untuk mendapatkan radiasi. Penjalaran ke kelenjar limfa (N) Nx kelenjar limfa tidak teraba N0 secara klinis kelenjar tidak teraba N1 secara klinis tidak teraba satu kelenjar linfa dengan ukuran diameter 3 cm homolateral. Staging (= stadium) ST1 T1 N0 M0 STII T2 N0 M0 STIII T3 N0 M0. Pemakaian sitostatika belum memuaskan. stadium 2 dan 3 dikirim untuk operasi. serta dilakukan juga diseksi leher radikal bila terdapat penjalaran ke kelenjar limfa leher. tergantung lokasi dan penjalaran tumor.duanya. Untuk itu diperlukan rehabilitasi terhadap pasien. Rehabilitasi suara dapat dilakukan dengan pertolongan alat bantu suara yakni semacam vibrator yang ditempelkan di daerah submandibula atau pun dengan suara yang dihasilkan dari esophagus (esophageal speech) melalui proses belajar. N2b multiple kelenjar limfa ipsilateral.

ulcus • Menelan: ikut gerakan / tidak • Palpasi 1. modul kuning skenario 2 .blogspot. modul sakit perut skenario 2 . supra dan infraklavikular 3.html 26/27 . submandibular.New !! 3.New !! 6. warna. jugularis. pendengaran – Demam – gejala penyerta lainnya • Riwayat medis: radiasi. modul BAB berdarah skenario 2 . konsistensi. dapat digerakkan/tidak – Nyeri • Keluhan lain – BB menurun • Sejak kapan.New !! 4.New !! 2. asesorius. ulcus. permukaan. Kelenjar limfe leher: submental.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 Suatu hal yang sangat membantu adalah pembentukan wadah perkumpulan guna menghimpun pasien-ppasien tuna-laring guna menyokong aspek psikis dalam lingkup yang luas dari pasien baik sebelum maupun sesudah operasi. mudah digerakkan/tidak.New !! 5. warna.27 Rekomendasikan ini di Google Label: Kedokteran Tidak ada komentar: Poskan Komentar alfaa-ekspayer. Modul benjolan pada paha skenario 2 . Benjolan: batas. ikan asin • Riwayat keluarga Pemeriksaan Fisis Tambahan • Inspeksi Benjolan • Lokasi • Sifat benjolan: ukuran. Modul benjolan pada leher skenario 2 . Kelenjar limfe aksilla dan inguinal Kedokteran 1. Modul benjolan pada payudara skenario 2 .com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. bagaimana sifatnya • Nafsu makan menurun/meningkat/normal – Pengaruh mens ada/tidak – Gangguan pernapasan. • Riwayat kebiasaan hidup: rokok. Anamnesis Tambahan • Benjolan – Lokasi (pertama x. pil KB. tempat lain) – Sifat benjolan: batas. saat makan.New !! Widget by Abu Farhan Diposkan oleh alfaa ekspayer di 00. 2. alkohol. konsistensi.

. Gambar template oleh Raycat. Diberdayakan oleh Blogger. alfaa-ekspayer.com/2011/10/modul-benjolan-pada-leher-skenario-2. .html 27/27 .blogspot.9/18/13 Rakyat Kecil Berdasi: Modul benjolan pada leher skenario 2 M a s u k k a nk o m e n t a rA n d a . Beri komentar sebagai: Google Account Publikasikan Pratinjau Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Langganan: Poskan Komentar (Atom) Beranda Posting Lama didirikan oleh alfaa ekspayer.