PRESENTASI KASUS

Disusun Oleh dr. Miratasya Zulkarnaen

Pembimbing dr. Elvi Agustina dan dr. Normasari

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. KANUDJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR

JUNI !"# BAB I PENDAHULUAN

Definisi dari kejang adalah bangkitan yang disebabkan oleh muatan listrik yang abnormal dan berlebihan yang terjadi secara paroksismal yang disebabkan oleh gangguan anatomi, fisiologi atau gabungan dari keduanya, dilain sisi kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh rektal diatas !"o#$ akibat suatu proses ekstrakranial, tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit atau metabolik lain dan tanpa adanya ri%ayat kejang tanpa demam sebelumnya, dengan rentang usia & bulan hingga ' tahun. (ejang demam terjadi pada )*'+ bayi dan anak di seluruh dunia yang sehat secara neurologis Dalam menegakkan diagnosis kejang demam dibutuhkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan bila diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat membantu untuk menyingkirkan diagnosis banding. ,rognosis pada pasien kejang demam dapat diperkirakan dari jenis kejang yang dialami, usia pasien, suhu pasien saat kejang, adanya keturunan kejang demam atau epilepsi pada keluarga. Edukasi kepada orangtua mengenai kejang demam, pencegahan dan tatalaksana a%al dirumah, dan rekurensi adalah tugas utama dokter.

BAB II ILUSTRASI KASUS

I$en%i%&s P&sien Nama .enis (elamin Alamat 1sia 0uku No. 3ekam Medik - An. AM - ,erempuan - (ampung /ama, 0amboja - & bulan ! hari - (alimantan 2imur - 44.'5.'6.!)

I$en%i%&s O'&ng Tu& P&sien A(&h Nama 1mur ,ekerjaan 0uku - 2n. 0 - 5" tahun - ,enjual 0ayur - (alimantan 2imur Ibu Nama 1mur ,ekerjaan 0uku - Ny. 0 - !! tahun - 7bu rumah tangga - (alimantan 2imur

An&mnesis Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu kandung pasien pada .uni )48!.

Keluh&n U%&m& (ejang ! jam sebelum masuk rumah sakit. Ri)&(&% Pen(&*i% Se*&'&ng ,asien kejang ! jam sebelum masuk rumah sakit, pasien sedang berbaring di kasur lalu kejang kelojotan seluruh badan, mata mendelik keatas, kejang berlangsung selama ) menit, tidak

konsumsi alkohol *$. re%el. Ri)&(&% Pen(&*i% D&hulu 3i%ayat kejang sebelumnya *$. 3i%ayat sakit selama masa kehamilan *$.anas turun selama !*5 jam lalu pukul )8.asien tinggal dengan 7bu. mengedan saat berkemih. asma *$.44 pasien demam mendadak dengan suhu !9# pasien sulit makan. 2etangga dengan penyakit demam berdarah :$. alergi *$. kulit kuning disangkal.4&. sumber air dari . sesak. 0elesai kejang pasien terlihat lemas.5A4. Ri)&(&% S.)48!$ siang hari sekitar pukul 85. 7bu pasien menyangkal adanya pilek. batuk. ri%ayat bepergian keluar kota *$. keluar cairan dari telinga. dilingkungan rumah banyak genangan air :$ terutama di pot. a%alnya menangis pelan lalu perlahan menjadi kencang. pasien kejang sebelum ibu sempat memberikan obat lalu pasien diba%a ke 73D 30(D.44 pasien kembali panas !9#. asma *$. Ri)&(&% Keh&mil&n 3i%ayat obstetrik ibu adalah . Adanya tanda*tanda perdarahan berupa mimisan. rokok *$.biru. mulut mencong. tetangga dengan ri%ayat malaria todak diketahui.si&l .asien diba%a ke dokter umum dan diberikan sanmol sirup untuk diberikan setengah sendok takar. bintik*bintik dibadan. 3i%ayat diadakan pengasapan dilingkungan rumah *$. mencret. banyak baju baju yang digantung didalam rumah :$. . ri%ayat alergi *$. Dilingkungan rumah pasien tidak pernah terjadi banjir. ri%ayat trauma. .AM. 7ni adalah kejang kali pertama. ri%ayat biru *$. ayah dan ke ! saudara pasien. 7bu . pasien mengenali ibu pasien. muntah. tidak tampak adanya kelemahan tubuh sesisi. 8 hari 0M30 (amis )6. 1sia ibu saat sedang hamil pasien adalah !) tahun. obat*obatan *$. ataupun perbedaan perilaku setelah kejang. tampak nyeri saat berkemih. pingsan. Ri)&(&% Pen(&*i% $&l&m Kelu&'g&+Ling*ung&n (&ng &$& hubung&n $eng&n Pen(&*i% Se*&'&ng (ejang di dalam keluarga :$ pada paman pasien dari ayah.

intensitas menyusu '*"<=hari. . 8<. ?#.2 )<. Peme'i*s&&n -+!. D.asien merupakan anak ke*5 dari 5 bersaudara. pasien menjadi lebih sering mengoceh. lahir dengan presentasi kepala. *e2&ng be'ul&ng /31. tidak ada ri%ayat kuning atau biru pada bibir dan tangan Ri)&(&% Pe'%umbuh&n $&n Pe'*emb&ng&n 7bu pasien mengatakan bah%a anaknya selalu naik berat badan dan tingginya setiap bulan diukur di puskesmas.asien sudah mendapatkan imunisasi >epatitis ? )<.+ !"# Subject Dem&m /01. . mun%&h /31. 5< di dokter dan dikatakan kandungannya tidak ada masalah. dilahirkan di bidan puskesmas samboja secara spontan. BAK $&n . Ri)&(&% Pe's&lin&n . usia ' bulan mulai mengangkat kepala dan mampu mempertahankan. /ingkar kepala dan A. pasien lahir cukup bulan !" minggu$. Ri)&(&% Nu%'isi 0ejak lahir pasien mendapat A07 ekslusif hingga saat ini.asien lahir dengan berat lahir )644 gram dan panjang lahir '8 cm..asien sudah makan M.pasien kontrol teratur tiap bulan ke bidan dan di 10. .asien langsung menangis saat lahir. M&*&n $&n minum &g&* m&l&s. Makan makanan jajan *$ Ri)&(&% Imunis&si . .asien aktif dan selalu bermain dengan anak seusianya. pasien mulai belajar membolak balik kan badan dari posisi terlentang menjadi tengkurap pada usia !*5 bulan.A3 skor tidak diketahui ibu.olio!<. .ada usia & bulan pasien dapat duduk namun masih mudah terguling.A07 berupa bubur cerelac )<=hari ! sendok takar$. dan . 7munisasi campak *$.

tidak tampak biru.i@i baik.! kg . sianosis *$. kontak :$.2ampak sakit sedang. rash *$.' 4 # -).&5 cm .#08' /ingkar kepala . (esadaran 2anda vital Arekuensi nadi Arekuensi nafas 2ekanan darah 0uhu tubuh Diuresis D&%& An%.!".8)" kali=menit. . terpasang infus dan kesan gi@i cukup. tidak tampak kuning.!(g=&.&cc=(g??=jam .&. normocefal S%&%us 5ene'&lis (ulit .&(g$ < 844+ . kedalaman cukup -* ..BAB b&i* Objective (eadaan umum .. ptekie *$. tidak tampak pucat.4. reguler.??=1 D z score berada antara *8 0Ddan *) 0D 2?=1 D z score berada antara median dan *8 0D ??=2? D z score berada di *80D /(=1 D @ score berada antara median dan 8 0D //A=1 D @ score berada antara median dan *8 0D 0tatus gi@i ??=2? . . tidak tampak sesak. ikterus *$.5! cm normosefal$ /ingkar lengan atas . pasien tampak tenang dan aktif.)' kali=menit. isi cukup .9' (esan. pera%akan normal. reguler.me%'i ?erat badan 2inggi badan .8! cm Menurut kurva B>C.turgor baik.&.#ompos mentis.

alpasi * . post nasal drip *$ /eher . dismorfik *$ . pus *$.bising usus :$.darah *$. gerak bola mata normal N. deformitas *$ * .(epala Bajah 3ambut Mata . bulu mata lentik.777.iktus kordis teraba pada sela iga 7E linea midklavikula sinistra. deformitas *$. lifting (-).E77.aru * 7nspeksi .pembesaran (. 3espon terhadap suara baik :=: >idung ?ibir Mulut . . sklera ikterik *=*$. 5<=menit .bentuk dada simetris.erkusi . tidak mudah dicabut .hitam. ubub*ubun besar datar . konjungtiva pucat *=*$. wheezing -/- Abdomen * 7nspeksi . sekret :$ cair jernih. rhonki -/-. faring hiperemis *$. pergerakan dada simetris dalam keadaan inspirasi dan ekspirasi * Auskultasi.normocephal. murmur *$. tidak terdapat kesan paresis N.bentuk %ajah simetris.sekret *=* . sianosis *$ .higinien oral terkesan baik. hepar dan lien tidak teraba .timpani * Auskultasi. gallop *$ .bibir ber%arna merah.antung .? colli *$ * 7nspeksi . venektasi *$. deformitas *$. deviasi septum *$. pupil isokor )mm=)mm.iktus kordis tidak terlihat * .bunyi jantung 7 dan 77 normal.alpasi . detritus *$.supel. refleks cahaya tidak langsung :=:$.edema palpebra *$.deformitas *$. liang telinga serumen :=:. lemas.datar. 7E. E7 baik$ 2elinga . refleks cahaya langsung :=:$. tonsil 28*28. persebaran merata. thrill (-).vesikular :=:.bentuk daun telinga baik. heaving (-) * Auskultasi.

atrofi atau hipotrofi *=*$ S%&%us Neu'.terdapat lubang anus.6 + !8.+ !"# #788 D&'&h Hem&%.ernih Nil&i Ru2u*&n 9.s*.akral hangat.5 > !5. ?rud@inski 7 *=*$.l.8 + "8.5*8!.' + !55444 =u/ '!.! )"*5) + 8'4.(esan baik .gis 23M .9 g=d/ &. /aseGue sign *=*$. spastisitas *=*$. a<ila.8*5.)6 mmol=/ 8!& mmol=/ 5.8 mmol=/ Nil&i Ru2u*&n .444 H 544. ?rud@inski 77 *=*$. .kaku kuduk *$.gi >emoglobin /eukosit Eritrosit >ematokrit 2rombosit Hi%ung 2enis 0egmen /imfosit Monosit Kimi& .ernih .. spina bifida *$ .lukosa darah se%aktu (alsium Natrium (alium U'in&lisis M&*'.!) mmol=/ 8!& H 85& mmol=/ !.tidak teraba pembesaran (.deformitas *$.! mmol=/ H&sil (uning .444*8"." g=d/ 8')44 =u/ 5.4444 =u/ !4 H &4 + )' H 54 + )H"+ 6& H 8"4 mg=dl 8.444 =u/ !. 9 H 98 mg=dl 8. tidak ada tanda*tanda peradangan. tidak terdapat kelainan bentuk tulang belakang. edema *=*$.? pada daerah colli.0ecara umum kesan baik (esan nervus kranialis baik Peme'i*s&&n 4enun2&ng 6+. dan inguinal Ekstremitas . (ernig sign *=*$ Motorik 3efleks .8) H 8.4is Barna (ejernihan Kimi&)i H&sil 84.l. #32 F ) detik.' H '.unggung Anus (elenjar .

4 3 3 3 3 3 3 3 8*' 4*8 * 4*5 * Aebris hari ke ) dengan (ejang Demam 0ederhana e.es%&si 4e'$&'&h&n /31.rotein .?erat .#ompos mentis.' 3 3 3 3 3 3 3 4*) 4*8 * )*5 * * 8. ses&* n&4&s /31 Objective (esadaran .9 ml setiap 5*& jam Darah /engkap besok pagi :.4 H ".#08' . mun%&h /31.) U4 Peme'i*s&&n #!+!.4!4 * * '.enis /eukosit Nitrit p> .lukosa (eton 1robilinogen ?ilirubin Darah E2# Se$imen /eukosit Eritrosit 0ilinder Epitel (ristal /ain*lain Assessmen% 8. m&ni. *e2&ng be'ul&ng /31.44' H 8.484 * * 6..+ !"# Subject Dem&m /31.M mikro Amoksilin 844mg=" jam 7E .aracetamol drop 4.c infeksi viral Plan • • • • 7nfus 3/ )' 2.ll. BAK $&n BAB b&i*. M&*&n $&n minum m&u.

E7 baik$ 2elinga . 7E. turgor baik.bentuk daun telinga baik. faring hiperemis *$. sianosis *$. sianosis *$ .deformitas *$.777. refleks cahaya langsung :=:$.bunyi jantung 7 dan 77 normal.8)' kali=menit.normocephal.!6.edema palpebra *$. konjungtiva pucat *=*$.E77. .4 4 # -!cc=(g??=jam (esan. reguler. deformitas *$.sekret *=* . pera%akan normal. ubub*ubun besar datar . tonsil 28*28. reguler.iktus kordis tidak terlihat * Auskultasi. gallop *$ . . liang telinga serumen :=:.darah *$. dismorfik *$ . persebaran merata. post nasal drip *$ /eher .bibir ber%arna merah. pupil isokor )mm=)mm.bentuk %ajah simetris. refleks cahaya tidak langsung :=:$. sklera ikterik *=*$. normocefal S%&%us 5ene'&lis (ulit (epala Bajah 3ambut Mata . sekret :$ cair jernih. isi cukup . deformitas *$. pus *$.2anda vital Arekuensi nadi Arekuensi nafas 2ekanan darah 0uhu tubuh Diuresis . ikterus *$..? colli *$ .i@i ?aik.antung * 7nspeksi .pembesaran (.aru . gerak bola mata normal N.higinien oral terkesan baik. tidak terdapat kesan paresis N. deviasi septum *$. 3espon terhadap suara baik :=: >idung ?ibir Mulut . ptekie *$. murmur *$.)& kali=menit. tidak mudah dicabut . detritus *$. bulu mata lentik. rash *$. kedalaman cukup -* .putih.hitam.

pergerakan dada simetris dalam keadaan inspirasi dan ekspirasi * Auskultasi. gelisah.444 H 544.datar.# 9 H '. #32 F ) detik. mual muntah. deformitas *$ * ..l.8 9 L . nyeri perut.L 4.bising usus :$. penurunan kesadaran H&sil 84.9 g=d/ &.5*8!. venektasi *$.4444 =u/ 8H5 4H8 !4 H &4 + )' H 54 + )H"+ .8*5. atrofi atau hipotrofi *=*$ Peme'i*s&&n Penun2&ng #!+!.vesikular :=:.* 7nspeksi .erkusi . lemas.timpani * Auskultasi.alpasi * .c infeksi viral 0uspek Demam Dengue dd Demam ?erdarah Dengue grade 7 Plan • • • • • 7nfus 3/ )' 2. hepar dan lien tidak teraba .M mikro Amoksilin 844mg=" jam 7E .444 =u/ !. spastisitas *=*$.akral hangat.+ !"# Hem&%.! )"*5) + 8'4.! g=d/ <-8! +uL L 5.4 !).<.) + Nil&i Ru2u*&n 9. edema *=*$.9 ml setiap 5*& jam Darah /engkap besok pagi Cbservasi manifestasi perdarahan.aracetamol drop 4. sesak napas.bentuk dada simetris.444*8".6 + "<<!!! +uL L !. wheezing -/Abdomen * 7nspeksi . !<=menit Ekstremitas .gi >emoglobin /eukosit Eritrosit >ematokrit 2rombosit Hi%ung 2enis Eosinofil ?asofil 0egmen /imfosit Monosit Assessmen% Aebris hari ke ) dengan (ejang Demam 0ederhana e.supel. rhonki -/-.) =.

) U4 Peme'i*s&&n "+!6+ !"# Subject Dem&m /31. deviasi septum *$.. BAK $&n BAB b&i*. m&ni. sklera ikterik *=*$.E77. 3espon terhadap suara baik :=: >idung .8!4 kali=menit. pupil isokor )mm=)mm. normocefal S%&%us 5ene'&lis (ulit (epala Bajah 3ambut Mata .!&.)cc=(g??=jam . .ll. dismorfik *$ .normocephal. isi cukup .hitam.putih. tidak mudah dicabut . rash *$.sekret *=* . sianosis *$. gerak bola mata normal N. deformitas *$. konjungtiva pucat *=*$.es%&si 4e'$&'&h&n /31.& 4 # -!. refleks cahaya tidak langsung :=:$. reguler.deformitas *$. deformitas *$. kedalaman cukup -* . refleks cahaya langsung :=:$.777.edema palpebra *$.. *e2&ng be'ul&ng /31. .bentuk daun telinga baik. 7E. mun%&h /31. M&*&n $&n minum m&u. sekret :$ cair jernih.#ompos mentis.bentuk %ajah simetris. E7 baik$ 2elinga . pera%akan normal. ptekie *$. liang telinga serumen :=:. ubub*ubun besar datar . turgor baik.#08' (esan. ikterus *$.• Motivasi minum dan makan :. reguler.darah *$. bulu mata lentik. persebaran merata. tidak terdapat kesan paresis N.i@i ?aik. ses&* n&4&s /31 Objective (esadaran 2anda vital Arekuensi nadi Arekuensi nafas 2ekanan darah 0uhu tubuh Diuresis .)' kali=menit.

8*5. hepar dan lien tidak teraba .8 !!.supel. lemas.? colli *$ .l. detritus *$.! )"*5) + 8'4.gi >emoglobin /eukosit Eritrosit >ematokrit 2rombosit Hi%ung 2enis Eosinofil ?asofil 0egmen /imfosit Monosit H&sil 84..< L 4. tonsil 28*28.vesikular :=:." 9 H Nil&i Ru2u*&n 9.alpasi * . post nasal drip *$ /eher . murmur *$.9 g=d/ &. atrofi atau hipotrofi *=*$ Peme'i*s&&n Penun2&ng !"+!6+ !"# Hem&%. sianosis *$ .akral hangat.bentuk dada simetris.antung * 7nspeksi . edema *=*$.erkusi .444 =u/ !. deformitas *$ * ..) "8. wheezing -/- Abdomen * 7nspeksi .) + "< !!! +uL L !. 5<=menit Ekstremitas .8 9 L .aru * 7nspeksi . venektasi *$.datar..iktus kordis tidak terlihat * Auskultasi. faring hiperemis *$.4444 =u/ 8H5 4*8 !4 H &4 + )' H 54 + )H"+ .higinien oral terkesan baik. pus *$.pembesaran (. 9 H "6. #32 F ) detik. spastisitas *=*$.& g=d/ <<=! +uL L 5.444 H 544.bunyi jantung 7 dan 77 normal.?ibir Mulut .444*8".bising usus :$.5*8!. gallop *$ . rhonki -/-. pergerakan dada simetris dalam keadaan inspirasi dan ekspirasi * Auskultasi.bibir ber%arna merah.timpani * Auskultasi.

asien dibolehkan pulang .Assessment Aebris hari ke ' dengan (ejang demam 0ederhana Demam Dengue hari ke ' Plan • • • . suhu oral !6. 0ebagai respons terhadap perubahan set point.?onam BAB III LANDASAN TEORI Dem&m Demam adalah peningkatan thermoregulatory set point dari pusat hipotalamus yang diperantarai oleh interleukin 8 7/*8$.asien dianggap demam bila suhu rektal mencapai !"o#.?onam .44 H 4&.gn.'*!6.l& $em&m . P. atau suhu membran tympani mencapai !6. suhu aksila !6.ola demam (eterangan . .44 dan tertinggi pada a%al malam hari pukul 8&.'o#.aracetamol drop 4.&o#.&o#. 0uhu tubuh normal bervariasi sesuai irama suhu sirkardian variasi diurnal$. 0uhu terendah dicapai pada dini hari pukul 45.Dubia ad bonam .9 ml setiap 5*& jam Motivasi minum dan makan P'.'. 0uhu tubuh normal yaitu !&.44. untuk mencapai target set point baru maka secara fisiologis tubuh melakukan minimalisir pada pelepasan panas dan memaksimalkan produksi panas.sis Iuo ad vitam Iua ad sanactionam Iua ad functionam .44 H 8".

(ejang demam terjadi pada )*'+ bayi dan anak di seluruh dunia dengan fungsi neurologis yang normal.Malaria. endocarditis . tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat.tidak berbeda lebih dari satu derajat. . infeksi pyogenik 3emitten 0uhu badan dapat turun setiap hari tetap tidak pernah mencapai suhu badan normal *0ebagian besar penyakit virus dan bakteri 7ntermiten (ontinyu 0uhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. gangguan elektrolit atau metabolik lain dan tanpa adanya ri%ayat kejang afebris sebelumnya. (ejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh rectal diatas !"o#$ akibat suatu proses ekstrakranial. *.enyakit (a%asaki.>ektik septik atau terjadi saat demam remiten atau intermiten menunjukkan perbedaan antara puncak dan titik terendah suhu yang sangat besar. malaria falciparumgmalignan Kejang + Demam Kejang tanpa demam Defisit Neurologis (+) Pungsi Lumbal Kejang Demam Sederhana nfeksi !akteri nfeksi "uberkulosis nfeksi #irus Epileps i Kejan KEJAN5 DEMAM (ejang adalah bangkitan disebabkan muatan Defisit Neurologis (-) yang oleh Kejang Demam Kompleks listrik yang abnormal dan berlebihan yang terjadi secara paroksismal yang disebabkan oleh gangguan anatomi. dengan rentang usia & bulan hingga ' tahun. fisiologi atau gabungan dari keduanya. selama periode )5 jam *Demam tifoid.eningkatan suhu tubuh yang menetap . limfoma.

maka anak memiliki risiko 84+ mendapatkan kejang demam.gi 7nsidens kejang demam antara anak usia & bulan sampai dengan ' tahun sebesar !+. E4i$emi. 0ebanyak )*'+ bayi dan anak yang sehat secara neurologis mengalami paling sedikit satu serangan kejang demam. penyakit kejang demam diklasifikasikan menjadi kejang demam sederhana dan kompleks. (ejang lama merupakan istilah pada kejang yang terjadi lebih dari 8' menit atau kejang berulang lebih dari ) kali dan diantara bangkitan kejang anak tidak sadar. bersifat umum. . dan '4+ dengan onset kejang demam sebelum usia satu tahun. (ejang berulang adalah kejang ) kali atau lebih dalam )5 jam dan diantara bangkitan kejang anak tetap sadar. tidak berulang dalam )5 jam. berlangsung lebih dari 8' menit.l. (ejang demam sederhana memiliki insidensi "4+ dari total keseluruhan kejang demam. 3isiko terjadinya epilepsi setelah kejang demam hanya 8+ pada kasus kejang demam sederhana dan &+ pada kejang demam kompleks. (ejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung dengan durasi kurang dari 8' menit. 2iga puluh persen sampai 54+ anak yang mengalami kejang demam akan mengalami kejang berulang. '4+ setelah episode kejang kedua atau lebih. dan terjadi rekurensi dalam periode )5 jam. tidak adanya defisit neurologis yang tersisa pasca kejang.ika terdapat keluarga derajat pertama dengan kejang. (ejang demam kompleks adalah kejang demam kompleks bersifat fokal. Angka rekurensi kejang demam sebesar !4+ setelah episode kejang pertama. . (ejang demam lebih sering terjadi pada anak laki*laki dibandingkan anak perempuan.?erdasarkan kriteria /ivingstone. .ada anak dengan abnormalitas perkembangan saraf didapatkan risiko sebesar !!+ terjadinya epilepsi.

campak. Anak dengan usia lebih muda.eningkatan suhu sebesar 8oA akan meningkatkan metabolisme basal sebanyak 6+.. diare.richard dan Mc. semakin muda usia anak semakin tinggi risiko. berupa sitokin inflamasi dan toksin mikroba. Anoksia relatif terjadi akibat vasokonstriksi yang merupakan respon terhadap lepasnya .redisposisi genetik juga berperan dalam terjadinya kejang demam pada anak. Durasi antara penyakit dengan kejang sempit !.E) pada sirkulasi darah sirkumventrikular. ).E) . M&ni. Melalui pelepasan . . sering menjadi penyebab terjadinya demam pada anak dengan infeksi.isi. .' Risi*.enyebab demam sebisa mungkin ditemukan fokus infeksinya. insfeksi saluran kemih. .ada anak terdapat perbedaan rasio sirkulasi serebral terhadap sirkulasi sistemik yang jauh lebih besar dibandingkan de%asa.gi Demam adalah peningkatan temperatur tubuh diatas rata*rata normal yang disebabkan stimulasi pirogen pada hipotalamus.l.irogen endogen.:&*%.. 0elain itu perlu . (lasifikasi kejang demam berdasarkan sederhana atau kompleks dapat ditentukan berdasarkan karakter kejang. terjadi peningkatan set point hipotalamus yang menyebabkan mekanisme konservasi panas berupa vasokonstriksi dan produksi panas berupa peningkatan laju metabolisme basal.es%&si Klinis Demam yang mendahului kejang dengan jarak dari onset demam ke onset kejang tidak lebih dari 8& jam. sehingga aliran darah harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan glukosa ke otak. penyebab utama demam mendadak tinggi umumnya viral sedangkan penyebab demam pada anak yang sering adalah infeksi saluran pernapasan akut. . ?erdasarkan pendapat . Aaktor yang meningkatkan risiko terjadinya kejang8.. 2emperatur saat kejang lebih rendah 5. Adanya ri%ayat kejang dalam keluarga P&%. kejang yang terjadi se%aktu demam pada anak disebabkan oleh anoksia relatif.real. . (eadaan anoksia relatif terjadi saat peningkatan aliran darah ke otak tidak mencukupi kebutuhan oksigen. otitis.

serta kelainan intrakranial lainnya. meningitis sulit dikenali karena manifestasi klinis yang tidak jelas. 5-10m !# !i4 30 !0 mnt N*$e A Ji#a p"epa"a$ 5D7 I1U Mi6az*. tidak 'a"a# 5 me(i$ Diazepam 5- EE.emeriksaan elektrolit dilakukan untuk menilai komplikasi dari penyakit yang mendasari. .me$"i #0 30 mnt Kadar o"at darah T&%&l&*s&n& I1U!ED N*$e A A6i$i*(a.ada kejang demam kompleks. . (ernig. konsumsi obat dan makanan.disingkirkan penyebab kejang lainnya berupa trauma. RE1TAL 1C Elektrolit serum (Na. NOTE A JIKA DIAB RE1TAL 1C PRE . 5 ? @ m !# !i4 P"*p*=*.a$i*( indikasi kelainan neurologik fokal menetap atau misalnya hemiparesis$. dan /aseGue.ada0-10 anak usia J8" bulan. seperti pada diare. maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pungsi lumbal untuk memeriksa cairan serebrospinal #00$. yaitu berupa penurunan kesadaran.*+pi$a.+e *%. .am 00&m !# !i4 8*. perkembangan.$ dipertimbangkan untuk kejang demam kompleks. Cl) Analisa Gas Darah Koreksi kelainan P3. kejang fokal. setelah kejang mungkin terjadi 2odd paresis. kejang demam atau epilepsi dalam keluarga.emeriksaan cairan serebrospinal #00$ dilakukan pada anak kejang demam yang dicurigai meningitis. atau Gula darah /"ea$)i( 0 O& Tanda vital Mi6az*. kejang dengan penurunan kesadaran. .emeriksaan pencitraan seperti foto sinar K kepala.Ti*pe($a. atau kejang demam kompleks yang rutin untuk dilakukan pemeriksaan #00. tanda rangsal meningeal.10-&0 atau M37 dilakukan dengan 5#e2 &m !m($0 ma% 6*+i+ &0m 7 EKG 1i"23. NS7 Ma% 1000m P)e(*8a"8i$*(e &0m !# !i4 5"a$e 95-10mi(: ma% 1 7 Re="a#$e" Pe($*$a. anak usia F8) bulan dengan kejang demam merupakan indikasi ALGORITME PENANGANAN KEJANG AKUT & STATUS KONVULSIF 3 #00 juga sangat dianjurkan$ dilakukan pungsi lumbal untuk pemeriksaan #00. tanda ?rud@insky.a('3$ i(=3+ 000&-00> m !# !'am . . Ca. 10m 8)*8" !"e#$ ma% &% dianjurkan untuk kejang demam pada anak usia bulan. paresis nervus E7. . .ika didapatkan keraguan mengenai kemungkinan meningitis atau ensefalitis pada anak. . terutama jika fokus infeksi atau penyebab lain tidak didapatkan pada pemeriksaan fisik.3+ atau L*"azepam 0005-001m !# !i4 5"a$e <&m !m($7 Fe(i$*i( &0m !# !i4 5&0m($ !50m. . 1rinalisis juga dilakukan untuk mencari adanya infeksi salurah kemih 70($ sebagai sumber penyebab demam.emeriksaan elektroensefalografi terjadi pada anak usia J& tahun. #2*scan. . Evaluasi ri%ayat kelahiran.3+ Di. . ?ada bayi usia F8) bulan$. peningkatan tekanan intrakranial.!ED Diazepam 00&5-005m !# !i4!i* m($ Ai"-a. 1ntuk itu.ada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan adanya kelainan. K.OSPITAL /OLE. .emeriksaan m($ P"e)*+pi$a.emeriksaan darah perifer biasanya dilakukan untuk mencari penyebab demam. .am 00&m !# !i4 8*.emeriksaan tanda meningitis pada anak diba%ah usia 8" tahun seringkali tidak muncul. 3-5m !# !i(=3+i*( M*(i$*" edema papil. Mg. 2emuan klinis kearah meningitis harus dapat disingkirkan.

Pen>eg&h&n se'&ng&n *e2&ng $em&m • Antipiretik Dosis parasetamol adalah 84*8' mg=kg berat badan=kali.emberian antikonvulsan berupa dia@epam oral dengan dosis 4. .' mg=kg berat badan setiap " jam pada suhu tubuh diatas !".'o#. Dosis ibuprofen adalah '*84 mg=kg berat badan=hari. Peng. • . diberikan 5 kali per hari dan tidak lebih dari & kali. !*5 kali per hari.b&%&n 2&ng*& 4&n2&ng $iin$i*&si*&n 4&$&7 • • (ejang yang berlangsung lama lebih dari 8' menit$ Didapatkan kelainan neurologis yang nyata sesudah atau sebelum kejang hemiparesis.! mg=kg berat badan setiap " jam atau dapat juga digunakan dia@epam rektal dengan dosis 4.

hidrosefalus$ • (ejang fokal Peng.sis (ejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak dan kemampuan intelektual setelah kejang tidak berubah. Edukasi orangtua untuk tidak panik. In$i*&si '&)&%7 • • • • • (ejang demam pertama kali (ejang demam kompleks 1sia F& bulan 2erdapat kelainan neurologis >iperpireksia Edukasi kepada orang tua sangatlah penting.paresis 2odd. 2erdapat risiko 8*)+ untuk terjadinya epilepsi.b&%&n 2&ng*& 4&n2&ng $i4e'%imb&ng*&n 4&$&7 • • • (ejang berulang ) kali atau lebih dalam )5 jam (ejang demam pada bayi kurang dari 8) bulan (ejang demam lebih sama dengan 5 kali pertahun Ob&% un%u* 2&ng*& 4&n2&ng &$&l&h7 • Aenobarbital !*5mg=kgbb=hari dibagi 8*) dosis &%&u • Asam valproat 8'*54mg=kg??=hari dibagi )*! dosis .engobatan jangka panjang dilakukan selama 8 tahun bebas kejang. .gn. palsi serebral. dihentikan secara bertahap. menjelaskan prognosis. P'. mengajari tatalaksana a%al dirumah dan kemungkinan terjadinya rekurensi. Anak dengan kejang demam kompleks memiliki peningkatan risiko sebesar 5*8)+ menjadi epilepsy. retardasi mental.

(etika nyamuk itu menggigit dan menghisap darah manusia. (emudian di dalam tubuh nyamuk.DEMAM DEN5UE /DD1 DAN DEMAM BERDARAH DEN5UE /DBD1 Demam Dengue DD$ dan Demam ?erdarah Dengue D?D$ disebabkan oleh virus dengue yang termasuk kelompok ? Arthropod Borne irus Arboviruses$ yang sekarang dikenal sebagai genus !laviridae dan punya 5 jenis serotipe. 2erdapat ! faktor penting yang memegang peranan dalam penularan infeksi virus dengue. virus ini akan berkembang biak dengan cara membelah diri dan menyebar diseluruh bagian tubuh nyamuk. . mulai dari yang ringan hingga berat. yaitu . ada ) teori yang paling banyak dianut. 0erotipe DEN! merupakan yang paling dominan dan menunjukan manifestasi klinis yang berat. Antibodi heterolog yang telah ada akan mengenali virus. DEN). virus memerlukan %aktu masa tunas 5*& hari (intrisic incu"ation period) sebelum menimbulkan penyakit. Di tubuh manusia. Eirus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes al"opictus# .ika seseorang dengan virus dengue digigit oleh nyamuk Aedes aegypti maka virus dengue masuk bersama darah yang dihisapnya. DEN5. DEN!. Cleh karena antibodi heterolog maka virus tidak tidak dinetralisasikan oleh tubuh sehingga akan bebas melakukan replikasi dalam sel makrofag. virus dan vektor perantara. 2eori pertama adalah hipotesis infeksi sekunder (secondary heterologous infection). yaitu manusia host$. 0ebagian besar virus berada dalam kelenjar liur nyamuk.genesis . 0eseorang dengan kekebalan yang cukup terhadap virus dengue tidak akan terserang penyakit ini.DEN8. ?ersamaan dengan itulah virus dengue dipindahkan. dan kemudian membentuk kompleks antigen*antibodi yang kemudian berikatan dengan Ac reseptor dari membran sel leukosit terutama makrofag. P&%.atogenesis DD dan D?D sebagian besar masih dalam bentuk hipotesis. dikeluarkan terlebih dahulu air liurnya untuk menghindari pembekuan darah ketika dihisap. Akan tetapi pada orang yang tidak mempunyai kekebalan yang cukup akan menimbulkan gejala. >ipotesis ini menyatakan secara tidak langsung bah%a pasien yang mengalami infeksi yang kedua kalinya dengan serotipe virus yang heterolog mempunyai resiko berat yang lebih besar untuk menderita D?D berat.

0ebagai tanggapan terhadap infeksi tersebut.erembesan ini terbukti dengan adanya peningkatan kadar hematokrit. . Ekspresi fenotipik dari perubahan genetik dalam genom virus dapat menyebabkan peningkatan replikasi virus dan viremia. penurunan kadar natrium dan terdapatnya cairan di rongga serosa efusi pleura. terjadi sekresi mediator vasoaktif yang kemudian akan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga mengakibatkan keadaan hipovolemia dan syok. suatu proses yang akan meningkatkan infeksi dan replikasi virus dengue di dalam sel mononuklear. .0elain itu dihipotesiskan juga mengenai anti"ody dependent enhancement ADE$. asites$. Manifestasi klinis yang ditemukan antara lain• • • • • • • Demam Nyeri otot dan=atau nyeri sendi /eukopenia 3uam /imfadenopati 2rombositopenia Diathesis hemoragik (riteria Diagnosis B>C tahun 8996 untuk D?D • Demam atau ri%ayat demam akut. DD dan D?D memiliki manifestasi klinik yang serupa namun dibedakan dengan ada atau tidaknya kebocoran plasma. >ipotesis kedua menyatakan bah%a virus dengue mengalami perubahan genetik akibat tekanan se%aktu virus bereplikasi baik pada tubuh manusia maupun tubuh nyamuk. peningkatan virulensi dan mempunyai potensi untuk menimbulkan %abah. antara )*6 hari.ada pasien dengan syok berat. biasanya bifasik. . volume plasma dapat berkurang sampai lebih dari !4+ dan berlangsung selama )5*5" jam.

8996$ . nadi cepat L lemah serta penurunan tekanan darah M )4mm>g.demam disertai gejala tidak khas : uji tourniGuet :$ . sianosis sekitar mulut. $ . ekimosis. akral dingin.etekie. jika dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.• 2erdapat minimal satu dari menifestasi perdarahan $ $ $ $ 1ji bendung positif .Derajat 7 .Derajat 7E .Derajat 77 . • • 2rombositopenia 2erdapat minimal satu dari manifestasi plasma leakage $ .Derajat 777 . kulit lembab dan pasien gelisah. Diagnosis pasti D?D D dua kriteria klinis pertama : trombositopenia : hemokonsentrasi serta dikonfirmasi secara uji serologik Derajat .eningkatan hematokrit J)4+ dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin.erdarahan mukosa epistaksis atau perdarahan gusi$ >ematemesis atau melena. . atau hipoproteinemia. K'i%e'i& R&)&% In&4 $&n R&)&% J&l&n menu'u% WHO . asites. hipotensi sistolik menurun s=d "4 mm>g atau kurang$. .syok berat profound shock$ yaitu nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.enurunan hematokrit J)4+ setelah mendapat terapi cairan.terdapat kegagalan sirkulasi. $ Efusi pleura.enyakit B>C.derajat 7 : perdarahan spontan dikulit=perdarahan lain . atau purpura.

rinsip utama terapi bersifat suportif dan simtomatis. antipiretik dan antiemetic apabila didapatkan keluhan. . 2ata laksana D?D sebaiknya berdasarkan pada berat ringannya penyakit yang ditemukan a. 0indrom 0yok Dengue 00D$ adalah keadaan yang mengancam nya%a.T&%&l&*s&n& . kebutuhan cairan harus dipenuhi secepat*cepatnya dengan jumlah yang tepat. .emberian cairan yang adekuat sesuai dengan jumlah kebutuhan.era%atan sesuai derajat penyakit - .

. diuresis J8 mg=(g??=jam$. frekuensi nafas$. b. * DA dan Derajat 7 dengan penyulit seperti konvulsi.ada DA. (etersediaan fasilitas laboratorium (etersediaan fasilitas bank darah Dasar pengobatan D?D adalah terapi simtomatik dan terapi suportif dengan mengatasi kehilangan cairan plasma. one day care. e. c. tidak mau minum. susu.rumah sakit * Derajat 77=777=7E . * Nilai >ematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala.'. d. Monitor berkala . f.emberian antipiretik bila suhu J !6. h.rumah sakit. teh manis. A07 sesuai dengan kebutuhan rumatan.puskesmas. kadar hematokrit.o# dengan dosis 84*8'mg=(g??$ 5*&<=hari. (riteria memulangkan pasien • • • • • 2idak demam selama )5 jam tanpa antipiretik Nafsu makan membaik 2ampak perbaikan secara klinis >ematokrit stabil 2iga hari setelah syok teratasi . .tanda vital kesadaran. g. tekanan darah. .* DA dan Derajat 7 kemampuan makan dan minum baik$ . mual muntah berlebihan . demam tinggi sehingga tidak mungkin minum per*oral.ada penggantian volume plasma. jenis cairan yang dianjurkan adalah air putih. bila perlu $ntensive %are &nit 7#1$. sari buah. cairan melalui intravena dibutuhkan bila * Anak terus menerus muntah. frekuensi nadi.

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. tanda radang pada C1E dan anus. 0ecara umum penyebab kejang adalah proses ekstrakranial.ada pemeriksaan darah lengkap serial perhari didapatkan adanya leukopenia. pembesaran kelenjar getah bening. Dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan adanya fokus infeksi seperti liang telinga hiperemis. pemeriksaan tanda rangsang meningeal sebagai pertanda meningitis juga memiliki hasil negatif. ri%ayat trauma disangkal. hal ini sesuai dengan definisi dari kejang demam.sis P&sien . 3i%ayat adany gangguan kesadaran disangkal. An. peningkatan bising usus.ada pemeriksaan urin lengkap dengan spesimen urin pancar tengah pagi hari tidak ditemukan adanya infeksi.enyebab demam yang memicu terjadinya kejang pada setiap anak harus diketahui. syaraf kranial secara keseluruhan terkesan baik. (arakteristik demam yang dialami anak AM adalah demam tinggi mendadak yang merupakan karakteristik demam yang disebabkan oleh infeksi virus. ri%ayat keluar cairan dari telinga. . AM usia & bulan datang ke 73D dengan diagnosis kejang demam. adanya muntah atau diare yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan elektrolit sehingga bermanifestasi kejang disangkal.ada pemeriksaan fisik kepala tidak ditemukan adanya ubun*ubun membonjol. kejang bersifat umum tanpa adanya deficit neurologis sisa pasca kejang. . . faring hiperemis. 1sia anak ini terletak pada rentang paling sering terjadinya kejang demam yaitu & bulan hingga ' tahun. mata cekung. tidak berulang. focus infeksi dicari dari anamnesis terarah. . trombositopenia dan peningkatan .asien perempuan. (arakteristik demam yang dialami anak AM adalah kurang dari 8' menit. paresis atau dismorfik %ajah.ada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya gangguan neurologis.• • . ri%ayat kejang sebelumnya juga disangkal. Dari anamnesis didapatkan adanya ri%ayat kejang yang didahului demam dengan jarak onset keduanya tidak lebih dari 8& jam.444= mm! 2idak dijumpai distress pernapasan BAB III DISKUSI Peneg&**&n Di&gn. batuk pilek. rhonki pada paru. tonsil yang membesar.umlah trombosit J '4. .

9 ml setiap 5*& jam 84*8'mg=(g?? & < 84*8'$ D &4 H 94mg 8ml drop D 8)' mg !. kejang dsb maka anak harus dira%at. tinggi mendadak.emberian cairan kristaloid ringer laktat )' tetes permenit mikro merupakan kebutuhan cairan rumatan. ri%ayat jajan dan hepatomegali. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dapat disimpulkan penyebab demam adalah demam dengue dengan diagnosis banding demam berdarah dengue derajat 8. malaria.ada pasien ini leptospirosis dan hepatitis dapat disingkirkan karena tidak ada manifestasi kuning. tidak adanya gangguan gastrointestinal. Dari anamnesis.M mikro .jumlah monosit dan limfosit. anak AM tidak memiliki gangguan makan dan minum ?? anak . Amoksilin 844mg=" jam 7E . namun apabila ditemukan faktor penyulit seperti mual muntah. Demam dengue pada anak bukanlah suatu indikasi ra%at. hepatitis.aracetamol drop 4.M mikro ). dengan dilakukannya pemeriksaan darah lengkap setiap )5 jam tidak ditemukan adanya hemokonsentrasi dan tanda tanda kebocoran plasma oleh sebab itu diagnosis pasti penyebab demam adalah demam dengue. kebocoran plasma dan haemokonsentrasi.ada pasien ini tidak didapatkan adanya tanda tanda perdarahan. Adanya peningkatan kedua komponen sel darah putih tersebut merupakan fenomena shift to the left yang menandakan adanya infeksi virus. Demam tifoid dapat disingkirkan dari tipe demam yang panas sepanjang hari. (ondisi demam dengan leukopenia dan trombositopenia juga umum ditemukan pada pasien leptospirosis. demam tifoid. sulit makan dan minum. demam dapat diatasi dengan antipiretik. Alasan pasien ini dira%at adalah kejang demam yang pertama kali. Dalam masa 5 hari pera%atan tidak ditemukan adanya kejang berulang. 2atalaksana yang diberikan adalah8. 7nfus 3/ )' 2. tidak adanya bradikardi relatif.&kg 84 kg pertama < 844 84 kg kedua < '4 84 kg selanjutnya < )' &<844 D &44cc=)5 jam D )' cc= jam D )' 2. . . tujuan dira%at adalah untuk mengobservasi dam mengevaluasi serta mengatasi penyebab demam. .

Edukasi pada orangtua mengenai penga%asan berupa manifestasi perdarahan.444. Ad vitam . kemungkinan terjadinya kejang berulang dan bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada kejang. tidak ada kejang berulang. Ad functionam.angan panic /onggarkan pakaian anak yang ketat. Ad sanactionam . semakin rendah suhu tubuh saat terjadi kejang maka akan semakin mudah anak mengalami kejang demam berulang. 0emakin sering seorang anak mengalami kejang demam maka risiko berulangnya semakin tinggi. !. berikut hal yang harus diajarkan kepada orangtua• • .asien diperbolehkan pulang karena secara klinis kondisi pasien membaik. trombosit diatas '4.emberian dia@epam melalui rektal dapat diajarkan kepada orangtua sebagai pertolongan pertama. . tidak ada defisit neurologis pada anak. penurunan kesadaran yang merupakan tanda tanda perburukan. 0uhu tubuh saat terjadinya kejang juga mempengaruhi. terutama di sekitar leher . mual muntah hebat.?onam Aungsi tubuh pasien dalam pemantauan selama 5 hari tidak mengalami gangguan.rognosis pada pasien ini8.?onam (ejang demam sederhana dengan ec DD tidak menyebabkan komplikasi lebih lanjut yang mengancam nya%a ). .Dubia ad ?onam 0etiap anak yang mengalami kejang demam memiliki kecenderungan untuk mengalami kejadian berulang. Edukasi mengenai kejang yang harus dimengerti orangtua adalah penyebab terjadinya kejang. >al ini perlu terus di observasi dikarenakan kejang demam memiliki hubungan bermakna dengan epilepsi yang dapat mengganggu fungsi. tidak ada manifestasi perdarahan..

'o#. bila kejang telah berhenti. memotivasi orangtua untuk melaporkan ke 32 setempat bah%a telah terjadinya kasus DD dan D?D dilingkungan rumah sehingga perlu diadakan pengasapan.' mg=kg berat badan setiap " jam pada suhu tubuh diatas !". jangan berikan lagi ?a%a anak ke 30 terdekat Didalam buku ilmu kesehatan anak dijelaskan bah%a pada pasien dengan ri%ayat kejang demam sebelumnya maka orangtua dapat diedukasi untuk memberikan antikonvulsan pencegah kejang berupa dia@epam oral dengan dosis 4. observasi.! mg=kg berat badan setiap " jam atau dapat juga digunakan dia@epam rektal dengan dosis 4. membersihkan gantungan gantungan baju yang merupakan tempat bersarangnya nyamuk.angan memegangi anak untuk mela%an kejang 1kur suhu. dan catat durasi serta bentuk kejang 2etap bersama pasien selama kejang ?erikan dia@epam rektal. motivasi orangtua untuk terus memba%a anak ke posyandu untuk dilakukan evaluasi pertumbuhan dan perkembangan serta vaksinasi.angan meletakkan benda apapun dalam mulut anak supaya tidak menyumbat jalan napas . Edukasi orangtua untuk menguras genangan air dirumah pasien dan dilingkungan sekitar. 0tatus imunisasi anak hingga saat ini sudah lengkap dan sesuai jad%al.• • • • • • • ?aringkan anak pada posisi miring untuk menghindari aspirasi akibat lendir=muntah . namun tidak semua rumah sakit melakukan hal ini dikarenakan efek samping dia@epam yang paling ditakutkan adalah depresi otot pernapasan. .

5'8*).akarta.. )449. ?oyce 2.. . 2utorial Modul (esehatan Anak dan 3emaja.. physical.Balker >(. #arroll . (lein N. ". Ed !.#linical pediatric neurology ! rd edition. .rovisional #ommittee on Iuality 7mprovement.. 89"6$. Dalam. Abbas A. #arroll ..!8"*6!. Aebrile sei@ures.ediatric infectious diseases. 7n. #linical manual of fever in children. Aever and shock syndrome. ?erlin.usponegoro >D. $lmu 'enyakit Dalam (ilid $ )disi kedua . hal. Aebrile sei@ures.B. Dalam. Nelson (?. ?ehrman 3E.D&. )446.olicy 899&O 96-6&9*6'. Dalam. Mangunatmadja 7. &.enerbit 7DA7.hiladelphia Elsevier 0aunders. . 0tanton ?A. penyunting. . 7smael 0. El*3adhi A0.(liegman 3M. p. 0ubcommittee on Aebrile 0ei@ures. . Departemen 7(A A(17*30#M. .enson >?. penyunting. (onsensus penatalaksanaan kejang demam. 7n.Nelson te<tbook of pediatrics 89 th edition. 0oeparman.hiladelphia.o%el (3. #linical methods84.h.. editor. (ejang Demam.. #layden .El*3adhi 0A. !.ractice parameter. ?oyce 2. )449. Edisi ke*5.Mosby*Elsevier. )488. . >irt@ D..?adan . )44&. /issauer 2. Edisi ke*!.Del ?ene EE.the neurodiagnostic evaluation of the child %ith a first simple febrile sei@ure. Aisher 3. Ne% Nork/ippincott Billiam L BilkinsO )44'. >all BD.enerbit A(17. Bidodo D.Demos Medical. 2he history.Diagnosis dan 2ata /aksananya. '. AA.h..akarta. .A problem*oriented approach. 2emperature. penyunting.'86*)! 5. hal.%&' Pus%&*& 8.h.0pringer*EerlagO )449. ). . >urst .994*!. . (lein N. and laboratory e<aminations. . Ne% Nork .8*)5. 9. Dalam. -?utter%orthsO8994. 6. MoffetPs . Aever. .Aisher 3. Mikati MA. Edisi ke*9. 7llustrated te<tbook of pediatrics. Aever.8*8'.

*atalaksana DBD di $ndonesia.h.)445. penyunting./ippincott* 3avenO8996. .7katan Dokter Anak 7ndonesia. 0oegijanto 0.A. . . 7nfeksi virus dengue.. 8). Bood%ard 2E. editor.0aunders ElsevierO )446. #unha ?A. Edisi ke*). 85.hiladelphia. Aever. 2he clinical significance of fever patterns. Edisi pertama. Nelson te<tbook of pediatrics.?uku ajar 7lmu (esehatan Anak. . 8!.?asic mechanisms and management. Dalam. . )44).akarta.)8'*!& . >adinegoro 03. editor. Edisi ke*8". 7nf Dis #lin North Am 899&O84-!!* 55 0udarmo 00. >adinegoro 03>.hiladelphia. 2he fever patterns as a diagnosis aid. Buryadi 0.Macko%ick .Depkes 37 . h 86&*)49. 0uroso 2. 88.penyunting.akarta . Dalam.arna >.h. 7nfeksi L penyakit tropis.