Ilmu Dasar Keperawatan

“Gangguan Keseimbangan Elektolit “

Disusun oleh :
NAMA NIM : WILLIAM. TASIDJAWA : NH 0111 448

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NANI HASANUDDIN MAKASSAR 2011

perdarahan atau transudasi ruang ketiga) o Gagal ginjal dengang gangguan kemampuan untuk menyimpan natrium jika diperlukan o Defisiensi Adrenal (Penyakit Addison) Penambahan air melampaui penambahan natrium o Berkurangnya kemampuan untuk membuang air bebas o Berkurang volemu sirkulasi efektif (gagal jantung kongestif. Etiologi Kehilangan natrium melampaui kehilangan air o Pengobatan diuretik dengan diet rendah garam yang berkepanjangan o Kehilangan melalui saluran cerna yang berlebihan (muntah. sirosis ) o Gagal ginjal o Pemakaian Diuretik yang berlebihan o Pemberian cairan hipotonik IV yang berlebihan o Pemberian enema air kran yang berlebihan o SIADH (sekresi hormon anti diuretik yang tidak sesuai) . Osmolalitas plasma yang rendah menyebabkan perpindahan air masuk ke dalam sel. irigasi tubu NG dengan ari mengalir. pemberian es berlebihan pada pasien dengan penyedotan NG) o Penggantian Cairan Tubuh yang hilang hanya dengan air atau cairan bebas-Na++ lainnya ( seperti pada diaforesis. sindrom nefrotik. penyedotan nasogastrik (NG). dapat menyebabkan peningkatan intrakronial yang paling bertanggung jawab terhadap timbulnya gejala susunan saraf pusat. Natrium merupakan ion ECF utama. Pembekakan sel otak. diare. Hiponatremia menunjukan bahwa kelebihan air yang relatif terhadap zat terlarut total mnegencerkan cairan tubuh. sehingga hiponatremia umumnya berkaitan dengan Hipoosmolalitas plasma (<287 mOsm/ kg).Gangguan Keseimbangan Elektrolit  Hiponatremia Hiponatremia adalah suatu keadaan dengan kadar nateriumserum yang kurang dari 135 mEq/L (kadar natrium serum normal adalah 140 ± 5 mEq/L) dan dapat disebatkan oleh 2 mekanisme utama : retensi air atau kehilangan natrium.

Etilogi Asuhan air yang tidak mencukupi o Tidak dapat merasakan atau berespons terhadap rasa haus (misalnya. keadaan koma. Kelemahan dan letargia Mual dan muntah Kram abdomen Na+ serum < 115 mEq/L Kejang dan koma Refleks tidak ada atau terbatas Tanda Babinski Papiledema Edema di atas sternum  Hipernatremia Hipernatremia didefenisikan sebagai suatu keadaan dengan kadar natrium serum lebih dari 145 mEq/L.o Minum air secara komplusif (polidipsi piskogenik) o Tenggelam dalam air tawar Gejala dan Tanda Na+ serum > 125 mEq/L Anoreksia Gangguan Pengecap Kram Otot Na+ serum = 115-120 mEq/L - Sakit kepala. sehingga terjadi dehidrasi dan pengerutan sel. perubahan kepribadian. atau pertambahan natrium yang melampaui pertambahan air. Sebab utamanya adalahkehilangan air yang melebihi kekurangan natrium. kebingungan ) o Tidak ada asupan melalui mulut dan rumutan IV tidak mencukupi . keadaan ini selalu berkaitan dengan hiperosmolalitas. karena garam natriummerupakan garam penentu utama osmolalitas plasma. Peningkatan osmolalitas serum menyebabkan air berpindah dari ICF ke ECF.

lemas. kejam. mania. meningitis ) o Neoplasma otak o Diuresis osmotik o Glikorusia pada diabetes tak terkontrol o Diuresis urea pada pemberian makanan tiggi pretein melalui siang o Manitol Gejala dan tanda Neurologenik : Awal : lemah. nefrogenik ) o Cedera kepala (khusunya. pada gangguan serebrovaskuler ) Kehilangan air yang berlebihan Diluar ginjal o Demam dan diaforesis o Luka bakar o Hiperventilasi o Pemakaian ventilator mekanik yang lama o Diare berair Ginjal o Diabetes insipidus (sentral. fraktur dasar tenggkorak) o Bedah saraf o Infeksi (ensefilitis.dan kering . merah.koma Refleks-refleks tendon dalam meningkat Kaku kunduk Haus Meningkatnya suhu tubuh Kulit yang merah dan panas Selaput lendir kering dan lengket Lidah kasar.o Tidak dapat menelan (misalnya. iritabel Berat : agitasi. delirium.

lieostomi. tiap peningkatan pH 0. Hanya 2% dari K+ tubuh ynag berada dalam ECF. .makan roti panggang dan the o Alkhoholisme Kehilangan melalui saluran cerna o Muntah yang berkepanjangan dan penyedotan nasogatrik o Diare. sehingga kadar K+ serum tidak selalu mencerminkan K+ tubuh total. pengobatan kortikosteroid Ingesti licorice (aktivitas mirip aldosteron) Kehilangan yang meningkat melalui keringat pada udara panas o Orang yang berkeriingat banyak karena penyesuaian terhadap panas. K+ serum meningkat sebanyak 0. Lagi pula dibicarakan sebelumnya pH darah mempengaruhi kadar K+ serum. Hipokalemia Hipokalemia didefenisikan sebagai kadar kalium serumyang kurang dari 3.5 mEq/L. fistula o Adenoma vilosa kolon Kehilangan melalui ginjal o Obat-obat diuretik (tiazid.5 mEq/L. furozemid) o Beberapa penyakit ginjal : Fase penyembuhan diuresis dari gagal ginjal akut Asidosisi tbulus ginjal o Asidosis Diabetik yangmenyebabkan diuresis osmotik o Tahap penyembuhan dari luka bakar berat o Efek mineralokortikoid yang berlebihan Hiperaldosteronisme primer atau sekunder Defisit volume ECF (sampai saatini adalah penyebab tersering) Sindrom Cushing. Untuksetiap penurunan pH sebanyak 0.1 unit.1 unit K+ serum menurun sebanyak 0.5 mEq/L Etilogi Asuhan K+ dari yang menurun o Pasien sakit berat yang tidak dapat makan danminum melalui mulut selama bebrapa hari tanpa penambahan suplemen K+ dalam cairan infusnya o Kelaparan. peyalahgunaan laksatif kronis.

5 mEq/L. perdarahan internal) . mual. cedera remuk yang berat. muntah. otot-otot pernapasan lemah jantung dangkal o Saluran Cerna Menurunnya motilitas usus besar : Anoreksia.Gejala dan Tanda o CNS dan Neuromuskular Gejala awal tak jelas : lelah. ileus. “tidak enak badan” Parestesia Refleks tendon dalam menghilang Kelemahan otot Generalisata o Pernapasan. o Kardiovaskuler  Hipotensi postural Distrimia (Khususnya jika memaka digital dan ada penyakit jantung) Perubahan pada EKG Hiperkalemia Hiperkalemia didefenisikan sebagai suatu keadaan dengan kadar kalium serum lebih atau sama dengan 5. Hiperkalemia akut adalah suatu keadaan kedaruratan medis yang perlu segera dikendali untukmenghidari terjadi disterimia dan hentinya jantung yang fatal. Etiologi Singkirkan Pseudohiperkalemia Teknik pengambilan darah vena yang buruk : lisis sel darah Eksekresi K+ tidak memadai Gagal ginjal (Akut atau Kronik ) Insufisiensi adrenal Hipoaldosteronisme Penyakit addison Diuretik hemat-kalium (spironolakton) Berpindahnya K+ keluar dari sel menuju ECF Asidosis metabolik (seperti pada gagal ginjal) Kerusakan jaringan ( luka bakar yang luas.

poliuria yang berlanjut menjadi anuria Kardiovaskular o Disritemia jantung.5 mEq/L) atau kalsium terinisasi yang < 4. diare Ginjal. mual kolik usus.Asupan yang berlebihan Pemberian cepat larutan infus IV yang mengandun K+ Pemberian cepat transfusi darah yang disimpan Makan pengganti garam pada pasien gagal ginjal. blok jantung komplet. kaki dan tangan Saluran cerna. Parestesia pada wajah. bardikardia jantung. K+ > 6 mEq/L )  Hipokalesemia Didefenisikan sebagai kadar kalsium serum total yang < 9 mg/dl (4. Etiologi DEFISIT PTH Hipoparatiroidisme Idopatik pasca bedah Hipomagnesemia Kelainan Metabolisme Vit. lidah.5 mg/dl. Gejala dan Tanda Neuromuskular o o o o o Kelemahan otot yang tidak begitu kentara merupakan tanda awal Kelemahan otot asenden yang berkembang menjadi paralisis flaksid pada tungkai bawah dan akhirnya pada badan dan lengan (berat). D Defisisensi Asupan yang tidan memadai . fibrilasi ventrikel atau henti jantung o Perubahan EKG (selalu terjadi jika K+ serum = 7 – 8 mEq/L) o Gelombang T yang tinggi dan tajam (awak .

. kuku rapuh perubahan mood. tangan. kaki) Refleks hiperaktif Tetani Sistem Saraf Pusat Kulit kulit kering bersisik.25 (OH) 2D3 Obat anti voskulsan Gejala dan tanda Kardiovaskuler Perubahan EKG Distrimeia Penurunan sensitivitas terhadap digitalis Neuromuskular Parestesia ( surkumular.- Pemajanan sinar matahari kurang Penyakit malabsorbsi Gangguan 25-hidoksiklasi ginjal Penyakit hati alkoholik Gangguan hidolisasi ginjal Gagal Ginjal Kronik Hipoparatiroidisme Rakitishipofosfatemik Pesudohipoparatiroedisme Rakitis tergantung Vit. gangguan memori konfusif. tipe I Gangguan respons terhadap 1. rambut kasar. D. kering .

D Sarkoldosis Tuberkulosis Edoktrin Hipertirodisme Insufisiensi adrenal Gejala dan Tanda Kardiovaskular Hipertensi Perubahan EKG Distrimia Brakardi Blok Jantung Peningkatan sensitivitas terhadap digital . D Keganasan Tumor padat tanpa metastasis tulang Karsinoma sel sukuamosa paru. Hiperkalesemia Terjadi bila kadar kalsium serum total melebihi 10.5 mg/dl (5. kepala.5 mEq/L) Etiologi Hiperparatiroidisme    Hiperparatiroidisme primer Hiperparatiroidisme sekunder GGK dan malabsorbsi Vit. dan leher Keganasan Hematologik Mieoloma mutipel Limfoma Leukemia akut Kelaianan Metabolisme Vit.

konfusi Perubahan tingkat kesadaran letargi Gasrtrointestinal Polidipsi Anoreksia Mual dan Muntah Penurunan berat badan Konstiapasi Ginjal Poliuria Nefrotiasis Nefrolitiasis Nefrokalsinosis Gagal Ginjal Stupor Koma .Neuromuskular Kelemahan otot generalisata Refleks tendon dalam menurun Klasifikasi metastik dalam jaringan lunak SSP Gangguan Kosentrasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful