DAFTAR ISI

1.

PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1.2 Tujuan ............................................................................................................................

I

2.

TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................. .. 2.1 Pakan Alami : Artemi 2.2 Klasifikasi 2.3 Morfologi 2.4 Ekologi 2.5 Reproduksi 2.6 Penetasan cystae Artemia 2.7 Pengayaan Artemia 2.8 Artemia Salina (BRINE SHRIMP) 2.9 Siklus Hidup 2.10 Penetasan Kista Artemia 2.11 Dekapsulisasi

II

3.

PENUTUP ........................................................................................................................... 3.1 Kesimpulan

III

2.1. . pada mulanya organisme tersebut diklasifikasikan kedalam kelompok zooplankton tetapi dengan seiring perkembangan penelitian maka terungkap sifat mikrotrofi maka adatingkatan yang mampu memproduksi makanansen diri (fotosintesis). seperti copepoda dan Daphnia yang digunakan sebagai makanan hidup untuk ikan tawar dan laut. Peranan zooplankton menempati posisi penting dalam mantai makanan dan jaring – jaring kehidupan di perairan (Fachrul. Ada lebihdari 50 strain geografis Artemia. Zooplankton merupakan plankton hewani yang terhanyut secara pasif karena terbatasnya kempuan bergerak. Zooplankton merupakan plankton berupahewan. 2007). Fitoplankton memegang peranan yang sangat pentingdalam suatu perairan. kelas Crustacea. 1. Artemia adalah zooplankton. Sebutsaja Artemiasalina. sungai dan waduk. Tingkat berikutnya adalah pemindahan energi dari produsen ketingkat tropik yang lebih tinggi melalui rantai makanan. Udang air garam (Artemia) adalahfilum Arthropoda. Latar Belakang Zooplankton seperti halnya organisme lain hanya dapat hidup dan berkembang dengan baik pada kondisi perairan yang sesuai seperti perairan laut. PENDAHULUAN 1.I. fungsi ekologinya sebagaiprodusen primer dan awal mata rantai dalam jaring makanan menyebabkan fitoplankton sering dijadikan skala ukuran kesuburan suatu perairan. Tujuan Tujuan dari penulisan makala ini agar pembaca dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan plankton khususnya zooplankton serta peranannya dalam kegiatan budidaya dan mampu nerapkannya. Zooplankton merupakan konsumen pertama yang memanfaatkan produksi primer yang dihasilkan fitoplankton. Peranan zooplankton sebagai mata rantai antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan.

menetaskan kista Artemia bukan suatu hal yang dengan begitu saja dapat dilakukan oleh setiap orang. Artemia dapatditemui di danau dengan kadar garam tinggi. .4 Ekologi Artemia sp.Kista artemia kering tahan terhadap suhu -273 hingga 100 derajat celcius. karena hanya tinggal menetaskan kista saja. sepasang penis terdapat pada bagian belakang tubuh. Akan tetapi. ikan konsumsi air tawar dan ikan hiasair tawar karena ukurannya yang sangat kecil. Kultur biomasa artemia yang baik pada kadar garam 30-50 ppt.2 Klasifikasi Menurut Bougis (1979) dalam Kurniastuty dan Isnansetyo (1995) adalah sebagai berikut: Phylum : Anthropoda Kelas : Crustacea Subkelas : Branchiopoda Ordo : Anostraca Familia : Artemidae Genus : Artemia Spesies : Artemia salina 2. Untuk artemia yang mampumenghasilkan kista membutuhkan kadar garam diatas 100 ppt. nilai gizi Artemia juga sangat tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk larva ikan dan krustacea yang tumbuh dengan sangat cepat. sehingga sebagai pakan alami Artemia merupakan pakan yang paling mudah dan praktis. Kegagalan dalam menetaskan kista Artemia barakibat fatal terhadap larva ikan yang sedang dipelihara. 2.Pada jenis betina antena mengalami penyusutan.II. krustacea. Artemia dewasa memiliki panjang 8-10 mm ditandai dengan terlihat jelas tangkai mata pada kedua sisibagian kepala. Artemia biasanya diperjual belikan dalam bentukkista/cyste.1 Pakan Alami : Artemia Artemia merupakan pakan alami yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut. Pada jenis jantan antena berubah menjadialat penjepit (muscular grasper). Sampai saat ini Artemia sebagai pakan alami belum dapat digantikanoleh pakan lainnya.3 Morfologi Pada tiap tahapan perubahan instar nauplius mengalami moulting. 2. disebut dengan brain shrimp. antena berfungsi untuk sensori. Sebab membutuhkan suatu keterampilan dan pengetahuan tentang penetasanitu sendiri. TINJAUAN PUSTAKA 2. secara umum tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-30 derajat celcius. Disamping ukurannya yang kecil.

mulai dari nyaris tawar hingga jenuhgaram.yakni partenhogenesis dan biseksual. karena mulut dan anusnya belum terbentuk dengan sempurna. Pada artemia yang termasuk jenis parthenogenesis populasinya terdiri dari betina semua yang dapat membentuk telur dan embrio berkembang dari telur yang tidak dibuahi. vitamin ataupun produk komersial lainnya membutuhkan waktu 2-4 jam untuk mendapatkan hasil yang baik.populasinya terdiri dari jantan dan betina yang berkembang melalui perkawinan danembrio berkembang dari telur yang dibuah. 2.8 Artemia Salina (BRINE SHRIMP) Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum Arthopoda. Setelah 15 – 20jam pada suhu 25°C kista akan menetas manjadi embrio. tergantung pada jumlah hujan dan penguapan yang terjadi. Setelah 12 jam menetas mereka akan ganti kulit dan memasuki tahap larva kedua.9 Siklus Hidup Siklus hidup artemia bisa dimulai dari saat menetasnya kista atau telur. 2.dengan pakan berupa mikro alga. bakteri. Dalam waktu beberapa jamembrio ini masih akan tetap menempel pada kulit kista. Pada awalnya naupli akan berwarna orange kecoklatan akibat masihmengandung kuning telur. Sedangkan pada artemia jenis biseksual. selco atau vitamin C dan B kompleks powder dilakukan selama 2 jam pengayaan pakanalami menggunakan minyak ikan.2. hal ini biasanya terjadiapabila air tawar banyak masuk kedalam danau dimusim penghujan.Artemia hidup di danau-danau garam (berair asin) yang ada di seluruh dunia.5 Reproduksi Perkembangbiakan artemia ada dua cara. yaitu penetasan langsung dan penetasan dengan cara dekapsulasi. Artemia yang akan dilakukan pengayaan adalah yang baru menetas. Secara alamiah salinitas danau dimana mereka hidup sangat bervariasi.7 Pengayaan Artemia Pengayaan (enrichment) artemia dengan menggunakan beberapa jenis pengkaya misalnya scout emultion.Cara dekapsulasi merupakan cara yang tidak umum digunakan pada panti-panti benih.namun untuk meningkatkan daya tetas dan menghilangkan penyakit yang dibawa olehcytae artemia cara dekapsulasi lebih baik digunakan 2. 2.6 Penetasan cystae Artemia Penetasan cystae artemia dapat dilakukan dengan 2cara. Sedangkan apabila kadar garam lebih dari 25% telur akan tetap berada dalam kondisi tersuspensi. Pada dasarnya mereka tidak akan peduli (tidak pemilih) jenis . Udang initoleran terhadap selang salinitas yang sangat luas. Pada fase ini embrio akan menyelesaikan perkembangannya kemudian berubah menjadi naupli yang sudah akanbisa berenang bebas. Apabila kadar garam kurang dari 6 %telur artemia akan tenggelam sehingga telur tidak bisa menetas. Mereka berkerabat dekat dengan zooplankton lain seperti copepode dan daphnia (kutu air). Artemia yang baru menetas tidak akan makan. Cara dekapsulasidilakukan dengan mengupas bagian luar kista menggunakan larutan hipoklorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio. Dalam fase ini mereka akan mulai makan. minyak cumi-cumi. sehingga dapat menetas dengan normal. dan detritus organik lainnya.

Siklus Hidup Artemia Dalam tingkat salinitas rendah dan dengan pakan yang optimal. Apabilakeadaan ini terus berlanjut mereka akan mulai memproduksi kista. dan airbanyak mengandung bahan organik. atau apabila salintas meningkat. Apabila kadar oksigen dalam air rendah. Sehingga suplai Artemia untuk ikan yang kita pelihara bisa terus berlanjut secara kontinyu. detritus. cahaya dan oksigen. Variable lain yang penting adalah pH. Pada kondisi yang ideal seperti ini. Artemia akan tumbuhdan beranak-pinak dengan cepat. 2. pH dengan selang 8-9merupakan selang yang paling baik. artemia akanmemakan bakteria.10 Penetasan Kista Artemia Kista artemia dapat ditetaskan secara optimal. Beberapa syarat tersebut adalah: Salinitas antara 20-30 ppt (parts per thousand) atau 1-2 sendok teh garam per liter airtawar. apabila sarat-sarat yang diperlukannyadapat dipenuhi. dan sel-sel kamir (yeast). Cahaya minimal diperlukan dalam proses penetasan dan akansangat menguntungkan bagi pertumbuhan mereka. Selama masa hidupnya (sekitar 50 hari)mereka bisa memproduksi naupli rata-rata sebanyak 10 -11 kali. Artemia dewasa bisa hidup selama 3 bulan dan memproduksi nauplii atau kistase banyak 300 ekor(butir) per 4 hari.pakan yang dikonsumsinya selama bahan tersebut tersedia diair dengan ukuran yang sesuai. sedangkan pH di bawah 5 atau lebih tinggi dari 10dapat membunuh Artemia. meskipun demikian pada kondisi yang tepat mereka dapat mencapai ukuran sampai dengan 20 mm. Dalam kondisi superideal. untuk menjaga oksigen terlarut sekitar 3 ppm pH 8.apabila pH drop dibawah 7.Disarankan untuk memberikan sinar selama penetasan untuk merangsang proses. Pada kondisi demikian merekaakan memproduksi hemoglobin sehingga tampak berwarna merah atau orange. Warna ini bisa berubah menjadi kehijauan apabila mereka banyakmengkonsumsi mikro algae. Untuk buffer *bisa ditambahkan magnesium sulfate (20 % konsentrasi) atau ½ sendok teh per liter air. Artemia dewasa rata-rata berukuran sekitar 8 mm. betina Artemia bisamengahasilkan naupli sebanyak 75 ekor perhari.Suhu air 26 – 28 °C.Aerasi yang cukup. Kista akan terbentuk apabila lingkungannya berubah menjadi sangat salin dan bahan pakana sangat kurang dengan fluktuasi oksigen sangattinggi antara siang dan malam hari. Sedangkan tempertur optimal untuk penetasan kista dan pertubuhan adalah 25 – 30 ° C. Artemia dewasa toleran terhadap selang suhu -18 hingga 40 ° C. Lampu standar grow-lite sudah cukupuntuk keperluan hidup Artemia. Meskipun demikian hal ini akan ditentukan oleh strain masing-masing. Dengan suplai oksigen yang baik. Pada kondisi demikian biomasnya akan mencapi 500 kalidibandingakan biomas pada fase naupli. dan mereka dapat hidup dalam air tawar salama 5 jam sebelum akhirnya mati.0 atau lebih. Kadar oksigen harus dijaga dengan baik untukpertumbuhan Artemia. Artemia menghendaki kadar salinitasantara 30 – 35 ppt. Naupli akan berganti kulit sebanyak 15 kali sebelum menjadi dewasa dalam waktu 8 hari. Artemia akan berwarna kuningatau merah jambu. .0 dapat ditambahkan soda kue untuk menaikkan pH.

kista perlu didehidarsi kembali dengan menggunakanlarutan garam 30%. beriaerasi. Penetasan Artemia dapat pula dikerjakan didaratan maupun di daerah pantai. Selanjutnya dalam 5-7 menit kista akan berubah warna menjadiorange.Apabila akan disimpan lebih lama. Pemanenan paling mudah dilakukan dengan cara disiphon. dan biarkan selama 1-2 jam.Kemudian tambahkan larutan pemutih sebanyak 27 ml. karenakorionnya sudah hilang.11 Dekapsulisasi Dekapsulisasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan lapisan terluar dari kistaartemia yang “keras” (korion).Rendam 5 g kista artemia (kurang lebih 1.Volume 100 liter dandapat digunakanuntuk menetaskan 1–3 2. Penetasan Artemia dapat dilakukan. Disamping ituproses ini juga sekaligus merupakan proses disinfeksi terhadap kontaminan sepertibakteri. mulai dari volume 1 l sampai dengan volume 1 ton bahkan 40 ton. Kalau anda menggunakan produk komersial.Kepadatan sekitar 2 gram per liter. Kista sekarang siap ditetaskan atau bisa disimpan dalam kulkas untuk selama 1 minggu.5%. pastikan konsentrasi dan kemungkinan adanya kandungan bahan lain. 25-30 g per liter air tawar. Dan kalaupun tidak berhasil “menetas”.Hal ini ditandai dengan bentuk kista yang sudah membentuk bulatan sempurna. atau berdasarkan prinsip “kamar gelap dan terang”. Proses ini setidaknya akan mempermudah “bayi” artemiauntuk keluar dari “sarang”nya.5 sendok teh) dalam 400 ml air tawar.Bahan yang diperlukan adalah larutan pemutih/bleaching agent (natrium hipoklorit)12.Dekapsulisasi dapat meningkatkan peresentase keberhasilan sampai dengan 10%. Apabila 95% kista telah berwarna orange hentikan reaksi. baik pada skala kecil maupun skala besar. kista yang telahdidekapsulisasi masih bisa diberikan kepada ikan/burayak dengan aman. Untuk ilustrasi berikut saya berikan contohcara untuk melakukan dekapsulisasi kista artemia sebanyak 5 gram.. jamur dll.Ukuranwadah dapatdisesuaikan dengan kebutuhan. .Wadah penetasan Artemia dapat dilakukan dengan wadah kaca.sehingga memiliki kadargaram 25-30 ppt. hingga kista tersebut mengalami hidrasi dengan baik. kemudian segera cucidengan air bersih sampai bau klorin hilang. Untuk mempermudah “pemanenan”penetasan bisa dilakukan dalam akuarium berbentuk prisma terbalik. poly etilen (ember plastik) atau fiber glass.Sebelumnya dapat dilakukan proses dekapsulisasi untuk melunakan cangkang. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penetasan Artemia adalah bentuk dari wadah.WadahpenetasanArtemiauntukskalabesar. kista dapat disimpan dalam kulkas untuk selama2-3 bulan. Penambahan pemutih akan menyebabkan kista berubah warna menjadi coklat kemudian manjadi putih dalam waktukurang lebih 2 menit.Penetasan dapat dilakukan pada semua jenis wadah. Setelah garam dimasukkan maka media harus diaerasi secara kuat agar garamtercampurmerata. Setelah didehidrasi. sehingga akan dapat dicerna dengan mudah.

ikankonsumsi air tawardanikanhiasair tawarkarenaukurannya yang sangatkecil.III. • Pada tiap tahapan perubahan instar nauplius mengalami moulting. • Artemia dewasa toleran terhadap selang suhu -18 hingga 40 ° C. . • Kista Artemia sp. secara umum tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 25-30 derajat celcius.Kista artemia kering tahan terhadap suhu -273 hingga 100 derajat celcius. • Dekapsulisasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan lapisan terluar dari kistaartemia yang “keras” (korion). • Artemia sp. Artemia dewasamemiliki panjang 8 10 mm ditandai dengan terlihat jelas tangkai mata pada kedua sisibagian kepala. antena berfungsi untuk sensori. yang ditetaskan pada salinitas 15-35 ppt akan menetas dalam waktu 24-36 jam. PENUTUP 3. Sedangkan temperturoptimal untuk penetasan kista dan pertubuhan adalah 25 – 30 ° C. krustacea.1 Kesimpulan • Artemiamerupakanpakanalami yang sangatpentingdalampembenihanikanlaut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful