TUGAS STASE INTERNA

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Program
Pendidikan Profesi Kedokteran Di Bagian Ilmu Penyakit Dalam Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. Sayidiman Magetan

Oleh :
Agil Tedo Sulistyono, S.Ked
09711237

PEMBIMBING
dr. Erlina Marfianti, M.Sc. Sp.PD

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2013

atau suhu membran tympani mencapai 37. Suhu terendah dicapai pada pagi hari pukul 04. Pola demam Interpretasi pola demam sulit karena berbagai alasan.).1.6 38 37.6 Suhu rektal normal 0.3.2. pasien dianggap demam bila suhu rektal mencapai 38 oC.1 Hiperpireksia merupakan istilah pada demam yang digunakan bila suhu tubuh melampaui 41.4 37. 36.6 – 37.5.00 dan tertinggi pada awal malam hari pukul 16. Suhu aksila kurang lebih 0. Pola demam yang ditemukan pada penyakit pediatrik Pola demam Kontinyu Penyakit Demam tifoid. informasi ini dapat menjadi petunjuk diagnosis yang berguna (Tabel 2. Kurva demam biasanya juga mengikuti pola diurnal ini.38oC (0.5 1.55oC (1oF) lebih rendah dari suhu oral.6oC. di antaranya anak telah mendapat antipiretik sehingga mengubah pola.7oF) lebih tinggi dari suhu oral.4oC. Oleh karena itu jelas bahwa tidak ada nilai tunggal untuk suhu tubuh normal.00 – 06. raksa.00. Hasil pengukuran suhu tubuh bervariasi tergantung pada tempat pengukuran (Tabel 1). malaria falciparum malignan . meliputi usia.6 Demam (oC) 37.6 raksa. suhu oral 37. rerata suhu normal (oC) raksa.1.6oC. aktivitas fisik dan suhu udara ambien. 34.2 Suhu tubuh juga dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan.5.7 – 37.9.27o – 0. 36. walaupun tidak patognomonis untuk infeksi tertentu.7 – 37. atau pengukuran suhu secara serial dilakukan di tempat yang berbeda. suhu aksila 37.1 Tabel 2.5o – 0. Akan tetapi bila pola demam dapat dikenali. 37 35. jenis kelamin.5 – 37.I. elektronik Emisi infra merah 36. KLASIFIKASI DAN POLA DEMAM 1.5 Untuk kepentingan klinis praktis.1oC (106oF). Tabel 1. Suhu normal pada tempat yang berbeda Tempat pengukuran Aksila Sublingual Rektal Telinga Jenis termometer Air elektronik Air elektronik Air Rentang.4 35. DEFINISI. Definisi Suhu tubuh normal bervariasi sesuai irama suhu circardian (variasi diurnal).00 – 18. 36.

Gambaran pola demam klasik meliputi:1. infeksi pyogenik Malaria karena P. Variasi diurnal biasanya terjadi.4 oC selama periode 24 jam. dan respons terapi. Demam remiten • Pada demam intermiten suhu kembali normal setiap hari.5oC per 24 jam. arthritis gonococcal. khususnya bila demam disebabkan oleh proses infeksi. Pola ini merupakan jenis demam terbanyak kedua yang ditemukan di praktek klinis. siklus demam.2.) atau sustained fever ditandai oleh peningkatan suhu tubuh yang menetap dengan fluktuasi maksimal 0. brucellosis Familial Mediterranean fever Penilaian pola demam meliputi tipe awitan (perlahan-lahan atau tiba-tiba).6-8 • Demam kontinyu (Gambar 1. Gambar 2. limfoma. Gambar 1. Pola demam pada demam tifoid (memperlihatkan bradikardi relatif) • Demam remiten ditandai oleh penurunan suhu tiap hari tetapi tidak mencapai normal dengan fluktuasi melebihi 0. endokarditis Penyakit Kawasaki.vivax Kala azar. dan puncaknya pada siang hari (Gambar 3. Fluktuasi diurnal suhu normal biasanya tidak terjadi atau tidak signifikan.).Remitten Intermiten Hektik atau septik Quotidian Double quotidian Sebagian besar penyakit virus dan bakteri Malaria. juvenile rheumathoid Relapsing atau periodik Demam rekuren arthritis. . variasi derajat suhu selama periode 24 jam dan selama episode kesakitan. beberapa drug fever (contoh karbamazepin) Malaria tertiana atau kuartana. Pola ini merupakan tipe demam yang paling sering ditemukan dalam praktek pediatri dan tidak spesifik untuk penyakit tertentu (Gambar 2.). umumnya pada pagi hari.

beberapa minggu atau beberapa bulan suhu normal. demam kuning. disebabkan oleh P. Demam quotidian • • • • • Undulant fever menggambarkan peningkatan suhu secara perlahan dan menetap tinggi selama beberapa hari. Demam lama (prolonged fever) menggambarkan satu penyakit dengan lama demam melebihi yang diharapkan untuk penyakitnya. dan demam Lassa). Colorado tick fever. ditandai dengan paroksisme demam yang terjadi setiap hari. Demam intermiten • • • Demam septik atau hektik terjadi saat demam remiten atau intermiten menunjukkan perbedaan antara puncak dan titik terendah suhu yang sangat besar. Demam quotidian. Demam rekuren adalah demam yang timbul kembali dengan interval irregular pada satu penyakit yang melibatkan organ yang sama (contohnya traktus urinarius) atau sistem organ multipel. Contoh yang dapat dilihat adalah malaria (istilah tertiana digunakan bila demam terjadi setiap hari ke-3. atau saddleback fever). Vivax.Gambar 3. Poliomielitis merupakan contoh klasik dari pola demam ini. contohnya > 10 hari untuk infeksi saluran nafas atas. Demam quotidian ganda (Gambar 4. demam dengue. Relapsing fever dan demam periodik: o Demam periodik ditandai oleh episode demam berulang dengan interval regular atau irregular. Gambaran bifasik juga khas untuk leptospirosis. Demam bifasik menunjukkan satu penyakit dengan 2 episode demam yang berbeda (camelback fever pattern. kuartana bila demam terjadi setiap hari ke-4) (Gambar 5. dan African hemorrhagic fever (Marburg. Tiap episode diikuti satu sampai beberapa hari.)dan brucellosis. spirillary ratbite fever (Spirillum minus).)memiliki dua puncak dalam 12 jam (siklus 12 jam) Gambar 4. Ebola. . kemudian secara perlahan turun menjadi normal.

Gejala bervariasi dari demam ringan dan fatigue sampai reaksi anafilaktik full-blown. yang umumnya mengikuti pengobatan antibiotik. o Contoh lain adalah rat-bite fever yang disebabkan oleh Spirillum minus dan Streptobacillus moniliformis. Riwayat gigitan tikus 1 – 10 minggu sebelum awitan gejala merupakan petunjuk diagnosis. pada awalnya dipikirkan khas untuk limfoma Hodgkin (LH). Reaksi ini disebabkan oleh pelepasan endotoxin saat organisme dihancurkan oleh antibiotik. Gambar 6. Pola demam malaria o Relapsing fever adalah istilah yang biasa dipakai untuk demam rekuren yang disebabkan oleh sejumlah spesies Borrelia (Gambar 6.Gambar 5. JHR sangat sering ditemukan setelah mengobati pasien syphillis. o Demam Pel-Ebstein (Gambar 7. Gejala penyerta meliputi myalgia. digambarkan oleh Pel dan Ebstein pada 1887. yang berulang secara tiba-tiba berlangsung selama 3 – 6 hari. diikuti oleh periode afebril dalam durasi yang serupa. sakit kepala. Penyebab jenis demam ini mungkin berhubungan dengan destruksi jaringan atau berhubungan dengan anemia hemolitik. Lyme disease. nyeri perut. Resolusi tiap episode demam dapat disertai Jarish-Herxheimer reaction (JHR) selama beberapa jam (6 – 8 jam). diikuti oleh periode bebas demam dengan durasi yang hampir sama. sugestif untuk LH. dan brucellosis. Reaksi ini lebih jarang terlihat pada kasus leptospirosis. . dan perubahan kesadaran. Hanya sedikit pasien dengan penyakit Hodgkin mengalami pola ini.)dan ditularkan oleh kutu (louse-borne RF) atau tick (tick-borne RF).5oC pada louse-borne. tetapi bila ada. Pola terdiri dari episode rekuren dari demam yang berlangsung 3 – 10 hari.6oC pada tick-borne fever dan 39. Pola demam Borreliosis (pola demam relapsing) Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi mendadak. Suhu maksimal dapat mencapai 40.).

memperlihatkan tiga kelompok utama demam yang ditemukan di praktek pediatrik beserta definisi istilah yang digunakan. yang dapat didiagnosis setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik Demam tanpa localization Penyakit demam akut tanpa penyebab demam yang jelas setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik Letargi Kontak mata tidak ada atau buruk. cyanosis. Pola demam penyakit Hodgkin (pola Pel-Ebstein). juvenile idiopathic arthritis Lama demam pada umumnya <1 minggu <1minggu >1 minggu Tabel 4.Gambar 7. tidak ada interaksi dengan pemeriksa atau orang tua. dan Tabel 4. Definisi istilah yang digunakan Istilah Definisi Demam dengan localization Penyakit demam akut dengan fokus infeksi. hipo atau hiperventilasi Infeksi bakteri serius Menandakan penyakit yang serius. demam dapat dibedakan atas akut.3. perfusi buruk. dan dengan atau tanpa localizing signs. yang dapat . subakut. Tiga kelompok utama demam yang dijumpai pada praktek pediatrik Klasifikasi Demam dengan localizing signs Demam tanpa localizing signs Fever of unknown origin Penyebab tersering Infeksi saluran nafas atas Infeksi virus.1 Tabel 3. infeksi saluran kemih Infeksi. 1.7 Tabel 3. tidak tertarik dengan sekitarnya Toxic appearance Gejala klinis yang ditandai dengan letargi. Klasifikasi demam Klasifikasi demam diperlukan dalam melakukan pendekatan berbasis masalah.2 Untuk kepentingan diagnostik. atau kronis.

Infeksi seperti ini harus dipikirkan hanya setelah menyingkirkan infeksi saluran kemih dan bakteremia. menyebabkan hipoperfusi jaringan dan disfungsi organ Demam dengan localizing signs Penyakit demam yang paling sering ditemukan pada praktek pediatrik berada pada kategori ini (Tabel 5. menunjukan penyebab paling sering kelompok ini. infeksi saluran kemih. baik karena mereda secara spontan atau karena pengobatan spesifik seperti pemberian antibiotik. encephalitis Campak.mengancam jiwa.1 Tabel 5. otitis media. cickle cell anemia Demam tanpa localizing signs Sekitar 20% dari keseluruhan episode demam menunjukkan tidak ditemukannya localizing signs pada saat terjadi. septikemia menunjukkan adanya invasi bakteri ke jaringan. Demam biasanya berlangsung singkat. berlangsung kurang dari 1 minggu. dan merupakan sebuah dilema diagnostik yang sering dihadapi oleh dokter anak dalam merawat anak berusia kurang dari 36 bulan. laryngitis. Contohnya adalah meningitis. Penyebab umum demam tanpa localizing signs . appendisitis Meningitis. Penyebab tersering adalah infeksi virus. Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dan dipastikan dengan pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan foto rontgen dada. terutama terjadi selama beberapa tahun pertama kehidupan. enteritis. pneumonia Gastroenteritis. stomatitis herpetika Bronkiolitis.1 Demam tanpa localizing signs umumnya memiliki awitan akut. cacar air Rheumathoid arthritis. lymphoma Kala azar.). penyakit Kawasaki Leukemia. dibuktikan dengan biakan darah yang positif. tonsillitis. pneumonia Bakteremia dan septikemia • Bakteremia menunjukkan adanya bakteri dalam darah. Penyebab utama demam karena penyakit localized signs Kelompok Infeksi saluran nafas atas Pulmonal Gastrointestinal Sistem saraf pusat Eksantem Kolagen Neoplasma Tropis • Penyakit ISPA virus. infeksi tulang dan sendi. hepatitis.6 Tabel 6. Tabel 6. sepsis.

CRP normal. leukositosis Sebagian besar virus (HH-6) Tampak baik. Persistent pyrexia of unknown origin. splenomegali. diagnosis eksklusi • Persistent Pyrexia of Unknown Origin (PUO) Istilah ini biasanya digunakan bila demam tanpa localizing signs bertahan selama 1 minggu dimana dalam kurun waktu tersebut evaluasi di rumah sakit gagal mendeteksi penyebabnya. leukosit normal Infeksi saluran kemih Dipstik urine Malaria Di daerah malaria PUO (persistent pyrexia of unknown origin) atau FUO Juvenile idiopathic arthritis Pre-articular. CRP tinggi Pasca vaksinasi Vaksinasi triple. ruam. CRP tinggi. antinuclear factor tinggi.Penyebab Contoh Infeksi Petunjuk diagnosis Bakteremia/sepsis Tampak sakit. campak Waktu demam terjadi berhubungan dengan waktu vaksinasi Drug fever Sebagian besar obat Riwayat minum obat. atau lebih dikenal sebagai fever of unknown origin (FUO) didefinisikan sebagai demam yang berlangsung selama minimal 3 minggu dan tidak ada kepastian diagnosis setelah investigasi 1 minggu di rumah sakit.1 Beda Demam Berdarah Dengue dan Demam Tifoid .

alamat. menjalar. e. ekonomi.2 Pemeriksaan fisik Bagi pasien demam dengue saja tidak ditemukan kelainan. lakrimasi dan fototobia. injeksi. Dapat juga ditemukan lidah kotor dan mengalam kesulitan dalam buang air besar. Pada mata terdapat pembengkakan. Eksantem dapat muncul di awal demam yang terlihat jelas di muka dan dada. Bradikardi dapat menetap selama beberapa hari selama masa penyembuhan. Hati umumnya membesar dan terdapat nyeri tekan yang tak sesuai dengan beratnya penyakit. jenis kelamin. atau keluhan lain yang bersamaan dengan serangan Apakah keluhan baru pertama kali atau sudah berulang kali Apakah ada saudara sedarah. dan agama. ekimosis. sianosis perifer yang terutama tampak pada ujung hidung. b. misalnya keluhan yang mendahului serangan. Demam Berdarah Dengue Anamnesa Identitas : meliputi nama lengkap pasien. harus disertai dengan indikator waktu atau berapa lama pasien mengalami hal tersebut.1.1 Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) : merupakan cerita yang kronologis. nama orang tua/ istri/ suami/ penanggungjawab. atau penyakit infeksi. umur dan tanggal lahir. pekerjaan. gejala renjatan ditandai dengan kulit yang terasa lembab dan dingin. jari-jari . Pada Sindrom Syok Dengue (SSD). kemungkinan telah terjadi komplikasi atau gejala sisa Upaya yang telah dilakukan dan bagaimana hasilnya. atau teman dekat yang menderita keluhan yang sama Riwayat perjalanan ke daerah yang endemis untuk penyakit tertentu Perkembangan penyakit. Bagi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). purpura. terinci dan jelas mengenai kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat. Keluhan utama : keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien tersebut pergi ke dokter atau mencari pertolongan. Riwayat Pribadi : meliputi data-data lingkungan sosial. konjungtiva. melena dan epistaksis. hemotemesis.3 Pada DBD. familial. Hal yang harus ditanyakan adalah: Waktu dan lamanya keluhan berlangsung Sifat dan beratnya serangan Lokalisasi dan penyebarannya. d. dan kebiasaan sehari-hari pasien. atau berpindah-pindah Keluhan-keluhan yang menyertai serangan. juga tindakan medik lain yang berhubungan dengan penyakit yang saat ini diderita2 Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) : bertujuan untuk mengetahui kemungkinankemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita oleh pasien dengan penyakitnya sekarang. 2. berlangsung beberapa jam lalu akan muncul kembali pada hari ke 3 hingga 6 dan berupa bercak di lengan dan kaki lalu di seluruh tubuh. pendidikan. menetap. Riwayat Keluarga : untuk mencari kemungkinan penyakit herediter. nadi pasien mula-mula cepat dan kemudian menjadi normal dan melambat pada hari ke 4 dan 5. Dalam menuliskan keluhan utama. suku bangsa. c. a. jenis-jenis obat yang telah diminum oleh pasien.1. dapat terjadi gejala pendarahan pada hari ke 3 hingga 5 berupa ptekiae. f. pendidikan.

keringat yang bercucuran. serta penurunan tekanan darah. Imunoserologi dilakukan pemeriksaan IgM dan IgG terhadap dengue. Parameter laboratoris yang dapat diperiksa antara lain: Leukosit : dapat normal atau menurun.3 3. menggigil dan malaise. nyeri berbagai bagian tubuh. Ruam mula-mula dilihat didada. Gejala klinik/Manifestasi klinik Masa tunas berkisar antara 3-15 hari. a. IgG mulai terditeksi pada hari ke 14. Renjatan biasanya terjadi pada waktu demam atau saat sengan turun antara hari ke3 dan hari ke 7 penyakit. IgG : pada infeksi primer. yaitu demam tinggi. menghilang setelah 60-90 hari. batuk. IgM maupun IgG lebih banyak. suara serak. APTT. Ruam bersifat makulopapular yang bersifat menghilang pada tekanan. D-Diner. Hemostasis : dilakukan pemeriksaan PT.kreatinin : bila didapatkan gangguan fungsi ginjal Elektrolit : sebagai parameter pemantauan pemberian cairan Golongan darah dan cross match : bila diberikan transfuse darah atau komponen darah. jumlah trombosit. Pada umumnya ditemukan sindrom trias. Ruam biasanya timbul 5-12 jam sebelum naiknya suhu pertama kali. pada infeksi sekunder IgG mulai terditeksi pada hari ke 2 b.4 4. Asites dengan efusi pleura dapat pula dideteksi dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan rongen dada sebaiknya dalam posisi lateral dekubitus kananan (pasien tidur pada sisi badan sebelah kanan). Gejala klinis lain yang sering terdapat ialah fotofobia. tubuh serta abdomen dan menyuebar keanggota gerak dan muka.tangan dan kaki. dan hapusan darah tepi untuk melihat adanya limfositosis relative disertai gambaran limfosit plasma biru. Pemeriksaan penunjang Laboratorium Pemeriksaan darah rutin dilakukan untuk menapis pasien tersangka demam dengue adalah melalui pemeriksaan kadar hemoglobin. pada umumnya 5-8 hari. umumnya mulai pada hari ketiga demam. epistaksis dan . atau FDP pada keadaan yang dicurigai terjadi perdarahan atau kelainan pembekuan darah. hematokrit. Mulai hari ketiga dapat ditemui limfosit relative (>45% dari total leukosit) disertai adanya limfosit plasma biru (LPB) >15% dari jumlah total leukosit yang pada fase syok akan meningkat. Fibrinogen. Protein/albumin : dapat terjadi hipoproteinemia akibat kebocoran plasma. meningkat sampai minggu ke-3. anoreksia. Gejala prodroma meliputi nyeri kepala. efusi pleura dapat dijumpai pada kedua hemitoraks. SGOT/SGPT dapat meningkat Ureum. Pemeriksaan radiologis Pada foto dada didapatkan efusi pleura terutama pada hemitoraks kanan tetapi apabila terjadi perembesan plasma hebat. Trombosit : umumnya terdapat trombositopenia pada hari ke 3-8 Hematokrit : kebocoran plasma dibuktikan dengan ditemukannya peningkatan hematokrit > 20% dari hematokrit awal. yaitu pada hari ke tiga sampai ke lima dan biasanya berlangsung selama 3-4 hari. nyeri pada anggota badan dan timbul ruam. IgM : terditeksi mulai hari ke 3-5. Permulaan penyakit biasanya mendadak. Saat ini tes serologis yang menditeksi adanya antibody spesifik terhadap dengue berupa antibody total.

Tanda – tanda perdarahan Penyebab perdarahan pada pasien demam berdarah adalah vaskulopati. b. nadi cepat. lemah kecil sampai tidak teraba. epitaxis. perubahan pada denyut nadi dan tekanan darah. Muncul pada hari pertama demam tetepai dapat pula dijumpai pada hari ke 3. Disamping itu replikasi virus dengue terjadi juga dalam limsofit yang bertransformasi . melena dan hematemesis. 5. Hipotesis infeksi sekunder (the secamdary heterologous infection/ the sequential infection hypothesis) menyatakan bahwa demam berdarah dengue dapat terjadi bila seseorang setelah terinfeksi dengue pertama kali mendapat infeksi berulang dengue lainnya. naik turun (demam bifosik). Reaksi yang amat berbeda akan tampak bila seseorang mendapat infeksi yang berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan. d. Demam menghilang secara lisis. c. pasien menjadi gelisah. Perdarahan lain yaitu. terus – menerus berlangsung selama 2 – 7 hari. disertai keluarnya banyak keringat. Akhir fase demam merupakan fase kritis pada demam berdarah dengue. Virus dengue masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama mungkin memberi gejala sebagai demam dengue. keadaan umum pasien mendadak menjadiburuk setelah beberapa hari demam pada saat atau beberapa saat setelah suhu turun. biasanya pada hari ketiga dari demam. Kadang – kadang suhu tubuh sangat tinggi sampai 40°C dan dapat terjadi kejan demam. Hepatomegali Pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit bervariasi dari haya sekedar diraba sampai 2 – 4 cm di bawah arcus costa kanan. Syok Pada kasus ringan dan sedang.5 demam. purpura. Derajat hepatomegali tidak sejajar dengan beratnya penyakit. sianosis di sekitar mulut. perdarahan gusi. Lama demam berkisar diantara 4-5 hari. Infeksi yang pertama kali dapat member gejala sebagi DD. Petekia merupakan tanda perdarahan yang sering ditemukan. semua tanda dan gejala klinis menghilang setelah demam turun disertai keluarnya keringat. Pada kasus berat. terdapat tanda kegagalan sirkulasi.5 Demam Demam tinggi yang mendadak. antara 3 – 7.a. disuria. Jenis perdarahan terbanyak adalah perdarahan bawah kulit seperti petekia. ekimosis dan perdarahan conjuctiva. sebagai akibat dari perembasan plasma yang dapat bersifat ringan atau sementara. kulit terabab dingin dan lembab terutama pada ujung jari dan kaki. namun nyeri tekan pada daerah tepi hepar berhubungan dengan adanya perdarahan. Apabila orang tersebut mendapat infeksi berulang oleh tipe virus dengue. Re – infeksi ini akan menyebabkan suatu reaksi amnestif antibodi yang akan terjadi dalam beberapa hari mengakibatkan proliferasi dan transformasi limsofit dengan menghasilkan titik tinggi antibodi Ig G antidengue. akral teraba dingin disertai dengan kongesti kulit. Pada saat fase demam sudah mulai menurun dan pasien seajan sembuh hati –hati karena fase tersebut sebagai awal kejadian syok. gangguan fungsi trombosit serta koasulasi intravasculer yang menyeluruh. Pada akan terjadi syok pasien akan mengeluh nyeri perut. Perubahan ini memperlihatkan gejala gangguan sirkulasi.4.1.6 Patogenesis Virus dengue dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vector ketubuh manusia melalui gigitan nyamuk tersebut.

chikungunya dan leptospirosis. Adanya perbesaran hati perlu . sapi. kelinci. dan sebagainya. Terdapat reaksi silang antara serotype dengue dengan Flavivirus yang lain seperti Yellow fefer. influenza. Dalam laboratorium virus dengue dapat bereplikasi pada hewan mamalia seperti tikus. atau hipoproteinemia. kelelawar. kulit dingin atau lembab dan penderita tampak gelisah. Japanase encehphalalitis dan West Nile virus. Derajat IV Syok berat.7 7. keluarga Flaviviridae. Derajat III Didapatkan kegagalan sirekulasi. dan babi.4 Derajat Penyakit (WHO. dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya. dan primate. Trombositopemia (jumlah trombosit < 100. Keempat serotype ditemukan di Indonesia dengan DEN-3 merupakan serotype terbanyak. Flavivirus merupakan virus dengan diameter 30nm terdiri dari asam ribonukleat rrantai tunggal dengan berat molekul 4x106.4 8. b)petekie. yaitu demam atau riwayat demam akut. kolesistitis. Diagnosis Diagnosis DBD dapat ditegakkan bila semua hal ini ditemui pada pasien. biasanya bifasik.000/ul). anjing. Terdapat empat serotype virus yaitu DEN-1. Penurunan hemaatokrit > 20% setelah mendapat terapi cairan. malaria.dengan akibat terdapatnya virus dalam jumlah banyak. Terdapat minimal satu dari manisfestasi perdarahan berikut. antara 2-7 hari. yaitu nadi cepat dan lambat. ekimosis. tekanan mulut. Terdapat minimal satu tanda. Hal ini akan mengakibatkan terbentuknya virus kompleks antigen – antibody (virus antibody complex) yang selanjutnya akan mengakibatkan aktivasi sistem komplemen pelepasan C3a dan C5a akibat aktivasi C3 dan C5 menyebabkan peningkatan permeabilitis dinding pembuluh darah dan merembesnya plasing dari ruang intravascular ke ruang ekstravascular. disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain. d) hematemesis atau melena. demam tifoid. nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur. pielonefritis. yang termasuk dalam genus Flavivirus. Ruam yang akut seperti pada morbili perlu dibedakan dengan DBD. Tanda kebocoran plasma seperti: efusi pleura. c) perdarahan mukosa atau di tempat lain. Etiologi Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue. 1997) Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu – satunya manifestasi ialah uji tourniquet positif. Differential Diagnosis (DD/) Diagnosis banding perlu dipertimbangkan bilamana terdapat kesesuaian klinis dengan demam tifoid. Penelitian pada arthopoda menunjukan virus dengue dapat bereplikasi pada nyamuk genus Aides (stegomyia) dan Toxorhynchites. asites. atau purpura. Derajat II Seperti derajat I.tanda plasma leakage (kebocoran plasma) sebagai berikut : peningkatan hematokrit > 20% disbanding standar sesuai dengan umur jenis kelamin. Survey epidemiologi pada hewan ternak didapatkan antibody terhadap virus dengue pada hewan kuda. yaitu: a) uji bentung psitif. campak. DEN-3. dan DEN-4 yang semuanya dapat menyebabkan demam dengue atau demam berdarah dengue. DEN-2. Demam dibandingkan dengan infeksi bakteri maupun virus seperti bronkopneumonia.6 6.

Jenis cairan dapat berupa NaCl faali. dan hal ini dapat tercapai dengan pemberian segera cairan intravena. leukemia pada stadium lanjut. Semarang. pemberian cairan intravena baik dalam bentuk elektrolit maupun plasma dipertahankan 12 – 48 jam setelah renjatan teratasi. Penyakit-penyakit darah seperti idiophatic trombocytopenicpurpurae. angka kematian dapat diturunkan hingga kurang dari 1%. - - Penatalaksanaan Tidak ada terapi yang spesifik untuk demam dengue. suhu dan pernafasan. Obervasi meliputi pemeriksaan tiap jam terhadap keadaan umum. Prognosis Kematian karena demam dengue hampir tidak ada. diusahakan pemerian plasma atau ekspander plasma atau dekstran atau preparat hemasel dengan jumlah 15 – 29 ml / kg berat badan. Pada DBD/ DSS mortalitasnya cukup tinggi. Kecepatan permulaan tetesan ialah 20 ml / kg berat badan. yaitu: Keadaan umum memburuk Hati makin membesar Masa perdarahan memanjang karena trombositopenia Hematokrit meninggi pada pemeriksaan berkala Dalam hal ditemukan tanda-tanda dini tersebut. DIC diperkirakan merupakan penyebab utama perdarahan.7 Pasien DHF perlu diobservasi teliti terhadap penemuan dini tanda renjatan. Penelitian pada orang dewasa di Surabaya. air dengan gula. bila belum memiliki nafsu makan diberi minum 1. Pemeliharaan volume cairan sirkulasi merupakan tindakan yang paling penting dalam penanganan kasus DBD. atau sirop) atau air tawar ditambah garam. cairan diberikan dengan diguyur. Dalam hal ini perlu diperhatikan keadaan asidosis yang harus dikireksi dengan Nabikarbonas. serta Hb dan Ht setiap 4 – 6 jam pada hari pertama pengamatan.4 Penatalaksanaan DD atau DBD tanpa penyulit bias dengan tirah baring. Asupan cairan pasien harus tetap dijaga terutama cairan oral. Rejatan endotoksis dan yang terakhir demam chikungunya. Bila dengan pemeriksaan hemostasis terbukti adanya DIG. Pada umumnya untuk menjaga keseimbangan volume intravaskular. dan bila tak tampak perbaikan.dibedakan dengan hepatitis akut dan leptospirosis. nadi.5-2 liter dalam 24 jam (susu. Jumlah cairan dan kecepatan pemberian cairan disesuaikan dengan perkembangan klinis. kecepatan tetesan dikurangi menjadi 10 ml / kg berat badan / jam.7 10. Dengan terapi suportif yang adekuat. prinsip utama adalah terapi suportif. infus harus disiapkan dan terpasang pada pasien. laktat Ringer atau bila terdapat renjatan yang berat dapat dpaki plasma atay ekspander plasma. 5Pada kasus dengan renjatan berat. dan anemia aplastik. heparin perlu diberikan. tekanan darah. Tranfusi darah dilakukan pada: Pasien dengan perdarahan yang membahayakan (hematemesis dan melena) Pasien SSD pada pemeriksan berkala. menunjukan penurunan kadah Hb dan Ht. Terapi untuk SSD bertujuan utama untuk mengembalikan volume cairan intravaskular ke tingkat yang normal. Jika asupan cairan oral pasien tidak mampu dipertahankan. dan .7 9. Pada meningitis meningokok dan sepsis terdapat perdarahan dikulit. dan bila renjatan telah dilatasi. maka dibutuhkan suplemen caiaran melalui intravena untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentraasi secara bermakna. Dan dengan makan makanan lunak. selanjutnya tiap 24 jam.

Demam Tifoid Pemeriksaan fisik Keadaan umum biasanya pada pasien typhoid mengalami badan lemah. nyeri kepala. Gejala klinik Masa tunas demam tifoid berlangsung antara 10-14 hari. berkeringat banyak.produk kemih pasein bisa mengalami penurunan. Pada pasien typhoid kadang-kadang diare atau konstipasi.muntah. pucat. Dalam minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam. masuk aliran limfe mencapai kelenjar limfe mesenterial. turgor kulit menurun. Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu demam.Jakarta menunjukan bahwa prognosis dan perjalanan penyakit umumnya lebih ringan daripada anak-anak. dan masuk aliran darah melalui duktus torasikus. kuman menembus lamina propria. lidah yang berselaput ( kotor ditengah.panas. brakikardia relative (brakikardia relative adalah peningkatan suhu 1drjtC tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8x per menit). meteroismus. Gejala-gejala klinis yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai dengan berat. Sifat demam adalah meningkat perlahan-lahan dan terutama pada sore hingga malam hari. atau psikosis. c. perasaan tidak enak diperut. Konjungtiva anemia. Didaerah abdomen ditemukan nyeri tekan. perut tidak enak. ditepi dan ditengah merah. pucat. nyeri otot. atau diare. hepatomegali. Roseolae jarang ditemukan pada orang Indonesia. delirium.typhi masuk tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. pusing. anoreksia. S. batuk dan epistaksis. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai dan mencapai jaringan limfoid limfoid plak peyeri di ileum terminalis yang hipertrofi. lidah kotor. obstipasi. b.mual. dari asimptomatik hingga gambaran penyakit yang khas disertai komplikasi hingga kematian. Patogenesis S.7 1.4 3. Bila terjadi komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal. System integument kulit bersih. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan darah tepi Identifikasi kuman melalui isolasi/biakan Gall Kultur Identifikasi kuman melalui uji serologis Uji widal Tes tubex Metode enzyme immunoassay (EIA) Metode enzyme linked immunoserbent assay (ELISA) Pemeriksaan dipstick Identifikasi kuman secara molekuler. tepid dan ujung merah serta tremor). d. anoreksia. mual.4 4.typhi lain dapat . 2. splenomegali. a. Pada system kardiovaskuler biasanya pada pasien dengan typhoid yang ditemukan tekanan darah yang meningkat akan tetapi bisa didapatkan tachiardi saat pasien mengalami peningkatan suhu tubuh.

Pengulangan tes widal selang 2 hari menunjukkan peningkatan progresif dari titer agglutinin (diatas 1:200) menunjukkkan diagnosis positif dari infeksi aktif demam tifoid. Tidak selalu mudah mendiagnosis karena gejala yang ditimbulkan oleh penyakit itu tidak selalu khas seperti di atas. Peningkatan yang cepat dari lekositosis polimorfonuklear ini mengharuskan kita waspada akan terjadinya perforasi dari usus penderita. bisa saja langsung dimatikan oleh sistem pelindung tubuh manusia. termasuk apakah sudah imun atau kebal. yaitu: a. Dalam perawatan perlu sekali dijaga kebersihan tempat tidur. sehingga terjadi demam.gejala yang tidak khas. Istirahat dan perawatan Dengan tujuan mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. hati. Etiologi Demam tifoid disebabkan oleh kuman Salmonella typhi dan paratifoid disebabkan oleh organisme yang termasuk dalam spesies Salmonella enteritidis. buang air kecil dan buang air besar akan membantu dan mempoercepat masa penyembuhan. kuman-kuman ini lebih dikenal dengan nama S.paratyphy A. S. Sebaliknya jika terjadi lekositosis polimorfonuklear. Namun demikian.enteritidis bioserotipe A.typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen dan leukosit pada jaringan yang meradang. Tirah baring dengan perawatan sepenuhnya ditempat seperti makan.enteritidis bioserotipe C.schottmuelleri dan S. pakaian. Bisa ditemukan gejala. maka berarti terdapat infeksi sekunder bakteri di dalam lesi usus. Penatalaksanaan Sampai saat ini masih dianut trilogy penatalaksanaan demam tifoid.hirchfeldii.mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus.typhi berperan dalam proses inflamasi local pada jaringan tempat kuman tersebut berkembang biak. 7. Bila jumlah kuman hanya sedikit yang masuk ke saluran cerna. Selain itu tes widal (O dah H agglutinin) mulai posotif pada hari kesepuluh dan titer akan semakin meningkat sampai berakhirnya penyakit. S. Hal itu bisa terjadi karena tidak semua penderita yang secara tidak sengaja menelan kuman ini langsung menjadi sakit. S. Biakan tinja dilakukan pada minggu kedua dan ketiga serta biakan urin pada minggu ketiga dan keempat dapat mendukung diagnosis dengan ditemukannya Salmonella. dan . Gambaran darah juga dapat membantu menentukan diagnosis. mandi. maka arah demam tifoid menjadi jelas. Yaitu S. Jika terdapat lekopeni polimorfonuklear dengan limfositosis yang relatif pada hari kesepuluh dari demam.7 6. Tirah baring dan perawatan professional bertujuan untuk mencegah komplikasi. Tergantung banyaknya jumlah kuman dan tingkat kekebalan seseorang dan daya tahannya. limpa. penyakit ini tidak bisa dianggap enteng. Diagnosis kerja Diagnosis pasti ditegakkan dengan cara menguji sampel darah bakteri Salmonella spp dalam darah penderita. S. Endotoksin S. S. dan bagian-bagian lain system retikuloendotelial. misalnya nanti juga sembuh sendiri. hanya mengalami demam sedikit kemudian sembuh tanpa diberi obat. Ada orang yang setelah terpapar dengan kuman S typhi. minum.7 5.enteritidis bioserotipe B. dengan membiakkan darah pada hari 14 yang pertama dari penyakit.typhi bersarang di plak peyeri.

KID. Tiamfenikol Dosis yang diberikan 4 x 500 mg perhari dalam bentuk oral atau intervena sampai 7 hari bebas demam. Hal ini disebabkan ada pendapat bahwa usus harus diistarahatkan. thrombosis Komplikasi paru : pneunomonia. ileus paralitik. Dengan tiamfenikol demam pada typhoid turun setelah ratarata 5-6 hari. yang perubahan diet tersebut disesuaikan dengan tingkat kesembuhan pasie. Berbagai peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (menghindari sementar a sayuran yang berserat) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.4 c. empiema. Dosis untuk orang dewasa. Diet merupakan hal yang cukup penting dalam masa penyembuhan penyakit demam tifoid. Dosis untuk orang dewasa 4 x 500 mg sehari diberikan dalam bentuk oral atau intervena. 8. Pemberian bubur saring tersebut ditujukan untuk menghindari komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. miokarditis. kolesistitis . Komplikasi ekstraintestinal Komplikasi kardiovaskular : gagal sirkulasi perifer. digunakan sampai 7 hari bebas demam.ialah : Kloramfenikol Merupakan obat pilihan utama untuk demam typhoid. Dimasa lampau penderita demam tifoid diberi diet bubur saring. b. Komplikasi hematologis pada penggunaan timfenikol lebih jarang daripada kloramfenikol. Komplikasi Sebagai suatu penyakit sistemik maka hamper semua organ utama tubuh dapat diserang dan berbagai komplikasi serius dapat terjadi. Ampisilin dan amoksisilin Efektivitas ampisilin dan ampksisilin lebih kecil dibandingkan kloramfenikol. Komplikasi darah : anemia hemolitik.perlengkapan yang dipakai. kemudian ditingkatkan menjadi bubur kasar dan akhirnya diberikan nasi. demam typhoid turun rata-rata setelah 5 hari. Posisi pasien perlu diawasi untuk mencegah dekubitus dan pneumonia ortostatik serta higene perorangan tetap perlu diperhatikan dan dijaga. Kompilasi intestinal : perdarahan usus. 2x2 tablet sehari. Indikasi mutlak penggunaannya adalah pasien demam typhoid dengan leucopenia. karena makanan yang kurang akan menurunkan keadaan umum dari gizi penderita akan semakin turun dan proses penyembuhan akan semakin lama. Obat-obat anti mikroba yang sering digunakan. b. perforasi usus. Dosis yang dianjurkan berkisar antara 75-150 mg/kg berat badan sehari. sampai 7 hari bebas demam. Dengan penggunaan kloramfenikol. digunakan sampai 7 hari bebas demam (1 tablet mengandung 80 mg trimetoprim dan 400 mg sulfametoksazol) dengan kotrimoksazol demam pada tifoid turun rata-rata setelah 5-6 hari. tromboflebitis. Demam pada typhoid turun rata-rata setelah 7-9 hari. Kotrimoksazol Efektivitas kotrimoksazol kurang lebih sama dengan kloramfenikol. Diet dan terapi penunjang Dengan tujuan mengembalikan rasa nyaman dan kesehatan pasien secara optimal. trombositopenia. Beberapa komplikasi yang tejadi pada demam tifoid yaitu: a. pancreatitis. Belum ada obat antimikroba lain yang dapat menurunkan demam lebih cepat dibandingkan kloramfenikol. pleuritis Komplikasi hepatobilier : hepatitis.

New York: Lippincott William & Wilkins. :Butterworths. El-Radhi AS. Clinical methods: The history. Avner JR.215-36 .990-3. Woodward TE. derajat kekebalan tubuh. Moffet’s Pediatric infectious diseases: A problem-oriented approach. 2009. Thermometry in paediatric practice. Clinical manual of fever in children. Philadelphia: Lippincott-Raven.h.h. Abbas A. Fever. physical. Edisi ke-18. 6. Inf Dis Clin North Am 1996. penyunting. Dalam: El-Radhi SA.318-73. and laboratory examinations.h. Barry W.6% dan pada orang deawsa 7.4 Prognosis Prognosis demam typhoid tergantung dari umur. serta cepat dan tepat pengobatannya. 2007. 4. The clinical significance of fever patterns. penyunting. Edisi ke-2. jumlah dan virulensi Salmonella. Boyce TG. Arch Dis Child 2006. Dalam: Mackowick PA. Fever: Basic mechanisms and management. Berlin: Springer-Verlag.1990. Klein N. penyunting.1997. Boyce TG. The fever patterns as a diagnosis aid. Powel KR. arthritis Komplikasi neuropsikiatrik/tifoid toksik.9. Dalam: Kliegman RM. Klein N. Philadelphia: Saunders Elsevier. Komplikasi ginjal : glomerulonefritis.91:351-6.4%. 5. 3. Jenson HB. 2.7%. Hall WD. Hurst JW. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke-9. 7. Edisi ke-4. rata-rata 5. penyunting. periostitis. 2005.10:33-44 8. Acute Fever. Carroll J. Fever and shock syndrome. keadaan umum.30:5-13. Fever.7 Daftar Pustaka 1. Stanton BF. penyunting. Dalam: Walker HK. Del Bene VE.h. Pediatr Rev 2009. Carroll J. Dalam: Fisher RG. Behrman RE. El-Radhi AS.h. Fisher RG. Temperature. Cunha BA. Edisi ke3. Angka kematian pada anak-anak 2.1-24. sponditilis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful