You are on page 1of 24

BAB 1 Pendahuluan

Pengertian Sel
Pengertian sel adalah unit struktural dan fungsional pengusun tubuh Mahluk Hidup. Mahluk hidup seluler baik yang bersel tunggal (uniseluler) maupun yang bersel banyak (multiseluler) berdasarkan pada beberapa sifatnya, antara lain ada tidaknya system endomembran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel Prokariotik Sel prokariotik, merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran, tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik terdapat pada bakteri dan ganggang biru. Sel Eukariotik Sedangkan sel eukariotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada sel ini, sitoplasma memiliki berbagai jenis organel seperti antara lain: badan Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas (kuhusus pada tumbuhan), mitokondria, badan mikro, dan lisosom. Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik.

Gambar 1. Struktur umum sel prokariotik terdiri dari kapsul, dinding sel (membran luar dan peptidoglikan merupakan anggota karbohidrat), membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom dan nukleoid.

Bagian luar sel bakteri terdiri dari: kapsula, dinding sel, dan membran

plasma. Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa lendir yang berfungsi untuk melindungi sel. Bahan kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Dinding sel terdiri dari berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam anorganik serta berbagai asam amino. Fungsi Dinding sel Fungsi dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi. Sedangkan membran dalam merupakan bagian penutup yang paling dalam. Membran plasma bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa dengan fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa daerah membran plasma membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konyugasi. Beberapa bakteri memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung villi yang berfungsi untuk melekatkan diri. Sitoplasma merupakan bagian dalam sel bakteri. Sitoplasma berbentuk koloid yang agak padat yang mengandung butiran-butiran protein, glikogen, lemak dan berbagai jenis bahan lainnya. Pada sitoplasma sel bakteri tidak ditemukan organel-organel yang memiliki sistem endomembran seperti badan Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas, mitokondria, badan mikro, dan lisosom. Sedangkan ribosom banyak ditemukan pada sitoplasma bakteri.
bakteri gram positif dan gram negatif

Struktur dinding bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Bandingkan komponen utama dinding sel kedua jenis bakteri, bagaimana letak peptidoglikan pada kedua bakteri tersebut. Peptidoglikan inilah yang membedakan hasil pewarnaan Gram yang berbeda pada kedua bakteri tersebut. (Sumber : Campbell et al., 2000)

Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik

Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel tipe ini secara struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya. Organel tersebut memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan berperan penting untuk menyokong fungsi sel. Organisme yang memiliki tipe sel ini antara lain hewan,tumbuhan, dan jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler. Tipe sel eukariotik pada tumbuhan sedikit berbeda dengan pada hewan. Pada sel hewan, pada bagian luar sel tidak ditemukan adanya dinding sel, sebaliknya pada tumbuhan dan jamur ditemukan adanya dinding sel. Walaupun demikian dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara kimiawi berbeda penyusunnya. Pada jamur didominasi oleh chitin sedangkan pada tumbuhan selulosa. Pada tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan pada jamur dan hewan tidak ditemukan. Selain perbedaan tersebut pada dasarnya baik sel hewan, tumbuhan, dan jamur memiliki struktur yang serupa.

Gambar 3. Sel hewan, tampak dalam gambar di atas struktur sel hewan yang memiliki system endomembran sehingga pada sel tipe ini ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak organel badan Golgi (apparatus Golgi), RE (kasar dan halus), mitokondria, dan peroksisom (bagian dari badan mikro), selain itu tampak adanya ribosom, sentriol, dan sitoskeleton yang memiliki peran penting di dalam sel.

Gambar 4. Sel tumbuhan, tampak dalam gambar di atas struktur sel tumbuhan yang memiliki sistem endomembran sehingga pada sel tipe ini ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak organel kloroplas, hanya terdapat pada tumbuhan, selain organel yang serupa ditemukan pada sel hewan. Selain itu tampak adanya beberapa bagian sel yang hanya dimiliki oleh tumbuhan seperti : dinding sel dan plasmodesmata. Membran sel

Membran Sel tersusun oleh lipoprotein. Struktur umumnya dapat dilihat pada Gambar 5. Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar

Sitoplasma Sitoplasma merupakan zat yang terdapat di antara inti sel dan membran plasma. Organel-organel tersebut memiliki struktur dan fungsi masing-masing yang khas yang membentuk satu kesatuan untuk mendukung aktivitas sel. Vakuola pada tumbuhan berfungsi antara lain tempat penyimpanan cadangan makanan. Retikulum Endoplasma (RE). Retikulum endoplasma merupakan membrane lipoprotein pada sitoplasma yang terdapat antara membran inti dan membran sitoplasma. Ada dua macam RE. RE ganuler (RE kasar) bila pada permukaan membran RE ini menempel ribosom. RE halus atau non granuler bila pada membran RE tidak ada ribosom.Fungsi organel ini memproses lebih lanjut protein, lipid atau bahan lainnya yang akan disekresikan sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan keperluannya. Dalam bentuk vesikula (gelembung) produk dari RE ditransportasi ke badan Golgi.

Gambar 6. Retikulum endoplasma. Tampak hasil gambar mikroskop elektron pada sisi kiri yang menunjukkan potongan RE dalam dua dimensi. Pada dasarnya RE merupakan struktur tertutup dari sitoplasma

Badan Golgi Badan Golgi (bahasa Inggris: golgi apparatus, golgi body, golgi complex atau dictyosome) adalah organel yang dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang

melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.Badan Golgi berfungsi menghasilkan sekret berupa butiran getah, lisosom primer, menyimpan protein dan enzim yang akan disekresikan. Pada seltumbuhan badan Golgi disebut diktiosom. Organel ini menerima bahan, diolah dan akan disekresikan, dari RE.

Lisosom Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang lebih 500nm. Lisosom mengandung enzim yang berfungsi untuk mencernakan bahan makanan yang masuk ke dalam sel baik secara pinositis (makanannya berupa cairan) maupun secara fagositis (makannya berupa padat).

Ribosom Ribosom merupakan komponen penting di dalam sel. Ukurannya berkisar 20-25 nm. Ribosom tersusun dari RNA dan protein, terdiri dari sub

unit besar dan sub unit kecil. Sub unit besar dan sub unit kecil akan bergabung bila ribosom sedang menjalankan fungsinya yaitu sintesis protein.

Badan Mikro Badan mikro dibedakan dua kelas utama, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom mengandung enzim katalase dan oksidase terdapat pada hewan dan tumbuhan. Sedangkan glioksisom umum terdapat pada endosperm biji dan berperan dalam perkecambahan selain mengandung katalase dan oksidase mengadung sebagian atau seluruh enzim daur glioksilat (proses pembentukan sumber energi untuk pertumbuhan dari lemak). Secara umum badan mikro berfungsi di dalam mengoksidasi lemak sebagai sumber energi. Dinding Sel. Dinding sel hanya terdapat pada tumbuhan dan jamur. Fungsi dinding sel yaitu melindungi sitoplasma dan membran sitoplasma. Pada beberapa sel tumbuhan sel yang satu dengan sel yang lainnya dihubungkan dengan suatu celah yang disebut plasmodesmata. Nukleus (Inti Sel) Nukleus Bagian-bagian inti sel terdiri dari membran inti, nukleoplasma (kariolimp) dan kromosom, serta nukleolus. Membran inti memisahkan inti sel dan sitoplasma. Membran inti terdiri atas dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya bahan kimia. Sitoskeleton Sitoskeleton merupakan rangka sel. Sitoskleleton terdiri dari 3 macam yaitu : mikrotubul, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Mikrotubul tersusun atas dua molekul Protein tubulin yang bergabung membentuk tabung. Fungsi mirkotubul memberikan ketahanan terhadap tekanan pada sel, perpindahan sel (pada silia dan flagella), pergerakan kromosom saat pembelahan sel (anafase), pergerakan organel, membentuk sentriol pada sel hewan. Mikrofilamen merupakan filament protein kecil yang tersusun atas

dua rantai protein aktin yang terpilin menjadi satu. Mikrofilamen memiliki fungsi memberi tegangan pada sel, mengubah bentuk sel, kontraksi otot, aliran sitoplasma, perpindahan sel (misalnya psudopodia) dan pembelahan sel.

Mitokondria dan Kloroplas sebagai organel pembangkit energi Mitokondria Mitokondria hati umumnya mempunyai lebar kira-kira 0,5 1,0 um dan panjang kira- kira 3,0 um. Mitokondria dibatasi oleh dua membran yaitu membran luar dan membran dalam. Struktur morfologi yang paling bervariasi adalah krista. Dalam satu sel tertentu Krista biasanya seragam dan khas bagi sel itu. Dalam tipe-tipe sel yang berbeda, bentuk Krista sangat berbeda. Sebagian besar mitokondria mempunyai krista seperti lamela atau seperti tubul.

Mekanisme transkripsi dan translasi di dalam mitokondria bergantung kepada genetic inti. Bahan- bahan tertentu seperti rRNA, tRNA dan mRNA tidak bergantung kepada inti. Tetapi, protein tertentu ditentukan oleh inti seperti protein ribosom, RNA polimerase, DNA polimerase, tRNA aminoasil sintetase dan faktor- faktor sintesis protein. Fenomena yang menarik adalah bahwa mtDNA tidak dapat diekspresi dan direpllikasi tanpa bantuan inti. Kloroplas Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 200 kloroplas. Kalau dilihat dari samping bentuknya seperti lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung, datar atau cembung.

BAB 2 Tinjauan Pustaka Kingdom Monera dan Peranannya bagi Kehidupan Ciri ciri dan Struktur Tubuh Monera Monera bersifat Prokariotik (tidak mempunyai organel yang diselubungi membran).Nukleos atau inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul DNA tanpa membrane sehingga disebut nukleolid. Bagian-bagian tubuh Monera : a. Lapisan Lendir Bersifat menyebar dan mudah lepas, serta berfungsi melicinkan dinding sel. b. Dinding Sel tersusun atas lapisan lipoprotein, lipopolisakarida, dengan atau tanpa peptidoglikan. Berfungsi untuk melindungi bagian dalam tubuh Monera. c. Membran Plasma terdapat di baeah dinding sel dan bersifat permeable. d. Sitoplasma di dalamnya terdapat lipid, ion anorganik, dan kromatofora (pigmen warna) e. Kromosom terdiri dari satu molekul DNA tanpa diselubungi membrane sehingga disebut nuklelolid. f. Ribosom terdiri atas protein RNA yang berfungsi untuk proses sintesis protein. Selain ciri struktur tubuh di atas, beberapa anggota monera juga mempunyai flagella dan pilli. Flagella tersebut mengandung protein globular yang disebut flagelin dan berfungsi sebagai alat gerak.

Beberapa anggota monera memiliki pili yang strukturnya lebih pendek dan lebih tipis dari flagella.Yang berfungsi membantu perlekatan pada organisme lain dan permukaan batuan atau dalam usus manusia. Beberapa pili yang ukurannya lebih panjang dan berguna sebagai alat konjugasi yang disebut sexpili. 2.Perkembangbiakan dan Pemindahan Bahan Genetik pada Monera a. Pembelahan Biner Terjadi jika satu individu Monera membelah menjadi dua individu. Biasanya terjadi setiap 20 menit. Pada kondisi kurang menguntungkan, beberapa jenis monera akan mati dan beberapa tetap hidup. Jenis jenis yang tetap hidup karena mampu membentuk endospora. Endospora berguna untukmelindungi diri dari perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan. b. Pembentukan Tunas c. Fragmentasi terjadi bila sel vegetatif dari beberapa anggota monera patah. Patahan tersebut akan membentuk individu baru.

Cara pemindahan bahan genetika pada monera :


a. Transformasi adalah pengambilan DNA bebas oleh salah satu anggota monera dari lingkungan sekitarnya yang dilepas oleh anggota monera lainnya. b. Transduksi adalah transfer DNA antara perantara virus(bakteriofage). dua anggota monera melalui

c. Konjugasi adalah transfer DNA antara dua anggota monera melalui suatu jembatan konjugasi. KLASIFIKASI MONERA Mikroorganisme-mikroorganisme yang termasuk Monera berdasarkan analisis molecular terbagi menjadi dua filum, yaitu Archaebacteria (Archae) danEubacteria

(Bacteria). Pada klasifiksi sekarang ini, kedua filum tersebut telah diangkat menjadi
dua kingdomtersendiri.
a.

Archaebacteria (Archae)
Ciri-ciri : dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan. Ribosomnya lebih mirip dengan ribosom eukariotik (mengandung beberapa jenis RNA-polimerase)
1) 2)

3)

1)

2)

Membran plasmanya mengandung lipid dengan ikatan eter Berdasarkan tempat hidupnya, Archaebacteria dikelompokkan menjadi tiga. Methanogen Merupakan mikroorganisme anaerob dan heterotrof yang dapat menghasilkan methane (CH4). Hidup di Lumpur, rawa, dan saluran pencernaan sapi, manusia, rayap dan hewan lain. Halofil ekstrem(suka garam) Sebagian besar merupakan mikroorganisme aerob dan heterotrof, walaupun beberapa di antaranya bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen berupa bakteriorhodopsin. Hidup di lingkungan dengan konsentrasi garam yang tinggi. Thermoasidosil (suka panas dan asam) Merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang menggunakan H2S sebagai sumber energi. Hidup di lingkungan panas (60-80)0C dan asam pH (2-4). Sulfolobos ditemukan dalam sumber air panas.

3)

b.

Eubacteria

Ciri-ciri : Dinding selnya mengandung peptidoglikan. Ribosomnya mengandung satu jenis RNA-polimerase.
1) 2)

Membran plasmanya mengandung lipid dengan ikatan ester. Dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan. Cara memetabolisme sumber-sumber makanan organisme yang autorof (fotoautotrof atau kemoautotrof) organisme heterotrof (ada yang bersifat parasit atau saprofit) Kemampuan menghasilkan endospora (tubuh resistan ysng mengandung materi genetik dan sedikit sitoplasma, serta dikelilingi oleh dinding yang tahan lama). Kemampuan mempertahankan diri dalam keadaan ada atau tidaknya oksigen obligat aerob
3) 1) a) b) 2) 3) a)

4)

5)

obligat anaerob fakultatif anaerob Motilitas (cara gerak) dengan flagella tanpa flagella (gerakan meluncur) flagella dalam sel (gerakan seperti sebuah pembuka tutup botol) Bentuknya bacillus (bentuk batang)
b) c) a) b) c) a)

coccus (bentuk spiral) spirillum(bentuk spiral) Berdasarkan teknik pengecatan gram bakteri gram positif (dinding sel peptidoglikan tebal) gram negatif (dinding sel peptidoglikan tipis dan tertutup oleh sebuah lapisan lipoposakarida) Eubacteria dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. 1) Cyanobacteria Bersifat fotoautotrof ; menggunakan klorofil untuk menangkap energi cahaya matahari yang kemudian digunakan dalam proses fotosintesis. Juga mempunyai
b) c) 6) a) b)

pigmen aksesori yang disebut fikobilin. Beberapa Cynobacteria mempunyai sel-sel khusus yang disebut heterokista yang menghasilkan enzim untuk fiksasi atau penambatan nitrogen di udara. 2) Bakteri kemoautotrof Bersifat kemosintesis dan terdiri dari bakteri nitrir (berperan dalam siklus nitrogen yaitu mengubah nitrit), bakteri sulfur (berperan mengoksidasi komponen sulfur), dan bakteri metan (berperan mengoksidasi metana atau methanol. 3) Bakteri penambat nitrogen Bersifat heterotrof dan mampu mengikat nitrogen dari udara. Ada yang hidup bebas dan ada yang bersimbiosis mutualisme. 4) Spirocheta atau Spirochaeta Berbentuk spiral seperti kumparan, bergerak dengan meliukkan tubuhnya seperti gerakan sebuah pembuka tutup botol. Flagelanya terdapat dalam lapisan dinding sel. Bakteri ini yang berperan sebagai decomposer dan ada yang bersifat pathogen (menyebabkan sakit). Mikroorganisme prokariotik yang digolongkan ke dalam monera adalah bakteri dan ganggang hijau biru A. BAKTERI

Bakteri adalah makhluk hidup bersel satu, tidak berklorofil (tetapi beberapa jenis mempunyai pigmen bakterioklorofil), dan umumnya berkembang biak dengan membelah diri. Sifat-sifat Bakteri
1.

Bentuk sel bakteri tetap dengan dinding sel yang terdiri atas selulos dan kadangkadang terselubung lendir Inti sel tidak berdinding yang disebut prokarion. Berkembang biak dengan membelah diri. Beberapa jenis bakteri, terutama yang berbentuk batang dapat membentuk endospora. Yang berguna untuk melindungi diri terhadap lingkungan yang buruk. Bakteri hidup pada suhu yang bervariasi dan pH tertentu sesuai dengan jenisnya.

2.

3.

4.

5.

Ciri- ciri Bakteri 1. Tubuh : uniseluler, renik (dapat dilihat dengan mikroskop biasa) dan prokariotik 2. Ukuran : 0,15 15 mikron. 3. Ada yang berbentuk batang (bacillus), seperti bola (kokus), seperti koma (vibrio), dan seperti spiral (spirillum). 4. Cara hidup : ada yang soliter (sendiri-sendiri) dan berkoloni. 5. Hidup autotrof : foto autotrof dan kemo autotrof. Hidup heterotrof : Parasit dan Saprofit. 6. Alat bergerak pindah tidak dapat bergerak pindah tempat secara aktif. Bergerak pindah secara aktif dengan flagel, dengan lender untuk meluncur. 7. Habitat : di segala tempat, di tanah, air, udara, dan organisme.

Secara aseksual, umumnya reproduksi aseksual dengan membelah biner. Adapula yang membentuk spora di dalam (endospora) apabila lingkungannya menjadi buruk. Secaraseksual : Konjugasi Rekombinasi DNA Bakteri Rekombinasi DNA Bakteri terjadi melalui :
1.

Konjugasi; DNA bakteri jantan bersatu dengan DNA bakteri betina. Transformasi; plasmid bakteri pindah ke bakteri lain.

2.

3. Transduksi; DNA virus menyisip ke DNA bakteri. Struktur Tubuh Bakteri 1. Kapsul utuk pertahanan diri . 2. Flagela untuk bergerak. 3. Dinding sel untuk perlindungan ; tersusun dari peptidoglikan 4. Membran sel untuk mengatur keluar masuknya zat . 5.Mesosom untuk pabrik enenrgi . 6.Lembar foto Sintetik untuk berfotosintesis . 7. Sitoplasma tempat berlangsungnya reaksi metabolik . 8. DNA untuk mengontrol sintetis protein dan pembawa sifat . 9. Plasmid pembawa gen tertentu dapat di transformasikan ke sel lain. 10. Ribosom untuk tempat sintesis protein . 11. Endospora untuk mempertahankan diri dari kondisi butuk . Bentuk-Bentuk Bakteri 1. Basilus

Berbantuk seperti batang atau tongkat, dan dibedakan atas. a. monobasilus, tunggal (satu-satu) b. diplobasilus, bergandeng dua-dua. c. Streptobasilus, (bergandeng panjang seperti rantai. 2. Kokus Berbentuk seperti bola (bulat), dan dibadakan atas. a. diplokokus, bergandeng dua-dua. b. Streptokokus, bergandeng panjang seperti bentuk rantai. c. Tetrakokus, berkelompok empat-empat. d. Stapilokokus, bergerombol seperti buah anggur e. Sarkina, mengelompok seperti kubus.
4.

Spirilum

Berbentuk bengkok atau seperti spiral. Dibedakan atas. a. monotrik, flagel hanya satu dan melekat pada salah satu ujung sel. b. Lopotrik, flagel banyak dan melekat pada salah satu ujung sel. c. Amfitrik, flagel banyak dan melekat pada kedua ujung sel. d. Peritrik, flagel banyak dan tersebar pada seluruh permukaaan sel. e. Atrik, tidak mempunyai flagel. Cara Bakteri Mendapatkan Makanan 1. Bakteri autotrof Hidupnya tidak bergantung terhadap Organisme lain karena dapat mensintesis makanannya sendiri .

a.

Fotoautotrof
Dapat mensintesis senyawa organic dari zat-zat organic dengan menggunakan energi matahari, karena mempunyai pigmen-pigmen bakterioklorofil atau bakteriopurpurin sehingga mampu berfotosintesis . Contoh Bakteri hijau dan bakteri ungu .

b.

Kemoautotrof
Dapat mensintesis senyawa organik dari zat zat anorganik dengan senyawasenyawa tertentu, dan energi yang timbul digunakan untuk fotosintesis . Contoh : Bakteri Nitrit, Bakteri Nitrat dan bakteri belerang .

2.

Bakteri Heterotrof Kelompok bakteri ini tidak dapat mensinsesis makanannya sendiri sehingga hidupnya tergantung pada organisme lain. Bakteri ini ada yang bersifat parasitdan ada yang bersifat saprofit. Bersifat parasit jika hidup langsung tergantung pada organisme lain yang masih hidup sehingga sangat merugikan. Bersifat saprofit jika hidup pada sisa-sisa organisme lain yang telah mati.

Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia

Bakteri yang Menguntungkan


1. Rhizobium leguminosarum, yaitu bakteri yang bersimsiosis dengan akar polongpolongan. Bakteri ini mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga menyuburkan tanah. 2. Nitrosomonas, Nitrosococcos (bakteri nitrit), serta Nitrobacter merupakan bakteri yang membantu proses pembuatan senyawa nitratdalam tanah. 3. Streptococcus lactis yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan keju. 4. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermhophillus yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan yoghurt.

5. Acetobacter xylinum, yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan nata de coco. 6. Streptomyces griceus, yaitu bakteri yang menghasilkan antibiotic streptomisin (untuk mengatasi penyakit TBC) 7. Streptomyces aureomisin. aureofaciens, yaitu bakteri yang menghasilkan antibitik

8. Acetobacter aceti, yaitu bakteri yang mengubah etanol menjadi asam asetat (asam cuka) melalui proses oksidasi. 9. Escheria coli yaitu bakteri yang membantu pembusukan di usus besar manusia dan pembentukan vitamin K yang penting pada proses pembekuan darah.

Bakteri yang Merugikan


1. Mycobacteium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab penyakit TBC. 2. Clostridium pallidum, yaitu bakteri penyebab penyakit tetanus. 3.Treponema pallidum, yaitu bakteri penyabab penyakit sifilis. 4. Neisseria gonorrhoeae, yaitu bakteri oenyabab penyakit kencing nanah. 5. Diplococcus pneumoniae, yaitu bakteri penyabab radang paru-paru. 6. Pasteurella pestis, yaitu bakteri penyabab penyakit pes. 7. Bacillus anthtracis, yaitu bakteri penyeba penyakit antraks pada sapi. 8. Pseudomonas cocovenenans, yaitu bakteri yang menghasilka racun asam bongkrek pada tempe bongkrek. 9. Clostridium botulinum, yaitu bakteri yang menghasilkan racun botulinin pada makanan kaleng yang telah rusak. 10. Pseudomonas cattleyae, yaitu bakteri penyebab penyakit pada anggrek.

Cara Pencegahan Bakteri yang Merugikan Manusia

Bakteri pathogen sangat merugikan bagi makhluk hidup terutama manusia, ternak, dan tanaman budidaya. Untuk mencegah atau mengurangi bahayayang ditimbulkan bakteri pathogen, manusia menempuh cara-cara berikut.

a.Vaksinasi
adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara memberikan vaksin, yaitu bakteri yang telah dilemahkan. Vaksin yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia atau hewan mendorong terbentuknya antibodi dalam darah. Yang akan mengahambat masuknya bakteri aktif ke dalam tubuh. Beberapa vaksin yang telah ditemukan. 1. Vaksin BCG (Bacillus Calmet Guirine) untuk mencegah penyakit TBC 2. Vaksin DPTP (Diphteri, Pertusis, Tetanus, Profiloksis) untuk mencegah penyakit difteri, batuk rejan, dan tetanus. 3. Vaksin TCD, untuk mencegah penyakit tifus, kolera dan disentri.Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera, tifus, dan paratifus.

b. Strelisasi
yaitu pemusnahan semua bentuk kehidupan. Sterilisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 121oC selama 15 menit disertai tekanan. Sterilisasi akan mematikan bakteria, spora, dan organisme lain. Pada penelitian menggunakan mikrobia, strelisasi juga diperlukan untuk memperoleh biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang hanya tersiri satu spesies mikrobia atau hasil perbanyakan dari suatu sel mikrobia yang ditumbuhkan pada medium buatan. Selain itu perangkat penelitian mikrobia juga harus disterilkan. Perangkat yang steril sangat mendukung keberhasilan penelitian. Sterilisasi alat-alat atau medium dapat dikerjakan secara fisik (misalnya dengan pemanasan, sinar ultraviolet, dan sinar X), secara mekanik (dengan penyaringan), dan secara kimia (dengan desinfektan). Pemanasan merupakan cara umum dalam proses sterilisasi. Beberapa cara pemanasan yang bisa digunakan untuk sterilisasi sebagai berikut. 1. Sterilisasi dengan pemijaran Cara ini terutama digunakan untuk sterilisasi jarum platina, ose, dan sebagainya yang terbuat dari platina atau nikrom. Caranya dengan membakar alat-alat tersebut di atas lampu spiritus sampai berpijar. 2. Sterilisasi dengan udara kering Peralatan yang digunakan untuk cara ini berupa Hot Air Sterilizer (alat oven). Cara ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat dari gelas (gelas kimia, cawan petri,

labu elenmeyer), serta bahan seperti kain dan kapas. Temperature yang digunakan 170oC-180oC dengan waktu minimal 2 jam. 3. Sterilisasi dengan uap panas Cara ini digunakan sterilisasi bahan yang mengandung cairan, misalnya medium kultur. Alat yang digunakan yaitu amolb steam sterilizer. Kebanyakna mikrobia mati pada suhu 100oC. 4. Sterilisasi dengan uap panas bertekanan Teknik ini mengandung autoklaf (autocalave) dengan tekanan 2 atm dan suhu 121oC selama 30 menit.

c.Pasteurisasi
Pasteurisasi di lakukan untuk mesterilkan bahan yang tidak tahan panas tinggi dengan tujuan membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Pasterisasi akan mematikan bakteri patogen,tetapi bakteri nopatogen tetap hidup sehingga makanan belum streril.

d.Pengawetan makanan
Makanan perlu di awetkan untuk mengawasi mengatasi aktifitas baktri yang dapat merusak makanan serta menimbulkan racun. Pengawetan makanan dapat di lakukan secara tradisional,misalnya dengan pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan, dan pemanisan. Pengawetan makanan dapat juga di lakukan secara konvesional, antara lain dengan sterilisasi,pasteurisasi, pembekuan, pendingina, penggunaan bahan kimia,serta radiasi.lingkungan yang dingin menyebabkan bakteri tidak aktif. Oleh karena itu,bila makanan dari pendinginan di keluarkan akan segera menunjukkan adanya aktifitas bakteri. B. Ganggang Hijau Biru (Cynobacteria) Disebut ganggang hijau biru karena berwarna hijau kebiruan. Warna itu diakibatkan oleh warna klorofil dan pigmen biru. 1) Ciri-ciri Ganggang hijau biru a. Prokariotik Ganggang tidak memiliki membrane inti. Bahan inti terdapat pada suatu daerah di dalam sitoplasmanya. b. Klorofil Tidak Dalam Kloroplas dan Memiliki Fikosianin Klorofil tidak terdapat dalam kloroplas, melainkan pada membrane tilakoid. Karena memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis, maka ganggang ini dapat menghasilkan gula dan oksigen. Pigmen fikosianin warna hijau kebiruan. Pada umumnya ganggang hijau biru memiliki kemampuan menambat nitrogen dari udara. Proses penambatan nitrogen ini dilakukan oleh sel khusus yang disebut

herosista. Heterosista dihasilkan oleh ganggang biru berbentukbenang. Ukuran heterosista lebih besar dibandinkan sel di dekatnya serta memiliki dinding sel yang lebih tebal. Karena kemampuan menambat nitrogen ini, ganggan hijau biru dapat menyuburkan habitatnya, atau menguntungkan organisme lain yang bersimbiosis dengannya. 2) Struktur Sel ganggang Hijau Biru a. Dinding sel Mengakibatkan sel memiliki bentuk yang tetap. Di sebelah luar dinding sel terdapat selubung lendir yang berfungsi mencegah sel dari kekeringan. b. Membran sel berfungsi mengatur mengatur keluar masuknya zat dari dank e dalam sel. c. Sitoplasma Merupakan koloid yang tersusun atas air, protein, lemk, gula, mineral-mineral, enzim, ribosom dan DNA. Di dalam sitoplasma inilah berlangsung proses metabolisme sel. d. Asam Inti/ Asam Nukleat (DNA) DNA terdapat pada suatu lokasi dalam sitoplasma, namun tidak memiliki membrane inti. Karen itulah ganggang hijau biru digolongkan dalam prokariotik. e. Mesosom dan Ribosom Ribosom merupakanorganel untuk sintesis protein, sedangkan mesosom merupakan penonjolan membrane sel kea rah dalam yang berpera sebagai penghasil energi. 3) Pigmen (zat warna) Zat warna atau pigemn tersebr dalam protoplasma karena tidak mempunyai butirbutir zat warna (kloroplas). Zat warna dominant yaitu fikosianin (zat warna biru). Selain fikosianin, terdapat pula zat warna lain yaitu : -Zat warna hijau (klorofil) -Zat warna merah (fikoeritrin) -Zat warna karetenoid, yaitu gabungan pigmen orange, merah, dan kuning. Fikosianin dan fikoeritrin tergolong peigmen fikobilin. 4) Alat Gerak Umumnya ganggang hijau-biru tidak dapat bergerak pindah, tetapi beberapa jenis ganggang hijau biru yang berbentuk benang dapat bergerak maju mundur. 5) Habitat Dapat hidup di segala macam habitat. 6) Perikehidupan 1. Hidup bebas.

2. Hidup membentuk koloni. 3. Hidup bersimbiosis mutualisme. 4. Ada pula yang hidup sebagai parasit. 7) Reproduksi Ganggang Hijau Biru a. Pembelahan sel Sebagai organisme prokariotik, ganggang hijau biru membelah dengan pembelahan biner, baik sel tunggal (organisme uniseluler) maupun sel penyusun filament (benang) akan bertambah banyak. b.Fragmentasi Fragmentasi dilakukan oleh ganggang hijau biru berbentu benang dengan fragmentasi (pemenggalan) filamen yang panjang akan terputus menja di dua atau lebih benang pendek yang disebut yang disebut hormogonium. Setiap hormogonium akan tumbuh menjadi filamen baru. Tempat pemutusan filament adalah sel mati yang terdapat di antara sel penyusun filamen. c. Pembentukan Spora Jika kondisi buruk, misalnya kurang air, di antara sel-sel ganggang hijau biru ada yang dapat membentuk endospora, seperti pada bakteri. Dindingnya menebal, dan ukuran sel membesar. Bentukan ini disebut sebagai akinet, misalnya pada Nostoc. Peranan Ganggang Hijau Biru dalam Kehidupan Manusia

a. Menguntungkan
Dalam ekosistem perairan, terutama perairan tawar ganggang hijau biru adalah komponen fitoplankton yang merupakan makanan utama bagi ikan sehingga berperan penting dalam perikanan. Dalam bidang pertanian, beberapa jenis ganggang hijau biru yang hidup bersimbiosis dengan tumbuhan lain mampu mengikat N2 bebas dari udara sehingga membantu menyuburkan tanah pertanian. Contohnya anaebaena cycadae hidup bersimsiosis dengn pakis haji. Namun, ganggang Nostoc communae mampu mengikat N2 walau tidak bersimbiosis dengan tumbuhan tertentu. Ganggang hijau biru ada pula yang berguna sebagai makanan yang bergizi tinggi,contohnya spirulina.

b. Merugikan
Beberapa ganggang hijau biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun. Racun yang terlarut di dalam air dapat meracuni organisme yang meminumnya. Banyak biri-biri mati setelah minum air telaga di Australia. Ini merupakan sifat merugikan ganggang hijau biru.

Sifat merugikan lainnya adalah ganggang ini dapat tumbuh di tembok dan batu, sehingga tembok akan mudah lapuk. Demikian pula bangunan candi dari batu yang banyak terdapat di Indonesia banyak yang terancam menjadi lapuk karena ganggang. Penutup Demikianlah makalah monera yang telah kami susun. Yang berisi tentang seluk beluk dunia Monera dan peranannya bagi kehidupan. Banyak Monera yang membawa keuntungan, tapi banyak juga yang membawa kerugian bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme lainnya. Bakteri yang bermanfaat kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan bakteri yang merugikan semoga dapat kita hindari. DAFTAR PUSTAKA Prawirohartono, Slamet dan Hadisumarto, Suhargono.1996. Sains Biologi-1a. untuk SMU kelas 1.Jakarta : Bumi Akasara. Ibayati, Yayat dan Kurniasih, Melani. 2000. Prestasi Biologi. SMU/MA kelas 1.Bandung: Ganeca Exact. Sudjino dan Sembiring, Langkah. 2006. Biologi. Kelas X Semester untuk SMA dan MA. Klaten: Intan Pariwara. Soemarso, Soedarjatmo dkk. 2000. Biologi. Kelas 1 Cawu 1 SMU. Surakarta: Intan Pariwara. Saktiyono. 1999. Seribu Pena Biologi. SMU kelas 1. Jakarta : Erlangga. Syamsuri,Istamar dkk. 2004. Biologi. Untuk SMU kelas X. Malang : Erlangga.