Exploring Everything, Everywhere...

Home

MONDAY, MAY 6, 2013

ALPHABET "S" KNOWLEDGE
Beberapa minggu yang lalu Farras senang mengamati siput, akhirnya kalau pas aku belanja pagi-pagi dan Farras sudah terbangun, aku ajak sekalian sambil mencari-cari siput di dahan-dahan tanaman yang masih basah karena embun. Suatu saat kami pernah bertemu dengan siput-siput dalam jumlah banyak, ada yang masih kecil dan besar. ketika berjalan-jalan pagi dengan ayah, Farras membawa kerumah siput yang hidup di air yang berwarna hitam, kami memeliharanya sampai sekarang. Rasanya lama-lama terpikir olehku untuk mulai mengnalkan alfabet pada Farras. Karena sedang suka siput,aku carikan lembar mewarnai mengenai siput yang dapat diunduh gratis di internet. Kebetulan siput ini berawalan huruf sama dengan "snail".

mewarnai gambar siput dan Alfabet "S"

Farras senang bermain dengan playdough warna-warni, Farras membuat gulungan dari playdough warna-warni sesuai keinginannya, aku membantu menggulung hingga membentuk seperti siput dan diberi antena

membuat siput dari playdough warna warni

siput berbaris menurut jalur "S" ^_^

salah satu yang menarik adalah mencari mainan huruf "S" diantara mainan yang berserakan....^_^

Alfabet hunt...mencari huruf "S" diantara mainan ini

Karena sedang menyenangi siput, sebelum tidur Farras senang dibacakan buku tentang siput. Buku ini aku belikan sewaktu umur Farras belum genap setahun. Aku bahkan pernah lupa telah memiliki buku ini. Karena Farras suka iseng membongkarbongkar buku di tumpukan gudang, ketemulah buku ini. Wajahnya senang bukan main, dan selalu ingin dibacakan. Sambil membaca kadang kuajak Farras mencari huruf "S" diantara kata dan kalimat di buku.

Mencari huruf "S" diantara kata-kata di buku

Posted by RoseFact at 11:59 AM No comments: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: 3 tahun, alfabet, fun activity, huruf, kognitif, motorik halus

Reactions:
FRIDAY, APRIL 26, 2013

They said, its terrible two… (Leading Into Preschooler)
*intro* Terlalu lama bergelut dengan facebook dan pinterest, jarang baca buku..idealis beli buku ini itu, tapi Cuma teronggok sia-sia.. susah merangkai kata-kata lewat tulisan.. suka nyalahin bukunya ngga oke, ngebosenin (padahal inisiatif sendiri belinya!!), penulisnya terlalu jual nama, terlalu teoritis (coba kalo suruh nulis buku sendiri!!ha..ha..).tunggu dulu!!!what happen with me?? cepat yah 3 tahun itu? Masa-masa pra sekolah dimulai. Oyah??apa perlu aku menyekolahkan Farras??banyak yang heboh menyekolahkan di usia sedini ini.aku kok nyante banget yah???kadang merasa bersalah juga meninggalkan Farras dengan orang lain. Apalagi orang itu tidak ada passion sama sekali dengan anak-anak. Rasa bersalah itu terkadang menggodaku untuk menempatkan Farras di institusi bernama playgrup ato taman bermain. Tapi disisi lain aku bangga..aku punya keyakinan bahwa pendidikan tidak harus disekolah. .Aku yang tidak punya pengalaman sebagai ibu ini, dengan ilmu pas-pasan ini berusaha semaksimal mungkin memberikan stimulasi yang

Farras sudah memahami instruksi dan perintah. Perkembangan kognitif Farras sudah paham hampir semua jenis warna. ini yang aku amati saja. Harus ekstra sabar dan kreatif menyuapi Farras.ma.aku sendiri kadang galau harus bagaimana lagi membujuk Farras doyan makan. tapi masih kagok mempelajari bentuk. Tapi untungnya angka 13 kg itu tidak menurun.. Berdoa sebelum tidur.subhanallah banget rasanya… 2. Sudah paham kalo mau sholat harus wudu dulu.ja. aku ingin menuliskan perkembangan Farras 3 tahun belakangan. Ternyata kalo ditulis dengan sepenuh hati. Aku mendampingi saat memecahkan telur dan menggoreng di kompor... Aku banyak belajar dengan Farras. paling seneng ayam goreng. aku rajin mencatat aktivitas Farras dijurnal harian. THE MILESTONE 1.. Makannya susah betul.sa sudah bisa dikenal Farras. Tulisan kubikin segokil mungkin agar tidak terkesan membosankan.disini kesabaranku banyak diuji.wah.he.. dan bisa membuat aku sendiri yang membaca cengir cengir mengimajinasikan tulisan. dengan BB kurleb 13 kg. Aku ingin membacanya lagi kalo sudah punya cucu!!he. Kadang kalo mood Farras bagus.masa-masa anak usia 2-3 tahun sering disebut masa-masa terrible two... Kalo sekarang-sekarang masih jadi pendukung loyal Thomas and Friends dan Angry birds. atau membuat mainan sendiri sesuai dengan tujuan yang jadi keinginanku (kadang males belanja atau memang tidak tersedia).dari jurnal harian inilah terkadang membuatku semakin pede tidak memaksakan Farras untuk sekolah. belum lagi kalo bosen duduk. Terkadang aku mulai dengan passionnya apa dulu. Untungnya.tinggi hampir 90 cm..mengekspresikan lewat gambar. Makan mulai pilih-pilih. doa buat orang tua yang kadang kalo Farras bacain sehabis “sholat” bikin hati mama meleleh haru. Setidaknya aku mulai berinisiatif merancang-rancang kegiatan untuk Farras kalo sepulang kerja.tepat pada Farras. Saat menyuapi adalah saat paling stressful (mungkin ini berakibat Farras jadi jail ngemut makanan yah). jurnal harian itu bisa panjang ceritanya untuk kegiatan sehari. aku makin dekat dengan Alloh. Aku mulai dari situ. Perkembangan dan pertumbuhan fisik Ukuran badan Farras termasuk imut bila dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. well. Belajar memahami anak-anak. seperti ba. Beberapa huruf hijaiyah. Kalo mood ku sedang bagus. Membuang sampah sudah pada tempatnya . Farras berjalan kesana kemari sambil mengunyah makanan. dia minta sendiri goreng telor dadar. Berburu referensi atau mainan..

mencocokkan warna jelly dengan kertas origami memahami beberapa huruf hijaiyah .

mengelompokkan berdasarkan warna dan karakter pura-pura jadi keong ..grouping.

he. "aku."bukan .hi. menegur tamu (bahkan kadang-kadang sok akrab.hi. Senang meniru tokoh tokoh tertentu di vcd yang ditontonnya atau tingkah laku teman-temannya (Farras benar-benar detail kalo menirukan ekspresi. ngamuk-ngamuk agar kemauannya harus dituruti..menggambar Angry Birds 3. Belum memahami konsekuensi dari perbuatan... Kadang masih belum bisa membedakan benda milik pria dan wanita. Malu bertemu orang yang disukainya.. Senang bersahabat dengan siapapun.).aku. Perkembangan emosional dan social well. Farras kadang tidak stabil. mudah frustasi kalo apapun yang dicobanya tidak memuaskan.. Sudah bisa belajar berbagi.. sekarang pakenya..he.). Mnegenal empati (meluk mama kalo mama lagi sakit dan nangis).. Posesif terhadap barang dan mama ^_^ (lengkeeettt banget)..

Berterima kasih jika dibantu atau dikasih makanan. Huruf "r" masih terucap "l". sudah mampu mengoperasikan mainan. terkadang "membaca" sendiri dengan kata-kata yang diingatnya.). Senang berkegiatan diluar. Mengungkapkan keinginan dan perasaaannya. Sudah hapal anggota tubuh. Senang dibacakan buku sebelum tidur. bahasa. maaf berarti menghinakan diri.Paling membenci perpisahan dengan orang tuanya. Aku tumbuh dilingkungan dimana bahasa "maaf" itu sangat langka. Farras langsung meminta maaf. FEBRUARY 8. apalagi Farras sedang aktifaktifnya. Ingin menceritakan semua apa yang dia alami. prasangka. Perkembangan bahasa KOsakatanya bertambah. dan semua ini akan cepat berakhir. melompat dan berlari bersama temannya.memakai baju dan celana sendiri. Bersepeda dengan lancar. begitu juga dengan mengasuh anak. 2013 MAAF YA MA. terrible two. 5... aku telah melihat "kedewasaannya". banyak kesalahpahaman. dia akan bertanya ini gambar apa. anakku akan tumbuh cepat. fun activity. Terkadang hidup dan rencana tidak berjalan mulus. kosa kata. Bolehlah dibilang ahli beragama. masih tersendat-sendat kalo bercerita. Perkembangan sensorik dan motorik sudah mulai bisa makan sendiri."yayash. tidak senang diperingatkan dan terkadang berakhir dengan membuatku kesal. Tidak heran. Terkadang rolling diatas tempat tidur. milestone. tapi untuk mengamalkannya belum betul-betul bisa dikatakan ahli beragama. motorik kasar. asyik membuat menara yang tinggi dari lego atau membuat pesawat terbang. . putus asa pernah kualami. bahwa aku tidak pernah sendiri. dan belum genap 3 tahun. kognitif. Apapun salah yang telah dilakukan Farras. memanjat. toddler Reactions: FRIDAY. mencuci tangan sendiri. Ma?". kritis-kritisnya meniru. sosial dan emosional.. "tadi sholat apa namanya. Minta maaf jika melakukan kesalahan atau menjahili teman-temannya. Rasa kesal. Senang ketika dipuji. yang membuatku tidak suka. masih kesulitan melepas baju Posted by RoseFact at 2:12 PM No comments: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: 2 tahun... buat apa. dan curiga disana-sini. 4. bukan aku saja yang mengalami. jenuh.yayash" lagi. Sudah mulai kritis terhadap sesuatu (misal bertanya padaku.. Tapi aku sadar.atau kalau aku diminta menggambar keinginan Farras. sudah bisa bernyanyi dan menghapal lagu.MAAF. manusia disekitarku hidup dengan "falsafah kebenarannya".

Aku sudah betul-betul putus asa menghadapi Farras yang mogok makan. Selama makan. Atau suatu hari Farras memukul / berkelahi dengan temannya. yaitu dengan meminta maaf.(bayangkan mengejar-mengejar anak sambil membawa piring berisi nasi dan segelas air selama 3 jam!!!). Farras mau meminta maaf dan mengakui. Farras memahami kata-kata maaf. aku mencoba menerapkan teori "kursi nakal". dan selama beberapa kali mencoba. Dan aku senang kini anakku sudah mulai berani berbuat mulia. cara ini berhasil membuat Farras patuh dan nearly tanpa kekerasan. independen. pilih-pilih makan. kreatif. aku memang harus ekstra sabar menungguinya untuk tetap duduk dimeja makan. Maaf tidak akan menghinakan seorang manusia tapi maaf akan mengurangi kesalahpahaman dan konflik. lebih sabar. marah tidak terkontrol. 2012 MENGAJARI ANAK MENJAHIT Bayangkan suatu hari putera puteri kita lebih mandiri. Akhirnya. toddler Reactions: FRIDAY. attitude. begitu juga kalau sedang ribut dengan teman-temannya. menghargai sebuah karya seni adibusana. menghargai alam dengan memanfaatkan bahan dan pakaian bekas. NOVEMBER 16. adalah habit training yang ingin kutanamkan pada Farras. menghargai budaya. dan makan dalam waktu yang sangat lama. Suatu saat aku membuka-buka kembali buku "supernanny" yang dikarang Jo Frost. mendefinisikan kesalahannya. menjahit dapat mengajarkan anak-anak akan . Terima kasih Joanne Frost. Aku tidak bisa terus-terusan menangis dalam hati putus asa. Maaf. sebagai bonusnya. terrible two. dan jika Farras mulai bertingkah..Aku tidak pernah percaya teori sebelum aku membuktikannya sendiri. Posted by RoseFact at 3:03 PM No comments: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: 2 tahun.yah.aku cukup memperingatkan terlebih dahulu tidak langsung mendudukannya di "kursi nakal". Dengan maaf inilah keberanian mengakui kesalahan bisa tumbuh.. aku mengikuti saran Jo Frost. sosial dan emosional. percaya diri. bahkan dapat menghasilkan uang sendiri. merusak barang-barang dirumah.

konsentrasinya perlahan akan bertambah.. usahakan tidak memaksa anak untuk berlama-lama belajar menjahit kecuali mereka yang meminta. jika ingin membuat sesuatu pola pilihlah yang sederhana terlebih dahulu. karena akan banyak dijumpai kesalahan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengjari anak menjahit: 1. Menjahit adalah salah satu cara anak meluapkan semua ide-ide di kepalanya yang tanpa si anak sadari dengan menjahit itu pula motorik halusnya terasah. Anak yang sudah mandiri akan berbeda pula cara belajarnya dengan anak yang masih dependen. seperangkat alat jahit untuk anak :) Lalu sejak mulai umur berapa sih anak diajarkan menjahit??Kristin linkmengkategorikan proses belajar menjahit berdasarkan umurnya.. 2. anak-anak akan segera bosan kalo metode kita juga membosankan.semua itu. dan beri tahu cara menyimpannya agar tidak melukai. 5. 4. yaitu dari umur .ternyata. bersabarlah. 6. konsentrasi anak 3 tahun akan berbeda dengan anak 7 tahun. 7. biarkan anak memilih jenis benang sendiri. Wow. Mengapa harus memusingkan anak yang belum bisa membaca?menulis? mungkin kita hanya belum bisa menemukan jalannya. pemahaman. beri penjelasan pada anak-anak bahwa benda-benda jahit itu bukan mainan dan harus digunakan dengan hati-hati disertai pengawasan. sebab kemampuan motorik. Sebaiknya gunakan jarum yang ujungnya tumpul atau terbuat dari plastik untuk anak dibawah 5 tahun. 3. Utamakan keselamatan anak.jangan lupa. salah satu keahlian yang diperlukan untuk menulis dan membaca dengan “benar”. Ajari anak cara mnggunakan benda-benda tajam seperti gunting atau jarum. ketika anak mulai belajar menjahit. ketrampilan menjahit ini adalah salah satu jalan agar anak lebih berkonsentrasi. Mnegajari anak menjahit anak usia dini dengna anak diatas 7 tahun sangat berbeda.

1 ½ tahun hingga 4 tahun ke atas. Untuk 2 tahun ke atas. atau benang wol tebal melalui lubang-lubang tersebut. menjahit karton bekas mengenalkan bentuk sekaligus belajar menjahit . Kristin mengajari anaknya menjahit menggunakan karton tebal yang telah dilubangi sisi-sisinya kemudian anak memasukkan benang. Awalnya anak merangkaikan potongan pasta pada sebuah benang tebal yang diujungnya telah terpasang jarum tumpul. atau tali sepatu kecil.

jika dirasa kepercayaan diri anak bertambah.menjahit pada piring stiroform yang sudah dilubangi perforator memakai pita. diusia ini anak bisa diperkenalkan jenis-jenis kain dan alat-alat serta aplikasi yang biasa digunakan untuk menjahit seperti kancing.jenis-jenis jahitan. anak bisa "ditantang" menggunakan peralatan jahit yang sesungguhnya. menjahit pada karton berbentuk hewan menjahit jelujur pada kartu bergambar hewan . good for pre-sewing Untuk 3 tahun ke atas.

mengkombinasikan jahitan jelujur dengan kancing???indah ya???plis.sabar untuk menghasilkan karya sekeren ini ^_^ membuat bunga .wow..

kemudian anak menjahit di atas garis-garis gambar tersebut.semangaaaat!!! Untuk anak 4 tahun keatas.well. menusukkan benang pada kain berbentuk segitiga ini benar-benar mnguji konsentrasi. Cara yang menyenangkan untuk mengenalkan huruf bukan?? . anak dapat "menjahit" pada inisial namanya atau bahkan namanya sendiri.. anak diminta menggambar sesuai keinginannya.

a homeschool mother. Dalam blog Snipeety gibbet. Kristina Seleshanko. cara mengikat simpul benang dan memasangkan benang pada jarum. anak-anak diajak belajar mengenal alam sekaligus menterjemahkan apa yang mereka dapat dari alam ke dalam sebuah karya jahit . seorang guru SD. Saat memotong ini. Kristina membuat garis pada kain yang akan dipotong dan anaknya tinggal memotong mengikuti garis yang sudah digambarnya.karya seni jahit Untuk usia 5 tahun keatas. anak diawasi benar-benar agar anak tidak terluka karena salah potong. mulai memberikan tips anak perempuannya cara menggunting dengan benar.

mereka belajar menusuk jelujur .anak kelas 1 menggambar sebuah bunga ketika berada di taman anak kelas 2 menjumpai seekor kucing dan menggambarnya pada kain jahit.

kepuasan pribadi. Jika anak mewarnai bersama teman-temannya. mengenal bentuk. 2012 IDE-IDE KEREN DENGAN FINGERPAINTING Finger painting atau mewarnai dengan jari adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak usia dini. DiantarAnya: 1. toddler Reactions: TUESDAY.Farras termasuk yang menyenangi aktivitas ini dan sekarang. tetapi bila kegiatan ini tidak dipaksakan atau diarahkan kegiatan ini membuat anak lebih rileks dan menyenangkan. Anak dapat berkreasi dengan finger paint. tetapi aku lebih memilih membuatnya sendiri karena lebih aman untuk anak-anak. banyak manfaat finger painting. Membantu meningkatkan perkembangan Personal. NOVEMBER 13. sewing. Secara umum. emosional dan bahasa anak.anak kelas 3 belajar mengenal bermacam jenis tusukan dan mengaplikasikannya pada kain jahit. sehingga dapat mempengaruhhi rasa percaya dirinya.motorik halus. mengenal hewan. mereka akan mulai saling bertanya. fun activity. Ada banyak jenis pewarna/cat lukis yang dijual dipasaran. maka proses ini dapat menjembatani komunikasi anak yang satu dengan anak yang lain. mengenal warna. 2. Posted by RoseFact at 12:22 PM No comments: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: craft. Farras sudah mengenal warna dengan lengkap. Membantu perkembangan Fisik proes mewarnai dnegan jari akan meningkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangan serta spatial awarness. Anak akan berdiskusi mengenai apa yang mereka gambar. menjahit.sosial. Finger painting juga mengembangkan kemampuan .

Mereka akan belajar menguji coba kombinasi warna mbaru melalui pencampuran-pencampuran. Salah satu kegiatan mengenalkan sains dan seni Melalui finger painting anak akan belajar bagaimana cara mengekspresikan dirinya. Beberapa ide kegiatan asik dengan finger painting (well. ide-ide dalam pikirannya dan emosinya. untuk beberapa ide berikut perlu konsistensi finger paint yang tidak terlalu kental): mencetak daun mencetak dengan menggunakan ujung tumpul pensil-pensil yang diikat .motorik halus dan kasar tergantung area pengerjaannya 3. Anak bisa belajar mengenal tekstur warna dan bentuk.

spons. atau sikat . seperti kapas. plastik pembungkus barang elektronik.mencetak dengan menggunakan kertas karton bekas menggunakan mobil-mobilan untuk membuat pelangi menggunakan bahan-bahan lain yang ada dirumah.

anak dapat mengoles-oleskan es batu dnegan warna...ini nih yang pasti asik banget. menggunakan kulit kacang menggunakan pantat botol .

mungkin lebih oke memakai pewarna makanan agar tidak terlalu kental sehingga bisa menetes dari pipet menggunakan spons ...motorik kasar anak bisa terasah.kalo yang ini.. menggunakan pipet tetes.menggunakan penggiling adonan.

..lucu yah??? .menggunakan sisir untuk mengeksplorasi lebih jauh menggunakan tangan untuk membuat bunga membuat monster menggunakan tangan.

sesuai keinginan. cloth book bisa dibikin sendiri. 2012 Si "buku diam" yang bisa bikin smart Quite book adalah salah satu cara brilian dan kreatif mengasah kognitif anak. karena harus memikirkan tema per halaman sesuai dengan abjad dan bahasa indonesia (yang kadang suka dipaksakan . spserti sawi atau celery Posted by RoseFact at 1:52 PM No comments: Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: 2 tahun. tapi agar "hasilnya" bisa segera dinikmati. targetnya mau dibikin sekaligus dari A sampe Z. Quite Book bisa digunakan untuk mengenalkan anak dengan abjad. Quite book sendiri dibuat dengan material kain. motorik halus.terrible two. mengenal lautan. aku menyicil per 6-7 huruf dulu. dinosaurus. quitebook ini bisa menggali “si pemakai” untuk lebih smart karena mengasah logika. Kalau aku dulu terila-gila dengan cloth book alias buku kain. angka. kebun. Seperti smartphone. mengenal warna. yang paling sering aku jumpai dari kain flannel. kanvas. coloring. karena tidak memerlukan keahlian menjahit yang njlimet Untuk yang kurang familiar dengan mesin jahit bisa dijahit tangan. sampai “tega” membeli cloth book jumbo seharga 150ribuan. melatih motorik halus dan konsentrasi anak dengan cara yang fun. atau perca dan dalam satu buku biasanya mengangkat suatu tema. toddler Reactions: TUESDAY. Lumayan keteteran. agak menyesal karena kelihatannya Farras yang masih bayi kurang berminat. dan ternyata yang semakin geregetan dan bikin ngga bisa tidur. aku mencoba membuat quite book dengan tema alfabet. fun activity. dan tidak membuat Farras cepat bosan karena buku terlalu tebal. misalnya mengenalkan abjad. tapi memang memakan waktu dan kadang bisa terancam bosan. Membuatnya pun sebenarnya sangat mudah. khususnya untuk para batita atau balita. cloth book ini bisa dibuat dengan versi “advance” ato 3Dnya (gitu deh kalo aku boleh sedikit lebay).menggunakan sedotan yang dipotong jadi 5 ujungnya menggunakan ujung sayuran. OCTOBER 23. huruf. Ternyata setelah dikulik-kulik lebih jauh. Kali ini disela-sela waktu luang. motorik kasar. transportasi dan masih banyak lagi.

^_^) namun tidak tumpang tindih temanya dengan halaman lain. untuk menjahit aplikasinya aku menggunakan tangan. sehingga jahitannya agak kacau. terutama ketika menggunakan mesin jahit untuk menggabungkan halaman-per halaman. ayo kita petik apelnya sambil berhitung!!! mengenalkan bentuk . Karena terkadang harus menahan kantuk. mesin jahitku mogok karena terlalu tebal jahitannya. ada yang dibikin asal-asalan. dan kain flanel untuk aplikasinya. material tambahan lainnya yang aku gunakan:kancing ceplik. velcro. kancing biasa warna-warni. dijahit feston. Aku menggunakan kain kanvas untuk dasar buku. risleting.

well.yang paling susah mencari tema huruf C dan F. Akhirnya jadilah ini (kalau masih bisa disebut gambar babi ^_^) . minta saran ke ayah gambar babi yang oke. tapi bisa memuat ide edukatifnya. yang baru ngeh kalo maknanya sama dengan celengan (^_^).karena celeng = babi (jawa) terpikirlah Piggy bank. Akhirnya ketemu tema "celengan". Bingung membuat blue print gambar babi.

berburulah aku foto di dompet ayah ^_^ membuat pita .mencari bayangan daun yang tepat menyusun es krim sesuai rasa yang diinginkan untuk huruf F akhirnya aku putuskan menggunakan tema "foto" yang dibingkai. karena malas mencari foto-foto di album.

(f) melatih menggunakan bahan secara ekonomis dan hemat. B. (f) merekayasa bentuk lama menjadi bentuk baru dengan fungsi baru. Prosedur pembuatannya pun dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: (a) membuat pola geometris dengan ketepatan ukuran (precission) kemudian disusun dengan menempelkan pola satu persatu sehingga menjadi bentuk utuh. sehingga anak hanya mencoba dan mempraktekkannya sendiri.MEMBENTUK DAN MANFAATNYA BAGI ANAK USIA DINI MEMBENTUK DAN MANFAATNYA A. Isi dan cakupan kegiatan membentul terdiri atas: (a) menyusun atau merangkai. (c) melatih kemampuan ketepatan. Anak usia dini tumbuh berkembang dari belajar memahami bentuk global sampai pada bentukbentuk yang rinci (detail). sedangkan bahan yang berupa kain dapat dijahit kemudian diisi dengan kain perca. Bentuk kolase ini dilakukan dengan tujuan tertentu atau sekedar disusun untuk mencapai keindahan murni. dan memahami bentuk secara cepat. Penyusunan benda sebagai komponen ide keseluruhan menggunakan bermacam-macam media dan cara seperti: memberi lem atau perekat. pikiran dan perasaannya. mengikat. (d) menempel. atau figur binatang ataupun makhluk kreasi.PENGERTIAN DAN CAKUPAN MEMBENTUK Kegiatan membentuk adalah membuat bentuk. merasakan hingga menangkap objek secara detail. padat untuk dipahat seperti sabun atau keras seperti kayu. mulai dari kegunaannya untuk belajar. (h) melatih memanfaatkan benda limbah menjadi benda baru untuk permainan. Kecakapan visual atau sering disebut intelegensi visual (visual Intelligence) adalah kemampuan menanggapi. Konstruksi Istilah konstruksi dapat diartikan sebagai menyusun komponen-komponen atau benda-benda menjadi suatu kesatuan yang berfungsi praktis maupun seni. (g) melatih mengembangkan rasa keterpakaian tinggi. Kolase Kolase atau menyusun benda-benda secara bebas bertujuan untuk melatih kreativitas. (d) melatih kreativitas. maupun kesenian dan benda-benda terapan. Biasanya kemampuan pemahaman anak tentang bentuk jarang diketahui oleh orang tua atau pendidik. Untuk mempersiapkan latihan membentuk. Bentuknya bisa berupa boneka. (e) melipat. anda diminta menyediakan media yang berbentuk liat. Kemampuan pemahaman bentuk berkembang seiring dengan perkembangan otak. (e) melatih kepekaan rasa indah. Tujuan kegiatan membentuk pada pendidikan seni rupa untuk anak usia dini adalah (a) melatih pengamatan. mengonstruksi benda. Manfaat kemampuan memahami bentuk sangat banyak. 3. cair (liquid) untuk cor seperti lilin panas. Membutsir . batu dan mengonstruksi benda-benda limbah dan karton atau kardus bekas pembungkus makanan. dan menjahit. (b) melatih kecermatan dan ketelitian. memaku. 4. (g) mencetak dan mengecor. (c) memahat. kapas atau spon/busa. Memotong dan Menempel Suatu bentuk yang berisi (ber-ruang) dapat dibuat dengan cara memotong dan menjahit. 1.GAMBARAN UMUM Tujuan utama mempelajari keterampilan membentuk anak usia dini adalah mengembangkan kecakapan visual dan peningkatan kualitas rasa seni melalui berkarya dan mengamati lingkungan sekitar. baik bentuk terapan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun bentuk-bentuk yang kreatif sebagai karya seni murni. kapuk. kotak sabun yang berukuran relatif besar disusun langsung sesuai dengan kreasi pada saat mengerjakan. (b) kardus bekas pembungkus makanan seperti mie instan. (b) membutsir. 2.

dan meremas kertas lalu membentuknya kembali merupakan karya rupa tiga dimensi yang ekspresif. Terdapat 3 macam bentuk klise (1) klise untuk mencetak hilang artinya klise tersebut akan rusak setelah dilakukan pengecoran.. . . Penyelesaian karya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut: (1) Karya dibiarkan tanpa warna. atau buah yang dibagi dua). dan adonan kue. misalnya klise kue. Kecakapan ini disebut dengan kecakapan berketerampilan hidup.They begin by pushing. bertahap dan teratur serta linear. (3) klise tetap yaitu klise yang relatif dibuat untuk mencetak. Kegiatan membentuk dimulai dari mengamati benda 3 dimensi. tanah biasa. Mengecor Kegiatan mengecor ini dapat dilakukan dengan bahan tanah liat. Prinsip mengecor adalah membentuk dengan membuat klise (model cetakan) terlebih dahulu. Melipat Istilah melipat dapat berupa kegiatan meremas bahan kertas kemudian disusun kembali menjadi karya seni rupa tiga dimensi. sehingga masing-masing bagian pekerjaan menghendaki kinerja yang teratur dan rasional. 5. Memahat Memahat adalah membentuk benda menjadi karya seni atau mainan anak dengan menggunakan pahat. (2) klise alam seperti kulit buah-buahan yang sederhana. Pada proses mengamati. mencoba menirukan dan kemudian mengkreasi. (Contohnya: kulit tanah. tangan. 6. gips. Anak mengajak berbicara benda-benda di lingkungan sekitarnya dan kadang dianggapnya seperti teman. Pada masa ini kegiatan melimitasi bentuk masuk ke dalam kegiatan permainannya. misalnya klise tanah dengan menggali langsung ditanah. karya pertama yang dilakukan adalah membuat pola-pola seperti menggambar. Pengembangan Fungsi Otak dan Rasa Keterampilan membentuk memerlukan koordinasi mata. ketika anak-anak diberi kesempatan memegang tanah liat.(tt. Lansing (tt) menjelaskan. Selain itu keterampilan membentuk dengan menyusun akan melatih rasa keindahan. yaitu warna asli dari warna kertas. 2. Sedangkan fungsi otak kiri. lilin. Pengembangan Keterampilan Teknis Kecakapan Hidup Secara tidak sengaja kegiatan pengembangan membentuk yang diberikan kepada anak akan membutuhkan kecakapan yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan hidup. klise tersebut dapat berupa model yang sudah ada kemudian diberi bahan tuang seperti yang telah disebutkan. dan rasa yang dimotori oleh kinerja otak. Melipat sendiri telah dikenal dengan metode origami. batu atau sabun batangan. 1.. Fungsi otak kanan adalah mengembangkan cara berpikir acak atau tidak teratur dengan rasa atau intuitif serta mampu mengembangkan berpikir abstrak dan holistik.Kegiatan membutsir adalah menempel sedikit demi sedikit bahan liat dan lunak menjadi bentuk kasar dan kemudian dibentuk dan diperhalus dengan cara mengurangi atau menambah sehingga lebih terasa padat. Bahan yang dipahat bisa berupa: kayu. pounding. Koordinasi otak kanan dan kiri tersebut akhirnya mempengaruhi keterampilan yang diperoleh. kegiatan mengamati bentuk 3 dimensi bukan merupakan kegiatan yang mudah terutama bagi anak..MANFAAT MEMBENTUK Lansing menjelaskan bahwa kegiatan membentuk sangat diperlukan bagi pengembangan anak secara menyeluruh.146). (2) Mengeringkan terlebih dahulu karya yang telah dibentuk kemudian diberi warna dengan menggunakan cat. Origami merupakan seni melipat kertas untuk membentuk karya tiga dimensi. and breaking the clay for the sheer enjoyment of tactile and kinesthetic sensations. Mengenal Benda di Lingkungan Sekitar Kenneth M. 7. akan dapat dipergunakan untuk menyusun atau menata dan mengatur perabot rumah tangga. mengajarkan berpikir sekuensiak. C. 3.

7. Bisa juga hanya berupa adonan dengan pencampuran lem. Tepung Gandum Pertama buatlah adonan terlebih dahulu seperti membuat adonan kue jika akan diselesaikan dengan pengepanan (di masak sesungguhan).Menyiapkan Bahan dan Peralatan 1. 3.MEDIA DAN TEKNIK MEMBENTUK A. sehingga bahan ini mudah dibentuk. Bubur Kertas 6. Secara tradisional dapat dillakukan dengan memukul-mukul sabun tersebut hingga pipih seperti lempengan dan selanjutnya disempurnakan dengan pijatan tangan secara langsung. Cetak dan Cor Lilin Membuat klise cor berbentuk kepala boneka yang sudah rusak badannya. 5. Sabun Batangan Teknik membentuk dilakukan dengan cara mengeruk. mengurangi dengan benda tumpulpipih atau alat mematung yang disebut dengan sudib. Limbah Serbuk Kayu Serbuk gergaji ini biasanya dibuang atau dimanfaatkan untuk bahan bakar dengan cara dipadatkan terlebih dahulu. Cara membuat agar abu tersebut menjadi liat adalah mencampurnya dengan lem (kayu atau kertas). Sediakan serbuk pasir atau abu gosok yang halus dengan cara menyaring dengan kain kasa atau alat penyaring. Cara lain untuk membuat lempengan adalah dengan menekan (press) sabun tersebut sehingga berbentuk tipis. Tanah Liat dan Tanah Keramik Jika bahan dasar tanah liat tidak dapat dijumpai. pendidik dapat memodifikasi dari bahan abu kayu atau abu gosok. . Pada kesempatan ini serbuk tersebut akan dibentuk sesuai dengan selera atau dibuat padat agar mudah mengering dengan cara memberi lem kayu atau lem kertas sehingga pada suatu saat mengering. 2. 4. Was atau Plastisin Cara menggunakan was atau plastisin adalah dengan cara diremas terlebih dahulu agar bahan menjadi lunak dan lembek namun liat.

2. Ruangan atau tempat pasir putih tersebut minimal berukuran 2 x 2 x 0. benda-benda patung atau pun kepala boneka atau mangkuk kertas bekas yang diremas. tetapi pisau pahat yang dapat digunakan untuk kegiatan cetak cuki. Kayu Kayu merupakan media bahan yang sangat umum dipergunakan sebagai bahan pembuatan patung. Untuk itu anak harus jeli memilih bahan yang sesuai dengan jenis dan juga ide serta gagasannya. binatang dan gunung.Campurkan lem kayu atau lem kertas dan diremas untuk menjadi liat (moulding) dari tanah pasir atau abu gosok. b. Sedangkan yang jenis klise yang kedua.Bahan Cair Model ini menggunakan klise cetak terlebih dahulu. Untuk pembentukannya diperlukan alat yang dapat berupa pisau ukir (pahat) atau menggunakan pisau yang tumpul dengan cara diukirkan. Batu kapur ini sifatnya empuk maka bentuk patungnya sulit untuk dibuat rapi seperti batu hitam yang biasa dibuat patung. B. seperti gips. orang. dan korosi kimia. Mematung dengan teknik konstruksi. . Kegiatan latihan mematung pada anak usia dini dapat dikelompokkan ke dalam dua teknik. Terdapat dua jenis klise cetak cor: a cire perdue. Adonan tadi dicetakkan ke dalam kardus bekas. dan klise tetap. Sedangkan pasir yang digunakan dapat berupa pasir putih yang relatif bersih dan dapat ditempatkan di dalam ruangan khusus.Bahan Padat dan liat Menginterpretasi dan meniru (mengimitasi) bentuk alam seperti: buah-buahan. LATIHAN MEMBENTUK 1. yaitu sekali dipakai akan rusak.45 meter dan kegiatan bermain membentuk dengan pasir dapat dilakukan secara berkelompok. Membentuk dengan pelatihan mengimitasi dapat dilakukan dengan menyediakan model atau objek yang akan dimitasi atau dicontoh. seperti batu. yaitu mematung dengan cara menyusun potongan kayu yang sudah menjadi potongan-potongan kubus atau sering disebut dengan balok-balok yang terdiri dari persegi panjang. yang nantinya akan dijadikan sebuah patung dengan cara di pahat menggunakan pisau pahat. Mematung dengan teknik memahat. Karya ini mudah rusak dan bentuknya pun kurang tajam (ekstrim). 11. 8. segitiga. Anak diminta memilih bahan padat yang akan dibentuk ataupun sekedar menyusun kembali bahan padat yang ada di lingkungan sekitarnya. yaitu disediakan kayu yang masih berbentuk global. 9. atau kayu limbah. Patung Pasir Bahan pasir adalah media yang paling murah dan mudah. kerucut. (seni grafis) yang menggunakan hard bord atau tripleks. semen atau jenis yang lain yang tidak mudah rusak karena air. harus dibuat dan dikerjakan dengan teliti ketepatannya. Jenis yang pertama sering disebut dengan klise cetak hilang. yaitu: a. karena setiap terbentur benda tumpul batu kapur mudah rontok sedikit demi sedikit. setengah lingkaran dan lain-lain. Batu Kapur Batu kapur bersifat agak empuk maka cocok untuk media karya bagi anak usia dini. Kertas Bekas Limbah kertas dapat dimanfaatkan secara langsung dengan cara melipat kertas untuk membentuk binatang. namun hasil pembentukkannya kurang memuaskan.Menginterpretasi Bentuk Alam a. b.Menciptakan Bentuk Kreatif Menciptakan bentuk yang kreatif adalah menciptakan bentuk-bentuk yang lain dari pada yang lain. Pisau pahat yang bisa digunakan bagi anak usia dini (khususnya anak usia 4-6 tahun) tentu berbeda dengan yang oleh pematung (seniman patung). 10.

Klik di sini untuk info detail.MENJAHIT MENJAHIT JERAPAH Mainan ini dapat merangsang motorik halus anak. Dibuat menggunakan cat non toxic yang aman untuk anak-anak. 11. maka membuat relief pada prinsipnya sama.Membuat Relief Jika menggambar adalah menggores dan menghasilkan bentuk dua dimensi. Cocok untuk usia 3 . Klik di sini untuk info detail. MAINAN KAYU . merangkai.Membuat Benda Terpakai Latihan membuat benda terpakai dapat dimulai dari menyusun. Harga Rp. Adapun tujuan melatih anak membuat relief adalah melatih kepekaan bentuk permukaan. 4. yaitu membuat tinggi rendah bentuk. (b) relief tinggi dengan meninggikan gambar sejajar dengan permukaan rata-rata.3. Dibuat menggunakan cat non toxic yang aman untuk anak-anak. barangkali untuk membantu penglihatan anak yang kurang jelas melihat perspektif.4 tahun. Cocok untuk usia 3 .000 Jumlah: 1 Beli perbesar gambar MENJAHIT KUCING Mainan ini dapat merangsang motorik halus anak.4 tahun. memodifikasi serta mengecor. 11. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dan memperkaya pengamatan dengan mengembangkan teknik perabaan.000 Jumlah: perbesar gambar 1 Beli . Terdapat 2 teknik memmbuat relief: (a) relief rendah yang menekankan gambar berada dibawah permukaan ratarata. Harga Rp.

Dibuat menggunakan cat non toxic yang aman untuk anak-anak. “Jangan salah sangka. penilaian menjahit pada anak adalah dia mampu mengoordinasi tangan dan mata dalam memasukkan dan mengeluarkan sesuatu dari sebuah benda.000 perbesar gambar Jumlah: 1 1 1 Beli Beli Beli Artikel tentang permainan MENJAHIT: Latih Ketrampilan Menulis Anak Dengan Menjahit. Harga Rp.Psi. 11. Klik di sini untuk info detail. anak laki-laki kok menjahit.000 Jumlah: perbesar gambar MENJAHIT BAJU Mainan ini dapat merangsang motorik halus anak. M. Atma Jaya. Prinsipnya.MENJAHIT SAPI Mainan ini dapat merangsang motorik halus anak. Klik di sini untuk info detail. sambil berpikir agar tali atau benang terjahit semua. Harga Rp. Mengenalkan ragam mainan kepada anak-anak tidak ada batasan jenis kelamin. Kok bisa? Wah. Dengan memberikan kebebasan kepada mereka untuk bereksplorasi dan memecahkan masalahnya menjadikan menjahit sebagai cara yang efektif untuk membantu anak mempersiapkan diri memasuki jenjang sekolah. Menurut lulusan pasca sarjana UI ini. 17. Mengenalkan permainan menjahit kepada anak memiliki banyak manfaat dan keuntungan. Klik di sini untuk info detail. menjahit yang dimaksud adalah salah satu mainan bagi anak-anak yang kaya manfaat. Namun lebih pada proses anak dalam melakukan kegiatan tersebut. Cocok untuk usia 3 . Dibuat menggunakan cat non toxic yang aman untuk anak-anak. Dibuat menggunakan cat non toxic yang aman untuk anak-anak. S. . mengajarkan menjahit untuk anak-anak bukan mendapatkan hasil jahitan yang rapi. Cocok untuk usia 3 .4 tahun. termasuk cakap menulis. Harga Rp. Cocok untuk usia 3 .000 Jumlah: perbesar gambar MENJAHIT SEPATU Mainan ini dapat merangsang motorik halus anak.4 tahun.Psi dari Universitas Katolik Indonesia.4 tahun.” tegas Yapina Widyawati. Baik laki-laki maupun perempuan bisa dikenalkan pada beraneka permainan. 17.

demikian para mahasiswa Psikologi Atma Jaya memanggilnya. bisa juga disisipkan pela jaran matematika kepada anak. Semakin banyak lubang. HAKIKAT MERANGKAI DAN MERONCE 1.” urai Mbak Ina. Dalam menulis. edisi 19 Th II (5 – 18 Mei 2008). berarti koordinasi antara mata dan tangan sudah bagus. serta memperkirakan posisi sayur dan pendamping lainnnya. “Apabila anak sudah bisa memasukkan dan mengeluarkan jarum (tali) dengan baik. (dikutip dari tabloid MOM & KIDDIE. Karena kemampuan motorik halus anak sudah berkembang baik. sabar dan memupuk semangat untuk terus berjuang sampai mampu melakukannya dengan baik. menumpuk. konsentrasi yang dibutuhkan lebih tinggi. Kemampuan anak menggerakkan tangan juga dibutuhkan dalam permainan menjahit ini. Manfaat menjahit lainnya adalah untuk meningkatkan konsentrasi anak dan kemampuan logika. menyusun benda-benda atau pernik tanpa ataupun menggunakan teknik ikatan. Menjahit juga mampu mengajarkan anak untuk memecahkan masalah.” imbuhnya. Merangkai Kata merangkai sama dengan menyusun. “ Dalam permainan ini. Konsentrasi anak dalam memasukkan tali atau benang ke lubang adalah hal yang tidak mudah. Meronce Meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen tadi dengan utas atu tali. berarti menata dan menyejajarkan laik dan nasi. mainan ini bisa diperkenalkan kepada anak ketika usianya sudah di atas dua tahun. menyejajarkan. Permainan menjahit merupakan salah satu kegiatan kreativitas untuk anak dengan menggunakan tangan dan berfungsi untuk melatih ketrampilan motorik halus anak.Dalam permainan menjahit. yaitu menata. MERANGKAI DAN MERONCE BAGI ANAK USIA DINI “MERANGKAI DAN MORENCE BAGI AUD” PRINSIP MERANGKAI DAN MERONCE BAGI AUD A. berpikir kreatif. Anak-anak menyukai kegiatan ini karena menjahit merupakan hal baru bagi mereka. Menurut Yapina. yang dibutuhkan adalah koordinasi visual-motorik. Misalnya dengan menghitung berapa jumlah lubang. Kemampuan kelenturan tangan ini adalah dasar bagi anak dalam belajar menulis. Misalnya : menyusun lauk di atas piring. Dengan teknik ikatan seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama di . Cara memegang pensil dalam menulis hampir sama dengan memegang jarum (tali) pada saat menjahit. Secara psikologis ada aliran kepuasan tersendiri setelah berhasil memasukkan benang ke dalam lubang dan menghabiskan sisa benang yang ada ke semua lubang yang masih kosong. 2. koordinasi antara mata dan tangan juga harus baik.

Permainan Merangkai maupun meronce dapat berfungsi untuk alat bermain anak. maka tidak dapat dikatakan sebagai roncean. Dilihat dari konsep umumnya merangkai dan meronce mempunyai tujuan: a. Aspek ini yang menentukan bentuk akhir. sekaligus anak terlibat dalam bermain. aspek teknik. warna. 3. a) Melatih imajinasi melalui bentuk dan konstruksi bentuk dan bahan. Aspek Tujuan dan Fungsi Pembuatan Karya kerajinan seperti merangkai dan meronce mempunyai tujuan yang berbeda dengan melukis dan menggambar. jika merangkai secara bersama-sama. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar. . c) Melatih keajegan atau irama melalui urutan. Meronce haruslah dengan memperhatikan bentuk. d) Melatih rasa kebersamaan. Contoh tersebut dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu tali yang di rangkai dengan baik dengan menggunakan teknik simpulan mati ( yaitu tali simpul yang sulit diuraikan setelah disimpulkan) maupun simpul hidup yang mudah dibuka. benda-benda yang akan dirangkai tidak di tujukan untuk kebutuhan tertentu melainkan untuk melatih memperoleh kepuasan rasa dan memahami keindahan. anak diminta untuk menata makanannya didalam piring plastik yang sudah disiapkan oleh guru. Meronce dengan Ikatan Gaya Anyam Teknik lainnya dalam meronce adalah teknik anyaman. diantaranya adalah aspek tujuan dan fungsi. B. Roncean dengan simpul disebut dengan macramé kata yang diambil dari bahasa jepang berati menalikan. 1. Kreasi dengan komposisi Kemungkinan benda atau komponen lain dapat diminta oleh guru kepada anak untuk menyusun ala kadarnya. ASPEK MERANGKAI DAN MERONCE Kegiatan merangkai dan meronce memerlukan beberapa aspek atau pengetahuan dasar untuk membuatnya. sehingga tujuan bermain ini untuk melatih imajinasi atau bayangan anak tentangkonstruksi suatu bangunan. Seorang guru dapat meminta anak didiknya untuk membawa bekal makanan secukupnya. dan ukuran. Tekniknya sama dengan teknik macramé. serta kedudukan masing-masing benda terhadap benda yang lain. sebab simpul sebenarnya dapat dilakukan sekaligus 3 ikatan dalam satu ikatan. b. prinsip penyusunan dan penataan. Meronce dengan Ikatan atau Simpul Tali Susunan tali yamg mempunyai nada dan irama. namun tidak dimatikan. aspek penyelesaian. tingkatan. b) Melatih ketelitian melalui kecermatan merangkai serta menyusun benda-benda tersebut. aspek bahan. misalnya: ketika akan membuat roncean gelang manik-manik. Maka dengan meminta menata. 4. kotak sabun atau yang lain yang dibayanngkan dapat menjadi bangunan megah. Secara garis besar manfaat penataan ini adalah. e) Ekspresi atau mengutarakan pendapat melalui pengandaian bentuk untuk menyatakan keinginannya terhadap benda yang diminta. seperti: papan bekas.bandingkan dengan benda yang ditata tanpa ikatan. seorang anak yang kemudian membuatnya tidak diikatkan satu diantaranya sehingga mirip untaian bebas. Anak sengaja hanya bermain imajinasi saja.

b. Aspek keindahan dapat diajarkan secara langsung dengan berlatih. apakah berupa garis. bentuk serta pengikatnya. apakah anak telah mempunyai konsep penataan b. Keseimbangan dengan memperhatikan masing-masing ukuran.Kegiatan bermain bagi anak sebenarnya merupakan latihan untuk mengenal benda serta sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya melalui peniruan. hiasan serta ekspresi. Seorang guru ketika akan member contoh perlu mengklasifikasi: a. jika anak belum mempunyai konsep penciptaan. Aspek Keindahan Aspek keindahan dari merangkai dan meronce terletak pada cara menyusun benda-benda sebagai komponen rangkaian dapat menarik perhatian. Kesatuan. menata rangkaian yang sesuai dengan rancangan susunannya tidak mudah rusak. yaitu dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru. a. berdasarkan tujuan penelitian dan penciptaan. sebagai berikut. serta ketelitian dalam menyelesaikan tugasnya: a) Tidak mudah rusak b) Warna dan bentuknya sesuai c) Sesuai dengan tujuan penciptaan. menyusun. misalnya dengan warna panas dan dingin atau gelap-terang. Aspek kerajinan menuntut ketelitian yaitu usaha member pelatihan. tentang gagasan apa yang akan di tuangkan dalam rangkaian tersebut. Ketelitian yang di maksud adalah cermat dalam memilih bahan dan memilih bentuk yang akan di susun secara konseptual. Pemberian contoh diperlukan untuk mengasah pengamatan serta rasa. untuk itu guru senantiasa mampu memotivasi dengan beberapa anjuran. warna pengikat serta yang lain. c. besar kecil yang tersusun seperti irama music dengan rumus: 1) a-b-a-b-a-b dst atau 2) a-b-b-b-a yang dapat disusun berirama adalah warna. Irama adalah penyusun yang memperhatikan ukuran benda. apakah untuk kebutuhan praktis. . guru melanjutkan dengan beberapa pertanyaan tentang konsep tersebut c. 3. yaitu prinsip menyusun yang bertujuan agar susunan tersebut menarik. 2. Gubahan atau inovasi Merangkai dan meronce dapat ditujukan untuk melatih kreativitas. jika sudah.guru dapat memancingnya dengan pertanyaan. Seni merangkai ini lebih cendrung dikatakan sebagai seni bentuk dengan teknik merangkai dan meronce. Penataan ini menggunakan prinsip penyusunan seperti pada membentuk dan melukis. c. Aspek Kerajinan dan Ketekunan Aspek kerajinan meliputi kemampuan mengamati bentuk berdasarkan kegunaannya.

bulat. dll. maupun trapesium. Jenis Bahan Berdasarkan jenis dan bentuknya bahan merangkai dapat di kelompokan menjadi dua yaitu : bahan alami Contoh bahan alami misalnya : buah. Bentuk Tidak Beraturan contoh : bunga. lengkung tebal. penataan itu sendiri. ranting pohon. lengkung tipis. b . 2. limbah papan kayu lapis dll. kerucut. a. batang. Tujuan pelatihan ini adalah mengajak anak bersosialisasi di antara anak. c . . bagaimana dengan tugas yang diberikan kepada anak ? Latihan merangkai yang paling mudah diberikan kepada anak-anak ketika berada dalam kelas adalah menyusun makanan bekal diminta untuk di rangkai kembali dengan menyediakan piring plastik agar tidak mudah pecah. Bentuk Bahan Bentuk rangkaian bervariasi. komponen yang di tata. Bentuk Beraturan contoh : kerucut. cabang serta bebatuan. buah. Setelah di beri penjelasan. 1. b. KOMPONEN BENTUK DAN UJUD Ada dua unsur yang menentukan keberhasilan penataan (merangkai dan meronce) yaitu : a. trapesium. bahan artifisial (buatan) Contoh bahan artifisial misalnya: buah kering. b. a. mulai dari bahan yang teratur yaitu: kubus. mereka dapat mengembangkan dengan belajar kelompok dalam menata kue-kue.MEDIUM BERKARYA MERANGKAI DAN MERONCE A.

c. b. b. Rangkaian harus menarik. d. e. Prinsip penataan. Meja-kursi untuk makan dan meja-kursi untuk belajar. . Benda-benda lain yang digunakan untuk menghias samakah untuk ruang makan dan ruang belajar? 4. d. Mengembangkan daya nalar melalui keterampilan menyusun dan menata atau merangkai dan meronce. Prinsip rangkaian dan roncean dapat dirangkum sebagai berikut: a. Unsur-unsur warna yang paling penting untuk ruang makan dan ruang belajar? 5. e. serta unsur pokok dan tamahan dalam komposisi tersebut. c. c. dari komponen ini akan berkembang menjadi pertimbangan menetukan tujuan juga Karakteristik komponen tersebut Adakah komponen yang khas yang harus diperhatikan secara khusus agar susunan tersebut tidak usang dan selalu menarik perhatian. Mempunyai karakter. PRINSIP RANGKAIAN DAN RONCEAN Sebelum melanjutkan praktik merangkai Anda diminta mengemukakan terlebih dahulu perbedaan rangkaian di bawah ini: Renungkan sebelum melangkah: 1. seseorang harus memahami tujuan pembuatannya. meallui tujuan ini akan memberi arahan susunan yang dikehendaki Komponen yang dipunyai dan yang dibutuhkan jenisnya apa saja. apakah roncean ini untuk keperluan konstruksi atau hiasan. Kualitas bahan juga mempengaruhi hasil akhir penataan. Ketersediaan bahan. yang dipentingkan adalah daya tariknya sehingga orang ingin membelinya. Bagaimana dengan meronce? Sebenarnya karakter meronce pun juga harus didapatkan. Mengetahui dahulu tujuan. Mampu memberikan motivasi dan pengembangan daya nalar serta melatih kepekaan anak. Karakter Untuk menciptakan karakter. Jika tujuan komersial. Prinsip lain yang perlu dipertimbangkan untuk menata ruang makan dan ruang belajar adalah? Renungan di atas untuk memberi arahan kita ketika akan merangkai dan menata ruangan. Renungan tersebut jika diuraikan menjadi suatu persyaratan merangkai dan meronce. yaitu: a. 1. b. Samakan susunan ruangan untuk makan dengan ruangan untuk belajar? 2.KETERAMPILAN MERANGKAI DAN MORENCE A. Tujuan. Tujuan Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum merangkai dan meronce adalah: a. 2. samakah? 3. Roncean untuk keperluan konstruksi dapat dilihat pada tas belanja yang dironce dengan manik-manik makrame. dan Selain komponen utama dan penunjang.

namun ketika akan mengerjakan hendaknya sudah kering. 1. merah dan putih Biji kacang hijau Beras putih Jewawut (otek) sejenis rumputan Buah jambu isi yang kecil Lem kertas atau lem kayu Fixatif atau cat semprot clear ( netral dan transparan) Cobek Potongan lidi Alat: Lidi Kuas kecil untuk meratakan lem Alat seprot atau semprotan obat nyamuk Pensil Langkah: Tentukan bentuk. Usahakan hasil goresan tersebut dapat dan mudah hilang agar tidak menganggu hasil akhir susunan/ rangkaian biji kering. Menyelesaikan Rangkaian dan Roncean a. Melatih pengamatan. fase Menggali. LATIHAN MEMPRAKTIKKAN Latihan ini aka memberikan manfaat ketika Anda menjasi guru. dan fase Umpan Balik. 1) a) b) c) 2) a) b) c) d) e) f) g) h) i) 3) a) b) c) d) 4) a) Meniru dan Mencontoh Merangkai buah kering dan biji pada cobek Tujuan: Mengenal berbagai macam buah yang dapat dikeringkan tetapi bentuk relatif masih utuh. Materi/bahan: bunga 1) Daun bercabang lima 2) Buah 3) Ranting c.B. a. fase Pengolahan. untuk itu anda harus menbuat rancangan di atas kertas (mendesain) atau langsung di atas cobek dengan menggunakan pensil. . Melatih ketelitian dan kesabaran. Bahan: Biji kedelai hitam. Tujuan: melatih imajinasi 1) Melatih menghafal bentuk 2) Melatih pengamatan 3) Melatih perasaan keindahan b. Seperti diungkap oleh Gagne. Namun tugas dan cara menerangkan dapat dimulai dari hal yang paling sederhana dan mendasar sesuai ddengan prinsip-prinsip pemberian motivasi kepada anak: fase Motivasi. Alat: piring datar 1) Prickers/busa padat (gabus) 2) Gunting 3) Pisau 2. fase Konsentrasi. oleh karenanya dimohon menyesuaikan dengan perkembangan anak. bahwa perkembangan motorik atau keterampilan anak itu tidak sama untuk setiap anak. b) Bersihkan cobek dan di usahakan debu sudah hilang dari permukaan untuk itu anda bias mencucinya terlebih dahulu.

sehingga nantinya seperti rajut. 5) Langkah mendesain: dalam mendesain terdapat berbagai pola hias: a) Rozet atau mendesain bunga mawar. sehingga susunan tersebut menjadi bervariasi kebawah dan kesamping. yang jelas semua komposisi dapat membuat karya tersebut menarik. 1) 2) 3) 4) Meronce manik-manik Bahan: Papan tripleks atau sejenisnya Beri lubang Sediakan utas. monte. mempunyai cirikhas penataan bebas tidak mengikuti pola. Untuk itu anda harus memperhatikan bentuk dan warna jajanan karena saat ini banyak jajanan yang diberi warna dan divariasikan bentuknya dan dihiasi dengan dedaunan. Stik bamboo seperti stik untuk makan bakmi tusuk sate. b) Pola palmet atau daun palem. e) Siap dipamerkan. jika sudah benar-benar kering anda dapat menutup dengan cat vernis. namun jika tidak ada anda dapat membuat sendiri dari buah kering. tidak sekedar penghias tetapi sedapat mungkin juga ada kesamaan dengan bahan mentahnya. yaitu bentuk rozet yang dibelah dua. c. 2) Alternatif kedua: anda tetap menggunakan rumus di atas. 3. Beberapa pola penataan yang menggunakan prinsip irama adalah menata jajanan. cirri khasnya sama dengan rozet namun titik arah di bawah dan ditengah. d) Tunggu bijian yang sudah menempel tersebut mongering. 4) Alternatif keempat adalah silang. c) Pola medallion. manic-manik. pohon nyamplung dan lain-lain. Pola yang dipakai bias berupa rozet. misalnya dengan menggunakan pertanyaan pancingan: Kalian merangkai apa saja? a. . untuk itu anda dapat menambahkan berbagai variasi. 3) Alternatif ketiga menghubungkan dengan garis yang ada di bawah dengan berjalan miring. Merancang Sendiri secara Bebas Arah metode diskusi dalam merancang bebasuntuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran. agar dapat meneruskan ke samping kanan-kiri-atas dan seterusnya. jambu isi.c) Lumuri lem sesuai dengan gambar desain. cat semprot (pilox) netral agar tidak merusak warna. Merangkai makanan atau jajanan Dalam penataan makanan hasil masakan seseorang harus memperhatikan persyaratan khusus yaitu. Pola yang akan dibuat: 1) Alternatif pertama: anda menghubungkan kea rah samping terlebih dahulu. b. Misalnya diisi dengan potongan plastic penyedot minuman yang mempunyai ukuran serta warna yang bervariasi. cirri khasnya adalah semua susunan mempunyai arah ketitik pusat. palmet dan tidak layak dengan medallion karena akan terasa acak-acakan. namun berlaku pula untuk susunan ke bawah. harus bersih dan tepat tidak diulang-ulang dan harus hygienis. Jika diperlukan buatkan rumus terlebih dahulu dengan irama:a-b-a-b-a-b dan seterusnya. lalu isikan mote bulat telur. a-b-a-b-ab-a-b atau b-a-b-a-b-a-b-a. Jenis makanan ini yang dipentingkan adalah susunannya karena memiliki kesamaan bentuk. dan harus memperhatikan fungsi daun. sedapat mungkin dimulai dari bagian tengah. dengan menggunakan rumus miring tetapi dilaksanakan kebalikan dari tugas miring.

2. prinsip penataan. e. dan medallion. tujuannya agar lebih menarik dan memberi manfaat baru. Kemampuan penglihatan b. Bahan artificial yang lunak-padat: lilin. yaitu rozet. dan bulat serta segitiga dari bahan besi. MENEMPEL ( 3M ) DAN MELIPAT . pengendapan. Menghafal benda yang ada di lingkungan sekitar beserta fungsinya d. Bahan artificial yang keras: batu yang dibentuk. Bahan alami yang padat-kering-keras adalah kayu. Mengetes kepuasaan dan rasa senang serta mampu member argumentasi penataan e. jika boleh disuruh membantu apa saja? Beberapa pertanyaan mengarah pada ungkapan yang menunjukan: a. perebusan. kalian puas? Bahan-bahan apa saja yang dimaksudkan kedalam rangkaian tersebut. buah kering. cabang. serta daun kering. palmet. buah atau pernak-pernik tanpa pengikatan. PENUTUP A. Untuk apa? Mengapa kalian merangkai itu? Mengapa kalian senang jika rangkaian ini selesai. 4. MENEMPEL ( 3M ) DAN MELIPAT MEWARNAI. MENGGUNTING. plastic yang dibentuk kotak. d. menata benda.b. ketersedian bahan. hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum merangkai dan meronce adalah: tujuan. KESIMPULAN 1. MEWARNAI. maupun penggorengan. 4. Aspek keindahan dalam penataan harus menggunakan prinsip kesatuan. kue jajanan melalui pemasakan pengkukusan. 6. 3. Merangsang daya imajinasi dan nalar anak c. MENGGUNTING. Melatih rasa sosial dan kesetiakawanan. 3. Dengan merangkai dan meronce melatih anak mengembangkan pola pikirnya. 2. keseimbangan dan irama. 5. kayu yang dibentuk. c. Temanmu boleh membantu tidak. Saat menghias bahan makanan sebaiknya semuanya harus higienis. SARAN 1. Ajarkan kepada anak merengkai agar mereka terlatih sejak dini agar melatih ketekunan kereka. B. fiberglass sarta formika. Gunakan tiga pola saat merengkai sesuai dengan kecocokan bahan yang digunakan. apakah benda itu ada disekitar kalian? f. Merangkai adalah menyusun.

RESUME MATERI Oleh Asniati Meli Novikasari Bina Indri Hapsari Nursia Melania F54011014 F54011035 F54011011 F54011018 F54011033 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN UNIVERSITAS TANJUNG PURA PONTIANAK 2012 MEWARNAI. Memilih warna adalah melatih menanamkan sikap anak untuk memilih warna yang mereka anggap bagus dan ia sukai sebagai awal penanaman sikap anak terhadap apa yang ia hadapi. MENEMPEL ( 3M ) DAN MELIPAT Mewarnai Anak sangat suka membubuhkan warna melalui berbagai media baik saat si anak sedang menggambar. Bahan pewarna yang dapat digunakan untuk anak usia dini antara lain. dan imajinasi anak. emosi . Untuk mewarnai gambar anda harus bijak dan mengacu kepada kreativitas. Berdasarkan kenyataan tersebut sebaiknya anda memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi sesuai suasana hati mereka. Menyusun warna dapat melatih nilai-nilai perbandingan yang bersifat rasa antara satu dengan lainnya. Hal yang paling penting adalah bagaimana anak memahami teknik memberi warna gambar A. 1. spidol. dan rasa ingin mencoba yang lain bagi anak untuk mencoba bahwa pisang diberi warna merah. . apabila anak dihadapkan dengan gambar pisang yang belum diwarnai . sepuhan. Contoh. cat air. teres. MENGGUNTING. emosi. bukan bearti anak harus mewarnai pisang dengan warna kuning (karena pisang warnanya kuning ). krayon pastel. hal ini dimaksudkan agar sewaktu kertas diwarnai tidak mudah rusak. melatih bagaimana memilih dan menempatkan bagian satu dengan yang lainnya. Tetapi Anda harus ingat ekspresi . 3. 2. Menuangkan warna adalah tindakan fisik dimana anak melakukan gerakan mengoles dan mengendalikan gerak tangan. Untuk mewarnai sebaiknya menggunakan kertas yang tebal. atau meletakkan warna pada saat mengisi bidang-bidang gambar yang harus diwarnai.

sikap. Keterampilan didapatkan dari oleh tangan yang berulang–ulang. pengetahuan dalam memadukan guntingan kertas. Dari kebiasaan ini keterampilan dalam berkarya akan dicapai. Kegiatan menggunting dapat dilakukan dengan cara menggunting di luar objek gambar yang diwarnai dengan jarak kira-kira 1mm sehingga ruang warna tidak dikurangi dan tidak ada kelebihan kertas putih. Keterampilan yang akan didapat oleh anak antara lain. Mewarnai gambar melatih anak selain kemampuan motoriknya juga melatih ketrampilan . Hal ini membantu perkembangan motorik. mengarahkan sehingga apa yang dihasilkan oleh tangan mereka sesuai dengan apa yang dikehendaki. keterampilan memotong di tempat yang benar. Objek gambar yang diwarnai dengan media kering akan tidak banyak memiliki kesulitan pada waktu pengguntingan karena kertas tetap dalam keadaan kering sehingga langsung dapat dipotong dengan menggunakan gunting. pengalaman berkarya. Kemampuan motorik didapatkan karena anak selalu berusaha untuk menggerakan fisiknya secara terkendali dan terarah dengan aturan –aturan baik yang ada pada diri anak itu sendiri atau aturan-aturan pada umumnya dalam tata carra mewarnai gambar. Semakin lama anak akan semakin tepat dalam meletakan warnanya. B. Maka ia akan memiliki rasa menghargai. Sikap anak didapatkan melalui suka atau tidak suka dengan hasil potongan yang telah ia lakukan untuk ditempatkan (dipasang pada tempat yang telah disediakan). keterampilan mengoperasikan alat gunting untuk memotong kertas. Yaitu garis yang membatasi gambar atau kontur bidang. karena semakin terampil dalam menggoreskan media pewarnanya. Penekanannya untuk adalah mewarnai dengan rapi dalam menggunakan media pewarnanya. . Dari berlatih yang terus menerus semakin lama anak akan memiliki sikap yang pada akhirnya menjadikan anak tersebut melakukan dengan sadar dan sabar. salah atau benar. menyayangi. latihan keterampilan. dan memelihara paling tidak karya yang telah ia dapatkan atau karya temannya. Setelah ia potong sebelum dibubuhi lem ia coba pasang pas atau tidak. kerapian dan kesabaran . sehingga semakin lama anak akan mampu mengendalikan. dan pewarnaan hasil karyanya. dan ketahanan mengerjakan memotong dengan waktu yang relatif lama bagi anak. Gambar yang akan digunting oleh anak sudah mempunyai batas yang telah dirancang oleh penggambar.tersebut. bagus atau tidak. Dari beberapa hal yang telah ia lakukan tentu akan melatih sikap anak terhadap yang ia lakukan dan tata cara yang harus dijalankan. dan apresiatif bagi anak. kecermatan mana yang harus dipotong dan mana yang tidak boleh dipotong. keterampilan. Menggunting Gunting berguna untuk melatih anak agar mampu menggunakan alat. sehingga akan dapat melatih anak dalam keterampian. menentukan komposisinya agar tepat menurutnya . apresiasi menentukan sikap dalam memilih media dan waktu. dan seberapa ia akan meletakan warna-warna dalam mengemposiisikan. Kerapian didapatkan dari bagaimana anak membutuhkan warna-warna ditempat yang telah ditentuan. Apresiatif didapatkan dari penanaman sikap. Kesabaran dapat diproleh dari bagaimana anak memilih. karena kertas yang lembek akan gampang sobek bila digunting. dan melatih keterampilan memotong objek gambar. Objek gambar yang diwarnai dengan media basah akan lebih sulit pemotongannya. Maka harus ditunggu sampai gambar tersebut sampai kering benar.

padahal apabila posisi kertas tersebut belum pas maka sangat sulit untuk dilepas lagi. artinya kemampuan-kemampuan yang diharapkan pada tujuan pengembangan dalam kegiatan ini akan cepat nampak. karena dalam menempel potongan gambar diperlukan ketelitian. Menempel merupakan proses terakhir dari kegiatan 3M. Tema yang disajikan harus sesuai dengan daerah tempat anak didik kita.Menempel ini adalah kegiatan finishing dari kegiatan 3M. sebab kertas yang sudah terolesi lem begitu menempel kertas lain akan mudah lengket dengan kertas lain tersebut. Mewarnai. Menempel Menempel merupakan kegiatan lanjut dari menggunting. Contohnya tentang transportasi laut.C. Untuk kegiatan menempelkan gambar telah disediakan tempat yang biasanya sudah ada batas-batasnya. atau penempelan yang tidak pas sehingga apabila sudah terlanjur menempel sulit untuk dilepas lagi. menggunting dan menempel merupakan satu rangkaian walaupun pelaksanaannya sendiri-sendiri. karena apabila proses penempelan ini telah dilakukan maka berakhirlah kegiatan 3M. Penempelan dengan menggunakan lem merupakan kegiatan yang perlu mendapat bimbingan oleh pendidik secara ekstra. keterampilan dalam proses penempelan gambar. udara. misalnya diperkotaan dan perdesaan. Untuk pelaksanaan penempelan sering banyak banyak terdapat kesulitan bagi anak. Maka Anda sebagai pendidiknya sebaiknya membimbing dengan cara membantu sambil ikut memegangi kertas gambar yang akan ditempelkan karena proses menempel ini sangat diperlukan latihan secara berulang-ulang. menggunting dan menempel mempunyai tujuan motorik karena dapat diukur dari hasil keterampilan dalam menempel gambar. Setelah gambar diwarnai maka terus digunting sesuai batas yang telah ditentukan. kesabaran. Mewarnai. karena akan menjadikan potongan gambar mudah kusut karena basah. Dari kejadian seperti ini maka Anda sebagai pendidik benar-benar harus memperhatikan dan membimbing dengan sabar dan teliti. Hal ini sekaligus dapat dihubungkan dengan kegiatan lain dari seni rupa. menggunting dan menempel adalah kegiatan pengembangan yang memiliki ranah-ranah yang sangat nyata. Penggunaan lem sebaiknya tidak menggunakan lem yang beraia (encer sekali). pesawat dan mobil. Proses dalam menempel mempunyai tujuan motorik yang sangat nyata. darat sehingga Anda dapat memberikan gambar perahu. Urutan mewarnai. Untuk meletakkan kertas yang sudah dioleskan lem akan sulit bagi anak. . Penempelan gambar dikatakan baik jika tepat pada tempat yang telah disediakan berupa bentuk kolom kosong yang terdapat garis pinggirnya untuk membatasi objek gambar yang telah diwarnai. bagian atas diletakkan dibagian bawah dan atau sebaliknya. yaitu ruangan kosong yang bentuknya sama dengan bentuk yang diwarnai. Anda pasti memahami bahwa anak usia dini masih sangat tergantung orang lain dalam mengerjakan kegiatan seni. yaitu arah gambar yang sering terbalik.

menggunting. tetapi membutuhkan daya cipta yang lebih sulit. walaupun masih pada keterampilan bagaimana mengolah kertas menjadi karya seni rupa. dan keterampilan yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan usia anak. Tahap akhir kegiatan 3M adalah menempel. burung. D. perasaan sensitif. yang juga seandainya dibutuhkan hanya sebagai tambahan untuk melengkapi kegiatan melipat. Setelah anak mampu melalui kegiatannya mewarnai kemudian meggunting kertas yang sudah diwarnai. bunga.menggunting. bahkan ikut memegangi tangan anak bagaimana menempal. dapat diwujudkan melalui proses atau tahapan yang harus dilalui. menempel dan melipat. mengelem agar tidak sampai lem mengenai bagian lain yang mengakibatkan rusak atau terjadi hal yang diinginkan. menggunting (walaupun kadang-kadang dibutuhkan pengguntingan sedikit) dan menempel. kupu-kupu. sedangkan pendidik lainnya membimbing anak satu. mulai dari proses memperoleh dan menemukan sumber ilham atau inspirasi. Pada tahap ini memerlukan kemampuan tersendiri. Kegiatan melipat kertas merupakan salah satu pengembangan motorik halus yang membutuhkan ketelitian. Teknik dalam kegiatan melipat merupakan kegiatan tersendiri dari kegiatan 3M. kucing. Teknik melipat pada kegiatan ini sebaiknya dipandu oleh dua orang pendidik. dinamis serta penuh kehangatan. daya pikir. Melipat merupakan kegiatan yang berdiri di luar kegiatan 3M. menempel. Usia 3-7 tahun adalah usia pada saat anak sangat membutuhkan pembinaan serta bimbingan dalam mengembangkan segala potensi yang ada. Melipat Dijepang kegiatan melipat kertas sangat terkenal karena perkembangan kreativitasnya sangat cepat.Dengan bekal kompetensi tambahan tersebut Anda tentu akan lebih mantap dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Lembaga PAUD merupakan salah satu wadah pendidikan untuk mengembangkan segala potensi yang ada pada anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kertas yang mempunyai sifat dua dimensi kemudian tidak jarang diubah menjadi karya seni rupa tiga dimensi. Setiap anak . keterampilan dan pengembangan seni. yaitu dijadikan bentukbentuk kapal. satu orang pendidik mengajak kepada anak untuk melipat kertas dengan langkah satu persatu secara keseluruhan. Berkarya yang baik melalui proses dan latihan panjang. Anda sebagi pendidik perlu membimbing dengan ikut melakukan penempelan.persatu dengan cara iku bekerja dengan anak bagaimana cara melipatnya sambil ikut memegangi. kreatif. Kegiatan ini juga merupakan salah satu media untuk membantu melenturkan otot motorik halus. Proses kreasi atau proses kreatif merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seseorang dalam menciptakan suatu karya seni. Proses kreasi atau proses kreatif merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seseorang dalam mencipta suatu karya seni. gagasan hingga proses mewujukan dalam bentuk karya mewarnai. gagasan hingga proses mewujudkan dalam bentuk karya mewarnai . karena kegiatan menempel bagi AUD bukan hal yang mudah. rumah dan lain-lain. artinya kegiatan ini dapat dilaksanakan tanpa dihubungkan dengan kegiatan mewarnai. dan melipat. mulai dari proses memperoleh dan menemukan sumber ilham atau inspirasi. Salah satu potensi tersebut adalah keterampilan yang dikembangkan melalui permainan motorik halus dengan berbagai media dan teknik kegiatan. Seni melipat di jepang dikenal dengan istilah origami. produktif. inovatif dan percaya diri sehingga suasana kelas dapat berlangsung dengan menyenangkan.

yaitu kertas terlipat kemudian di tekan diatas meja menggunakan ujung gunting atau kuku pada jempol sambil ditarik kebelakang. menggunting. karena cat basah akan menyulitkan pada saat proses pengguntingan.  Pewarna. sepuhan. kertas sampul. dengan cara sebelum kertas dibuat lipatan akan lebih mudah ditoreh dahulu dengan ujung guting. Bahan-bahan pewarna tersebut sangat mudah untuk digunakan oleh anak usia dini dan tidak membahayakan bagi anak karena beresiko rendah. ada pula yang cukup digosokkan dengan tempatnya (wadah) lem. Agar lipatan tidak mudah lepas atau tidak sulit membentuk maka setelah dilipat agar ditekan sampai kertas patah pada lipatan./merobek.  Lem kertas. teres). teres. karena kertas yang menggunakan cat basah akan lama keringnya. bahan pewarna yang dapat digunakan antara lain. E. Menempel ( 3M ) dan Melipat Sesuai dengan nama kegiatannya bahwa mewarnai. Tambahan-tambahan ini dapat berupa tempelan atau bahkan potongan untuk membuat bagian objek (misalnya: kaki hewan.memegang kertas masing-masing satu lembar. kegiatan itu selalu mempunyai kaitan yang tidak mungkin diberikan dalam keadaan yang terpisah-pisah. 2. menggunting/merobek. menggunting. Alat Untuk kegiatan melipat. kertas karton. Pewarnaan pada teknik melipat hampir tidak banyak diperlukan bahkan jarang ditemukan karena kertas-kertas yang dipakai pada teknik melipat biasanya telah memiliki pewarna (berwarna). sepuhan. Kertas yang dapat dipakai antara lain adalah kertas manila. Media Mewarnai. Tetapi dapat diberi tambahan untuk membuat kelengkapan-kelengkapan terutama untuk membuat bentuk-bentuk hewan. Kertas yang digunakan melipat sebaiknya kertas yang mempunyai sifat kertas walaupun kertas tersebut tipis. menempel dan mewarnai sebagai berikut:  Kertas. 1. Langkah demi langkah sambil dibantu pendidikan melipat kertas sesuai dengan peragaa pendidikan didepan kelas. jendela kendaraan. Banyak jenis lem kertas dari yang dibuat sendiri sampai yang dibuat oleh pabrik. krayon. Anda dapat menyediakan lem yang mudah digunakan untuk anak usia dini. spidol. kepala. . merupakan bahan pokok dalam dalam kegiatan ini dan sangat mudah didapatkan serta termasuk relatif murah harganya baik kertas berwarna maupun kertas dasar (polos). Cat air. karena apabila kertas itu keras akan mudah dipatahkan dan setelah patah tidak mudah kembali seperti semula. Jenis lem kertas ada yang dioleskan memakai jari. Bahan Bahan untuk mata kegiatan melipat. menempel dan mewarnai seebagai berikut:  Gunting disamping untuk memotong kertas dapat juga dipergunakan untuk menoreh. Menggunting. menempel (3M) tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Seperti anda ketahui bahwa lipatan kertas tidak cukup sekali dilipat tetapi akan berkali-kali dilipat dan banyak lipatan sehingga terbentuk sesuai yang diinginkan. akan tetapi sebaiknya cat basah tidak digunakan (cat air. Hanya saja terdapat perbedaan antara bahan dan alatnya mengingat masing-masing terdapat kegiatan akan mkenggunakan bahan dan alat yang berbeda. yaitu untuk membantu tekukan/lipatan kertas.

Pensil untuk membuat pola baik yang akan digunting.Sri Lestari OLEH KELOMPOK 5 IDA FARIDA NANDA RINI DEWI NUR INDAH SARI UMMI KALSUM F54011038 F54011017 F54011004 F54009013 F54011013 PROGRAM STUDI PG-PAUD JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA .   Penggaris selain sebagai alat untuk menggaris juga dapat dipakai sebagai alat bantu untuk melipat kertas dan mengukur. Spidol sebagai alat tambahan untuk pewarna. 3B. MENGAYAM BAGI ANAK USIA DINI SENI RUPA ANAK USIA DINI ( KERAJINAN MENGAYAM UNTUK ANAK USIA DINI ) Dosen : Dra.yaitu pensil yang berkode “B” (2B. dilipat bahkan untuk membuat bidangbidang yang akan diberi pewarna. 4B dan seterusnya). tumbuh-tumbuhan dan gambar geometris. Anda dapat menambahkan penggaris yang memiliki lobanglobang gambar yang bermotif bintang. Jenis pensil yang dapat digunakkan banyak dijual dipasaran. Agar dapat mempermudah anak membuat pola gambar.

Latar Belakang Masalah Anyaman merupakan salah satu kerajinan khas yang dimiliki bangsa Indonesia.dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Dari corak atau motif yang dimiliki oleh masing-masing menjadikan keanekaragaman motif anyam di nusantara ini.kerajinan anyam merupakan kerajinan tradisional yang sampai pada saat ini ditekuni.semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca maupun penulis.Teman-taman yang telah membantu dan mendukung hingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Pontianak. Dalam pembuatan makalah ini kami menyadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap kualitas makalah kami.Sri Lestari.pd selaku pengajar mata kuliah seni rupa anak usia dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas TanjungPura Pontianak.Ibu Dra.Harapan kami. .m.Kegiatan menganyam di semua wilayah daerah.PONTIANAK 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kerajinan Mengayam Untuk Anak Usia Dini” Terima kasih banyak kami haturkan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini sehingga selesai diantaranya yaitu: 1 .Oleh karena itu kami mengharapkan masukan. 25 September 2012 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. disamping banyak kegunaannya juga memiliki unsure pendidikan . 2. Yang masing-masing mempunyai khas dan corak atau motif yang berbeda-beda. baik di perkotaan maupun di pedesaan di seluruh nusantara.kritik.

Tujuan Sejak usia dini kerajinan menganyam ini sudah diajarkan guna melatih keterampilan anak disamping motorik juga melatih sikap anak.berkhayal tetapi potensi itu ada yang dikembangkan ada juga yang tidak dikembangkan . Manfaat bagi siswa Melalui eksperimen atau percobaan anak akan menemukan hal-hal yang baru .tetapi bagi yang tidak dikembangkan tidak akan ketahui seberapa potensinya. D.atau kertas.anak usia dini harus dikenalkan terlebih dahulu media karyanya dan agar anak memiliki media apa yang akan digunakan. Bagi yang dikembangkan akan kelihatan kreativitasnya .B. Dalam praktik kerja menganyam . pada penggunaan media anyam dari daun pisang.siswa akan mengenal bahwa karakter dari media tersebut memiliki perbedaan .karet. Masalah Semua anak memiliki potensi tentangberimajinasi . C. .

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. KERAJINAN MENGANYAM UNTUK ANAK USIA DINI 1. Kerajinan Menganyam Perkembangan anyam di samping beraneka ragam motif juga ditunjang oleh teknologi.Baik teknologi itu masih tradisional maupun modern. Walaupun teknologi kerajinan anyam yang beraneka dan banyak macamnya tetapi prinsip kerjanya sama,yaitu adanya lungsi dan pakan. Apabila kita kelompokkan teknik anyaman terdiri dari tiga macam,yaitu :  .Teknik Tradisional Teknik tradisional biasanya sebagai pekerjaan home industri, yaitu dikerjakan oleh perorangan atau industri rumah tangga.Kerajinan menganyam ini banyak terdapat di desadesa yang memang di desa inilah banyak di temukan media bahannya sebagai bahan industri kerajinan sebagai peralatan rumah tangga (bakul, tampah, keranjang, saringan kelapa, kursi rotan, tempat buah-buahan). Media bahan untuk anyaman tradisional sangat banyak macamnya, bahkan tidak dapat disebutkan satu persatu. Artinya karena banyak terjadi di daerah tertentu bahan tersebut dapat dipakai sebagai bahan anyaman, tetapi untuk di daerah lain tidak dapat dipergunakan sebagai bahan anyaman. Media bahan anyam tradisional di antaranya, adalah : bamboo, mendong, janur atau blarak (daun kelapa), jerami yang telah dipintal, rumput, plastic, kertas, karet, rotan, daun pandan, daun lontar, dan masih banyak lagi.

 .Teknik Semi Modern Teknik semi modern ini banyak juga yang masih dikerjakan oleh perseorangan tetapi sudah menggunakan alat untuk menganyam secara masal.Usaha ini masih dapat dianggap usaha home industry atau rumah tangga tetapi ada juga yang dapat kita katakana sebagai usaha yang agak besar, karena sudah seperti pabrik. Untuk semi modern walaupun tidak menggunakan mesin tetapi sudah memproduksi secara masal ( tenun ). Untuk teknologi anyam semi modern media bahannya sudah mulai terbatas.Artinya tidak semua media bahan seperti yang dapat dikerjakan oleh anyaman tradisional dapat dilakukan secara teknologi semi modern. Dalam kerajinan anyam semi modern ini sudah mulai menggunakan alat bantu untuk mengerjakannya dari media bahan anyam tersebut. Alat Tenun Bukan Mesinmerupakan salah satu alat anyam yang tergolong disukai dan banyak dipakai oleh pengrajin tradisional.

Dapat disebut media bahan untuk teknologi anyam semi modern adalah : benang kapas, pintalan jerami, pintalan sutera, mendong yang telah dipilih kualitasnya ( terutama panjangnya, besarnya harus sama ). Mendong sebagai bahan tikar pada zaman sekarang sudah dapat dianyam menggunakan alat tenun bukan mesin, sehingga dapat memproduksi dengan jumlah banyak dengan waktu yang lebih singkat.

 . Teknologi Modern Untuk Teknologi Anyam Proses tenun dengan mesin sudah banyak ditemukan pada industri tekstil. Walaupun dengan mesin yang serba modern, prinsip cara kerjanya tetap sama dengan sistem anyam yang tradisional. Hanya cara menganyamnya yang berbeda alat. Kalau cara tradisional menganyamnya tidak menggunakan mesin atau alat modern tetapi kalau alat anyam yang modern menggunakan mesin modern pula yang dengan waktu yang sangat singkat dapat menghasilkan sejumlah karya yang cukup banyak. Dengan teknologi yang sangat modern ini semakin terbatas media bahan yang digunakan sebagai bahannya. Pada perusahaan tekstil hanya menggunakan bahan pintalan benang, pintalan sutera. Dari pengerjaan kerajinan anyam secara manual ternyata pada akhir-akhir ini justru malah disenangi oleh masyarakat dibandingkan dengan yang dengan pengerjaan anyam yang dikerjakan oleh pabrik.Anyaman yang dikerjakan secara manual ternyata malah lebih disukai karena mempunyai nilai seni yang cukup tinggi. Ditinjau dari materi atau media bahan dalam kerajinan anyam, hampir tidak dapat disebutkan karena sangat banyak jumlahnya.Karena untuk pembelajaran di sekolah di samping tujuan pembelajaran sebagai apresiatif juga keterampilan motoriknya. Sehingga media bahan apapun yang tidak lazim untuk dipergunakan sebagai karya anyam untuk kepentingan alat rumah tangga dapat dipakai untuk pembelajaran di sekolah, misalnya : daun pisang, potongan kertas, plastik sedotan, potongan karet,dan lain-lain. Seni rupa adalah bagian dari Kesenian, Seni Rupa mempunyai cabang atau sering disebut jenis, yaitu seni :          Lukis. Menggambar. Patung. Dekorasi. Grafis. Ilustrasi. Kriya. Reklame. Bangunan (arsitektur). Dari beberapa cabang atau jenis seni rupa tersebut, Kerajinan Menganyam berada pada bagian seni kriya. Seni Kriya mempunyai jenis, di antaranya adalah kerajinan :  Menganyam.

  

Membatik. Mengukir. Merenda. B.MEDIA BAHAN DAN ALAT UNTUK KERAJINAN MENGANYAM Media dalam berkarya seni rupa terdiri dari dua macam yaitu bahan dan alat. Dari keduanya saling berhubungan satu sama lain untuk proses terjadinya sebuah karya seni rupa. Berkarya anyam sangat sangat banyak baik bahan yang dapat dipergunakan maupun alatnya.

A. Bahan Bahan yang digunakan akan sangat menentukan untuk kerajinan anyaman terdiri dari dua macam: 1. Bahan pokok Bahan pokok adalah bahan yang akan mendominasi terwujudnya karya. Bahan pokok dari kerajinan anyam sebagai berikut: a. Bambu tali Bambu tali merupakan bambu yang mempunyai kualitas paling baik dibanding bambu jenis lain. Bambu ini sangat lentur, kuat, tidak mudah putus dan patah. b. Rotan hinis Rotan ini banyak dijual pada toko material bangunan. Rotan ini juga dipakai sebagai bahan pengikat dan pelengkap pada seni kerajinan lain. c. Rotan pirit Rotan ini digunakan untuk jenis anyaman silinder dengan berbagai teknik diantaranya untuk anyaman membelit dengan pakan tunggal dan ganada misalnya keranjang. d. Pandan Jenis daun yang banyak tumbuh dipinggir sungai dan termasuk tumbuhan liar. Agar dapat digunakan bahan anyaman daun pandan harus diserat sehingga menjadi lebih kecil dan harus dikeringkan dengan cara dijemur. e. Mendong Jenis rumput-rumputan yang sengaja ditanam untuk dipersiapkan sebagai bahan anyaman. Untuk bahan kerajinan anyam,mendong harus dikeringkan terlebih dahulu dan dilumuri dengan abu. Mendon dapat dipakai sebagai bahan kerajinan anyam berupa tas, topi, tikar. f. Blarak/janur Blarak adalah daun kelapa yang sudah tua banyak tumbuh didaerah tropis. Sedangkan janur daun kelapa yang mudah. Bahan ini harus dipisahkan dahulu dari lidinya sebelum dijadikan bahan kerajinan anyaman. Blarak/janur digunakan untuk membuat ketupat,tas,topi,atap. g. Kertas Dapat dipakai untuk karya mainan di tingkat Taman Kanak-kanak. Kertas yang dipakai untuk bahan anyaman harus kertas yang kat gar tidak mudah putus. h. Plastik Bahan anyaman yang telah dirancang untuk bahan anyaman. Plastik sebagai bahan anyaman banyak dijual di toko-toko alat tulis. i. Karet Bahan ini banyak dijumpai di toko alat tulis dengan bentuk lembaran-lembaran, sehingga apabila akan dipakai harus dipotong-potong menggunakan gunting. j. Kain

Daun pisang Daun pisang yang masih lembaran dan telah dipisahkan dari pelepahnya dapat dijadikan suwiran hingga menjadi lembaran kecil-kecil. Cutter 5. d. Bahan Pembantu a. Penyuak Untuk membantu membagi iratan sebagai lungsi agar susupan pakan mudah dimasuukkan. Kuas Untuk mengoleskan lem dan cat sebagai bahan pelengkap kerajinan anyam. Gergaji potong Untuk memotong bambuyang akan dipecah-pecah dan menghilangkan rias-ruas bambu. Pewarna Bahan anyamann yang perlu tambahan pewarna seperti mendong.Karna hasil kerjanya dianggap memiliki nilai artistik yang cukup memenuhi keinginan.pisau dirancang untuk mengirat. Lem Untuk menguatkan dan menyambung anyaman yang terdiri dari lem putih dan lem kertas.TEKNIK KERAJINAN MENGANYAM UNTUK AUD Kerajinan anyaman merupakian kegiatan yang banyak dilakukan oleh pengrajin dengan tehnik tradisional. C. 3. kertas. 2. k. Cara penggunaan pemotongannya sama dengan kertas dan karet. karet menjadi lembaran-lembaran panjang. Uncek Bentuknya menyerupai jarum besar dan digunakan untuk membuat lobang-lobang tali . 2. Alat 1. B.Hasil anyaman banyak disukai oleh penikmatnya. plastik. rotan sebagai pengikat agar tidak mudah lepas. 6. Gunting Untuk memotong iratan bambu. c. Pelitur/vernis Dapat dipakai sebagai perekat susunan anyaman sehingga bertambah kuat dan tidak mudah lepas. Persiapan Pembuatan Bahan . 4.Kain dianggap lebih aman dan praktis. kain. A.bambu agar menjadi tipis-tipis serta enghaluskan iratan bambu. seratan bambu. Penggaris Selain sebagai alat pengukur. dan tehnik anyamanya juga tradisional. 7. b. penggaris juga dipakai sebagai alat bantu memotong kertas agar lurus dan mudah memotongnya. Paku Untuk kerajinan anyam terapan sering menggunakan bahan bantu paku. seratan pandan. Pisau Untuk membantu proses terbentuknya nyaman. 8.

setelah itu harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur apabila menginginkan mendong memiliki warna maka sebelum ditumbuk maka terlebih dahulu iberikan warna dengan menggunakan naptol dengan cara direbus bersama mendong Karet Karet adalah sebagai bahan untuk kegiatan menganyam.diantaranya: . Untuk dijadikan bahan anyaman harus dipotong terlebih dahulu seperti halnya karet.bahan ini cukup aman untuk di berikan kepada kegiatan kerajinan menganyaman di tingkat di lembaga PAUD B. 2.5 mm tebalnya sehingga lembaran bambu menjadi lentur. 3. 6. Setelah melalui proses dan telah menjadi bahan.Plastik sedotan yang bentuknya memanjang dapat di pergunakan sebagai bahan kerajinan anyaman.karna bahan anyaman tidak lagsung siap dapat dibuat menjadi karya.Kertas untuk bahan anyaman sebaiknya dipergunakan kertas karton atau kertas yang agak tebal. kertas harus dipotong terlebih dahulu menjadi lembaran panjang yang lebarnya kurang lebih 0. Setelah helai daun janur anda tentukan lebarnya maka anda tinggal menggunakannya sebagai bahan anyaman. Dari 2 macam tersebut dibedakan menjadi lungsi tidak dipotong semuanya tetapi pakan dipotong sampai putus.maka tinggal melakukan pratik anyaman dengan menggunakan bahan yang tersedia.Model Kerajinan Anyaman.1.Sebelum kertas dipotong sebaiknya diukur dulu barapa lebar dan panjang yang dikehendaki. Contoh: bambu sebagai bahan anyaman bambu tidak langsung dipakai melainkan melalui proses yaitu dengan membuang ruasnya dahulu kemudian dibelah sebesar 0.Kalau di perhatikan model anyaman itu terdiri dari beberapa macam. Sedotan Plastik Banyak dijumpai di sekitar kita. Cara memotong ada 2 cara yaitu lungsi dan pakan.5-1 cm. Setelah daun janur terpisah dari lidinya tinggal apakah akan anda gunakan secara utuh atau diperkecil dengan cara merobek daun janur tersebut menjadi sejumlah tertentu ( tergantung lebar yang anda inginkan). tetapi melalui proses persiapan dahulu walaupun sebenarnya masih merupakan bahan. 5. Mendong Batang mendong bentuknya pipih atau gepeng harus dibuat menjadi gepeng terlebih dahulu dengan cara ditumbuk dengan antan secara pelan-pelan supaya tidak patah. supaya memudahkan dalam melakukan penganyaman. dapat diperoleh dari tokoh yang menyediakan alat sekolah. Daun pisang Lembaran daun pisang agar dapat dipakai sebagai bahan anyaman maka kita harus menyobeknya terlebih dahulu cukup dengan kuku jari yaitu dengan cara dibelah dengn ukuran yang sesuai dengn yang dikehendaki baik lungsi maupun pakannya. Penyiapan bahan dari blarak/janur Helai janur diambil lidinya dan ditinggalkan daunya. Kertas Kertas digunakan sebagai bahan untuk menganyam. Beberapa langkah proses terjadinya karya anyaman melalui penyiapan bahan terlebih dahulu. 4. setelah menjadi belahan di irat tipis-tipis sekali kurang lebih 0. Bahan janur harus dilepas lidinya agar dapat dianyam.5-1 cm.Bahan dari kertas cukup aman bagi AUD. Karet ini merupakan lembaran yang masihn utuh sehingga apabila kita menggunakannya harus dipotong terlebih dahulu dengan menggunakan cutter/gunting. dengan menggarisi dulu baru dipotong pada garis-garis yang sudah diukur.

Anyaman sasak.Anyaman datar.Membuat anyaman datar motif lurus Langkah anyaman datar dengan motif sasag:      Menyiapkan lungsi yang sesuai dengan kebutuhan Bagian pangkal ujung lungsi ditindih dengan kayu agar tidak bergerak.Motif biku/serong Anyaman biku/serong adalah anyaman yan lungsi dan pakanya dibuat serong kearah kiri dan kanan dengan posisi 45 derajat dari letak penganyamnya. 1. Angkat lungsi untuk nomor ganjil. 2. Tehnik anyaman dengan alat modern biasanya untuk kepentingan seni terapan.     Siapkan lungsi sesuai kebutuhan Ujung lungsi ditindih dengan kayu agar tidak berubah pada saat menganyam. 3. Lungsi yang diangkat dikembalikan seperti semula sehingga menutup pakan. Dari motif serong dapat menghasilkan berbagai variasi dengan motif sasag polos dan kepar bervariasi. Yaitu dengan alat modern dapat menghasilkan yang berjumah banyak dalam waktu yang relative singkat.Motif truntum Anyaman motif truntum adalah perpaduan antara anyaman tegak dengan anyaman serong sehingga membentuk segi enam. misalnya tenun mesin. adalah tehnik susup menyusup antara pakan dan lungsi dengan langkah satusatu. C. Menggunakan alat modern tidak semua bahan bisa dikerjakan.Membuat anyaman datar motif kepar Langkah-langkah anyaman datar dengan motif kepar. . hanya bahan-bahan tertentu saja dan jumlah yang diinginkan relative banyak.Motif lurus Terdiri dari. adalah susup menyusup antara lungsi dan pakan dengan langkah dua-dua atau lebih. Pangkal lungsi secara berpaut-pautan dengan langkah diangkat dua ditinggal dua. 2. 1. Susupkan pakan diantara lungsi yang bernomor ganjil dan nomor genap.Teknik Menganyam Prinisip kerja pada tehnik menganyam baik tradisional maupun modern adalah sama yang membedakan hanya hasilnya. maksudnya diangkat satu tinggal satu. Anyaman kepar. agar mudah memasukan pakan.yang terdiri dari. Susupkan pakan yang telah diangkat dua-dua. kemudian disusupi iratan yang lebih kecil.

dan seterusnya Langkah berikutnya dengan cara menyusupkan pakan diantara lungsi dengan rumus: A1.T2. Susupkan pakan pada lungsi sesuai rumus: T1. Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara lungsi iratan yang serong kesebelah kanan.A2.T2.T1.……dan seterusnya. A1. Kembalikan seperti semula iratan lungsi yang serong kesebelah kanan ketempat semula dan padatkan pada yang telah disusupkan pada lungsi.A3. sejumlah sesuai kebutuhan.T2.….T2. Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara lungsi yang serong kesebelah kanan.A2.T1. T1.A1.  Lungsi yang tadinya diangkat dikembalikan seperti semula sehingga menutup pakan dengan rapi.T1.T3.T2.……. Susupkan iratan pakan yang serong kesebelah kiri diantara iratan lungsi yang serong kesebelah kanan.……dan seterusnya Susupkan kembali pakan diantara lungsi dengan rumus: T5.A3.Membuat anyaman datar motif biku/serong sasak Langkah-langkahnya sebagai berikut:      Iratan sebagai lungsi yang serong kesebelah kanan disiapkan sesuai kebutuhan.T2. agar memudahkan masuknya iratan pakan yang serong kesebelah kiri.T3.A1.A2.T1.……danseterusnya. T2.……dan seterusnya.A1.T2.Membuat motif kepar serong bervariasi Langkahnya sebagai berikut:      Iritan lungsi yang serong kanan disiapkan sesuai kebutuhan.T2. Langkah-langkahnya sebagai berikut:            Menyiapkan lungsi sesuai kebutuhan Tindih ujung lungsi pada bagian pangkal agar tidak mudah bergerak.T1.A1. Salah satu yang didobelkan dengan sebelah kanannya atau kirinya.T2.T2.A2.A3.T2. Angkat lungsi pada nomor ganjil untuk memudahkan memasukan iratan pakan yang serong kesebelah kiri. 3.Membuat motif kepar bervariasi.dan seterusnya.kemudian dipadatkan.T2.A1.A1.. Kembalikan/tutup kembali lungsi yang tadinya diangkat.T1.A2. 5.A3.T2.A3..A1.A3.A1.A2.A3.T3.A2. dan rapatkan kembali Susupkan iratan-iratan pakan yang serong kekiri pada iratan lungsi yang serong ke sebelah kanan begitu seterusnya yang diangkat sesuai kebutuhan. Angkat iratan lungsi yang serong kesebelah kanan dengan selang dua-dua.A3.A2.Pembuatan Anyam Datar dengan Motif Truntum .T2. 6. 4.

sehingga terbentuk segi enam beraturan. Dapat Anda contohkan dengan pada penggunaan media anyam dari daun pisang. D. Yang berarti suatu pernyataan tentang isi jiwa (termasuk di dalam nya adalah: pikiran. atau kertas. Anda dapat melakukannya dengan cara bekerja bersama-sama sambil Anda ikut terlibat dengan anak memegang sambal membimbing anak dalam berkarya.Pembinaan Ekspresi Pada Kerajinan Menganyam Membina ekspresi dalam seni rupa merupakan proses pengungkapan perasaan melalui berbagi jenis dari senirupa yang termasuk pada kerajinan menganyam. Pada pokok kegiatan menganyam.PENGEMBANGAN KERAJINAN ANYAMAN UNTUK ANAKUSIADINI A.Pembinaan Kreativitas Kerajinan Tentang Menganyam . Susupkan iratan yang ke empat dengan posisi mendatar diantara persilangan bagian atas. Pembinaan ekspresi dapat Anda lakukan melalui dua hal. Victor Lowenfel dmengatakan bahwa self exspresion. Pada saat eksplorasi media ungkap anak akan menemukan beragam teknik dalam menggunakan alat tertentu.  Membangkitkan minat anak. kertas.Memberikan stimulus yang berupa rangsangan kepada anak untuk mengaktifkan dalam pengungkapan perasaannya. Untuk anak usia dini pendekatan langsung merupakan cara yang paling efektif. Penemuan hal-hal yang baru dapat ditemukan dalam proses mencoba tentang berbagai media ungkap. Dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh anak. Dengan melalui bermain kegiatan mengayamakan lebih mudah dan bersemangat sehingga akan mempermudah tercapainya tujuan kegiatan sehingga mempermudah tujuan kegiatan pembelajaran kerajinan mengayam bagi Anak Usia Dini. Untuk melatih keberanian Anda lakukan sebagai berikut:  Melalui ekspresi. bahkan mereka sering kali dapat mengembangkan keterampilan yang lainnya. Sususpkan iratan ketiga dengan posisi mendatar diantara persilangan bagian bawah . 2. Hal ini sangat diperlukan bagi perkembangan dirinya yang harmonis. B. adalah sebagai berikut: 1. Siswa akan mengenali bahwa karakter dari media ungkap tersebut maka ia akan menyesuaikan sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal. karet. bambu. Susupkan iratan yang ke enam sejajar dengan iratan kedua.  Melalui eksperimen. perasaan dan kehendak) dengan melalui caranya sendiri. Susupkan iratan kecil/halus pada lubang segi tiga. Susupkan iratan kelima sejajar dengan iratan yang pertama . yaitu berkarya sambil bermain. diantaranya adalah:  Pendekatan secara langsung pada objek yang dikerjakan. dan karet) disiapkan sesuai yang dibutuhkan. dengan cara mencoba-coba. Melatih keberanian secara spontanitas dan terampil menggunakan berbagai macam media sebagai sarana mengekspresikan perasaan yang dimilikinya. kemudian silangkan iratan tersebut pada posisi serong kekanan dan kekiri. meniru atau memodifikasi karya yang sudah ada. Pemberian stimulus ini ada beberapa cara. Susupkan iratan kecil/halus pada persilangan segi tiga.Langkah-langkahnya sebagai berikut:        Iratan(dari daun janur.

Potensi itu ada yang dikembangkan secara optimal ada juga yang sama sekali tidak dikembangkan. guntingan kertas. kemampuan berpikir. guntingan karet. walaupun seberapa potensinya tidak sama.Setiap anak memiliki kepekaan yang berbeda-beda. apa bila seseorang/anak memiliki keterampilan pastiakan kreatif. Setelah anak mengamati objek karya anyaman maka dilanjutkan mengamati susunannya yang diteruskan pula untuk menganali siskon disikarakter objek. Selanjutnya anak diminta untuk mengungkapkan kepada gurunya tentang hasil pengamatan terhadap susunan anyaman (teknik anyaman tersebut) hadapkan langsung dengan meraba objek.Pendidikan kesenian adalah salah satu yang dapat mengembangkan kepekaan. Untuk melatih dalam pembinaan kreativitas kepada anak. C.Masalahnya orang tersebut mampu dan tidak mampu mengungkapkan untuk di tunjukkan kepada orang lain. Tugas anak adalah mengamati secara seksama mengenai macam-macam bentuk. Masalahnya potensiitu dapat diungkapkan dan tidak dapat diungkapkan karena tidak dilatih untuk mengungkapkan. tekstur kemudian siswa akan menyerap yang akhirnya akan menimbulkan berbagai tanggapan dan perasaan. salahsatucontohnyaadalahtugaskankepadasiswaAndauntukmencariberbagaikemungkinanbent uk-bentuktrimartadaripembuatananyaman: sepertikotak. Meraba samba lmengamati karya anyam atau media bahan untuk dirasakan. kemampuan menanggapi persoalan. Kreativitas sangat erat hubungannya dengan fantasi atau daya khayal. Setiap orang mempunyai pengalaman estetis. Karena tidak pernah melatih diri maka orang tersebut tidak mempunyai kreativitas. Proses kemampuan menunjukkan ini dapat kita sebut sebagai kreativitas. janur dan lain sebagainya. berkhayal. bola. diantaranya:  Perhatikan oleh Anda kepada anak beberapa anyaman yang sudah jadi baik berbentuk anyaman yang berbentuk tiga dimensi. mempunyai pengalaman estetik. Yang perlu ditempuh dalam pembinaan sensitivitas anak melalui kegiatan pembelajaran kerajianan menganyam.   . Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap manusia mempunyai potensi berimajinasi.Jadi untuk kreatif dan terampil diperlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan. dan kemampuan menyesuaikan diri.Pembinaan Sensitivitas Melalui Keterampilan Menganyam Kepekaan anak dalam menerima stimulus atau rangsangan dari luar yang harus diserap melalui panca indra. Kreativitas dapat diartikan dengan kemampuan mencipta. Maka sensasi yang ditimbulkan akibat rabaan tersebut dapat membangkitkan berbagai tanggapan atau kesan terhadap apa yang mereka hadapi yang akhirnya siswa tersebut mampu belajar memutuskan melalui sikapnya. iratan bambu. bentukburung.Daya khayal yang dimiliki oleh setiap orang ini diperlukan dalam setiap penciptaan karya seni.Semua orang/anak mempunyai bakat atau potensi dalam seni (senirupa). warna. Hal ini dimaksudkan untuk latihan merespons pengalaman sensori. hiasan-hiasan. proses untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya.Melalui keterampilan seni rupa pada anak usia dini diharapkan anak akan dapat menangkap rangsangan serta dapat dengan cepat dan terampil mengolahkan menjadi hasil seni berupa kerajianan anyam yang bermanfaat sebagai sarana.Ada yang tajam kepekaannya tetapi ada pula yang kepekaannya tidak tajam. imajinasi tentang keindahan. Kepekaan ini kita namakan sensitivitas. guru mengetahui karakter tekstur tentang media daun.

D.Anda memberikan contoh dengan cara menuntun proses.Derajat kesulitan dalam mempraktikkan kerajinan anyam pada siswa Anda hendaknya memulai dari tingkatan yang paling rendah menurut kemampuan anak.Artinya lungsi diangkat dua dan ditinggal dua begitu seterusnya kearah samping. urutan berkarya yang kemudian diikuti oleh anak dengan cara satu persatu. dan lain-lain) sangat dibutuhkan di samping mempermudah dan memperlancar. kegiatan ini juga merupakan keterampilan motorik yang tidak kalah penting manfaatnya bagi perkembangan anak. yaitu satu guru memperagakan guru satunya lagi menuntun sambil memeriksa satu persatu.Dibawah ini akan diberikan contoh beberapa cara menganyam:  Anyaman Sasag Anyaman ini adalah teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi dengan langkah satusatu.Untuk kegiatan pembelajaran menganyam pada anak usia dini agar lebih aman Anda dapat menggunakan media bahan.Praktik Kerajinan Anyam Pada Anak Usia Dini Kerajinan menganyam dapat dikatakan berhasil apa bila anak dapat menghasilkan karya anyaman karya. kertas yang digunting memanjang yang lebarnya kira-kira 1cm. karet. AnyamanBervariasiPolos Anyaman ini dengan teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi. lembaran karet yang lebarnya kira-kira 1cm  . AI. tetapi berselang duadua. TI …. Dan seterusnya. daun pisang yang telah disobek kecil-kecil selebar kurang lebih 1cm. AI ….Artinya angkat satu dan di tinggal satu (dengan rumus AI. Dan seterusnya). TI. kemudian diatasnya TI. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan oleh dua guru.Keterampilan dalam menggunakan alat (menggunting kertas. menggunting. janur yang di irat menjadi kecil-kecil yang lebarnya kira-kira 1cm.

Bandung :Internusa. Dedi Nurhadiah. Lungsi adalah bagian yang akan disusupi pakan . 3) Proses terjadinya anyaman harus mulai dari penyiapan bahan.Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Pustaka. B. Seni Rupa Teori Dan Praktik. (2007). .Jakarta: Universitas Terbuka.yogyakarta:Gama Media Abdulhamid.(2004).(1995).dan pakan sebagai bagian anyam yang menjulur kesamping (horizontal) yang akan menyusup pada lungsi. (1983). Menegenal Seni Rupa Anak .karena bahan anyaman jarang sudah siap langsung digunakan . Media Pengajaran Dengan Kreativitas . Kementerian Malaysia. yaitu lungsi dan pakan. Seni Rupa . Oho Garha. Saran Menganyam yang kegiatan praktiknya banyak di dominasi tentang kerajinan tangan serta kretivitas selalu berhubungan dengan tradisional. Cut Kamaril dkk. yaitu adanya lungsi sebagai bagian anyam yang menjulur ke atas ( vertical ). 2) Kualitas media anyaman menentukan kualitas berkarya dan hasil karya anyaman. Kesimpulan Secara definisi dapat disimpulkan bahwa: 1) Mengayam baik yang menggunakan teknologi tradisional sampai modern mempunyai prinsip kerja yang sama. Jakarta : Depdikbud. ( 1991) . jadi media bahan melalui proses dari awal di rubah sebagai bahan yang siap diproses menjadi karya. Sarannya yaitu : 1) Untuk menganyam di butuhkan dua bagian bahan.Pendidikan Seni Rupa Dan Kerajinan Tangan . Daftar Rujukan Affandi & Dewobroto. sedangkan pakan yang akan mengisi lungsi.BAB III PENUTUP A.Pengantar Estetika.

Mozaik. Montase. C. karena proses keterampilan kolase. komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain. mozaik. kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas. BAB II PEMBAHASAN MASALAH I. karena dari ketiga cabang seni rupa ini masih dianggap sebagai seni lukis. efisien. dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak. Materialnya. Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase. Pembatasan Masalah Makalah ini diharapkan lebih efektif. Teknik Karyanya. mozaik. KOLASE. seni kriya. Adapun pembatasan masalah yang dikaji adalah Kolase. B. Bahan Pewarnaan. mdan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak. terarah dan dapat dikaji lebih mendalam maka diperlukan pembatasan masalah. Kolase juga merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam. Senang bermain adalah naluri badi setiap anak terlebih pada usia dini. kertas. serta Kegiatan Pembelajarannya. LATAR BELAKANG Kolase. MOZAIK DAN MONTASE BAB I PENDAHULUAN A. MOZAIK DAN MONTASE A. seni patung. Mojaik dan Montase merupakan bagian atau cabang dari seni rupa yang agak kurang diperhatikan keberadaannya bahkan kurang dimengerti oleh masyarakat umum. karya kolase terdapat kolaborasi dari seni lukis. seni gambar. yang akhirnya dapat ikut serta/berperan dalam mematangkan emosional bagi anak sehingga anak dapat memenuhi kebutuhan setiap fase perkembangan psikologi anak.KOLASE. Kolase Pengertian kolase menurut kamus besar Bahasa Indonesia. 2001). Dilihat dari bentuk hasilnya karya ketiga tersebut merupakan paduan dari beberapa bagian. seni dekorasi bahkan terdapat unsur ilustrasi. sehingga menjadi karya seni rupa dua . Tujuan Penulisan Tujuan penulisan yaitu agar mengetahui materi Seni Rupa Anak Usia Dini lebih mudah dalam mempelajari materi ini dan dapat menambah pengetahuan yang baru untuk melengkapi dari materi-materi sebelumnya.macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya.

tetapi menggunakan tempelan. merangki dan lain sebagainya membutuhkan ketrampilan. mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disususn dan ditempelkan dengan perakekat (Depdiknas 2001). batu baterai untuk menggambarkan tanki motor. Mozaik dibuat dari bahanbahan yang sifatnya leparan atau kepingan yang kemudian ditempel pada bidang datar sehingga menjadi sebuah gambar. Untuk membuat garis kontur yang membaasi ruangan atau bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan. montase tiga dimensi berbentuk setting. . potongan kaca. Mozaik Menurut kamus besar Bahasa Indonesia.bijian . Montase disamping dibuat dua dimensi juga tiga dimensi. potongan kayu. bollpoint bekas menggambarkan unsur kendaraanpada bagian sepak bor. Ini merupakan salah satu contoh sederhana dari karya montase. kolase dalam pembuatannya memerlukan kesabaran yang tinggi dan ketrampilan menyusun. montase adalah komposisi gambr gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur beberapa sumber (Depdiknas 2001). yaitu unsur seni lukis dari bentuk dua dimensi yang datar dan menggambarkan suatu bentuk tetapi diwakili oleh benda yang bermacam. B.barang atau material sebagai unsur kolase. Pengertian Mozaik yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan – kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotng.tempelan yang berbeda warna. Mozaik dapat diwakili ide dahulu.lain. Karya montase dihasilkan dari mengeposisikan beberapa gambar yang sudah jadi dengan gambar yang sudah jadi lainnya. warna dan bidang sebagai unsur seni lukis yang kedudukannya diganti oleh barang.macam menjadi karya. C. dapat digolongkan / dijadikan bahan kolase. bola lampu senter sebagai gambaran lampu sepeda motor dan lain. daun. Misalnya dalam ungkapan sebuah kendaraan motor.unsur seni rupa lain. kepingan kaca. obat nyamuk bakar menggambarkan roda. Montase Menurut kamus besar Bahasa Indonesia.macam sebagi pengganti garis. pecahan keramik dll. Kepingan benda. Unsur dekorasi kolase sangat sulit menggambarkan dengan gaya naturalis karna materialnya terdiri dari bahan – bahan yang beraneka dan berbentuk benda utuh.dimensi yang dirangkum. Montase dua dimensi dianggap seperti karya lukisan karena materialnya terdiri dari gmbar-gambar yang sudah jadi hanya karena dipotong-potong lalu dipadukan sehingga menjadi satu kesatuan karya ilustrasi.benda itu . masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya walaupun bahannya digunakan kertas. menempel. warna dan bidangnya . antara lain : kepingan pecahan keramik. ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Mozaik pada umumnya masih dianggap seni lukis karna disanmping siftanya yang dua dimensi. Unsur seni kriya. Garis. sehingga untuk menggambarkan bentuk elastis naturlis sangat sulit. Gambar rumah dari majalah kemudian dipotong yang hanya diambil Gambar rumahnya saja kemudian ditempelkan pada permukaan alas gambar. biji. potongan kertas . Kolase memiliki unsur. potongan daun.bahan yang bermacam. setelah ditentukan idenya kemudian cari bahannya baru menentukan idena karna harus berfikir bagaimana caranya memadukan bahan.potong atau sudah dibentuk potongan kemudian disusun dengan .

1. selama anda memiliki keinginan dan kemauan yang tinggi akan mudah anda lakukan. bola lampu yang sudah rusak. coba anda bayangkan bendabenda seperti obat nyamuk bakar. sendok garpu. bagaimana cara memadukan benda-benda tersebut agar menjadi sebuag karya seni. triplek atau bahan datar apa saja baik dengan di lem. Contoh ini hanya sebagian dari material kolase yang disebutkan dan masih banyak lagi. batu batry bekas. Benda-benda tersebut dapat anda temple pada sebuah papan. Pada badan gelas tersebut tempelkan kertas berwarna di sisi kanan dan kiri dengan dibentuk seperti sayap burung. diubah menjadi karya dari salah satu cabang seni rupa yang merupakan buah ekspresi pencipta karya tersebut. dapat juga dengan cara tidak ditempel pada papab melainkan dengan cara disusun menjadi bentuk tiga dimensi. MOZAIK. Yang membedakan adalah bahan baku yang digunakan. ball point bekas. dan Montase pada umumnya adalah sebagai berikut : A. kelereng. lalu bagian yang tadinya ada tutupnya taruh penjepit pakaian dengan cara dijepitkan pada bibir bekas air mineral secara tegak ke belakang. MONTASE. sehingga dapat kita katakana bahwa material untuk karya seni kolase adalah benda apapun yang dapat dipadukan sehingga menjadi sebuah karya seni rupa kolase. kancing baju. Bagian depan (bagian gelas bawah) tempelkan dua kancing baju sehingga menyerupai mata dan dibawahnya tempeli tutup ujung ball point sebagai bentuk hidung. tetapi prinsip yang digunakan sama. Anda dituntut untuk teliti serta dengan kesabaran yang tinggi dalam menciptakan karya kolase ini. tutup gelas. Material untuk Pembuatan Karya Kolase secara Umum Kolase menuntut kreativitas dan ide yang lebih sulit dibandingkan dengan pembuatan karya seni rupa yang lain. dipaku. untuk pembelajaran kolase di TK akan lebih sederhana dan tidak membahayakan. diikat atau dengan cara apapaun. Anak Tk adalah anak yang selalu aktif. Mozaik. siapkan bekas gelas minuman mineral dan hilangkan tutupnya. dibawah hidung buatlah tempelan dari kertas karton berwarna atau . mozaik. Coba anda bayangkan dan cermati dengan sungguh – sungguh. Material Kolase untuk Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Material yang digunakan dalam pembuatan kolase di taman kanak-kanak tentu berbeda dengan material pada umumnya. dipaku atau diikat sehingga menjadi sebuah kesatuan yang berupa karya seni kolase. dan montase secara umum dan secara khusus untuk pembelajaran di Taman Kanak-Kanak.II. komponen elektronik yang rusak. 2. ALAT DAN BAHAN PEWARNAAN Dalam pendidikan Seni Rupa material merupakan bahan dasar yang nantinya akan dibentuk. Mozaik dan Montase disarankan mencari bahan dan alat yang tetap merangsang bagi siswa untuk membuat suatu karya dengan tetap memiliki rasa senang. Oleh karena itu. dalam pembelajaran Kolase. diabagian atas depan penjepit pakaian tempelkan kertas berwarna dengan menyerupai ekor burung. Untuk bahan dan alat yang dipergunakan pada pembelajaran Kolase. Untuk terjadinya sebuah karya seni rupa dibantu juga oleh alat untuk membantu jalannya proses bahan hingga menjadi sebuah karya. Untuk menemukan ide dalam kolase . MATERIAL KOLASE. Baik dengan cara ditempelkan pada papan dengan di lem. Material Kolase Pembahasan mengenai material ini membahas bahan-bahan apa yang cocok untuk digunakan dalam kolase. agar anak tersebut beranggapan bahwa apa yang diberikan kepadanya adalah mainan untuk mereka.

gantungan handuk. pintu. Karena mozaik bagi anak TK merupakan media pengungkap ide estetika. dapat disambung dengan cara dijahit atau di lem tergantung pada kreativitas oleh pembuatnya. Material Mozaik untuk Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Tentu akan berbeda material yang dipakai untuk karya mozaik dengan yang dipakai pada umumnya. alas kaki. C. tas. karya mozaik sering dipakai untuk hiasan dinding. sopi-sopi rumah. bukan untuk pembuatan mozaik yang memiliki nilai praktis. potongan kayu. alas vas bunga. Contoh karya Patchwork and Quilting adalah sarungbantal. Dalam menyambungkan dan mengombinasikan ini tidak terdapat aturan yang khusus. Setelah anda melakukan semua ini coba apa yang anda pahami dan tentu dapat ditambahkan variasi-variasi lainnya. Bagian atas sebagai punggung burung berilah lubang untuk mengikat benang sebagai alat untuk menggantungkan. Pembuatan mozaik pada umumnya berbeda dengan mozaik untuk pembelajaran di TK. daun kering.biji-bijian. dan perangkat mebeler. dan lainnya karena seni mozaik itu sangat banyak bahannya. yang utama adalah kreativitas anda memilih dan mengajak siswa untuk berekspresi dengan media yang anda tentukan. Yang membedakan hanyalah objek yang hendak dibuat dan materi yang digunakan. teutama mengenai bahan dasarnya tetapi prinsip kerjadan kaidah kesenirupaannya tetap sama. Bahan Pewarnaan . Ada beberapa contoh material yang dipakai untuk pembelajaran mozaik di tingkat TK. potongan kain. 1. Kemudian bagian bawah pasanglah permen yang berbentuk bulat ada gagagnya sebagai roda dibawah sebanyak empat buah permen atau dapat diganti dengan jenis lain. biji korek api. kancing baju. tempat tisu dan lainnya. 2. taplak meja. hiasan dinding. Material untuk montase yang biasa dipergunakan dalam kegiatan seni pada umumnya akan jauh berbeda dengan material yang dipergunakan untuk media ekspresi dalam pembelajaran montase di TK. Patchwork and Quilting adalah seni menyambung serta mengombinasikan kain-kain perca. Dari uraian tersebut anda dapat merinci material apa saja yang dapat digunakan oleh anak-anak TK. antara laim : kertas. Material Mozaik Mengenai persiapan materialnya mozaik lebih mudah karena terdiri dari satu jenis bahan material pokoknya. sprei. Pembuatan mozaik sangatlah banyak material yang dapat digunakan sesuai dengan kreativitas anda. Pada seni modern tentang mozaik di Jepang yang telah dikenal secara umum yaitu Patchwork and Quilting. Material Montase Untuk pembelajaran di tingkat TK tentang Motase tidaklah jauh berbeda dengan montase pada umumnya kerena prinsip kerja antara mozaik dan montase hampir sama.potongan tripleks uang kecil-kecil. B. Material Mozaik dalam Pengertian Umum Mozaik pada umumnya adalah karya seni yang menginginkan estetika dan memiliki tujuan praktisi yaitu untuk kepentingan terapan.diwarnai merah sehingga menyerupai mulut bebek. karena montase disamping sebagai karya dua dimensi juga tiga dmensi. D.

Untuk menghasilkan corak gambar yang elastis atau dekoratif. III. Tempelkan bagian bawah telur potongan styrofoom agar bentuk ayam tersebut dapat berdiri. TEKNIK MEMBUAT KOLASE Dalam pengertian umum kolase dapat dibuat dalam bentuk dua dimensi. E. Dalam proses pembuatan karya kolase sering terjadi materialnya harus disiapkan dahulu. pisau. Tetapi prinsip kerjanya sama. Siapkan kertas karton/kertas tebal yang diberi pola atau motif gambar. Karena bahan dasarnya dari karton atau kertas lain. Dan dalam proses pembuatan kolase.mozaik dan montase seringkali menggunakan pewarnaan yang sudah jadi yaitu warna sudah ada pada benda tersebut. jarum. Contoh: kertas berwarna tidak perlu diberi pewarna lagi. gergaji. dan MONTASE Dari ketiga jenis karya seni ini kebanyakan orang tidak tahu seperti apa. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa pewarna untuk kolase. mika. karena pada pembuatan karya kolase. las. kaca pada mozaik tidak perlu diberi pewarna lagi Karena warna kaca itulah yang nantinya akan membuat warna-warni mozaik tersebut. keramik. dan bagaimana cara membuatnya. bor. Salah satu contoh dalam pembuatan mozaik . maka maaterialnya yang ditempelkan adalah potongan . Alat Alat yang diperlukan dalam embuatan karya kolase. potongan kayu. karena sudah membutuhkan warna asli. MOZAIK. Pewarnaan pada mozaik ini dipilih dari bahan/material mozaik yang akan di tempel yang memiliki warna asli. guntingan dari daun kering. batu. gunting. baru kemudian ide bentuk karya yang akan di persiapkan. mozaik dan montase tidak banyak dibutuhkan . maka anda harus mengatur warnanya tersebut dari susunan materialnya. Oleh karena itu pada pembahasan ini lah dijelaskan mengenai bagaimana teknik pembuatan dan bahan apa yang dipergunakan.Dalam pembuatan Kolase. artinya warna tersebut asli dari warna kaca. A. B. dan lainnya. dan lain sebagainya selama masih berbentuk potongan yang lembarnya dapat disusun dalam bidang yang telah disediakan. yaitu dengan cara memadukan barang-barang yang terdiri dari benda yang berbeda-beda hingga menjadi sebuah karya melalui teknik asembling (dengan di lem. mozaik dan montase sulit disebutkan satu-persatu karena dalam pembuatan karyanya sangat beraneka ragam. kuas. bagian depan sebagai kepala tempelkan plastik yang berbentuk bulat sebagai kepalanya yang kemudian ditambah dengan tempelan manik-manik sebagai mata. daun. Benda-benda tersebut dapat berupa pecahan kaca. kertas. Adapun alatalat yang dapat disebutkan : gunting. TEKNIK MEMBUAT MOZAIK Mozaik terdiri dari dua dimensi dan tiga dimensi. Mozaik dan Montase tidak banyak membutuhkan bahan pewarna yang berupa cat. Salah satu contoh karya kolase untuk anak usia dini adalah. telur yang sudah di kosongkan isinya kemudian ditempeli sehelai bulu yang dibentuk seperti sayap pada kanan dan kirinya kemudian di bagian belakangnya ditempeli kertas berwarna yang dibentuk seperti ekor. dipaku dan lainlain) di masukkan agar dapat menyatu. di buat dari apa. kayu. pecahan keramik. yaitu menempelkan potongan benda-benda lain. palet. TEKNIK KARYA KOLASE. sehingga nantinya tidak perlu menambahkan pewarnaan setelah ditempelkan.

dijahit. dilas dan dipaku atau cukup disusun tanpa menggunakan perekat. selain bersifat individual sebagai media ekspresi. MOZAIK DAN MONTASE UNTUK ANAK USIA DINI A. sehingga kecintaan manusia pada keindahan disalurkan pada pembuatan atau penikmatan aneka perabot dan benda-benda pakai yang indah yang diproduksi dengan teknologi yang maju. MOZAIK. D. batu. keramik. TEKNIK MEMBUAT MONTASE Karya montase adalah karya seni rupa yang mengombinasikan dari beberapa unsur. TEKNIK PEWARNAAN PADA KARYA KOLASE. C. baik unsur dua dimensi maupun insur tiga dimensi. mozaik dan montase sebagai bagian dari seni rupa). karena manusia secara naluriah dalam kehidupannya mencintai keindahan dan selalu berupaya menghadirkan sentuhan keindahan dalam berbagai aspek kehidupannya. mozaik dan montase. tembikar. Karena pemberian karya yang sudah terangkai tidak dapat memberikan hasil akhir yang bagus. DAN MONTASE Jarang ditemukan pembuatan karya kolase. daun.kemudian tempelkan dengan menggunakan lem disusun menurut tujuan gambar yang diinginkan. batu. Pewarnaan tiga karya tersebut dilakukan pada waktu material belumn dirangkai. mozaik dan montase memberikan pewarnaan setelah rangkaian karya tersebut jadi. plastik. Kebanyakan material sudah memiliki warna alam/asli dari benda sebelum dipakai sebagai material kolase. juga memiliki sifat pragmatis untuk memenuhi fungsi praktis dan fisik sebagai benda-benda kebutuhan sehari-hari. lantai atau papan yang diperuntukan untuk hiasan mozaik. kayu. biasanya ditempelkan pada dinding. Contoh : pecahan kaca.kertas. yaitu membuat karya seni rupa dengan menggunakan sistem tempel. Pada pembuatan montase tidak beda jauh dengan mozaik dan kolase. FUNGSI PRAKTIS Karya seni rupa (dalam hal ini karena kolase. KEGIATAN PEMBELAJARAN KOLASE. daun. rumput kering. . keramik. Untuk material seperti kaca. kayu. Adapun cara menempelnya dapat dengan di lem.

Pada kegiatan seni rupa anak. Menurut Agus Sachri (2004) . Hingga usia berapapun proses berseni selalu dapat terlaksana berkat rasa senang. Hal ini di karenakan kegiatan berseni seni pada anak seperti halnya anak sedang bermain. bahwa seni dapat berfungsi sebagai indikator tanda-tanda zaman yang berlangsung pada satu kurun waktu tertentu. FUNGSI PSIKOLOGIS Seni rupa di samping sebagai media ekspresi dapat pula dimanfaatkan sebagai fungsi terapeutik sebagai sarana sublimasi. Baik sebahagi monumen budaya. Fungsi Sosial artinya kehadiran karya seni rupa terutama seni pakai pada umumnya banyak membantu memecahkan berbagai persoalan sosial. sehingga dalam proses pembelajarannya pun akan berlangsung dengan menyenangkan. mozaik. Baik sebagai monumen budaya. tetapi lebih mementingkan terlaksananya proses penyembuhan pengalaman traumatik dalam diri seseorang. Mulai dari . selera masyrakat maupun sebagai ciri peradaban yang sedang berlangsung. relaksasi. pada umumnya memiliki sifat seni murni. imajinasi. pengalaman yang estetis yang kemudian diungkapkan berwujud ekspresi simbolis yang sangat pribadi. bukan dilakukan untuk fungsi seni praktis. F. bahkan media komunikasi dan hiburan. beragam model pakaian. daya pikir. FUNGSI EKSPRESI Unsur-unsur seni rupa kolase. Seorang anak akan lebih mudah belajar tentang sesuatu bila melalui seni. Yangf meliputi kemampuan fisik. Proses Kreasi Kolase. Mozaik. cita rasa keindahan. jenis-jenis perabot rumah tangga. C. E. FUNGSI EDUKATIF Berkarya seni apapun telah terbukti secara tidak langsung sangat membantu pendidikan melalui penerapan metode pembelajaran melalui pendidikan seniu dalam upaya untuk membantu pengembangan berbagai fungsi perkembangan dalan diri seorang anak. Terapi melalui seni tidak mementingkan nilai tingkat keindahan karya yang dihasilkan. yaitu sebagai penyaluran berbagai permasalahan psikologis yang di alamai seseorang. kreativitas. dan montase. karena anak belum menginginkan apa-apa selain berseni sebagai perwujudan gagasan estetisnya. Fungsi ekspresi ini banyak dijumpai pada seni murni. Bahkan melalui kebebasan berekspresi dalam seni memungkinkan seorang seniman melalui ekspresi simbolisnya dalam mengkritisi berbagai keadaan dalam masyarakat yang perlu perbaikan. hunian yang nyaman. Menurut Agus Sachri (2004). maupun sebagai ciri peradaban yang sedang berlangsung. mozaik dan montase seperti garis. Fungsi Sosial Kehadiran fungsi sosial menyediakan lapang pekerjaan dan peningkatan taraf hidup melalui pengembangan industri kriya (banyak kita jumpai di art shop dengan karya kolase. dan Montase pada Anak Usia Dini Proses kreasi atau proses kreatif merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seseorang dalam suatu karya seni yag dalam hal ini adalah kolase. karena seni murni merupakan penuangan ekspresi yang murni yang hanya sebagai media ekspresi diri. mozaik). bentuk dan tekstur merupakan ide-ide/gagasan. gaya hidup masyrakat.seperti . B. aneka produk karajinan tangan. bahwa seni dapat berfungsi sebagai indikator tanda – tanda zaman yang berlangsung pada suatu kurun waktu tertentu. gaya hidup masyarakat. D. warna. daya cerap.

1. Selanjutnya proses mempersepsi. dan montase. karena proses ini sebagai sumber munculnya gagasan atau inspirasi yang kemudian diekspresikan. yaitu: tahap rasa. sedangkan tanggapan-tanggapan atau kesan yang ada hubungannya dengan perasaan seseorang disebut emosi. yaitu: kemampuan membedakan (diferensiasi). Sensasi ini pada aealnya belum memiliki makna. Tahapan Karsa Merupakan proses psikologi yang terjadi pada diri seseorang yang memiliki kaitan dengan rangkaian proses merenungkan. tahap cipta dan tahap karya. dan montase. Untuk merespon atau menanggapi kesan yang lebih mendalam dibutuhkan fungsi aktif intelektual yang kemudian dipadukan dengan emosi. Maka tanpa faktor impresi. lalu setelah dirasakan akan menimbulkan kesan yang memiliki makna tertentu pada dirinya. dan menemukan sumber ilham atau inspirasi. proses menanggapi. Proses merenungkan.. Tahap Cipta Mencipta. Tahapan Rasa Merupakan proses psikologi yang terjadi dalam diri seseorang pada saat stimulus ditangkap oleh seseorang melalui fungsi indrawi. mozaik. tahap karsa. mozaik. Dan kesemuanya ini menghasilkan pengalaman bermakna yang lebih luas dari sebelumnya. 3. maksudnya merupakan proses memanifestasikan atau menghadirkan sesuatu gagasan atau imajinasi seni menjadi bentuk karya fisik berupa karya dua dimensional. Dalam proses pencerapan ini terjadilah asosiasi dan mekanisme kemampuan (intelektual) yang lain.proses memperoleh. pemunculan gagasan atau inspirasi dapat dengan cara spontan dan secara sengaja (terencana). dipikirkan. Dalam hali ini impresi yang dirasakan. merupakan proses dalam membangun tanggapan-tanggapan yang mendalam terhadap sensasi-sensasi indrawi yang sering disebut pula sebagai kesan (impresi). Kreasi dalam pembuatan karya tersebut melalui tahapan-tahapan. Kemampuan persamaan (analogi) yang akhirnya dapat menyimpulkan (sintesis). kemampuan membandingkan (komparasi). Emosi estetis adalah emosi timbul karena impersi (kesan) yang mendalam terhadap perasaan pada waktu terjadi sensasi dalam proses penikmatan seni. Jadi. gagasan hingga proses mewujudkan dalam karya kolase. 2. pemusatan perhatian dan kesadaran estetika terhadap objek yang kemudian diapresiasikan sehingga memperoleh rangsangan yang bersifat internal yang berasal dari luar dirinya. Hal ini melalui proses pengamata. dan dihayati oleh seseorang dituangkan sebagai ekspresi yang personal dalam wujud karya kolase. Stimulus yang berupa rangsangan ini menimbulkan semacam getaran atau dalam istilahnya Cicelia “sensasi indrawi” (2006). Dari perpaduan fungsi-fungsi ini akan membentuk pemahaman yang dalam mengenai apa yang telah dirasakan oleh seseorang dalam proses menikmati suatu seni. suatu proses penikmatan seni tidak dapat tercapai. . proses menikmati kesan pada saat akan menuangkan gagasan dalam berkarya. Adapun tanggapan atau kesan (impersi) yang ada kaitannya dengan pemikiran secara sadar disebut interprestasi. proses ini merupakan lanjtan dari proses rasa sensasi. Tahapan dari yang bersifat rasa dan karsa sampai ke bentuk yang bersifat fisikal. Gagasan atau inspirasi merupakan sumber untuk prosesnya kreasi yang kemudian dimunculkan berupa ungkapan secara spontan dan melalui proses pencarian/terencana tentang ide dengan diupayakan secara sengaja. Rasa dan karsa merupakan rangkaian proses yang saling berhubungan dan merupakan tahapan yang sangat penting. tetapi lama kelamaan dapat menjadi bermakna karena bertambahnya pengalaman personal yang selalu berdekatan dengan seni.

: Kertas. gelas aqua. dan montase. 4. sendok plastik. Alat : gunting khusus untuk anak-anak. manik-manik.kendi dari gerabah. gabus. dan montase di Taman Kanak-kanak. Hasil karya penaplikasiannya mengikuti kaidah-kaidah estetika namun bentuk fisiknya tergantung dari teknik (imitasi dan modifikasi) yang digunakan. mozaik. b) Mozaik a) Mozaik dua dimensi guru sediakan kertas karton kemudian siswa mengisi potongan-poongan kertas yang warna. benang. Agar terarah dan mengerti rambu-rambu tentang kolase. kain. 3. Bahan dan alat untuk karya kolase. maka perlu diberikan gambaran secara sederhana tentang batasan-batasan dan media bahan dan alat. penggaris Beberapa karya yang dapat dikerjakan oleh anak usia dini di TK yaitu: a) Kolase 1. mozaik. Tahap Karya Karya merupakan proses dari gagasan atau ide dan berkembang menjadi fisik (cipta) yang ppada akhirnya terbentuklah “karya seni rupa”. dan biji-bijian yang telah Bahan . 2. Anda harus menyiapkan alat yang cukup aman untuk pembelajaran kolase.warni dengan mengunakan lem dapat juga mengunakan daun kering.Gagasan atau imajinasi yang berupa rancangan pikiran abstrak kemudian melalui proses pemfisikan menjadi bentuk fisik yang bersifat indrawi. 1. apalagi kegiatan tentang seni rupa maka anak-anak dalam belajarnya didominasi oleh bermain yang sering mengarah kepada bercanda. sehingga proses pengungkapan imajinasi mereka menjadi sebuah karya rupa seperti halnya mereka sedang bermain Dalam penggunaan alat harus dipertimbangkan segi keamanannya. Mozaik. b) Mozaik tiga dimensi menyediakan botol plastik. yaitu: stilisasi. dan montase. sedotan. Seperti kolase. dan Montase Anak harus diberikan stimulus estetis atau rangsangan berekspresi untuk mengungkapkan idenya kepada mereka yang belum mempunyai ide. atau masih banyak media lain. karet. dan montase. Bekas bungkus rokok atau sabun dapat dijadikan rumah di tempeli kertas dan daun yang kering dengan lem. Hal ini banyak terjadi pada pembuatan karya seni moozaik. benang. Bola pim pong bekas ditempeli dengan manik-manik sehingga membentuk seekor kurakura.menempelpotongan kertas-kertas dan daun kering. Bahan dan Alat Anak Usia Dini imajinasinya masih murni. lem. mozaik. Oleh karena itu. sehingga dalam berkarya berusaha menciptakan karya sesuai dengan bentuk yang sebenarnya. distori adalah proses perubahan bentuk-bentuk dengan cara menghancurkan struktur bentuk sebuah objek estetis. Kesan yang dirasakan dan dipersepsikan oleh seseorang pada saat penikmatan seni kemudian diolah dalam proses fisik menjadi bentuk fisik. gelas bekas aqua. Bentuk imitasi adalah meniru hal-hal yang telah ada. Pengembangan Ide gagasan pada Anak Usia Dini tentang Berkarya Kolase. G. adalah mengubah bentuk dengan cara deformasi adalh mengubah bentuk dengan cara menyederhanakan bentuk struktur bentuk sebuah objek estetis. Sendok bebek pada pangkal lebarnya di tempel dengan manik-manik atau biji-bijian sesuai dengan selera diberi mata dan hidung dan mulut sehingga membentuk bebek yang lucu. Bentuk modifikasi dibagi beberapa cara. biji-bijian. mozaik. daun kering. karena tidak jarang pada anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran. potongan kayu dadu .

Bentuk atau imajinasibagi anak usia dini yaitu: Sederhana imitatif interpretatif abstrak BAB III PENUTUP A. 2. Montase Jika taman berpasir ajak anak-anak membuat market pada taman langsung dengan mengunakan bekas kardus.c) 1. Kesimpulan . Montase dua dimensi sediakan potongan kertas dari yang sudah di gunting seperti gambar kendaraan. Dengan cara teknik menempil sebuah gambar dengan ilustrasi. pohon. a. rumah. 3.tempel sesuai dengan selera dan motuf yang telah disediakan. Dapat berupa kupukupu. d. c. tumbuhan dan lain-lain. burung dan binatang lainnya. daun kering . keramikpecahan krikil dan lain-lain. kotak rokok. kerta. disediakan. Memadukan gambar sehingga menjadi satu kesatuan Memotong kertas warna dengan motif-motif mobil-mobil. korek api. b. orang. binatang matahari bintang dan lain-lain.

karena proses keterampilan kolase. Dan juga contoh lainnya misalnya kubayangkan wajahmu seperti .Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase. diasosiasikan. mdan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak. keberadaannya bahkan kurang dimengerti oleh masyarakat umum. Melalui seni anak dapat mengutarakan pendapatnya dalam bentuk gambar atau lainnya. B. Maka dari itu sangat perlu menerapkan ketiga seni rupa tersebut bertujuan untuk mematangkan emosional bagi anak sehingga anak dapat memenuhi kebutuhan setiap fase perkembangan psikologi anak. MELUKIS BAGI ANAK USIA DINI Tujuan pendidikan seni untuk anak adalah untuk meningkatkan kreativitas. Pengertian Melukis Berdasarkan arti melukiskan adalah membayangkan.Pada ketiga seni rupa yaitu. Artinya anak-anak belajar seni bukan ditujukan untuk menjadikan mereka seniman. namun dirasakan tidak nyaman diduduki. dan montase merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru Taman Kanak-kanak. mozaik. dikaitkan. A. mozaik. mozaik. dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak. kepekaan rasa serta kemampuan mengutarakan pendapat melalui berkarya seni. kita berniat menciptakan dan membayangkan kursi yang masih baik. Keterampilan berkarya seni sebenarnya seperti keterampilan berbicara. melihat kursi yang nyaman kemudian teringat kursi di rumah yang telah rusak. Lukisan anak adalah media untuk mengutarakan pendapatnya. kolase dan montase kurang di perhatikan masyarakat. kursi lambang kedudukan dan seterusnya. Dari perpaduan bentuk ini. maka objek yang ada di depan mata dibayangkan. diimajinasikan dengan objek yang pernah masuk dalam ingatan. di dalamnya terkandung seribu makna yang tidak dipunyai oleh orang tua. mozaik. Memahami karya seni anak tidak seperti memahami lukisan orang dewasa yang penuh dengan penataan warna dan bentuk-bentuk yang jelas. dan montase bagi anak usia Taman Kanak-kanak merupakan kegiatan bermain sekaligus berseni dalam kegiatan anak. Melukis dan Manfaatnya bagi AUD 1. Suatu contoh: misalnya. karena proses keterampilan kolase. Anak melukis selayaknya bermain kertas atau benda-benda mainan yang lain. Atau melambangkan kursi yang diduduki adalah jabatan yang menjanjikan. Saran Pemahaman tentang pengetahuan dan keterampilan kolase. mozaik.

sebagian anak juga telah mampu mencampur warna. Melukis sebagai Media Mencurahkan Perasaan Dalam beberapa buku psikologi terungkapkan bahwa terdapat alasan tertentu saat seseorang memilih warna. Namun demikian. pemilihan warna dipengaruhi oleh lokasi atau tempat tinggalnya. mereka telah dapat mencoba mengkombinasikan atau menyusun warna sesuai dengan rasa. Teori warna menjelaskan bahwa warna mempunyai simbol dan kesan rasa sebagai berikut : . Proses kerja kejiwaan yang terjadi ketika anak melukis sama dengan menggambar. Contoh: Ketika seseorang menggambar alam benda. walaupun objek yang diamati sama. Bentuk ungkapan ini dapat berupa gambar yang dapat dilihat mata dengan realistis (nyata) maupun tidak (abstrak) yang mementingkan ungkapan pikiran dan rasa seketika dengan spontan. perupa diperbolehkan membayangkan dan mengubah warna atau bentuk (jika perlu) sehingga yang digambar adalah bayangan terhadap objek yang dihadapi. Gambaran ini dapat diubah warna maupun tampilan bentuknya sesuai dengan keinginan orang yang melukiskan. Melukis adalah memvisualkan (menyatakan bentuk) bayangan dalam bentuk gambar. Oleh beberapa ahli. dalam konstelasi dunia seni lukis terdapat lukisan realis dan non-realis. Manfaat Melukis Bagi Perkembangan Anak Manfaat menggambar sama dengan melukis. Melukis mempunyai sifat lebih bebas daripada menggambar. Tujuan menggambar adalah melatih ketelitian melalui pengamatan dengan seksama. Menggambar menghasilkan dominasi goresan atau garis dalam gambarnya. Melukis condong dikatakan lebih ekspresif dibandingkan dengan menggambar. Perbedaan Melukis dan Menggambar Perbedaan utama melukis dengan menggambar adalah: objek yang ditampilkan akan berbeda. sedangkan melukis menghasilkan kesan kuas yang lebih menonjolkan warna. maka hasil karya harus sama dengan yang digambar. yaitu lukisan yang menggambarkan kondisi nyata. Bagi orang dewasa. a. Keterikatan mencurahkan perasaan diperbolehkan sehingga objek yang dilihat seolah-olah sebagai dorongan untuk mencipta karya seni. perbedaan melukis dan menggambar terletak pada hasilnya. pelukis mengarahkan objek lukisan kepada hal senyatanya. yang tampak oleh mata secara wajar. Lukisan non-realis. baik sifat maupun bentuknya. Lukisan realis.bidadari dalam impianku semalam. Selain itu. 2. a. sebagian anak telah mampu mengolah warna dengan jelas dan enak. di dalam melukis. serta telah dapat menggunakan karya dan warna sebagai simbol untuk menyatakan sesuatu. baik pastel maupun cat air sebelum digunakan. Kata kubayangkan berarti memberikan kemungkinan mengajak seseorang untuk melamun dan meneruskan kepada hal yang hampir mirip dengan wajah yang di bayangkan. Namun. yaitu lukisan yang menampilkan figure-figur yang tidak senyatanya. Sedangkan pada anak.

1) 2) b.

Warna panas, dikatakan warna panas karena kelompok warna ini dapat mempengaruhi kesan tenang. Kelompok warna panas adalah merah, kuning, orange, putih. Warna dingin, dikatakan dingin karena kelompok warna ini dapat mempengaruhi kesan sejuk. Kelompok warna dingin adalah biru, hijau. Melukis sebagai Alat Bercerita (Bahasa Visual/Bentuk) Bercerita sebenarnya usaha untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mengingat cara berpikir anak masih dalam taraf global antara pikiran dan perasaan, maka pola tersebut kadang tampak pada perilaku nyata atau tertutup hanya dengan membayangkan. Ketika anak usia dini belum dapat mengontrol diri maka ia akan menggunakan bidang gambar seadanya. Anak-anak bercerita sambil menggambar tanpa melihat lukisan tersebut berbentuk atau tidak, asal seluruh kegiatan dapat dilakukan untuk menampung cerita yang diinginkan. Sekarang persoalannya adalah bagaimana cara membina anak agar dapat menikmati lukisannya? Seorang guru dapat melakukan pengarahan kepada anak dengan :

1)

Mengerem kegiatan menggambar yang tidak bermanfaat. Tipe anak yang ekspresif yaitu anak yang sering berkelakuan spontan akan merasakan kegiatan tersebut merupakan hambatan. Oleh karenanya, dengan mengerem anak ketika anak menumpang bentuk di atas bentuk yang ada, guru dapat mengarahkan dengan menunjukkan bahwa gambar yang dibuat sudah baik, tidak perlu ditumpang lagi.

2) 3)

Menerangkan secara logika, bahwa bentuk-bentuk yang dibuat telah menjelaskan ceritacerita yang diinginkan. Memberi contoh dengan gambar. Hal ini digunakan untuk meningkatkan apresiasi anak. Gambar atau lukisan dapat dipilih yang realis artinya gambar tersebut tampak jelas oleh penglihatan anak dengan tanpa menebak lagi. Anak diarahkan untuk mengerti susunan dan bentuk yang sesungguhnya.

c.

Melukis berfungsi sebagai Alat Bermain Kadang-kadang anak melukis tidak untuk mengutarakan pendapat saja melainkan juga untuk bermain. Warna yang dianggap menarik diperlakukan sebagai alat atau media permainan dengan jalan: (a) mencampur warna satu dengan warna yang lain sehingga menjadi gelap dan sulit membedakan satu dari yang lain. (b) mengombinasikan warna satu dengan warna lainnya, (c) menambahi bentuk dengan bentuk baru, warna baru (mewarnai) atau menempel dengan bahan lain. Kegiatan yang dilakukan anak merupakan kegiatan yang wajar sebagai alat bermain. Namun, jika anak akan bermain warna dengan barang-barang yang sudah baik, yang ada di rumah/di kelas maka Anda perlu memberikan perhatian agar anak tidak terbiasa melakukan kegiatan suka merusak.

d.

Melukis dapat Melatih Ingatan

Melukis adalah menggambar bayangan yang ada di benak. Bayangan di benak pelukis datang dari suatu peristiwa yang pernah dikenang, baik kenangan yang susah ataupun kenangan manis yang selalu ada dalam ingatan. Beberapa kejadian yang telah masuk dalam ingatan anak (memori) biasanya akan muncul ketika bentuk, warna, baju, permainan, perilaku orang atau kata-kata bujukan menuju ingatannya. Semua ingatan ini akhirnya muncul ketika anak sedang melukis. e. Melukis dapat Melatih Berpikir Komprehensif (Menyeluruh) Kaitan melukis dengan perkembangan berpikir maupun perkembangan perasaan tinggi. Ketika anak akan mencari ide dan gagasan, pikiran anak akan menjangkau terlebih dahulu objek yang akan ditampilkan, contohnya: Melukis keramaian kota. Saat berpikir, anak akan membayangkan kota yang pernah dilihat, sehingga mungkin ada dalam satu anak yang dalam lukisannya akan menampilkan hiruk-pikuknya suasana kota. Sedangkan pada lukisan dari anak yang lain, akan menggambarkan hasil pikirannya tentang salah satu peristiwa yang menarik perhatiannya dari keramaian kota, misalnya adanya tabrakan mobil dan ditampakkan salah satu supir atau pengendara yang terluka. Kemungkinan lukisan yang lain hanya mengungkapkan satu orang anak yang lari mengejar orang tuanya sambil menangis. Saat anak berpikir dan melukis keramaian kota, hal itu sebenarnya didapat melalui dua imajinasi anak berikut. (a) melihat keramaian kota dengan bentuk tiga dimensi serta hirukpikuknya akan dicatat dalam medium dua dimensi, berarti terjadi berpikir abstraksi. Kejadian tersebut dirangkai dengan imajinasi anak sebagai pernyataan subjektivitas, dapat memberikan dan melatih kemampuan anak dalam mengungkapkan peristiwa dan mengungkapkan dalam bentuk gambar. (b) Suatu kejadian merupakan rangkaian peristiwa yang berlatar belakang banyak. Melukis merupakan latihan mengamas berbagai peristiwa, bentuk dan rasa menjadi catatan visual. Oleh karenanya, beberapa ahli memberikan istilah melukis sebagai bahasa visual, mencatat kejadian menjadi catatan bergambar. Menfaat melukis bagi perkembangan daya nalar tinggi f. berupa pengembangan daya tangkap kompherensif dan cara mengungkapkan secara sistematis namun ekspresif. Melukis sebagai Media Sublimasi Perasaan Pada suatu ketika, anak diminta gurunya untuk melukis keadaan di rumah. Namun, pada awalnya anak tidak bersedia untuk melukis bahkan mengganggu teman-temannya yang sedang melukis, dan tiba-tiba saja guru meminta anak untuk melukis, anak itu kemudian berlari ke luar kelas dan mengekspresikan dirinya dengan berlari-lari dan memainkan beberapa batu yang dibayangkan sebagai mobil. Tidak lama kemudian, anak masuk kek kelas dan langsung melukis dengan proses sebagai berikut.

“Menggambar satu mobil dengan fasilitas lengkap dan diberi warna kuning; gambar ini kemudian ditambahkan satu kendaraan lagi juga berupa mobil berwarna biru. Ketika dua mobil sudah mulai digambar dengan berlatar belakang rumah bertingkat tiba-tiba ditutup dengan cat air berwarna merah dan kemudian menirukan suara tabrakan...duar...seketika itu pula kedua lukisan mobil ini tidak tampak lagi” Setelah diketahui dua mobil tersebut tidak lagi berujud pada lukisannya, maka guru segera menanyakan: “Nak, mana lukisan mobil itu?” Anak segera menjawab, mobilnya rusakl terbakar karena tabrakan. Peristiwa yang dilukiskan anak ini sebenarnya merupakan ungkapan rasa marahnya ketika melihat satu mobil mewah ditabrak oleh mobil lain yang menyebabkan perjalanan ke sekolah pada pagi hari kemarin terlambat. g. Melukis dapat Melatih Keseimbangan Secara keseluruhan cara membayangkan sesuatu oleh anak dianggap sebagai kegiatan menyeimbangkan antara objek dengan emosi. Pada kesempatan ini terjadi peristiwa yang bersamaan, sebab pikiran dan perasaan masih menyatu. Ketika pikiran dan perasaan telah mulai memisah, unsur bentuk kemungkinan akan menonjol, karena berjalan sesuai dengan perkembangan pengamatan anak. Pikiran anak dapat tertuangkan dengan jelas, mungkin berupa keinginannya atau kemungkinan pernyataan kesedihannya. h. Melukis dapat Melatih Kreativitas Anak Keadaan anak melukis ternyata mempunyai perilaku yang khas dan tidak tetap, diantaranya (a) anak bernyayi kemudian melukis, (b) berlari dan mencontohkan objek yang dilukiskan terlebih dahulu kepada gurunya, (c) langsung melukis tanpa komentar, (d) melukis sambil bercerita. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajar, seperti halnya ketika orang dewasa bekerja. i. Melukis Mengembangkan Rasa Kesetiakawanan Sosial yang Tinggi Ternyata kegiatan anak dalam melukis bersama menunjukkan variasi kerja: (a) anak tidak pernah berbicara, (b) anak selalu menerangkan dan menjelaskan karyanya kepada anak di sampingnya, (c) anak selalu memberitahu kekurangan teman, (d) anak terbuka dan bertanya keinginan temannya. Dalam kegiatan ini, seorang gruru dapat melakukan kegiatan tindakan preventif. Dengan kegiatan ini dapat diperoleh manfaat bahwa dengan melukis bersama, anak akan terlatih memahami orang lain. Tujuan kompetensinya adalah memberikan rasa tanggung jawab pada dirinya serta memahami hak orang lain sesuai dengan kebutuhan. B. Peralatan dan Teknik Melukis 1. Medium dan Bahan Melukis Berdasarkan teknik, berkarya seni rupa dapat dikerjakan dengan cara konvensional dan inkonvensional. Cara konvensional adalah langkah yang dilakukan dengan jalan

Warna-warna ini merupakan warna campuran dari dua jenis bahan kimia garam dan naphtol. ditumpangkan di atas gambar berlilin tersebut. Warna mempunyai banyak jenis. Pensil merupakan bahan warna dan sekaligus sebagai alat. Bahan lain yang berupa pewarna kimiawi adalah bahan warna sintetik batik. 2. akan menyesuaikan dengan warna lilin. (2) warna artificial (buatan) dari bahan minyak seperti pastel. Peralatan Melukis a. akrilik dan sintetik. di antaranya adalah: (1) warna alami termasuk pensil. Kanvas adalah medium untuk melukis cat minyak. misalnya melukis di atas kain blaco. yaitu: (1) medium konvensional artinya medium yang sesuai dengan aturan penggunaannya seperti kertas. HB. A3 2 x ukuran kuarto dan semakin kecil angka semakin besar ukuran kertas. dari bahan pigmen kapur seperti cat air. Jika alat yang digunakan tidak sesuai dengan tingkat kecepatannya berekspresi. Kemudian perlengkapan lain adalah warna. ukuran karakter tertera pada pangkal pensil seperti H. Sebagai contoh: teknik tutup lilin. (2) medium inkonvensional. dengan memahami sifat anak dalam menggambar. Bagi kertas yang tidak tergores dengan lilin akan menyerap warna. arang. Kanvas yang baik adalah kanvas dari bahan kain yang tidak mudah sobek serta tahan lama. Penyebutan ini untuk menyesuaikan dengan istilah percetakan. dari bahan lilin berupa pastel lilin. daun. Secara garis besar bahan berkarya rupa terdiri dari dua jenis. hardboard dan papan. Teknik ini mendahulukan menggambar dengan lilin penerang setelah gambar sketsa sudah dinyatakan siap dikerjakan. pastel. Kemudian menggambar dengan menggunakan pewarna cat air. Pada umumnya anak-anak suka menggambar dengan cepat. yaitu modifikasi medium yang sesuai dengan keinginannya. Di samping itu kanvas diusahakan lentur sehingga mudah pemasangannya serta nantinya tidak mudah retak. Masing-masing kode menunjukkan sifat keras lunaknya pensil. Pensil tersebut mempunyai berbagai ukuran sesuai dengan karakteristiknya. atau 2B. Oleh karenanya. Sedangkan teknik inkonvensional adalah cara yang digunakan seseorang untuk menciptakan gambar atau pun lukisan dengan bervariasi teknik.menggunakan peralatan sesuai standar pabrik serta sesuai dengan teknik yang diminta oleh pabrik. cat minyak dan cat ducco. maka anak akan segera kehilangan ide berikutnya. seorang guru perlu memilihkan pensil warna yang cocok serta bahan kertas yang sesuai. sedang yang tidak. serta akan muncul ketika dicampur. Medium konvensional seperti kertas mempunyai aturan dan ukuran tertentu seperti ukuran A4 (kuarto). cat air atau yang lain. cat poster. . Pensil Hasil lukisan dengan teknik kering seperti pensil tampak pada arsir atau goresan. terpal atau plastik . Misalnya: menggambar dengan pensil. kanvas. Bahan dasar kanvas adalah kain yang ditutup dengan cat minyak agar tidak mudah menyerap bahan warna minyak tersebut.

sehingga dapat digunakan lebih lama. Patahan ini akan membentuk kesan yang dikehendaki sesuai dengan keinginan (ekspresi). Ranting Pohon Kesan yang ditimbulkan pena berbentuk formal. Sedangkan untuk cat minyak dan poster kuas cenderung lebih berserat tebal. artinya garis yang dihasilkan sesuai dengan bentuk ujung pena yang tersedia. Bahan warna bisa berasal dari cat air ataupun cat minyak dengan tujuan menghasilkan kesan blok. mulai kuas yang mempunyai efek runcing sampai dengan tebal seperti efek yang dihasilkan oleh batangan papan. . Untuk membuat bentuk yang artistic dengan kesan bervariasi dapat menggunakan ranting pohon yang dipatahkan. Untuk cat air biasanya kuas lebih halus dan mudah menyerap air seperti bulu kuda atau sejenisnya. Hasil penggunaan alat ini bisa berbentuk tipisruncing. jenis kuas untuk cat air berbeda dengan jenis kuas untuk cat acrylic serta cat minyak. f. Unsur yang membedakan adalah bahan dasar dan penyerapan bahan warna. Beberapa penggunaan pena ini mengatakan bahwa pena cocok untuk membuat gambar berbentuk blok dan garis (runcing). e. karena tidak praktis harus mencuci alat tersebut setiap saat. tebal berkesan tidak teratur dan blok besar. Pena. bahan ini mempunyai kelemahan karena setiap akan berganti warna berarti anda harus berganti alat. Namun. Kuas Terdapat bermacam-macam ukuran kuas. Karet Tebal dan Karet Tipis Jika papan kayu tersebut bersifat keras dan kurang dapat menyerap bahan warna maka kuas dengan karet batangan lebih dapat menyerap air. oleh karenanya dapat ditutup dengan fixative yang dapat dibeli dari toko langsung berupa car laquer (liquid) yang bening atau sering disebut dengan cat semprot tangan (pilox) clear. kemudian menghapusnya. yaitu dengan menghitamkan terlebih dahulu kertas gambar. d. g. Potongan Papan Beberapa karya lukis juga dapat diselesaikan dengan peralatan sederhana seperti di bawah ini: papan yang dipotong segi empat mirip dengan batangan papan kecil dan digunakan untuk menyelesaikan melukis secara blok warna. c. tumpul bulat atau tumpul patah lurus. Biasanya dipilih papan yang mudah menyerap bahan dasar air. Kesan yang diperoleh dari goresan karet ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan anda. Secara normal.b. Spidol Alat ini digunakan untuk mengantarkan tinta sebagai pewarna gambar. Ujung pena berbentuk runcing. Karya gambar dengan arang relative mudah terhapus oleh tangan. Arang Pada prinsipnya alat gambar arang ini sama dengan pensil konte.

yaitu krayon pastel yang sulit mengeluarkan warna. sifat pastel ini lunak dan warna yang dipergunakan memberi kesan pekat oleh karenanya disenangi oleh anak untuk melukis. Cara membuatnya: sediakan kain ukuran 25 x 25 cm di tengah diisi dengan kain perca atau busa kemudian tutupkan atau bungkuskan sehingga membentuk bulatan. Oleh karena itu. i. Cara kerjanya seperti eksperimentasi (percobaan). Melukis Inkonvensional Pada prinsipnya melukis inkonvensional merupakan cara berkreasi menggunakan peralatan dan teknik yang tak biasa.h. anak dengan nekat mengambil warna yang ada secara langsung dari warna yang telah disediakan. Pup Pup adalah sejenis alat buatan sendiri yang terbuat dari bahan kain dan isi dari kain perca. busa (spons) atau kapas. a. . Teknik Tutup Teknik tutup merupakan teknik campuran antara teknik basah dengan teknik kering. (c) krayon pastel kapur atau sering disebut jenis chalk pastel ini mudah terhapus oleh tangan. 3. Cara ini juga disenangi oleh anak karena sifat bermainnya lebih banyak dan anak dapat menginterpretasi bermacam-macam teknik dan mencoba dan menggabungkan sendiri. Jari Tangan Sifat anak usia dini ketika melukis ingin cepat agar ide dan gagasannya tidak kandas dan menghilang. Krayon Pastel Alat menggambar ini sekaligus berfungsi sebagai pewarna berbentuk batangan. (b) krayon pastel lilin atau (wax). Teknik tutup ini dapat dimanfaatkan oleh anak tipe ekspresif karena membutuhkan kecepatan berekspresi. Dengan jari-jarinya anak merasakan bahwa ia dapat lebih cepat menyelesaikan lukisannya. Kesan pastel sesuai dengan pegangannya. Cara memegang krayon pastel tidak berdiri tetapi dibuat tidur. Akhirnya. sehingga diperlukan kertas yang berserat tebal. penggunaan krayon pastel berdasarkan jenis krayon pastel: (a) krayon pastel minyak atau disebut oil krayon pastel. Sedangkan teknik kering karena medium lain yang akan digunakan adalah medium pastel. anak mencelupkan tangannya sendiri ke cat warna. Kesan yang ditimbulkan transparan. Teknik tutup ini juga dapat diartikan menutup sebagian gambar dengan berbagai macam bahan dan kemudian diselesaikan dengan pewarnaan secara menyeluruh. j. Selanjutnya. jika anda ingin membuat blok kertas pembungkus pastel dilepas terlebih dahulu. Teknik basah karena menggunakan medium cat air. yaitu teknik melukis dengan jari tangan secara langsung tanpa menggunakan bantuan alat. Teknik melukis langsung dengan pewarna tersebut dinamakan finger painting. Bulatan yang sudah jadi tadi diikat dengan kencang agar isi yang terbungkus tidak mudah lepas.

Oleh karenanya tidak digolongkan ke dalam melukis. e. yang di pentingkan dalam penampilannya adalah tata letak dan komposisi warna yang akan dilihat dengan keseimbangan semu (occult axial balance). Teknik ini dapat digolongkan ke dalam melukis inkonvensional. Tumpukan benang tersebut ditutup dengan kertas guna penekanan. karena tidak secara langsung membuat lukisan. Prinsip Memotivasi Aud Untuk Melukis Kegiatan melukis bagi seseorang umumnya dapat dilakukan melalui 3 tahapan. Teknik ini menggunakan cara membuat ikatan-ikatan terlebih dahulu. Melukis dengan Teknik Gesek Benang Teknik ini memerlukan persiapan banyak yaitu: mewarnai masing-masing benang dengan warna yang dikehendaki. maka dinamakan azaleyo. dan hasilnya pun belum dapat diduga seperti apa. d. namun ujung benang diperlihatkan. Melukis dengan Teknik Ikat-Celup Sebagian orang mengatakan bahwa teknik ikat celup tidak termasuk melukis. (c) jika yang ditempelkan berupa benda trimatra dan jenis yang berbeda untuk bahan tersebut disebut dengan kolase. Buku yang . (b) namun. Lukisan yang dihasilkan berupa kombinasi cat kayu atau cat minyak dengan pemisah air. Teknik Campur Warna Kering dan Warna Basah Teknik ini melalui dua proses yang bersifat tidak terduga karena gambar yang dihasilkan tidak dapat dirancang terlebih dahulu. Sebagian orang mengatakan prinsip melukis dengan teknik ikat celup terletak pada penempatan ikatan serta variasi celupan dengan beberapa warna. Hasil kibasan warna cat air tidak dapat diramalkan. karena tergantung pada kelihaian seseorang dalam memprediksi hasil ikatan tersebut. Hasil yang ditimbulkan berupa bentuk bunga terompet. (a) jika bahan yang ditempelkan berupa kertas sejenis dan potongan kertas tersebut merupakan blok bentuk. anda harus memperhatikan jenis bahan yang akan ditempelkan. berdasarkan referensi atau buku. C. Gagasan Melukis bagi AUD 1. Oleh karena itu. jika potongan kertas yang ditempel berfungsi sebagai butiran warna-warna maka disebut dengan mozaik. f. Melukis dengan Kibasan Warna Cat Air Melukis dengan teknik kibasan warna cat air ini digolongkan teknik inkonvensional. Dalam hal ini langkah dilanjutkan dengan menutup dan menekan kertas penutup dengan tangan dan selanjutnya benang ditarik satu persatu. Melukis dan Menempel Untuk membuat gambar dengan cara menempel pada kertas. c. Benang-benang tersebut disusun sedemikian rupa dengan bertumpuk-tumpuk.yaitu: (a) Eksplorasi : mencari ide dengan berbagai cara.b.

Kekaburan persepsi tersebut dapat disentuh dengan berbagai cara. Namun. cara yang ditempuh bermacam-macam: 1. Bentuk-bentuk tersebut kemudian dibuat menjadi fungsi baru atau yang berbeda dari pada yang lain. Motivasi Imajinasi : dorongan menggambar dari imajinasi anak. bisa berupa suara halus maupun suara kasar. Misalnya memperdengarkan suara musik dan suara hewan tertentu yang dapat mengundang ingatan dan asosiasi anak untuk berimajinasi bentuk berdasarkan suara. Kata motivasi memiliki 3 bentuk dasar. kemudian mencoba berkarya tanpa merasa takut jika terdapat kesalahan. 2. 2. Kegiatan ekspresi dengan melukis dapat ditumbuhkan dengan jalan memotivasi anak sedini mungkin. (c) Kreasi/Mencipta : Anak harus diberi banyak motivasi oleh pendidik sebagai jalan membuka ide dan pikiran yang baru untuk mencipta. Biasanya terdapat medium konvensional seperti kertas dan kanvas. .pendidik dapat melakukan model-model berikut. mungkin cita-cita atau bentuk yang lain hingga terwujud lukisan. Bentuk motivasi adalah internal dan eksternal. 3. Mencoba membuat eksperimen bahan atau medium berkarya. 2. Sentuhan tersebut juga dapat muncul melalui suara-suara yang menjadikan ingatan serta gambaran yang akan datang muncul. demikian juga sebaliknya. yaitu dengan memberikan gagasan baru. Motivasi Penalaran : dorongan berkarya seni dari pandangan objek yang mempunyai struktur menarik. sehingga anak berkeinginan menggambar. Sebenarnya anak telah mempunyai gagasan sebelum diberi motivasi. misalnya melalui sentuhan cerita ataupun gambar yang diberikan kepada anak untuk ditebak maknanya. Mencoba alat yang paling disukai. Model Pemberian Motivasi Melukis Agar pendidik dapat memotivasi anak usia dini untuk melukis. 3.dibaca harus anda pahami isi dan maknanya kemudian bayangkan isi buku tersebut. Sesuai dengan teori motivasi. karena terdapat kesenjangan antara persepsi dengan gagasan maka gagasan sering tak muncul. Anak membayangkan sesuatu. Motivasi Artistik : dorongan menggambar karena melihat sesuatu objek yang indah.yaitu: 1. sehingga tampak dalam gambar berupa tata susunan yang artistik. (b) Eksperimentasi : tahap mencoba untuk mencari pengalaman. Motivasi internal adalah dorongan kepada anak dengan menyentuh alam pikiran dan perasaan anak. Hal ini sangat dibutuhkan karena dorongan internal ini akan menumbuhkan alam pikiran yang imajinatif serta memberikan dorongan untuk menyeimbangkan pikiran dan perasaan. Mencoba mengubah bentuk dari bentuk realistic menuju abstrak. dan akhirnya wujudkanlah menjadi karya lukis.

Setelah selesai bernyanyi. Selanjutnya anak disuruh mengomentarinya. Melukis Kesedihan dan Kesenangan Untuk model melukis kesedihan dan kesenangan. d. e. Objek dan Isi Lukisan Sebelum melukis. pendidik memberi gambaran atau lukisan yang realistik. Anak pada usia perkembangan. tugas tersebut ditanyakan kepada anak lain. Setelah itu anakanak baru diminta untuk melukis apa yang telah dilihatnya. Melukis Puisi Prosedur melukis puisi sama dengan melukis nyanyian. sebelum memulai melukis. b. f. Cerita yang diberikan kepada anak dapat disesuaikan dan dikondisikan kepadanya seiring dengan perkembangan pikiran dan daya emosinya. terutama di masa pertumbuhan untuk pengenalan dirinya. Puisi yang ditampilkan merupakan sentuhan yang dapat memotivasi anak untuk berkarya. untuk mengetahui kejelasannya. pendidik dapat meneruskan dengan bercerita pada anak-anak tentang angkasa yang berisi planet serta dapat pula digunakan untuk pesawat terbang. Puisi tersebut dapat diciptakan oleh anak atau dibuat oleh pendidik.a. Lalu anak diminta mengamati dan member komentar atau lukisan yang diperlihatkan pendidik. Melukis Cerita Cerita merupakan wacana yang paling disukai oleh anak. Selajutnya anak dapat melanjutkan tugas melukisnya. Anak usia 2 tahun senang melihat dan mencoba menghafal situasi sekitarnya. Melukis dengan Berdiskusi Terlebih Dahulu Anak harus berdiskusi dengan pendidik atau pendampingnya tenteng objek yang akan dilukis. Beberapa pendidik mengartikan belajar melukis hanya peningkatan teknik membuat bentuk serta pewarnaannya. c. Melukius Lagu Guru mengajarkan anak untuk bernyanyi “bintang kecil”. adakan . ajak anak-anak merenungkan hal-hal yang telah membuat hati mereka sedih atau senang. Setelah mengetahui tugas yang diberikan. Mereka memparkaya pengetehuan dengan bertanya kepada siapa saja dan yang paling kuat pengaruhnya adalah orang terdekat. Melukis Gerakan dan Tarian Sebelum memulai melukis. yaitu anak pada usia 2 tahun termasuk usia yang sensitive karena sedang mengalami usia perkembangan kosakata dan pengetahuannya.ajak anak-anak untuk memperhatikan suatu tarian yang di peragakan didepan kelas. Atau. sehingga cerita tentang situasi sekitarnya dapat dipersonifikasikan. kemudian arahkan anak-anak agar dapat memberikan komentar pada tarian tersebut. g.

SRI LESTARI.PD KELOMPOK 1 DWI KHAIRUNNISYAH F54011007 F54011001 F54011027 F54011020 F54011029 F54011028 A LESTARI A UTAMI USYANNUR CAHYA DEWI ALTIA SETIA DEWI PENDIDIKAN GURU . MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI SENI RUPA ANAK USIA DINI MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH : DRA.PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK . M.kegiatan tanya jawab dengan anak-anak tentang hal-hal yang dapat membuat mereka bersedih hati atau sebaliknya.

Semoga di masa mendatang bisa lebih sempurna. Makalah ini kami susun berdasarkan materi yang telah di berikan. Adapun tujuan penulisan Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Seni Rupa Anak Usia Dini. Besar harapan kami kiranya makalh ini memberikan manfaat bagi teman-teman. tepat pada waktunya. pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan atau kesalahan dalam penulisan makalah ini. pada semester III. dengan judulMenggambar Bagi Anak Usia Dini.2012/2013 Kata Pengantar Alhamdulillah. karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah. Makalh ini untuk membantu teman-teman agar lebih mudah dalam mempelajari mata kuliah ini. di tahun ajaran 2012/2013. September 2012 Penyusun . Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Pontianak.

.... MEDIA DAN PERALATAN MENGGAMBAR..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. GAGASAN MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI …………………...... …………………………………………………………………....1 2.i DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………....4 3. MENGGAMBAR DAN MANFAATNYA BAGI ANAK ………………………….…………………………………...7 .............ii 1.......

Sekarang perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada suatu ketika. menggores. Untuk mengetahuinya. Pertama. ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada anak. PENGERTIAN MENGGAMBAR Menggambar adalah membuat gambar. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mencoret. Tugas anda adalah mencatat kegiatan dan gerak-gerik anak yang berkaitan denagn menggambar. Perkembangan kepribadian ini dimulai dengan terpisahnya pikiran dan perasaan anak. Rasa seni akan berkembang menjadi rasa keindahan. Selamjutnya anda diminta mencatat dalam suatu lembar kerja yang berisi kegiatan anak setiap harinya. Hal-hal yang perlu dicermati adalah perilaku anak ketika melihat gambar yang diberikan oleh ibunya atau orang lain. ada baiknya anda memahami fungsi gambar bagi perkembangan anak. menorehkan benda tajam ke benda lain dan memberi warna. anak yang sama sekali belum tahu akan menanyakan lebih lanjut gambar sebenarnya. Untuk melihat keindahan yang dihasilkan anak secara sederhana dapat dilihat pada cara memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sang ibu lalu menjawab:”Sepiring nasi dan lauk”.. Sifat kepribadian anak pada awalnya adalah masih bersatunya anatara alam pikiran dan perasaan anak. rasa ketuhanan dan akan mudah disentuh kepribadiannya serta etika dan moralnya. minimal 4 jam sehari. sehingga menimbulkan gambar. Rasa seni ini akan dipelihara sehingga mampu mewujudkan keindahan.1. Rasa seni dimulai dengan bagaimana anak bisa menata benda-benda disekitarnya. berbicara dan bercerita kepada orang lain. Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh anak. bagi anak yang sudah memahami gambar. Kemungkinan akan melanjutkan pertanyaan lain yang berhubungan dengan isi piring dan makanan lain. dapat ditarik suatu strategi untuk menghidupkan rasa dan mengembangkan pikiran pada anak. Berdasarkan uraian di atas. seperti halnya makan. Berdasarkan ilustrasi tersebut. Sebelum memahami teknik menggambar untuk anak usia dini.selanjutnya. Bu?”(ditunjukkan gambar piring beserta isinya). anda dipersilahkan mengamati perilaku anak di rumah. Menggambar dan Manfaatnya bagi Anak A. seorang anak usia 2 tahun bertanya kepada ibunya: . B. GAMBARAN UMUM Pada prinsipnya kegiatan menggambar yang dilakukan oleh anak merupakan kegiatan naluriah. maka pendidikan atau orangtua anak perlu segera mendidik dan membimbingnya. anak akan membayangkan hidangan sarapan setiap pagi. Kedua. minum. Rasa indah bermanfaat untuk menyeimbangkan otak dan mengarahkan kemampuan kecintaan pada benda dan objek di sekitarnya. Pelajaran matematika dan pelajaran lain yang bersifat eksak (ilmu pasti) akan memisahkan secara evolusf (perlahan-lahan) antara pikiran dan perasaan anak.. anak akan menanyakan perihal isi piring tersebut gambar apa saja. Jika pikiran saja yang dikembangkan maka keseimbangan rasa anak akan melemah dan akhirnya rasa indah tidak akan tumbuh pada anak tersebut. ketika melihat piring beserta isi lauk diatasnya.”Ini apa .. Gambaran .

Misalnya: anak menggambar beberapa orang bermaksud menceritakan sahabat. Stimulasi bentuk ketika lupa. saudara atau kenalannya. Alat untuk mengutarakan (berekspresi) isi hati. pengetahuan yang dipunyai anak masih belum sempurna dan belum mampu membuat asosiasi terhadap kondisi atau objek yang pernah dilihat. Sebagai contoh: gambar pesawat terbang . Jadi menggambar melatih anak berfantasi. imajinasi dan sekaligus sublimasi. d. Anak perempuan akan menyebutkan satu persatu teman yang dia kenal. Kegiatan menggambar ini akan dapat menampung ide dan melatih menyeimbangkan perasaan secara spontan. Menggambar melatih ingatan e. sehingga apa yang dipikirkan sama dengan apa yang dia bayangkan.tersebut memberi keterangan sekaligus merangsang anak untuk mengingat. Jadi. b. Gambar merupakan media untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menggambar mengembangkan kecakapan emosional Anak akan menata bentuk dan figur itu dengan keseimbangan tidak mutlak (obvious axial balance) yang sebenarnya menggambarkan perasaan anak.kegiatan anak yang dianggap orang tua membahayakan. pikiran maupun gagsan baru. 1. manfaat gambar bagi anak adalah sebagai berikut: a. Manfaat Menggambar Secara garis besar fungsi dan manfaat gambar bagi anak dapat diuraikan sebagai berikut. a. d. Fantasi yang muncul adalah bentuk-bentuk yang kadangkala aneh dilihat orangtua atau bentuk sederhana seperti lingkungan sekitar anak. dan membayangkan enaknya kalau makan dengan lauk yang tergambar dibuku tersebut. ketika melihat suatu gambar maka terjadi proses berpikir. g. Pada saat ini gambar berfungsi sebagai stimulasi munculnya ide. kadangkala juga menyebutkan kecantikannya sedangkan anak laki-laki mencoba menjelaskan keheroikannya atau bahkan kesenangannya berteman. Menggambar sebagai alat bermain Ketika anak menggambar terjadi peristiwa berfantasi. Menggambar sebagai alat bercerita (bahasa visual/bentuk) b. Manfaat Gambar bagi Anak Bagi anak normal. dalam cita-rasa dan angan-angannya akan tumbuh terus. MANFAAT GAMBAR DAN MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI. Dalam teori stimulasi. BSD Susanto (1956) menjelaskan bahwa kehidupan perasaan dan pikiran anak pada usia 3 sampai 5 tahun masih menyatu.ketika . Alat menjelaskan bentuk serta situasi. c. h. atau untuk menumbuhkan gagasan baru. Menggambar sebagai media mencurahkan perasaan c. Menggambar melatih berpikir komprehensif (menyeluruh) f. Media bermain fantasi. 2. kemungkinan akan dilarang dan dihentikan justru ketika anak sedang melakukan pengembangan imajinasinya. C. pendapat maupun gagasannya. Menggambar sebagai media sublimasi perasaan Menggambar dapat digunakan untuk mendidik anak melatih mengendurkan spontanitas dan mengarahkannya untuk mengajarkan cara berbicara. Menggambar melatih keseimbangan Pikiran dan perasaan anak kadang bbertumpuk menjadi satu.

yang berfungsi untuk menutupi panas atau dingin nya cuaca. Hampir setiap gambar yang dilakukan anak usia dini mengalami keseimbangan yang baik ditata secara simetris maupun asimetris (tidak simetris). maka media yang akan digunakan oleh anak sebaiknya dipilih benda yang mudah dipakai untuk menuangkan ide dan gagasannya. Terdapat 4 ukuran kertas yaitu sebagai berikut: a) b) c) d) 2. Perkembangan selanjutnya. Sifat kertas atau medium menggambar ini menentukan bahan dan peralatan untuk menggambar. seperti : meja. kanvas.35 x 21. seperti: kertas. kaleng plastik bekas cat atau dan kardus bekas pengepakan bahan makanan.70 x 40) Plano atau ukuran kertas gambar padalarang (60 x 45) Kanvas Kanvas adalah medium gambar yang paling kuat dibanding bahan kertas dan karton. Semula kanvas terbuat dari kain yang juga disebut dengan kanvas. 3) terjadi asosiasi bentuk yang menyebabkan secara konsep terbentuk kreativitas. belum banyak berpikir untuk menyusun. anak akan menjelaskan isi gambar yang mengungkapkan sifat temanya. maupun benda yang bergerak lainnya. 1. 0 x 29. kain atau papan tripleks.70) A3 ukuran dua kali folio (29. Keterkaitan Gambar dengan Perkembangan Sosial Salah satu tanda perkembangan anak adalah kemampuannya berkomunikasi dengan pihak lain. hardboard keramik. keseimbangan yang diperoleh ini disebabkan perasaan dasar anak yang masih murni. pembelajaran pendidikan Seni Rupa (Menggambar) dengan meminta anak mengamati lingkungan sekitar merupakan salah satu cara melatih ketelitian pengamatan. serta bahan-bahan yang lain. MEDIA Media adalah bahan yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan seseorang. Sesuai dengan tujuan menggambar yaitu melatih mengutarakan pendapat dengan lancar. 2. Sifat bahan ini ada yang mudah sobek. Perkembangan ini merupakan bagian perkembangan sosial. Oleh karenanya. 3. 2) mencari sesuatu yamg lain dari yang lain dan. Kertas dan karbon. Kreativitas yang dapat dilatih pada anak adalah : 1) kreativitas memilih objek ( benda ) tambahan . Karakter ini juga tampak dalam gambar anak. Menggambar melatih ketelitian melalui pengamatan langsung Proses menggambar bagi anak sebenarnya merupakan hasil pengamatan terhadap benda-benda yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal.gambar telah selesai dapat dilihat keseimbangan penyusunan komponen atau unsur yang ada dalam bidang gambar. dan ada yang kuat. Terdapat 2 jenis keseimbangan tidak mutlak/semu (obvious axial balance) dan keseimbangan mutlak (occult axial balance). j. Berdasarkan teori psikologi. Susunan yang menggunakan komponen atau unsur bentuk yang sama dan ajeng disebut simetris. Ukuran kertas juga bermacam-macam. bunga. mobil. Media dan Peralatan Menggambar A.0) A4 sering dikatakan ukuran folio (21. . kursi. i. yaitu kain tebal. A5 adlah ukuran buku begaris atau setengah folio (14. Menggambar melatih kreativitas anak Kebiasan anak adalah mencari perhatian kepada orang lain.

Ada dua jenis papan yaitu :  Papan kayu lapis yang terbuat dari tripleks. gerabah.  Tripleks yang terbuat dari partikel kayu yang yang di padatkan dan dibuat lempengan dengan dipres sekuatnya. untuk mudah dibaca oleh scanner komputer digunakan pensil 2B dan ntuk gambar biasanya digunakan pensil 6B. yaitu teknik yang lepas dari aturan pengunaan medium gambar. Papan kayu lapis Terdapat bahan gambar berupa papan kayu lapis yang dapat dipergunakan untuk menggambar. dan polly carbonate. yaitu keramik lantai. Penghapus ini berfungsi sebagai alat untuk membuat skets sekaligus dengan cara menghapus bagian yang . diulai dari kode 7H sampai dengan H dan kode F yang jarang diperoleh dipasaran bebas. Keramik lantai dapat digunakan secara langsung dengan bahan pewarna: a) b) c) d) Cat kayu Cat minyak Spidol transparansi Spidol minyak Gambar yang sudah selesai dapat ditutup dengan pelapis atau pengkilat berupa cat netral atau sering disebut dngan clear. peralatan dapur maupun aksesoris rumah. Bahan-bahan tersebut dapat digambar langsung dengan spidol ataupun dengan cat kayu. selain jenis pensil tersebut adapula pensil arang atau sering disebut dengan pensil konte.vas bunga. Pensil yang biasa digunakan untuk belajar menulis berkode HB. Bahan lain yang sering digunakan adalah gerabah yang terbuat dari tanah liat seprti cobek. Namun bahan ini sangat keras sehingga hanya dapat difungsikan untuk menggambarkan ralatistik dengan model langsung.3. terdiri atas susunan lapisan kayu yang disayat tipis. B. kemudian menghapusnya. Fiber glass Bahan ini merupakan bahan inovasi menggambar dengan teknik inkonvensional. pot tanaman hias tempayan serta yang lain. 5. Pensil Pensil dengan kode H tergolong kelompok keras. serta batu. 2. Bahan ini dapat dilumuri cat terlebih dahulu atau dapat dilumuri langsung dengan cat tembok atau cat kayu. formatika. PERALATAN 1. Sehubungan dengan teknik ini maka bahan pewarna pun juga bebas. Arang Cara menggunakan arang sebagai peralatan menggambar adalah dengan cara menghitamkan terlebih dahulu kertas gambar. Bahan yang mirip dengan papan kayu lapis ini antara lain adalah fiber glass. Pensil ini mempunyai ketebalan dan kepekatan yang kuat. Keramik gerabah dan batu Terdapat perkembangan baru bahan atau medium lukis. 4.

misalnya kinung kunir dicampur dengan kapu akan menemukan warna orange dan seterusnya. Jeni cat air bermacam-macam misalnya aquarel atau cat air atau sering disebut water colour. spidol. 2. PEWARNA MENGGAMBAR 1. 3. 3. Memilih Teknik Menggambar bagi AUD a. Terdapat berbagai macam spidol dengan berbagai karakteristiknya. Gagasan menggambar bagi AUD A. Membuat Warna Sendiri Bahan warna alami langsung dapat digunakan dengan mencampur beberapa bahan alami. Bahan campur minyak : cat kayu. oleh karena itu dapat di tutup dengan fixatif. Kuas Terdapat berbagai jenis kuas. tipis dan lentur. Dalam perkembangan teknologi pewarnaan saat ini terdapat cat air baik aquarel maupun tempera dengan bahan kimia dimana cat akan muncul sesaat setelah pencampuran terjadi. Cara lainnya adalah menggunakan pewarna makanan yang tidak mengandung zat pengawet. Karya gambar dengan arang relatif mudah terhapus oleh tangan. b. Jenis pena : pensil. Menggambar bentuk Kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih anak membuat gambar adalah 1. 3. cat poster. Spidol warna ada yang langsung dapat dipakai ada juga spidol warna yang harus mencampur diatas kertas dengan cara menumpang warna yang sudah ada. acrylic dan warna makanan. Standar Toko Warna standar toko yang dimaksud adalah bahan warna yang dapat diperoleh dari toko dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan. C. Teknik Basah Teknik basah adalah teknik menggambar dengan bahan cat air dan digunakan dengan cara mencairkan terlebih dahulu. dan ini lebih menguntungkan daripada menggunakan warna lain. sedang kuas untuk cat tempera kaku tetapi halus dan luas cat aquarel halus. cat minyak dan cat hasil larutan kimia seperti batik dan bahan spidol kimiawi. Teknik Kering Teknik kering adalah teknik menggambar langsung diatas medium dengan menoreh ataupun menggores dengan pensil atau pastel.terang. Salah satu cat jenis ini adalah spidol. Cat air jenis air adalah acrylic yang berasal dari cat lukis. Kuas untuk cat minyak berbentuk lebar dan kaku. pastel. Contoh : bahan yang di campur dengan air : cat air. Meneruskan titik – titik menjadi gambar . Selain aquarel terdapa teknik basah yang juga dicampur dengan air akan tetapi bersifat pekat orang menyebutnya teknik tempera.

      Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna. Mengisi warna       Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna. Menginterpretasi bentuk dan warna       4.      Media : kertas gambar yang sudah terisi gambar titik – titik dan sebagian sudah ada gambar jadi. Anak diminta meneruskan gambar yang belum jadi/terisi Alat : pensil. pastel minyak atau kapur Teknik . pastel minyak atau kapur Teknik : menggaris atau mencoret Tugas : berilah warna sesuai dengan objek seperti yang dilihat Tujuan : menghafal bentuk dan melatih ketepatan pengamatan Evaluasi : ketepatan bentuk dengan memberi warna menjadi bentuk gambar 3. menggaris atau mencoret Tugas : contohlah gambar seperti yang kamu lihat Tujuan : menghafal bentuk dan melihat ketepatan pengamatan Evaluasi : ketepatan bentuk dan warna gambar Menyusun komponen bentuk yang tersedia Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna. 2. spidol satu warna Teknik : menggores atau mencoret Tugas : hubungkan titik – titik yang belum jadi menjadi gambar Tujuan : menghafal bentuk dan melatih ketepatan pengamatan Evaluasi : ketepatan bentuk dan waktu dengan menghubungkan titik – titik menjadi bentuk gambar. pastel minyak atau kapur Teknik : menggores atau mencoret Tugas : susunlah gambar yang ada Tujuan : memahami sifat bentuk Evaluasi : ketepatan bentuk dan waktu serta makna gambar .

5. Menggambar alam benda       Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil warna , pastel minyak atau kapur Teknik : menggores atau mencoret Tugas : gambarlah objek seperti yang dilihat Tujuan: memahami dan melatih pengamatan Evaluasi : ketepatan bentuk gambar B. Menggambar Tematis Menggambar tematis adalah menggambar dengan berbagai medium berdasarkan tema – tema tertentu. Istilah tema dijelaskan dalam ensiklopedia indonesia (1975: 7) sebagai berikut: Tema adalah yang dikemukakan atau dalil yang dipersoalkan. Dalam kesusastraan artinya suatu soal atau buah pikiran yang diuraikan dalam suatu karangan. Dalam seni rupa tema adalah suatu hal yang dijadikan isi dari suatu ciptaan, hal ini biasanya dikutip dunia kenyataan, tetapi dilukiskan dengan memakai alat – alat kesenian Tema dalam seni lukis pengertiannya adalah cerita ataupun objek yang ada pada sebuah lukisan,(kayam,1981). The Liang Gie (1982:73) menjelaskan bahwa karya seni memiliki nilai kehidupan yaitu berbagai nilai dari kehidupan manusia diluar seni yang diteruskan atau disebarluaskan melalui media karya seni, seperti ide dan temanya. Berdasarkan bentuknya tema yang dapat diangkat dalam menggambar adalah sebagai berikut:
1.

Lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar mencangkup lingkungan alam sekitar anak bertempat tinggal seperti lingkungan dipedesaan, gunung, sungai, bebatuan atau lingkungan perkampungan di kota. Rencana pengajarannya dapat dibuat sebagai berikut:       Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air. Teknik : menggaris dan mengecat Tugas : gambarlah pemandangan disekitar tempatmu, seperti perumahan, lingkungan pasar atau sekolah Tujuan : melatih ingatan dan mengutarakan pendapat Evaluasi : gambar dapat diceritakan kembali
2.    

Cerita masa lalu

Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat Teknik : pensil warna, pastel minyak atau kapur, cat air : menggambar atau mencoret

Tugas : gambarlah atau kejadian seperti yang pernah kamu lihat atau alami

Tujuan : memahami dan melatih mengutarakan pendapat tentang kejadian atau hal – hal yang telah diingat masa lalu

Evaluasi
3.

: mengungkapkan isi hati dan ingatanya

Cerita akan datang

   

Media : kertas gambar atau segala macam kertas yang tersedia Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air Teknik : menempel, mencoret, dan mengecat Tugas : gambarlah objek seperti yang kamu bayangkan tentang kejadian ataupun situasi yang akan datang  Tujuan : melatih kreativitas dan berpikir inovatif  Evaluasi : kreativitas bentuk gambar 4. Menggambar isi buku cerita
   

Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna,pastel minyak atau kapur

Teknik : menggores atau mencoret

Tugas : gambarlah cerita yang telah diberikan oleh pendidik (untukanda : gambarlah cerita yang sesuai dengan isi buku)
 

Tujuan : memahami dan melatih ingatan Evaluasi
5.

: penelaahan peristiwa dan fokus objek

Menggambar Komik

Komik adalah gambar cerita, didalam gambar komik ini terdapat beberapa panil gambar dengan isi yang berurutan menunjukkan perubahan bentuk, perubahan suasana maupun cerita. Untuk itu seorang penggambar komik harus memahami urutan dan peristiwa yang akan digambar terlebih dahulu. Sebenarnya, anak adalah penggambar komik yang paling kuat, karna anak telah mempunyai cerita ketika akan menggambar. Akan tetapi, komik anak – anak masih dalam satu panil gambar. Satu panil gambar mempunyai banyak cerita, kemungkinan 5 peristiwa akan dijadikan satu. Misalnya: (1) Ibu pergi kepasar,(2). Aku membeli buku bersama ayahku (3). Kakakku bermain layangan (4). Melihat pesawat terbang (5). Aku ingin makan soto daging ayam. Bagi anak yang masih belum dapat memisahkan peristiwa, didalam gambarnya terdapat unsur kesemuanya, sehingga sulit diidentifikasi orang dewasa. Terdapat 3 komok yang dikenalyaitu kartun, realis, dan karikatur
a.

Kartun

Kartun adalah gambar yang cara pengungkapannya spontan, artinya figur kartun tidak mengindahkan proporsi apalagi model. Bahkan kartun ini sengaja diungkapkan dengan watak yang khas yang cendrung mengarah ke karakter yang lucu.
b.

Realis

Realis adalah penggambaran objek yang senyataannya. Objek digambar tanpa diadakan perubahan. Gambar realis dalam komik digambarkan bentuk – bentuk orang apa adanya,

hanya gambarnya merupakan penggalan – penggalan cerita. Namun apabila disambung menjadi cerita yang panjang.
c.

Karikatur

Corak dan karakternya sama dengan kartun, tetapi dibedakan pada temanya. Kartun selalu mengambil tema humor saja, sedangkan pada karikatur penggambaranya dengan mengambil karakter tokoh tetapi melalui gaya sindiran. Tujuan karikatur adalah sebagai kritik sosial C. Menggambar non tematis Gambar nontematis adalah gambar yang dibuat oleh seseorang dengan tema yang tersembunyi atau tidak mempunyai objek nyata, tetapi gambar tersebut lebih banyak sebagai curahan hati atau pikiran yang kalut. Beberapa jenis gambar non tematis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.

Menggambar isi perasaan musik

     

Media : kertas gambar yang sudah tersedia Alat : pensil berwarna, pastel minyak atau kapur, cat air dan pewarna yang dibuat sendiri oleh pendidik Teknik : menggores, mencoret, mengecat dan menempel Tugas : gambarlah isi hatimu setelah mendengarkan musik, namun sebelumnya rasakan kesedihan atau kesenangan yang pernah anda alami Tujuan : memahami dan melatih mengemukakan pendapat dengan berani Evaluasi : penelaahan peristiwa dan fokus objek serta bentuk komposisi
2.  

Menggambar gerakan

Media : kertas gambar yang sudah tersedia : pensil bewarna, pastel minyak atau kapur, cat air dan pewarna yang anda

Alat buat sendiri
 

Teknik : menggores, mencoret dan mengecat serta menempel

Tugas : gambar isi hatimu setelah melihat gerakan tari atau melihat vidio yang berisi tekanan atau gerakan orang yang sedang berkelahi, namun sebelumnya rasakan kesedihan atau kesenangan yang pernah anda alami
 

Tujuaan Evaluasi
3.

: memahami dan melatih mengemukakan pendapat dengan berani : penelaahan peristiwa dan fokus objek serta bentuk komposisi

Menggambar hiasan

    

Media :kertas gambar atau benda perabot rumah tangga yang tersedia Alat : pastel minyak atau kapur, cat poster, cat tembok atau cat minyak (cat kayu) Teknik : menggores atau mencoret dan mengecat Tugas : gambarlah bentuk dasar ; segitiga, segi empat atau yang lain komposisikan dengan baik Tujuan : melatih komposisi yang menarik

Menurut Havinghurst. yang keduanya merupakan unsur-unsur manusiawi yang mannunggal. tugas-tugas perkembangan untuk masa kanak-kanak ditentukan oleh faktor-faktor intern dan faktor-faktor ekstern dan development task utama untuk anak sejak lahir sampai usia 6 tahun. suatu kesatuan psikofisik. Periodisasi Perkembangan Pada hakikatnya anak merupakan suatu totalitas. Evaluasi : komposisi dan keseimbangan Kegiatan Belajar 1 KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI PADA ASPEK FISIK MOTORIK Berbicara mengenai bermain atau melakukan permainan bagi anak. terutama perkembangan fisik motorik. Adapun karakteristik anak sebagai berikut : 1. tidak terlepas dari perkembangan gerakan yang mendasari permainan tersebut. antara lain:  Belajar berjalan  Belajar menerima makanan padat  Belajar berbicara  Belajar menguasai buang air kecil dan buang air besar  Belajar tentang perbedaan kelamin  Mencapai kematangan fisik  Terbentuknya konsep-konsep sederhana tentang kenyataan social  Belajar mengasosiasikan diri secara emosional dengan orang sekitarnya  Belajar untuk membedakan “benar dan salah” 2.Gerakan manusia adalah alat dan cara belajar mengenal dunia sekelilingnya dan dirinya sendiri. . Cirri-ciri yang menonjol dari anak manusia yang baru lahir adalah gerakan yang dilakukan anggota tubuhnya. Periodisasi perkembangan anak secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi:  Pertumbuhan fisik  Peerkembangan motorik  Perkembangan emosional  Perkembangan sosial  Perkembangan intelektual  Perkembangan moral A. Karakteristik Perkembangan Anak Kita perlu memahami karakteristik perkembangan anak. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Sesuai Dengan Usianya Anak yang berhasil menguasai tugas-tugas perkembangan yang utama akan memperoleh kepuasan dan kebahagiaannya sendiri dan tanpa ragu-ragu ia akan mampu menerima tugastugas perkembangan tahap berikutnya. baik yang menyangkut pribadi maupun lingkungannya.

loncat berdiri Memukul bola di lantai berulang-ulang Melempar dan menangkap dengan tangan Koordinasi otot-otot meningkat. seperti berjalan Mengubah kedudukan badan . menaiki tangga panjatan serta berenang Lipat-melipat kertas. mencontoh gambar pola dan menggambar huruf dan angka Tulis-menulis Anak menyenangi gerakan-gerakan ritmik serta bermain dramatisasi Secara fisik anak ini sangat lentur dan senang melakukan kegiatan-kegiatan fisik. meniti balik. senang melakukan permainan dan ingin menang atau berhasil. Kebutuhan dasar tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:  Kebutuhan jasmani  Kebutuhan emosional . Anak usia 4-5 tahun memiliki tahap peerkembangan yang berbeda dengan tahap-tahap perkembangan anak usia 56 tahun. Kebutuhan Dasar Anak Walaupun setiap anak berbeda-beda. 4.3. Tahap-tahap perkembangan kemampuan fisik motorik anak usia 4-5 tahun:             Mengendarai sepeda roda tiga Melompat tali setinggi 20cm Menangkap bola Berjalan jinjit sejauh 3m Lompat jauh dengan awalan sejauh 60cm Mengikuti garis lurus dengan menempatkan kaki yang satu di depan kaki yang lain Berlari dengan jinjit Membawa gelas penuh berisi air Meloncat dengan kedua kaki bersama-sama Lari dan lompat Turun tangga satu kaki untuk satu tangga melempar mengenai saasran dalam jarak 5m Senang bergerak dan memiliki potensi energy yang sangat besar. namun mereka memiliki kebutuhan dasar yang sama. baik otot-otot kasar maupun otot-otot halus Meniti jembantan bamboo Berlari cepat di atas permukaan tidak rata Mereka senang berayun. Tahap-tahap Perkembangan Gerakan bermain harus sesuai dengan tahap perkembangan anak. Tahap-tahap perkembangan kemampuan fisik motorik anak usia 5-6 tahun:              Berjalan dengan tumit Turun-naik tangga. jongkok berdiri .

Bergerak berarti keselamatan dalam arti sebenarnya bahwa bergerak memiliki nilai mempertahankan diri. misalnya memanggil dengan tangan.  Kebutuhan mengekspresikan diri sebagai individu yang khas dan unik Kebutuhan kebebasan bergerak. e. misalnya bila gembira anak melompat-lompat. Bergerak berarti hidup. anak-anak pra sekolah perlu diberi pengalaman bergerak . a.  Menurut para ahli: smart and smart Seseorang berkembang secara harmonis . Anak-anak mengenali tubuhnya. 2. misalnya berlari cepat bila dikejar anjing atau memanjat pohon atau melempar batu. bila marah anak menghentak-hentakkan kakinya. Pengalaman keberhasilan tugas-tugas merupakan instrument penting dalam pendidikan. ia berlari-lari sendiri atau dengan teman-teman diruang yang luas atau di area terbuka di luar. f. B. antara lain sebagai berikut. Program dan Pendekatan Program latihan gerakan disusun berdasarkan karakteristik perkembangan anak. Pemberian dorongan termasuk pujian. Bergerak merupakan kesenangan dan kenikmatan karena anak bebas melakukan gerakan. juga menjadi instrument penting sehingga anda diharapkan jangan terlalu hemat dalam memberikan pujian dan penghargaan. Oleh karena itu. Bergerak berarti kebebasan. c. Perkembangan Gerakan 1. tanpa paksaan karena yang diutamakan adalah suasana keriangan dan kegembiraan. dan juga bantuan individual. anak juga menghubungkan hidupnya pada semua benda yang bergerak. Arti Bergerak Bagi Anak Bergerak bagi anak Taman Kanak-Kanak mepunyai berbagai arti. b. sekaligus membentuk body emage (kesadaran tubuh) dan konsep diri. tetapi. pemberian kesempatan yang merata. dan sebagainya. dan berteriak-teriak karena gembira sebagai ungkapan senangnya. Yaitu bebas dari larangan-larangan terhadap batas-batas fisik yang sempit serta bebas untuk mengembangkan diri melalui ekspresi tubuhny. mengangguk dengan kepala apabila menyatakan persetujuan. tingkat kesulitan tugas hendaknya disesuaikan untuk setiap anak untuk menyatakan diri dan kemampuannya. d. Bergerak merupakan cara mengadakan hubungan dan komunikasi. Bukan saja anak mengalami hidupnya dalam gerakan-gerakannya.

pengalaman dan praktik(Malnia dan Bouchard. Hal ini dapat dilihat dari berikut ini. Aktivitas fisik yang meningkat dengan tajam. 2. Urutan kedua. Eden Bergerak berarti berada dalam pusat kehidupannya karena hal itu telah terserap masuk dalam aspek perkembangan mereka. Urutan Proses perkembangan fisik manusia berlangsung secara berurutan. Seiring dengan kematang dan pengalaman anak. 1991). Pengalaman .   Wayne eastman Kegiatan fisik merupakan salah satu media yang penting karena melalui kegiatan ini anakanak membentuk kesan tentang dirinya maupun lingkunganya. Urutan pertama. Perspektif Perkembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinsip utama perkembangan fisik motorik anak usia Taman Kanak-Kanak adalah koordinasi gerakan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus. Pada waktu anak dilahirkan. motivasi. c. urutan. baik prilaku psikomotor. adalah keterpaduan. 3. disebut perbedaan yang mencakup perkembangan secara perlahan dari gerakan motorik kasar yang belum terarah ke gerakan yang lebih terarah sesuai dengan fungsi gerakan motorik. yaitu kematangan. kognitif maupun afektif Elizabeth halsey dan lorena porter Latihan gerakan sangat penting bagi anak apabila ditaltih dengan gerakan yang bermanfaat yang sesuai dengan tahap usiannya sehingga organ-organ tubuh akan berfungsi dan berkembang secara sempurna. Pada awal perkembangan gerakan-gerakan anak tidak terkoordianasi dengan baik. kemampuan gerakan tersebut berkembang dan mulai terkoordinasi secara baik. Anak-anak seakan-akan tidak mau berhenti melakukan aktivitas fisik menggunakan otot-otot kasar atau otot-otot halus. 1. yaitu kemampuan dalam menggabungkan gerakan motorik yang saling berlawanan dalam koordinasi gerakan yang baik. syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syaraf belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya. b. Kematangan Kemampan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Ada 5 prinsip utama perkembangan motorik. Motivasi yang datang dari dalam diri anak perlu didukung dengan motivasi yang datang dari luar. yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. a. d. Motivasi Kematangan motorik memotivasi anak untuk melakukan aktivitas motorik dalam lingkup yang luas.

3. melompat. Masa kanak-kanak merupakan masa kegiatan fisik-motorik yang tak terbatas. berlari. Gerakan Dasar Gerakan dasar dapat kita golongkan dalam tiga katagori sebagai berikut: 1. dorongan untuk bergerak dan keinginan untuk bermain meluap-luap. Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa “pendidikan akan berhasil melalui gerakan dan melalui gerakan terwujudlah pendidikan”. gerakan dapat diberikan dalam bentuk gerakan yang berat. menjatuhkan diri. B.      Praktik Kebutuhan anak-anak menurut Bucher dan Reade (1959) adalah sebagai berikut: Ekspresi melalui gerakan Bermain Kegiatan yang berbentuk drama Kegiatan yang berbentuk irama Banyak latihan motorik kasar maupun motorik halus. Hal ini meletakkan dasar yang kokoh dan kuat untuk masa depan mereka. adalah sesuatu yang berkesinambungan yang mengalir dari suatu gerak tertentu ke garek lainnya. berguling. Beban. konsep arah. A. ringan atau sedang. Ruang. meluncur. hubungan ruang(spasial). 4. anak yang sehat senantiasa bergerak atau melakukan sesuatu dan hamper tak pernah diam. cepat/lambat misalnya gerakan yang dilakukan oleh seluruh atau sebagian tubuh dengan kecepatan yang berbeda. mendarap. seperti berjalan. 2. yaitu sejauh mana gerakan tubuh itu menggunakan ruang dalam pelaksanaannya. Latihan dan pendidikan gerak pada anak usia Taman Kanak-kanak lebih ditujukan bagi pengayaan gerak. Rudolf Labon (1930) seorang ahlii yang mengemukakan bahwa gerakan yang diajarkan pada anak prasekolah selalu berkaitan dengan hal-hal berikut: Waktu. visual dan pendengaran. . Permainan-perminan fisik yang disajikan sesuai dengan perkembangan anak sehingga akan member banyak kesempatan bagi anak untuk menyalurkan dorongan tersebut. e. Alur. Kegiatan belajar 2 LATIHAN GERAK dan HUBUNGANNYA dengan BERMAIN Aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak beik sendiri-sendiri maupun berkelompok dalam bentuk permainan dilakukan anak karena senang dan didorong oleh keinginan untuk bergerak . pemberian pengalaman yang membangkitkan rasa senang dalam suasana riang gembira anak. Keterampilan Lokomotor membantu mengembangkan kesadaran anak akan tubuhya dalam ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran persepsi motorik yang meliputi kesadaran akan tubuh sendiri. waktu. dan bersepeda. 1.Perkembangan gerakan merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Pelatihan Gerakan melalui Bermain Latihan gerak yang sifatnya informal dan bebas sehingga anak dapat menguasai gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan diri selanjutnya. Keterampilan Lokomotor yang meliputi gerak tubuh yang berpindah tempat.

Latihan penenangan Penenangan agar suhu badan anak menjadi turun sehingga siap melakukan kegiatan lainnya. C. menggenggam. 2. bergoyang merentang.meloncat. sebelum menguasai sebuah keterampilan gerak anak-anak harus diberi kesempatan untuk melakukan latihan-latihan. Hendaknya dilakukan tiap hari. 2.     Pengalaman dan Ingatan Dalam belajar keterampilan motrik. 1.kelenturan otot b. Latihan inti dimaksudkan untuk melakukan hal-hal berikut: a. mendorong. Prinsip-prinsip pelaksanaan kegiatan fisik motorik di taman kanak-kanak. menulis. menggunting. Latihan kekuatan. antara lain adalah memegang. meliputi penggunaan serta pengontrolan gerakan otot-otot kecil yang terbatas. seperti berputar dan mengayunkan dan mengayunkan kedua tangan di tempat. Gerakan hendaknya bervariasi dan jangan monoton. 7. meremas. 5. yaitu menggerakkan anggota tubuh dengan posisi tubuh diam di tempat. seperti berayun.melempar 3. membungkuk. yaitu gerakan yang membutuhkan keseimbangan pada taraf tertentu. Keterampilan nonlokomotor. memotong membentuk tanah liat. anak-anak memerlukan pengalaman keterampilan dasar gerak-gerakan sederhana sebelum menggabungkannnya kedalam gerakan-gerakan yang lebih sulit. 3. 4. melengkup. Menciptakan suasana gembira dan menyenangkan. Keterampilan ini sering di kaitkan dengan keseimbangna atau kestabilan tubuh. .berlari. Prinsip-prinsip Pelaksanaannya dan Faktor-faktor pendukung. Urutan gerakan dalam kegiatan secara formal adalah sebagai berikut : 1. D. dan mencoba lagi. memutar.2. Latihan perenggangan. mencoba. memeluk. baik secara formal maupun diselipkan di antara kegiatan yang direncanakan. Latihan berjalan. terutama yang berada di tangan dan kaki. Latihan inti Kegiatan ini merupakan kegiatan pokok dari perkembangan fisik. meronce. Kegiatan dalam bentuk permainan. Sarana dan prasarana yang memadai Situasi lingkungan belajar yang aman atraktif dan menyenangkan Peran serta orang tua dan masyarakat Tenaga guru yang memiliki kemampuan/kompetensi membimbing anak usia dini. meraih. 3. Keterampilan gerakan manipulatif. membetulkan. Latihan keseimbangan badan c. Keterampilan gerakan manipulatif.ketangkasan badan d. Berencana dan bertahap Suasana di Taman Kanak-kanak di atur sesuai dengan kebutuhan anak untuk bermain dan bergerak. mencoret. Berikut faktor-faktor pendukung yang diperlukan agar tujuan pembelajaran tercapai. Pendahuluan atau Latihan pemanasandan Pemanasan badan/menaikan suhu badan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan. meliputi hal-hal berikut ini. 6. mengangkat.

5. namun melalui kegiatan seperti:  Belajar dengan mencoba-coba dan mengamati  Mencontoh orang lain  Latihan dengan bimbingan guru. Melakukan gerakan gerakan fantasi menurut cerita (senam fantasi). Bejalan dan berlari dengan berbagai cara (berdua. 10. dan latihan. 9. Melalui bermain dan latihan otototot tubuh sangat bermanfaat untuk keseimbangan tubuh. kelenturan dan mengokohkan punggung. Melompat ke berbagai arah secara individual. Bermain dan bergerak sambil memperkuat otot-otot tubuh. Berjalan dan berlari secara bersama (berdua). Gerakan kombinasi berjalan.berempat). 6. 7. otot-otot perut dan tungkai. dan melompat secara individual. 8. Melompat ke berbagai arah secara kelompok (dengan teman). Latihan gerakan dasar yang diberikan dalam kegiatan terpimpin.  Permainan anak Permainan dilakukan secara berkelompok yang sifatnya tidak terlalu formal.bertiga.E. Melakukan gerakan halus(motorik halus) melalui pengamatan. tidak ada metode khusus yang digunakan guru untuk mempelajari suatu keterampilan. G. PELAKSANAAN DI TAMAN KANAK-KANAK . Otot-otot tubuh anak dapat di latih dengan berbagai cara.  Gerakan ritmik (berirama) Berarti anak-anak melakukan gerakan-gerakan yang sudah dikuasai disertai dengan musik yang berirama. Melakukan gerakan-gerakan tubuh berdasarkan lirik lagu (gerak dan lagu). 1. 4. Elizabeth Hesly dan Lorena Porter juga mengemukakan bahwa dalam latihan gerakan untuk fisikmotorik anak ada empat bentuk kegiatan. 11. 3. Manfaat pemberian stimulasi pada kebutuhan untuk bergerak dan bermain adalah sebaga berikut:  Nilai fisik dan kesehatan  Nilai pendidikan/kognitif  Nilai kreatif  Nilai sosial emosional  Nilai moral. Gerak tubuh dengan alat bantu. Cara berjalan dan berlari perorangan. Metode Bermain Dalam usaha pengembangan kemampuan fisik. 2. seperti:  Gerakan eksplorasi (penjelajah) Anak-anak membutuhkan kebebasan bergerak dan untuk itu dibutuhkan ruang yang aman di dalam ataupun di luar kelas. H. Melakukan gerakan-gerakan tubuh berdasrkan irama atau ritmik melalui tape recorder dengan unsur-unsur gerak. berlari. peragaan. F.

menyisir rambut. Gerakan dengan Otot – otot Halus  Memegang dan melepas kuas. Apabila bermain anak – anak melakukan gerak tubuh yang perlu mendapat pengarahan dan bimbingan yang tepat.Ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan guru TK dalam mengembangkan kegiatan fisik-motorik. dan evaluasi. Dan anak merasa dirinya hebat dan ia akan berusaha sekuat tenaga untuk berulang – ulang mendapat respon positif tersebut. Anak – anak secara terus menerus menambahkan hal – hal yang baru pada pembendaharaan fisik motorik dan intelektualnya.  Memasukan benang ke manik.  Memutar tombol. gunting. . pensil.  Mengancingkan baju boneka. alat yang digunakan.  Memanjat. I. anak – anak dapat merasakan reaksi posotif ini. alat mengecat.  Menggenggam kuat-kuat botol. Gerakan Dengan Otot – Otot Halus Dan Otot – Otot Kasar/ Besar 1.  Menggali lubang di kolam. 2.   Memegang sendok dan garpu untuk makan. Melalui pendekatan ini guru biasanya mengembangkan perencanaan tertulis dalam SKH. yang terdiri dari komponen-komponen: tema. Kegiatan harus aktif dan menantang.    Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pendekatan tema untuk pengembangan fisikmotorik adalah sebagai berikut: Kegiatan hendaknya terfokus pada pengembangan otot-otot besar. Pengembangan fisik motorik anak di tingkat TK selain membantu berkembangnya otot – otot harus juga mempunyai nilai pembentukan watak. kemampuan. Membuka dan menutup riitsluiting. Saat bermain emosi anak – anak selalu terlibat.manic lubang jarum atau papan jahit. Hemat dalam penjelasan.    J. Salah satunya adalah pendekatan tema.  Berjinjit dan berjingkat-jingkat mengikuti music. tangan teman atau orang dewasa. kegiatan pembelajaran. Kepercayaan Diri Anak Berkembang Setiap kali anda melatih anak – anak dan merasa gembira dengan kemajuan – kemajuan yang di capaimereka.  Naik turun tangga. Gerakan dengan Otot-otot Kasar/Besar  Memompa di ayunan.

Bagaimana menyusun satuan kegiatan mingguan dan harian dengan model jarring laba-laba? C. Rancangan Pembelajaran Terpadu di TK dengan Model Jaring Laba-laba (Webbed) BAB 1 PENDAHULUAN A. D. saya menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan tema? 2. Menyepak selimut tebal yang menutupi tubuh. Latar Belakang Sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK). Masalah Melihat semua hal yang melatar belakangi rancangan pembelajaran terpadu dengan model jarring laba-laba (webbed) maka. para guru TK perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang model ini secara menyeluruh. Terkadang. ditentukan sub-sub tema sehingga akan memperjelas tema utama dengan menggunakan beberapa aspek kemampuan dasar yang ingin dikembangkan. B. Anda pasti selalu atau sering menggunakan suatu tema sebagai focus dari kegiatan pembelajaran Anda di kelas.   Berjalan di papan titian untuk keseimbangan badan. Meskipun demikian. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah Ini adalah sebagai bahan bacaan untuk para guru TK agar lebih memahami dan mengerti bagaimana bentuk model jarring laba-laba. bangku. Model ini merupakan model yang cukup sederhana. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat dilaksanakan di TK adalah model jarring laba-laba (webbed). Memindahkan meja. dengan tema yang dibicarakan sebagai pusat atau laba-labanya. Penggunaan tema tersebut menandakan bahwa Anda sebenarnaya telah melaksanakan model atau pendekatan pembelajaran terpadu. Istilah model jarring laba-laba digunakan untuk nama model ini karena bentuk rancangannya memang seperti jala atau jarring yang dibuat oleh laba-laba. . pembelajaran terpadu juga sering disebut sebagai pembelajaran tematik karena pembelajaran ini disajikan berdasarkan tema-tema belajar yang diambil dari lingkungan kehidupan di sekitar anak. Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan agar para guru TK dapat menggunakan model pembelajaran jarring laba-laba (webbed) dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuanketentuan yang terdapat di dalam makalah ini. 1. Berdasarkan tema tersebut. untuk dapat melaksanakannya secara optimal dalam proses bermain sambil belajar di TK.

bercerita. . 6. Anda perlu memperhatikan tahapan langkah sebagai berikut. Mengidentifikasi tema dan subtema dan memetakannya dalam jaring dalam tema. Anak lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Menyusun Rencana Kegiatan Mingguan. baik kelompok A maupun kelompok B. dengan mengaitkan aspek pengembangan lain dan pengalaman pribadi anak. Memudahkan anak memuaskan perhatian pada satu tema atau topic tertentu. B. MEMPELAJARI KOMPETENSI DASAR. 4. menulis deskripsi. Menyusun Rancangan Kegiatan Harian. Menentukan kegiatan pada setiap bidang pengembangan dengan mengacu pada indicator yang akan dicapai dan subtema yang dipilih. 3. 6. misalnya bertanya. 2. A. 5. 3. hasil belajar dan indicator setiap bidang pengembangan untuk masing-masing kelompok usia. 5. MENGIDENTIFIKASI TEMA DAN SUB TEMA DAN MEMETAKANNYA. Tema memegang peran penting dalam kegiatan pemeblajaran di TK yaitu untuk: 1. Menigkatkan gairah belajar anak karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi yang nyata. Mempelajari kompetensi dasar. 2. 4. Mengidentifikasi indicator pada setiap kompetensi bidang pengembangan melalui tema dan subtema. Langkah awal dalam membuat rancangan pembelajaran model apa pun terlebih dulu harus mempelajari kompetensi dasar. HASIL BELAJAR. Mengembangkan berbagai kompetensi bahasa dengan lebih baik. menulis surat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus bidang pengembangan lain. hasil belajar dan indicator pada setiap kelompok usia di TK. DAN INDIKATOR SETIAP BIDANG PENGEMBANGAN UNTUK MASING-MASING KELOMPOK USIA. Meningkatkan pemahaman terhadap materi sehingga lebih mendalam dan berkesan. BAB II PEMBAHASAN Rancangan Pembelajaran Terpady di TK dengan Model Jaring Laba-laba (Webbed) Untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jarring laba-laba di TK. Memudahkan anak mempelajari pengetahuan dan mangembangkan berbagai bidang pengembangan dalam tema yang sama.1.

Tema yang dihubungkan dengan hari-hari besar atau istimewa. Minat guru. guru dapat mengangkat tema kerukunan. Tema dipilih mulai dari lingkungan yang terdekat dengan anak. Berikut contoh menentukan tema dalam pembelajaran di TK. Efesiensi waktu karena bidang pengembangan yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga kali pertemuan. 1. cuaca. 2. misalnya gejala alam. hari kartini dat diangkat sebagau tema yang menarik. . Minat anak. 4. akan sangat menarik bagi anak untuk mempelajarinya. yaitu tema tersebut disesuaikan dengan. Waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. guru perlu memperhatikan rambu-rambu dalam pembelajaran berdasarkan tema atau pembelajaran tematis. Misalnya. 1. pemantapan atau pengayaan. Kurikulum sekolah. Tema yang dihubungkan dengan minat anak. 2. rumahku. Peristiwa bersejarah. Kebutuhan anak. Pembelajaran tematis dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadikan lebih bermakna dan utuh. hari ibi. Agar tema dapat berperan dengan optimal. Biasanya jika segala sesuatu yang diminati anak dijadikan tema. Lebih mengutamakan pengembangan kompetensi dari pada tema. Tema yang bersifat dasar dan selalu dapat dikembangkan. untuk mendamaikan antara anak yang sedang beselisih. Hari besar nasional atau hari istimewa.7. Tema yang dihubungkan dengan suatu peristiwa/kejadian. tentunya disesuaikan dengan perkembangan anak usia TK. atau tanaman. banjir. 4. yaitu kurikulum 2004 sehingga perlu mengakomodasi tema-tema yang berhubungan dengan kompetensi yang diinginkan pada kurikulum tersebut. Tema yang dipilih untuk pembelajaran dapat ditemukan dan dikembangkan dari hal-hal berikut. minat guru tentang sekolah. 1. dan negeriku. 3. angkasa luar. 2. misalnya hari kemerdekaan. misalnya aku. 3. misalnya dinosaurus. Selain minat anak. hari pahlawan. hari anak. yaitu sebagai berikut. 5. binatang. 3. sekolahku. pemilihan tema yang akan digunakan dalam pembelajaran di TK dapat dikembangkan dengan memperhatikan berbagai kriteria. anak atau proses pembelajaran yang diinginkan juga bisa dijadikan tema. Pada dasarnya model jaring laba-laba ini tetap mengacu pada kurikulum yang ada. keluargaku. seperti hari proklamasi. 4. Selain itu. Dalam pelaksanaannya perlu mempertimbangkan alokasi waktu setiap tema dan banyak sedikitnya bahan yang ada di lingkungan sekitar.

1 Pemetaan tema .Gambar 4.

.

.

Gambar 4.2 Bagan Contoh Jaring Tema Kecil (Subtema) .

MENGIDENTIFIKASI INDIKATOR PADA SETIAP BIDANG PENGEMBANGAN MELAUI TEMA DAN SUBTEMA Setelah menentukan jarring tema maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi indicator pada berbagai bidang pengembangan yang disesuaikan dengan jarring tema yang telah dibuat. Sebagai contoh. apabila ada indicator yang cukup sulit disesuaikan dengan jarring tema yang ada. Untuk itu kita perlu melihat kembali indicator setiap bidang pengembangan pada kurikulum 2004. dengan mengusahakan agar seluruh bidang pengembangan dapat terakomodasi dalam tema tersebut. kita tidak perlu memaksakan diri. . Namun.C. gambaran tentang pengembangan beberapa indicator pada berbagai bidang pengembangan yang dapat dikembangkan sesuai dengan jarring tema tukang pos untuk anak TK kelompok B seperti berikut. Sebaiknya yang lebih diutamakan adalah tercapainya kemampuan tersebut. bukan terlaksananya jarring tema.

.

dari setiap indicator yang telah dirtentukan perlu dipikirkan kegiatan yang sesuai dengan tema dan subtema.3 Bagan contoh jarring kompetensi dengan tema tukang pos untuk kelompok B D.Gambar 4. MENENTUKIAN KEGIATAN PADA SETIAP BIDANG PENGEMBANGAN DENGAN MENGACU PADA INDIKATOR YANG AKAN DICAPAI DAN SUBTEMA YANG DIPILIH Pada langkah ke 4 ini . . Berikut contoh jarring kegiatan dari bagan yang ada di langkah 3.

4 Bagan Contoh Jaringa Kegiatan Dengan Tema Tukang Pos Untuk Kelompok B .Gambar 4.

MENYUSUN RENCANA KEGIATAN MINGGUAN Setelah kegiatan tersusun. selanjutnya kita perlu membuat rencana kegiatan pembelaj aranuntuk satu minggu yang biasa disebut Satuan Kegiatan Mingguan (SKM). . yaitu dilihat dari sisi bentukbagannya. dapat digunakan bentuk webbed atau bentuk matriks. Model SKM yang biasa digunakan di TK ada dua macam.E.

bahasa.Standar acuannya adalah bagaimana kegiatan satu minggu yang sudahdirencanakan sesuai dengan indikator tersebut dapat dicapai dalam satu minggu saja. . Pada SKM brntuk ini. bagannya bisaberupa jaring yang akan dilaksanakan dalam 1 minggu. Namun tidak menutupkemungkinan hanya 1-2 bidang pengembangan saja dalam satu hari. fisik/motorik dan seni diusahakan dibagisecara merata dalam jumlah hari belajar ini bertujuan agar anak tidak merasa bosan. tergantung pada kebutuhanatau kondisi TK Anda. Untuk SKM bentuk webbed dengan model pembelajaran kelompok. SKM model pembelajran kelompok inidapat juga langsung ditampilkan dalam bentuk jaring per hari. berarti kegiatandibagidalam 5 hari. Pada modul ini akan diberikan contoh dua SKM yaitu SKM bentuk webbed dengan model pembelajrankelompok(dalamkegiatanharian) dan SKM bentuk Webbed dengan model pembelajaran berdasarkan minat. setiapbidang pengembangan yaitu perilaku. kognitif. Contoh SKM ini merupakan kelanjutan dari langkah ke-4 diatas. dengan asumsi jaring pada langkah ke-3 tersebut akan dilaksanakan dalam satu minggu (6 hari belajar). terdapat model pembelajaran kelompok dan model pembelajaranberdasarkan minat.Jika haribelajara sampai dengan Jumat.Sedang dari sisipengorganisasian kelasnya.

Contoh SKM Model Pembelajaran Berdasarkan Minat Kelompok B Pekan 1/Desember 2005 .

sedangkan kekurangannya adalah tahap demi tahap kegiatan sejak pembukaan sampai dengan penutup. SKH juga ada dua model. yang biasanya disebut dengan Satuan Kegiatan Harian (SKH). yaitu bentuk wbbed dan bentuk matriks. Contoh Satuan Kegiatan Harian Model Pembelajaran Kelompok . yaitu model pembelajaran kelompok dan model pembelajaran berdasarkan minat. tetapi membutuhkan waktu cukup lama untuk membuatnya. Kelebihan SKH bentuk webbed adalah kita dengan mudah dapat melihat jenis kegiatan dalam satu hari secara keseluruhan. SKH juga dapat dibuat dalam berbagai model. Apabila ditinjau dari bentuk bagannya. Menyusun Rencana Kegiatan Harian Setelah SKM disusun. Dari sisi pengorganisasian kelasnya. yang dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing TK. selanjutnya kita perlu menjabarkannya dalam rencana kegiatan harian. Seperti halnya SKM. maka SKH terdiri dari dua model yang dapat digunakan.F. juga alat dan sumber belajar yang diperlukan.

Hari Indikator Kegiatan Alat/sumber Penilaian .

kertas 5 set seragam pak pos mini kertas hvs warna Peralatan makan Alat permainan luar/dalam kelas Contoh : Satuan kegiatan harian model pembelajaran berdasarkan minat kelompok B Tema : Pekerjaan-Tukang Pos BAB III PENUTUP Kesimpulan : model jarring laba-laba merupakan model pembelajaran terpadu yag menggunakan pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran yang dijabarkan dalam beberpa kegiatan dan atau bidang pengembangan. sesudah melakukan kegiatan (pl1) Membedakan kata dengan suku kata awal yang sama (bhs 3) Menunjuk dan mencari 2. makan yang digunakan (pl 35) Membaca buku cerita 4. karton Area main peran Bermain peran membeli perangko dan mengirim surat Bermain peran menerima surat dari pak pos Area seni Penugasan pengambar alat transportasi pos dari lingkaran dan segi empat Penugasan mencocok topi pak pos Area monorik Lomba memakai seragam pak pos Meniru melipat kertas sederhana Istirahat (30 menit) Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Bermain bebas Penutup Story reading “ayahku seorang tukang pos” Berdoa pulang dan salam Perangko. sebanyak-banyaknya benda dengan ciri tertentu (kog @) Mengelompokan benda dengan berbagai cara (kog 1) Berbicara dengan suara ramah dan teratur (pl 11) Mengucapkan terima kasih jika memperoleh sesuatu (pl12) Mengambar bebas dari bentuk dasar (seni 2) Mencocok dengan pola buatan guru atau buatan sendiri (seni 17) Mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan (fis 1) Penugasan membuat amplop surat Memberikan peralatan 3. uang. lem. Dan penentuan tema haruslah yang menarik agar menjadi pusat perhatian anak dan memudahkan anak mempelajari hal-hal terkait dengan tema tersebut.ampas.ampun dan lain-lain Inti (60 menit) Area sains Mengelompokkan dan menempelkan perangko berdasarkan warna Amplop.ambil. surat. . dengan kalimat sederhana (bhs 15) Berdo‟a sebelum dan sesudah melalukan kegiatan (pl 1) Pembukaan (30 menit) Berdoa sala: Tanyajawab membedakan kata amplop.tanggal Senin. Kita harus memperhatikan tahapan atau langkah untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jarring laba-laba agar hasilnya baik. trempel. buku gambar peralatan mencocok. surat Krayon. spidol kegiatan Perkembangan anak Berbagai benda pos perangko berbagai warna. 25 januari 2006 Berdo‟a sebelum dan 1.

bahkan dapat menggunakan media audio visual. 2.1991) “sejak lahir hingga dewasa pikiran anak melalui berkembangan melalui jenjang-jenjang berperiode sesuai dengan tingkatan kematangan anak itu secara keseluruhan dengan interaksi-interaksinya dengan lingkunganya‟‟. Seorang anak mempunyai potensi untuk segala hal lebih cepat sehingga lebih mudah membentuk dan mengarahkan dirinya. PENDAHULUAN Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan. Dr.imajenasi maupun bahasa kesehariaanya. dengan kata lain untuk anak usia dini Taman Kanak-kanak dipergunakan istilah metode cerita sedangkan untuk anak usia sekolah dan orang dewasa menggunakan istilah metode ceramah. maka cerita tersebut harus dipersiapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu materi yang disampaikan berbentuk cerita yang awal dan akhirnya hubungan erat dalam kesatuan yang utuh. Hal ini dikarenakan pembawaan cerita tersebut tidak mengindahkan nilai estetika dan norma‟‟.PKB TK GBPKB TK 1996) yaitu untuk „‟melakukan dasar ke arah perkembangan sikap. Pendidikan taman kanak-kanak harus dapat berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menciptakan situasi pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh potensi anak termaksud pengembangan bahasa. Pada dasarnya. meliputi beberapa unsur yang negatif. Mungkin dengan cerita si anak akan melakukan hal-hal buruk karena semua informasi dan peristiwa yang terckup dalam sebuah cerita akan berdampak sekali dalam pembentukan akal.Abdul Aziz dan Abdul Majid (2002:16) dalam bukunya „‟Mengajarkan anak lewat ceritya „‟mengatakan‟‟ sebagai dari cerita-cerita yang ada. metode bercerita ini padanan dari metode ceramah. Untuk kegiatan pendidikan di taman kanak-kanak bercerita adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru kepada anak didik untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan menarik. HAKIKAT METODE BERCERITA 1.hal tersebut sesuai dengan Tujuan Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak.Menikmati sebuah cerita mulai tumbuh pada seorang anak ia mengerti akan peristiwa yang terjadi di sekitarnya dan setelah memorinya merekam beberapa kabar berita masa pada usia 4-6 tahun. Jenjang-jenjang yang sesuai dengan tahap perkembangan anak TK adalah sebagai berikut : 1. Menurut Piaget (Tanpubolon. Jenjang properasional:184 hingga 6 tahun dengan ciri dalam perkembangan kemampuan berfikir dengan bantuan simbol-simbol (lambang-lambang).informasi atau hanya sebuah dongeng yang untuk didengarkan dengan rasa menyenangkan oleh karena orang yang menyajikan cerita tersebut menyampaikan dengan menarik .METODE BERCERITA ANAK USIA DINI A. Jenjang sensorimotorik. . pengetahuan. sejak lahir hingga 184 Bulan dalam mendekati akhir priode ini sesudah bahasa anak mulai tumbuh pikiran dimaksud juga mulai tumbuh 2. PENGERTIAN METODE BERCERITA Metode bercerita adalah penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada anak didik Taman Kanak-kanak. Bercerita dapat dilakukan dihadapan anak didik itu sendiri atau anataranak didik dengan orang dewasa. (Depdiknas.dan norma seorang anak.baik dari segi budaya. keterampilan dan daya cipta yang ddiperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya‟‟.

melatih merangkai kalimat sesuai dengan tahap perkembanganya. tetapi juga dalam mengembangkan bahasa dan fikiran anak” Dengan demikian. FUNGSI BERCERITA Menurut prof. Menciptakan situasi yang menggembirakan serta mengembangkan suasan hubungan yang akrab sesuai dengan tahap perkembanganya 6.karena lebih banyak mendengarkan atau menerima penjelasan dari guru 2. kegitan bercerita dapat pula . sehingga hikmah dari isi cerita dapat dipahami dan lambat laun di dengarkan. (1991:50). IMPLEMENTASI PENERAPAN METODE BERCERITA PADA PENGEMBANGAN BAHASA DI TK Implementasi metode bercerita di taman kanak-kanak berdasarkan kemampuan yang diharapkan dicapai dalam pengembangan bahasa. Dapat menjangkau jumlah anak yang relatif lebih banyak 2.Rangkaian kemampuan mendengar .dengan menambah pembendaharaan kosakata. kemampuan mengucapkan katakata.Dr Tampubolon. Melatih daya konsentrasi anak TK 4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE BERCERITA Kelebihanya antara lain: 1.anak dapat bertanya apabila tidak memahaminya. “Bercerita kepada anak memainkan permainan penting bukan saja dalam menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca. diperhatikan.anak dapat menjawab pertanyaan. dilaksanakan dan di ceritakanya kepada orang lain. Kurang merangsang perkembangan kreativitas dan kemampuan siswa untuk mengutarakan pendapatnya 3. 4. fungsi kegiatan bercerita bagi anak 4-6 tahun adalah membantu perkembangan bahasa anak. Waktu yang disediakan dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien 3. membaca. dan menyimak adalah sesuai dengan tahap perkembangan anak. karena tiap anak berbeda latar belakang dan cara belajarnya. Cepat menumbuhkan rasa bosan terutama apabila penyajianaya tidak menarik 7.berbicara. 5. Anak didik menjadi fasif. MANFAAT METODE BERCERITA 1. selanjutnya anak dapat menceritakan dan mengekpresikan terhadap apa yang didengar dan diceritakanya.3. Mengembangkan daya imajenasi anak 5. Pengaturan kelas menjadi lebih sederhana 4. Melatih daya serap atau daya tangkap anak TK 2. Secara relatif tidak banyak memerlukan biaya Kekuranganya antara lain: 1. TUJUAN BERCERITA Tujuan bercerita bagi anak usia 4-6 tahun adalah agar anak mampu mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang disampaikan ornag lain. Guru dapat menguuasai kelas dengan lebih mudah 5. Membantu perkembangan bahasa anak dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien sehingga proses percakapan menjadi komunikatif. Melatih daya fikir anak 3.menulis. Daya serap atau daya tangkap anak didik berbeda dan masih lemah sehinggasukar memahami tujuan pokok isi cerita 4. 6. Dengan bercerita pendengaran anak dapat difungsikan dengan baik untuk membantu kemampuan bercerita.

Perlu anda ingat kembali. Untuk alat atau benda langsung memperhatikan kebersihan. tindakan atau keadaan yang sengaja diusahakan\diadakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Taman Kanak-kanak dalam rangka dan tujuan. misalnya tentang pertumbuhan tanaman dan proses perkembangbiakan binatang maupun yang lainya. agar lebih efektif.sosial dan seperitual anak. atau mengulang cerita yang telah diceritakan oleh guru atau setelah ia mendengar cerita dari kaset melalui tape recorder. Sedangkan sarana adalah merupakan media pendidikan untuk mencapai tujuan yang dimaksud. KEGIATAN BERCERITA TANPA ALAT PERAGA Pendapat piaget tentang perkembangan pikiran anak pada jenjang praoperasional yang terjadi pada usia 18/24 bulan hingga 6/7 tahun yaitu terdapat ciri perkembangan yang khas . bahasa. 10. Bercerita dengan alat peraga tak langsung\benda tiruan 11. Bercerita tanpa alat peraga 2.Titi Surtiati dan Sri Rejeki. dapat juga setelah menonton kegiatan bercerita di VCD. 8. Bercerita dengan alat peraga Bentuk bercerita dengan alat peragaan terbagi dua yaitu: 1. Teknik pelaksanaan bercerita tanpa alat dan dengan alat akan bersama-sama ada pelajari dengan bentuk-bentuk bercerita. 9. Bercerita dengan alat peragaan langsung 2. media dan langkah-langkah pelaksanaanya.Untuk media tiruan gambar atau benda harus memiliki nilai seni gambar untuk anak usia TK. TEKNIK PELAKSANAAN BERCERITA Petunjuk teknis pelaksanaan yang jelas bagi guru agar pesan moral atau pesan pengetahuan yang disampaikan melalui cerita dapat diterima oleh anak didik TK. Salah satu dari sarana tersebut adalah alat peragaan atau alat bermain. BENTUK-BENTUK BERCERITA Bentuk-bentuk metode bercerita tersebut terbagi dua yaitu: 1.Sesuai dengan tahap perkembangan anak baik. komunikatif dan menyenangkan bagi anak. bahwa pada uraian nomor kode yang ditebalkan adalah kemampuan daya cipta yang harus dikembangkan pada pengembangan bahasa ditaman kanak-kanak. ISI CERITA DI TAMAN KANAK-KANAK Isi cerita ditaman kanak-kanak biasanya mengandung nilai-nilai yang mengarah kepada pengembangan emosional. B.1991:1 Media Pendidikan dalam pengertian yang luas adalah semua benda.mengembangkan bahasa lainya setelah anak mendengarkan cerita. ALAT ATAU MEDIA METODE BERCERITA DI TAMAN KANAK-KANAK Menurut Hi.Isi cerita dapat pula berupa pengetahuan bagi anak. keamanan dan kemudahan bagi guru maupun untuk anak saat mempergunakan.

Ketika situasi anak sudah tenang dan nyaman siap mendengarkan cerita maka Anda mulai bercerita dengan mimik dan pantonim Anda. 3. agar anak tidak verbalisme. hafal isi cerita. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BERCERITA TANPA ALAT PERAGA Kelebihannya adalah : 1. Anak belajar mengingat apa yang deceritakan oleh guru. Waktu bercerita kurang lebih 10 sampai 15 menit. Karena latar belakang yang dimiliki anak satu dengan yang lainnya yang berbeda adakalanya anak merasa jenuh duduk berlama-lama dengan memperhatikan 1 objek. bahkan dapat terjadi anak dapat mengerti kata-kata. mimik atau ekspresi muka dan panto mimik atau keterampilan gerak tubuh yang menyenangkan bagi anak TK untuk mendengarkan dan memperhatikan guru bercerita. Guru terkadang malas berekpresi sebaik-baiknya sehingga mempengaruhi daya pikir dan fantasi anak. Langkah-langkah pelaksaan kegiatan bercerita tanpa alat berikut ini : 1.Tampubolon. namun mencoba memperbaiki dengan bersama anak-anak seluruhnya. Anak pasih menahan banyak hal yang ia ingin ketahui untuk ditanyakan ketika guru bercerita.Dr. 6. 2. STRATEGI PELAKSANAAN BERCERITA TANPA ALAT Kegiatan bercerita ini dapat dilaksanakan didalam maupun diluar kelas dengan jumlah anak didik yang tidak terbatas. Anak belajar dan menyimak dan membaca apa yang diperagakan guru. dalam kegiatan ini dikembangkan sikap toleransi dengan teman agar anak dapat duduk dengan nyaman dan melihat guru yang sedang bercerita. 1993:2. 2. 3. intonasi bicara. Beri kesempatan anak untuk menyebutkan kembali judul cerita atau kurang lengkap menyebutkannya. 5. Anak belajar berfantasi terhadap objek yang tidak nyata. 3. Menjadi terlalu verbal. Anda dapat memperkenalkan atau memperhatikan media yang ada dalam cerita walaupun tidak akan digunakan saat bercerita. vokal atau suara yang jelas. 4. tenang dan tempo yang baik.dalam periode ini ialah berkembangnya kemampuan berpikir dengan bantuan simbol-simbol atau (lambang-lambang) menurut Prof. Dengan bernyanyi. 2. Kekurangannya adalah : 1. tetapi tidak tahu bentuk bendanya. 2. Anak dilatih untuk belajar konsentrasi. gaya bahasa. PENGERTIAN BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Ketentuan kegiatan bercerita tanpa alat ini adalah kemampuan guru secara penuh dalam hal. 4. Anak tidak mampu menyerap fantasi ekspresi dan gerakan guru ketika bercerita. 3. 4. Anak belajar menjadi pendengar yang baik. 1. Apabila ketika Anda sedang bercerita tiba-tiba . namun sebaiknya 25 anak. sehingga tatkala guru berbicara ada kata-kata yang tidak mengerti anak sehingga anak kurang paham alur ceritanya. diiringi musik atau melalui permainan anak dikondisikan oleh Anda agar dapat mengatur posisi tempat duduknya. hendaknya Anda tidak menyalahkan. 5. Selanjutnya mulailah anda melakukan apersepsi dengan percakapan yang dapat memotivasi anak untuk mendengarkan dan memperhatikan cerita anda. percakapan diarahkan ke isi cerita dan menyebutkan judul cerita. Tidak semua anak memiliki motivasi atau kemampuan tersebut.

7. C. Ketiga tingkata Modes Pewakilan Pemikiran tentang tersebut yaitu: 1. khususnya dalam bagian-bagian terakhir yaitu: (1) perkembangan persepsi tentang ketetapan eksistensi objek-objek. Selanjutnya Anda menyimpulkan isi cerita tersebut. PENGERTIAN BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Kegiatan bercerita dengan menggunakan media atau alat pendukung isi cerita yang disampaikan artinya Anda menyajikan sebuah cerita pada anak TK dengan menggunakan berbagai media yang menarik bagi anak untuk mendengarkan dan memperhatikan ceritanya. BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Untuk bercerita dengan alat dapat dikembangkan pula pada jenjang ke-1 dalam perkembangan pikiran anak menurut Piaget (Tampubolon. 1991:11) berkenaan dengan perkembangan pikiran anak yang dikaitkan dengan perkembangan bahasa anak. Modus Enaktif 2. Ada tiga perkembangan pikiran yang dapat dikatakan khas pada periode ini. yang dapat anak jawab atau ragakan.ada seorang anak bertanya. maka Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut secara singkat lalu mengajak anak untuk mendengarkan kembali cerita tersebut sampai selesai. oleh anak didik pesan dari isi tersebut. Agar isi cerita dapat dipahami dan dimengerti anak. selanjutnya dapat diambil hikmahnya. yaitu. 1991:3) yaitu jenjang Sensorimotoris yang berkembang sejak lahir hingga 18/24 bulan. pemahaman tentang adanya suatu objek terpisah dan lain dariobjek-objek lainnya. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Bruner (Tampubolon. Ialah “Anak memahami dunia sekitarnya denagn tiga tingkatan Modus Pewakilan Pemikiran yaitu tiga cara pemikiran yang menggambarkan (dalam arti memahami) pengertian tentang objek-objek yang diamati didunia sekitar. (2) mulai berkembangnya kesadaran kan hubungan sebab-akibat. Modus Ikonis 3. . 6. dan (3) mulai berkembang bahasa dan pikiran sesungguhnya. Selesai bercerita. 5. Modus Simbolis 1. Akhirnya dengan kemampuan berbahasa yang anak dimiliki berilah ia kesempatan untuk menceritakan kembali atau menyimpulkan cerita yang baru saja ia dengarkan atau perhatikan saat Anda bercerita. Anda dapat melakukan evaluasi isi cerita dalam bentuk pertanyaan atau peragaan.

Setelah selesai bercerita Anda memberikan kesempatan pada anak untuk memberikan kesimpulan cerita tersebut h. Fungsi bagi guru adalah terasa lebih ringan dalam menyampaikan cerita karena terbantu oleh peran alat atau media yang digunakan. Kelemahannya adalah harus selalu siap medianya dan terjaga keamanannya. isi gambar. Alat atau media yang digunakan tidak membahayakan bagi guru maupun bagi anak didik d. Anak memperhatikan penjelasan Anda secara singkat tentang alat peraga tersebut c. Menggunakan gaya bahasa anak c. 3. Isi cerita sesuai dengan tahap perkembangan anak dan media yang digunakan b. Alat atau media yang digunakan dapat asli atau alami dari lingkungan sekitar. dan dapat dimainkan oleh guru maupun anak dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Anda melengkapi kesimpulan isi cerita dari anak i. Namun benda-benda tiruan tersebut hendaknya proporsi bentuk dan warna sesuai dengan benda aslinya. Dengan alat peraga sebagai pendukung cerita membantu imajinasi anak untuk memahami isi cerita. menarik. Anak diberi kesempatan untuk member judul cerita e. Anak termotivasi untuk mendengarkan cerita d. Kegiatan bercerita dengan alat peraga tak langsung adalah sebagai berikut: . atau makhluk hidup yang nyata misalnya binatang peliharaan atau tanaman. Anda menjelaskan kegiatan evaluasi dengan bertanya tentang isi cerita. Alat atau media yang digunakan dapat tersimpan dalam satu tempat atau dapat dipegang langsung oleh guru dan anak. FUNGSI BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Fungsi bagi anak adalah sebuah cerita akan menarik untuk didengarkan dan diperhatikan apabila menggunakan alat peraga. 4. Kelebihan dari bercerita dengan alat peraga adalah anak dapat melihat objek yang nyata yang dapat diamati langsung.Alat atau media yang digunakan hendaknya aman. Bercerita dengan alat peraga tak langsung atau benda tiruan Yaitu kegiatan bercerita dengan mempergunakan alat peraga tiruan seperti tiruan buah. Anak mendengarkan judul cerita yang sebenarnya dari Anda f. Bercerita dengan alat peraga langsung Yaitu guru bercerita dengan mempergunakan alat peraga langsung apakah sebuah benda misalnya tas. sayur. 2. Anak mendengarkan guru bercerita sambil memegang alat tersebut g. 2. Anak memperlihatkan Anda menyiapkan alat peraga yang diperlukan b. dan dapat pula benda tiruan atau fantasi. binatang dan benda-benda yang akan diceritakan. dan member kesempatan bagi anak untuk menceritakan kembali serta member kesempatan bagi anak untuk bertanya. Dalam bercerita dengan alat peraga langsung terdapat ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. BENTUK-BENTUK BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Bentuk-bentuk bercerita dengan alat terbagi dua bagian: 1. tokoh cerita. Langkah-langkah bercerita dengan alat peraga langsung adalah sebagai berikut: a. TUJUAN BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA Agar anak dapat menanggapi secara tepat terhadap isi cerita yang sedang disampaikan guru.

Bercerita dengan gambar Bercerita dengan kartu Bercerita dengan papan flannel Bercerita dengan buku cerita Bercerita dengan boneka Bercerita sambil menggambar Kelebihan dari bercerita dengan alat peraga tak langsung adalah membantu anak berfantasi dan imajinasi karena ada media pendukung yang dapat dilihat secara langsung. 5. Sedangkan Briggs (1970) mengemukakan media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar. HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN Hakikat Media Pembelajaran A. apabila pembuatannya memberikan nilai seni dan keindahan serta mirip dengan aslinya maka dapat membantu imajinasi anak. c. perantara atau pengantar. f. perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan. sedangkan bercerita tanpa alat menggambarkan daya konsentrasi anak untuk memperlihatkan isi cerita dari guru membawakan cerita tersebut. media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran. media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik untuk belajar.a. Kelemahan dari bercerita menggunakan alat peraga tak langsung adalah pada alat peraga tak langsung atau menggunakan benda tiruan. b. PENGERTIAN MEDIA Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah memepunyai arti antara. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan. PERBEDAAN ERCERITA TANPA ALAT DAN BERCERITA DENGAN ALAT Berdasarkan pendapat Bruner tentang jenjang Modus Perwakilan Pemikiran anak yang dikaitkan dengan perkembangan bahasa. e. Terkait dengan pembelajaran. namun apabila alat tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan maka kemungkinan akan mengaburkan imajinasi anak TK. logis dan bernalar maka jelas bahwa perbedaannya adalah bercerita dengan alat adanya media sebagai objek yang dapat dilihat anak yang dapat membantu daya nalar anak. . Pendapat dari Gagne (1970). d. pada dasarnya anak secara bertahap mengembangkan kemampuan kerfikir dan bahasanya dari menggunakan symbol-simbol untuk memahami suatu hubungan sebab-akibat dari suatu objek menjadi mampu berpikir abstrak.

4. gambar atau film. 2003). Oleh karena itu. film bingkai. film bingksi. Memperdalam Pemahaman Anak Didik terhadap Materi Pelajaran Dengan menggunakan media dalam belajar aka nada kejelasan informasi/pesan tentang materi pelajaran yang diterima anak didik. Mengatasi Keterbatasan Ruang. maka penggunaan media dapat membantu manusia mengatasi sedikit banyak keterbatasan indra manusia sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas. peswat dapat ditampilkan bentuk kecilnya dengan model. Objek yang terlalu besar seperti rumah. model. 3. minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. waktu dan peristiwa menjadi tiga hal yakni: Close Up (objek yang terlalu kecil terlihat lebih besar) misalnya dengan media proyektor mikro. film. b. iklim. menyimpan dan merekomendasikan suatu objek atau peristiwa yang telah di masa lampau. Hal yang abstrak ini tidak mudah untuk dipahami terutama untuk anak didik Taman Kanak-kanak. Penggunaan media dapat mengurangi verbalitas karena media dapat mendorong anak untuk aktif berperan serta dalam proses belajar mengajar. bagan dan lain-lain. a. 1) 2) 3) 4) 5) c. dan gambar. miniature. diagram. gempa bumi. media mampu menjadikan sesuatu yang bersifat abstrak dapat dipahami secara konkret dan jelas. Oleh karena itu. Memperjelas Penyajian Pesan dan Mengurangi Verbalitas Sesuai dengan karakteristik dari media. 2. mikroskop. gambar. Objek ang terlalu kompleks misalnya mesin-mesin dapat disajikan menjadi bentuk yang sederhana dengan model. Memperagakan Pengertian yang Abstrak kepada Pengertian yang Konkret dan Jelas Materi pembelajaran sering kali adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Manipulative Property Media dapat mengubah objek.B. Misalnya foto/kamera. Hal ini sesuai dengan karakteristik media yaitu: Fixative Property Media mampu menangkap. gajah. PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN Berikut akan diuraikan berbagai peranan media dalam proses belajar mengajar (Hamalik 1997. peta/globe. Waktu dan Daya Indera Manusia Manusia memiliki keterbatasan indera untuk bisa memahami tentang seluk beluk lingkungan kehidupannya jika hanya mengandalkan daya inderanya. perasaan. film. Time lapse/High-speed photography (gerak yang terlalu lambat dapat ditampilkan lebih cepat) misalnya gerakan tumbuhnya bunga dipercepat dengan media film/kamera film. 1. maket. dan lain-lain. Sadiman. kepulauan dan lain-lain sehingga dapat divisualkan dalam bentuk film. Distributive Property Media dapat menyajikan suatu peristiwa dalam radius yang luas seperti gunung berapi. sehingga informasi yang diterima oleh anak didik tidak hanya dari guru saja tetapi anak didik juga turut aktif mencari dan mendapatkan informasi pembelajaran tersebut. video. film bingkai. luv/loop. Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yang bertujuan agar dapat merangsang pikiran. manusia membutuhkan bantuan berbagai alat yaitu dengan menggunakan berbagai media. . Slow Motion (gerak yang terlalu cepat dapat ditampilkan lebih lambat) misalnya gerakan elang memangsa ayam yang cepat dapat diperlambat dengan film. radio dan lain-lain.

5. THE CONE OF EXPERIENCE (KERUCUT PENGALAMAN BELAJAR) Kegiatan belajar anak didik pada hakikatnya adalah pemerolehan pengalaman belajar. mulai dari pengalaman belajar langsung/konkret dan pengalaman belajar yang bersifat tidak langsung/abstrak. Kerucut pengalaman edgar dale ini mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh anak didik. Anak diberi kesempatan untuk bereksperimen dan bereksplorasi secara luas terhadap media tersebut. Oleh karena itu. Media Mampu Memberikan Variasi dalam roses Belajar Mengajar Dengan menggunakan media yang bervariasi. Dengan melihat kembali media yang digunakan oleh guru dalam menerangkan. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk: a. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya 6. Menimbulkan kegairahan belajar b. 8. anak didik dapat merevisi kembali informasi pelajaran yang pernah diterimanya tersebut. Mengatasi Sifat Unik pada Setiap Anak Didik yang Diakibatkan oleh Lingkungan yang Berbeda Setiap anak didik berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki budaya. sehingga media tersebut akan: a. 9. c. Kerucut pengalaman edgar dale menunjukkan bahwa informasi yang diperoleh melalui pengalaman langsung yang berada pada dasar kerucut mampu menyajikan pengalaman belajar secara lebih konkret. Memberikan Kesempatan pada Anak Didik untuk Mereview Pelajaran yang Diberikan Dalam proses belajar-mengajar mungkin saja ada beberapa informasi yang terllewatkan oleh anak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman atau The cone of experience. Penggunaan Media Pembelajaran yang Tepat akan dapat Mengatasi Sikap Pasif Anak Didik Seperti yang dijelaskan sebelumnya. The Cone Of Experience/Kerucut Pengalaman Belajar dan Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran A. Misalnya guru menggunakan variasi media untuk mengatasi perbedaan gaya belajar para anak didiknya. tingkat pendidikan. Memperlancar Pelaksanaan Kegiatan Belajar-Mengajar dan Mempermudah Tugas Mengajar Guru Dengan penggunaan media yang tepat. agama. Dalam hal ini guru dituntut untuk menggunakan media yang sesuai dengan para anak didiknya. maka pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar akan lebihh efektif dan efisien. . Menimbulkan persepsi yang sama 7. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. setiap anak didik memiliki keunikan tersendiri dan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar. seorang ahli pendidikan edgar dale membuat klasifikasi pengalaman belajar menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang abstrak. maka suasana pembelajaranpun akan bervariasi dan menarik bagi anak didik. Mempersamakan pengalaman c. Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran. dan social ekonomi yang berbeda. Memberikan perangsang yang sama b. media dapat mendorong anak untuk berperan aktif dalam proses belajar.

Materi Pembelajaran 1) Media harus ada kesesuaian dengan materi pelajaran. yaitu : a. kesenian. diperjelas dalam variabel tugas ( memperjelas materi pelajaran) b. 2. c. Tujuan Instruksional yang Ingin Dicapai Media yang dipilih untuk kegiatan pembelajaran hendaknya harus dapat memberikan sumbangan penting bagi pencapaian tujuan belajar. atau musik. Misalnya : Rekaman sangat baik untuk pelajaran bahasa. daya pikir. karena penggunaan media turut menentukan keberhasilan guru dalam menentukan metode tertentu dalam mengajar. Karena sifat dari media. 1. 2) Misalnya : mengenalkan uan 500 = 100 x 5 3) Media yang dipilih harus dapat membantu pencapaian dari kemampuan tiap-tiap pengembangan Kemampuan Dasar. Untuk taman kanak-kanak sumber program media mengacu pada kurikulum GBPKB (Garis Besar Program Kegiatan Belajar) TK tahun 1994 dengan cara mengaitkan antara kemampuan dasar dengan tema-tema yang berlaku. mungkin satu media cocok digunakan untuk mengajarkan mata pelajaran/bidang studi tertentu daripada media lainnya.B. PRINSIP UMUM PEMILIHAN MEDIA PENGAJARAN Dalam kegiatan pembelajaran pemilihan media merupakan bagian dari perencanaan kegiatan pembelajaran. Prinsip-prinsip umum dan pemilihan media pembelajaran. keterampilan dan jasmani. karena jika tidak sesuai akan ketinggalan zaman sehingga tidak akan bermanfaat bagi anak didik. Media bersifat Transfer Of Learning Artinya apa yang anak peroleh/pelajari dari media dapat diterapkan dalam kondisi yang baru yang dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Gambar Peta sangat baik untuk pelajaran sejarah. Ditaman Kanak-kanak tujuan pembelajaran ditentukan berdasarkan kemampuan yang ingin dicapai yang meliputi pembentukan prilaku dan 5 kemampuan dasar yaitu bahasa. sehingga pemilihan media dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Secara rinci. a. Kurikulum Isi program media harus sesuai denga kurikulum yang berlaku. b. Karena itu perlu dipertimbangkan beberapa faktor. . walaupun media tersebut baik dan menarik. daya cipta. Metode Pengajaran 1) Media harus sesuai dengan metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ketepatgunaan Media yang dipilih hendaknya cocok dan sesuai dengan komponen-komponen lain dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan perlu disadari bahwa tidak ada suatu rumus yang berlaku mutlak untuk pemilihan media tertentu dalam suatu bidang studi tertentu. 3. Media dapat memenuhi penguraian tentang tema-tema dan sub-subtemanya. artinya sesuai dengan taraf/tingkat kesulitan belajar dari mata pelajaran tersebut.

listrik. e. 5. Prinsip Umum Penggunaan Media A. Objektivitas Perlu dihindari sikap subjektif dalam memilih media yang akan digunakan. Misalnya : Perjelasan langkah-langkah mewarnai gambar yang baik. Artinya adanya ketepatan hubungan media dengan tingkat kematangan serta kemampuan anak didik sehingga dapat menimbulkan motivasi dan minat anak untuk belajar. Kualitas Teknis Media Kualitas mutu media hendaknya dipilih yang baik dan menarik serta mudah digunakan dan juga memadai (tidak cepat rusak). artinya tidak dibenarkan memilih media tertentu dengan alasan kesenangan pribadi guru terhadap media tersebut. 1) 2) 3) 4) 4. pemahaman. 6. media harus merupakan bagian yang integral dari kegiatan belajar mengajar Dengan media. 2. perorangan/individual. perlu diteliti apakah ada media lain yang lebih murah tetapi sama fungsinya dengan media yang mahal. Tidak ada satu media yang harus digunakan dengan meniadakan yang lain Media yang digunakan hendaknya sesuai dengan materi yang diajarkan. pencampuran warna. analisis. apresiasi. ruangan. dan penyesuaian gerakan. Pergunakan media secara bertahap Media yang terlalu banyak dan secara sekaligus justru akan membingungkan anak didik dan tidak memperjelas pelajaran. kota/desa. 7. nilai. sintesis b.2) Dengan metode demontrasi dibutuhkan media yang dapat menjelaskan/ memperjelas cara atau langkah untuk setahap demi setahap dalam untuk proses. penggunaan konsep. d. Hal ini perlu sipertimbangkan agar tidak menganggu jalannya proses pembelajaran. Situasi dan kondisi dalam hal ini adalah : Keadaan sekolah : sarana/prasarana. anak didik dikembangkan kemampuan kognitif. c. aplikasi. penggunaan media harus secara bertahap mulai dari yang bersifat kongkret lalu yang abstrak. Biaya Program Dalam memilih media perlu dipertimbangkan apakah biaya yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat yang akan diperoleh dari media tersebut. Situasi. Karakteristik audience/Anak didik yang belajar Dalam memilih media perlu diperhatikan tingkat pengetahuan dan karakteristik audience. PRINSIP UMUM PENGGUNAAN MEDIA 1. Sistem pengelolaan : klasikal. dan lain-lain. sikap. Variabel Tugas (Task Variabel) Dalam memilih media kita harus tentukan jenis kecakapan yang diharapkan dari anak didik sebagai hasil pembelajaran. Afektif : minat. ketelitian. . Kondisi dan Pengelolaan Kelas Pemilihan media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi kelas serta pengelolaannya. Dalam hal ini ada 3 macam jenis kecakapan yaitu : a. Kognitif : Pengetahuan. karena tidak ada satu media pun yang dapat sesuai untuk segala macam kegiatan. Psikomotorik : peniruan. dan lain-lain. kelompok. 3. Waktu belajar. Jumlah anak didik dikelas. Disamping itu. perangkaian dan kewajaran.

METODE BERCAKAP-CAKAP PADA ANAK USIA DINI . penggunaan media sesuai dengan prosedur yang berlaku dari masing-masing media(tiap-tiap media mempunyai cara-cara yang berbeda).) resitasi atau pemberian tugas 2. mendengar. kelompok atau individual 2. b. Penggunaan media bukan untuk guru. tetapkan media yang digunakan untuk sistem klasikal. 5. karena khawatir yang akan ditangkap anak adalah penampilan yang negatif sehingga terjadi kesalah pahaman. tetapi ditujukan untuk memperjelas materi yang diajarkan guru bagi anak didik.) kerusakan media. memperhatikan dengan jelas d. follow up (tindak lanjut dan evaluasi) a. LANGKAH-LANGKAH UMUM PENGGUNAAN MEDIA PEMBEAJARAN Secara umum ada tiga tahap atau langkah penggunaan media: 1. Biarkan anak didik mengamati dan menggunakan media sehingga dapat menemukan informasi (mendapat ilmu) dari media tersebut. Anak didik harus ikut serta bertanggung jawab untuk apa yang terjadi selama menggunakan media.) penerangan kurang 2. hindari hal-hal yang dapat menggangu konsentrasi anak didik dalam menggunakan media seperti: 1. persiapan atau perencanaan a. B.4. Media harus dapat melatih anak untuk mengungkapkan impian dan perasaannya dengan bahasanya sendiri. 7. penggunaan kesempatan menggunakan media yang dapat ditanggapi untuk melatih perkembangan bahasa anak baik lisan/tulisan. pelajari buku petunjuk media b. atur tatanan atau susunan agar peserta atau audien agar dapat melihat. adakan berbagai kegiatan yang dapat memantapkan pemahaman anak didik terhadap pokokpokok materi pembelajaran b. lakukan evaluasi terhadap media.) suara bising 3. 6.) tanya jawab 3.dan lain-lain 3. dan lain-lain. secara umum perlu diusahakan penampilan yang positif dari pada yang negatif Kegunaan media harus dapat dimengerti dengan baik dan benar sehingga perlu dihindari kesalahan penggunaan dari media.) karya wisata. siapkan peralatan untuk penggunaan media c. Pelaksanaan (penyajian dan penerimaaan) a. misalnya: 1. Dengan menggunakan media anak didik harus dipersiapkan dan diperlakukan sebagai peserta yang aktif.

Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kulia Pengembangan Bahasa AUD. dan implementasi metode bercakap-cakap. Tanya jawab. sudah seharusnya kita memiliki ilmu pengetahuan yang cukup untuk mengajar anak usia dini. Manfaat Manfaat yang bisa diperoleh dari makalah ini adalah : Sebagai bahan peningkatan dalam pembelajaran bagi kita semua. bermain peran dan sosiodrama. bak itu bahasa verbal maupun nonverbal. fungsi. bermain peran dan sosiodrama. Latar Belakang Sebagai seorang guru PAUD. Anak usia dini merupakan masa awal dimana mereka memiliki sejumlah potensi yang harus dikembangkan sebagaimana mestinya agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang berguna di masa mendatang. Masalah Dalam makalah ini kita akan mmbahas masalah tentang apa sajakah pengertian. C.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam makalah ini kita akan membahas tentang cara mengembangkan bahasa anak melalui beberapa metode yaitu metode bercakap-cakap. Tanya jawab. ketentuan. Selain itu makalah ini juga dapat kita manfaatkan untuk menambah ilmu kita sebagai calon guru untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini dan dapat pula djadikan referensi untuk melakukan penelitian terhadap pengembangan bahasa anak usia dini. . langkah-langkah penerapan. D. Karena anak dapat berkomunikasi melalui bahasa. B. contoh pelaksanaan. Salah satu potensi yang harus mereka kembangkan diantaranya adalah kemampuan berbahasa.

Sedangkan pada metode Tanya jawab. guru bertindak sebagai fasilitator. Sedangkan menurut Hilderbrand. Dalam percakapan tersebut. dimiliki dan dialami. atau menyetakan keinginan untuk memiliki atau bertindak sesuatu. karena sudah terikat pada pokok bahasan. atau antara anak dengan anak bersifat kaku. Dialog terjadi karena ada yang harus ditanyakan dan ada yang menjawab dengan benar. MPd (1999:92) menuliskan bahwa bercakap-cakap dapat berarti komunikasi lisan antara anak dan guru atau antara anak dengan anak melalui kegiatan monolog dan dialog. interaksi antara guru dan anak didik. 2003:219). Member contoh penggunaan metode bercakap-cakap dan metode Tanya jawab untuk pengembangan bahasa anak taman kanak-kanak 3. Fetjhof Schoun. METODE BERCAKAP-CAKAP  Pengertian Metode bercakap-cakap dalam mengembangkan pembelajaran bahasa di taman kanak-kanak sering disamakan dengan metode Tanya jawab. Bercakap-cakap adalah ciri khas manusia. padahal ada perbedaan di antara keduanya yaitu: pada metode bercakap-cakap interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Kemampuan manusia dalam bercakap-cakap dalam bentuk bahasa tentunya terjadi interaksi 2 orang atau lebih yang saling menanggapi dan terjadilah Tanya jawab (Suharsono. Kegiatan dialog berbentuk percakapan yang dilakukan dua orang atau lebih yang masing-masing mendapat kesempatan untuk berbicara secara bergantian. atau antara anak dengan anak bersifat menyenangkan berupa dialog yang tidak kaku. Lebih jauh Dra. 1. METODE BERCAKAP-CAKAP DAN TANYA JAWAB Materi kegiatan belajar 1 berikut ini akan menguraikan tentang metode bercakapcakap dan Tanya jawab yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak taman kanak-kanak. Kegiatan monolog dilaksanakan di kelas dengan cara anak berdiri dan berbicara di depan kelas atau di tempat duduknya. MPd (1999:26) bercakap-cakap berarti saling mengomunikasikan pikiran dan perasaan secara verbal atau mewujudkan kemampuan bahasa reseptip dan ekspresif. 2. Topik percakapan dapat bebas ataupun ditentukan. Lain pula menurut Gordin & Browne 1985:314 pada buku yang sama dikatakan . Menjelaskan tentang metode bercakap-cakap dan metode Tanya jawab untuk pengembangan anak taman kanak-kanak. mengungkapkan segala sesuatu yang diketahui.BAB II ISI A. seorang filsuf yang sangat dihormati mengatakan bahwa salah satu kecerdasar yang khas manusiawi adalah kemampuan manusia bercakap-cakap dalam bentuk bahasa. artinya guru lebih banyak memotivasi anak dengan harapan anak lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya atau mengekpresikan secara lisan. atau menyatakan perasaan tentang sesuatu yang memberikan pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Kemampuan yang diharapkan dapat anda kuasai setelah memperlajari kegiatan belajar 1 ini adalah: 1. Moeslikhaton R. (1986:297) pada buku Metode pengajaran di TK karangan Dra. Moeslichatoen R. Menerapkan metode bercakap-cakap dan metode Tanya jawab untuk pengembangan bahasa anak taman kanak-kanak berdasarkan dari petunjuk dan contoh yang diberikan modul ini.

yang dikomunikasikan secara lisan dan merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. pengertian metode bercakap-cakap adalah suatu cara penyampaian bahan pengembangan bahasa yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak. Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut. dan kebutuhan secara lisan. pikiran. menyatakan pendapat. Kesimpulannya.  Dengan seringnya kegiatan bercakap-cakap diadakan.  Dengan seringnya anak mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Penyebaran informasi dapat memperluas pengetahuan dan wawasan anak tentang tujuan dan tema yang ditetapkan guru. kebutuhan. dan keinginannya maka hal ini akan semakin meningkatkan kemampuan anak membangun jati dirinya. Selanjutnya Moeslichatun menyatakan makna penting bagi perkembangan anak taman kanak-kanak karena bercakap-cakap dapat:  Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain  Meningkatkan keterampilan dalam melakukan kegiatan bersama  Meningkatkan keterampilan menyatakan perasaan.  Manfaat Metode bercakap-cakap Dra Moeslichatun (199:95) menyatakan bahwa metode bercakap-cakap mempunyai manfaat:  Meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif. yaitu: a. Sebagai pendengar dalam berkomunikasi antar pribadi sedikitnya ada tiga hal yang harus dilakukan. belajar mendengarkan dan belajar berbicara sama pentingnya. c. Berkomunikasi merupakan proses dua arah. Untuk bercakapcakap secara efektif.  Meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan anak lain atau dengan gurunya agar terjalin hubungan social yang menyenangkan. Selanjutnya. menyatakan perasaan. semakin banyak informasi baru yang diperoleh anak yang bersumber dari guru atau anak lain.  Meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain. dimana satu dengan yang lainnya saling mewujudkan bahasa yang reseptif dan ekspresif dalam suatu dialog yang terjadi dalam suatu situasi. Untuk terjadinya komunikasi dalam percakapan diperlukan keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara.bahwa bercakap-cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam suatu situasi. Dan penguasaan berbahasa ekpresif adalah semakin seringnya anak menyatakan keinginan. perasaannya. Moeslichaton melanjutkan bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti b. Penguasaan bahasa reseptif adalah semakin banyak kata-kata yang baru dikuasai oleh anak yang diperoleh dari kegiatan bercakap-cakap. dan perasaan kepada orang lain secara lisan. serta menyatakan gagasan pendapat secara verbal . menyatakan keinginan. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. pengertian metode bercakap-cakap dari Depdikbud (1998:22) adalah suatu cara penyampaian bahan pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak.

Implementasi metode bercakap-cakap pada pengembangan bahasa garis-garis besar program kegiatan belajar taman kanak-kanak 1994 Agar anda dapat mengetahui kemampuan yang diharapkan dapat dicapai anak saat menggunakan metode bercakap-cakap di taman kanak-kanak.                     Tujuan Metode bercakap-cakap Dengan mengunakan metode bercakap-cakap tujuan pengembangan bahasa yang ingin dicapai antara lain: Mengembangkan kecakapan dan keberanian anak dalam menyampaikan pendapatnya kepada siapapun. percakapan akan selalu didominasi oleh beberapa orang saja. anda dapat melihat pada matrik di bawah ini. No kode 1 Kemampuan yang diharapkan dicapai Menirukan kembali 2 s/d 4 urutan angka. urutan kata Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Memberi kesempatan kepada anak untuk berekpresi secara lisan Memperbaiki ucapan dan lafal anak Menambah perbendaharaan/kosa kata Melatih daya tangkap anak Melatih daya piker dan fantasi anak Menambah pengetahuan dan pengalaman anak didik Memberikan kesenangan kepada anak Merangsang anak untuk belajar membaca dan menulis. Kelebihan dan kelemahan metode bercakap-cakap Kelebihannya: Anak mendapat kesempatan untuk mengemukakan ide-ide dan pendapatnya Anak mendapat kesempatan untuk menyumbangkan gagasannya Hasil belajar dengan metode bercakap-cakap bersifat fungsional karena topic/tema yang menjadi bahan percakapan dalam keseharian dan di lingkungan anak. Tujuan tersebut sesuai dengan pendapat Moeslichatun. Kelemahannya: Membutuhkan waktu yang cukup lama Memerlukan ketajaman dalam menangkap inti pembicaraan Dalam prakteknya. Perkembangan bahasa yang dapat dikembangkan dengan metode ini adalah kemampuan menangkap makna bicara orang lain dan kemampuan menanggapi pembicaraan orang lain secara lisan. dimana. emosi dan kognitif. Anak mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan belajarnya pada taraf yang lebih tinggi. berapa. Membantu perkembangan dimensi social. terutama berbahasa. dan bagaimana secara sederhana Kelompok A B 3 . Mengembangkan cara berpikir kritis dan sikap hormat atau menghargai pendapat orang lain. mengapa.

A 15/B 16. Peran anda di sini adalah sebagai membimbing supaya percakapan tidak kacau dan dapat memotivasi anak. bentuk. Upaya ini merupakan cara pengungkapan apa yang ada dalam pemikirannya saat itu. maupun memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada anak untuk berekpresi berbicara secara bebas. Pada kegiatan bercakap-cakap bebas ini anda tidak perlu menentukan topic pembahasan.A/14 B 13/B 13/A 17.B     Bentuk-bentuk metode bercakap-cakap Ada tiga bentuk penggunaan metode bercakap-cakap dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pengembangan bahasa di Taman kanak-kanak. adapula yang berbeda. binatang. atau menurut cirri-ciri/sifat tertentu sebanyak-banyaknya Mengurutkan dan menceritakan gambar seri Menggunakan kata ganti aku Melengkapi kalimat sederhana yang sudah dimulai guru Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari satu benda 9.B 14.A/12 B Memberikan keterangan/informasi tentang sesuatu hal Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri Member batasan beberapa kata benda Menyebut nama. walau sedapat mungkin dikaitkan dengan tema.4 Berbicara lancar sederhana dengan kalimat 8. benda.B 18. yaitu: Bercakap-cakap bebas Bercakap-cakap menurut pokok bahasan Bercakap-cakap dengan menggunakan gambar seri Berikut adalah uraian bentuk metode bercakap-cakap tersebut satu persatu 1. Tentunya pemikiran anak saat itu ada yang sama. tanaman yang mempunyai warna. dengan tahap perkembangan dan pengalamannya. Bercakap-cakap bebas Bercakap-cakap bebas adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dengan seorang anak atau sekelompok anak taman kanak-kanak dalam membahas berbagai topic yang berkaitan dengan pembelajaran di taman kanak-kanak. . Kegiatan ini dimaksudkan mengembangkan potensi dan kreativitas anak untuk berekpresi melalui bahasa.

ekpresi dan ungkapan anak yang salah maka guru dapat membantu memperbaikinya dengan tidak menyalahkan anak secara berlebihan yang akan berdampak psikologis pada diri anak. 2) Mulailah anda mengajukan pertanyaan yang dapat merangsang anak untuk bercakap-cakap. sebelum bahasa memainkan peranan. yang penting anak dapat melihat anda dan anak lainnya. 4) Anda memberi kesempatan. Langkah-langkah pelaksanaan percakapan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Cobalah anda mengkondisikan anak-anak untuk dapat duduk dengan nyaman dan tertib. Tampubolon 1991:13) berpendapat bahwa “bahasa adalah pendorong utama bagi perkembangan pikiran. intonasi suara. dengan dibantu oleh anak didik lainnya. dapat pula dilaksanakan di luar kelas. pikiran anak hendaklah terlebih dahulu memperoleh pengalaman-pengalaman dari lingkungan. terutama dalam masa pra sekolah. Dalam kegiatan bercakap-cakap bebas ini guru tidak boleh membedakan anak satu dengan lainnya dalam memberi kesempatan anak untuk perberan aktif pada kegiatan percakapan tersebut. gaya bahasa. Selanjutnya. Pengalaman-pengalaman ini memungkinkan bahasa berkembang dengan baik. maka anda sebagai guru. Begitu pun apabila anak bertanya hendaknya guru dapat menjawabnya dengan bahasa yang baik dan menyenangkan anak dan dapat membuka pertanyaan atau komentar anak lainnya. 5) Apabila anda menemukan anak yang belum dapat mengucapkan kalimat dengan baik dan benar (kalimat sederhana). coba anda latihan kegiatan bercakap-cakap bebas ini dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan di atas. Agar anda dapat melaksanakan kegiatan metode bercakap-cakap pada pengembangan bahasa di taman kanak-kanak. agar anak dapat menceritakan tentang kejadian di sekitarnya sesuai dengan pertanyaan anda. 6) Anda dapat melakukan evaluasi dari kegiatan percakapan tersebut. Begitupun anak tidak selalu duduk di kursi. maka berikut ini ada langkah-langkah yang dapat membimbing anda. sehingga anak merasa puas telah diperhatikan dengan baik. Sesuai dengan prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar seperi pada konsep pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan. Setiap komentar terhadap kata.Brunner (dalam. 3) Anak mulai melaksanakan percakapan dengan anda. Pada kegiatan bercakap-cakap bebas biasanya setiap anak ingin mengungkapkan sebaga apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Kegiatan tidak harus selalu di dalam kelas. sehingga anak tersebut dapat aktif dalam percakapan. Dalam hal ini anda harus bijak menyikapinya. mencoba untuk memberikan motivasi pada anak tersebut. Dengan demikian perkembangan bahasa dan pikiran pada dasarnya adalah saling mendukung”. Semua anak mendapat perhatian yang cukup. anda hendaknya berusaha memperbaiki secara bijaksana dan bagi yang pasif diberi dorongan atau motivasi. 1) Kemampuan yang diharapkan dicapai: Berbicara lancar dengan kalimat sederhana (bahasa 4 kelompok A dan B) 2) Alat 3) Contoh kegioatan bercakap-cakap bebas . dapat pula anak duduk di atas tikar atau karpet dengan situasi yang nyaman dan tertib. Namun. dan dapat anda kembangkan sesuai dengan situasi maupun kondisi pada saat kegiatan percakapan berlangsung. maka kegiatan pembelajaran dengan metode bercakap-cakap ini harus dapat menyenangkan anak. sehingga anak merasa puas dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Apabila ditemukan anak yang pasif tidak melakukan kegiatan percakapan.

Dimas anak baik. . Selanjutnya kegiatan percakapan terus berlangsung. karena adikku masih bayi Guru : Oh. . pada batas waktu yang ditentukan dan semua anak merasa senang dan puas. . besok fotonya di bawa ya. nah. siapa lagi yang pemberani? Dwika : Aku berani bu guru. . tapi sedih juga. kita doakan ya anak-anak supaya neneknya Ardi sehat selalu Faisal : Bu guru. rumah nenekku juga di Bogor. . ada istana dan ada rusanya Guru : Faisal takut tidak dengan rusanya? Faisal : Tidak bu guru. selanjutnya guru mengadakan evaluasi dengan beberapa pertanyaan untuk semua anak. aku di rumah saja bermainmain bersama adik. . ya . Guru : Pasti menyenangkan ya. . kasihan ya. .Guru : Selamat pagi anak-anak . Faisal Faisal : Banyak pohon-pohon. bagaimana gaya Dwika di foto? Dwika : Begini bu guru (Dwikapun bergaya) Guru : Hahaha tepuk tangan anak-anak untuk gayanya Dwika. Guru : Wah. tapi Dimas senangkan? Dimas : Senang Bu guru. . . . . ada danau. . . pasti fotonya bagus ya . karena nenekku sakit .. misalnya: 1) Rumah nenek siapa yang di Bogor? 2) Siapa yang tadi pergi ke Kebun Raya? . sudah sembuh belum Ardi? Ardi : Sudah bu guru Guru : Syukurlah. . . . aku juga liburan ke Bogor. asyik sekali. siapa lagi yang rumah neneknya di Bogor? Ardi : Aku. . . Guru : anak-anak seminggu anak-anak liburan. . . bu guru juga senang. anak-anak pergi kemana saja Windi : Aku kerumah nenek Bu! Guru : Di mana Windi? Windi : Rumah Nenek di Bogor. bagaimana senang tidak? Anak : Senang . Dimas Liburannya kemana? Dimas : Ku tida kemana-mana bu guru. aku pergi ke Kebun Raya Guru : Ada apa saja di kebun Raya. aku di foto dekat rusa Guru : Wah. Guru : Ooo. Guru : Faisal pemberani ya. Guru : Senang anak-anak hari ini? Anak : Senang bu guru . Guru : Hemh. Anak : Pagi Bu guru. . ibu guru dan teman-temanmu mau lihat Dwika : Iya bu guru. aku juga pernah ke kebun raya di Bogor. sekarang bagaimana. aku senang sih.

. binatang atau situasi lingkungan sekitarnya. dalam menanggapi suatu pokok bahasan yang sedang dipercakapkan. bahasa memungkinkan anak berpikir abstrak dan konstruktif.” Maka. senang anak-anak? Terimakasih. e. guru hendaknya berusaha memperbaiki secara bijaksana dan bagi yang pasif diberi dorongan atau motivasi . ada baiknya Anda memperhatikan langkah-langkahnya di bawah ini: a. Pokok bahasan yang menjadi topik percakapan disesuaikan dengan tema pembelajaran yang dipilih baik untuk kelompok A maupun untuk kelompok B. ayo kita bernyanyi lagu yang gembira di sini senang di sana senang. dengan pokok bahasan yang telah ditetapkan . Anda sebaiknya menyiapkan media atau alat peraga yang disesuaikan dengan pokok bahasan sebagai topik percakapan. nah anak-anak. . 1991:12) “peranan bahasa berlangsung dalam dua hal. selesai sudah kita bercakapcakap. Anda membicarakan alat peraga yang telah di siapkan. Dengan nyanyian atau permainan anda mengkondisikan anak-anak untuk dapat duduk dengan nyaman dan tertib. 2. yang penting anak dapat melihat Anda dan anak lainnya. Agar anak dapat mengungkapkan pendapatnya terhadap sesuatu objek berdasarkan pengamatan indranya maupun pengalamannya. Anda memberi kesempatan pada anak untuk menjawab pertanyaan dengan kalimat sederhana. Anak mulai melaksanakan percakapan dengan Anda f. dalam perkembangan bahasa itu sendiri anak menguasai strategi yang di dapat membantu perkembangan pikiran. Menurut Bruner. Dengan demikian jika memungkinkan dapat menggunakan alat peraga sebagai pendukung kegiatan percakapan menurut pokok bahasan ini. Misalnya tentang kendaraan. nanti kita bercakap-cakap kembali ya . Apabila Anda menemukan anak yang belum dapat mengucapkan dengan baik dan benar (kalimat sederhana). g. b. bila tema keluarga yang menjadi pokok bahasan maka pembicaraan berkisar tentang anggota keluarga. Tetapi hendaknya guru selalu menjaga jangan sampai pembicaraan menyimpang dari tujuannya. Strategi dimaksud dikuasai melalui kaidah-kaidah bahasa yang diperoleh secara bertahap. Kedua. Bercakap-Cakap Menurut Pokok Bahasan Bercakap-cakap menurut pokok bahasan adalah kegiatan percakapan antara guru dengan anak didik. . tugas keluarga serta rasa kasih sayang dalam keluarga. Anak dan guru pun bernyanyi bersama dengan riangnya. (dalam Tampubolon.3) Ada apa di Kebun Raya? 4) Dekat binatang apakah Dwika di foto? 5) Siapa yang liburannya menemani adiknya? Anda pun menutup percakapan tersebut. 98: 24)spontanitas anak perlu di hargai . Pertama . dalam mengembangkan kemampuan berbahasanya anak memiliki cara-cara tersendiri sesuai dengan tahapan perkembangannya. yang dekat dengan lingkungan kehidupan sehari-hari anak Kegiatan bercakap-cakap menurut pokok bahasan ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian tentang suatu pokok bahasan. Anda dapat merangsang percakapan anak dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pokok bahasan. Sebagai contoh. tanaman. Dalam hal ini guru hendaknya memperhatikan perbedaan kemampuan bahasa anak per individu maupun kelompok. Sebelum Anda memulai latihan bercakap-cakap menurut pokok bahasan ini. Sehingga anak secara bertahap anak dapat berpikir abstrak dan konstruktif. d. Pada kegiatan bercakap-cakap menurut pokok bahasan ini (Depdikbud. c.

bis.macam kendaraan yang ada di darat. Nah. kendaraan apa lagi. 4. Guru : Pintar. (guru menempel gambar macam-macam kendaraan di darat di papan tulis) dan coba lihat mainan di atas meja ini. Guru :Nah. Guru :Anak-anak. siapa yang suka jalan-jalan? Anak 2 :Aku bu guru. Pembahasannya: Materi percakapan bisa didapat dari tema/subtema untuk mencapai kemampuan seperti Bercakap-cakap tentang “Sepeda”. bagaimana keadaan di jalan raya? Anak 2 :Ramai bu guru! Guru :Ada apa saja…. Agung :Ada orang . (Ada mainan macam-macam kendaraan di darat di atas meja bu guru).ada macam-macam kendaraan….anak ini adalah macam.. coba gambar di papan tulis ini. aku juga…. :Pintar semuanya. Guru : Nah. Guru :Apa kabar? Anak 2 :Baik bu. Fauzan :Kereta api …bajay…sepeda. Guru :Bagus. Setelah kegiatan percakapan selesai Anda dapat menyimpulkan topic yang baru saja di percakapkan. bagus sekali…. nah. berapa roda sepeda di gambar ini. dan ini sepeda roda dua. jawab dengan baik. 3.toko Guru :Ada apa lagi…………………. motor. Anak 2 :Wah.h. sekarang apa yang sedang ibu guru pegang (bu guru memegang sepeda anak) Guru : Fauzan ini kendaraan apa ? Fauzan : Sepeda Guru : Coba ulangi. Rrezqi :Ada mobil. Anda dapat melakukan evaluasi dari kegiatan percakapan tersebut. truk. i. Agung ? Agung : Dua bu guru (jawaban yang diharapkan roda sepeda ada dua) Guru : Roda sepedanya berbentuk apa Laura ? Laura : Lingkaran ( jawaban yang diinginkan roda sepeda berbentuk lingkaran) Guru : Adit. Guru . 2. Laura :Delman juga ada bu guru. apa warna sepeda yang ibu pegang ? Adit : Biru bu ( jawaban yang diharapkan sepeda berwarna biru) 1. Fauzan : Ini sepeda. anak.anak dapat lihat di jalan raya. Sepeda anak yang sebenarnya. coba Anda lakukan latihan bercakap-cakap menurut pokok bahasan di bawah ini dengan memperhatikan langkah-langkah kegiatan tersebut di atas Contoh kegiatan bercakap-cakap menurut pokok bahasan Kemampuan yang diharapkan dicapai: Bahasa (4) Bicara lancar dengan kalimat sederhana. Contoh percakapan: Guru :Selamat pagi anak-anak? Anak 2 :Selamat pagi Ibu. ini sepeda. toko. Alat peraga: Gambar dan mainan macam-macam kendaraan di darat. yang setiap hari dapat anak.

1998:25) ialah memupuk kesanggupan meletakkan antara tanggapan. sehingga anak benar. 2.1998:50-51): Ukuran gambar cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anak sampai perinciannya. Ketentuan gambar seri yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan antara lain sebagai berikut (Depdikbud. 8.Dan seterusnya pembahasan dapat berkembang kepada objek sepeda secara keseluruhan. hal ini dapat dilihat pada gambar berikutnya. Kemampuan yang diharapkan dicapai: Bahasa 14 kelompok B 2.anak untuk memberikan jawaban yang baik dan benar. Evaluasi : Dalam kegiatan evaluasi anda dapat menanyakan semua pertanyaan kepada semua anak. Gambar. Gambar seri yang dipergunakan hendaknya menarik dan merangsang anak untuk bercakapcakap. 4. 3. 4.cakap berdasarkan gambar seri adalah suatu kegiatan percakapan yang dilakukan guru kepada anak TK dengan bantuan buku bergambar yang critanya berseri.cakap menurut pokok bahasan. 3. 5. Contoh kegiatan bercakap.cakap dengan menggunakan gambar seri. Anak mendengarkan penjelasan tentang judul gambar seri. Gambar hendaknya jangan terlalu banyak “hiasan” (gambar tambahan) sehingga dapat mengaburkan arti dan isi gambar.cakap berdasarkan berdasarkan gambar seri ini pun memiliki langkahlangkah pelaksanaan sebagai berikut (Depdikbud. Anda member tugas pada anak untuk mengurutkan 4 gambar seri tersebut secara bergantian. Anak dan guru membicarakan gambar satu demi satu dan mencari hubungan antara gambargambar.gambar itu. 2. Gambar seri 1 sampai dengan ke 4 tersebut saling berkaitan dan merupakan rangkaian sebuah cerita atau sebuah informasi. 1. Biasanya terdiri dari 4 seri. Anda mengatur dan mengkondisikan tempat duduk anak yang nyaman. Setiap gambar menunjukan suatu adegan yang jelas. Hubungan antara satu gambar dengan gambar yang berikutnya kelihatan jelas. 1998:49): Anda menyiapkan alat peraga yang digunakan.gambar itu sebaiknya diberi warna yang hidup dan menarik serta sesuai dengan aslinya.benar mengenal sepeda anak yang dijadikan media pmbelajaran dalam percakapan tersebut.cakap bebas maupun bercakap.cakap dengan gambar seri memiliki tujuan secara khusus (Depdikbud. Ukuran gambar apabila dapat digunakan oleh semua anak perkelompok atau individu dapat dibuat dalam ukuran kecil. 3. Anda melepas gambar yang terdapat di papan tulis. Bercakap. 1. Alat peraga . 5. bercakap. Hubungan antara gambar satu dengan lainnya jelas sehingga dapat melihat hubungan dan menarik kesimpulan. dan membimbing anak. Anak memperhatikan 4 gambar yang diperlihatkan oleh anda di papan tulis. 6. 7. Anak menyimpulkan isi cerita. Tiap gambar dapat menimbulkan rasa ingin tahu anak untuk mengetahui kelanjutannya.tanggapan dan menarik kesimpulan.isi buku gambar seri tersebut adalah pokok bahasan dalam bercakap. Bercakap.cakap dengan gambar seri : 1. Seperti pada kegiatan bercakap. 5.cakap berdasarkan gambar seri Kegiatan bercakap. 6.

Fungsi bahasa dinyatakan dengan „SAYA INGIN ….” Sebagai hubungan pribadi bahasa dapat dipergunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dalam lingkungan sosial. anak dapat mengendalikan tingkah laku orang lain. 1976:36) dan setiap perkembangan menurut aktivitas anak. METODE TANYA JAWAB pendahuluan Dalam kegiatan pembelajaran untuk pengembangan bahasa di TK. karena di dalam kegiatan bercakap. Gambar IV : Si Burik membantu anaknya mencari makan. Bagi diri sendiri. Evaluasi : Berikut adalah contoh. Siapakah nama induk ayam dalam percakapan gambar seri tersebut? c. Dalam memahami metode Tanya jawab mari kita perhatikan dengan cermat fungsi bahasa menurut Haliday (1979:254) yaitu bahasa berfungsi : Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan anak untuk menyatakan keinginannya. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan “katakana padaku mengapa begitu.” . Bagaimana proses menetasnya anak ayam ? d.Kanak (Depdikbud Jakartan 1998) kedua metode itu dipisahkan berkaitan dengan metode pembelajaran pada seluruh Bidang Pengembangan di TK.cakap dengan gambar seri dengan ketentuan dan langkah. Sebutkan judul percakapan gambar seri ? b. perasaannya.a) Gambar seri b) Papan tulis 3. Ada berapa anak ayam si Burik ?       2.” Mengatur melalui bahasa. Gambar 1 : Si Burik Ayam Ku sedang bertelur di kandangnya. 4. Gambar 111 :Telur yang dierami Si Burik menetas. Fungsi bahasa dinyatakan dengan “lakukan itu ……. a. Materi pembahasan : Materi pembahasan dapat disesuaikan dengan tema atau subtema. dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati dirinya. Menurut Bruner bahasa memegang peran yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak. metode bercakapcakap sebenarnya juga dapat dikatakan metode Tanya jawab. Kegiatan Tanya jawab merupakan salah satu aktivitas untuk meningkatkan perkembangan kognitif dan bahsa anak. misalnya tema binatang dengan judul “Telur Ayam Si Burik Menetas”. Heuristik. Pelaksanaan : Anda dapat melaksanakan contoh materi pembahasan bercakap. Anak menyatakan pandangannya.langkah yang telah ditetapkan di atas. ada individu yang bertanya dan ada individu yang menjawab.contoh pertanyaan dari kegiatan evaluasi. Gambar II : Si Burik mengerami telurnya di kandang. Namun. pada buku didaktik Metodik Taman Kanak. Sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. 5.cakap tersebut terdapat kegiatan Tanya jawab..(Galloway. keluar dari cangkangnya.

Anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa. Implementasi Metode Tanya Jawab pada Pengembangan Bahasa di Taman Kanak.pertanyaan guru. melalui pertanyaan. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Tanya jawab untuk pengembangan bahasa di Taman Kanak. Melatih anak untuk mau mendengarkan atau mernyimak pertanyaan maupun jawaban orang lain. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanyamengenai hal. Masih menurut buku Didaktik Metodik Umum TK ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian dalam pelaksanaan kegiatan Tanya jawab adalah sebagai berikut (Depdikbud 1998 :27) : Pertanyaan hendaknya ditujukan kepada semua anak. Guru hendak mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapatnya. Guru hendaknya membangkitkan perhatian dan semangat belajar anak pada saat suasana kelas tidak menyenangkan. Melatih anak dalam bertutur dengan intonasi yang baik Memengembangkan kosa kata dan pembendaharaan kata anak Melatih anak untuk menghargai pendapat orang lain.pura atau berfungsi puitis. Melatih keberanian anak untuk bertanya terhadap apa yang tidak dipahaminya.  Menurut Soetomo (1993:150)metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru memberikan pertanyaan kepada anak dan anak menjawab.  Informatif.  Pengertian Metode Tanya Jawab  Menurut buku Didaktik Metodik Umum di TK. Melalui pertanyaanpertanyaan guru.hal yang belum dipahami.Kanak adalah suatu metode mengembangkan bahasa yang dapat memberikan rangsangan agar anak aktif berfikir.Kanak Berdasarkan GBPKB 1994 Berdasarkan buku Didaktik Metodik Umum TK pelaksanaan metode Tanya jawab digunakan apabila :  Guru ingin mengetahui pengetahuan yang telah dimiliki anak dengan kemampuan baru yang akan dipelajari. atau menemukan pertanyaan untuk ditanyakan kegurunya. anak akan berusaha untuk memahaminya dan menemukan jawabannya.  Membiarkan diri untuk berpura.         Tujuan Dengan metode Tanya jawab di Taman Kanak.  . Fungsi bahasa yang dinyatakan dalam bentuk “aku punya sesuatu yang diceritakan”.  Guru ingin mengetahui pengalaman/kemampuan yang telah dimiliki oleh anak. (Depdikbud. sehingga setiap anak merasa dapat diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan. 1998:26 ) metode Tanya jawab adalah suatu metode dalam pengembangan bahasa yang dapat memberikan rangsangan agar anak aktif untuk berfikir.Kanak bertujuan untuk : Melatih keberanian anak untuk mengajukan pendapatnya. anak bertanya kepada guru dan guru menjawab. Atau sebaliknya. anak akan berusaha untuk memahaminya dan menemukan jawannya. Imajinatif. Dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan dan memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri.

Contoh 1 : Tanya jawab guru dan anak didik Guru : Selamat pagi Ira ? Anak : Selamat pagi. karena pada kegiatan metode Tanya jawabterjadi percakapan. guru hendaknya memperbaiki dengan bijaksana. berupa . Kalimat pertanyaan yang diberikan hendaknya menggunakan bahasa sederhna. lebih baik jawaban itu ditawarkan kepada semua anak. Bentuk. Sebelum guru menjawab pertanyaan anak. bu guru ! Guru : Apa kabar Ira ? Anak : Baik! Setelah itu tidak ada Tanya jawab antara satu dan yang lainnya Contoh 2 : Tanya jawab sekelompok anak. Pertanyaan hendaknya mencakup dan mewakili tujuan yang akan dicapai. Antar anak didik. Jika jawaban anak salah. Kegiatan Tanya jawab secara spontan ini pun perlu di evaluasi untuk mengetahui perkembangan bahasa anak.           Pertanyaan hendaknya tidak keluar dari ruang lingkup bahan pengembangan yang telah diajarkan. iya. Guru hendaknya membimbing dan mengarahkan pengamatan atau pemikiran anak terhadap bahan pengembangan yang sedang dipelajari. Setiap jawaban anak hendaknya dihargai. atau antar sekelompok anak didik yang dapat dilakukan di dalam kelas atau di luar kelas dengan tidak dibatasi topik/pokok bahasan. Untuk dapat mengevaluasi tahap perkembangan bahasa anak ada baiknya kita membagi dua bagian bentuk metode Tanya jawab dalam pengembangan bahasa di TK yaitu : Tanya jawab secara spontan Kegiatan Tanya jawab dapat dilakukan spontan oleh guru kepada anak didik. Farhan : Dimas. terimakasih. metode bercakapcakap dan Tanya jawab tidak dapat dipisahkan. dalam pengembangan pembelajarannya dan mengembangkan semua aspek pengembangan anak di TK.bentuk Kegiatan Metode Tanya jawab Seperti dikemukakan diatas bahwa pada pengembangan bahasa. Jika kemudian ternyata semua anak tidak dapat menjawab maka gurulah yang menjawab. Guru hendaknya berusaha mkembangkitkan keberanian anak untuk bertanya. dan jelas.anak telah menyiapkan kesiapan mental. Guru hendaknya memberikan contoh bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang baik.  Tanya jawab berdasarkan pokok bahasan Kegiatan Tanya jawab ini biasanya telah diprogramkan guru. kamui lihat pensilku tidak ? Dimas : Tidak Farhan : Siapa yang lihat pensilku ya ? Reza : Aku tadi lihat Farhan : Dimana ? Reza : Di bawah meja sana Farhan : Oh. Pertanyaan hendaknya diajukan ketika suasana kelas dalam keadaan tenang dan anak. singkat.

agama. Melatih membuat kesimpulan e. ucapan dan tindakan individu yang ditunjukan kepada orang lain.sosial) melalui serangkaian tindakan pemeranan. Melatih daya konsentrasi d. tukang sayur dan sebagainya.  Anda menetapkan peran pendengar (anak didik yang tidak turut melaksanakan tugas tersebut)  Anda menetapkan dengan jelas masalah dan peranan yang mereka harus mainkan. Membantu perkembangan fantasi g. Misalnya guru akan menerangkan tentang buah jeruk.pengembangan matematika. dengan media asli yang telah disiapkan. Jenis Kegiatan Bermain Peran Jenis kegiatan Bermain Peran di TK adalah bermain adalah bermain peran sebagai seorang pemberi jasa.37) bertujuan . Tujuan Metode Bermain Peran Bermain peran dalam proses pembelajaran ditunjukkan sebagai usaha memecahkan masalah (diri. 1998. Dan menekankan kenyataan anak diurut sertakan dalam memainkan peranan didalam mendramatisasikan masalah-masalah hubungan sosial. Karakteristiknya adalah adanya kecenderungan memecahkan tugas belajardalam sejumlah perilaku yang berurutan. Melatih anak berbicara lancar c. Dalam pembelajaran ini terjadi proses tanya jawab yang tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa saja. Adapun peran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian perasaan. Peran seseorang dalam kehidupan dipengaruhi oleh persepsi dan penilaian oleh dirinya dan orang lain. Dengan demikian metode bermain peran. Menciptakan suasana yang menyenangkan c. tukang pos. sains. d. Kegiatan bermain peran diTK disamping fantasi dan emosi yang menyertai permainan itu. METODE BERMAIN PERAN DAN SOSIODRAMA 1. Adapun pelaksanaan bermain peran dalam pengembangan bahasa di TK (DEPDIKBUD.alat. media dan kostum yang akan digunakan dalam kegiatan bermain peran. Pengertian Metode bermain ini dikatagorikan sebagai metode mengajar yang berumpun kepada metode perilaku yang diterapkan dalam pengajaran.  Anda member kebebasan bagi anak untuk memilih peran yang disukainya. sosial. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Bermain Peran Langkah –langkah bermain peran diTK adalah sebagai berikut:  Anda telah menyiapkan naskah. b. . Pada kegiatan tanya jawab ini pun anak dapat mengekspresikan dirinya melalui mimic maupun panto mimiknya. belajar mendengarkan dengan baik dan melihat hubungan antara berbagai peran yang dimainkan bersama. seni.  Jika bermain peran untuk pertama kalinya dilakukan. Melatih anak berbicara b. konkret dan dapat diamati. seperti dokter. METODE BERMAIN PERAN a.  Anda menerangkan teknik bermain peran dengan cara yang sederhana. namun seluruh aspek pengembangan anak yang lain seperti tersebut di atas. a. anak belajar berbicara sesuai dengan peran yang dimainkan. emosi. Membantu pengembangan intelegensi f. artinya mendramatisikan cara tingkah laku didalam hubungan sosial.

   Anda menyarankan kalimat pertama yang cukup baik diucapkan oleh pemain untuk memulai.Dalam kegiatan sosiodrama tersebut. Pengertian Metode sosiodrama di TK adalah suatu cara memainkan perandalam suatu cerita tertentu yang menuntun integrasi diantara pemerannya. sehingga memperkuat anak dalam memerankan tokoh yang diperankan Dalam kegiatan sosiodrama terjadi aktivitas berbahasa melalui dialog atau percakapan serta pertunjukkan ekspresi karakter peran atau tokoh yang dimainkan oleh pemain. dan menulis.1996:6) dalam makalahnya menyatakan tujuan Metode Sosiodrama di TK adalah untuk memecahkan suatu masalah dan agar memperoleh kesempatan untuk merasakan perasaan orang lain. anak mendapat bimbingan dari guru dalam mengembangkan kemampuan berekspresi sehingga anak dapat memotivasi anak untuk memperoleh informasi dari lingkungannya berdasarkan pengalaman anak dalam menjajahi dan meneliti lingkingannya. metode sosiodrama mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. METODE SOSIODRAMA a. Kunci keberhasilan bermain peran dalam pengembangan bahasa anak di TK adalah bagaimana anak didik dapat mengekspresikan. berdialog dan berdiskusi diakhir kegiatan bermain peran terhadap peran yang telah dimainkan. Mendorong aktivitas . Karena pada saat berdialog terjadi komunikasi timbal-balik maka dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama dapat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. b. Memahami isi cerita karena ikut memainkan. membangun kembali. Dengan tujuan tersebut dalam. Sebagai hasil diskusi kadang-kadang dapat diminta kepada anak untuk menyelamatkan masalah itu dengan cara lain. Membantu menghilangkan rasa malu.inisiatif dan kreatif sehingga mereka berpatisipasi dalam pelajaran. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan memikirkan kembali. mengembangkan kreativitas anak. Disinilah peran aktif anak sangat di tuntut. serta kemampuan untuk berekspresi. Peran Guru Guru bertanggung jawab atas pada tahap-tahap awal untuk memulai langkah-langkah bermain peran. rendah diri. kesenggangan dan kemurungan pada anak . membaca. dan menemukan hubungan-hubungan baru dalam bersosialisasi di masyarakat. c. baik secara reseptif maupun secara ekspresif. Sedangkan kemampuan berbahasa yang dapat diinginkan melalui metode sosiadrama adalah kemampuan mendengar. e. Anda menghentikan bermain peran pada detik-detik situasi sedang memuncak dan kemudian membuka diskusi umum.     Manfaat Metode Sosiodrama Metode sosiadrama bermanfaat dalam prkembangan anak sebab dapat: Menyalurkan ekspresi anak-anak ke dalam kegiatan yang menyenangkan. Tujuan Metode Sosiodrma Joeslina Aziz (Depdikbud. Kegiatan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode bermain peran dapat mengangkat topic dari tema-tema dan subtema yang terdapat pada GBPKB. 2. dan segera keterlibatan guru dikurangi setelah memasuki tahap pemeranan dan diskusi.

d. Langkah –langkah Pelaksanaan Sosiodrama Dengan Teknik Dramatisasi Dalam pembelajaran bahasa di TK. Dramatisasi terpimpin ialah dramatisasi yang dilakukan oleh anak-anak dengan bimbingan guru. Anak diberi kesempatan untuk melaksanakan dramatisai sesuai dengan keinginannya. Guru menyatakan atau memberi saran kepada anak –anak cerita apa yang akan didramatisasikan 3.  Langkah-langkah pelaksanaan dramatisasi terpimpin 1. menyebut. f. langkah-langkah teknik dramatisasi tersebut adalah sebagai berikut : Langkah-langkah pelaksanaan dramatisasi bebas Anda mempersiapkan situasi dan media yang diperlukan Anda memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang diharapkan dari kegiatan sosiadrama yang akan dimainkan mereka. a. Peran Guru Peran guru sebgai fasilitator pada pelaksanaan dramatisasi adalah : Membantu memilih masalah ataupun topiknyang akan didramatisasikan. Kode 3 A-B Kemampuan yang diharapkan dicapai Menggunakan dan dapat menjawab pertanan apa. 1. 3. c. Teknik dramitasasi adalah suatu kegiatan dimana anak-anak memainkan peranan orang-orang yang ada di lingkungannya. Guru memberikan peran-peran diantara anak-anak menurut pilihan mereka sendiri. bagaimana. Adapun bentukbentuk pelaksanaan dramatisasi menurut “Buku Didaktik Metodik” TK (1999:33) terbagi 2bagian : a. e. b. Menentukan dan menggambarkan situasi yang akan didramatisasikan. d. mengapa. atau tokoh-tokoh dari suatu cerita maupu dongeng. b. Dramatisasi bebas ialah dramatisasi yang dilakukan anak atas keinginan sendiri dan denga caranya sendiri. Implementaikan Metode Sosiodrama dengan teknik Dramatisasi berdasarkn GBPKB 1994 No. dan berapa secara sederhana 4 A-B Bicara lancar dengan kalimat sederhana 8 A-B Merujuk. Anda atau guru menyiapkan alat peraga yang akan digunakan 2. Menentukan dan mengganmbarkan peran-peran untuk dimainkan. dan memperagakan Kelompok A  B  Keterangan     . Menetukan sukarelawan untuk memainkan peran. e. Teknik Pelaksanaan Cara melaksanakan metode Sosiodrama menggunakan teknik dramatisasi. dimana. 2.

B. . Saran Persiapkanlah materi yang akan disampaikan sesuai dengan tema dan ikutilah petunjuk atau prosedur untuk melakukan metode-metode untuk pengembangan bahasa anak usia dini dan jangan lupa untuk memperhatikan perkembangan individual anak. metode Tanya jawab. Dalam melakukan metode-metode tersebut pada anak.18 A 22 B gerakan-gerakan yang sederhana Menggunakan kata ganti aku Mengekspresikan diri melalui dramatisasi  -   BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini kita dapat melakukan berbagai macam metode diantaranya melalui metode bercakap-cakap. sebaiknya guru harus mempersiapkan secara matang materi apa yang akan kita masukkan kedalam kegiatan tersebut. metode bermain peran dan sosiodrama.

informasi dan stimulasi .LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DI TK A.temperatur ruangan. 3. Tingkat Perkembangan Anak Pengaturan lingkungan belajar dan bermain perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. PERENCANAAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERRMAIN DI TK 1. Menghindarkan Anak Cedera Lingkungan belajar dan bermain harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat menghindarkan anak dari kemungkinan mendapat cedera.kamar mandi. Stimulasi Perkembangan Anak Lingkungan belajar dan bermain hendaknya diatur dengan tujuan untuk menstimulasi perkembangan anak. tetapi informasi tersebut tetap akan menjadi sumber pengetahuan bagi masing – masing guru. Setiap rencana harian memerlukan peralatan dan pengaturan lingkungan belajar yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.ventilasi yang cukup untuk pergantian udara. Informasi yang Berkaitan dengan Anak yang Akan Mengikuti Kegiatan Belajar Walaupun melalui informasi tersebut hanya sedikit yang diketahui oleh guru.keamanan dan saniter Cahaya yang masuk keruangan. pemilihan alat permainan dan pengaturan ruangan perlu memperhatikan keselamatan anak. Kondisi saniter secara umum merupakan aspek lai dari dari kesehatan dan keamanan yang perlu mendaoatkan perhatian. maupun psikososial. B. Prinsip – Prinsip Pengaturan Lingkungan Belajar dan Bermain di TK 1.dan kerang air yang diperlukan oleh anak untuk mencuci tangan setelah melakukan aktifitas-aktifitas nya. Perencanaan harian Perencanaan harian perlu dibuat oleh guru kerena mempengaruhi peraturan lingkungan belajar. 2. baik dalam segi perkembangan kognitif. untuk memberikan kebebasan bergerak pada masing – masing. 3. 2. 5. Keindaha. motorik. 4. Hal lain yang harus diperhatikan oleh guru adalah kebutuhan ruang bagi masing – masing anak baik di dalam maupun di luar ruang belajar. bahasa. Penempatan alat – alat. Kesehatan. Kegiatan Harus Dilakukan Anak yang Berkaitan dengan Tujuan Khusus yang Hendak Dicapai Apabila tujuan khusus pembelajaran adalah pengembangan keterampilan sosial maka guru perlu mengatur ruangan atau lingkungan belajar yang memberi kesempatan pada anak untuk berinteraksi didalam kerja kelompok.disamping itu WC .

warna tembok.jenis lantai tata cahaya dan jumlah jendela. C. 4. Tempat area-area kegiatan didekat sumber-sumber yang diperlukan.dan lain-lain. Pengaturan bermaian dan belajar anak didalam ruangan/kelas sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan seefisien mungkin. Penyediaan alat peraga harus dapat disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan. 11. Pengelompokkan meja harus disesuaikan dengan kebutuhan sehinggaa cukup ruang gerak bagi anak didik 5. 9. Lingkungan fisik diluar ruangan juga perlu memperoleh perhatian.batasi pnggunaan meja. Saat mengikuti kegiatan. Susunan meja dan kursi dapat diubah-ubah . Ruangan diatur sedemikian rupa sehingga guru dapat memantau secara maksimal dari setiap lokasi untuk memastikan keamanan.tetapi juga duduk di tikar. Lengkapi area-area kegiatan dengan cahaya yang cukup terutama untuk tempat membaca buku. 10.Ruang dan tempat-tempat lainnya ditata sedeimikian rupa sehingga menarik perhatian anak dan orang dewasa. Begitu pula dengan perabotan/perlengkapan/bahan/peralatan yang akan digunakan harus memerhatikan: . Dalam pengaturan ruangan/kelas ada beberapa yang harus diperhatikan : 1. Perhatian ruangan-ruangan yang memerlukan meja karena anak TK lebih sering menggunakan lantai/ruangan terbuka.meengganmbar. Lingkungan fisik termasuk ukuran ruangan. PENGATURAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DIDALAM KELAS Kingkunngan fisik ddiruang kelas memberikan pengaruh yang dalam pada setiap anak baik individu.kelompok.perlengkapan dan materi yang diperlukan. Keindahan tersebut setidaknya memberikan berbagai informasi pada anak dan menstimulasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinformasikan . 2.prabotan ruang. Dalam perencanaan pengaturan lingkungan belajar dan bermain didalam ruangan akan dibicarakan pusat aktifitas/sentra kegiatan anak.karpet. Identifikasi area-area yang relatf meemerlukan ketenangan (perpustakaan) 8.maupun secara keseluruhandan juga guru.anak-anak tidak selalu duduk dikursi. Berilah batasan-batasan terhadap area-area yang terpisah 7. 3.menulis. Peralatan dan penyimpanan alat bermain diatur sesuai degan fungsinya sehiungga memudahkan anak untuk menggunakan dan mengembalikan pada tempatnya setelah digunakan 6.

1. Alat yang dipilih untuk sekolah harus dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran. D. bereksperimen dan melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka. Area terbuka untuk sinar matahari d. Area memanjat dan bergantungan . perpustakaan. Kelas sebagai salah satu lingkungan belajar bagi anak di TK merupakan suatu ruangan yang diisi dengan berbagai perlengkapan. Bertitik tolak dari hal tersebut maka dalam kelas perlu dilengkapi berbagai area/sentra kegiatan.1. Perabutan yang ada didalam ruang kelas sebaiknya mudah dipindah-pindahkan dan disesuaikan dengan ukuran anak. permainan matematika. Secara umum pengaturan lingkungan bermain diluar kelas perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini .Rata-rata setiap 15 anak membutuhkan 70 meter persegi area bermain . f. Kualitas dan keawantan 4. e. 5. Area teduh Area melompat Area mendaki Area menanam / bunga-bungaan. misalnya suatu dapat digunakan untuk meransangperkembangan intelektual. Sesuai dengan kondisi anak 3. permainan drama.emosi atau fisik. permainan balok.Keseimbangan Area Keseimbangan antara area tenang dan area aktivitas merupakan hal yang penting dalam mengatur lingkungan bermain diluar kelas . b. musik. bahan. c.Apabila lebih luas akan lebih baik bagi anak untuk melakukan kegiatan bermain dan memperoleh pengalaman belajar dari kegiatan tesebut. tujuannya agar anak-anak dapat bereksplorasi.meja dan kursi sebaiknya bervariasi tinggi rendahnya maupun ukurannya. membuat karya-karya. Sejalan dengan aktivitas anak maka kelas hendaknya memberikan keleluasaan bergerak bagi anak dalam melakukan berbagai kegiatan belajar dalam suasana bermain.Hal ini dapat diwujudkan dengan menciptakan beberapa area sabagai berikut . permainan membaca dan menulis. seperti kesenian. Keamanan 2. a. agama.PENGATURAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN BERMAIN DILUAR KELAS Lingkungan bermain diluar kelas diTK membutuhkan area yang luas . dan peralatan. permaianan IPA.

bergantungan .Frost dan Wortham (1988) memberikan berbagai saran agar terjaganya rasa aman .mendorong dan menarik . Jarak area bermain . Area/sentra kesenian .serta melempar dan menangkap . b. 1. Alat –alat yang depergunakan hendaknya sesuai dengan tahap usia anak . Dijalan kecil ini tidak ada satu barang pun yang ditempatkan karena akan kebebasan anak dan orang dewasa yang menggunakan jalan kecil tersebut.g. 2.Umumnya kegiatan diluar kelas lebih banyak mengundang bahaya disbanding penyelenggaraan kegiatan dikelas . c.Pemilihan peralatan Bermain Berbagai jenis peralatan bermain perlu disediakan bagi lingkungan bermain diluar kelas . –jungkit ) perlu diperhitungkan .misalnya pasir dari alat ayunan .Jalan kecil /Trotoar Jalan kecil dibuat dari semen atau batu bata . Alat-alat Permainan di Area/Sentra Kegiatan di Dalam Kelas Alat-alat permainan yang diperlukan untuk kegiatan bermainan dan belajar di dalam kelas disusun menurut sifat dan tujuan aktivitasnya dalam kelompok-kelompok yang disebut area/sentra kegiatan.panjatan dan alat bergerak lain (jungkat E.usia dan kemampuan murid .bermain diluar kelas .seperti peralatan untuk memanjat . 3.meluncur . Tingkat perkembangan dan Kebutuhan Anak . 4.Yaitu a. Adanya pagar pengaman (tinggi minimal 4 kaki) melindungi anak dari bahaya . Area bermain pasir. Area kegiatan ini diselenggarakan di TK dengan alat-alat permainan yamg menarik dan dimaksudkan untuk menimbulkan suasana yang menyenangkan dan keakraban antara sesama teman sehingga anak merasa betah di sekolah. Materi serta kegiatan yang dipilih guru harus sesuai dengan minat .

kuas. kardus bekas. lukisan dan gambar-gambar lain yang memberikan informasi . meja. area ini haruslah diletakkan sejauh mungkin dari kegiatan yang dilakukan anak. area ini juga dapat dilengkapi dengan tempat untuk bercerita dengan menggunakan alat perekam . meja makan. meja. Penggunaan area ini membantu anak untuk mempelajari lebih dalam mengenai dirinya sendiri. boneka . kursi. taplak/sprei ukuran sedang. area ini membawa suasana riang. Mereka belajar memutuskan dan memilih berbagai informasi yang relevan. kostum binatang/profesi dan lain-lain. dan lain sebagainya . Hal ini juga memupuk adanya pemahaman peran sosial dan melibatkan interaksi verbal paling tidak dengan satu orang lain. seorang anak yang takut disuntik memerankan tokoh sebagai pasien. gunting. plastisin. dan kepuasan bagi anak . kapas. Misalnya. cermin genggam. sandal. Area/Sentra Bermain Drama Area ini digunakan anak untuk kegiatan bermain peran. spidol. bagi sekolah yang mampu. topi. buku-buku yang dilengkapi dengan katalog dan kartu peminjaman. kalender. lemari. poster. Area ini dapat juga dilapisi oleh karpet dan dilengkapui dengan bantal-bantal kecil . keluarganya. boneka. sepatu. Area ini perlu diisi dengan rak buku. majalah bekas. bantal-bantal kecil. karpet. menempel. busa. misalnya melukis. Mereka berpura-pura berperan sebagai salah satu karakter dan terlibat dengan perilaku menirukan peran orang lain dalam kehidupan sehari-hari. alat-alat yang dapat digunakan di sentra kesenian adalah pensil warna. stik es krim. berbagai majalah. tas. Alat-alat yang digunakan di sentra perpustakaan antara lain adalah rak buku. seperti mengatasi rasa takut dengan memerankan berbagai tokoh yang sebenarnya bagi mereka manakutkan. telepon. ember. kelereng. 3. di area ini setiap anak diberi kesempatan untuk memilih kegiatan yang akan dilakukannya . biji-bijian. krayin. celemek. benang. eksplorasi dan kreativitas lainnya . koran bekas. kapur tulis. dan masyarakat sekitarnya. antara lain perabotan dapur. anyaman. sikat gigi usang. 2. cat. Area/sentra perpustakaan Untuk menghindari terjadinya berbagai kerusakan . tape recorder. menggambar. alat-alat make-up mainan. sarung tangan. dan sebagainya . Hal tersebut sangat membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya. setrika.area ini diisi dengan berbagai bahan yang memungkinkan anak melakukan percobaan. kegembiraan. lem. helm. Alat-alat yang dapat digunakan di sentra bermain drama. arang. vas bunga. kain perca. dan kursi sesuai dengan kebutuhan yang ada. gambar/poster.

tangga kubus.tangan/jari. Alat-alat yang digunakan di area musik. botol air mineral. aneka binatang plastik. marakas. dan sebagainya. Musik mengembangkan panca indra. Dengan balok anak dapat membuat berbagai macam gedung. sosial. berbagai peralatan kerja mainan (martil. tutup botol. balok ukur. Area Musik Musik adalah sumber yang sangat kaya untuk memajukan perkembangan anak. tangga silinder. mengajarkan ritme. tutup panci. serta mendorong kreativitas. matematika dan kemampuan motorik. Balok-balok yang terdiri dari kardus dan balok kayu warna-warni adalah alat main konstruksi yang sangat disukai anak-anak. pengetahuan. Alat-alat yang digunakan pada area balok. seperti batu. alat musik buatan guru (marakas dari kaleng bekas) dan lain-lain. dan penggunaannya untuk kehidupan mereka. batok kelapa. obeng. mozaik. batu-batuan. angklung. sendok. papan pasak. papan paku. tusuk gigi. Area Permainan Balok dan Logo/Lego Balok sangat berarti bagi anak di Taman Kanak-kanak bahkan untuk semua anak dengan berbagai tingkatan usia. kardus bekas. binatang-binatangan. manic-manik. buji-bijian. balok kardus dan sebagainya. gitar. dan sebagainya. berhitung dan pola kalimat. glockenspil. antara lain piano. bahan-bahan sisa. memperkuat otot halus dan kasar. kerang. alat-alat tulis dan potongan kertas untuk menulis pesan. buah-buahan dengan . 5. papan geometri. 4. puzzle. ringbel. rambu-rambu lalu lintas. Permainan balok/logo/lego sangat penting bagi perkembangan anak diberbagai bidang termasuk bahas. mobilmobilan. Area Permainan Matematika Dalam area ini anak sedapat mungkin diperkenalkan dengan pemikiran mengapa matematika dibutuhkan (bahwa matematika bukan sekadar permainan angka). antara lain adalah balok berbagai ukuran. Juga dapat menggunakan bahan dari alam/lingkungan sekitar. Sebaiknya area ini ditempatkan agak jauh dari area-area lainnya. menara gelang. kubus. ember. kardus bekas. dan lain-lain). alatalat perkusi (tamborin. triangel.logo. kastanyet. apa hubugannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. wood block). Alat-alat yang digunakan di area ini antara lain adalah kartu-kartu angka. lego. balok kecil. 6. papan hitung.

air. cuaca dan musim.pengamatan berbagai tulang binatang dan lain-lain. berkomunikasi. dan lain-lain. a. Area/Sentra Agama Area ini untukmenanamkan anak-anak pada nilai moral. dan sosial. Dengan mengembangkan kemampuan untuk mengamati. ALAT-ALAT PERMAINAN DI AREA/SENTRA KEGIATAN DI LUAR KELAS Alat-alat bermain di luar kelas yang disajikan hendaknya dapat memenuhi kebutuhankebutuhan anak guna memupuk perkembangan jasmani. c. antara lain berikut ini. Berbagai benda: pasir. dan sebagainya. tanah. dll. d. pengamatan serangga dan lain-lain. mengklasifikasi. hujan. f. kecebong. kotak bentuk/pos. tulang dan lain-lain. gambar/poster yang menunjukkan nilainilai moral/budi pekerti. membuat dugaan berdasarkan pengamatan. kaca pembesar. 8. Tumbuhan: menanam biji-bijian/ bibit. berbagai mesin rakitan sederhana. mengadakan berbagai eksperimen tentang hal-hal yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Alat-alat yang digunakan di sentra IPA berdasarkan topik dan aktivitasnya.berbagai jenis dan ukuran. dan budi pekerti. Energi : sinar. bayangan matahari/lampu. Alat-alat yang digunakan di sentra agama antara lain maket-maket rumah ibadah. Tugas guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk memproleh berbagai . Binatang : pengamatan berbagai binatang yang dibawa dalam lingkungan kelas. prediksi. agama.peralatan ibadah. ruang angkasa. bulan. dan berbagai benda lainnya yang memberikan pengalaman actual kepada anak. logam. bintang. b. anak akan mempunyai pengertian yang lebih baik tentang berbagai gejala alam. mengukur. F. Ruang dan waktu :matahari. pengamatan dan percobaan menggunakan berbagai jenis telur (mentah dan matang). Makhluk hidup : menanam bibit. e. percobaan polusi. gambar/poster bacaan/doa. emosional. intelektual. bayang-bayang dalam cermin. 7. mengamati binatang peliharaan. Area IPA/Sains Lingkungan alam dan lingkungan fisik sangat menarik bagi anak-anak. magnet.

c. b. sekop. berbagai cetakan plastik beraneka bentuk dan sebagainya. cangkir. 1. antara lain bak air. kontong biji. sementara peralatan yang dimiliki terbatas. 4. Area Memanjat Peratalan memenjat dapat digunakan oleh anak dari segala tingkat usia. Anak tidak dibiarkan memanjat sementara tangannya memegang suatu benda. pasir.boal lainnya perlu disediakan dalam jumlah yang memandai sehingga dapat digunakan anak secara bebas. bola basket. botol. Di bawah tempat memanjat perlu di sediakan bahan-bahan lembut. antara lain adalah pohon. matras. literan. . dan sebagainya. Alat-alat yang digunakan di area ini. Area Olahraga/Jasmani Aktivitas di area ini dilakukan dengan membentuk pos-pos kegiatan untuk menghindari antrian anak yang terlalu panjang. Kegunaannya adalah untuk menghindari kemungkinan anak jatuh dan mendapat cedera. busa.pengalaman bermain dengan menggunakan berbagai macam alat bermain dan memberi bantuan serta bimbingan pada saat-saat diperlukan. jaring laba-laba. mobil-mobilan. Anak tidak dibiarkan memanjat selain pada area yang diperbolehkan untuk memanjat. Alat-alat yang dapat digunakan di area memanjat. anak-anak menikmati kegiatan bergairahan bermain dengan pasir dan air. Adapun alat-alat permainan yang dipergunakan pada tiap-tiap area adalah sebgai berikut. Area Melempar dan Menangkap Untuk kegiatan melempat dam managkap dapat digunakan berbagai jenis bola. seperrti busa. bola kasti. Area Bermain Pasir dan Air Sejak balita. anatara lain bola kaki. lama-kelamaan mereka biasa bermain dengan alat yang lebih rumit. palang bertingkat. Pada awalnya mereka bereksplorasi tanpa menggunakan alat yang banyak. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu anak memanjat adalah: a. binatang. Penempatan alat-alat bermain di luar kelas hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga memberi kebebasan gerak kepada anak ketika bermain dan juga memprtimbangkan segi keamanan mereka. bak pasir. tambang/tali. 2. 3. Alat-alat yang dapat digunakan diarea ini. dan lain-lain. Anak secara bergantian dalam melakukan kegiatan ini. segelas berbagai ukuran.

terowongan yang terbuat dari goronggorong. dan sebagainya. Dari presepsi pembauan ini anak akan belajar bahwa: Setiap benda. jungkitan. hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan sifat yang dimiliki ke dalam satu kelompok. Misalnya dalam hal warna.Alat-alat yang digunakan di area ini. tali. jembatan goyang. PENGERTIAN METODE KARYAWISATA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK. 1. indra pembauan pada hidung memberikan informasi mengenai bermacam bau benda dan gas. dan perabaan. Selanjutnya Moeslichaton (1999) menyatakan bahwa hasil informasi yang didapat anak melalui penglihatan mata antara lain adalah kesan pengamatan (presepsi penglihatan) seperti bentuk. pendengaran. Misalnya. hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dilihat dan dideskripsikan. antara lain simpai. Pengertian dan Manfaat Metode Karyawisata bagi Anak Taman Kanak-kanak A. taman lalu-lintas. karet. Selain itu masih ada beberapa alat bermain lain yang biasanya juga ada di luar kelas yaitu: ayunan. Bau yang dapat diketahui anak antara lain adalah bau harum. Pengamatan itu diperoleh melalui panca indera seperti penglihatan. amis. tumbuh-tumbuhan. dan ukuran. busuk. pengecapan. hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dicium dan dideskripsikan sifat baunya. Selanjutnya. Metode Karyawisata bagi Anak Taman Kanak-kanak BAB I PEMBAHASAN I. tumbuh-tumbuhan. kandang dan binatang peliharaan. papan luncur. 2. Misalnya bunga melati berbau harum yang lembut. bentuk dan ukurannya. jala panjat. tumbuh-tumbuhan. kardus bekas. kebun/tanaman. lantai. Sedangkan bunga sedapa malam berbau harum yang lebih kuat atau menyengat. papan titian. Perencanaan pengorganisasian kelas juga tidak lepas dari kemampuan yang diingin dicapai serta disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak didik. warna. menyengat dan sebagainya. kolam ikan. pembauan. dan sebagainya. Pengaturan lingkungan belajar dan bermain erat hubungannya dengan penataan ruangan. . Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaannya. 1. dan bekas. Setiap benda. Moeslichatoen (1999) menuliskan bahwa karyawisata merupakan salah satu metode pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yang dilaksanakan dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung. anak dapat mengetahui dan belajar bahwa: Setiap benda. 3.

tumbuh-tumbuhan. tumbuh-tumbuhan. hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan bau yang dimilikinya ke dalam satu kelompok. Presepsi auditif tersebut membantu anak belajar bahwa: 1. asin. Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan baunya. Setiap benda. kasar. tumbuh-tumbuhan. misalnya rasa pahit. Misalnya Ani dan Ana sama-sama berbau harum. halus. Misalnya si Adi. hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat didengar dan dideskripsikan 2. Setiap benda. indra perabaan yang ada pada kulit memberikan informasi tentang berbagai rasa yang diperoleh melalui perabaan. Suara anjing lebig keras daripada suara kucing. tumbuh-tumbuhan. Indra pendengaran yang ada pada telinga member informasi tentang berbagai suara. Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan sifat hasil perabaannya. suara tertawa anak-anak. suara ibu memarahi anaknya. misalnya suara burung berkicau. 2. manis. 3. Persepsi pengecapan tersebut membantu anak belajar bahwa: 1. tunbuh-tunbuhan. asam. 2. Misalnya kesamaan sifat kasar atau lembut. rasa ingin tahunya dan mengadakan pengamatan serta kajian terhadap fakta yang dihadapinya secara langsung. Dari pengamatan melalui perabaan tersebut anak belajar bahwa: 1. panas atau dingin. hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat dirasakan dan dideskripsikan. Misalnya rasa jeruk nipis asam. misalnya rasa dingin. B. Setiap benda. tumbuh-tumbuhan. 3. tumbuh-tumbuhan. Misalnya bulu kucing lebih lembut dari pada bulu burung merpati. hewan dan manusia itu mempunyai sifat-sifat yang dapat diraba dan dideskripsikan. hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan sifat hasil perabaan yang dimiliknya. Demikian pula dengan fungsi indra pengecap yang ada pada lidah. keras dan lembut. Setiap benda.2. Misalnya berbagai jenis ikan dapat digolongkan dalam kelompok berbau amis. Indra pengecapan memberikan informasi tentang berbagai rasa. Misalnya anjing menggonggong dan kucing mengeong. MANFAAT METODE KARYAWISATA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK . panas. hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan rasa yang dimiliki. Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan suaranya. pedas dan sebagainya. si Ana dan si Anis am-sama mempunyai suara anak kecil karena umur mereka hamper sama. hewan dan manusia dapat digolongkan berdasarkan kesamaan suara yang dimiliki. 3. 3. sedangkan rasa pisang yang belum matang belum manis. Misalnya rasa pisang yang masak manis. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa melalui karyawisata anak mendapat kesempatan yang luas untuk melakukan kegiatan yang menarik perhatiannya. Setiap benda. Setiap benda. atau suara mobil membunyikan klaksonnya. Setiap benda. Karyawisata juga dapat member kesempatan kepada anak-anak Taman Kanakkanak untuk menggunakan seluruh panca inderanya. Terakhir. sedangkan pisang manis. Benda-benda itu dapat dibandingkan berdasarkan persamaan dan perbedaan rasanya.

Melalui karyawisata ke kebun binatang tersebut pula anak Taman Kanak-kanak perlu juga diarahkan agar mempunyai minat untuk menyayangi binatang dengan merawat dan memelihara dengan menjaga kebersihan hewan peliharaan serta kebersihan kandangnya. Anak berusaha untuk memproduksi hal-hal yang telah diamatinya. yang dapat pula menjadi sumber belajar anak. B.Menurut Moeslichatoen (1999). Peranan Karyawisata untuk Pengembangan Bahasa Anak Taman Kanak-kanak dan Rancangan Pelaksanaan Metode Karyawisata. tuliasan. pengembangan kemampuan berbahasa tersebut menjadi tanggung jawab seorang pendidik atau guru Taman Kanak-kanak. Selanjutnya Moeslichatoen (1999) menguraikan bahwa beberapa hal yang mungkin dilakukan anak setelah mengamati berbagai hal benda adalah: 1. Kebutuhan untuk terampil berbicara atau berkomunikasi bagi seorang anak merupakan kebutuhan anak tersebut untuk menjadi anggota kelompok sosial. Terdapat perbedaan antara kemampuan berbicara dan berbahasa. Anak berusaha mempertajam kesan pengamatannya sehingga memperjelas pengertian tentang sesuatu hal. A. setelah anak-anak di ajak ke kebun binatang. sekali membiarkan anak bermain sendiri. Sementara kemampuan berbicara adalah kemampuan berbahasa lisan yang merupakan bentuk paling efektif dalam berkomunikasi. Dengan mengamati bermacam-macam binatang tersebut anak dapat diajarkan untuk mengamati lebih lanjut binatang yang menarik perhatiannya. bahasa isyarat. guru harus pula memilih dan menggunakan serangkaian metode pembelajaran tertentu yang dapat merangsang perkembangan kemampuan berbahasa anak secara optimal. di alam terbuka dan digunakan untuk mengenal lingkungan sekitarnya. atau seni. Reproduksi lebih mudah dikomunikasikan kepada guru atau anak lain dibandingkan bila dikemukakan melalui katakata. Bahasa adalah kunci untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. juga paling penting dan paling banyak digunakan. amplop dan sebagainya. untuk menumbuhkan minat tentang dunia binatang. atau ke tempat lain yang sesuai dengan perkembangannya. II. surat. Misalnya. anak-anak usia Taman Kanak-kanak perlu mengembangkan kemampuan berbahasanya agar mereka dapat saling berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya. atau ke kebun binatang. mengajak kea lam. . Selain itu. 2. dan suara binatang. anak dapat dibawa berkaryawisata ke kebun binatang. bahasa tubuh. Misalnya. Saat karyawisata. ekspresi wajah. Mengingat betapa pentingnya kemampuan berbahasa ini bagi seorang anak. Metode karyawisata dapat digunakan guru untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak seperti perkembangan bahasa karena dilakukan di luar kelas. RANCANGAN KARYAWISATA UNTUK PENGEMBANGAN BAHASA ANAK TAMAN KANAKKANAK. anak juga perlu diarahkan untuk mengamati tingkah laku binatang-binatang yang ada di kebun binatang. mereka lebih memahami berbagai jenis. maka di lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak. Dalam buku Seri ayah Bunda (2002) dikatakan bahwa kemampuan berbahasa meliputi segala bentuk komunikasi lisan. Anak-anak dapat diajak untuk berkaryawisata ke tepi pantai. ukuran. Pemahaman merupakan penguatan bagi anak untuk mempelajari sesuatu hal atau benda lebih lanjut. Pada masa peka belajar ini. PERAN KARYAWISATA UNTUK PENGEMBANGAN BAHASA ANAK TAMAN KANAK-KANAK. Karyawisata merupakan metode yang dapat menumbuhkan minat anak Taman Kanak-Kanak untuk mengenal dan belajar mengenai sesuatu hal yang nyata. Saat mengajar anak Taman Kanak-kanak beberapa hal yang harus diingat guru adalah menggunakan alat peraga. Atau di ajak ke kantor pos anak akan menjadi paham tentang tukang pos.

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan Untuk merancang karyawisata yang baik maka guru harus menyusun segala alat dan bahan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak . Oleh sebab itu. Kompetensi dapat diambil dari GBPKB TK 1994 atau yang berlandaskan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Guru juga perlu membimbing anak agar mereka menyiapkan diri dan menyiapkan bekal yang perlu dibawa mereka. Menyampaikan surat atau permintaan izin dan partisipasi dari orang tua Guru harus menyampaikan rencana karyawisata kepada orang tua agar mereka memberikan izin dan membantu atau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut g. Rancangan kegiatan karyawisata oleh guru meliputi kegiatan: Rancangan persiapan karyawisata oleh guru meliputi kegiatan : Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih.1. anak – anak perlu dikenalkan dan ditetapkan tata tertib khusus untuk mengendalikan mereka dan membuat mereka belajar mengenai kedisplinan dan aturan kelompok f. Persiapan guru di kelas Sebelum kegiatan karyawisata maka guru perlu menginformasikan kepada anak – anak apa saja yang dapat mereka lihat dan pelajari dilokasi karyawisata agar setelah sampai ke lokasi wisata anak – anak mengerti apa yang harus mereka lakukan. Menetapkan tata tertib Tanpa adanya tata tertib yang baik kegiatan karyawisata tak akan berlangsung dengan baik. e. 5. Sebelum membawa anak Taman Kanak – kanak kesasaran karyawisata. Contoh rancangan karyawisata untuk pengembangan kemampuan berbahasa yang dikembangankan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Moeslichatoen (1999). 4. 2. Rancangan pelaksanaan karyawisata oleh guru akan meliputi hal – hal berikut a. atau membuat keributan di lokasi wisata. b. Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karyawisata guru harus benar – benar mengenal sasaran karyawisata yang sudah ditetapkan. kerja dan kehidupan manusia. Ada empat sasaran karyawisata . Memperhatikan sekali lagi bahan dan peralatan yang akan dibawa dalam melaksanakan karyawisata sesuai dengan yang telah dirancang guru . Guru juga perlu mengajarkan tata tertib yang harus dipatuhi anak – anak di kebun binatang . 2. 6. terlebih dahulu guru harus mendatangi lokasi karyawisata untuk mendapatkan informasi langsung dan mengamati secara khusus aspek – aspek perkembangan bahasa yang dapat dikembangakan dilokasi tersebut Merumuskan program kegiatan pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui karyawisata dengan merencanakan hal – hal berikut Guru menetapkan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai anak dengan karyawisata ini. tanaman. d. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan karyawisata tersebut harus sesuai dengan kondisi anak Taman kanak – kanak Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan karyawisata Kendaraan untuk ke lokasi karyawisata Makanan dan tanda pengenal anak Antisipasi kemungkinan bahaya atau hambatan yang terjadi selama karyawisata. 3. supaya anak – anak tidak ada yang hilang atau tersesat. a. dunia binatang. c.

waktu dan cara penilaian untuk menilai kemampuan berbahasa anak sesuai kompetensi yang telah direncanakan guru b. 7. Rancangan penilaian karyawisata oleh guru meliputi hal – hal berikut: a. Menyiapkan format laporan hasil kegiatan karyawisata dan menginformasikan langkah tindak lanjutnya C. Kegiatan belajar mengajar (KBM) Guru mengkondisikan anak –anak agar mau menceritakan gambar berseri Anak memperhatikan petunjuk guru tentang gambar yang telah disediakan Guru meminta anak secara klasikal menceritakan isi gambar tersebut Guru mempersilakan anak yang berani bercerita tentang gambar tersebut Guru memberikan penguatan seketika atas keberanian anak bercerita Guru memberikan kesempatan yang sama untuk kedua kalinya kepada anak yang lain secara bergiliran Guru meminta umpan balik penilaian anak – anak atas alur cerita yang disampikan oleh anak yang berani maju kedepan teman – temannya Guru memberikan penguatan (pujian bagi seluruh anak dengan tepuk tangan bersama dan lain – lain) . CONTOH RANCANGAN KEGIATAN UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Contoh pelaksanaan kegiatan pengembangan bahasa anak Taman kanak –kanak yang dapat dilakukan di tempat karyawisata seperti di kebun binatang.b. 2. Menyiapkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan di kendaraan menuju ke lokasi karyawisata d. Contoh diambil dari Satibi dan wulansari (2004) Tema : Binatang dan tanaman Subtema :Ciri – cirri binatang TK : B / semester I Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indicator Anak mampu berkomunikasi Anak dapat membaca Mengurutkan dan secara lisan. Menetapkan alat. 6. 4. c. 5. 3. 8. memperkaya gambar ( pra menceritakan gambar pembendaraan kosakata dan membaca) KLK 2 berseri menulis dengan symbol – symbol yang melambangkannya (KLK2) Metode atau teknik : karyawisata Bercerita dengan alat ( gambar berseri) Bernyanyi Tanya jawab 1. Jangan lupa untuk berdoa sebelum berangkat karyawisata agar semua selamat dan kegiatan berjalan baik 3. Menyiapkan kegiatan pembelajaran dan langkah – langkah yang akan dilakukan setelah tiba di lokasi karyawisata.

mendengar. peristiwa. yaitu: Pengalaman langsung adalah yang terbaik bagi anak Pengalaman langsung harus mendahului penggambaran atau sesuatu yang lebih abstrak (missal. Guru memberikan hadiah untuk semua anak dengan memberikan sebuah lagu tentang ciptaan Tuhan Media Pendukung 1. 1. Misaknya. Anak memiliki kemampuan merangkai kata – kata kalimat secara lisan JENIS.JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN UMUM DI TAMAN KANAK-KANAK Menurut Kostelnik (1999) terdapat strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini umumnya dan anak usia dini khususnya yaitu : Meningkatkan Keterlibatan Indra Meningkatkan keterlibatan indar anak dalam proses pembelajaran merupakan bagian integral dari semua strategi pembelajaran. Dengan demikian anak memahami istilah kuda yang dimulai dari hal yang lebih konkret menuju hal yang lebih abstrak. B. mencium. Model lebih konkret dari pada gambar. A. tunjukkan terlebih dahulu buah-buahan yang riil atau konkret baru kemudian tunjukkan gambar buah-buahan). Abak dapat membaca isi gambar yang telah disiapkan guru 3. Anak dapat memiliki keberanian untuk mengungkapkan gagasannya 2. meraba. terlebih dahulu tunjukkan model kuda yang terbuat dari kayu atau plastic. Mempersiapkan Isyarat Lingkungan . Lagu “ ciptaan Tuhan “ dapat dikarang sendiri atau oleh orang lain Target kompetensi 1.9. 4. atau orang-orang yang ada disekitarnya.JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK BAB 1 JENIS. kemudian gambar kuda. Melalui strategi ini anak-anak akan memperoleh pengalaman langsung tentang objek-objek. mengecap. Gambar seri “ Teman Binatang dan Tanaman” 2. dan gambar lebih konkret daripada kata-kata. Rencanakan kegiatan sehingga keterlibatan indra terjadi lebih awal dalam langkah-langkah pembelajaran. 2. karena mereka secara aktif melihat. 3. untuk memperkenalkan binatang “kuda”. dan sebagainya. Guru menjelaskan isi dari gambar seri dengan menghargai pendapat anak – anak yang telah bercerita sebelumnya 10. selanjutnya baru kata kuda. Menurut Kostelnik (1999) ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam mendorong keterlibatan indra anak.

Guru juga memberikan tantangan dengan jenis puzzle yang berbeda dalam bentuk dan tingkat kesulitannya. Menutup meja makan dengan taplak b. Sejak itu kemudian dia beralih ke jenis puzzlelain yang kepingan-kepingannya lebih banyak dari yang pernah dibuatnya yaitu puzzle tentang mobil bis. E. Guru Rudi mendukungnya dengan menyediakan tempat. Mengeluarkan alat-alat makan dari lemari c. bagaimana menyimpan sendok dan garpu. Melalui cara –cara seperti itu guru Rudi merencakan strategi pembelajaran melalui praktek terbimbing. kadang-kadang dengan temannya dan kadang-kadang dengan bantuan guru. 2. Undangan/Ajakan . Bantuan Orang Yang Lebih Berpengalaman (Scaffoling) Scaffolding adalah proses pemberian bantuan dari orang yang lebih berpengalaman yang dilakukan secara bertahap untuk mempermudah anak dalam belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. 3. bagaimana cara menyimpan piring.. Gambar anak yang sedang memakai celemek di area seni lukis. F.Beberapa contoh kegiatan dalam mempersiapkan isyarat lingkungan adalah: 1. guru mengharapkan anak Taman Kanakkanak dapat menata meja makan. Yang dimaksud dengan orang yangt lebih berpengalaman disini bisa orang dewasa. menunjukan bahwa anakanak harus memakai celemek jika akan melakukan kegiatan melukis. guru menjabarkan tugas ke dalam tahapan sederhana sebagai berikut: 1. Analisis Tugas Analisis tugas dalam pembelajaran maksudnya adalah menjabarkan suatu tugas tertentu menjadi bagian-bagian yang lebih rinci atau khusus dan operasional sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh anak. yaitu mampu menata meja makan. 3. 4. Menunjukan keterampilan yang perlu dilibatkan dalam tahapan-tahapan tersebut. Untuk merealisasikan terlaksananya tugas itu. 2. menunjukan bahwa anak harus mencuci tangan dulu sebelum dan sesudah makan. Menyimpan sendok disebelah kanan piring dan garpu di sebelah kiri piring. Menjelaskan susunan seperti apa yang diharapkan . C. Contoh. dan menambah bahnbahan untuk mengembangkan keterampilan membuatpuzzle. dkk. Sebuah gambar orang yang sedang mencuci tangan yang dipampang di ruang makan.2003) D. Memperlihatkan keterampilan yang perlu diketahui anak. misalnya keterampilan: a. Di area computer misalnya anak dapat meyalakan dan mematikan computer sendiri dengan melihat tanda atau gambar yang menunjukan tahapan-tahapan yangbtepat untuk menyalakan dan mematikan computer tersebut. kepingan-kepingannya hanya lima buah. bisa juga anak yang usianya lebih tua atau teman sebaya yang berpengalamannya lebih dari anak yang bersangkutan. Misalnya. Menyimpak piring diatas meja sesuai dengan yang akan ditempati setiap orang d. Pada awalnya Rudi sangat menyukai puzzle tentang buah-buahan yang sangat sederhana. Menentukan tujuan yang hendak dicapai. Praktek Terbimbing Rudi seorang anak taman kanak-kanak berusia empat tahun selalu bermain di area puzzlesetiap harinya. Kadang-kadang dia mencoba untuk memasang puzzle itu sendiri. 5. (Masitoh. Menentukan bagian pertama yang akan diajarkan pada anak.

Dalam kasus-kasus tertentu informasi penting dapat disampaikan pada anak-anak secara langsung melalui komunikasi lisan maupun secara tidak langsung melalui buku-buku. Modelling membantu anak-anak mempelajari perilakuperilaku yang tepat.terhadap aspekaspek pengalaman tertentu. J. Rencanakan pertanyaan yang dibuat secara cermat. Berikan waktu yang cukup bagi anak-anak untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Ungkapkan beberapa pertanyaan Anda dalam bentuk do-it-signal. tidak hanya kepada anak secara individual. Penghargaan Efektif Penghargaan efektif adalah penghargaan spesifik atau khusus yang diberikan kepada anak sesuai dengan perilaku yang ditujukkannya. Pertanyaan Pertanyaan adalah alat pengajar pokok yang dapat digunakan lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. Ajukan hanya satu buah pertanyaan pada satu waktu. Contoh ( Modelling ) Anak-anak belajar banyak dengan cara meniru orang lain. Penghargaan ini dapat diberikan dalam bentuk pujian. adat istiadat dapat dipelajari melalui pewarisan social. 2. atau ajakan kepada anak-anak agar mereka dapat melakukan sesuatu.dengan melihat temannya ketika menggunakan alat bermain ayunan.G. al (1992) dalam Konstelnik sebagai berikut. 4. Undangan atau ajakan berfungsi sebagai cara untuk menggiring anak-anak agar mereka menggunakan kesempatan yang diberikan guru untuk melakukan eksplorasi. et. fakta-fakta masa lalu. L. Do-it-signal Do-it-signal adalah arahan sederhana yang diberikan kepada anak agar dia mau melakukan suatu tindakan. 3. Refleksi Tingkah Laku Refleksi tingkah laku membantu menggambarkan perhatian anak-anak. televisi atau teknologi computer. atau berinteraksi dengan anak-anak lain dan guru. 1. Refleksi tingkah laku disebut juga umpan balik deskriptif tentang tindakan yang dilakukan anak-anak. Menceritakan/Menjelaskan/Menginformasikan Informasi tentang nama. dapat dipahami anak. Refleksi Kata-kata Refleksi kata-kata ( parapharase reflection ) adalah pernyataan yang diungkapkan guru tentang sesuatu yang dikatakan anak-anak. Pertanyaanyang memenuhi standar adalah yang paling memungkinkan untuk mendapatkan perhatian dari anak dan membantu mereka belajar. . Tantangan ini memotivasi anak untuk menciptakan pemecahan masalahnya sendiri dengan tugas-tugas yang diarahkan guru. Undangan secara verbal sangat penting untuk memusatkan perhatian anak-anak agar mau berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilakukan. M. Tantangan Tantangan adalah variasi do-it-signal. K. Ajukan pertanyaan kepada seluruh anak.atau dorongan yang diberikan terhadap tingkah laku positif yang diperlihatkan anak.dengan melihat anak-anaklain memegang sendok dan garpu ketika makan. Agar guru dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dan dapat direspon dengan baik oleh anak-anak ada beberapa teknik bertanya seperti dikemukakan oleh Cliat. dan sebagainya. merangsang berpikir anak. Misalnya dengan memperhatikan guru yangsedang menggunakan gunting. dan singkat. I. H. Pertanyaan efektif adalah pertanyaan yang dihubungkan dengan tujuan yang akan dicapai anak. N.

Kegiatan Eksplatori Menurut Tylor (1993). 2) penemuan terbimbing (guided discovery). 6) demonstrasi (demonstration). Kostelnik (1999) mengemukakan tujuh jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat dijadikan dasar untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini umumnya dan anak Taman Kanak-kanak khususnya. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah : 1) kegiatan eksplatori (explatory activities). memunculkan pertanyaan dan menemukan jawabannya. Strategi pembelajaran ini relevan untuk digunakan pada anak-anak yang berusia 3-8 tahun . Dalam kegiatan kegiatan anak mengambil prakara untuk melakukan kegiatan . guru pun mempunyai peran yang sangat penting pula dalam mendorong perkembangan kegiatan eksplatori anak. Peranan anak adalah membangun pengetahuan bagi dirinya sendiri. dan kapan melakukannya. meskipun anak-anak memegang peran utama dalam kegiatan belajarnya. tindak lanjuti dengan mengatakan sesuatu yang menyenangkan mereka. Dalam metode ini peranan guru adalah sebagai fasilitator (Harlan dan Hendrick. 3) pemecahan masalah (problem solving).5. Mengacu pada prinsip perlunya penggabungan strategi pembelajaran umum. kegiatan eksplatori memungkinkan anak untuk mengembangkan penyelidikan langsung melalui langkah-langkah spontan. akan tetapi dalam implementasinya. A. mengamati hasil-hasil tindakanya dan merumuskan kesimpulan dari hasil-hasil tindakannya. membuat pilihan dan keputusan. belajar membuat keputusan tentang apa yang dilakukan. C.1997). O. Kesenyapan Kesenyapan merupakan salah satu cara untuk mendukung anak-anak belajar. strategi pembelajran yang berbeda dalam fungsi dan bentuknya. meramalkan. Penemuan terbimbing harus memusatkan perhatian pada prosees belajar anak bukan hasil yang akan dicapainya. STRATEGI PEMBELAJARAN KHUSUS DI TAMAN KANAK-KANAK Sebagaimana telah dikemukakan pada strategi pembelajaran umum . Pemecahan Masalah Melalui strategi pemecahan masalah anak-anak merencanakan. hargailah mereka dengan memberikan pujian. mengalami. Penemuan Terbimbing Tujuan dari penemuan terbimbing bagi anak-anak adalah agar anak-anak dapat membuat hubungan dan membangun konsep melalui interaksi dengan benda dan manusia. yang dapat mendukung kemajuan belajar anak melalui pengembangan kemampuan yang berkaitan. kemudian berilah informasi yang lebih jelas dan tepat. B. Dengarkan secra cermat jawaban yang diberikan anak. Jika ada kesalah pahaman dari jawaban yang diberikan anak-anak. 6. Jika jawaban yabg diberikan anak-anak ternyata salah atau kurang tepat. 5) belajar kooperatif (cooperative learning). 4) diskusi (discussion). hargailah jawaban mereka. keterlibatan indera merupakan bagian integral untuk setiap strategi pembelajaran yang kita gunakan. . 7) pengajaran langsung (direct instruction). Melalui kegiatan eksplatori anak-anak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan memilih kegiatan yang sesuai dengan minatnya. Kesenyapan merupakan suatu tanda kehangatan dan penghargaan yang ditunjukkan guru terhadap anak. bagaimana cara melakukannya. 7. melakukan percobaan. Peranan guru adalah untuk menyediakan alat dan informasi yang diperlukan. Guru harus berusaha memfasilitasi anak dengan menyediakan bahan-bahan dan peralatanbermain yang diperlukan sehingga anak-anak terdorong untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan eksplatori.

Menurut Harmin (1994) jumlah anggota dalam setiap kelompok hendaknya tidak lebih dari tiga atau empat orang. Merumuskan hipotesis atau dugaan-dugaan sementara (memikirkan. 1999) Yaitu : Menyadari adanya masalah (memahami. dan setiap anak dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas bersama yang telah ditentukan dengan jelas. pertanyaan. mencatat apa yang terjadi. mengumpulkan informasi. 1. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mencapai hasil-hasil kelompok. Melakukan eksperimen (menguji ide). Belajar kooperatif memiliki manfaat sebagai berikut : Meningkatkan perasaan dan harga diri yang positif serta meningkatkan ketrampilan sosial anak. 2. mengkritik. 5. dan membuat perencanaan untuk eksperimen selanjutnya dengan suatu hipotesis baru). memberikan dorongan. Belajar kooperatif juga melibatkan peran berbagi tanggung jawab antara guru dan anak untuk mencapai tujuan pendidikan. Anak-anak harus mempunyai kesempatan untuk merefleksikan proses dan hasil kerja kelompoknya. dan mengidentifikasi). 2. Meningkatkan kemampuan anak dalam mengerjakan tugas kelompok. D. dan mengomunikasikan serta mengembangkan gagasan tersebut secra lebih luas kepada orang lain yaitu teman-teman atau gurunya. mengamati. Mengkomunikasikan hasil (mengemukakan apa yang terjadi. Diskusi merupakan penggabungan dari strategi undangan. Belajar kooperatif ditandai dengan harapan-harapan sebagai berikut : Semua anggota kelompok bertanggung jawab untuk belajar dari dirinya sendiri dan dari orang lain. Penggunaan metode pemecahan masalah bagi anak dapat mengikuti urutan langkahlangkah pemecahan masalah yang digunakan dalam ilmu-ilmu lam (Kostelnik. Strategi pembelajaran pemecahan masalah tidak hanya digunakan untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu alam tetapi juga untuk masalah-masalah sosial. tetapi tidak terus menerus. Kegiatan-kegiatan dirancang sehingga setiap orantg berbagi tanggung jawab untuk mencapai tujuan. 1. Menggambarkan kesimpulan. dan menghargai pekerjaan orang lain.1. E. guru berbicara kepada anak. dan pernyataan. bergantung pada keinginan anak-anak dan kedaaan. dan supervisi diarahkan secara langsung oleh guru. karena jika lebih dari jumlah itu cenderung menghasilkan partisipasi yang pasif. 3. 4. refleksi. 4. dan anak berbicara kepada anak lainnya. Peran guru dalam strategi diskusi tidak membimbing percakapan anak-anak. akan tetapi mendorong mereka untuk mengemukakan gagasannya sendiri. . 3. membuat perkiraan yang di dasarkan pada pengalaman dan meramalkan). Umpan balik diberikan kepada setiap anggota dan kepada kelompok secara keseluruhan. anak berbicara kepada guru. Anak-anak memberikan kontribusi terhadap anak lainnya dengan cara membantu. Diskusi Metode diskusi adalah salah satu fungsi strategi pembelajaran yang menunjukkan interaksi timbal balik atau berbalas-balas antara guru dengan anak. Kelompok dapat dibentuk melalui penugasan guru atau atas dasar pilihan anak-anak sendiri. 2. Belajar Kooperatif Cohen (1994) mendefinisikan strategi belajar kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran yang melibatkan anak-anak untuk bekerja sama dalam kelompok yang cukup kecil. guru mendukung anak untuk belajar bersama-sama sedangkan anak-anak melakukan tuga berperan sebagai teman sejawat dan mentor bagi anak lainnya.

Dalam pengajaran langsung peranan guru atau orang dewasa adalah memadukan berbagai strategi pembelajaran yang paling tepat sesuai dengan waktu yang disediakan dan mengarahkan anak-anak melalui langkah-langkah yang jelas sehingga anak-anak dapat memberikan respon yang realtif cepat. Anak – anak yang sedang Bermain Matematika atau Berhitung Angka . Demonstrasi hanya merupakan bagian kecil dari interaksi yang besar. dan pemberian petunjuk kepada anak tentang apa yang harus dilakukan di awal. Stelah guru memberikan penjelasan singkat kepada anak. mengingat. anak-anak akan memperoleh penjelasan yang lebih menarik. Belajar kooperatif merupakan penggabungan dari strategi belajar analisis tugas. guru hendaknya memberikan respon dan umpan balik atas ungkapan-ungkapan yang dikemukakan anak. informasi faktual. Metode demonstrasi dapat meningkatkan daya fikir anak dalam kemampuan mengenal. Keuntungan menggunakan pengajaran langsung adalah efisien dalam waktu. kegiatan belajar dapat dilaksanakan melalui praktik langsung yang dilaksanakan oleh anak-anak. pengajaran langsung dapat dikombinasikan dengan strategi pembelajaran lainnya. Strategi pembelajaran memiliki beberapa manfaat sebagai berikut. dan bagaimana tugas-tugas itu dilaksanakan. Dalam implementasinya. 4. Demonstrasi Demonstrasi adalah strategi pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memperlihatkan bagaimana proses terjadinya atau cara bekerjanya sesuatu. G. dan berfikir evaluatif (Moeslicahtun. penghargaan yang efektif. lebih menantang tentang caranya mengerjakan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu daripada hanya mendengar penjelasan guru. adalah ia harus melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang dilaksanakan anak-anak didiknya. do-it-signal. oleh karena itu dalam implementasinya metode ini harus dikombinasikan dengan metode-metode pembelajaran lainnya. Melalui demonstrasi. berfikir konvergen atau berfikir induktif. et al 1996). scaffolding. Demonstrasi digunakan untuk menggambarkan pengajaran. dan mengembangkan kebiasaan belajar sepanjang hayat. membuat pilihan.3. Meningkatkan kemampuan berbicara. anak-anak diberi kesempatan untuk belajar berkomunikasi melalui telepon di area bermain drama. tantangan dan pertanyaan. 1. Meningkatkan toleransi di antara anak. menjelaskan. tanpa tahun ). Untuk menguatkan motivasi anak-anak dalam belajar. Misalnya. F. penemuan terbimbing. Jadi. mengambil prakarsa. Yang perlu di perhatikan guru ketika mendemonstrasikan sesuatu. BAB II MATEMATIKA ATAU BERHITUNG A. dan kebiasaan-kebiasan (Driscoll. 2. Pengajaran Langsung Pembelajaran langsung adalah strategi yang digunakan untuk membantu anak-anak mengenal istilah-istilah strategi. saat kegiatan intidan di akhir kegiatan demonstrasi. dan guru dapat mengetahui hasil belajar anak dengan segera. untuk mengajarkan cara berbicara melalui telepon.

1. lebih kecil atau sama dengan yang lain berdasarkan pengukuran Geometri adalah studi hubungan ruangan Pola adalah sebuah tema yang menghubungkan topic – topic B. Sarapan pagi . Memadukan Matematika ke dalam Kegiatan Sehari – hari Rutinitas kelas sehari – hari dapat memberikan alasan – alasan untuk pengalaman matematis yang konkret contonya: 1. 6. 9. Alat penghitung waktu lain yang nyata bisa memberikan pengalaman menarik dalam menghitung waktu. Diawal – awal perkembangan konseptual. Tiba disekolah . khususnya bahasa dan logika. Demi kejelasan dan kesederhanaan. Lingkaran waktu. Pembelajaran serta penguasaan konsep matematikan tidak datang dari buku kerja atau tugas – tugaas dikertas. Waktu bermain diluar kelas. Kalender serta cuaca adalah topic yang terkenal dilingkaran waktu di kebanyakan kelas anak – anak usia dini. Anak – anak harus memiliki kesempatan untuk mengalami hubungan – hubungan matematis melalui manipulasi obyek – obyek yang konkret yaitu mereka harus bermain dengan benda – benda yang bisa dihitung serta diurutkan. Jam digital yang menunjukkan waktu bisa dipergunakan untuk mendapatkan perhatian anak – anak terhadap periode waktu. 7. program “ tahap demi tahap” mendefinisikan matematika anak usia dini: Korespondensi satu – satu termasuk distribusi benda – benda yang berhubungan dengan hubungan langsung satu sama lainnya Pengurutan termasuk kemampuan untuk menempatkan sesuai dengan urutannya Menghitung termasuk kemapuan memperagakan sebuah pemahaman mengenai angka dan jumlah Kalkulasi adalah matematis proses penambahan dan pengurangan Klasifikasi termasuk kemampuan untuk mengurutkan benda – benda berdasarkan atributnya Pengukuran adalah proses menemukan angka dari sebuah unit standar dari sebuah obyek Perbandingan termasuk kemampuan menentukan bahwa suatu benda lebih besar. kegiatan – kegiatan fisik yang merupakan cara yang baik untuk memberikan anak – anak pengalaman nyataa tentang matematika 6. Pergi ke kamar kecil. Perjalanan kelapangan menawarkan banyak kesempatan untuk pengalaman matematis. memberikan hubungan satu – satu 2. Jam yang standar yang memiliki menit dan memiliki jarum kedua juga bisa bermanfaat. 3. Guru bisa membuat kalender mingguan yang sederhana dengan setiap halaman menunjukkan tujuh hari. 4. 2. Matematika seperti bahasa. Absen harian . melainkan anak – anak mengalami perkembangan melalui penggunaan pengetahuan matematika dan mengembangkan kompetensi matematika melalui interaksi langsung dengan dunia yang berada disekitarnya. Dengan menandai kunjungan – kunjungan beberapa hari sebelumnya memberikan anak – . memberikan kesempatan membaca beberapa cerita dan menyanyikan beberapa lagu 5. Kalender – kalender standar. dasar – dasar matematika saling tumpang tindih dengan bagian – bagian lain pengetahuan. melatih menghitung dan kalkulasi 3. Matematika adalah sebuah system abstrak untuk pengalaman dalam mengorganisasikan serta mengurutkan.mengalami hubungan satu – satu 4. 5. menjadikan waktu untuk pembicaraan matematis Kegiatan sehari – hari menawarkan pengalaman nyata dalam mengukur waktu. bagaimanpun juga tidak berarti bagi anak – anak dan perputaran pengulangan nomor hari dari satu bulan dan tahun tidak memiliki banyak potensi dalam membantu anak – anak menangkap konsep waktu. 8. mendewasakan semua pengalaman manusia.

Kunjungan ke toko adalah sumber yang kaya bagi pengalaman – pengalaman matematika. mengurutkan. . Namun beberapa benda yang memberikan pengalaman yang sistematik dan nyata dalam menghitung. benda – benda yang dibuat guru atau diciptakan anak juga bisa dipakai. 6. anak – anak bisa mengalami hubungan matematika serta geometri pada tingkat intuitif yang menyediakan dasar dimana konsep – konsep abstrak dari aljabar dan geometri dasar akan dibangun. 4. anak kesempatan mengukur waktu dengan menghitung hari. Koin :uang mainan dan uang asli dalam jumlah yang kecil menawarkan pengalaman dalam pengklasifikasian dan penghitungan 8. Kotak atribut :kota – kota plastic ini bisa sangat membantu anak – anak menemukan konsep matematika 7. Benda – benda sehari – hari sangat cocok untuk menghitung dan pengklasifikasikan. Pusat memasak :anak – anak bisa menghitung bahan – bahanketika memasukan ke dalam adonan D. Meja mainan : barang – barang manipulasi adalah bahan – bahan kecil yang biasanya digunakan pada suatu meja. 4. Kotak inci :untuk kegiatan menghitung dan mengukur 2. Jam Yang dipakai untuk Belajar: jam terbaik yang bisa dipakai untuk belajar menentukan waktu adalah yang memiliki permukaan yang besar dengan hitungaan detik menit dan jarum jam yang dihubungkan dengan gigi yang jelas. Garis Nomor :sangat membantu ketika anak – anak mulai memahami konsep menghitung dan mengurutkan dan beranjak untuk menampilkan penghitungan sederhana. Memadukan Matematika Dengan Pusat Kegiatan Lain Semua pusat kegiatan dikelas anak – anak usia dini menawarkan kesempatan untuk mempelajari matematika. Benda – benda ini termasuk : 1.C. kalkulasi serta perbandingan bisa memiliki dampak yang dalam penalaran anak – anak terhadap konsep – konsep matematika. 7. Dan bisa untuk permainan yang termasuk mengurutkan dan pengenalan angka 3. 3. 1. geometri. Peralatan Mengukur: pengalaman nyata dalam menghitung tidak selamanya memerlukan peralatan mengukur. Kotak Parquetry: menawarkan pengalaman dalam pola geometri dan urutan 6. Lantai bernomor :permainan gerakan kasar dimana aktifitas motorik memperkuatkan pengalaman menghitung. Pusat Drama Peran :hubungan satu – satu bisa dilakukan dalam bermain rumah – rumahan Pusat Literatur : sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup banyak buku angka bergambar dengan angka – angka yang jelas dan sederhana dan gambar – gambar yang menaarik untuk dihitung Meja Pasir dan Air: mengisi dan mengosongkan variasi kotak – kotak member anak – anak pengalaman konsep perhitungan dan perbandingan Pusat Seni :Kegiatan – kegiatan seni menawarkan kesempatan – kesempatan lain untuk menguatkan kembali hubungan satu – satu. 5. Peralatan tersebut lebih berguna dalam membantu anak – anak mengembangkan konsep – konsep matematika dari pada bahan – bahan yang mewakili angka dari sebuah konteks. Menyiapkan Daerah matematika atau Berhitung Bahan – bahan dari kehidupan sehari – hari juga memiliki potensi yang sama dalam mengeluarkan konsep – konsep matematika kepada anak – anak seperti perlengkapan – perlengkapan yang dirancang khusus untuk mengajar matematika. 5. 2. Pusat permainan balok: bekerja dengan peralatan tersebut untuk membuat bangunannya sendiri. kalkulasi.

Kegiatan dan Tugas 1. Domino :permainan ini meminta anak untuk mengamati. 2. F. Pengukuran :kegiatan memasak juga memberikan sebuah konteks alami terhadap pengenalan pengukuran 6. Gantungan baju dan papan Gantung: gantungan konsep – konsep matematika juga dikembangkan sejalan dengan anak – anak menghitung gantungan baju dengan angka – angka cardinal atau dengan angka ordinal. Perbandingan :menggambar grafik adalah salah satu cara mengkombinasikan perhitungan dan pengukuran guna membuat perbandingan matematika yang nyata 7.9. identifikasi dan mencocokkan. Biji – biji berwarna : anak – anak memasukan biji dengan warna – warna maka mereka belajar angka cardinal dan ordinal sekaligus juga pola dan diskriminasi warna 15. Waktu : anak – anak bisa membangun sebuah alat pengukur waktu yang sederhana .semua keahlian ini sangat penting dalam belajar ilmu pengetahuan dan kesiapan membaca. Menghitung : menghitung hanya akan berarti jika diterapkan pada sebuah benda nyata dan akan sangat berarti ketika ia memecahkan sebuah masalah yang menarik bagi seorang anak. Konsep – konsep ini sangat dibutuhkan baik untuk matematika dan membaca 10. perbandingan. Mengenal berbaagai pola sangat penting dalam mempelajari matematika dan ilmu pengetahuan. membandingkan. dengan bahan – bahan yang memberikan berbagai kesempatan untuk mengembangkan keahlian pemikiran matematika. Teka – Teki : membantu anak berfokus kepada ukuran dan bentuk sekaligus kepada hubungan anatara bagian dengan keseluruhan. ekspresi warna dan berhubungan konsep ilmiah mengenai kemagtan E. Anak – anak juga bisa mengembangakn pola – pola. Permainan lotto :memerlukan pengamatan. dan kemampuan mencocokkan yang sangat diperlukan dalam mengembangkan konsep-konsep ilmu pengetahuan dan kesiapan membaca. 12. Mengurutkan : anak tangga bisa menjadikan kesempatan yang baik dalam membantu anak – aanak mengurutkan sesuatu 3. Pendekatan ini biasanya berhasil ketika guru membantu anak – anak menemukan solusi matematikan terhadap suatu problema yang telah dipresentasikan oleh si anak. 14. dalam kesiapan membaca dan alam mengembangakn ekspresi kreatif yang artistic 11. Guru membantu anak memperluas pengalamannya dengan membuat model bahasa matematika semakin banyak pengamatan yang dilakukan guru terhadap apa yang dilakukan guru terhadap apa yang dilakukan anak – anak maka semakin banyak yang bisa digunakan dari kegiatan pilihan mereka untuk memperkenalkan atau menguatkan konsep – konsep mateamatika. Logo atau Kotak Duplo :bermain dengan benda ini ikut berkontribusi kepada pengembangan konsep – konsep yang berhubungan dengan matematika 13. Bagian – bagian magnetic Berwarna :aktifitas ininmenyediakan kesempatan untuk mengembangkan teiri angka dan konsep geometri meningkatkan pemahaman si anak mengenal warna. Klasifikasi :mengurutkan adalah teknik pemecahan masalah yang paling berarti dalam kegiatan anak – anak 5. Kalkulasi penambahan dan pengurangan sederhana bisa diperkenalkan dalam berbagai kegiatan rutin 4. Peran Tim Pengajar Peran utama dari tim pengajar adalah memastikan bahwa lingkungan kelas sudah penuh.

8. Geometri :sebuah kegiatan yang baik untuk menemukan aturan – aturan bentuk geomtris adalah sebuah papan paku yang dibuat guru

BAB III MUSIK Anak-anak yang sedang bermain : musik didalam kelas Musik telah menjadi sesuatu yang dipakai untuk menenangkan, membuat santai dan menghibur serta mencerahkan anak-anak. Anak-anak adalah pembuat musik yag alami. Dua musisi dari Eropa Timur, Carl Orff dan Zoitan Koldaly , memberi pemikiran yang penuh pertimbangan musik pada perkembangan anak. Koldaly menggunakan teori Orff untuk membangun sebuah sistem untuk mengajar anak-anak yang lebih besar mengenai simbolsimbol musik dan akhirnya notasi musik dan membaca penglihatan. Pemikiran dua musisi ini telah mempengaruhi cara musik digunakan sebagai pendidikan dimasa dini kanak-kanak di dunia. Pengaruh pada daerah perkembagan A. Perkembagan Emosional Musik adalah sumber yang sangat kaya untuk memajukan perkembagan anak. Para orang tua menggunakan lagu-lagu tidur untuk membuat anak-anak mereka merasa nyaman, dan anak-anak biasanya diberikan lagu sebelum tidur akan bernyanyi kepada boneka mereka. Setiap budaya memiliki lagu sederhana dan cinta dimana anak-anak bisa belajar dan yang bisa membantu mereka menyampaikan perasaannya. Karena musik adalah kendaraan emosi yang sangat kuat untuk orag dewasa, mendengarkan musik bersama anak-anak dan membicarakan tentang perasaan yang muncul bisa menjadi cara memperkenalkan komunikasi mengenai kehidupan emosinya. B. Perkembangan sosial Musik adalah alat yang sangat kuat untuk memajukan perkembangan sosial. Anak-anak yang enggan berbicara didalam sebuah kegiatan kelompok biasanya akan bergabung dalam sebuah tarian atau nyanyian. Banyak lagu anak-anak yang menyertai gerak tubuh. C. Perkembagan bahasa Musik juga bisa meningkatkan perkembagan bahasa. Semua bahasa lisan memiliki ritme dan melodi. Musik dapat mengembangkan kerumitan bahasa anak. Melodi juga berfungsi sebagai pembantu ingatan , oleh karena itu seorang anak mungkin akan mengingat sebuah frase dari sebuah lagu yang sedikit lebih rumit daripada pidato biasanya dan kemudian menggunakannya dalam berbicara. Anak-anak mungkin ingin membuatlagunya sendiri, menggunakan melodi yang sudah diketahui atau yang dikarang untuk menceritakan cerita atau mengekspresikan perasaanya sendiri. D. Perkembanga intelektual Musik juga bisa dipakai untuk meningkatkan perkembangan konsep pada anak-anak. Ideide yang sama dan yang berbeda juga bisa diperkenalka melalui perubahan dalam volume suara atau nada suara. Khususnya yang menggunakan seluruh tubuh lagu-lagu ini memberikan makna kinestetik kepada latihan tersebut. E. Perkembangan motorik Kemampuan motorik ditingkatkan melalui penggunaan musik. Anak-anak juga bisa di dorong terhadap keterampilan membantu sendiri melalui musik. Potensi musik bagi perkembangan masa kini akan lengkap tanpa pembaicaraan ilmiah mengenai musik. Walaupun anak kecil tidak akan menangkap konsep nyata yang ada, mereka bisa

1. 2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4.

mendapatkan pemahaman intutif dari peragaan berbagai nada dari berbagai sumber suara yang berbeda. Menyatukan musik kedalam kegiatan kelas Musik bisa membantu membuat rutinitas sehari-hari lebih menyenangkan, lagu bisa dipelajari ataupun dibuat sendiri untuk membuat anak-anak sepanjang hari. Lagu adalah cara yang sangat bagus dalam menenangkan anak-anak dimasa istirahatnya. Ketika anak-anak pulang sekolah biasanya ada lagu untuk menutup hari ini. Sewaktu merancang daerah seni dan ilmu pengetahuan di kelas, bisa dipertimbangkan kemungkinan untuk kegiatan-kegiatan musik. Apabila alat yang digunakan adalah alat yang dibeli, mungkin akan lebih baik menyimpannya didalam lemari tertutup dan buatlah tersedia hanya saat yang dibutuhkan. Setiap budaya memiliki alat musik tradisonal yang mudah dibuat, tidak mahal dan dapat digunakan dengan mudah oleh anak. Untuk membantu anak menghargai setiap suara yang berbeda dan segala kemungkinan untuk masing-masing instrumen, maka sebaiknya perkenalkanlah masing-masing instrumen satu per satu. Peran tim pengajar Guru juga harus menyanyi. Menyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan untuk membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, mengekspresikan perasaanya dan menceritakn cerita. Guru juga bisa mengikuti pengalaman anak-anak dalam musik. Gunakan tape atau rekaman musik rakyat untuk mendorong anak-anak menciptakan tarian-tarian. Sekali ide menciptakan instrumen musik sudah dikenal. Aak-anak mungkin bisa menemukan kemungkinan membuat dengan benda-benda yang dirancang untuk keperluan lain seperti pot-pot dan panci-panci didalam daerah memasak. Kegiatan Dan Tugas Membuat dan menggunakan kocokan Membuat musik kocokan adalah kegiatan yang mengasyikkan dan menyenagkan bagi anak-anak baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Tujuan megajar untuk kegiatan ini banyak. Anak-anak dapat : Membuat kocokan untuk setiap anak untuk digunaka dalam kegiatan musikal Melatih keterampilan motorik dengan cara memasukan benda-benda kecil kedalam lubang yang kecil (kacang-kacangan kedalam kaleng soda). Meningkatkan ingatan jangka pendek denga melatih pengulangan dari sebuah urutan ritmik Melatih kocokan suara dengan cara mencari suara yang mirip Mengalami musik dari budaya-budaya yang lain Membuat kocokan Siapkanlah satu kaleng untuk setiap anak. Letakkan bahan isian kedalam piring ditengah-tengah agar setiap anak memiliki akses. Peragakanlah kepada anak-anak bagaimana memasukkan satu benda kedalam kaleng, dan kemudian kocoklah untuk memperagakan suaranya. Mintalah anak melakuka yang sama. Apabila kaleng sudah cukup penuh untuk membuat suara yang memuaskan, bantulah anak untuk menutup bagian atasnya. Anak-anak yang lebih kecil mungkin akan membutuhkan bantuan anda dalam menutupnya. Menggunakan kocokam Mintalah setiap anak bergatian memainkan sebuah ritme, dimana kemudian kelompok yang mengikuti. Untuk memulainya asda mungkin bisa menggunakan ritme dari nama setiap anak. Terapkanlah berbagai macam ritme untuk diikuti anak-anak Nyanyikanlah sebuah lagu menggunaka pengocok sebagai penunjuk waktu Buatlah sebuah parade denga menggunaka pengocok untuk membuat ketukan barisan

Musik sebaiknya menjadi bagian yang integral dikeseharian kelas anak-anak. anak-anak dapat mengalami pengalami melihat. Botol gelas yang berat (sebaiknya satu setiap anak) 2. Kotak air 4. Mintalah agar ia memperagakan perbedaan “suara” dari berbagai variasi organ. Sendok atau garfu besi Menyiapkan botol Sebuah meja air sangat cocok untuk kegiatan ini. emosi dan bahasa. Sebuah kunjungan melihat organ yang terbuat dari pipa Beberapa kota memiliki gereja tua dengan organ pipa yang menarik. 6. Dengan bantuan anda. Disinilah tempat pipa ditempatkan. mintalah anak-anak mendapatkan izin tertulis dari orang tuasetiap anak dan mintalah sukarelawan keluarga untuk menemani anda selama kunjungan. Sediakanlah bahan-bahan ini: 1. Apabila anda telah membuat kocokan dalam pasangan. Organ yang terbuat dari pipa adalah sebuah peralatan yang sangat menarik bagi kebanyakan orang. campur adukkan kocokan tersebut dan minta anak-anak untuk mencocokan kembali pasangannya. Setidaknya seminggu sebelumnya. Sangat penting untuk melakukan persiapan kunjungan. Kunjungan Ketika anda tiba. tapi khususnya bagi anak-anak.5. Air 3. Terdapat hubungan intim antara musik. Putarlah sebuah musik pada sebuah tape dan gunakanlah pengocok untuk menentukan waktu. Tulislah semua ini diatas kertas sebagai “cerita pengalaman” untuk bisa dibaca kembali dan untuk mengingatkan kelas mengenai kunjungan tersebut. Banyak orang tua yang sebenarnya sebuah mahakarya. instrumen yang paling berharga bagi pendidikan masa dini anak-anak adalah suara orang dewasa. Menggunakan botol Anak-anak yang lebih kecil bisa menepuk botol mereka dengan pola ritmik yang telah anda peragakan atau mereka bisa menciptakan polanya sendiri atau bahkan bertepuk mengikuti sebuah lagu. Adalah bagian yag sangat alami dari permainan mereka dan menyediakan banyak interaks positif dengan orang dewasa. Setelah kunjungan Ketika anda kembali kekelas. Mereka mungkin membutuhkan bantuan anda dalam membuat diskriminasi yang diperlukan. . Minta kepada si pemain organ apakah anda bisa mengunjugi penutup organ. maka bentanglah serat kabar dilantai dan siapkan sebuah kain perca atau busa untuk mengelap air yang tumpah. Sapkan botol dalam meja air yang kosong agar tidak perlu mengkhawatirkan mengenai air yang tumpah. Musik tidak memerlukan biaya serta teknologi yang mahal. mintalah kepada pemain organ untuk menunjukkan kepada anakanak keyboard dan pedal kaki. Ilmu pengetahuan alam dan musik dengan menggunakan botol air Kegiatan ilmu pengetahuan dan musik bisa digabungkan . dengan memberitahu anda botol-botol yang mana lebih dan yang mana lebih rendah dan apakah perlu ditambahkan air untuk mendapatkan not tersebut. anak-anak yang lebih besar juga bisa mengatur botol-botol kedalam urutan yang bisa mewakilkan sebuah timbangan. mengdengar dan memainkan sebuah instrumen musik yang menarik. Apabila anda melakukan kegiatan ini di luar. Ringkasan Musik adalah salah satu sumber terkaya untuk mengajar anak-anak kecil. mintalah anak-anak membagi pendapat serta perasaanya. Dalam kegiatan seperti itu.

.

Salah satu pembelajaran yang berpusat pada anak adalah dengan menggunakan konsep matematika/berhitung dan musik.PENUTUP Kesimpulan : Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di Taman Kanakkanak. Pengalaman-pengalaman dini dalam menggunakan konsep matematika/berhitung membuat dasar untuk pemikiran matematika yang lebih tinggi dan musik merupakan salah satu sumber terkaya untuk mengajar anak-anak karena di dalam musik menyediakan banyak interaksi positif dengan orang dewasa. . Maka dari itu guru Taman Kanak-kanak dituntuk untuk dapat menggunakan startegi pembelajaran tersebut sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.