PKM – 2 HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Pengantar/Sasaran
5.1

WARGA NEGARA INDONESIA

Warga negara memiliki peran yang vital bagi keberlangsungan sebuah negara. Oleh karena itu, hubungan antara warga negara dan negara sebagai institusi yang menaunginya memiliki aturan atau hubungan yang diatur dengan peraturan yang berlaku di negara tersebut. Agar dapat memiliki status yang jelas sebagai warga negara, pemahaman akan pengertian, sistem kewarganegaraan serta halhal lain yang menyangkut warga negara hendaknya menjadi penting untuk diketahui. Dengan memiliki status sebagai warga negara, orang memiliki hubungan dengan negara. Hubungan ini nantinya tercermin dalam peran, hak dan kewajiban secara timbal balik antara warga negara dengan negaranya.

rakyat lebih merupakan konsep politis. Rakyat menunjuk pada orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan penguasa.

warga negara secara umum mengandung arti peserta, anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama, atas dasar tanggung jawab bersama dan untuk kepentingan bersama

  Penduduk adalah orang-orang yang dengan sah bertempat tinggal tetap dalam suatu negara. Orang yang berada di suatu wilayah negara dapat dibedakan menjadi penduduk dan non penduduk. . Sah artinya tidak bertentangan dengan dengan ketentuan-ketentuan mengenai masuk dan mengadakan tempat tinggal tetap dalam negara yang bersangkutan. Adapun penduduk negara dapat dibedakan menjadi warga negara dan orang asing atau bukan warga negara.

 Warga negara memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting bagi kemajuan dan bahkan kemunduran sebuah bangsa. seseorang yang menjadi anggota atau warga suatu negara haruslah ditentukan oleh Undang-undang yang dibuat oleh negara tersebut. . Oleh karena itu.

Pasal 26 ayat (1&2) UUD 1945   Warga Negara Indonesia. adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan dengan undang-undang sebagai warga negara. . yaitu warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia (orangorang asing yang tinggal dalam negara bersifat sementara sesuai dengan visa/surat izin untuk memasuki suatu negara dan tinggal sementara yang diberikan oleh pejabat suatu negara yang dituju) yang diberikan negara melalui kantor imigrasi. Penduduk.

mengakui Indonesia sebagai Tanah Airnya dan bersikap setia kepada Negara Republik Indonesia dapat menjadi warga negara. . misalnya orang peranakan Belanda. Dalam penjelasannya dinyatakan bahwa orangorang bangsa lain. dan lain-lain yang bertempat tinggal di Indonesia. peranakan Cina. peranakan Arab.

Pembedaan rakyat berdasarkan hubungan daerah tertentu didalam suatu negara adalah :  Penduduk Adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara (menetap) Biasanya penduduk adalah mereka yang lahir secara turun temurun dan besar didalam suatu negara tertentu Bukan Penduduk Adalah mereka yang berada dalam suatu wilayah negara hanya untuk sementara waktu. Contohnya para turis   Antara penduduk dan bukan penduduk dapat dibedakan berdasarkan hak dan kewajiban. Misalnya hanya penduduk saja yang berhak memiliki KTP .

PEMBEDAAN RAKYAT BERDASARKAN HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH NEGARA Warga Negara Adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu merupakan anggota dari suatu negara atau dengan kata lain mereka yang menurut undang-undang atau perjanjian diakui sebagai warga negara atau melalui proses naturalusasi Bukan Warga Negara Adalah mereka yang berada dalam suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan. seperti Duta Besar. misalnya warga negara dapat mengikuti pemilu sedangkan bukan warga negara tidak    . namun tunduk pada pemerintahan dimana mereka berada (orang asing). Konselor Antara Warga Negara dan Bukan Warga Negara dapat dibedakan berdasarkan hak dan kewajibannya.

4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI.WARGA NEGARA INDONESIA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 1. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing. 6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. . Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan atau berdasarkan perjanjian Pemerintah RI dengan negara lain sebelum Undang-undang ini berlaku sudah menjadi WNI. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. 2. 3. 5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu WNI.

7. 9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di Wilayah Negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahuI. 10. 8. 11.Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. Anak yang lahir di Wilayah Negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. Anak yang lahir di wilayah negara RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. . Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara RI dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.

14. 13. .Anak dari seorang ayah atau. Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai WNI. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah. kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. 12. ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya. belum berusia 18 (delapan betas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai WNI.

Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas adalah asas yang menentu-kan kewarganegaraan ganda bagi anakanak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang 1. 2. yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang 3. 4. .ASAS KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Asas Ius Sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan. Asas Kewarganegaraan Tunggal adalah asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. Asas Ius Soli (law of the soil) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran. bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.

ras. Asas Kepentingan Nasional adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. 7. . golongan.5. 8. Asas Perlindungan Maksimum adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlidungan penuh kepada setiap Warga Negara Indonesia dalam keadaan apapun baik di dalam maupun di luar negeri. Asas Non Diskriminatif adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku. dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya dan hak warga negara pada khususnya. Asas Pengakuan dan Penghormatan terhadap HAM adalah asas yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara harus menjamin. agama. 6. melindungi. yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuannya sendiri. jenis kelamin dan gender.

tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 10. 11. Asas Persamaan di dalam Hukum dan Pemerintahan adalah asas yang menentukan bahwa setiap Warga Negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan. Asas Kebenaran Substantif adalah prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif. Asas Publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia agar masyarakat mengetahuinya.Asas Keterbukaan adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka. . 9.

..) ..   PROSES PEWARGANEGARAAN KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN (Pelajari ya.

perkawinan dan naturalisasi . yaitu kriteria yang didasarkan atas kelahiran.Sistem Kewarganegaraan  Sistem kewarganegaraan merupakan ketentuan/pedoman yang digunakan dalam menentukan kewarganegaraan seseorang. Pada dasarnya terdapat tiga sistem yang secara umum dipergunakan untuk menentukan kriteria siapa yang menjadi warga negara suatu negara.

Sistem Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran   Penentuannya dikenal dengan dua asas yaitu ius soli dan ius sanguinis. dalil atau pedoman. Dengan demikian ius soli berarti pedoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran. . tanah atau daerah. Soli berasal dari kata solum yang berarti negeri. Ius berarti hukum. dan sanguinis berasal dari kata sanguis yang berarti darah. sedangkan ius sanguinis adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan darah atau keturunan atau keibubapakan.

yakni warga negara Indonesia. Indonesia misalnya. maka seorang yang dilahirkan di negara tersebut mendapatkan hak sebagai warga negara. maka anak tersebut berhak mendapatkan status kewarganegaraan orang tuanya. Begitu pula dengan asas ius sanguinis. . jika sebuah negara menganut ius sanguinis. maka seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara tertentu.Ilustrasi   Jika sebuah negara menganut ius soli.

Asas Ius Sanguinis Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraan seseorang. artinya kalau orang dilahirkan dari orang tua yang berwarganegara Indonesia. adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut kewarganegaraan orang tuanya. tanpa melihat di mana ia dilahirkan.   Asas Ius sanguinis atau Hukum Darah (law of the blood) atau asas genealogis (keturunan) atau asas keibubapakan. . ia dengan sendirinya juga warga negara Indonesia.

Bagi negara daratan seperti China dan lain-lain. Asas ius sanguinis memiliki keuntungan. antara lain: Akan memperkecil jumlah orang keturunan asing sebagai warga negara. Semakin menumbuhkan semangat nasionalisme.    Asas ini dianut oleh negara yang tidak dibatasi oleh lautan. seperti Eropa Kontinental dan China. Tidak akan memutuskan hubungan antara negara dengan warga negara yang lahir. yang tidak menetap pada suatu negara tertentu tetapi keturunan tetap sebagai warga negaranya meskipun lahir di tempat lain (negara tetangga). .

. Australia. dan Kanada.Asas Ius Soli  Asas ius soli atau asas tempat kelahiran atau hukum tempat kelahiran (law of the soil) atau asas teritorial adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut tempat di mana ia dilahirkan. Asas ini dianut oleh negara-negara imigrasi seprti USA.

Misalnya. Perancis. ia dengan sendirinya menjadi warga negara Indonesia. Tidak semua daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan. ia tidak dapat diakui sebagai warga negara Jepang. Karena seseorang yang tidak dapat membuktikan bahwa orang tuanya berkebangsaan Jepang. dan juga Indonesia. Terkecuali anggota-anggota korps diplomatik dan anggota tentara asing yang masih dalam ikatan dinas. Inggris. Di samping dan bersama-sama dengan prinsip ius sanguinis. Tetapi di Jepang. prinsip ius soli ini juga berlaku di Amerika. . prinsip ius solis ini tidak berlaku. kalau orang dilahirkan di dalam daerah hukum Indonesia.

.  Untuk sementara waktu asas ius soli menguntungkan. yaitu dengan lahirnya anak-anak dari para imigran di negara tersebut maka putuslah hubungan dengan negara asal. sementara ia tidak berhak atas status kewarganegaraan bapaknya. kebutuhan terhadap asas lain ini juga berdasarkan realitas empirik bahwa ada orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda. Selain kedua asas tersebut. dan lain-lain. Selain itu. beberapa negara yang menggabungkan keduanya misalnya Inggris dan Indonesia. Hal ini akan bermasalah jika kemudian orang tua tersebut melahirkan anak di tempat salah satu orang tuanya (misalnya di tempat ibunya). sehingga si anak dapat memiliki status kewarga-negaraan bapaknya. Atas dasar itulah. Belgia. maka asas ius sanguinis dimunculkan. Akan tetapi dengan semakin tingginya tingkat mobilitas manusia. Jika tetap menganut asas ius soli. maka si anak hanya akan mendapatkan status kewarganegaraan ibunya saja. diperlukan suatu asas lain yang tidak hanya berpatokan pada tempat kelahiran saja. seperti Belanda. Dalam perjalanan banyak negara yang meninggalkan asas ius soli.

Sistem Kewarganegaraan Berdasarkan Perkawinan A. Asas Kesatuan Hukum  Asas kesatuan hukum berdasarkan pada paradigma bahwa suami-istri ataupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera. sehat dan tidak berpecah. Dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. . suami-istri ataupun ikatan keluarga yang baik perlu mencerminkan adanya suatu kesatuan yang bulat.

Hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.  Menurut asas kesatuan hukum. maka akan diragukan bahwa sang ibu akan dapat mendidik anak-anaknya menjadi warga negara yang baik apabila kewarganegaraannya berbeda dengan sang ayah anak-anak. . Lebih-lebih istri memiliki tugas memelihara anak yang dilahirkan dari perkawinan. sang istri akan mengikuti status suami baik pada waktu perkawinan dilangsungkan maupun kemudian setelah perkawinan berjalan. melalui proses hemogenitas dan asimilasi bangsa.

Baik suami ataupun istri tetap berkewarganegaraan asal. mereka tetap memiliki status kewarganegaraan sendiri.B. atau dengan kata lain sekalipun sudah menjadi suami-istri. Birma dan lainnya . Inggris. Jerman. Canada. Israel. sama halnya ketika mereka belum diikatkan menjadi suami istri. Negara-negara yang menggunakan asas ini antara lain: Australia. Denmark. Asas Persamaan Derajat  Suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan masingmasing pihak (suami atau istri). Swedia.

Setelah melalui perkawinan dan orang tersebut memperoleh kewarganegaraan yang diinginkannya. Misalnya. maka selanjutnya ia menceraikan istrinya. . Asas ini dapat menghindari terjadinya penyelundupan hukum. seseorang yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara atau berpura-pura melakukan pernikahan dengan perempuan di negara tersebut.

seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh sesuatu negara atau tidak mau diberi atau dijadikan warga negara suatu negara. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut .C. seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak menjadi warga negara dari suatu negara. maka yang bersangkutan dapat menggunakan hak repudiasi. Sedangkan dalam pewarganegaraan pasif. Sistem Kewarganegaraan Berdasarkan Naturalisasi   Walaupun tidak dapat memenuhi status kewarganegaraan melalui sistem kelahiran maupun perkawinan. Dalam pewarganegaraan ini ada yang aktif ada pula yang pasif. Dalam pewarganegaraan aktif. seseorang masih dapat mendapatkan status kewarganegaraan melalui proses pewarganegaraan atau naturalisasi.

2 Hak dan Kewajiban Warga Negara  Hak-hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 UUD 1945.5. Beberapa hak dan kewajiban tersebut antara lain: .

Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.  Hak . dalam Pasal 30 ayat (1) juga dinyatakan “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal ini menunjukkan asas keadilan sosial dan kerakyatan  Hak membela negara.” Selain itu.

berserikat dan berkumpul. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. seperti yang tercantum dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Hak berpendapat.” . di Pasal 29 ayat (2) dinyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.  Hak kebebasan beragama dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya. sesuai dengan Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.

Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial. Hak untuk mendapatkan pengajaran.” . 1) 2) Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Dalam Pasal 34 UUD 1945 dijelaskan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan UUD 1945. seperti yang tercantum dalam Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945.

dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. berkelanjutan. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial. (2). berwawasan lingkungan. kemandirian. dan (5) UUD 1945 berbunyi: 1) 2) 3) 4) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara Bumi. Pasal 33 ayat (1). (3). . air. efisiensi berkeadilan. (4).

yakni bidang politik dan pemerintahan. Warga negara berhak menggugat bila ada pihak-pihak lain yang berupaya membatasi atau menghilangkan hakhak konstitusionalnya.  Selanjutnya hak-hak setiap warga negara warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 dinamakan hak konstitusional. . dan pertahanan. hak dan kewajiban warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang. pendidikan. ekonomi. keagamaan. sosial. Secara garis besar.

seperti yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 yang telah ditulis sebelumnya.” Kewajiban membela negara. antara lain:   Kewajiban menaati hukum dan pemerintahan.Kewajiban warga negara terhadap negara Indonesia. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. .

Di samping itu. diharapkan memiliki karakteristik yang bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajibannya. setiap penduduk yang menjadi warga negara Indonesia. Karakteristik adalah sejumlah sifat atau tabiat yang harus dimiliki oleh warga negara Indonesia.  Prinsip utama dalam penentuan hak dan kewajiban warga negara adalah terlibatnya warga (langsung atau perwakilan) dalam setiap perumusan hak dan kewajiban tersebut sehingga warga sadar dan menganggap hak dan kewajiban tersebut sebagai bagian dari kesepakatan mereka yang dibuat sendiri. sehingga muncul suatu identitas yang mudah dikenali sebagai warga negara. .

Sifat kritis ini diperlukan oleh setiap warga negara guna menyaring segala informasi dan aktivitas baik mengenai perorangan. pihak-pihak tertentu maupun aparat pemerintahan. identitas tersebut sepatutnya dijaga dan dipelihara. Sebagai negara yang dikenal murah senyum dan ramah. dan melaksanakan semua tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sehingga dapat mencegah segala pelanggaran maupun eksploitasi yang mungkin terjadi. . 2. Memiliki rasa hormat dan tanggung jawab Sifat ini adalah sikap dan perilaku sopan santun.Sifat dan karakter warga negara Indonesia 1. Bersikap kritis Sifat ini adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid (sah) serta argumentasi yang akurat. ramah tamah.

4. Hendaknya dilakukan dengan pola diskusi dan dialog untuk mencari kesamaan pemikiran terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi.3. Bersikap terbuka Keterbukaan akan mencegah pelanggaran/penyimpangan dan mampu membangun sikap mental yang positif dan lebih profesional. Melakukan diskusi dan dialog Sifat ini adalah sikap dan perilaku dalam menyelesaikan masalah (problem solving). .

Sifat rasional ini identik dengan tingkat pendidikan warga negara. 6. Perilaku adil harus dipupuk dan dilatih sejak dini kepada generasi muda.5. Adil merupakan kata yang mudah diucapkan . Semakin banyak warga yang berperilaku rasional. namun pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala. Rasional Sifat ini adalah pola sikap dan perilaku yang berdasarkan rasio atau akal pikiran yang sehat. maka tingkat pendidikan warga negara juga meningkat. karena keadilan akan membawa kedamaian di kemudian hari. Adil Sifat ini adalah sikap dan perilaku menghormati persamaan derajat dan martabat kemanusiaan. .

Jujur Kejahatan korupsi yang telah mengakar di Indonesia merupakan contoh ketidakjujuran yang sangat terlihat. dan telah banyak menyengsarakan rakyat banyak dan menyebabkan ketakutan investor dari negara lain masuk ke Indonesia. Warga negara yang jujur akan membawa negaranya menjadi bangsa yang besar.7. Kejujuran merupakan barang yang mahal saat ini. .

Menciptakan peraturan dan undang-undang yang dapat mewujudkan ketertiban dan keamanan bagi keseluruhan rakyat. Memaksa setiap warga negara untuk taat pada hukum yang berlaku. . Melakukan monopoli terhadap sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak.Hak dan Kewajiban Negara atau Pemerintah Hak negara atau pemerintah meliputi: 1. 3. 2.

. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. 2. 4. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agama dan kepercayaannya. Memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa. 3.Kewajiban Negara atau Pemerintah 1. 5.

6. Memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. Memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. . 8. khususnya pendidikan dasar. Mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Membiayai pendidikan. 9. 7.

Bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Menguasai bumi. 11.10. Memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 12. air. 13. dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. Mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.  .