Diagnosa, Perencanaan, Implemetasi, Evaluasi Asuhan Keperawatan Ketoasidosis Diabetik Ira Rahmawati, 1106023070

A. Diagnosa Keperawatan 1. Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik akibat hiperglikemia, pengeluaran cairan berlebihan : diare, muntah; pembatasan intake akibat mual, kacau mental. 2. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral, status hipermetabolisme. 3. Risiko tinggi terhadap infeksi (sepsis) berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa, penurunan fungsi lekosit, perubahan pada sirkulasi. 4. Risiko tinggi terhadap perubahan sensori-perseptual berhubungan dengan

ketidakseimbangan glukosa/insulin dan/atau elektrolit. 5. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik, insufisiensi insulin, peningkatan kebutuhan energi: status hipermetabolik/infeksi. 6. Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang, ketergantungan pada orang lain. 7. Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis, dan pengobatan berhubungan dengan kesalahan menginterpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.

Diagnosa Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik akibat hiperglikemia, pengeluaran cairan berlebihan: diare, muntah;

Tujuan 1. TTV dalam batas normal. 2. Pulse perifer dapat teraba. 3. Turgor kulit dan capillary refill baik. 4. Keseimbangan urin output.

Intervensi 1. Kaji riwayat durasi / intensitas mual, muntah dan berkemih berlebihan. 2. Monitor vital sign dan perubahan tekanan darah orthostatic. 3. Monitor perubahan respirasi: kussmaul, bau aceton. 4. Observasi kualitas nafas, penggunaan otot asesori dan

Mendemonstrasik an berat badan stabil atau penambahan sesuai rentang normal. b. nyeri abdomen. Timbang BB. d. Berikan Kalium sesuai indikasi. Pasang NGT dan lakukan penghisapan sesuai dengan indikasi. Albumin. Obsevasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat. dextran. Berikan bikarbonat jika pH <7. 4. 8. Klien mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat. 5. Ciptakan lingkungan yang nyaman. Pemberian NS dengan atau tanpa dextrose. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan insulin. BUN/Kreatinin. peningkatan BB. penurunan masukan oral. 2. 7. plasma. Observasi ouput dan kualitas urin. Osmolalitas darah. Libatkan keluarga pasien pada . Berikan makanan yang mengandung nutrien kemudian upayakan pemberian yang lebih padat yang dapat ditoleransi. 1. Kalium 5. mual. perhatikan perubahan emosional. Kolaborasi: 1. 1. e. Pantau berat badan setiap hari atau sesuai indikasi. Pantau pemeriksaan lab: a. muntah dan distensi lambung. 9. 10. pertahankan puasa sesuai indikasi. 2. Pertahankan kateter terpasang. 4. Auskultasi bising usus.pembatasan intake akibat mual. 2. 5. Hematokrit. nadi tidak teratur dan adanya distensi pada vaskuler. catat adanya nyeri abdomen/perut kembung. kacau mental. Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dihabiskan.0. Natrium. muntahan makanan yang belum dicerna. Catat hal yang dilaporkan seperti mual. 3. Kadar elektrolit normal cyanosis. status hipermetabolisme. 3. c. edema. 6. 6. 7. 5. Pertahankan cairan 2500 ml/hari jika diindikasikan. 3. Menunjukkan tingkat energi biasanya.

peningkatan . 1. mengkompensasi 4. penurunan fungsi lekosit.perencanaan sesuai indikasi. menurunkan 2. Panggil pasien dengan nama. Mendemonstrasik an teknik. Pantau tanda-tanda vital dan status Perubahan sensori mental. 2. frekuensi pernapasan dan tekanan darah sebelum atau sesudah melakukan aktivitas.Kolaborasi : 1. orientasikan kembali sesuai dengan Kriteria hasil : kebutuhannya. 3. dorong untuk kesadaran/orientasi. Mengungkapkan peningkatan tingkat energi. 2. Resiko tinggi terhadap infeksi (sepsis) berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa. insufisiensi insulin. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik. 3. Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas. 2. Berikan antibiotik yang sesuai. perseptual tidak terjadi. resiko infeksi. Selidiki adanya keluhan parestesia. paha/kaki. Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktifitas 1. Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup / tanpa diganggu. Pelihara aktivitas rutin pasien tingkat sekonsisten mungkin. pH dan HCO3. Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi. adanya kerusakan nyeri atau kehilangan sensori pada sensori. Pantau nadi. Observasi tanda hipoglikemia . 4. Mengidentifikasi Kolaborasi: intervensi untuk 1. Berikan larutan dekstrosa dan setengah salin normal. perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya infeksi. Resiko tinggi terhadap perubahan sensoriperseptual berhubungan dengan ketidkseimbangan glukosa/insulin dan/atau elektrolit. perubahan pada sirkulasi. melakukan kegiatan sehari-hari mengenali dan sesuai kemampuannya. Lakukan pemeriksaan kultur dan mencegah atau sensitifitas sesuai dengan indikasi. Pantau pemeriksaan aseton. 6. 2. Mempertahankan 3. 2. 1. Tujuan : 1. Pemeriksaan GDA dengan finger stick.

yang diinginkan. Kriteria hasil : Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit. . 4. Tujuan: Perasan ketidakberdayaan berkurang. 1. tidak mengenal sumber informasi. dan pengobatan berhubungan dengan kesalahan menginterpretasi informasi. prognosis. Diskusikan tentang rencana diet. Kurang pengetahuan mengenai penyakit. 4. Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan yang dapat ditoleransi. mengidentifikasi caracara sehat untuk menghadapi perasaan. Diskusikan pentingnya untuk melakukan evaluasi secara teratur dan jawab pertanyaan pasien/orang terdekat. mengidentifikasi hubungan tanda/gejala dengan proses penyakit dan menghubungkan gejala dengan faktor penyebab. 2. Tentukan tujuan/harapan dari pasien atau keluarga. 2.kebutuhan energi: status hipermetabolik/inf eksi. Anjurkan pasien/keluarga untuk mengekspresikan perasaannya tentang perawatan di rumah sakit dan penyakitnya secara keseluruhan. 3. ketergantungan pada orang lain. 4. 1. dan kebutuhan pengobatan dapat meningkat. Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri. Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang. Diskusikan dengan klien tentang penyakitnya. membantu dalam merencanakan perawatannya sendiri dan secara mandiri mengambil tanggung jawab untuk aktivitas perawatan diri. Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang dilakukannya. dengan benar melakukan prosedur yang perlu dan menjelaskan rasional tindakan. 3. Ciptakan lingkungan saling percaya. Kriteria hasil : Mengakui perasaan putus asa. Tujuan: Pengetahuan tentang penyakit. prognosis. penggunaan makanan tinggi serat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful