ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN AUTISME BAB I PENDAHULUAN 1.

LATAR BELAKANG Kata autis berasal dari bahasa Yunani "auto" berarti sendiri yang ditujukan pada seseorang yang menunjukkan gejala "hidup dalam dunianya sendiri". Pada umumnya penyandang autisma mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lain dan sebagainya). Pemakaian istilah autis kepada penyandang diperkenalkan pertama kali oleh eo

Kanner, seorang psikiater dari !ar"ard (Kanner, #ustistic $isturbance o% #%%ecti"e &ontact) pada tahun '()* berdasarkan pengamatan terhadap '' penyandang yang menunjukkan gejala kesulitan berhubungan dengan orang lain, mengisolasi diri, perilaku yang tidak biasa dan cara berkomunikasi yang aneh. #utis dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat kaya miskin, di desa dikota, berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. +ekalipun demikian anak,anak di negara maju pada umumnya memiliki kesempatan terdiagnosis lebih a-al sehingga memungkinkan tatalaksana yang lebih dini dengan hasil yang lebih baik. Jumlah anak yang terkena autis makin bertambah. $i Kanada dan Jepang pertambahan ini mencapai )./ sejak '(0.. $i &ali%ornia sendiri pada tahun 1..1 disimpulkan terdapat ( kasus autis per,harinya. $engan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena #utisme akan semakin besar. Jumlah tersebut di atas sangat mengkha-atirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia. $i #merika +erikat disebutkan autis terjadi pada 2..... , '3.... anak diba-ah '3 tahun. Kepustakaan lain menyebutkan pre"alens autisme '.,1. kasus dalam '..... orang, bahkan ada yang mengatakan ' diantara '... anak. $i 4nggris pada a-al tahun 1..1 bahkan dilaporkan angka

kejadian autisma meningkat sangat pesat, dicurigai ' diantara '. anak menderita autis. Perbandingan antara laki dan perempuan adalah 1,2 , ) 5 ', namun anak perempuan yang terkena akan menunjukkan gejala yang lebih berat. $i 4ndonesia yang berpenduduk 1.. juta, hingga saat ini belum diketahui berapa persisnya jumlah penyandang namun diperkirakan jumlah anak austime dapat mencapai '3. , 1.. ribu orang. 6erdasarkan hal diatas, maka kami sebagai penulis tertarik untuk lebih memahami konsep anak dengan autisme, dimana konsep ini saling terkait satu sama lain. +emoga #skep ini dapat membantu para orang tua, masyarakat umum dan khusnya kami (mahasis-a kepera-atan) dalam memahami anak dengan autisme, sehingga kami harapkan kedua anak dengan kondisi ini dapat diperlakukan dengan baik. '.1 78J8#9 7ujuan Penulisan a. 7ujuan 8mum #gar mahasis-a dapat mengetahui #suhan Kepera-atan pada anak dengan autisme b. 7ujuan Khusus a) Mahasis-a memahami pengertian #utisme. b) Mahasis-a memahami etiologi dan mani%estasi klinik #utisme. c) Mahasis-a memahami cara mengetahui autis pada anak. d) Mahasis-a mampu melakukan asuhan kepera-atan anak dengan #utisme.

BAB II TINJAUAN TEORI A. DEFINISI #utisme adalah gangguan perkembangan kompleks pada %ungsi otak yang disertai dengan de%isit intelektual dan perilaku dalam rentang dan keparahan yang luas. #utisme dimani%estasikan selama masa bayi dan a-al masa kanak,kanak terutama sejak usia '0 sampai *. bulan. #utisme menurut :utter '(;. adalah <angguan yang melibatkan kegagalan untuk mengembangkan hubungan antar pribadi (umur *. bulan), hambatan dalam pembicaraan, perkembangan bahasa, %enomena ritualistik dan kon"ulsi%.(+acharin, :, M, '((25 *.3) #utisme masa kanak,kanak dini adalah penarikan diri dan kehilangan kontak dengan realitas atau orang lain. Pada bayi tidak terlihat tanda dan gejala. (+acharin, :, M, '((2 5 *.3) #utisme 4n%antil adalah <angguan kualitati% pada komunikasi "erbal dan non "erbal, akti%itas imajinati% dan interaksi sosial timbal balik yang terjadi sebelum usia *. bulan. (6ehrman, '(((5 '1.) Menurut 4saac, # (1..3) autisme merupakan gangguan perkembangan per"asi"e dengan masalah a-al tiga area perkembangan utama yaitu perilaku, interaksi sosial dan komunikasi. <angguan ini dicirikan dengan gangguan yang nyata dalam interaksi sosial dan komunikasi, serta akti"itas dan minat yang terbatas. #utisme adalah kelainan yang mempunyai dampak besar terhadap kehidupan penderita, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Kadang keadaan ini membuat kebingungan dan sangat menyakitkan hati orang tua penderita. $e%inisi #utisme adalah kelainan neuropsikiatrik yang menyebabkan kurangnya kemampuan berinteraksi sosial dan komunikasi, minat yang terbatas, perilaku tidak -ajar

dan adanya gerakan stereotipik, dimana kelainan ini muncul sebelum anak berusia * tahun (7eramihardja, J, 1..;). +uatu gangguan perkembangan yang sangat kompleks, yang secara klinis ditandai oleh adanya * gejala utama berupa 5 kualitas yang kurang dalam kemampuan interaksi sosial dan emosional, kualitas yang kurang dalam kemampuan komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas, perilaku tak -ajar, disertai gerakan,gerakan berulang tanpa tujuan (stereotipik). +elain itu tampak pula adanya respon tak -ajar terhadap pengalaman sensorik, yang terlihat sebelum usia * tahun. B. ETIOLOGI +epuluh tahun yang lalu penyebab autisme belum banyak diketahui dan hanya terbatas pada %aktor psikologis saja. 7etapi sekarang ini penelitian mengenai autisme semakin maju dan menunjukkan bah-a autisme mempunyai penyebab neurobiologist yang sangat kompleks. <angguan neurobiologist ini dapat disebabkan oleh interaksi %aktor genetik dan lingkungan seperti pengaruh negati% selama masa perkembangan otak. 6anyak %aktor yang menyebabkan pengaruh negati% selama masa perkembangan otak, antara lain= penyakit in%eksi yang mengenai susunan sara% pusat, trauma, keracunan logam berat dan >at kimia lain baik selama masa dalam kandungan maupun setelah dilahirkan, gangguan imunologis, gangguan absorpsi protein tertentu akibat kelainan di usus (+uri"iana, 1..3). 4ndi"idu penderita autisme dapat memiliki elektroense%alogram abnormal, kejang epileptik, keterlambatan perkembangandomonansi tangan, re%leks primiti% menetap, abnormalitas metabolik (serotinin darah meningkat), dan hipoplasia "ermal serebalar (bagian otak yang terlibat dalam regulasi gerakan dan beberapa aspek memori). 7erdapat juga bukti kuat berbasis genetik bah-a terdapat */ sampai 0/ resiko kejadian autisme pada keluarga jika ada salah satu anak yang terkena. +elain itu, antara 3, '2/ lelaki penderita autisme positi% memiliki kromosom ? fragile.($onal . @ong, 1..() Menurut $e-o (1..2) gangguan perkembangan per"asi"e autisme dapat disebabkan karena beberapa hal antara lain5 '. <enetis, abnormalitas genetik dapat menyebabkan abnormalitas pertumbuhan sel A sel sara% dan sel otak

1. Keracunan logam berat seperti mercury yang banyak terdapat dalam "aksin imunisasi atau pada makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yang tinggi. Pada penelitian diketahui dalam tubuh anak,anak penderita autis terkandung timah hitam dan merkuri dalam kadar yang relati% tinggi. *. 7erjadi kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena adanya jamur dalam lambungnya, atau nutrisi tidak trpenuhi karena %aktor ekonomi ). 7erjadi autoimun pada tubuh penderita yang merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena >at A >at yang berman%aat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. 4mun adalah kekebalan tubuh terhadap "irusBbakteri pemba-a penyakit. +edangkan autoimun adalah kekebalan yang dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yang justru kebal terhadap >at A >at penting dalam tubuh dan menghancurkannya. Menurut sumber lain autisme dapat disebabkan karena 5 '. <enetik (0./ untuk kembar mono>igot dan 1./ untuk kembar di>igot) terutama pada keluarga anak austik (abnormalitas kogniti% dan kemampuan bicara). 1. Kelainan kromosim (sindrom ? yang mudah pecah atau %ragil). *. 9eurokimia (katekolamin, serotonin, dopamin belum pasti). ). &idera otak, kerentanan utama, aphasia, de%isit pengakti% retikulum, keadaan tidak menguntungkan antara %aktor psikogenik dan perkembangan syara%, perubahan struktur serebellum, lesi hipokompus otak depan. 3. Penyakit otak organik dengan adanya gangguan komunikasi dan gangguan sensori serta kejang epilepsi 2. ingkungan terutama sikap orang tua, dan kepribadian anak.

C. MANIFESTASI KLINIS Keterlambatan atau %ungsi abnormal pada ketrampilan berikut, muncul sebelum umur * tahun. '. !ambatan kualitati% dalam interaksi social

4nteraksi social pada anak autisme dibagi dalam * kelompok, yaitu 5 a Menyendiri ( aloo% ) 5 banyak terlihat pada anak,anak yang menarik diri, acuh tak acuh, dan akan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku serta perhatian yang terbatas ( tidak hangat ). b Pasi% 5 dapat menerima pendekatan social dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya disesuaikan dengan dirinya. c #kti% tapi aneh 5 secara spontan akan mendekati anak lain, namun interaksi ini sering kali tidak sesuai dan sering hanya sepihak. !ambatan sosial pada anak autisme akan berubah sesuai dengan perkembangan usia. 6iasanya, denagn bertambahnya usia maka hambatan tampak semakin berkurang. 1. !ambatan kualitati% dalam komunikasi "erbalBnon"erbal dan dalam bermain Keterlambatan dan abnormalitas dalam berbahasa serta berbicara merupakan keluhan yang sering, diajukan para orang tua, sekitar 3./ mengalami hal ini 5  6ergumam yang biasanya muncul sebelum dapat mengucapkan kata,kata, mungkin tidak tampak pada autisme.  +ering mereka tidak memahami ucapan yang ditujukan pada mereka.  6iasanya mereka tidak menunjukkan atau memakai gerakan tubuh untuk menyampaikan keiginannya, tetapi denagn mengambil tangan orang tuanya untuk mengambil objek yang di maksud.  Mengalami kesukaran dalam memahami arti kata,kata serta kesukaran dalam menggunakan bahasa dalam konteks yang sesuai dan benar.  6ah-a satu kata mempunyai banyak arti mungkin sulit untuk dapat mengerti oleh mereka.  #nak autisme sering mengulang kata,kata yang baru saja mereka dengar atau yang pernah mereka dengar sebelumnya tanpa maksud untuk berkomunikasi.  6ila bertanya sering menggunakan kata ganti orang dengan berbalik, seperti CsayaD menjadi CkamuD dan menyebut diri sendiri sebagai C kamu C.

 Mereka sering berbicara pada diri sendiri dan mengulang potongan kata atau lagu dari tele"ise dan mengucapkannya dimuka orang lain dalam suasana yang tidak sesuai.  Penggunaan yang aneh atau dalam arti kiasan, seperti seorang anak berkata C sembilan C setiap ia melihat kereta.  #nak, anak ini juga mengalami kesukaran dalam berkomunikasi -alaupun mereka dapat berbicara dengan baik, karena tidak tau kapan giliran mereka giliran berbicara, memilih topik pembicaraan atau melihat kepada la-an bicaranya.  Mereka akan terus mengulang,ulang pertanyaan biarpun mereka telah mengetahui ja-abannya atau memperpanjang pembicaraan tentang topik yang mereka sukai tanpa memperdulikan la-an bicaranya.  6icaranya sering dikatakan monoton, kaku, dan memjemukan.  Mereka juga sukar mengatur "olume bicaranya.  Kesukaran dalam mengekspresikan perasaan atau emosinya melalui nada suara  Komunikasi non,"erbal juga mengalami gangguan. *. #kti"itas dan minat yang terbatas  #bnormalitas dalam bermain terlihat pada anak autisme, seperti pada kebanyakan stereotip, diulang,ulang, dan tidak kreati%. 6eberapa anak tidak mengguanakan mainannya dengan sesuai, juga kemampuannya untuk menggantikan suatu benda dengan benda lain yang sejenis sering tidak sesuai.  #nak autisme menolak adanya perubahan lingkungan dan rutinitas baru.  Mereka juga sering memaksa orangtua untuk mengulang suatu kata atau potongan kata.  $alam hal minat 5 terbatas, sering aneh, dan diulang,ulang. Misalnya mereka sering membuang -aktu berjam,jam hanya untuk memainkan saklar lampu, memutar,mutar botol, atau mengingat,ingat rute kereta api.

 Mereka mungkin sulit dipisahkan dari suatu benda yang tidak la>im dan menolak meninggalkan ruamah tanpa benda tersebut, misalnya seorang anak laki,laki yang selalu memba-a penghisap debu kemanapun dia pergi.  +tereotip tampak pada hampir semua anak autisme, termasuk melompat turun naik, memainkan jari,jari tangannnya di depan mata, menggoyang,goyang tubuhnya atau menyeringai  Mereka juga menyukai objek yang berputar, seperti mengamati putaran kipas angin atau mesin cuci. ). <angguan kogniti% !ampir ;3,0./ anak mengalami retardasi mental dengan derajat rata,rata sedang. Menarik untuk diketahui bah-a beberapa anak autisme menunjukkan kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa, seperti mempunyai daya ingat yang sangat baik dan kemampuan membaca yang diatas batas penampilan intelektualnya. +ebanyak 3./ dari idiot sa"ants, yakni orang dengan retardasi mental yang menunjukkan kemampuan luar biasa, seperti menghitung kalender, memainkan satu lagu hanya dari sekali mendengar, mengingat nomor,nomor telepon yang ia baca dari buku telepon, adalah seorang penyandang autisme. 3. <angguan prilaku motorik Kebanyakan anak autisme menunjukkan adanya stereotip, seperti bertepuk, tepuk tangan dan menggoyang,goyangkan tubuh. !iperakti% biasa terjadi terutama pada anak prasekolah. 9amun, sebaliknya, dapat terjadi hipoakti%. 6eberapa anak juga menunjukkan gangguan pemusatan perhatian dan impulsi"itas. Juga didapatkan adanya koordiansi motorik yang terganggu, tiptoe -alking, clumsiness, kesulitan belajar, menyikat gigi, memotong makanan, dan mengancingkan baju. 2. :espon abnormal terhadap perangsangan indera 6eberapa anak menunjukkan hipersensiti"itas terhadap suara ( hiperakusis) dan menutup telinganya bila mendengar suara keras seperti suara petasan, gonggongan anjing, dan sirine polisi. #nak yang lain mungkin justru lebih tertarik dengan suara jam tangan atau remasan kertas. +inar yang terang, termasuk sinar lampu sorot di

ruang praktek dokter gigi, mungkin membuatnya tegang -alaupun pada beberapa anak malah menyukai sinar. Mereka mungkin sangat sensiti"e pada sentuhan, memakai baju yang terbuat dari serat yang kasar seperti -ol, atau baju dengan label yang masih menempel, atau berganti baju dari lengan pendek mengganti lengan panjang, semua iti dapat membuat mereka tempertantrums. $i lain pihak ada juga yang tidak pejka terhadap rasa sakit dan tidak menangis saat mengalami lika yang parah.anak mungkin tertarik pada rangsangan indera tertentu seperti objek yang berputar. ;. Pola tidur terbalik dan gangguan makan. <angguan tidur berupa terbaliknya pola tidur, terbangun tengah

malam.gangguan makan berupa keengganan terhadap makanan tertentu karena tidak menyukai tekstur atau baunya, menuntut hanya makan jenis makanan yang terbatas, menolak mencoba makanan baru, dapat snagat menyulitkan orang tua.

0. <angguan a%ek dan mood 6eberapa anak menunjukkna perubahan mood yang tiba,tiba mungkin menangis atau terta-a tanpa alasan yang jelas.sering juga tampak terta-a sendiri, dan beberapa anak tampak mudah menjadi emosional. :asa takut yang kadang,kadang muncul terhdap objek yang sebetulnya tidak menakutkan. &emas perpiusahan yang berat, juga depresi berat mungkin ditemukan pada anak autisme. (. Perilaku yang membahayakan diri sendiri dan agres"itas mela-an orang lain Kemungkinan mereka mengigit tangan atau jari sendiri sampai berdarah, membentur,benturkan kepala, mencubit, menarik rambut sendiri, atau memukul diri sendiri. '.. <angguan kejang $apat kejang epilepsi pada sekitar '.,13/ kena autisme. #da korelasi antara serangan kejang dengan beratnya retardasi mental dan derajat dis%ungsi susunan sara% pusat

$iagnosis harus memenuhi kriteria $+M 4E (Diagnostic And Statistical Of Manual Disorders 1992 Fourth Edition). $+M 4E ini memuat * bidang impairment (kerusakan Bkesulitan) utama pada anak autisme 5 '. impairment dalam interaksi sosial 1. impairment dalam komunikasi *. munculnya suatu pola tertentu yang dipertahankan atau diulang,ulang (+tereotyped F repetiti"e) dalam hal perilaku. D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan medis yang dilakukan pada anak autisme adalah pemeriksaan %isik, pemeriksaan neuorologis, tes psikologis, tes pendengaran, tes ketajaman penglihatan, M:4 (Magnetic :esonance 4maging), GG< (Glectro Gncephalogram), pemeriksaab sitogenetik untuk abnormalitas kromosom, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan air seni.

E. PENATALAKSANAAN MEDIS Kimia otak yang kadarnya abnormal pada penyandang autis adalah serotonin 3, hydro?ytryptamine (3,!7), yaitu neurotransmiter atau penghantar sinyal di sel,sel sara%. +ekitar *.,3. persen penyandang autis mempunyai kadar serotonin tinggi dalam darah. Kadar norepine%rin, dopamin, dan serotonin 3,!7 pada anak normal dalam keadaan stabil dan saling berhubungan. #kan tetapi, tidak demikian pada penyandang autis. 7erapi psiko%armakologi tidak mengubah ri-ayat keadaan atau perjalanan gangguan autistik, tetapi e%ekti% mengurangi perilaku autistik seperti hiperakti"itas, penarikan diri, stereotipik, menyakiti diri sendiri, agresi"itas dan gangguan tidur. +ejumlah obser"asi menyatakan, manipulasi terhadap sistem dopamin dan serotonin dapat berman%aat bagi pasien autis. #ntipsikotik generasi baru, yaitu antipsikotik atipikal, merupakan antagonis kuat terhadap reseptor serotonin 3,!7 dan dopamin tipe 1 ($1).

:isperidone bisa digunakan sebagai antagonis reseptor dopamin $1 dan serotonin 3, !7 untuk mengurangi agresi"itas, hiperakti"itas, dan tingkah laku menyakiti diri sendiri. Hlan>apine, digunakan karena mampu menghambat secara luas pelbagai reseptor, olan>apine bisa mengurangi hiperakti"itas, gangguan bersosialisasi, gangguan reaksi a%ektual (alam perasaan), gangguan respons sensori, gangguan penggunaan bahasa, perilaku menyakiti diri sendiri, agresi, iritabilitas emosi atau kemarahan, serta keadaan cemas dan depresi. 8ntuk meningkatkan keterampilan sosial serta kegiatan sehari,hari, penyandang autis perlu diterapi secara nonmedikamentosa yang melibatkan pelbagai disiplin ilmu. Menurut dr 4ka @idya-ati +pKJ dari 6agian 4lmu Penyakit Ji-a IK84, antara lain terapi edukasi untuk meningkatkan interaksi sosial dan komunikasi, terapi perilaku untuk mengendalikan perilaku yang menggangguBmembahayakan, terapi -icara, terapi okupasiB%isik, sensori, integrasi yaitu pengorganisasian in%ormasi le-at semua indera, latihan integrasi pendengaran (#47) untuk mengurangi hipersensiti"itas terhadap suara, inter"ensi keluarga, dan sebagainya. 8ntuk memperbaiki gangguan saluran pencernaan yang bisa memperburuk kondisi dan gejala autis, dilakukan terapi biomedis. 7erapi itu meliputi pengaturan diet dengan menghindari >at,>at yang menimbulkan alergi (kasein dan gluten), pemberian suplemen "itamin dan mineral, serta pengobatan terhadap jamur dan bakteri yang berada di dinding usus. $engan pelbagai terapi itu, diharapkan penyandang autis bisa menjalani hidup sebagaimana anak,anak lain dan tumbuh menjadi orang de-asa yang mandiri dan berprestasi.

F. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN Penatalaksanaan pada autisme bertujuan untuk5 '. Mengurangi masalah perilaku.

7erapi perilaku dengan meman%aatkan keadaan yang terjadi dapat meningkatkan kemahiran berbicara. menagement perilaku dapat mengubah perilaku destrukti% dan agresi%. 1. Meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan terutama bahasa. atihan dan pendidikan dengan menggunakan pendidikan (operant conditioning yaitu dukungan positi% (hadiah) dan dukungan negati% (hukuman). *. #nak bisa mandiri dan bersosialisasi. Mengembangkan ketrampilan sosial dan ketrampilan praktis. +elain itu, ada 1 metode terapi yang paling sering diberikan pada anak autis (9akita 1..1) '. Metode o"aas atau #pplied 6eha"ioral #nalysis (#6#) #6# adalah salah satu metode modi%ikasi tingkah laku (beha"ioral modi%icarion), yang digunakan untuk menangani anak,anak penyandang autism. Metode ini mendasarkan diri pada re-ard dan punishment. $alam aturannya metode lo"aas harus dilakukan selama ). jamBminggu. Kurikulum metode lo"aas ini menekankan pada kemampuan bahasa, sosial, emosional, akademis, dan bantu diri. 6erbagai masalah perilaku yang terlihat pada anak kemudian ditangani kasus per kasus. Metode ini memiliki struktur yang disebut $77 ($iscreate 7rial 7raining). $engan struktur ini, tehnik pengajaran yang diberikan harus jelas serta dapat dimengerti anak. Metode ini juga dilengkapi dengan lembar penilaian pada sistem programnya. +ehingga terapis bisa terus memantau kemajuan anak dan juga dapat menjadi laporan bagi orang tua. 1. +ensori 4ntegration 7herapy (7erapi +4) 7erapi +i didasarkan pada penningkatan kemampuan integrasi sensori. Kemampuan integrasi sensori adalah kemampuan untuk memproses implus yang diterima dari bebbagai indra secara simultan.

Pelaksanaan terapi ini menggunakan berbagai stimulus yang ber"ariasi. #ntara lain ayunan, bola, trampolin, sikat, dan baaju yang lembut, par%um, lampu,lampu ber-arna, pemijatan, dan barang,barang dengan tekstur ber"ariasi. 6eberapa laporan tentang keberhasilan terapi ini menunjukkan bah-a perilaku stereotype dan kecenderungaan menyakiti diri dapat dikontrol atau dikurangi. #da pula pendapat yang menyatakan terapi ini dapat menekan stress dan kecemasan pada anak autis.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN DITINJAU DARI KEPERAWATAN ANAK Pengkajian data %ocus pada anak dengan gangguan perkembangan per"asi"e menurut 4saac, # (1..3) dan 7o-nsend, M.& ('((0) antara lain5
• • • •

7idak suka dipegang :utinitas yang berulang 7angan digerak,gerakkan dan kepala diangguk,anggukan 7erpaku pada benda mati

• • •

+ulit berbahasa dan berbicara 3./ diantaranya mengalami retardasi mental Ketidakmampuan untuk memisahkan kebutuhan %isiologis dan emosi diri sendiri dengan orang lain

• • •

7ingkat ansietas yang bertambah akibat dari kontak dengan dengan orang lain Ketidakmampuan untuk membedakan batas,batas tubuh diri sendiri dengan orang lain Mengulangi kata,kata yang dia dengar dari yang diucapkan orang lain atau gerakkan, gerakkan mimik orang lain

Penolakan atau ketidakmampuan berbicara yang ditandai dengan ketidakmatangan stuktur gramatis, ekolali, pembalikan pengucapan, ketidakmampun untuk menamai benda,benda, ketidakmampuan untuk menggunakan batasan,batasan abstrak, tidak adanya ekspresi non"erbal seperti kontak mata, si%at responsi% pada -ajah, gerak isyarat.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN Menurut 7o-nsend, M.& ('((0) diagnosa kepera-atan yang dapat dirumuskan pada pasienBanak dengan gangguan perkembangan per"asi"e autisme antara lain5 '. <angguan interaksi sosial berhubungan dengan5 a. <angguan konsep diri b. 7idak adanya orang terdekat c. 7ugas perkembangan tidak terselsaikan dari percaya "ersus tidak percaya d. Perubahan,perubahan pato%isiologis yang terjadi sebagai respons terhadap kondisi, kondisi %isik tertentu seperti rubella pada ibu %enilketonuria tidak teratasi, ense%alitis, tuberous sclerosis, anoksia selama kelahiran sindrom %ragilis J) e. +timulasi sensorik yang tidak sesuai 1. <angguan komunikasi "erbal berhubungan dengan5 a. Ketidakmampuan untuk mempercayai

b. Penarikan diri dari diri c. Perubahan pato%isiologis yang terjadi sebagai respons terhadap kondisi,kondisi %isik tertentu seperti rubella pada ibu %enilketonuria tidak teratasi, ense%alitis, tuberous sclerosis, anoksia selama kelahiran sindrom %ragilis J) d. +timulasi sensorik yang tidak sesuai *. :isiko tinggi cidera 5 menyakiti diri berhubungan dengan kurang penga-asan ). Kecemasan pada orang tua behubungan dengan perkembang anak. 3. PERENCANAAN DAN RASIONALISASI Menurut 7o-nsend, M.& ('((0) perencanaan dan rasionalisasi untuk mengatasi masalah kepera-atan pada anak dengan gangguan perkembangan per"asi%e autisme antara lain5 '. <angguan interaksi sosial

7ujuan 5 #nak akan mendemonstrasikan kepercayaan pada seorang pemberi pera-atan yang ditandai dengan sikap responsi"e pada -ajah dan kontak mata dalam -aktu yang ditentukan dengan criteria hasil5
o o

#nak mulai berinteraksi dengan diri dan orang lain Pasien menggunakan kontak mata, si%at responsi"e pada -ajah dan perilaku, perilaku non"erbal lainnya dalam berinteraksi dengan orang lain

o •

Pasien tidak menarik diri dari kontak %isik dengan orang lain

4nter"ensi
o

Jalin hubungan satu A satu dengan anak untuk meningkatkan keper,cayaan

:asional 5 4nteraksi sta% dengan pasien yang konsisten meningkatkan pembentukan kepercayaan

o

6erikan benda,benda yang dikenal (misalnya5 mainan kesukaan, selimut) untuk memberikan rasa aman dalam -aktu,-aktu tertentu agar anak tidak mengalami distress

:asional 5 6enda,benda ini memberikan rasa aman dalam -aktu,-aktu aman bila anak merasa distres

o

+ampaikan sikap yang hangat, dukungan, dan kebersediaan ketika anak berusaha untuk memenuhi kebutuhan A kebutuhan dasarnya untuk meningkatkan pembentukan dan mempertahankan hubungan saling percaya

:asional5 Karakteristik,karakteritik ini meningkatkan pembentukan dan mempertahankan hubungan saling percaya

o

akukan dengan perlahan,lahan, jangan memaksakan interaksi,interaksi, mulai dengan penguatan yang positi% pada kontak mata, perkenalkan dengan berangsur,angsur dengan sentuhan, senyuman , dan pelukan

:asional 5 Pasien autisme dapat merasa terncam oleh suatu rangsangan yang gencar pada pasien yang tidak terbiasa

o

$engan kehadiran anda beri dukungan pada pasien yang berusaha keras untuk membentuk hubungan dengan orang lain dilingkungannya

:asional 5Kehadiran seorang yang telah terbentuk hubungan saling percaya dapat memberikan rasa aman

1. <angguan komunikasi "erbal dan non "erbal

7ujuan 5 #nak akan membentuk kepercayaan dengan seorang pemberi pera-atan ditandai dengan sikap responsi"e dan kontak mata dalam -aktu yang telah ditentukan dengan kriteria hasil5
o o o

Pasien mampu berkomunikasi dengan cara yang dimengerti oleh orang lain Pesan,pesan non"erbal pasien sesuai dengan pengungkapan "erbal Pasien memulai berinteraksi "erbal dan non "erbal dengan orang lain

4nter"ensi
o

Pertahankan konsistensi tugas sta% untuk memahami tindakan,tindakan dan komunikasi anak

:asional5 !al ini memudahkan kepercayaan dan kemampuan untuk memahami tindakan,tindakan dan komunikasi pasien

o

#ntisipasi dan penuhi kebutuhan,kebutuhan anak sampai kepuasan pola komunikasi terbentuk

:asional 5 Pemenuhan kebutuhan pasien akan dapat mengurangi kecemasan anak sehingga anak akan dapat mulai menjalin komunikasi dengan orang lain dengan aserti%

o

<unakan tehnik "alidasi konsensual dan klari%ikasi untuk menguraikan kode pola komunikasi ( misalnya 5D #pakah anda bermaksud untuk mengatakan bah-aK..LD )

:asional5 7eknik,teknik ini digunakan untuk memastikan akurasi dari pesan yang diterima, menjelaskan pengertian,pengertian yang tersembunyi di dalam pesan. !ati,hati untuk tidak Cberbicara atas nama pasien tanpa sein>innyaD

o

<unakan pendekatan tatap muka berhadapan untuk menyampaikan ekspresi, ekspresi non"erbal yang benar dengan menggunakan contoh

:asional5 Kontak mata mengekspresikan minat yang murni terhadap dan hormat kepada seseorang

*. :isiko tinggi cidera 5 menyakiti diri berhubungan dengan kurang penga-asan 7ujuan 5 Klien tidak menyakiti diriya. Kriteria hasil 5 klien tampak tenang, kliem menunjukan koping indi"idu yang baik 4nter"ensi 5  6ina hubungan saling percaya. : 5 kepercayaan anak sangat berpengaruh terhadap kelancaran interaksi dan komunikasi  #lihkan prilaku menyakiti diri yang terjadi akibat respon dari peningkatan kecemasan : 5 agar anak dapat mengetahui koping indi"idu yang e%ekti%  #lihkanBkurangi penyebab yang menimbulkan kecemasan.

: 5 mencegah anak menjadi cemas  #lihkan perhatian dengan hiburanBakti"itas lain : 5 untuk mengurangi kecemasan anak  indungi anak ketika prilaku menyakiti diri terjadi. : 5 perlindungan orang tua sangat penting bagi keamanan anak  +iapkan alat pelindungBproteksi. : 5 mengantisipasi terjadinya peilaku menyakiti diri, atau dari lingkungan yang dapat membahayakan anak  Pertahankan lingkungan yang aman. : 5 anak tidak akan merasa cemas bila ia tidak merasa adanya ancaman dari lingkungannya. ). Kecemasan pada orang tua behubungan dengan perkembang anak. 7ujuan 5 Kecemasan berkurangBtidak berlanjut. Kriteria hasil 5 orang tua tampak tenang orang tua mengerti mengenai autis dan cara penanganannya 4nter"ensi 5  7anamkan pada orang tua bah-a autis bukan aibBpenyakit. : 5 memberi pemahaman orangtua mengenai autis dan mengurangi kecemasan.  #njurkan orang tua untuk memba-a anak ke tempat terapi yang berk-alitas baik serta : 5 terapi dapat perkembangannya  6erikan moti"asi kepada orang tua agar dapat menerima kondisi anaknya yang spesial. : 5 untuk melihat sisi positi% dari anaknya dan tidak menelantarkannya  #njurkan orang tua untuk mengikuti perkumpulan orang tua dengan anak autis, seperti kegiatan #utis #-areness Iesti%al. : 5 menambah pengetahuan klien mengenai metode penanganan yang e%ekti% untuk anak dengan autis  6erikan in%ormasi mengenai penanganan anak autis.  6eritahukan kepada orang tua tentang pentingnya menjalankan terapi secara konsisten dan kontinue melakukan secara konsisten. membantu anak untuk mengejar ketrlambatan

BAB IV PENUTUP KESIMPULAN #utis suatu gangguan perkembangan yang sangat kompleks, yang secara klinis ditandai oleh gejala A gejala diantaranya kualitas yang kurang dalam kemampuan interaksi sosial dan emosional, kualitas yang kurang dalam kemampuan komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas, perilaku tak -ajar, disertai gerakan,gerakan berulang tanpa tujuan (stereotipik). +elain itu tampak pula adanya respon tak -ajar terhadap pengalaman sensorik, yang terlihat sebelum usia * tahun. +ampai saat ini penyebab pasti autis belum diketahui, tetapi beberapa hal yang dapat memicu adanya perubahan genetika dan kromosom, dianggap sebagai %aktor yang berhubungan dengan kejadian autis pada anak, perkembangan otak yang tidak normal atau tidak seperti biasanya dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada neurotransmitter, dan akhirnya dapat menyebabkan adanya perubahan perilaku pada penderita. $alam kemampuan intelektual anak autis tidak mengalami keterbelakangan, tetapi pada hubungan sosial dan respon anak terhadap dunia luar, anak sangat kurang. #nak cenderung asik dengan dunianya sendiri. $an cenderung suka mengamati hal A hal kecil yang bagi orang lain tidak menarik, tapi bagi anak autis menjadi sesuatu yang menarik. 7erapi perilaku sangat dibutuhkan untuk melatih anak bisa hidup dengan normal seperti anak pada umumnya, dan melatih anak untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

$#I7#: P8+7#K#

@ong, $onna .1..(.6uku #jar Kepera-atan Pediatrik Eolume '.Jakarta5G<& 4ndah :i%aMi 6logMs.1.'..#skep #nak dengan #utis. askep,anak,dengan,autisme.html #suhan kepera-atan anak dengan autisme ,@arta @arga.htm.1.'.
Sacharin, r.m.1996.Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2.Jakarta:EGC Behrman, Klie man, !r"in.1999.#lm$ Kesehatan !nak %els&n Edisi 1', !lih Bahasa Pr&(. )*. )r. !. Samik +aha,, Sp. ! -K..Jakarta:EGC