You are on page 1of 52

http://aadesti.blogspot.com/2013/03/proposal-tesis-model-assure.html. Diakses Minggu, 16 ebruari 201! "ukul 10.

23

PROPOSAL TESIS MODEL ASSURE

PENGARUH PENERAPAN MODEL DESAIN PEMBELAJARAN ASSURE TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 9 OKU 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ma ala! Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan dalamberbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bah a pendidikan ber!ungsi "enge"bangkan ke"a"puan dan "e"bentuk aktu serta peradaban bangsa #ang ber"artabat dala" rangka "encerdaskan kehidupan bangsa $ UU RI no% &'( Tahun &'')*% Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen pendidikan. Adapun komponen yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan meliputi: kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, model pembelajaran yang tepat. Semua komponen tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan (Djamarah, !! :" #$. Pembelajaran adalah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya akti%itas belajar dalam diri indi%idu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu yang bersi&at eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar internal dalam diri indi%idu. Dick dan 'arey dalam Pribadi ( !"":"!(""$ mende&inisikan pembelajaran sebagai rangkaian peristiwa atau kegiatan yang disampaikan secara terstruktur dan terencana dengan menggunakan sebuah atau beberapa media. Proses pembelajaran mempunyai tujuan agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. )ntuk mencapai kompetensi tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik. Proses merancang akti%itas pembelajaran inilah disebut dengan desain sistem pembelajaran. Dalam mempelajari desain sistem pembelajaran konsep tentang pembelajaran sangat penting untuk diketahui. Pembelajaran seperti yang telah diketahui adalah sebuah proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya akti%itas belajar dalam indi%idu. Akti%itas pembelajaran akan memudahkan terjadinya proses belajar apabila mampu mendukung peristiwa internal yang terkait dengan

pemrosesan in&ormasi. *agne dalam Pribadi ( !"":""$ mengemukakan konsep events of instruction yang terkait dengan pemrosesan in&ormasi yang dapat mengarahkan kepada terjadinya proses belajar yang e&ekti& dan e&isien. Akti%itas pembelajaran perlu dirancang sebelumnya agar dapat memberikan output atau hasil seperti yang diinginkan. )paya untuk merancang akti%itas pembelajaran disebut dengan istilah pembelajaran. +stilah desain mempunyai makna adanya suatu keseluruhan, struktur, kerangka atau outline, dan urutan atau sistematika kegiatan. ,endesain akti%itas pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk membuat akti%itas pembelajaran menjadi terstruktur. Desain pembelajaran pada umumnya berisi lima langkah penting yang perlu di implementasikan antara lain analilis lingkungan dan kebutuhan belajar siswa, merancang spesi&ikasi proses pembelajaran yang a&ekti& dan e&isien, serta sesuai dengan lingkungan dan kebutuhan belajar siswa, mengembangkan bahan - bahan yang diperlukan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, peman&aatan desain pembelajaran itu sendiri, dan implementasi e%aluasi &ormati& dan sumati& program pembelajaran. Sejumlah pakar dalam bidang desain dan pengembangan akti%itas instruksional mengemukakan model desain pembelajaran dengan kekhasannya masing masing. ,odel berisi langkah baku yang digunakan untuk merancang akti%itas pembelajaran agar dapat mencapai sasaran seperti yang diinginkan. Saat ini desain pembelajaran yang dpakai oleh guru dalam proses belajar mengajar adalah desain pembelajaran kon%ensional yang akrab disebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kon%ensional disini artinya adalah rencana pembelajaran yang belum menerapkan model - model desain pembelajaran apapun didalamnya. .leh karena itulah asumsi awal penulis adalah /PP kon%ensional ini belum e&ekti& dalam meningkatkan kualitas pembelajaran didalam kelas sehingga belum bisa mencapai sasaran seperti yang dinginkan oleh guru seperti moti%asi belajar dan hasil belajar siswa. 0erdasarkan obser%asi awal dengan guru +PS (+lmu Pengetahuan sosial$ di S,P 1egeri 2 .K), guru saat ini cenderung melakukan akti%itas mengajar tanpa membuat desain rencana pembelajaran terlebih dahulu, walaupun membuat itupun setelah pembelajaran berlangsung sehingga kegiatan pembelajaran yang harusnya terencana dengan baik menjadi tidak e&ekti& dan berkualitas. Disamping itu penggunaan media pembelajaran juga belum maksimal, guru hanya mengandalkan buku cetak +PS dan 3KS siswa saja. Kebanyakan kegiatan belajar mengajar masih menggunakan "odel desain pe"belajarankon%ensional di"ana didala"n#a terdapat "etode + "etode belajar kon,ensional , yaitu guru berbicara atau menerangkan sementara siswa mendengarkan. ,etode kon%ensional tidak begitu e&ekti&, indikasinya terlihat dari nilai hasil belajar siswa yang masih rendah ( hal ini "en#ebabkan sis a kurang terlatih untuk "enge"bangkan da#a nalarn#a dala" "e"ecahkan per"asalahan dan

"engaplikasikan konsep + konsep #ang telah dipelajari dala" kehidupan n#ata sehingga ke"a"puan ber!ikir kritis sis a kurang dapat berke"bang dengan baik% Pola pembalajaran yang saat ini dikembangkan di indonesia, menuntut keakti&an siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan juga menuntut kreati%itas siswa untuk mengolah data yang diberikan guru, akan tetapi pada prakteknya dilapangan proses pembelajaran yang kurang melibatkan keakti&an siswa. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru yang berakibat terjadinyabentuk komunikasi satu arah yaitu guru kepaa da siswa saja. Karena itu perlu adanya upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendesain terlebih dahulu apa saja kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam kelas. Melihat penjelasan diatas diperlukan terobosan atau ino%asi dalam kegiatan mengajar yang bisa memudahkan siswa memahami materi yang diberikan oleh guru serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan % )ntuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaraan tercipta suatu model desain pembelajaran yang lebih mudah diterima oleh siswa, memudahkan guru dalam menerangkan dan tidak monoton atau juga membosankan bahkan lebih menarik,model tersebut adalah model ASSURE. Dengan "odel desain pe"belajaran ini diharapkan dapat "erubah cara kon,ensional guru dala" pelaksanaan pe"belajaran #ang sela"a ini han#a dibuat berpatokan pada RPP -on,ensional saja% ,odel ASSURE merupakan akronim dari: (Analyze learners, State objectives, Select methods media and materials, Utilize media and materials, Require learner participation, Evaluate andreview$ Pribadi $&'../&0*% ASSURE merupakan sebuah prosedur panduan untuk "endesainperencanaan dan bimbingan pembelajaran yang mengkombinasikan antara materi, metode dan media. Dimana setiap melakukan kegiatan belajar mengajar disamping guru memberikan materi, guru juga harus menyertakan metode dan media yang dibutuhkan. Sehingga dengan model ASSURE akan membuat kegiatan belajar siswa semakin e&ekti& 3angkah( langkah dalam ,odel ASSURE meliputi / 1.Menganalisa Siswa (Analyze Learners) 3angkah pertama dalam perencanaan ini adalah menganalisa siswa. Dalam langkah ini harus mengetahui siswa untuk menentukan media yang terbaik untuk mencapai tujuan belajar. Siswa dapat dianalisa melalui : ("$ karakteristik umum, ( $ kemampuan awal siswa seperti tentang topik yang akan dibahas, ketrampilan dan si&at4perangai, (#$ gaya belajar siswa. 2. Menentukan Tujuan Pembelajaran (State bje!i"es) 3angkah kedua adalah menentukan tujuan pembelajaran secara spesi&ik, sesuai dengan kondisi siswa. 5ujuan pembelajaran dapat diambil dari silabus, pokok bahasan dari buku teks, panduan kurikulum, atau dikembangkan oleh guru. Dalam menentukan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan waktu, apakah siswa mampu menyelesaikan tugas yang harus dilakukan sesuai dengan hasil yang ingin dicapai dari tujuan pembelajaran.

#. Memili$ Met%&e Me&ia &an Materi (Sele!t Met$%&s' Me&ia' an& Materials) Setelah melakukan analisis siswa (kemampuan awal siswa, ketrampilan dan kebiasaan belajar siswa$ serta menentukan tujuan pembelajaran, langkah ketiga adalah memilih, metode, media, dan materi. Penggunaan media tidak harus diidentikkan denganbarang yang mahal,yang jelas sebelum memilih media kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu kelebihan dankekurangan media tersebut. (. Menggunakan Me&ia &an Materi (Utilize Me&ia an& Materials) 3angkah keernpat adalah merencanakan penggunaan media, materi dan teknologi yang akan diterapkan pada metode yang akan dipakai. ,ula( mula melakukan pengecekan kembali materi yang akan diberikan dan melakukan uji coba media yang akan digunakan. Kemudian menyiapkan kelas, perlengkapan serta prasarana lainnya. Siswa secara indi%idu mungkin telahterbiasa menggunakan media dan bahan materi secara bersama, seperti pada belajar mandiri atau dalam kelompok(kelompok kecil seperti dalam pembelajaran kooperati&. Siswa sudah biasa dalam menggunakan media cetak seperti buku atau teknologi berbasis computer seperti internet. ). Men&%r%ng Partisi*asi Siswa (Re+uire Learner Parti!i*ati%n) 3angkah ke lima adalah mendorong partisipasi siswa. Supaya pembelajaran berjalan e&ekti&, harus ada partisipasi akti& dari siswa dalam proses pembelajaran. 6arus ada keadaan yang mendukung siswa untuk berlatih tentang pengetahuan atau ketrampilan dan menerima umpan balik sebelum dinilai secara &ormal. 3atihan dengan menciptakan keadaan yang diperlukan siswa untuk menilai diri sendiri, melalui pembelajaran lewat komputer, internet atau permainan kelompok. )mpan balik dapat dilakukan oleh guru, komputer, siswa yang lain atau e%aluasi diri sendiri. ,. E"aluasi &an Perbaikan (E"aluate an& Re"ise) Setelah proses pembelajaran, perlu dilakukan e%aluasi dampak dari proses pembelajaran dengan mengetahui kee&ekti&an dan menilai hasil belajar siswa. )ntuk mengetahui gambaran umum perlu menge%aluasi keseluruhan proses belajar. Apakah tujuan belajar sudah tercapai7 apakah metode, media dan teknologi yang dipakai sudah e&ekti& dalam mencapai tujuan pembelajaran, apakah siswa sudah menguasai materi sesuai dengan tujuan belajar. Peneliti berencana akan melakukan penelitian dengan menyajikan materi ajar #ang telah didesain dala" bentuk RPP #ang didala"n#a menggunakan model desain pembelajaran ASSURE yang mendukung antara materi, metode dan media. Dalam penelitian ini dengan pembelajara n #ang "enggunakan desain pe"belajaran model ASSURE diharapan dapat meningkatkan "oti,asi belajar sis a dan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar pe"belajaran IPS. 0erdasarkan uraian tersebut di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian eksperi"en tentang : Pengar"! Penera#an M$%el De a&n

Pe'(ela)aranASSURE Ter!a%a# M$t&*a & Bela)ar Dan Ha &l Bela)ar S& +a Pa%a Pe'(ela)aran IPS D& SMP Neger& 9 OKU. B. Bata an Ma ala! 1erdasarkan latar belakang diatas "aka pe"batasan "asalah penelitian ini adalah/ .% Menerapkan "odel desain pe"belajaran ASSURE di"ana "odel ini akan di desain dala" bentuk "odi!ikasi antara Rencana Pelaksanaan Pe"belajaran -on,ensional atau RPP #ang u"u" dibuat dan digunakan guru dala" proses pe"belajaran saat ini #ang "engacu pada -urikulu" -TSP% Desain RPP dengan "odel desain pe"belajaran ASSURE ini akan "engikuti tahapan + tahapan #ang ditentukan dala" "odel ASSURE. &% Moti,asi sis a dibatasi pada "oti,asi belajar sis a kelas sa"pel setelah "engikuti pe"ebalajaran IPS dengan "enggunakan "odel desain pe"belajaran ASSURE% Sedangkan hasil belajar sis a dibatasi pada hasil belajar sis a kelas sa"pel setelah "engikuti pe"ebalajaran IPS dengan "enggunakan "odel desain pe"belajaran ASSURE% )% Mata Pelajaran IPS dibatasi pada "ateri kelas 2III se"ester II3genap di Sekolah Menengah Perta"a 4egeri 0 O-U tahun ajaran &'.)3&'.5% 5% Materi Pokok #aitu/ standar ko"pentensi "e"aha"i kegiatan ekono"i "as#arakat dengan ko"petensi dasar "engidenti!ikasi pasar dala" kegiatan ekono"i "as#arakat% ,. R"'" an Ma ala! 0erdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah adalah : .% Apakah penerapan "odel ASSURE berpengaruh terhadap "oti,asi belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS* 6 &% Apakah penerapan "odel ASSURE berpengaruh terhadap hasil belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS* 6 D. Tujuan Penelitian 0erdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah : .% Untuk "engetahui pengaruh penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE terhadap "oti,asi belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS*% &% Untuk "engetahui pengaruh penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE terahadap hasil belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS*% F. Manfaat Penelitian -. Man.aat Te$r&t& 0erman&aat bagi pengembangan ilmu pengetahuan kuhususnya dalam mengembangkan pemikiran tentang model desain pembelajaran khususnya dalam pembelajaran +PS. /. Man.aat Prakt& a% Me"berikan kontribusi praktis atau sebagai bahan "asukan bagi SMP 4egeri 0 O-U dala" bentuk ino,asi dala" "endesain pe"belajaran #ang lebih baik dan apresiati!% b% ,emberikan masukan bagi guru, sebagai peningkatan pro&esionalismenya untuk "endesain pe"belajaran dengan "odel yang tepat dalam proses pembelajaran di kelas, dimana tugas guru tidak sekedar menyampaikan materi, tapi berupaya

membangun sebuah desain pe"belajaran #ang baik dala" upa#a meningkatkan "oti,asi belajar sis a dan hasil belajar sis a% c% 6asil penelitian ini nantinya juga diharapkan dapat berman&aat untuk memperoleh data awal dalam pengembangan penelitian sejenis dan menambah wawasan penelitian bagi peneliti dalam "endesain pe"belajaran, sehingga pembelajaran yang peneliti lakukan lebih bermakna% 2. KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Model Desain Pe !elaja"an Sebelum lebih jauh membahas tentang model desain pembelajaran, terlebih dahulu kita perlu mengenal istilah model. ,odel adalah sesuatu yanng menggambarkan adanya pola ber&ikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. ,odel juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mengkonkretkan sebuah teori sekalidgus juga merupakna sebuah analogi dan representasi dari %ariabel - %ariabel yang terdapat didalam teori tersebut. Pola pikir dan komponen - komponen yang terdapat didalam desain pembelajaran biasanya digambarkan dalam bentuk model yang direpresentasikan dalam bentuk gra&is atauflow chart. ,odel desain pembelajaran biasanya menggambarkan langkah - langkah atau prosedur yang perlu ditempuh untuk menciptakan akti%itas pembelajaran yang e&ekti&, e&isien dan menarik. ,enurut ,orison, /oss dan Kemp ( !!"$ dalam Pribadi ( !"":89$, model desain pembelajaran ini akan membantu anda sebagai perancang program atau kegiatan pembelajaran dalam memahami kerangka teori dengan lebih baik. ,odel desain pembelajaran berperan sebagai alat konseptual, pengelolaan, komunikasi untuk menganalisis, merancang. ,enciptakan, menge%aluasi program pembelajaran dan program pelatihan. Pada umumnya setiap desain pembelajaran memiliki keunikan dan perbedaan dalam langkah - langkah dan prosedur yang digunakan. Perbedaan kerap terdapat pada istilah - istilah yang digunakan. 1amun demikian, model - model desain pembelajaran tersebut memiliki dasar yang sama dalam upaya merancang program pembelajaran yang berkualitas. #. Jenis $ Jenis Model Desain Pe !elaja"an 1. Model Di%& ' (a"e) ,odel desain pembelajaran yang dikemukakan oleh dick dan carey ( !!:$ telah lama digunakan unruk menciptakan program pembelajaran yang e&ekti&, e&isien dan menarik. 0uku yang mereka tulis !he Systematic "esi#n of $nstructional% telah menjadi buku klasik dalam bidang desain sistem pembelajaran, dimana dalam pendidikan indonesia model desain pembelajaran ini di bahas lengkap dalam buku yang ditulis oleh Pro&. Dr Atwi Suparman yang berjudul "esain $nstru&sional 'odern.%

,odel yang mereka kembangkan didasarkan pada penggunaan pendekatan sistem atausystem approach terhadap komponen komponen dasar dari desain sistem pembelajaran yang meliputi analisis, desain, penegmbangan, implementasi dan e%aluasi. ,odel desain ini terdiri dari beberapa komponen dan sub komponen yang perlu dilakukan untuk membuat rancangan akti%itas pembelajaran yang lebih baik. Pengembangan model ini tidak hanya diperoleh dari hasil penelitian, tetapi juga dari pengalaman praktis yang diperoleh dari pengalaman praktis yang diproleh dilapangan. Komponen sekaligus merupakan langkah - langkah utama dari model desain pembelajaran yang dikemukakan oleh dick dkk dalam Suparman ( !" $ , terdiri atas : a% Mengidenti!ikasi kebutuhan instruksional dan "enulis tujuan instruksional khusus b% Mengidenti!ikasi perilaku dan karakteristik peserta didik c% Melakukan analisis instruksional d% Meru"uskan TI- $Tujuan Instruksional -husus* e% Men#usun alat penilaian hasil belajar $"en#usun tes acuan patokan3PAP* !% Men#usun strategi instruksional g% Menge"bangkan bahan instruksional h% Men#usun desain dan "elaksanakan e,aluasi !or"ati!% *a !a" 1 + Desain Siste Pe !elaja"an Di%& ' (a"e) 2. Model Je"old E. Ke ,- d&& ,odel desain pembelajaran yang dikemukakan kemp dkk ( !!"$ dalam Pribadi ( !"":"";$ berbentuk lingkaran atau cyle. ,enurut mereka model berbentuk lingkaran menunjukkan adanya proses kontinyu dalam menerapkan desain pembelajaran. ,odel desain pembelajaran yang dikemukakan kemp ini terdiri atas komponen - komponen sebagai berikut : a% Mengidenti!ikasi "asalah dan "enetapkan tujuan pe"belajaran b% Menentukan dan "enganalisis karakteristik sis a c% Mengidenti!ikasi "ateri dan "enganalilsis ko"ponen + ko"ponen tugas belajar #ang terkait dengan pencapaian tujuan pe"belajaran d% Menetapkan tujuan pe"belajaran khusus bagi sis a e% Me"buat siste"atika pen#a"paian "ateri pelajaran secara siste"atik dan logis !% Merancang strategi pe"belajaran g% Menetapkan "etode untuk "en#a"paikan "ateri pe"belajaran h% Menge"bangkan instru"en e,aluasi i% Me"ilih su"ber + su"ber #ang dapat "endukung akti,itas pe"belajaran Ga'(ar / 0 M$%el De a&n S& te' Pe'(ela)aran Ke'# Dalam model desain pembelajaran ini memungkinkan penggunanya untuk memulai kegiatan desain dari komponen mana saja. ,odel ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran indi%idual atau

a% b% c% d% e% !% g% h%

klasikal. ,odel ini dapat digunakan guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara e&ekti&, e&isien dan menarik. ,odel ini berbentuk siklus yang memberi kemungkian bagi penggunanya untuk memulai kegiatan sisten pembelajaran dari &ase atau komponen yang manapun sesuai dengan kebutuhan. ,enurut *usta&son dan 0rach ( !! $ dalam Pribadi ( !"":""8$ model desain ini merupakan sebuah model yang ber&okus pada perencanaan kurikulum.sehingga memprioritaskan langkah dan perspekti& siswa yang akan belajar. .. Model S it/ dan 0a1an Patricia L% S"ith dan Till"an 7% Ragan $&'')* dala" Pribadi $&'../.&'* "enge"ukakan sebuah "odel desain pe"belajaran #ang populer dikalangan "ahasis a dan pro!esional #ang "e"iliki kecendrungan terhadap i"ple"entasi teori belajar kogniti!% 8a"pir se"ua langkah dan prosedur dala" "odel ini di!okuskan pada rancangan tentang strategi pe"belajaran% Model desain pe"belajaran ini terdiri atas beberapa langkah antara lain/ Analisis lingkungan belajar Analisis karakteristik sis a Analisis tugas pe"belajaran Analisis butir tes Menentukan strategi pe"belajaran Me"produksi progra" pe"belajaran Melaksanakan e,aluasi !or"ati! Mere,isi progra" pe"belajaran ANALISIS Lingkungan Sis a Tugas 1elajar EVALUASI 1ORMATI1 n Pengelolaan REVISI Pe"ilihan dan Produksi 1ahan Ajar Penulisan 1utir Tes STRATEGI Pen#usunan Pen#a"paia

*a

!a" . + Model Desain Siste

Pe

!elaja"an S

it/ dan 0a1an

2. Model ADDIE Salah satu model desain pembelajaran yang memperlihatkan tahapan tahapan desain pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari adalah model ADD+<. ,odel ini adalah akronim dari tahapannya sendiri yaitu lima &ase utamanya antara lain : Analysis, -esain,-evelopment, .mplementation, dan Evaluation. -eli"a !ase ini perlu dilakukan secara siste"ik dan siste"atik% Model desain pe"belajaran ADDIE dengan ko"ponen + ko"ponenn#a diga"barkan dala" diagar" berikut / A Anal2 & D De &gn D De*el$#'ent

I I'#le'entat&$nn E E*al"at&$n Analisis kebutuhan untuk "enentukan "asalah dan solusi #ang tepat dan "enentukan ko"petensi sis a Menentukan ko"petensi khusus( "etode( bahan ajar( dan strategi pe"belajaran Me"produksi progra" dan bahan ajar #ang akan digunakan dala" progra" pe"belajaran Melaksanakan progra" pe"belajaran dengan "enerapkan desain atau aplikasi progra" pe"belajaran Melakukan e,aluasi progra" pe"belajaran dan e,aluasi hasil belajar Ga'(ar 3 0 M$%el De a&n S& te' Pe'(ela)aran ADDIE 3. Model F"ont 4 end S)ste Desi1n 5le/ A.6. #ates A.=. 0ates mengemukakan sebuah model desain pembelajaran yang diberi nama front ( end system desi#n. ,odel desain pembelajaran ini erat kaitannya dengan pengembangan bahan ajar yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh (SP>>$. 6al ini mudah dimengerti karena 0ates

memiliki banyak pengalaman selama berkecimpung dalam dunia SP>> di inggris dan kanada. 0erikut adalah diagram langkah - langkah model desain 0ates :

PENGEMKERANGKA ISI4SUBTANSI PROGRAM

PEMILIHAN MEDIA 5A,TIONS6 PEN7AMPAIAN ISI4SUBTANSI PROGRAM PRODUK Ga'(ar 8 0 M$%el De a&n S& te' Pe'(ela)aranfront end system design (. Model Desain Pe !elaja"an ASSURE 1. Ha&i&at Model Desain Pe !elaja"an ASSURE ,odel ASS)/< dikembangkan oleh Sharon Smaldino, /obert 6enich, >ames /ussel dan ,ichael ,olenda ( !!:$ dalam buku / .nstru!ti%nal Te!$n%l%gi an& Me&ia 0%r Learning1. ,odel desain pembelajaran ini merupakan singkatan dari komponen atau langkah penting penting yang terdapat didalamnya yaitu : menganalisis karakteristik siswa (analyze learner characteristics$, menetapkan tujuan pembelajaran (state performance objectives$, memilih metode, media, bahan pelajaran (select methods, media, and materials utilize) , menggunakan media dan materi *utilize media and materials), mengakti&kan keterlibatan siswa*requires learner paticipation), dan e%aluasi dan re%isi *evaluation and revision). ,odel pembelajaran ini lebih berorientasi kepada peman&aatan media dan teknologi dalam menciptakan proses dan akti&itas pembelajaran yang diinginkan. Peman&aatan model desain pembelajaran ASSURE perlu dilakukan tahap demi tahap (sistematik$ dan menyeluruh (holistik$ agar dapat memberikan hasil yang dioptimalkan yaitu terciptanya pembelajaran sukses. ASSURE dike"bangkan agar dapat digunakan oleh guru( instruktur dan pelatih dala" kegiatan pe"belajaran khususn#a #ang "e"an!aatkan "edia dan teknologi di dala"n#a% Model desain pe"belajaran ini dengan kata lain dapat digunakan untuk "e"!asilitasi proses belajar sis a agar "a"pu "encapai ko"petensi #ang dinginkan% Setiap kegiatan belajar mengajar yang e&ekti& perlu perencanaan yang baik. 5ak terkecuali pada kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan media dan teknologi. Sebagian besar orang beranggapan bahwa kegiatan pembelajaran akan maju setelah melalui beberapa tahapan *agne dalam ,olenda$ !!:/)5$ mengartikan tahapan itu adalah pada saat proses pembelajaran terjadi. 6asil penelitian *agne mengungkapkan bahwa desain

materi belajar di mulai dengan membangkitkan rasa keingintahuan siswa dan juga rasa keingintahuan pada materi materi yang baru. ,endorong serta melatih siswa dengan umpan balik, menilai pemahaman siswa, dan mendorong siswa untuk melanjutkan akti%itas yang ingin diketahuinya. ,odel ASSURE memadukan berbagai akti%itas dalam pembelajaran. ,olenda ( !!:/)9$ mengatakan ,odel ASSURE merupakan sebuah prosedur panduan untuk perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang mengkombinasikan antara materi, metode dan media. Selanjutnya dikatakan bahwa : ? !he ASSURE 'odel, on the other hand, is mean for the individual instructor to use when planin# classroom use of media and technolo#y?. ,odelASSURE dilain pihak berarti kebutuhan guru yang merencanakan penggunaan media dan teknologi di dalam kelas. 6einich, dkk dalam arsyad ( !"!/:;$ mengajukan ,odel ASSUREdalam proses kegiatan belajar mengajar agar proses belajar mengajar lebih e&ekti& dengan alasan "odel desain pe"belajaran ini "enekankan pada !aktor pe"an!aatan "edia dan bahan ajar #ang direncanakan dengan baik( #ang "e"buat sis a belajar dengan akti! serta "enciptakan progra" pe"belajaran #ang e!ekti!( e!isien dan "enarik% Dari berbagai pendapat yang dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa model desain pembelajaran ASSURE adalah model desain sistem pembelajaran yang bersi&at praktis dan mudah diimplementasikan untuk mendesain akti%itas pembelajaran, baik yang bersi&at indi%idual maupun klasikal. 3angkah analisis karakteristik siswa akan memudahkan metode, media dan strategi pembelajaran yang tepat digunakan dalam menciptakan akti%itas pembelajaran yang e&ekti&, e&isien dan menarik. Demikian pula halnya dengan langkah e%aluasi dan re%isi yang dapat diman&aatkan untuk menjamin kualitas proses yang diciptakan. /. Man.aat M$%el De a&n Pe'(ela)aran ASSURE Dalam model ini peman&aatan media dan teknologi menjadi suatu keharusan karena digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Peman&aatan media yang sejalan dengan metode dan strategi pembelajaran akan mampu membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran akan mampu melibatkan siswa secara itensi& dalam akti%itas pembelajaran. Keterlibatan mental siswa dalam akti%itas pembelajaran merupakan bagian dari pembelajaran yang sukses. Program pembelajaran guru perlu dirancang agar mampu melibatkan siswa dalam akti%itas pembelajaran. 0anyak metode dan strategi yang dapat digunakan dalam akti%itas pembelajaran, guru memerlukan kreati%itas dalam mengkombinasikan metode, media, dan strategi pembelajaran yang tepat agar dapat menciptakan akti%itas pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara akti& didalamnya dan model ASSURE ini adalah model desain pembelajaran yang bisa menjembatani hal tersebut. .. Lan1&a/ $ Lan1&a/ Model Desain Pe !elaja"an ASSU0E ,odel ASSURE menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaransebagai berikut:

a. Men1analisa Sis7a 8Analyze Learners9 3angkah pertama dalam perencanaan ini adalah menganalisa siswa. Dalam langkah ini harus mengetahui siswa untuk menentukan media yang terbaik untuk mencapai tujuan belajar. Siswa dapat dianalisa melalui: ("$ karakteristik umum, ( $ kemampuan awal siswa seperti tentang topik yang akan dibahas, ketrampilan dan si&at, (#$ gaya belajar siswa. (. Menentu&an Tujuan Pe !elaja"an 8State bje!ti"es9 3angkah kedua adalah menentukan tujuan pembelajaran secara spesi&ik, sesuai dengan kondisi siswa. 5ujuan pembelajaran dapat diambil dari silabus, pokok bahasan dari buku teks, panduan kurikulum, atau dikembangkan oleh guru. Dalam menentukan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan waktu, apakah siswa mampu menyelesaikan tugas yang harus dilakukan sesuai dengan hasil yang ingin dicapai dari tujuan pembelajaran. Kondisi minimal yang akan dicapai siswa dalam melaksanakan tugasnya dan tingkatkemampuan menerima tugas yang diberikan perlu dipertimbangkan. 9. Me ili/ Metode. Media dan Mate"i 8Sele!t Met$%&s' Me&ia' an& Materials9 Setelah melakukan analisis siswa (kemampuan awal siswa, ket erampilan dan kebiasaan belajar siswa$ serta menentukan tujuan pembelajaran, langkah ketiga adalah memilih metode, media dan materi. ,ateri yang akan diberikan kepada siswa dapat diperoleh melalui # cara, yaitu: ("$ memilih materi yang sudah ada pada panduan kurikulum7 ( $ memodi&ikasi materi yang sudah ada pada panduan kurikulum7 (#$ membuat materi baru. %. Men11una&an Media dan Mate"i 8Utilize Me&ia an& Materials9 3angkah keernpat adalah merencanakan penggunaan media, materi dan teknologi yang akan diterapkan pada metode yang akan dipakai. ,ula( mula melakukan pengecekan kembali materi yang akan diberikan dan melakukan uji coba media yang akan digunakan. Kemudian menyiapkan kelas, perlengkapan serta prasarana lainnya. Siswa secara indi%idu mungkin telahterbiasa menggunakan media dan bahan materi secara bersama, seperti pada belajar mandiri atau dalam kelompok(kelompok kecil seperti dalam pembelajaran kooperati&. Siswa sudah biasa dalam menggunakan media cetak seperti buku atau teknologi berbasis computer seperti internet. 6al ini sesuai dengan pendapat Arsyad ( !"!/:0$ bahwa diperlukan persiapan bagaimanadan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Disamping praktik danlatihan menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, &asilitas yang diperlukanseperti meja peralatan, listrik, layar dan lain(lain harus dipersiapkan sebelum penyajian. Apabila semuanya sudah dipersiapkan dengan matang maka akan didapat hasil yang optimal. e. Mendo"on1 Pa"tisi,asi Sis7a 8Re+uire Learner Parti!i*ati%n9

3angkah ke lima adalah mendorong partisipasi siswa. Supaya pembelajaran berjalan e&ekti&, harus ada partisipasi akti& dari siswa dalam proses pembelajaran. 6arus ada keadaan yang mendukung siswa untuk berlatih tentang pengetahuan atau ketrampilan dan menerima umpan balik sebelum dinilai secara &ormal. 3atihan dengan menciptakan keadaan yang diperlukan siswa untuk menilai diri sendiri, melalui pembelajaran lewat computer, internet atau permainan kelompok. )mpan balik dapat dilakukan oleh guru, komputer, siswa yang lain atau e%aluasi diri sendiri. Selanjutnya menurut Arsyad ( !"!/:0$ guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respon dan umpan balik mengenai kee&ekti&an proses belajar mengajar. /espon siswa dapat bermacam(macam, seperti mengulangi &akta(&akta, menghitung ikhtisar, rangkuman pelajaran menganalisis alternati& pemecahan masalah atau kasus. Dengan demikian siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar. .. E:aluasi dan Pe"!ai&an 8E"aluate an& Re"iew9 Setelah proses pembelajaran, perlu dilakukan e%aluasi dampak dari proses pembelajaran dengan mengetahui kee&ekti&an dan menilai hasil belajar siswa. )ntuk mengetahui gambaran umum perlu menge%aluasi keseluruhan proses belajar. Apakah tujuan belajar sudah tercapai@ Apakah metode, media dan teknologi yang dipakai sudah e&ekti& dalam mencapai tujuan pembelajaran@ Apakah siswa sudah menguasai materi sesuai dengan tujuan belajar@ =alaupun ada perbedaan antara hasil yang dicapai dengan yang harusnya tercapai, perlu memperbaiki perencanaan pada waktu yang akan datang. 5ujuan utama e%aluasi disini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, kee&ekti&an media, pendekatan, dan guru sendiri (Arsyad, !"!/:0$. g. Man.aat M$%el De a&n Pe'(ela)aran ASSURE Dalam model ini peman&aatan media dan teknologi menjadi suatu keharusan karena digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Peman&aatan media yang sejalan dengan metode dan strategi pembelajaran akan mampu membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran akan mampu melibatkan siswa secara itensi& dalam akti%itas pembelajaran. Keterlibatan mental siswa dalam akti%itas pembelajaran merupakan bagian dari pembelajaran yang sukses. Program pembelajaran guru perlu dirancang agar mampu melibatkan siswa dalam akti%itas pembelajaran. 0anyak metode dan strategi yang dapat digunakan dalam akti%itas pembelajaran, guru memerlukan kreati%itas dalam mengkombinasikan metode, media, dan strategi pembelajaran yang tepat agar dapat menciptakan akti%itas pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara akti& didalamnya dan model ASSURE ini adalah model desain pembelajaran yang bisa menjembatani hal tersebut.

D. Ha&i&at #elaja" dan Pe !elaja"an 1. Ha&i&at #elaja" Dala" kehidupan "anusia sehari<hari ha"pir tidak pernah terlepas dari kegiatan belajar( baik ketika seseorang "elakukan akti,itas sendiri( "aupun di dala" suatu kelo"pok tertentu% Dipaha"i ataupun tidak dipaha"i( sesungguhn#a sebagian besar akti,itas di dala" kehidupan sehari<hari kita "erupakan kegiatan belajar% Menurut Pribadi $&''0/:* belajar adalah kegiatan #ang dilakukan oleh seseorang agar "e"iliki ko"petensi berupa ketera"pilan dan pengetahuan #angdiperlukan( belajar juga dapat dipandang sebagai sebuah proses elaborasi dala" upa#a pencarian "akna#ang dilakukan indi,idu% Proses belajar pada dasarn#a dilakukan untuk "eningkatkan ke"a"puan atau ko"petensi personal% Menurut =ulo $&''&/&)* belajar adalah suatu proses #ang berlangsung di dala" diri seseorang #ang "engubah tingkah lakun#a( baik tingkah laku dala" berpikir( bersikap( dan berbuat% De!inisi #ang lain #ang di ungkapkan oleh Ro>i?in $&'';/ :&* bah a belajar adalah sebuah proses #ang dilakukan oleh indi,idu untuk "e"peroleh sebuah perubahan tingkah laku #ang "enetap( baik #ang dapat dia"ati "aupun #ang tidak dapat dia"ati secara langsung( #ang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengala"an dala" interaksin#a dengan lingkungan% Menurut Dar#anto $&'.'/&* belajar ialah suatu proses usaha #ang dilakukan seseorang untuk "e"peroleh suatu perubahan tingkah laku #ang baru secara keseluruhan( sebagai hasil pengala"ann#a dala" interaksi dengan lingkungan#a% Dari berbagai de!inisi para ahli di atas( dapat disi"pulkan adan#a beberapa ciri belajar( #aitu/ .* belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku $change beha,ior*( &* perubahan perilaku relati,e per"anen% Ini berarti( bah a perubahan tingkah laku #ang terjadi karena belajar untuk aktu tertentu akan tetap atau tidak berubah<ubah( )* perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat dia"ati pada saat proses belajar sedang berlangsung( perubahan perilaku tersebut bersi!at potensial( 5* perubahan tingkah laku "erupakan hasil latihan atau pengala"an dan 9* pengala"an atau latihan itu dapat "e"beri penguatan% 2. Ha&i&at Pe !elaja"an Istilah pe"belajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan "engajar% 1elajar "engajar dan pe"belajaran terjadi bersa"a<sa"a% 1elajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan "engajar dan pe"belajaran !or"al lain% Sedangkan "engajar "eliputi segala hal #ang guru lakukan di dala" kelas% pe"belajaran dapat di"aknai sebagai suatu kegiatan #ang dilakukan oleh guru sede"ikian rupa( sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah #ang lebih baik% Darsono $&'''/&5*adapun #ang di"aksud dengan proses pe"belajaran adalah sarana dan cara bagai"ana suatu generasi belajar( atau dengan kata lain bagai"ana sarana belajar itu secara e!ekti! digunakan% Tilaar $&''&/.&@*% 8al ini tentu berbeda dengan proses belajar #ang diartikan sebagai cara bagai"ana para pe"belajar itu "e"iliki dan "engakses isi pelajaran itu sendiri ,enurut ,iarso ( !"":"AA$ memaknai istilah pembelajaran sebagai akti%itas atau kegiatan yang ber&okus pada kondisi dan kepentingan pembelajar. ,enurut *agne ( !!:$ mende&inisikan pembelajaran sebagai B a set of events embeddee inpurposeful activities that facilitate leranin# C. Pembelajaran adalah serangkaian

akti%itas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk memudahkan terjadinyan proses belajar. ,enurut =ena ( !!2: $ pembelajaran berarti upaya membelajarkan siswa, dengan demikian startegi pembelajaran berarti cara dan seni untuk menggunakan semua sumber belajar dalam upaya membelajarkan siswa. Pembelajaran merupakan akti%itas dalam bentuk interaksi belajar mengajar dalam suasana yang edukati&, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan, artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan tertentu setidaknya adalah tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran yang telah di rumuskan dalam satuan pelajaran. Asumsi yang melandasi hakikat pembelajaran menurut Sudjana ( !!:: :$ yaitu: "$peristiwa belajar terjadi apabila subjek didik secara akti& berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh gurunya, $ proses belajar(mengajar yang e&ekti& memerlukan strategi dan metode4 teknologi pendidikan yang tepat, #$ program belajar mengajar di rancang dan di laksanakan sebagai suatu system, A$ proses dan produk belajar perlu memperoleh perhatian seimbang di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, :$ pembentukan kompetensi pro&essional memerlukan pengintegrasian &ungsional antara teori dan praktek serta materi dan metodologi penyampaiannya. E. Ha&i&at Media Pe !elaja"an ,odel desain pembelajaran ASSURE sangat berkaitan erat dengan pemilihan media pembelajaran berikut penjelasan tentang media pembelajaran. 1. Pen1e"tian Media Pe !elaja"an Kata media berasal dari bahasa 3atin medius yang secara har&iah berarti Btengah?, ?perantaraC atau ?pengantarC. ,edia pembelajaran pada umumnya diartikan secara sempit terutama hanya memperhatikan dua unsur yakni alat dan bahan. ,enurut *erlach D <ly ("2;"$ dalam Arsyad ( !"! /)$ mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media bagi siswa mendapatkan apa yang selayaknya didapatkandibangku sekolah yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau tingkah laku. 6amidjojo dalam Arsyad ( !"!/5$ memberi batasan media sebagai semua bentukperantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. *agne memberikan pengertian bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar $Sadiman( "229/:$. ,edia pembelajaran sangat berguna, sebagai alat atau perantara untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal bagi siswa, baik itu tentang pengetahuan, s&ill atau ketrampilan, dan sikap atau tingkah laku. .leh sebab itu, mengingat media sangat berman&aat bagi manusia atau disini lebih spesi&iknya bagi

a% b% c% d% e%

a% b% c% d%

siswa hendaknya para guru bisa meman&aatkan atau menggunakanya untuk sesuatu yang lebih baik. /. Pen11unaan Media Pe !elaja"an ,enurut Arsyad ( !"!/;$ ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive$, pengalamanpiktorial4gambar (iconic$ dan pengalarnan abstrak (symboli&$. Pengalaman langsung adalah mengerjakan, misalnya arti kata ?simpul? dipahami dengan +angsung rnembuat ?simpul?. Pada tingkatan kedua iconic, kata ?simpul?dipelajari dari gambar, lukisan, &oto atau &ilm. ,eskipun siswa belum pernah mengikat tali untuk membuat ?simpul? mereka dapat mempelajari dan memahaminya dari gambar, lukisan, &oto, atau &ilm. Selanjutnyapada tingkatan simbol, siswa membaca (atau mendengar$ kata BsimpulC dan mencobamencocokannya dengan pengalamannya membuat BsimpulC. Ketiga tingkat pengalaman ini saling berinteraksi dalam upaya memperoleh ?pengalaman?(pengetahuan, ketrampilan dan sikap$ yang baru. Salah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah DaleEs'one o& <Fperience (Kerucut Pengalaman Dale$ Dale ("292$ dalam ,olenda ( !!:: " $.diharapkan media digunakan dengan positi& dan tidak menyimpang dari koridor atau sesuatu yang sudah jadi acuan, dengan demikian kegiatan belajar mengajar lebih bermutu. :. Jenis Media Pe !elaja"an Salah satu ciri dari media pembelajaran yaitu bahwa media mengandung dan membawa pesan atau in&ormasi kepada penerima yaitu siswa. ,edia pembelajaran disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat akti& dalam proses belajar mengajar. ,edia mengikuti taksonomi 3ehsin, dan kawan(kawan ("22 $ dalam Arsyad ( !"!/@.<0;$ dibagi menjadi : ,edia berbasis manusia yaitu guru, instruktur, tutor, kegiatan kelompok dan lain( lain7 ,edia berbasis cetakan (buku penuntun, buku kerja4latihan dan lembaran lepas$7 ,edia berbasis %isual (buku, chart. gra&ik, peta, &igur4gambar. transparansi, &ilm bingkai atau .slide$7 ,edia berbasis audio ( %isual (%ideo, tape, slide bersama tape, tele%isi$, media berbasiskomputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan %ideo interakti& $. ,olenda ( !!:/@$ membagi media menjadi 9 tipe yaitu : ,edia berbasis teks. 5eks ditampilkan dalam beberapa &ormat yaitu poster, teks di papan tulis, teks di layar komputer dll7 ,edia berbasis audio (media pembelajaran yang dapat didengar$ baik secara langsung maupun rekaman, yaitu suara orang, musik, suara mesinmesin dll7 ,edia berbasis %isual yaitu poster, gambar di papan tulis,gambar atau gra&ik di buku, &oto, kartun dll7 ,edia gerak l motion media (media yang menunjukkan gerakan ( gerakan$ sebagai contoh %ideo(tape, animasi dll7

e% !%

a%

b% c% d% e% !% g%

,edia yang berbasis pada model real (manipulati%e object$ yang dapat disentuh dan dipegang siswa7 ,edia berbasis manusia yaitu guru, istruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok dll. 3. K"ite"ia Pe ili/an Media Pemilihan cara atau tehnik penyajian dalam suatu pembelajaran laGimnya berdasarkan pada pengajar dan pembelajar, tujuan pembelajaran, situasi, &asilitas, dan kemampuann pro&essional pengajar. Selanjutnya Arsyad ( !"! /;9<;:$ mengatakan bahwa ada enam kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, yaitu: Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. ,edia dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu pada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kogniti&, a&ekti& dan psikimotor. 5epat untuk mendukung isi pelajaran yang si&atnya &akta, konsep, prinsip atau generalisasi. Praktis, luwes, dan bertahan. >ika tersedia waktu, dana atau sumber daya lainnya untukmemproduksi tidak perlu dipaksakan. *uru terampil menggunakannya. Pengelompokkan sasaran. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil dan perorangan. ,utu teknis. Pengembangan %isual baik gambar maupun &otogra& harus memenuhi persayaratan teknis tertentu. F. Ha&i&at Il u Pen1eta/uan Sosial 8IPS9 1. Pen1e"tian Il u Pen1eta/uan Sosial 8IPS9 +lmu pengetahuan sosial biasa disingkat +PS, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku interaksi manusia dimasa kini dan masa lalu. +PS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat (=ikipedia$ . >adi +PS adalah seperangkat peristiwa, &akta, konsep, dan generalisasi yang bekaitan dengan isu sosial serta perilaku dan interaksi dalam masyarakat luas. +stilah ilmu pengetahuan sosial (+PS $ di indonesia mulai dikenak sejak tahun "2;!(an secara &ormal mulai digunakan dalam sistem, pendidikan nasional dalam kurikulum "2;:. Dalam dokumen kurikulum tersebut +PS merupakan salah satu nama mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. ,ata pelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ merupakan nama mata pelajaran integrasi dari mata pelajarn sejarah, geogra&i, ekonomi serta mata pelajarn ilmu sosial lainnya. +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ merupakan salah satu mata pelajaran yang terdapat di Sekolah ,enengah Pertama (S,P$. ,ata pelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ di S,P dikenal dengan sebutan +PS terpadu yang merupakan gabungan dari sosiologi, geogra&i, sejarah dan ekonomi. Karakteristik mata pelajaran +PS

terpadu merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, &akta, konsep dan generalisasi berkaitan dengan isu sosial. ,ata pelajaran +PS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis (0adan Standar 1asional Pendidikan, !!9:#$ ,enurut Soemantri pendidikan +PS adalah seleksi dari disiplin ilmu - ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan dalam (Sapriya, !!2:""$. ,enurut 1asution, memberikan de&inisi +PS adalah suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pokoknya mempersoalkan manusia dalam lingkungan &isik,alam maupun lingkungan sosialnya dan bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial seperti geogra&i, sejarah, ekonomi, antropologi, sosiologi, politik dan psikologi. Dari beberapa pengertian +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan +PS adalah integrasi dari berbagai cabang ilmu - ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geogra&i, ekonomi, politik, hukum dan budaya. +PS dirumuskan atas dasar realitas dan &enomena sosial serta cabang - cabang ilmu sosial lainnya dan juga menekankan pada hubungan antara manusia dengan masyarakat, hubungan manusia antara manusia didalam masyarakat. >adi dapat dilihat dari kesimpulan diatas bahwa +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ memiliki ruang lingkup seperti : manusia, tempat, lingkungan, waktu, keberlanjutan, perubahan, perilaku ekonomi dan kesejahteraan, sistem sosial dan budaya. 2. Ka"a&te"isti& Mata Pelaja"an Il u Pen1eta/uan Sosial Ada .' konsep social studies dari National Council For T e Social Studies $4ASS*( #aitu / (1) Culture; (2) time continuity and change; ( ) people! place" and en#ironment; ($) indi#idual de#elopment and identity; (%) indi#idual"! group and in"titution"; ((&) po'er authority and go#ernment; (() production! di"tri)ution and con"umption; (*) "cience! technology and "ociety; (+) glo)al connection"; (1,) ci#ic ideal" and practice. $dala" Trianto(&'.'/.;)*% Karakteristik mata pelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ untuk S,P4,5s antara lain sebagai berikut : .% Il"u pengetahuan sosial "erupakan gabungan dari unsur + unsur geogra!i( sejarah( ekono"i( huku" dan politik( ke arganegaraan( sosiologi( bahkan juga bidang hu"aniora( pendidikan dan aga"a% Menurut 4u"an Soe"antri $ dala" 1adan Standar 4asional Pendidikan(&'':/5*% &% Standar -o"petensi dan -o"petensi Dasar IPS berasal dari struktur keil"uan geogra!i( sejarah( ekono"i( dan sosiologi #ang dike"as sede"ikian rupa sehingga "enjadi pokok bahasan atau topik $te"a* tertentu% )% Standar -o"petensi dan -o"petensi Dasar IPS juga "en#angkut berbagai "asalah sosial #ang diru"uskan dengan pendekatan interdisipliner dan "ultidisipliner%

5%

Standar -o"petensi dan -o"petensi Dasar dapat "en#angkut peristi a dan perubahan kehidupan "as#arakat dengan prinsip sebab akibat( ke ila#ahan( adaptasi dan pengelolaan lingkungan( struktur( proses dan "asalah sosial serta upa#a + upa#a perjuangan hidup agar sur,i,e seperti pe"enuhan kebutuhan( kekuasaan( keadilan dan ja"inan kea"anan( "enurut Daldjoeni $dala" 1adan Standar 4asinal Pendidikan( &'':/5* 9% Standar -o"petensi dan -o"petensi Dasar IPS "enggunakan tiga di"ensi dala" "engkaji dan "e"aha"i !eno"ena sosial serta kehidupan "anusia secara keseluruhan% .. Tujuan Pe !elaja"an Il u Pen1eta/uan Sosial 5ujuan utama +lmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positi& terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari - hari yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. 5ujuan tersebut dapat dicapai manakala program - program pelajaran +PS di sekolah diorganisasikan secara baik. Dari rumusan tujuan tersebut menurut Awan ,utakin (dalam, 5rianto, !"!:";9(";;$ dapat dirinci sebagai berikut : Me"iliki kesadaran dan kepedulian terhadap "as#arakat atau lingkungann#a "elalui pe"aha"an terhadap nilai + nilai sejarah dan kebuda#aan "as#arakat% Mengetahui dan "e"aha"i konsep dasar dan "a"pu "rnggunakan "etode #a"g diadaptasi dari il"u + il"u sosial #ang ke"udian dapat digunakan untuk "e"ecahkan "asalah + "asalah sosial% Ma"pu "enggunakan "odel + "odel dan proses ber!ikir serta "e"buat keputusan untuk "en#elaesaikan isu dan "aslah #ang berke"bang di "as#arakat% Menaruh perhatian terhadap isu + isu dan "asalah sosial( serta "a"pu "e"buat analisis #ang kritis( selanjutn#a "a"pu "enga"bil tindakan #ang tepat% Ma"pu "enge"bangkan berbagai potensi sehingga "a"pu "e"bangun diri sendiri agar sur,i,e #ang ke"udian bertanggung ja ab "e"bangun "as#arakat% Me"oti,asi seseorang untuk bertindak berdasarkan "oral% Basilitator di dala" suatu lingkungan #ang terbuka dan tidak bersi!at "enghaki"i% Me"persiapkan sis a "enjadi arga negara #ang baik dala" kehidupann#a( -to prepare "tudent" to )e 'ell./unctioning citi0en" in a democratic "ociety1 dan "enge"bangkan ke"a"puan sis a "enggunakan penalaran dala" "enga"bil keputusan pada setiap persoalan #ang dihadapin#a% Menekan perasaan( e"osi dan derajat peneri"aan atau penolakan sis a terhadap "ateri pe"belajaran IPS #ang diberikan% Sehubungan dengan itu maka pembelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS $ harus mendapatkan perhatian dari guru, terutama program pembelajaran, desain pembelajaran, strategi dan media pembelajaran sehingga mata pelajaran +lmu Pengetahuan Sosial akan mudah dipahami oleh siswa da akhirnya tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

.% &%

)% 5% 9% :% ;% @%

0%

*. 0en%ana Pela&sanaan Pe !elaja"an 80PP9 Kon:ensional. Mul#asa $&''0/&.&*( "enge"ukakan rencana pelaksanaan pe"belajaran $RPP* adalah rencana #ang "engga"barkan prosedur "aneje"en pe"belajaran untuk "encapai saru atau lebih ko"petensi dasar #ang ditetapkan dala" silabus% RPP "erupakan ko"ponen penting dari kurikulu" tingkat satuan pendidikan $-TSP*( #ang penge"bangann#a harus dilakukan secara pro!esional% Tugas guru adalah #ang paling uta"a terkait dengan RPP berbasis -TSP ini adalah "enjabarkan silabus ke dala" RPP #ang lebih operasional dan rinci( serta siap dijadikan pedo"an atau skenario dala" pe"belajaran% Dalam pengembangan /PP, guru diberi kebebasan untuk mengubah, memodi&ikasi, dan menyesuaikan silabus dengan kondisi sekolah dan daerah serta dengan karakteristik peserta didik. 6al ini harus dipahami dan dilakukan guru terutama kalau sekolah tempatnya mengajar tidak mengembangkan silabus sendiri, tetapi menggunakan silabus yang dikembangkan oleh kemendikbud atau silabus dari sekolah lain. Dalam K5SP guru diberikan kewenangan secara leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik sekolah serta kemampuan guru itu sendiri dalam menjabarkannya menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang siap dijadikan pedoman pembentukan kompetensi peserta didik. Agar guru dapat membuat /PP yang e&ekti& dan berhasik guna, maka guru dituntut untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan hakekat, &ungsi, prinsip dan prosedur pengembangan serta cara mengukur e&ekti&itas pelaksanaannya dalam pembelajaran. ,erujuk dari penjelasan diatas maka penelitian ini mengambil aspek keleluasaan seorang guru dalam mengembangkan sebuah /PP untuk memodi&ikasinya dengan menerapkan model desain pembelajaran ASSURE didalamnya. 6al ini bertujuan menghasilkan sebuah perencanaan pembelajaran yang didesain sedemikian rupa dengan menggunakan model desain pembelajaran yang telah banyak dikembangkan saat ini dalam dunia pendidikan dengan harapan menghasilkan sebuah desain pembelajaran yang baik dan berkualitas guna menuju pembelajaran yang sukses, memoti%asi siswa dalam belajar dan mendongkrak hasil belajar siswa kearah yang lebih baik dari sebelumnya. H. 0an%an1an Pene"a,an Model Desain ASSU0E ,ada 0PP Pe !elaja"an IPS 1. Ta/a, Anal);e Lea"ne" 8Analisis Pe !elaja"9 a. 2arakteristik Umum Sebagai peneliti yang akan meneliti pada pembelajaran +PS, saya akan mengambil populasi yang terdiri dari lima kelas yaitu kelas H+++ A, H+++ 0, H+++ ', H+++ D dan H+++ < dengan total keseluruhan siswa !! siswa, kelas eksperimen kelas H+++ A dan kelas kontrol kelas H+++ D. adapun karakteristik umum siswanya seperti pada tabel berikut :

5abel. ". Karakteristik )mum siswa kelas H+++ S,P 1egeri 2 .K) Kelas Ju la/ Usia "ata 4 "ata Ke a ,uan a7al KKM IPS Sis7a<o"1 "ata 4 "ata H+++ A A! "A(": tahun ::(8! ;! H+++ 0 A! "A(": tahun ::(;! ;! H+++ ' A! "A(": tahun ::(;: ;! H+++ D A! "A(": tahun ::(8! ;! H+++ < A! "A(": tahun ::(8! ;! Dari tabel diatas, sebagian siswa telah menunjukkan data sebagai berikut : a* 8asil belajar #ang belu" "encapai kriteria ketuntasan "ini"al $--M*( se"entara #ang lainn#a hasil belajarn#a sudah diatas rata + rata $sudah "encapai --M*% b* Para sis a berasal dari keluarga kalangan sosial ekono"i "enengah keba ah dengan usia rata + rata .5<.9 tahun% c* Pada u"u"n#a sis a SMP% 4 0 Oku "e"iliki latar belakang pendidikan SD negeri dan SD s asta% d* Ma"pu belajar "andiri( u"u"n#a "e"iliki kapasitas dan kecerdasan rata + rata atau sedang% e* Sis a SMP%4 0 O-U lebih ter"oti,asi dala" belajar apabila kondisi kelas #a"h ko"petiti!% b. S*esi3ikasi 2emam*uan Awal42e!aka*an Umum Pelajaran IPS adalah pelajaran #ang telah "ereka teri"a dari sekolah dasar $SD*% Pada u"u"n#a "ereka telah "e"pun#ai pengetahuan a al tentang "ateri pe"belajaran IPS ini. )ntuk mengetahui kemampuan awal mereka sebelum pelajaran dilanjutkan, pada pertemuan pertama biasanya diadakan entri tes. Dari hasil tes dapat dijadikan acuan tentang hal(hal apa yang perlu dan tidak perlu lagi disampaikan kepada siswa yaitu dengan mengadakan re&leksi terhadap siswa sehingga dapat mengetahui kemampuan kogniti&si pebelajar. ,aka dengan ini tentu saja pembelajaran dapat dilanjutkan dengan menerangkan materi(materi lanjutan dari pengetahuan awal yang mereka punyai% !. 5aya 6elajar Kelas yang saya teliti tergolong kelas besar dengan siswa berkisar lebih kurang 5' orang, tentulah mempunyai gaya belajar yag beragam. Ada siswa yang suka gaya belajar %isual, audio dan gaya belajar kinestika. .leh sebab itu %ariasi dan kreati&itas guru dalam pembelajaran sangat diperlukan. Saya menemukan saya belajar yang yang diperlihatkan siswa yaitu *aya belajar %isual ( +isual ,earner$ menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti(bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. *aya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. :. Ta!a# Men2atakan Stan%ar %an T")"an

Langkah selanjutn#a adalah "en#atakan standard dan tujuan belajar se spesi!ik "ungkin% Adalah penting untuk "e"ulai dengan kurikulu" dan teknologi% Tujuan<tujuan #ang din#atakan dengan baik akan "e"perjelas tujuan( perilaku #ang harus dita"pilkan( kondisi #ang perilaku atau kinerja akan dia"ati( dan tingkat #ang pengetahuan atau ke"a"puan baru harus dikuasai sis a% Untuk buku ini( kondisi tersebut akan "eliputi pengguanaan teknologi dan "edia untuk "enilai pencapaian dari standar dan tujuan belajar% a. Stan&ar Pembelajaran .PS )ntuk pembelajaran +PS kelas H+++ menggunakan standar kurikulumsebagai berikut : K"r&k"l"'! Menggunakan kurikulu" tingkat satuan pendidikan $-TSP* #ang "engacu pada 1adan Standar 4asional Pendidikan $14SP*% Te&nolo1i 7 Standar teknologi pendidikan nasional yang berbasis komputer, yaitu menggunakan media berbasis komputer dala" penggunaannya untuk meningkatkan moti%asibelajar, akti%itas belajar dan hasil belajar. b. Tujuan ,ateri yang diberikan adalah materi tentang pasar dan jenis - jenis pasar. Dalam pembelajaran +PS dengan model desain pembelajaran ASS)/< ini dirumuskan tiga tujuan pembelajaran antara lain : ,enjelaskan pengertian, &ungsi, dan peranan pasar bagi masyarakat ,engidenti&ikasikan syarat(syarat terjadinya pasar ,engklasi&ikasi macam(macam pasar beserta contohnya masing(masing :. Me ili/ St"ate1i- Te&nolo1i- Media- dan Mate"i a. Memili$ strategi Dalam pembelajaran ini strategi yang dipilih adalah strategi diskusi, di mana dengan diskusi mereka dapat mengungkapkan semua ide secara akti& tentang apa yang mungkin dihadapi dalam era globalisasi. Di sini guru biasanya mengajukan pertanyaan kepada siswa, dalam hal ini siswa tertantang untuk mengasah pengetahuan mereka. Strategi belajar kelompok biasa dilakukan, dengan strategi siswa dapat bertukar pikiran dengan teman sebaya dan juga dengan strategi ini dapat mengasah kemampuan sosial siswa. ". Memili$ Tekn%l%gi &an Me&ia Setelah melihat kondisi di lapangan serta kelebihan dan kekurangan dari media, maka dipilih media pembelajaran berbasis komputer sebagai penyampai materi pembelajaran. 6al ini juga disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yaitu memaksimalkan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi dan bisa mereka terapkan nantinya dalam praktek memilih media. Dalam memilih teknologi dan media yaitu media pembelajaran berbasis komputer menggunakan panduan( panduan untuk menilai kesesuaian pemilihan teknologi dan media: Penyelarasan dengan standar, hasil, dan tujuan% Peranti lunak menyedikan alat(alat yang diperlukan bagi siswa untuk memenuhi tujuan belajar.

0ahasa yang sesuai umur kelas siswa kelas H+++ S,P. 1egeri 2 .K) 5ingkat ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam media itu sendiri. Kualitas teknis dan aplikasinya. Panduan dan arahan pengguna. Dalam hal ini, metode pengajaran yang digunakan sebaiknya lebih banyak menitikberatkan pada peraga4media, Ajak mereka ke objek(objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut atau dengan "engajak "ereka berkunjung ke pasar + pasar tradisional( "e"buak internet untuk "encari contok ,ereka mudah mengingat jika menggunakan gambar(gambar dan lebih cepat belajar dengan menggunakan diagram, buku pelajaran bergambar serta %ideo. c. Memili$ Materi atau Meran!ang 6a$an Ajar Dalam merancang bahan ajar diperlukan kreati&itas guru sehingga materi tersebut sesuai dengan tujuan dan karakteristik siswa. Dalam hal ini saya merancang bahan ajar dengan mengumpulkan materi dari berbagai sumber (buku teks, +nternet, dan lain(lain$. ,ateri untuk mata pelajaran ini meliputi lembar tugas siswa yang dibuat guru yang menjelaskan rincian materi yang spesi&ik, latihan soal(soal dan tugas, dan membuat rangkuman dan re&leksi di akhir pembelajaran. 3. Men11una&an Te&nolo1i- Mate"i dan Mate"ial Ada lima langkah yang dilakukan dalam meman&aatkan media pembelajaran yaitu: a. Tinjaula$ me&ia &an ba$an ajar ,edia pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu metode dalam memodi&ikasi bahan ajar dengan menggunakan gambar, %ideo dan warna yang menarik sehingga siswa menjadi tertarik untuk belajar. ". Sia*kan Me&ia 6a$an Ajar Setelah media yang akan digunakan dipilih, tugas selanjutnya adalah merancang atau mempersiapkan media tersebut. 0erikut ini tahapan dalam perancangan media so&tware presentasi Ta$a* Peren!anaan atau Persia*an Setelah ditentukan bahwa yang akan dipresentasikan mengenai materi pelajaran BPasar dan 7enis + 7enis Pasar C maka selanjutnya mempersiapkan bahan pendukung seperti : gambar, animasi( ,ideo ataupun lainnya. Ta$a* *elaksanaan ,embuka aplikasi ,icroso&t Powerpoint pada komputer. ,emilih template atau background dalam pembuatan slide. ,ulai menulis materi, namun perlu diingat bahwa slide yang dibuat harus runtut. ,emilih background dan warna tulisan yang tepat, sehingga dalam penyampaian slide yang ditampilkan terlihat jelas. ,enggunakan e&ek animasi yang serasi dan indah sehingga pembelajaran menarik%,engecek ulang apakah ada kesalahan ketik atau pemberian animasi yang tidak sesuai% Ta$a* ak$ir

Setelah membuat slide presentasi maka hasil akhirnya dapat dilihat dengan menggunakan slide show yang merupakan hasil keseluruhan presentasi. Dalam pembelajaran di kelas nantinya akan diproyeksikan ke layar dengan menggunakan 3'D Proyektor. c. Sia*kan Lingkungan 6elajar ,enyiapkan lingkungan belajar merupakan hal yang penting dilakukan, karena secanggih apapun media yang digunakan namun jika lingkungan tidak mendukung maka tetap saja media tersebut tidak e&ekti& digunakan. ,enggunakan so&tware Presentasi berarti lingkungan yang dipersiapkan adalah ketersediaan listrik, pencahayan ruangan, kebersihan layar proyektor yang akan digunakan nantinya dalam memproyeksikan 3'D Proyektor. Iaktor lain seperti suara dari luar ruangan yang akan mengganggu proses pembelajaran apalagi jika preseentasi menggnakan e&ek suara. .leh sebab itu kondisi lingkungan merupakan hal yang penting untk disiapkan. d. Mem*ersia*kan Para Pemelajar Kesiapan siswa tentulah yang sangat harus diperhatikan, karena dengan keadaan siswa yang siap maka pembelajaran dapat dilakukan dengan e&ekti& dan tujuan pembelajaran tercapai. Dalam hal ini siswa perlu diberitahu dalam pembelajaran menggunakan media media pembelajaran berbasis komputer diharapkan siswa siap dan mengatur tempat duduknya sehingga presentasi dapat terlihat jelas. Dalam pembelajaran IPS untuk menyiapkan para pebelajar meliputi: e. ,emberi salam. ,embaca ayat(ayat pendek kemudian mengingatkan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran. ,engabsen siswa di awal pembelajaran ,elihat kelengkapan alat(alat yang dibutuhkan untuk pembelajaran ,emberikan lembaran kerja siswa yang dibuat oleh guru. ,engatur tempat duduk siswa yang ber%ariasi. 6erikan *engalaman belajar Setelah semua disiapkan maka langkah terakhir adalah menyampaikan materi atau memberikan pengalaman belajar, Karena strategi yang dipilih adalah diskusi dan belajar kelompok keterlibatan akti& siswa adalah hal yang diperlukan. Men1e !an1&an Pa"tisi,asi Pese"ta Didi& Dalam mengakti&kan pebelajar dalam proses pembelajaran tentulah memerlukan desain pe"belajaran #ang e!ekti!. Pada mata pelajaran IPS ini desain pe"ebalajaran #ang digunakan adalah desain pe"ebelajaran dengan "enggunakan "odel desain ASSURE% Dalam pembelajaran IPS, para siswa secara indi%idu memperhatikan pembelajaran berlangsung, dan memperhatikan tayangan pembelajaran melalui media 3'D dan siswa bertanya jika ada yang kurang dimengerti % Kemudian sebagai umpan balik siswa mengerjakan tugas dalam 3KS yang dibuat guru, dan dikerjakan secara berkelompok, dan salah satu perwakilan

8.

kelompok mempresentasikan hasil diskusi tugas tersebut, sedangkan kelompok lain merespon dan menanggapi presentasi tersebut. Selanjutnya jika diskusi mengalami jalan buntu maka guru sebagai &asilitator dapat mengulang tayangan pembelajaran tersebut dan mengarahkan jalannya diskusi. Sewaktu diskusi berjalan guru mengamati jalannya diskusi dan mencatat hasil pengamatan sebagai re&leksi dan e%aluasi pembelajaran. ;. Men1e:aluasi dan Me"e:isi a. E"aluasi 6al terakhir yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah menge%aluasi serta mere%isi pembelajaran yang diadakan, baik dari ketercapaian materi dilihat dari pencapaian siswa maupun dari kee&ekti&an penggunaan media. ,engukur pencapaian siswa biasanya dilakukan dengan menggunakan tes atau ujian % Dalam menge%aluasi kee&ekti&an media dapat menggunakan diskusi atau inter%iew dengan siswa apakah mereka puas dan tersampaikan apa yang mereka harapkan dengan media ini. Dari tanggapan mereka akan dapat ditarik kesimpulan apakah media ini perlu dimodi&ikasi atau diperbaiki sehingga materi benar(benar tersampaikan. Selain itu dala" penelitian ini e,aluasi dari hasil belajar sis a juga untuk "elihat pengaruh dari penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE! juga untuk "elihat tingkat "oti,asi sis a dala" pe"belajaran ini% Sistem e%aluasi pada penelitian ini adalah akan menggunakan sistem pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kontrol dengan pembedaan perlakuan saja. Kelas eksperimen e%aluasi atau tes dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan model desain pembelajaranASSURE- sedangkan kelas kontrol e%aluasi atau tes dilakukan sebelum dan sesudah menggunakan /PP kon%ensional tanpa penerapan model desain ASSURE. 6asil tes ini akan di korelasikan dengan hasil angket moti%asi belajar. ". Re"isi )ntuk menge%aluasi keseluruhan dari pencapaian pembelajaran, strategi, teknologi dan media dapat dilihat dengan membandingkan respon siswa, pencapaian nilai hasil belajar yang diperoleh siswa dan penilaian rata(rata keseluruhan dengan pengamatan yang sudah kita lakukan selam pembelajaran berlangsung dikelas. >ika ada yang perlu diperbaiki dan dire%isi misalnya: strategi, teknologi, media, dan materi(materi e%aluasi, maka guru melakukan perbaikan dan re%isi tersebut. I. M$t&*a & Bela)ar Moti,asi berpangkal dari kata "oti! #ang dapat diartikan sebagai da#a penggerak #ang ada dala" diri seseorang untuk "elakukan akti!itas + akti!itas tertentu de"i tercapain#a suatu tujuan% 1ahkan "oti! dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern $kesiapsiagaan*% ,enurut ,c. Donald dalam Djamarah ( !!8:"A8$, motivation is a ener#y chan#e within the person characterized by affective arousal and anticipatory #oal reaction ,oti%asi adalah perubahan energi dalam diri seseorang dengan timbulnya

a.

.%

&%

)% 5%

a&ekti& dan reaksi untuk mencapai tujuan. Kemudian )no ( !!8 : #$ menjelaskan bahwa istilah moti%asi berasal dari kata moti& yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri indi%idu yang menyebabkan indi%idu tersebut bertindak atau berbuat. >adi pada intinya moti%asi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, moti%asi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya dan penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiata belajar, moti%asi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai moti%asi dalam belajar tidak mungkin melakukan akti%itas belajar. ,enurut Sardiman ( !!A:82$, moti%asi ada dua yaitu moti%asi intrinsik dan moti%asi ekstrinsik. M$t&*a & Intr&n &k >enis moti%asi ini timbul dari dalam diri indi%idu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tapi atas dasar kemauam sendiri. (. M$t&*a & Ek tr&n &k >enis moti%asi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar indi%idu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. 0agi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan bukanlah masalah bagi guru. karena didalam diri siswa tersebut ada moti%asi. Jaitu moti%asi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. /asa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. 0erbagai gangguan yang ada di sekitar, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. 3ain halnya bagi siswa yang tidak ada moti%asi di dalam dirinya, maka moti%asi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Disini tugas guru adalah membangkitkan moti%asi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan moti%asi belajar siswa, sebagai berikut : Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik% Pada per"ulaan belajar "engajar seharusn#a terlebih dahulu seorang guru "enjelaskan tujuan instruksional khusus #ang akan dicapain#a kepada sis a% Makin jelas tujuan "akin besar pula "oti,asi dala" belajar% 8adiah( berikan hadiah untuk sis a #ang beprestasi% 8al ini akan "e"acu se"angat "ereka untuk bisa belajar lebih giat lagi% Disa"ping itu( sis a #ang tidak berprestasi akan ter"oti,asi untuk bisa "engejar sis a #ang berprestasi #ang telah dicapain#a% Saingan3ko"petensi( guru berusaha "engadakan persaingan diantara sis an#a untuk "eningkatkan hasil belajarn#a( berusaha "e"perbaiki hasil belajar #ang telah dicapain#a% Pujian( sudah sepantasn#a sis a #ang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian% Tentun#a pujian #ang bersi!at "e"bangun%

9%

:% a% b% c% d%

8uku"an( diberikan kepada sis a #ang berbuat kesalahn saat proses belajar "engajar% 8uku"an ini diberikan dengan harapan agar sis a tersebut "au nerubah diri dan berusaha "e"acu "oti,asi belajarn#a% Me"bangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar% Strategin#a adalah dengan "e"berikan perhatian "aksi"al ke peserta didik dengan jalan / Me"bentuk kebiasaan belajar #ang baik Me"bantu kesulitan belajar anak didik secara indi,idual "aupun kelo"pok Menggunakan "etode #ang ber,ariasi( dan Menggunakan "edia #ang baik dan sesuai dengan tujuan pe"belajaran Sardiman ( !!A:8#$, mengemukakan bahwa dalam prosea pembelajaran moti%asi adalah sebagai daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan keseriusan dalam belajar dan berusaha menguasai materi kegiatan belajar. Selain itu moti%asi juga menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah, sehingga keberhasilan belajar yang diinginkan oleh subjek belajar dapat tercapai. Kemudian Sardiman ( !!A:8#$ mengemukakan ciri - ciri moti%asi belajar yang ada pada diri seorang siswa adalah : tekun dan serius dalam menghadapi tugas belajar, usaha terus menerus dalam menguasai pelajaran, ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, tidak mudah putus asa, keinginan untuk meraih keberhasilan kuat, menunjukkan minat yang besar terhadap macam - macam masalah belajar, tidak tergantung pada orang lain, tidak cepat bosan dengan tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat serta senang mencari dan memecahkan masalah. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model desain pembelajaran ASSURE ini dapat memoti%asi siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, karena sesuai dengan penjelasan sebelumnya hasil belajar yang sukses ditentukan dengan desain pembelajaran yang tepat. Dengan demikian moti%asi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar sehingga siswa mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. J. Hasil #elaja" Djamarah ( !! :88$ berpendapat B6asil belajar ialah hasil yang diperolaeh berupa kesan - kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri indi%idu sebagai hasil dari akti%itas dalam belajar.C 6asil belajar ini biasanya dinyatakan dalam bentuk angka4nilai. Sedangkan menurut Prayitno ("222:"9A$ hasil belajar siswa merupakan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dan merupakan sesuatu yang baru, baik dalam kawasan kogniti&, a&ekti&, maupun psikomotorik4keterampilan. 6asil yang merupakan sesuatu yang baru akan memberikan nilai tambah bagi indi%idu yang belajar. Sesudah seseorang belajar secara berhasil, maka ia memperoleh sesuatu yang menjadikan dirinya lebih maju, lebih berkembang, lebih kaya dari pada keadaan sebelum ia belajar.

,enurut Dimyati dan ,udjiono ( !! :#9$ hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak mengajar dan biasanya pada indi%idu yang belajar. 6asil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu manjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (6amalik, !!9:#!$. Iaktor - &aktor yang mempengaruhi hasil belajar (Sudjana. !!A: $ yaitu: .% Baktor Internal $dari dala" indi,idu #ang belajar*( !aktor ini lebih ditekankan pada !aktor dari dala" indi,idu #ang belajar% Adapun !aktor #ang "e"pengaruhi kegiatan tersebut adalah !aktor psikologis( anatara lain / "oti,asi( perhatian( penga"atan( tanggapan dan lain sebagain#a% &% Baktor eksternal $dari luar indi,idu #ang belajar* ( pencapaian tujuan belajar #ang kondusi!( diantaran#a "endapatkan penegtahuan ( penana"an konsep( ketera"pilan dan pe"ebantukan sikap% 6asil belajar yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari proses belajar yang dilakukan siswa. Proses belajar merupakan penunjang hasil belajar yang dicapai siswa. 6asil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dalam kogniti&, meliputi 7 pengetahuan, pemahaman, aplikasi dan e%aluasi terhadap pembelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$. Dari beberapa penegrtian hasil belajar diatas, maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan hasil belajar adalah penilalaian akhir dari penilaian akir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang - ulang serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama bahkan tidak akan hilang selamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi indi%idu yang selalu ingun mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara ber&ikir serta menghasilkan perilaku yang lebih baik. K. Ke"an1&a #e"fi&i" Sekaran dala" Sugi#ono $&''@/:'* "enge"ukakan bah a kerangka ber!ikir "erupakan "odel konseptual tentang bagai"ana teori brhubungan dengan berbagai !aktor #ang telah diidenti!ikasi sebagai "asalah #ang penting% Dari pendapat tersebut kerangka ber!ikir bertujuan untuk "e"perjelas hubungan antar ,ariabel% Dengan de"ikian penguasaan terhadap teori + teori #ang berkaitan dengan ,ariabel "utlak harus di"iliki oleh seorang peneliti% Dengan adanya kemampuan pengeuasaan tehadap teori - teori yangg berkaitan dengan %ariabel maka kerangka ber&ikir yang disusun akan menjadi jelas dan mudah dipahami. Secara alur kerangka penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: *a !a" =. Ke"an1&a #e"fi&i" MASALAH 0 -. PBM !an2a 'engg"nakan %e a&n #e'(ela)aran k$n*en &$nal /. M&n&'n2a *ar&a & #engg"naan 'e%&a

:. 3.

M$t&*a & (ela)ar ren%a! Ha &l (ela)ar IPS ren%a! G"r" K"r&k"l"' IPS SISWA Pen&ngkatan Ha &l Bela)ar & +a T&'("l Ketertar&kan M$t&*a & Bela)ar S& +a Akt&. Dala' PBM Penera#an M$%el ASSURE

Alur tersebut mengilustrasikan bahwa penelitian dikembangkan dari input dengan memperhatikan masalah yang ditemui dilapangan, seperti proses belajar mengajar yang terjadi satu arah karena hanya menggunakan metode ceramah, minimnya %ariasi penggunaan media, moti%asi belajar siswa untuk mengikuti pelajaran +PS yang rendah dan hasil belajar +PS tergolong nelum memuaskan. Kemudian pemebalajaran +PS didesain dengan menitik beratkan pada proses internal saja.

,ateri mengacu pada kurikulum mata pelajaran +PS jenjang S,P lebih khusus lagi terhadap penguasaan standar kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa. Posisi guru berperan sebagai &aktor eksternal bagi siswa yaitu sebagai &asilitator yang mengarahkan dan mempermudah dalam proses pemebalajaran. Proses internal bagi siswa maksudnya adalah perubahan yang terjadi pada diri siswa dalam pembelajaran +PS . L. Hasil Penelitian >an1 0ele:an 5idak banyak penelitian rele%an yang saya temukan dalam rencana penelitian penerapan model desain pembelajaran ASS)/< ini, berikut ada dua penelitian yang saya cantumkan dalam menunjang rencana penelitian ini : Cuni Prasetio ati% &'..% 2eningkatan 2re"ta"i 3ela4ar Si"'a pada 5ata 2ela4aran Akuntan"i dengan 5odel ASSURE 2ada Si"'a 6ela" 78 8lmu 2engetahuan So"ial $ S5A 9egeri $ Surakarta :ahun A4aran 2,1,;2,11% Penelitian Tindakan -elas $PT-*( B-IP Uni,ersitas Sebelas Maret%hasil penelitian ini #aitu sebagai berikut/ Penelitian 5indakan Kelas yang dilaksanakan di kelas K+ +PS A S,A 1egeri A Surakarta ini dilakukan dalam dua siklus . Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu: ("$ perencanaan tindakan, ( $ pelaksanaan tindakan, (#$ obser%asi dan interpretasi dan (A$ analisis dan re&leksi tindakan. 0erdasarkan analisa hasil penelitian tindakan dari siklus + sampai Siklus ++, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi dalam pembelajaran akuntansi menggunakan model ASSURE pada siswa kelas K+ Sosial A S,A 1egeri A Surakarta. 6al tersebut tere&leksi dari beberapa indikator berikut ini: bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran model ASSURE denganmenggunakan metode berkelompok (kooperati&$, serta siswa sudah dapat bertanggung jawab dalam tugas kelompok. Siswa benar(benar terlihat semangat dalam kegiatan pembelajar dengan digunakannyamedia pembelajaran serta lebih mudah memahami materi yang ditampilkan dalam bentukpower point. Siswa juga terlihat mahir dalam mengoprasikan media dilihat pada saat presentasi dilakukan dengan menggunakan media serta pengumpulan hasih kelompokdalam bentuk printout. Siswa menyadari bahwa kerjasama dalam kelompok penting untuk menyelesaikan suatu tugas bersama. Dengan kerjasama dalam kelompok mereka dapat memberikan pengalaman, menemukan dan menjelaskan segala hal yang mereka pikirkan dan membuka diri terhadap yang dipikirkan oleh teman mereka. 6al ini menyebabkan interaksi antarsiswa dalam kelompok kooperati& meningkat dari ::,;"L pada siklus + menjadi 8A, 9L pada siklus ++ Siswa mampu menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan laporan keuangan dan telah mencapai batas KK, meningkat dari "9 siswa (A;,!:L$ pada siklus + menjadi #! siswa (88, #L$ pada siklus ++. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan model ASSURE dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat dari

.*

.%

&%

)%

5%

proses (keakti&an$ selama mengikuti pembelajaran dan hasil belajar siswa yang meningkat. .leh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru sebagai salah satu alternati& untuk diterapkan oleh guru, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Dari hasil pelaksanaan tindakan dari siklus + dan siklus ++ dapat dideskripsikan bahwa terdapatnya kekurangan dan kelemahan yang terjadi selama prosespembelajaran akuntansi. Kelemahan tersebut antara lain kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam diskusi dan berkomunikasi baik dalam kelompok maupun dengan guru belum maksimal,terbatasnya waktu dalam mempersiapkan media, serta belum maksimalnya kemampuan guru dalam mengelola kelas. Dari pelaksanaan tindakan yang kemudian dilakukan re&leksi terhadap proses pembelajaran, dapat dideskripsikan terdapatnya peningkatan prestasi belajaran akuntansi. /6 E?,e"ien%es f"o t/e P"o%ess of Desi1nin1 Lessons 7it/ Inte"a%ti:e 6/ite!oa"d+ ASSU0E as a 0oad Ma, 'ontemporary <ducational 5echnology 7ournal, !"!, "(A$, #9;(#8! #9;% $5ende"ain 2ro"e" 2em)ela4aran dengan 5odel de"ain ASSURE dengan menggunakan 5edia 2apan :uli" 8nterakti/) Oleh 0 0ahar 0aran DokuG <ylul )ni%ersity, 5urkey. Penelitian ini diadakan di beberapa sekolah dasar di turki, dimana proses pembelajaran didesain dengan model ASS)/< dan menggunakan media pembelajaran papan tulis interakti&. 6asilnya menunjukkan kesuksesan pembelajaran yang ditujukkan dari A! sampel yang di pilih menunjukkan moti%asi yang tinggi dan semangat belajar yang meningkat. 6asil belajar yang diperoleh sesuai dengan kompetensi yang diinginkan. dari A! orang sampel ada : oarang siswa yang mendapat skor nilai ;:. +ni adsalah peningkatan hasil belajar yang sangat baik dibandingkan dengan sebelum penggunaan Desain pembelajaran ASS)/< yang hanya menggunakan media papan tulis biasa. M. Hi,otesis 6ipotesis merupakan suatu jawaban yang bersi&at sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data terkumpul (Arikunto, !!9:;"$. Dari pendapat itu maka hipotesis dapat pula diartikan sebagai degaan sementara yang memerlukan jawaban atau memerlukan pembuktian. Pada penelitian ini peneliti mengajukan dua hipotesis, yaitu : .% Ada pengaruh #ang signi!ikan penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE terhadap "oti,asi belajar dan hasil belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS* di SMP 4egeri 0 O-U% &% Tidak ada pengaruh #ang signi!ikan penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE terhadaP "oti,asi belajar dan hasil belajar sis a pada pe"belajaran Il"u Pengetahuan Sosial $IPS* di SMP 4egeri 0 O-U% )ntuk menguji hipotesis 6o " dan 6o digunakan rumus t tes atau uji t. apabila t hitung atau t obser%asi (to$ lebih besar dari t tabel (tt$ maka hipotesis alternati& diterima dan hipotesis nol ditolak. 0egitu pula pabila sebaliknya apabila to

lebih kecil dari tt maka hipotesis nol7 diterima dan hipotesis alternati& ditolak. Pengujian hipotesis ini menggunakan t tes atau uji t dengan derajat kebebasan (db$ M (n"Nn ( $ pada tara& signi&ikan :L (O M !,!:$. .. MET5D5L5*I PENELITIAN A. @a"ia!el Penelitian Hariabel penelitian yaitu %ariabel bebas *independent variable) dan %ariabel terikat*dependent variable).Hariabel bebas biasanya merupakan %ariabel yang dimanipulasi se%ara sistematis, sedangkan %ariabel terikat merupakan %ariabel yang diukur sebagai akibat adanya manipulasi dari %ariabel bebas (Sukardi, !!2:";2$. Pada penelitian ini ,ariabel bebas $D* ialah penerapan "odel desain pe"belajaran ASSURE. 2aribael pada penelitian ini #aitu/ ,ariabel terikat C #aitu dengan "oti,asi belajar sis a dan hasil belajar sis a #. Definisi 5,e"asional @a"i!el 8D5@9 a% M$%el ASSURE #aitu / Model desain pe"belajaran #ang bersi!at praktis dan "udah dii"ple"entasikan untuk "endesain akti,itas pe"belajaran( baik #ang bersi!at indi,idual "aupun klasikal% Model desain pe"belajaran ini "erupakan singkatan dari ko"ponen atau langkah penting penting #ang terdapat didala"n#a #aitu / Menganalisis karakteristik sis a $analy0e learner characteri"tic"*( "enetapkan tujuan pe"belajaran $"tate per/ormance o)4ecti#e"*( "e"ilih "etode( "edia( bahan pelajaran $"elect method"! media! and material" utili0e)( "enggunakan "edia dan "ateri (utili0e media and material")( "engakti!kan keterlibatan sis a (re<uire" learner paticipation)! dan e,aluasi dan re,isi (e#aluation and re#i"ion). b% M$t&*a & Bela)ar #aitu / Suatu dorongan dari dala" dan dari luar diri sis a untuk "encapai tujuan pe"belajaran setelah diterapkan "odel ASSURE dala" desain pe"belajaran #ang dipakai dala" kegiatan pe"belajaran #ang "elibatkan "ereka didala"n#a% c% Ha &l Bela)ar / 8asil belajar #ang dilihat dari nilai + nilai #ang diperoleh sis a sela"a "engikuti proses pe"belajaran setelah penerapan "odel ASSURE dala" desain pe"belajaran #ang dipakai dala" kegiatan pe"belajaran #ang "elibatkan "ereka didala"n#a( di"an nilai + nilai ini diketahui "elalui tes a al akhir% (. Pende&atan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitati&. Proses penelitian bersi&at dedukti&, dimana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. 6ipotesis selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. )ntuk mengumpulkan data digunakan instrument penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitati& dengan menggunakan statistik deskripti& atau in&erensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. ,etode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. )ntuk memperoleh in&ormasi tentang %ariabel mana yang menyebabkan sesuatu terjadi dan %ariabel yang memperoleh akibat dari terjadinya perubahan dalam suatu kondisi eksperimen.

Sukardi ( !!::";2$, mende&inisikan suatu penelitian eksperimen pada prinsipnya sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung &enomena sebab akibat (causal-effect relationship$. D. Po,ulasi dan Sa ,el Populasi dan sampel dalam penelitan ini terdiri dari kelas H+++ S,P 1egeri 2 .K) berjumlah !! siswa yangyang terdiri dari : kelas, setiap kelasnya masing masing berjumlah A! siswa. Pengambilan sampel secala .luster Random Samplin# diundi untuk mengambil kelas dari : kelas. 3alu dari kelas diambil secara acak juga untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. )ntuk lebih jelasnya, keterangan mengenai sampel penelitian dapat dilihat pada tabel " dibawah ini : Ta(el -. P$#"la & %an Sa'#el No Kelas Po,ulasi Sa ,el Kete"an1an " H+++ A A! siswa A! siswa <ksperimen H+++ 0 A! siswa # H+++ ' A! siswa A H+++ D A! siswa A! siswa Kontrol : H+++ < A! siswa Su"ber Data / Tata Usaha SMP 4 0 O-U Tahun Ajaran &'.&3&'.) E. 0an%an1an E&s,e"i en )ntuk menguji hipotesis yang diajukan, digunakan rancangan eksperimen /retest -/osttest .ontrol 0roup "esi#n sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiyono ( !!8:"" $ yang bentuk rancangannya pada tabel sebagai berikut : Ta!el 2. 0an%an1an E&s,e"i #elaja" / / Kete"an1an + / : Kelompok eksperimen dankelompok kontrol secara random ." dan .# : Kedua kelompok di obser%asi dan pretest . : Posttest kelompok eksperimen yang telah menggunakan model desain pembelajaran ASS)/< .A : Posttest kelompok kontrol yang tidak menggunakan model desain pembelajaran ASS)/< K : 5reatment (Perlakuan$ Pada rancangan ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara .luster Random Samplin#. Kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal en untu& Moti:asi #elaja" dan Hasil K

adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. 6asil pretest yang baik adalah bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signi&ikan. F. Alat dan Mate"i E&s,e"i en Pemberian treatment dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : untuk kelompok eksperimen diberikan treatment (perlakuan$ dengan menggunakan model desain pembelajaranASSURE dalam perencanaan kegiatan pembelajarannya. Sedangkan kelompok kontrol tidak dikenakan treatment model desain pembelajaran ASSURE. Kedua kelompok tersebut diberikan materi pelajaran yang sama yaitu APasa" dan Jenis $ Jenis Pasa"B. Desain pembelajaran yang digunakan ada dua desain pembelajaran kon%ensional atau /PP biasa tanpa modelASSURE didalamnya, dan desain pembelajaran atau /PP yang sudah diterapkan model ASSUREdi dalamnya. *. P"osedu" Penelitian Secara garis besar prosedur penelitian ini dilakukan dalam # tahap sebagai berikut: Ta/a, Pe"sia,an mengidenti&ikasi masalah, potensi dan peluang yang terkait dengan pembelajaran +PS di S,P 1egeri 2 .K)7 penyusunan instrument penelitian berupa soal pretest dan postest7 judgement instrument penelitian mengenai /PP dan bahan ajar pada dosen pembimbing7 melakukan uji coba instrument.

1. a$ b$ c$ d$ 1.

Ta/a, Pela&sanaan a$ pemilihan sampel sebanyak dua kelas, satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol7 b$ memberi tes awal (pretest$ pada kelompok eksperimen dan kelompok control7 c$ melakukan kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dengan menggunakan desain pembelajaran 'odel ASSURE d$ memberi tes akhir pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ta/a, A&/i" a$ Pengolahan data yang diperoleh7 b$ Penarikan kesimpulan berdasarkan pembahasan hasil penelitian7 c$ Penyusunan penulisan hasil penelitian dalam bentuk tesis.

2.

Ber&k"t a%ala! al"r #r$ e%"r #enel&t&an &n& / Masalah Penelitian Penga"bilan Sa"pel $Aluster Rando" Sa"pling* Tes A al -e"a"puan 1elajar Sis a $ Pre<Test* -egiatan 1elajar Mengajar Tes Akhir 1elajar Sis a $Post test* 8asil3 Pe"bahasan -esi"pulan3 Reko"endasi -elas -ontrol -elas Eksperi"en RPP kon,ensional RPP dengan Model ASSURE -elas -ontrol -elas Eksperi"en

*a

!a" + C Alu" P"osedu" Penelitian

H. Te&ni& Pen1u ,ulan Data 5eknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan angket dan tes. 1. An1&et Data moti%asi belajar siswa diambil dengan menggunakan suatu instrument berupa angket moti%asi belajar. Sudijono ( !!A:#!$ mengemukakan bahwa angket merupakan cara pengumpulan data berupa pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah da&tar pertanyaan atau pernyataan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Arikunto ( !!8: ;$, angket atau juga kuisioner adalah sebuah da&tar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang diukur (responden$. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang moti%asi belajar siswa sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan kepada sampel pembelajaran dengan menggunakan model desain pembelajaran ASSURE . kisi - kisi angket moti%asi belajar dapat dilihat di tabel # berikut. Ta!el .. Kisi $ &isi An1&et Moti:asi #elaja" No Indi&ato" Ite ". Adanya perhatian terhadap mata pelajaran 8 . Adanya kesadaran akan kegunaan materi pelajaran bagi8 dirinya #. Adanya rasa percaya diri 8 A. Adanya rasa puas yang disebabkan oleh belajar 8 :. Adanya keinginan untuk maju dan berprestasi 8 >umlah A! Sumber : 6armadi ( !"!::A$ 2. Tes Data hasil belajar sis a dia"bil dengan "enggunakan instru"ent berupa tes hasil belajar sis a% EebsterFs Aollegiare dala" Arikunto $&''@/)&* "engatakan / Test i" any "erie" o/ <ue"tion" or e=erci"e" or other mean" o/ mea"uring the "kill! kno'legde! intelligence! capacitie" o/ attitude" or an indi#idual or group.1 Maksudn#a adalah tes "erupakan serentetan pertan#aan atau latihan atau alat lain #ang digunakan untuk "engukur

ketera"pilan( pengetahuan( intelegensi( ke"a"puan atau bakat #ang di"iliki oleh indi,idu atau kelo"pok% Tes hasil belajar sis a #ang dibuat dan dike"bangkan dengan "e"pedo"ani "ateri atau isi "ata pelajaran #ang terdapat di dala" kurikulu" -TSP $-urikulu" Tingkat Satuan Pendidikan*% Ada ! butir pertanyaan yang terdapat di dalam instrumen tersebut dan setiap butir yang dijawab betul diberi skor ", dan yang salah diberi skor !. 5es yang dikembangkan untuk menjaring data hasil belajar siswa ini dibuat dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice)dengan empat option yaitu a,b,c,d. ,uhajir dalam 5hoha ( !!":;"$ mengemukakan bahwa pilihan ganda merupakan tes objekti& dimana masing(masing pertanyaan disediakan lebih dari dua kemungkinan jawaban, dan hanya satu dari pilihan - pilihan tersebut yang benar. >adi pilihan ganda dibuat dengan beberapa pilihan jawaban yang seolah olah semua benar, padahal hanya ada satu yang paling benar (Sardiman, Sudjarwo, /adikun, "289: :"$. 5es hasil belajar siswa yang berupa pilihan ganda ini untuk menjaring data hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran +lmu Pengetahuan Sosial (+PS$ sebanyak enam kali pertemuan dengan materi Pasar dan >enis - >enis Pasar. Pada penelitian ini tes diberikan sesuai dengan tahapan desain pe"belajaran #ang telah dibuat dengan "enggunakan "odel desain pe"belajaran ASSURE. Di"ana tes "asuk pada tahap terakhir dari "odel desain pe"belajaran ASSURE ini( #aitu tahap e#aluate and re#ie' $E,aluasi dan Perbaikan*% Sebelum soal tes dipergunakan dalam penelitian terlebih dahulu dibuat kisi(kisi soal yang dilanjutkan dengan menyusun soal beserta alternati& kunci jawaban untuk tiap butir soal, selanjutnya soal diujicobakan untuk mengetahui %aliditas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda tiap butir soal tes yang akan digunakan dalam penelitian. Sebelum soal diujicobakan terlebih dahulu peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing. 5es ini terdiri dari tes a7al 8*retest9 dan tes a&/i" 8*%stes9. 1ilai siswa dihitung dengan rumus : <-==

I. Uji (o!a Inst"u en 1. Uji @aliditas An1&et dan Tes Uji ,aliditas dala" penelitian ini di lakukan untuk dua hal #aitu / Uji ,aliditas digunakan sebagai alat ukur guna "engetahui seberapa cer"at suatu tes "elakukan !ungsi ukurn#a dala" rangka "engetahui ting#at $aliditas instrumen tes#ang dibuat untuk "engukur hasil belajar sis a% Serta uji ini dilakukan untuk "engetahui $aliditas ang#et %enelitian #ang dibuat% Dala" hal ini angket untuk "engukur e!ekti!itas "odel desain

pe"belajaran ASSURE #ang digunakan dala" proses pe"belajaran% Instru"en #ang sudah sesuai dengan isi aspek #ang diukur( dikatakan sudah "e"iliki ,aliditas pelaksanaann#adapat dite"puh "elalui konsultasi dan atas persetujuan dosen pe"bi"bing sa"api alat ukur tersebut dianggap "e"enuhi s#arat dari segi ,aliditas% Dalam penelitian ini, uji ketepatan dilakukan dengan menggunakan metode /earson /roduct 'oment dengan rumus yang dikemukakan /iduwan ( !!9: ;$ sebagai berikut :

Keterangan: rFy 1 K J

M Koe&isien Haliditas M >umlah sa"pel M Skor tiap butir pertan#aan M Skor total

6asil dari rFy dapat di klasi&ikasikan menjadi beberapa kategori sebagai berikut7 Ta!el 3. Inte","etasi @aliditas K$e.& &en K$rela & Kr&ter&a Val&%&ta D-ED F " G 1-DD San1at Tin11i D-=D F " G DE-DD Tin11i D-2D F " G D=-DD (u&u, D-2D F " G D2-DD 0enda/ D-DD F " G D2-DD San1at "enda/ Sumber Arikunto( !!8 :;:$ 2. Uji 0elia!ilitas Realibilitas "erupakan uji tingkat ke"antapan alat ukur% Pengujiann#a akan "enunjukkan hasil #ang sa"a pada pengujian #ang berkali + kali% Aaran#a "engkorelasikan skor ite" dengan skor ite" lainn#a( ke"udian hasiln#a dibandingkan dengan nilai kritis pada tingkat signi!ikansi sebesar 9G% 7ika koe!isien korelasi lebih besar dari nilai kritisn#a( "aka alat ukur tersebut dikatakan relia)el. Instru"en dikatakan relia)el $dapat diperca#a* "enurut sugi#ono $&''@* keterandalan $reliabilitas* n#a r H '(:% ,enurut Sugiyono ( !!8:"8:$ pengujian reliabilitas dengan internal concictencydilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. )ji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini akan menggunakan rumus Spearman 1rown sebagai berikut :

Keterangan r P P : Korelasi antara skor(skor setiap belahan skor r : Koe&isien reliabilitas Adapun tolak ukur untuk menginterprestasikan derajat reliabilitas yang diperoleh sebagai berikut7 Ta!el 8. Inte","etasi 0elia!ilitas K$e.& &en K$rela & Kr&ter&a Real&(&l&ta D-ED F " G 1-DD San1at Tin11i D-=D F " G DE-DD Tin11i D-2D F " G D=-DD (u&u, D-2D F " G D2-DD 0enda/ D-DD F " G D2-DD San1at "enda/

.. Uji Kesulitan dan Da)a Pe !eda Suatu tes teruta"a hasil belajar sis a sebaikn#a di ujicoba untuk "elihat tingkat kesulitan ite" soal atau tingkat kesulitan butir soal dan da#a pe"beda% Sukardi $&''0/.)9* "engenukakan sebagai berikut / IDala" "enge,aluasi ite"( "ini"al ada dua aspek uta"a #ang perlu diperti"bangkan oleh seorang e,aluator% -edua aspek uta"a tersebut( #aitu tingkat kesulitan setiap ite" dan nilai pe"beda atau deskri"inati! ite"%J Tingkat kesulitan butir soal dilakukan dengan cara "engujcoba instru"en tes hasil belajar sis a kepada sa"pel dala" populasi dengan tujuan untuk "elihat tingkat kesulitan setiap butir soal% 8asil analisis butir soal "enunjukkan tingkat kesulitan setiap butir soal baik tergolong tinggi( sedang ataupun rendah% Apabila hasil analisis tersebut menunjukkan sebagian besar sulit maka instrumen tersebut harus dire%isi atau diperbaiki. Sedangkan daya pembeda juga dilakukan uji coba instrumen hasil belajar siswa untuk mengetahui kelayakan suatu butir soal. /umus untuk mencari tingkat kesulitan butir soal adalah sebagai berikut: &
A

'
A

&
&

'

+D M

Keterangan : +D : +ndeks Pembeda 0A : 0anyaknya Peserta tes kelompok atas yang menjawab dengan benar 00 : 0anyaknya Peserta tes kelompok bawah yang menjawab dengan benar >A : 0anyaknya peserta tes kelompok atas >0 : 0anyaknya peserta tes kelompok bawah Ta!el ;. K"ite"ia Inde&s Da)a Pe !eda ID K"ite"ia D-D G ID F D-2 Jele& D-2 G ID F D-2 (u&u, D-2 G ID F D-C #ai& D-C G ID F 1-D #ai& Se&ali Ne1atif Tida& !ai& Ha"us di !uan1 Su"ber Arikunto $&'':/ &.@* )ntuk ,encari daya pembeda digunakan rumus: Tk > Keterangan: DP M Daya Pembeda Ka M >umlah siswa kelompok atas yang menjawab benar Kb M >umlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar T K 7u"lah sis a kelo"pok atas dan kelo"pok ba ah dikali Kriteria untuk menentukan daya pembeda adalah : !,A! - ",!! M 0utir soal yang digunakan !, ! - !,#2 M 0utir soal tersebut diperbaiki atau dire%isi !,!! - !,"2 M 0utir soal tersebut harus diganti. J. Te&ni& Analisis Data 1.Uji Pe"s)a"atan Analisis 1.1 Uji No" alitas Uji nor"alitas digunakan untuk "engetahui apakah sa"pel #ang dia"bil berasal dari distribusi nor"al atau tidak% Uji nor"alitas dala" penelitian dilakukan pada kelo"pok data "oti,asi belajar kelas eksperi"en( kelo"pok data hasil belajar kelas eksperi"en( kelo"pok data kelas kontrol dan kelo"pok data hasil belajar kelas kontrol dengan bantuan uji chi kuadrat ( "enggunakan ru"us /

Riduan $&'.'/.)'* Keterangan: K Uji 4or"alitas K Brekuensi37u"lah data dari hasil obse,asi K Brekuensi37u"lah data #ang diharapkan Selanjutan#a hitung dibandingkan dengan tabel dengan derajat kebebasan $dkK7<.*( di"ana 7 adalah ban#akn#a kelas inter,al% 7ika hitung L tabel( "aka dapat din#atakan bah a data berdistribusi nor"al $Sugi#ono(&''@/;0*%

1.2 Uji Ho

o1enitas

Uji ho"ogenitas digunakan untuk "engetahui apakah suatu data atau sa"pel #ang dia"bil berasal dari ,arian #ang ho"ogen atau tidak% Uji ho"ogenitas dilakukan pada kelas eksperi"en dan kelas control terhadap "oti,asi belajar sis a dan hasil belajar sis a dengan "elakukan uji ,arians $uji B* dengan ru"us / Ihitun# : Riduan (&'.'/.;0* Di"ana / > ,arians terbesar > ,arians terkecil -riteria pengujian adalah teri"a 8o jika Bhitung L B .3&a$n<. / 4& <.* dan tolak 8o jika B "e"pun#ai harga + harga lain $Sudjana( .000/&50*% 7ika data berdistribusi nor"al dan ho"ogen( "aka pengujian hipotesis dilakukan dengan "enggunakan kaidah< kaidah statistik para"etrik% 7ika salah satu atau se"ua data #ang akan diolah tidak berdistribusi nor"al dan tidak ho"ogen( "aka pengujian hipotesis dilakukan dengan "enggunakan kaidah + kaidah statistik non para"etrik% -riteria pengujian "enggunakan SPSS .9% K. Uji Hi,otesis 1. Uji t $ test sa ,el "elated Uji ini digunakan untuk "engetahui ada atau tidakn#a perbedaaan rata + rata kela kontrol dengan kelas eksperi"en #ang tidak berhubungan sebelu" dan sesudah penggunaan

"odel desain pe"belajaran ASSURE% 7ika ada perbedaan( rata + rata "anakah #ang lebih tinggi% Data #ang digunakan berskala rasio% Dengan "enggunakan ru"us sebagai berikut / $Sugi#ono( &''@*% $Sugi#ono( &''9/..0* Dimana : K. K /ata(rata sa"pel . r K -orelasi Antara & sa"pel K M /ata(rata sa"pel & M Simpangan baku sa"pel . M >umlah anggota sa"pel . M Simpangan sa"pel & M >umlah anggota sa"pel . K 2arians Sa"pel & K 2arians Sa"pel . 2. Hi,otesis Statisti& Untuk "engetahui hipotesis pengaruh "odel desain pe"belajaran ASSURE terhadap "oti,asi dan hasil belajar adalah sebagai berikut / a. Moti:asi !elaja" &elo ,o& e&s,e"i en dan &elo ,o& &ont"ol 6o : 5idak terdapat pengaruh yang signi&ikan penerapan model desain pembelajaran ASSUREterhadap moti%asi belajar 6a : 5erdapat pengaruh yang signi&ikan penerapan model desain pembelajaran ASSUREterhadap moti%asi belajar Dengan kriteria sebagai berikut : ? 'aka Ha %&ter&'a H$ %&t$lak 7ika @ 'aka Ha %&t$lak H$ %&ter&'a

!. Hasil !elaja" &elo ,o& e&s,e"i en 6o : 5idak terdapat pengaruh yang signi&ikan penerapan model pembelajaran ASSUREterhadap hasil belajar 6a : 5erdapat pengaruh yang signi&ikan penerapan model pembelajaran ASSUREterhadap hasil belajar Dengan kriteria sebagai berikut : ? 'aka Ha %&ter&'a H$ %&t$lak 7ika @ 'aka Ha %&t$lak H$ %&ter&'a

desain desain

L. Jad7al Ke1iatan Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan selama ; bulan pada tahun pelajaran !" ( !"# dengan jadwal sebagai berikut / Ta!el A. Jad7al 0en%ana Ke1iatan Penelitian No Ke1iatan #ulan Fe! Ma" A,"il Mei J"n& Juli A1ustus " Pembuatanproposal SeminarProposal # ,enyusun +nstrumen A ,elakukan K0, denganModelASSURE : Pengumpulan data 9 Pengolahan data ; )jian 5esis 8 Perbaikan dan Pen#elesaian tesis

DAFTA0 PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. ( !!9$. /rosedur /enelitian 2 Suatu /ende&atan /ra&te&. >akarta: /ineka 'ipta Arsyad, A. ( !"!$. 'edia /embelajaran. 3a&arta2 /aja *ra&indo Persada.

0adan Standar 1asional Pendidikan (01SP$. ( !!9$. 'odel /embelajaran $/S !erpadu. >akarta: Direktorat >endral Pendidikan Dasar dan ,enengah. Darsono( MaM% $&'''*% 3ela4ar dan 2em)ela4aran. Se"arang/ I-IP Se"arang Press% Daryanto. ( !"!$ . 1elajar dan 'en#ajar. 0andung : 'H Jrama =idya. Dimyati D,udjiono. ( !!9$. 1elajar dan /embelajaran. >akarta: /ineka 'ipta Djamarah, Syai&ul. ( !!8$. /si&olo#i /embelajaran. >akarta: /ineka 'ipta =ulo( E% $&''&*% Strategi 3ela4ar 5enga4ar% 7akarta/ =rasindo% 6amalik, .emar. ( !!#$. /roses 1elajar 'en#ajar. >akarta: 0umi Aksara ((((((((((((((((((((((( !!"$. 4uri&ulum dan /embelajaran. 0andung: 0umi Aksara ,iarso,Jusu&hadi. ( !!2$. 'enyemai 1enih !e&nolo#i /endidi&an. >akarta : Kencana Prenada ,edia *roup ,olenda, 6einich, Smaldino D dkk. ( !!:$. $nstructional !echnolo#y and 'edia 5or ,earnin#.1ew >ersey: Pearson <ducation +nc. e(book Pd& diunduh Sept !"" ,ulyasa, <. ( !!2$. 4uri&ulum !in#&at Satuan /endidia&an *4!S/). 0andung : /emaja /osdakarya Prasetio ati( Cuni% $&'..*% 2eningkatan 2re"ta"i 3ela4ar Si"'a pada 5ata 2ela4aran Akuntan"i dengan 5odel ASSURE2ada Si"'a 6ela" 78 8lmu 2engetahuan So"ial $ S5A 9egeri $ Surakarta :ahun A4aran 2,1,;2,11% PT- B-IP Uni,ersitas Sebelas Maret% Pd! diunduh .. Sepete"ber &'..% Prayitno, <lida. ("282$. 'otivasi dalam 1elajar. >akarta: PPP3P5K Pribadi, A. 0enny. ( !""$. 'odel "esain Sistem /embelajaran2 ,an#&ah /entin# 'erancan# 4e#iatan /embelajaran yan# Efe&tif dan 1er&ualitas. >akarta: Dian /akyat. (((((((((((((((((((((((((((( !""$. 'odel ASSURE2 untu& 'endesain /embelajaran Su&ses.>akarta: Dian /akyat. /iduan. ( !"!$ . 'etode dan !e&ni& 'enyusun !esis. 0andung : Al&abeta. /iduwan, ( !!9$. "asar ( "asar Statisti&a. 0andung: Al&abeta. Ro>i?in( M% Nainur% $&'';*% 5oral 2endidikan di Era >lo)al; 2erge"eran 2ola 8nterka"i >uru. 5urid di Era >lo)al.Malang/ A,erroes Press% Sapriya. ( !!2$. /endidi&an $/S. 0andung: /emaja /osdakarya Sadiman, Arie& dkk. ( !"!$. 'edia /endidi&an /en#ertian, /en#emban#an dan /emanfatannya. >akarta: /aja *ra&indo. Sardi"an( AM% $.0@:*% 8nterak"i dan 5oti#a"i 3ela4ar 5enga4ar. 7akarta/ Raja =ra!indo Persada Smaldino,S.,3owther, D. D /ussel, >. ( !""$ $nstrucsional !echnolo#y 6 'edia for ,earnin# 2 !e&nolo#i /embelajaran dan 'edia Untu& 1elajar. 5erjemahan 'etakan ke(" <disi ke(2. >akarta: Kencana Prenada ,edia *rup. Sudijono, Anas. ( !!2$ . /en#antar Evaluasi /endidi&an. >akarta : /ajawali Press. Sudjana, ( !!A$. 'etode Statisti&a. >akarta: 5arsito. Sugiyono, ( !!8$. 'etode /enelitian /endidi&an 4uantitatif, 4ualitatif dan R6" . 0andung: Al&abeta

((((((((((((((( !!:$. Statisti& Untu& /enelitian. 0andung: Al&abeta. Sukardi, 6,. ( !!2$. Evaluasi /endidi&an prinsip dan 7perasionalnya. >akarta: 0umi Aksara. Supar"an( At i% $&'.&*% ?e"ain 8ntruk"ional 5odern. 7akarta/ Erlangga Tata Usaha SMP 4egeri 0 Ogan -o"ering Ulu $O-U* &'.) Tilaar( 8%A%R% $&''&* % 2endidikan. 6e)udayaan! dan 5a"yarakat 5adani 8ndone"ia; Strategi Re/orma"i 2endidikan 9a"ional. 1andung/ Re"aja Rosdakar#a% 5rianto, ( !!2$. 'endesain 'odel /embelajaran $novatif /ro#resif. >akarta: Kencana (((((((((( ( !!2$. 'odel /embelajaran !erpadu. >akarta: 0umi Aksara )ndang - )ndang Pendidikan 1asional 5ahun !!# )no, 6amGah. ( !" $. !eori 'otivasi dan /en#u&urannya. >akarta: 0umi Aksara =ena, ,ade. ( !!2$. Strate#i /embelajaran $novatif 4ontemporer. >akarta: 0umi Aksara

http://amanahtp.#ordpress.com/2011/11/2$/model-pembela%aran-assuremenciptakan-pengalaman-bela%ar/. Diakses mimggu, 16 pebruari 201! "ukul 1!.36

M5DEL PEM#ELAJA0AN ASSU0E 8 Men%i,ta&an Pen1ala an #elaja" 9


by amanahme dalam 5+K

A. De&inisi ,odel ASS)/< ASS)/< odel adala/ salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidenti&ikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta e%aluasi. ,odel assure ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih e&ekti& dan bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan ASSURE

5odel mempunyai beberapa tahapan yang dapat

1.

membantu terwujudnya pembelajaran yang e&ekti& dan bermakan bagi peserta didik. A. TAHAPAN TAHAPAN M5DEL ASSU0E 5ahapan tersebut menurut Smaldino merupakan penjabaran dari ASSURE 5odel , adalah sebagai berikut: 1. A9A@ABE

@EAR9ER 8Analisis Pe !elaja"9

5ujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga &aktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi : a9

>eneral Characteri"tic" 8Ka"a&te"isti& U u 9

Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui %ariable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan &aktor sosial ekonomi serta etnik. Semua %ariabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran. !9

Speci/ic Entry Competencie" 8 Mendia1nosis &e a ,uan a7al ,e !elaja"9

Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,careyDamp7 carey, !!"$. 6al ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

%9

@earning Style 8*a)a #elaja"9

*aya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda(beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. 5erdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. *a)a !elaja" %isual 8 *a)a !elaja" audio 8 eli/at9 yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. ela&u&an$, yaitu enden1a"&an$, yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika

pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, .. *a)a !elaja" &inesteti& 8

pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri. 2. S:A:E

S:A9?AR?S A9? C3DEC:8EES 8Menentu&an Standa"d Dan Tujuan9

5ahap selanjutnya dalam ASS)/< model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat. a9 Pentin1n)a Me"u us&an Tujuan dan Standa" dala Pe !elaja"an

Dasar dalam penilaian pembelajaran ini menujukkan pengetahuan dan kompetensi seperti apa yang nantinya akan dikuasai oleh peserta didik. Selain itu juga menjadi dasar dalam pembelajaran siswa yang lebih bermakna. Sehingga sebelumnya peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam partisipasi dan keakti&annya dalam pembelajaran. Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh =ina Sanjaya ( !!8 : " ". . #. A. !9 (" #$ berikut ini :

/umusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk menge%aluasi e&ekti&itas keberhasilan proses pembelajaran. 5ujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa 5ujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran 5ujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas(batas dan kualitas pembelajaran. Tujuan Pe !elaja"an )an1 #e"!asis A#(D

,enurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, peman&aatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam K0,. /umusan baku A#(D tadi dijabarkan sebagai berikut: A H audien%e Pebelajar atau peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci. # H !e/a:io"

Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati. ( H %onditions

Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pebelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi

ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung. D H de1"ee

Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan sebagai dibaku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam presentase benar (L$, menggunakan kata(kata seperti tepat4benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi. Ada empat kategori pembelajaran. 1. Do ain Ko1nitif

Domain kogniti&, belajar melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang dapat diklasi&ikasikan baik sebagai %erbal 4 in&ormasi %isual atau sebagai ketrampilan intelektual. 2. Do ain Afe&tif

Dalam domain a&ekti&, pembelajaran melibatkan perasaan dan nilai(nilai. .. Moto" Do seperti &isik. 2. Do ain Inte",e"sonal ain S&ill

Dalam domain ketrampilan motorik, pembelajaran melibatkan atletik, manual, dan ketrampilan

0elajar melibatkan interaksi dengan orang(orang. %9 Tujuan Pe !elaja"an dan Pe"!edaan Indi:idu

0erkaitan dengan kemampuan indi%idu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. +ndi%idu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. )ntuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah ma"tery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap indi%idu. .. SE@EC: S:RA:E>8ES!

:ECF9C@C>A! 5E?8A! A9? 5A:ER8A@S (Me ili/-

St"ate1i- Te&nolo1i- Media dan #a/an aja"$ 3angkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang e&ekti& adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar. a9. Me ili/ St"ate1i Pe !elaja"an

Pemilihan strategi pembelajarn disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan moti%asi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung A/'S model (Smaldino dari Keller,"28;$. A/'S model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun Attention 8,e"/atian9 sis7a,

Rele#ant dengan keutuhan dan tujuan, Con#ident ! desain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Sati"/action dari usaha
pembelajaran berhubungan yang belajar siswa. Strategi pembelajaran dapat terlebih dahulu menentukan metode yang tepat. 0eberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan ialah (Dewi Salma Prawiradilaga, !!;$:

1.

0elajar 0erbasis ,asalah (problem-based learning)

,etode belajar berbasis masalah melatih ketajaman pola pikir metakogniti&, yakni kemampuan stratregis dalam memecahkan masalah.

2.

0elajar Proyek (project-based learning)

0elajar proyek adalah metode yang melatih kemampuan pebelajar untuk melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Proyek yang dikembangkan dapat pekerjaan atau kegiatan sebenarnya atau berupa simulasi kegiatan. #. 0elajar Kolaborati&

,etode belajar kolaborati& ditekankan agar pebelajar mampu berlatih menjadi pimpinan dan membina koordinasi antar teman sekelasnya. !9 Me ili/ Te&nolo1i dan Media )an1 sesuai den1an #a/an Aja"

Kata ,edia berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara har&iah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. ,enurut 3esle >.0rigges dalam Sanjaya ( !!8 : !A$ menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya /ossi dan 0reidle dalam Sanjaya ( !!8 : !A$ mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, tele%isi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut *erlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal(hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. ,edia itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. 0entuk media adalah bentuk &isik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. 0entuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks$ slide ( gambar diam lewat proyektor$ %ideo (gambar bergerak dalam 5H$, dan multimedia komputer (gra&ik, teks, dan barang bergerak dalam 5H$ Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. ,emilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks(merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai. ,emilih &ormat media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino ". ". . 2. Me ili/ - Men1u!a/- dan Me"an%an1 Mate"i ,emilih ,ateri yang tersedia ,elibatkan Spesialis 5eknologi4,edia ,enyur%ei Panduan /e&erensi Sumber dan ,edia ,engubah ,ateri yang ada ,erancang ,ateri 0aru

U:8@8BE :ECF9C@C>A! 5E?8A A9? 5A:ER8A@S 8Men11una&an Te&nolo1i-

Media dan #a/an Aja"9 Sebelum meman&aatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya mengikuti langkah(langkah seperti dibawah ini,yaitu:

a$. ,engecek bahan (masih layak pakai atau tidak$ b$. ,empersiapkan bahan c$. ,empersiapkan lingkungan belajar d$. ,empersiapkan pembelajar e$. ,enyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar$

P"e:ie7

ate"i

Pendidik harus melihat dulu materi sebelum mennyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya. Sia,&an !a/an

Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media. Sia,&an lin1&un1an

Pendidik harus mengatur &asilitas yang digunakan peserta didik dengan tepat dari materi dan media sesuai dengan lingkungan sekitar. Pese"ta didi&

,emberitahukan peserta didik tentang tujuan pembelajaran. Pendidik menjelaskan bagaimana cara agar peserta didik dapat memperoleh in&ormasi dan cara menge%aluasi materinya. Me !e"i&an ,en1ala an !elaja"

,engajar dan belajar harus menjadi pengalaman. Sebagai guru kita dapat memberikan pengalaman belajar seperti : presentasi di depan kelas dengan projector, demonstrasi, latihan, atau tutorial materi.

REGU8RE @EAR9ER 2ARC82A:8C9 8Men1e !an1&an Pa"tisi,asi Pese"ta Didi&9

5ujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan menge%aluasi ketimbang sekedar memahami dan member in&ormasi kepada siswa. +ni sejalan dengan gagasan konstrukti%is bahwa belajar merupakan proses mental akti& yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik in&ormati%e untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.

1.
o o o

1. Lati/an P"n11unaan Te&nolo1i 5eknologi sebagai Perkakas 5eknologi 5eknologi sebagai Perangkat Komunikasi 5eknologi sebagi Perangkat Penelitian Q 5eknologi sebagai Perangkat Penyelesaian ,asalah dan Pengambilan Keputusan ,enggunakan Peranti 3unak Pendidikan ,enggunakan ,edia lainnya untuk 3atihan

1. 2.

2.

,an #ali&

6.

EVALUATE AND REVI E 8Men1e:aluasi dan Me"e:isi9

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu: ". . #. Penilaian 6asil 0elajar Siswa, Penilaian 6asil 0elajar Siswa yang .tentik, Penilaian 6asil 0elajar Porto&olio Penilaian 6asil 0elajar yang 5radisional 4 <lektronik. ,enilai dan ,emperbaiki Strategi, teknologi dan ,edia /e%isi Strategi, 5eknologi, dan ,edia.

Ada beberapa &ungsi dari e%aluasi antara lain : ". . #. A. :. <%aluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa. <%aluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan. <%aluasi dapat memberikan in&ormasi untuk mengembangkan program kurikulum. +n&ormasi dari hasil e%aluasi dapat digunakan siswa secara indi%idual dalam mengambil keputusan. <%aluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai <%aluasi ber&ungsi sebagai umpan kurikulum,pengambil kebijakan . M5DEL DALAM PEM#ELAJA0AN balik untuk orang tua,guru,pengembang A. MANFAAT ASSU0E

6.

,odel ASS)/< dicetuskan oleh 6einich, dkk. Sejak tahun "28!(an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. 6ingga sekarang (Dewi Salma Prawiradilaga, !!;$. Satu hal yang perlu dicermati dari model ASS)/< ini, walaupun berorientasi pada Kegiatan 0elajar ,engajar (K0,$, model ini tidak menyebutkan strategi pembelajaran secara eksplisit. Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan dan peman&aatan metode, media, bahan ajar, serta peran serta peserta didik di kelas. ,odel pembelajaran ASS)/< sangat membantu dalam merancang program dengan menggunakan berbagai jenis media. ,odel ini menggunakan beberapa langkah, yaitu Anal);e Lea"ne"s- State 5!je%ti:es- Sele%t Met/ods- Media and Mate"ials- Utili;e Media and Mate"ials- 0eIui"e Lea"ne" Pa"ti%i,ation- dan E:aluate and 0e:ise . Kesemua langkah itu ber&okus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstrukti%is belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasi& menerima in&ormasi. Secara sederhana man&aat dari model ASSURE Sederhana, relati& mudah untuk diterapkan. ". Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar. . #. Komponen K0, (Kegiatan 0elajar ,engajar$ lengkap. Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk K0,.

DAI5A/ P)S5AKA Smaldino, Sharon. 3owter, Deborah. /ussel, >ames D. !"". 5eknologi Pembelajaran dan ,edia untuk 0elajar. >akarta: Kencana Prenada ,edia *roup.