You are on page 1of 18

Abses Paru

PENDAHULUAN Abses paru merupakan suatu lesi nekrotik dalam parenkim paru yang berisi nanah (pus). Abses paru lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita dan umumnya berkisar pada umur 40-50 tahun. Kemajuan paru ilmu kedokteran Hal ini

menyebabkan

kejadian

abses

menurun.

disebabkan karena adanya perbaikan resiko terjadinya abses paru seperti teknik operasi dan anestesi yang lebih baik dan pengunaan antibiotik lebih dini. !redisposisi abses paru lainnya seperti aspirasi paru oleh berbagai sebab penyakit eso"agus in"eksi gigi dan ginggi#a yang berlanjut in"eksi saluran napas atas dan bawah yang belum teratasi. Abses paru akibat aspirasi sering terjadi pada parenkim paru kanan karena bronkus utama kanan lebih lurus dibanding bronkus utama kiri. $okasi abses paru karena aspirasi biasanya daerah subsegmental lobus atas segmen apikal lobus bawah. (%)

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru

&ambar abses !aru(')

DEFINISI Abses !aru diartikan sebagai kematian jaringan paruparu dan pembentukan rongga yang berisi sel-sel mati atau (airan akibat in"eksi bakteri.())

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru PATOFISIOLOGI *alam keadaan normal saluran napas bawah dan parenkim paru berada dalam keadaan bebas mikroorganisme (steril). +ikroorganisme dapat sampai kedaerah tersebut setelah melewati mekanisme pertahanan saluran napas atas dan bawah. +ekanisme pertahanan tersebut antara lain peran mukosiliar (mu(o(iliary (learan(e) yang dapat ber"ungsi

sebagai antimikroba peran imunitas selular dan humoral daya "agositosis sel-sel makro"ag dan sel polimor"onuklear akti#itas sur"aktan sebagai antimikroba. ,ila mikroorganisme penyebab in"eksi sampai ke parenkim paru terjadilah rongga yang berisi nanah (abses paru). Abses ini dapat menjadi multipel terutama pada keadaan umum pasien atau pasien yang mengalami penyakit menahun seperti malnutrisi sirosis hati gangguan imunologis yang

menyebabkan daya tahan tubuh menurun atau penggunaan obat sitostatik. -elain itu mikroorganisme dapat masuk ke parenkim paru se(ara hematogen melalui keadaan bakteriemia. !enyebab hematogen umunya terjadi oleh streptokokus dan klebsiella pneumoniae.(%)

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru ETIOLOGI Kebanyakan abses paru mun(ul sebagai komplikasi dari pneumonia aspirasi akibat bakteri anaerob di mulut. !enderita abses paru biasanya memiliki masalah periodontal (jaringan di sekitar gigi). -ejumlah bakteri yang berasal dari (elah gusi sampai ke saluran perna"asan bawah dan menimbulkan in"eksi. .ubuh memiliki sistem pertahanan terhadap in"eksi sema(am ini sehingga in"eksi hanya terjadi jika sistem pertahanan tubuh sedang menurun seperti yang ditemukan pada / - seseorang yang berada dalam keadaan tidak sadar atau sangat mengantuk karena pengaruh obat penenang obat bius atau penyalahgunaan alkohol - penderita penyakit sistem sara". 0ika bakteri tersebut tidak dapat dimusnahkan oleh mekanisme pertahanan tubuh maka akan terjadi

pneumonia aspirasi dan dalam waktu 1-%4 hari kemudian berkembang menjadi nekrosis (kematian jaringan) yang berakhir dengan pembentukan abses. +ekanisme pembentukan abses paru lainnya adalah bakteremia atau endokarditis katup trikuspidalis akibat emboli

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru septik pada paru-paru. !ada 234 kasus penyebabnya adalah bakteri anaerob. 5ang paling sering adalah dan

Peptostreptococcus

Bacteroides

Fusobacterium

Microaerophilic streptococcus. 6rganisme lainnya yang tidak terlalu sering menyebabkan abses paru adalah / Staphylococcus aureus Streptococcus pyogenes Streptococcus pneumoniae Klebsiella pneumoniae Haemophilus influenzae spesies Actinomyces dan Nocardia ,asil gram negati".

!enyebab non-bakteri juga bisa menyebabkan abses paru diantaranya / !arasit (Paragonimus 0amur (Aspergillus ntamoeba) !ryptococcus Histoplasma

Blastomyces !occidioides Mycobacteria.())

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru GAMBARAN KLINIS &ambaran klinis pasien abses paru ber#ariasi tergantung dari luas dan lamanya terjadi abses. 7mumnya pasien mempunyai riwayat perjalanan sekitar %-8 minggu dengan gejala seperti demam menggigil batuk produkti" dengan

sputum berbau amis warna sputum kuning kehijauan sampai ke(oklatan kadang-kadang dapat terjadi batuk darah. ,ila abses terletak dekat pleura biasanya ada rasa nyeri dada. Kadang-kadang terdapat juga penurunan na"su makan penurunan berat badan dan badan terasa lemah. -eringkali ditemukan adanya "aktor predisposisi

terjadinya abses seperti pasien epilepsi gangguan kesadaran atau setelah mengalami tindakan operasi. !emeriksaan "isik yang ditemukan seperti suhu badan meningkat sampai 40 0 9 pada paru ditemukan nyeri tekan lokal perkusi didengar bunyi redup dengan suara napas bronkial. ,ila abses luas dekat dengan dinding dada kadang-kadang terdengar suara am"orik. -uara napas bronkial terjadi karena bronkus masih tetap dalam keadaan terbuka disertai oleh adanya konsolidasi sekitar abses dan drainase abses yang baik.

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru ,ila abses paru dekat pleura dan pe(ah akan terjadi piotoraks (empiema torasis) sehingga pada pemeriksaan "isis ditemukan gerakan dada yang tertinggal pada tempat lesi "remitus #o(al menghilang perkusi redup:pekak bunyi napas menghilang mediastinum dan terdapat tanda-tanda pendorongan kearah

terutama

pendorongan

jantung

kontralateral tempat lesi. (% ) 8 4 5 ')

FAKTOR PREDISPOSISI %. Adanya sumber in"eksi dari saluran pernapasan. ;n"eksi mulut tumor laring yang terin"eksi bronkitis bronkiektasis dan kanker paru terin"eksi. ). *aya tahan saluran napas yang terganggu / paralysis laring aspirasi karena tidak sadar akalasia kanker eso"agus

gangguan ekspektorasi dan gangguan pergerakan silia. 8. 6bstruksi mekanik saluran pernapasan aspirasi bekuan darah pus bagian gigi makanan. .umor bronkus. (8) $okalisasi abses tergantung pada posisi tubuh pada waktu terjadinya aspirasi. *alam keadaan tegak aspirasi akan menuju lobus medius segmen posterior lobus in"erior. *alam keadaan berbaring menuju ke subsegmen apikal lobus superior

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru atau segmen superior lobus in"erior kadang-kadang ke paru kiri. Abses akan timbul bila organisme yang masuk ke paru bersama-sama dengan material yang terhirup yang akan

membuntu saluran pernapasan akibat timbulnya atelektasis dengan in"eksi. ,ila yang masuk basil saja maka akan timbul pneumonia.(8)

DIAGNOSIS A. Keluhan Pokok .erdapat riwayat aspirasi *emam %-8 minggu disertai menggigil ,atuk produkti" berbau busuk purulen kuning kehijauan atau hemoptisis massi". *ispnu <yeri dada +erasa lemah (malaise) ,erat badan turun. B. Tanda Pentin Hygiene mulut buruk .ampak sianosis

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru 9lubbing =ingers:toes (jari tabuh jari berbentuk pemukul tambur). >edup pada daerah abses .anda-tanda lain seperti pneumoni .akikardi .akipnu (4) !. Pe"e#ik$aan La%o#ato#iu" Da#ah !ada pemeriksaan darah peri"er didapatkan peningkatan peningkatan (dari ringan sampai moderat) leukosit disertai ? shift to the left@. 0uga disertai peningkatan $A*. Kultur darah jarang menunjukan kuman penyebab. S&utu" Hanya bila ada drainase dari rongga abses ke suatu per(abangan bronkus sehingga nanah dapat langsung

dibatukan keluar pemeriksaan gram dan pembenihan dapat menunjukan etiologi.(5 ')

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

Abses Paru

&ambar hasil !A sputum penderita abses paru

D. Pe"e#ik$aan Khu$u$ Dia no$i$ den an 'oto dada( ta"&ak )ai# 'luid le*el$+. =oto dada !A dan lateral sangat membantu untuk melihat lokasi lesi dan bentuk abses paru. !ada "ase awal abses ditemukan gambaran radiolusens dalam bayangan in"iltrat yang padat dengan batas permukaan udara dan (airan didalamnya akibat drainase abses kurang sempurna. ,iasanya besar rongga abses berkisar 4-5 (m dengan lokasi pada segmen posterior lobus kanan atas kadang-kadang pada segmen

apikal kanan bawah atau segmen apikal posterior lobus kiri. *apat ditemukan juga gambaran abses multipel. (%)

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

10

Abses Paru

"oto toraks !A dan lateral abses paru dengan air "luid le#els (')

gambar abses paru di daerah lobus in"erior pada daerah apeks (')

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

11

Abses Paru 9. B -(an

&ambar dari 9. B -(an Abses !aru(')

,ronkoskopi Aspirasi jarum transtorakal.(4 ')

DIAGNOSIS BANDING %) Karsinoma brobkogenik yang mengalami ka#itasi biasanya dinding ka#itas tebal tidak rata. *iagnosis pasti dengan pemeriksaan sitologi:patologi dahak:biopsy. )) .uberkulosis paru atau in"eksi jamur. Klinisnya hampir sama atau lebih menahun bakteriologi jelas berbeda. *ahak ,.A positi" atau ditemukan jamur.

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

12

Abses Paru 8) ,ula yang terin"eksi tampak air fluid le"el. *i sekitar bula tidak ada:hanya sedikit terjadi konsolidasi. 4) Kista paru terin"eksi. *inding tipis dan tidak ada reaksi sekitarnya. 5) Hematom paru. Ada riwayat trauma batuk hanya sedikit. ') !neumokoniosis yang mengalami ka#itas. !ekerjaan

penderita jelas didaerah berdebu pneumoconiosis disekitarnya.

dan adanya simple

1) Hiatus hernia. .idak ada gejala diparu. <yeri retrosternal dan heart burn bertambah berat pada waktu membungkuk. *iagnosis pasti dengan penggunaan barium "oto. 2) -kuester paru. $etaknya di basal kiri belakang. *iagnosis pasti dengan bronkogra"i atau aortogra"i retograd. (5)

PENATALAKSANAAN 7ntuk penyembuhan sempurna diperlukan antibiotik baik intra"ena (melalui pembuluh darah) maupun per#oral (melalui mulut). !engobatan ini dilanjutkan sampai gejalanya hilang dan rontgen dada menunjukkan bahwa abses telah sembuh. 7ntuk men(apai perbaikan seperti ini biasanya antibiotik diberikan selama 4-' minggu. !ada rongga yang berukuran besar

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

13

Abses Paru (diameter lebih dari ' (m) ,iasanya perlu dilakukan terapi jangka panjang. !erbaikan klinis yaitu penurunan suhu tubuh biasanya terjadi dalam waktu 8-4 hari setelah pemberian antibiotik. 0ika dalam waktu 1-%0 hari setelah pemberian antibiotik demam tidak juga turun berarti telah terjadi kegagalan terapi dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut untuk menentukan penyebab dari kegagalan tersebut. Hal -hal yang perlu dipertimbangkan pada penderita yang memberikan respon yang buruk terhadap pemberian antibiotik adalah penyumbatan bronkial oleh benda asing atau tumorC atau in"eksi oleh bakteri mikobakteri maupun jamur yang resisten. !ada abses paru tanpa komplikasi sangat jarang dilakukan pembedahan. ;ndikasi pembedahan biasanya adalah kegagalan terhadap terapi medis ke(urigaan adanya tumor atau kelainan bentuk paru-paru bawaan. !rosedur yang dilakukan adalah lobektomi atau pneumonektomi.. Angka kematian karena abses paru men(apai 54. Angka ini lebih tinggi jika penderita memiliki gangguan sistem kekebalan kanker paru-paru atau abses yang sangat besar. ())

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

14

Abses Paru KOMPLIKASI %. Hemoptisis ). !neumotoraks atau piopneumotoraks 8. +etastasis abses 4. Kerusakan paru yang permanen.(4)

PROGNOSIS *engan penanganan yang tepat pada umumnya abses bisa disembuhkan dengan baik. ,egitu pus sudah tere#akuasi semua dan proses radang bisa disembuhkan dinding abses akan mengkerut se(ara progresi" sehingga rongga abses akan menutup kembali dengan meninggalkan jaringan parut. (8)

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

15

Abses Paru DAFTAR RU,UKAN

%. Halim H. ,uku Ajar ;lmu !enyakit *alam Adisi Ketiga ,alai !enerbit =K7; 0akarta )00% 252-253. ). Abses !aru a#ailable at / http/::www.medi(astore.(om:med:detailDpyk.phpE idktgF)GiddtlF%45G7;*F)00'0%)3%3%1)5)0).51.1.'5 8. *anusantoso H. !engobatan ;lmu !enyakit !aru 23-3). 4. +ubin H.A. !anduan !raktis ;lmu !enyakit *alam

*iagnosis dan .erapi !enerbit ,uku Kedokteran A&9 0akarta )08-)05. 5. Amin +.H. Al -aga"" -aleh ..H.,.+. Ads. ;lmu

!enyakit !aru 7<A;> !ress -urabaya 50-58. '. -harma -. !eters -.!. .ala#era =. 9rausman >.-. >i(e ..*. +oseni"ar I. eds. $ung Abs(ess a#ailable at / http/::www.emedi(ine.(om

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

16

Abses Paru KATA PENGANTAR

!uji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah -H. atas selesainya paper yang !enulis buat sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Kepaniteraan Klinik -enior di ,agian !aru >-7 *eli -erdang $ubuk !akam dengan judul )A%$e$ Pa#u+. .erima kasih !enulis u(apkan kepada Dr. Antaruddin SpP. atas bimbingan dan arahannya sehingga !enulis bisa

menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya. !enulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan dan penyusunan paper ini terdapat banyak kekurangan karena itu !enulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dalam penyusunan dimasa mendatang.

+edan =ebruari )00'

Penuli$

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

i 17

Abses Paru DAFTAR ISI

Kata !engantar.................................................................................. i *a"tar ;si............................................................................................. ii !endahuluan...................................................................................... % *e"inisi............................................................................................... ) !ato"isiologi........................................................................................ 8 Atiologi............................................................................................... 4 &ambaran Klinis................................................................................. ' =aktor !redisposisi............................................................................. 1 *iagnosis........................................................................................... 2 *iagnosis ,anding............................................................................. %) !enatalaksanaan............................................................................... %8 Komplikasi.......................................................................................... %5 !rognosis........................................................................................... %5 *a"tar >ujukan................................................................................... %'

KKS SMF Paru RSU. Deli Serdang Lubuk Pakam Udin S. FK UNMAL

18 ii