Oleh Ikhsani Utami Dewi 111.0221.029 PEMBIMBING: DR. dr. I.G.Arinton, Sp.PD KGEH, M.Kom.

, MMR

•Cepat lelah dan badan terasa 7. dirasakan semakin memberat sejak 1 minggu yang lalu. •Ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin •Bibir dan lidah berwarna kebiruan •jari-jarinya berubah bentuk seperti alat penabuh •Pusing terutama saat bangun dari posisi tidur menjadi berdiri •Buang air kecil menjadi berkurang lemas Guratan kebiruan di pelipis dan leher . •Sakit kepala dan kaku berkurang bila aktivitas. lemas napas Jumlah kencing berkurang Ujung jari tangan dan kaki dingin serta kebiruan 12 bulan lalu Denyutan ulu hati 15 bulan lalu: •Sesak napas . 2. terjadi perlahan-lahan dan berlangsung terus menerus. 4. 23 th Dada berdebar-debar Denyutan dada kiri Kel. 6. 3. 20 bulan lalu: •Merasakan adanya denyutan di dada kiri 24 bulan lalu: •Mengeluh dada berdebar-debar. Utama: sesak Mudah lelah.Bab II Laporan Kasus Masalah 1. Nn. kelelahan dan saat stress atau emosi. 5. •Sesak napas dirasakan seperti tertindih beban berat dan berlangsung terus menerus •Sesak napas dirasakan juga saat berbaring terlentang dan berkurang bila pasien beristirahat dengan posisi setengah duduk 4 tahun lalu •Merasakan sakit kepala dan kaku pada tengkuk •Terutama saat bangun tidur. Kaki bengkak 8.

9 bulan lalu: •perut bertambah besar. •Keluhan berkurang apabila pasien tidur dengan mengganjal kedua kakinya dengan bantal. semakin lama semakin membesar seperti ada cairan di dalam perutnya. •keluhan dirasakan perlahanlahan. •Pasien tidak mengeluhkan guratan kebiruan disekitar perutnya napas disertai bunyi “ngik-ngik” dan terasa berat untuk menghembuskan napas.11 bulan lalu: •Terdapat denyutan di ulu hati •Pasien menggunakan 2-3 bantal saat tidur di rumahnya. pasien sampai membuka jendela untuk menghirup udara segar. •Pasien tidak mengeluhkan batuk yang disertai dahak berbuih dan berwarna jambon . •Bila berbaring. merasa perutnya turun ke bawah. •Pasien juga mengatakan sesak •Denyutan bertambah cepat apabila melakukan aktivitas dan berkurang saat istirahat 10 bulon lalu •Kedua kaki bengkak •Bertambah berat saat berjalan •Bila kaki tersebut ditekan maka akan timbul cekungan yang membutuhkan beberapa waktu untuk kembali. merasa perutnya melebar ke samping seperti perut kodok dan bila berdiri. •Pada malam hari pasien tiba-tiba terbangun dari tidur karena sesak yang sebelumnya didahului mimpi buruk dan rasa cemas.

• Kelopak matanya sulit dibuka dan membengkak seperti mata kodok hilang pada saat pasien bernapas . cepat kenyang walaupun makan sedikit. • Disertai rasa tidak nyaman.7 bulan lalu: • Perut kanan atas merongkol yang dirasakan semakin bertambah. Mual namun tidak disertai muntah dan nafsu makan menurun 6 bulan lalu: • Terdapat guratan kebiruan di leher kanannya yang tidak 5 bulan lalu: • Terdapat guratan berwarna kebiruan serta dirasakan tidak berdenyut di pelipis kanan dan kiri.

pusing saat bangun dari jongkok ke berdiri •Pasien tidak mengeluh nafsu makan meningkat disertai penurunan berat badan. tangan gemetar dan adanya benjolan di bagian depan leherRPK •Keluarga pasien ada yang mengeluh tengkuk kaku. tidak tahan panas. sakit kepala terutama saat stres. kelelahan dan emosi. gelisah. yaitu orangtua pasien (Ibu) dan nenek pasien •Keluarga pasien tidak ada yang mati mendadak dan lumpuh setengah anggota badan . pucat.RPD •Pasien gemar mengkonsumsi makanan yang asin •Pasien tidak mengeluhkan pandangan berkunang-kunang. keringat banyak. sering buang air besar.

Generalis KU / Kes Tekanan Darah Nadi Frekuensi nafas Suhu : sedang / CM : 140/90 mmHg : 90x/menit : 26x/menit : 36. Mulut : Bibir sianosis (+). JVP 5+4 cmH2O . Konjungtiva anemis (-/-).Pemeriksaan Fisik St.50C Keadaan Umum Kepala : Normocephal. Lidah sianosis (+) Leher : Deviasi trakea (+) ke kanan. Venektasi temporal (+) Mata : Kelopak mata edema (+/+). Sklera ikterik (-/-).

Edema -/+/+ atas di SIC II LPSD Ketinggalan dada kiri. Undulasi (+) Pinggang jantung (-) Perkusi :: Apex pulmo dextra apex pulmo Sianosis +/+ Perkusi Timpani. permukaan rata. Nyeri tekan epigastrium (-). Murmur (+) pansistolik dengan punctum maksimumdi SIC IV LSB tidak menjalar. pekak alih (+) sininstra sonor +/+ Auskultasi : Basal A2 > A1 T2 > T1 sonor. konsistensi kenyal P1 > P2 M2 > M1di SIC V LMCD Batas paru hepar Clubbing finger +/+ +/+ Reguler . Pulsasi : Cembung. derajat III COR: Inspeksi . Akral dingin +/+ +/+ Kananfremitus bawah di SIC IV 2 jari < lateral LPSD Palpasi :: Vocal sinistra dextra Auskultasi Bising usus (+) apex Normal Kiri bawah di SIC VI 2 jari lateral LMCS fremitus basal sinistra < dextra Palpasi : Vocal Supel. pulsasi epigastrium (+). venektasi abdomen (-). pekak sisi sonor. (+). Pulsasi Epigastrium (+) Ekstremitas Superior Inferior Palpasi : IC teraba di SIC VI 2 jari lateral LMCS. Ronkhi Murmur (+) di pansistolik dengan punctum maksimum basah halus basal (+/+).Status Lokalis : IC terlihat di SIC VI 2 jari lateral LMCS Pulsasi Parasternal (+). tepi tumpul. tidak ada venektasi. Ronkhi basah kasar parahiler (-/-). Experium di Abdomen gerak (+) Kanan Kiri atas di SIC (+) II LPSS perpanjang parasternal Inspeksi (+). kuat angkat Pulmo Perkusi Batas jantung : Inspeksi :: Dinding dada tidak simetris.Ireguler Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+). dipengaruhi oleh inspirasi. tidak dipengaruhi inspirasi. dada kiri lebih cembung dari kanan. derajat III. basal pulmo sinistra sonor pulmo Hati : teraba 7 jari dextra BACD. wheezing parahiler (-/-) di apex jantung menjalar ke axilla. retraksi intercostal (-).

Anamnesis: 1. Oligouria •Cor: ditemukannya cardiomegali (LVH dan RVH) 9. dan deviasi trakea ke kanan. RR 26x/menit. Guratan di pelipis kanan dan kiri serta leher kanan . Sesak nafas disertai bunyi napas “ngik-ngik” palpebra. 8. Berdebar-debar dan denyutan di dada kiri •Kepala: Venektasi temporal (+). lidah dan ekstrimitas serta ronkhi basah halus di basal paru kanan dan kiri. Kaki bengkak •Ekstrimitas: sianosis pada keempat ekstrimitas dan akral 11. Mual dan cepat kenyang 13. Denyutan ulu hati •Abdomen: asites (+). 6. sianosis pada bibir dan lidah. edema pada kedua 4. Ortopneu Pemeriksaan Fisik: 2. PND •TD 140/90 mmHg. Lemah dan cepat lelah 4 cmH20. 3. Akral dingin •Pulmo: ditemukannya pulsasi parasternal dan epigastrium 7. hepatomegali (+) 10. Sianosis bibir. Perut kanan atas terasa membesar dingin 12. peningkatan JVP 5 + 5.

Congestive Heart Failure Diagnosis etiologi : Hipertensi Diagnosis anatomi : LVH Diagnosis fungsional : NYHA III Penyakit Jantung Anemia Penyakit Jantung Tiroid .

000 – 450.20 Normal :3.9 12 U/L fL : 0.00 4.0 11.6 % : 20 27.000 : / l % : 77.7 mg/dl % : 4.1 <= 200 mg/dl .5-14.800/l Normal :6.0mg/dl fL : 110 ↓ N ↓ N ↓ ↓ ↓ N ↑ ↓ N ↓ ↑ ↓ ↑ N Normal : 12 .0 % 4.06gr/dL 0.6 gr/dl : 3260 /l : 4.800 – 10.46gr/dL : l0.22 17.98 33– 37 25-40% –gr/dl 38.6-1.40 Normal: 37%-47% .52 mg/dl Normal : 0.7 % : 4.5 34.0 103.16 gr/dl Normal : 4.40 Normal: 0 –1 -% 5.8.2-5.4 juta/l Normal : Normal: 2.70 2–4 -% 3.7 % : 251.52gr/dL 33 % : 2.20 :150.9 gr/dl mg/dl : 3.2-11.2 U/L pg : 91.000/l Normal : 15 79 2 –-99 537 %fL U/L Normal : 40 27-31 30 – 65 70% pg U/L Normal : 14.5 % 2 – 8% mg/dl fL Normal : 7.0 % 11.2 juta/ : 2.Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan Hb Kimia Klinik Leukosit Hematokrit Hitung Total protein Jenis Albumin Basofil Eritrosit Globulin Eosinofil Trombosit MCV Batang SGOT MCHSegmen SGPT MCHC Ureum Limfosit Darah RDWMonosit Kreatinin Darah MPV GDS : 11.

Terapi Farmakologi Informasikan mengenai O2 2-4 lpm kegiatan sehari-hari yang dapat dilakukan Gaya hidup: IVFD D5 % 10 tpm • Tirah baring: untuk mengurangi Inj.Terapi Terapi Non Farmakologi Edukasi mengenai keadaan penyakit dan cara memonitoring perkembangan penyakit.o • Diet rendah garam  untuk Captopril 25 mg 2x1 tab p.25 mg 1 x 1mencegah tab p.o venous return •Diet lunak  untuk Digoxin 0.o tidak memperberat retensi Na dan H2O . Furosemid 20 mg 2 x 1 amp demand •Posisi ½ duduk: mengurangi Spironolacton 25untuk mg 1 x 1 tab p.

Ad vitam Ad sanactionam Ad fungsionam : dubia ad malam : dubia ad malam : dubia ad malam .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful