PRESENTASI KASUS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) EKSASERBASI DENGAN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA (CAP

)

Disusun oleh : Akhm ! Ikhs n P" #i$ Pu$" Yuni + ni# h G%A&'(&)* G%A&'(&),

Pem-im-in. : !"/ In! h R hm 0 $i1 S2/P

S3F I43U PENYAKIT DA4A3 RSUD PROF/ DR/ 3ARGONO SOEKARD5O FAKU4TAS KEDOKTERAN DAN I43U6I43U KESE+ATAN UNI7ERSITAS 5ENDERA4 SOEDIR3AN PUR8OKERTO *&'(

4E3BAR PENGESA+AN Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi kasus ini dengan judul: PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) EKSASERBASI DENGAN CO33UNITY AC9UIRED PNEU3ONIA (CAP) Pada tanggal: Desember 2013

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Program Profesi Dokter di agian !lmu Penyakit Dalam "S#D Prof$ Dr$ Margono Soekardjo Pur%okerto

Disusun oleh : &khmad !khsan Prafita Putra *uni +anifah '(&0130)2 '(&0130),

MengetahuiPembimbing

dr$ !ndah "ahma%ati- Sp$P .!P 1/,0031,$200,0($2$001

Desember 2013 : 11)(// .y$ 1 : 01 tahun : Perempuan : menikah : !slam : !bu "umah Tangga : Tonjong : ) Desember 2013 : .dirasakan paling berat dan sering saat malam hari sampai mengganggu tidurnya$ 1eluhan ini dirasakan sangat mengganggu aktifitas pasien$ Pasien merasa batuk dan sesaknya juga akan mun4ul dan semakin berat kalau men4ium asap rokok$ Semakin hari keluhan dirasakan menjadi semakin berat karena jika batuk terus menerus pasien merasa sangat sesaksehingga semakin hari pasien juga merasa semakin sesak$ Pasien sudah men4oba mengatasi batuk berdahak dan sesaknya dengan berobat ke dokter di dekat rumahnya namun keluhan dirasakan tidak kunjung membaik$ : .BAB I 4APORAN KASUS A/ IDENTITAS PENDERITA .ama #sia 2enis kelamin Status &gama Pekerjaan &lamat Tanggal masuk Tanggal periksa .) Desember 2013 dengan keluhan utama batuk berdajak sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit$ atuk dengan dahak ber%arna putih kekuningan.o$ 3M B/ SUB5EKTIF 1$ 2$ 1eluhan #tama atuk berdahak "i%ayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke !'D "SMS pada hari "abu.

pasien juga mengeluhkan dada sering berdebar.hanya berdua karena anak9anaknya sudah bekerja ke luar kota$ Suami pasien tidak merokok$ Dahulu.dan menjadi mudah lelah dalam beberapa hari terakhir$ Pasien kemudian diba%a ke !'D "SMS karena kondisinya yang semakin buruk akibat batuk dan sesaknya$ 3$ "i%ayat Penyakit Dahulu a$ "i%ayat keluhan serupa b$ "i%ayat mondok 4$ "i%ayat 8&T d$ "i%ayat hipertensi e$ "i%ayat ken4ing manis f$ "i%ayat asma g$ "i%ayat alergi ($ "i%ayat Penyakit 1eluarga a$ b$ 4$ d$ e$ f$ )$ "i%ayat keluhan serupa "i%ayat mondok "i%ayat hipertensi "i%ayat ken4ing manis "i%ayat asma "i%ayat alergi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : 567 : 567 : 597 : 567 : disangkal : disangkal : disangkal "i%ayat Sosial :konomi a$ 3ommunity Pasien tinggal di lingkungan padat penduduk dan di pinggi jalan raya yang sering dile%ati mobil9mobil besar$ 2arak antara rumah dengan rumah yang lainnya sangat berdekatan$ b$ +ome Pasien tinggal bersama dengan suaminya.mual.keringat yang mun4ul berlebih.saat masih belum ada program kompor gas dari pemerintah.Selain batuk berdahak dan sesak.pasien memasak menggunakan kayu bakar$ .

=) : .'3S < 1) :(M.distribusimerata.) kg : 1)0 4m 3 beruban.itasnya dihabiskan di rumah menurus rumah$ d$ Personal habit Diet makanan sehari9hari baik$&khir9akhir ini pasien merasa sering haus dan sering buang air ke4il$ C/ OB5EKTIF '/ Peme"iks n Fisik a$ 1eadaan #mum b$ 1esadaran 4$ d$ T e$ =ital sign 9 Tekanan Darah : 1(0>/0 9 .4$ 844upational Pasien saat masih muda tidak bekerja.akti.tidak . : 2( : 3.simetris : %arna sebagian hitam.tidak mudah di4abut.a 47 S4lera d7 Pupil e7 :?opthalmus f7 @apang pandang : edema 59>97 ptosis 59>97 : anemis 56>67 : ikterik 59>97 : reflek 4ahaya 56>67-isokor : 59>97 : tidak ada kelainan : /.adi 9 "" 9 Suhu d$ Status 'eneralis 17 1epala a7 entuk : meso4hepal. mm+g ?>menit ?>menit o :sedang : compos mentis.sebagian b7 "ambut rontok$ 27 Mata a7 Palpebra b7 1onjungti.

afas 4uping hidung : 59>97 : 59>97 : 59>97 : 567 : 597 : 597 : de.esikuler 56>67 " 1 parahiler 56>67 .yeri tekan : keruh 59>97 : normal : nomal : 59>97 : 59>97 : 59>97 : 59>97 b7 Deformitas (7 +idung .iasi trakhea 567 ke kanan : tidak membesar.jejas 597 47 Perkusi d7 &uskultasi : suara hipersonor : SD .nyeri 597 : tidak membesar : )62 4m+28 Dis4harge ibir sianosis ibir kering @idah kotor b7 Deformitas )7 Mulut : bentuk dada simetris-ketinggalan gerak 597: vocal fremitus &pe? melemahde?tra < sinistra asal melemah de?tra < sinistra retraksi 597.7 @eher a7 Trakhea b7 1elenjar lymphoid 47 1elenjar thyroid d7 Paru a7 !nspeksi b7 Palpasi 2=P 07 Dada 8tore .g7 @ensa h7 'erak mata i7 Tekanan bola mata j7 .istagmus 37 Telinga a7 47 a7 47 a7 b7 47 .

gallops 597takikardi C7 &bdomen 9 9 9 9 !nspeksi &uskultasi Perkusi Palpasi tidak teraba /7 :kstrimitas 9 9 */ Superior !nferior : deformitas 597.konsistensi kenyal.lateral @PSD : S!3 =! 2 jari lateral permukaan halus." + Ah 2antung a7 56>67 56>67 : !3 nampak pada S!3 =! 2 @M3S : !3 teraba di S!3 =!.reguler. a$ Eoto rontgen thoraks Pemeriksaan rontgen toraks dilakukan di "S#D Prof$ dr$ Margono Soekardjo pada tanggal ) .ember 2013$ +asilnya adalah sebagai berikut: .jari tubuh 59>97.edema 59>97 : deformitas 597.murmur 597.jari tubuh 59>97.tepi tumpul: S!3 !! @PSD : S!3 !! @PSS :S!3 !=.pekak beralih 597 : hepar teraba 3 jari &3D.edema 59>97 : 4embung : bising usus 567 normal : tympani-tes pekak sisi 597.o.nyeri tekan 597D lien Peme"iks n Penun: n.2 jari lateral @M3S- !nspeksi b7 Palpasi 47 Perkusi tidak kuat angkat atas jantung kanan atas atas jantung kiri atas atas jantung kanan ba%ah atas jantung kiri ba%ah @M3S d7 &uskultasi : S1BS2.

" '/ Eoto Thorak . ((2$000 g>dl >F@ G >F@ >F@ @ + @ .G m.y$ 1 1eterangan: foro toraks postero9anterior tanpa kontras b$ Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan darah lengkap dilakukan di "S#D Prof$ dr$ Margono Soekardjo pada tanggal ) Desember 2013$ +asilnya adalah sebagai berikut: Darah Lengkap +emoglobin @eukosit +ematokrit :ritrosit Trombosit 10$C 100/0 3( ($( ?10.

nosis Klinis a$ b$ 4$ d$ e$ 0($2 2($2 3.$C 10$2 /$3 0$) 0$. 0$0 C1$/ 0$) .e +eart Eailure7 +iperglikemia &nemia .M3= M3+ M3+3 "DA MP= +itung jenis asofil :osinofil atang Segmen @imfosit Monosit Kimia Klinik S'8T S'PT 31 31M @D+ #reum darah 1reatinin darah 'DS .$/ 1C 10 2( 3( 3)( (.$/ 1$/2 2C3 1(0 )$0 /3 fl pg G G f@ G G G G G G #>@ #>@ #>@ #>@ #>@ mg>dl mg>dl mg>dl mmol>dl mmol>l >l @ + + + + + @ @ @ + @ @ @ + PP81 5Penyakit Paru 8bstruktif 1ronis7 3&P 53ommunity &4Huired Pneumonia7 3+E 53ongesti.atrium 1alium 1lorida D/ ASSESSMENT '/ Di .

*/ Di .ital Periksa 'D!>'D !! Periksa +b&14 : dubia ad bonam : dubia ad malam : dubia ad malam Monitoring Prognosis Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam .asap hasil pembakaran 5sampah.3&P.nosis B n!in.kayu bakar.dan penyakit metabolik (7 :dukasi tentang Iat9Iat kimia seperti asap rokok.entolin 6 Ele?otide 3? > hari !nj$ p$o$ b$ 3eftaIidime 2 ? 1 gr MP 3 ? .dll7.on Earmakologi 17 ed rest 27 Diet rendah garam 37 :dukasi tentang PP81. 3P3 53or Pulmonal 3hroni47 E/ PLANNING 1$ Terapi a$ Earmakologi !=ED "@ 20 tpm 6 aminofilin 1 amp>C jam .ebuliIer .dan polusi udara yang merupakan faktor resiko memperberat PP81 dan dapat men4etuskan infeksi saluran nafas$ 2$ #sulan Pemeriksaan Penunjang a$ b$ 3$ a$ b$ 4$ d$ ($ Eaal paru 5spirometri7 :lektrokardiogram 1eadaan umum dan kesadaran Tanda .2$) mg Eartolyn 3 ? 1 4th =estein 2 ? 300 mg .

ersibel atau re.angka kematian men4apai .ersibel parsial.ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya re.ariasi pada setiap indi. di &merika Serikat didapatkan 13-( juta penderita.PP81 merupakan penyebab kematian ke9) di &merika dengan angka kematian sebesar 3-./0G terjadi pada usia di atas )) tahun 5"edline S.didapatkan sebanyak 2-) juta penderita emfisema.G.disebabkan oleh proses inflamasi paru karena pajanan gas berbahaya yang dapat memberikan gambaran gangguan sistemik$ 1arakteristik hambatan aliran udara pada PP81 disebabkan oleh gabungan antara obstruktif saluran napas ke4il 5obstruktif bronkiolitis7 dan kerusakan parenkim 5emfisema7 yang ber.5 arnes.BAB II PE3BA+ASAN Penyakit Paru 8bstrutif 1ronik 5PP817 adalah penyakit paru yang dapat di4egah dan diobati..1//1 dikutip dari &min 1/.bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang bera4un>berbahaya.dan tahun 1/00 jumlah kematian oleh karena PP81 sebanyak ()$000.1/C)7$ Menurut National Health Interview Surve .20007$ .idu 5PDP!20117$ &ngka kesakitan penderita PP81 laki9laki men4apai (G.1//07$ Pada tahun 1/0.merupakan 3G dari seluruh kematian.termasuk penyebab kematian di urutan kelima 5To4kman MS$.G penderita PP81 berumur di atas (0 tahun.7$ Pada tahun 1//2 !horacic Societ of the #epublic of "hina $#%"& menemukan 1.G dan angka kesakitan %anita 2G angka kematian (G. kematian di Tai%an 5Suradi.dan 30G lebih memerlukan ra%at tinggal di rumah sakit$ !he !ecumseh "ommunit Health Stud menemukan .-.tahun 1/C..$100 kematian oleh karena PP81.umur di atas () tahun.pada tahun 1//( menemukan kasus kematian 1. ditemukan 1-) juta kasus baru.disertai efek ekstra paru yang berkontribusi terhadap derajat berat penyakit$ PP81 merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif irre.G per 100$000 populasi serta menduduki peringkat ke9.ersibel.serta urutan kelima kematian di &merika 5Muray E$2$-1/CC7$ Peneliti lain menyatakan.

30G oleh .estigasi lebih lanjut$ faktor resiko PP81 di antaranya adalah: 1$ Merokok Merokok sampai sekarang merupakan etiologi utama terjadinya PP81$ +ubungan ini pun berkaitan langsung dengan jumlah rokok yang dihisap$ Studi menunjukkan adanya perbaikan fungsi respirasi pada perokok yang berhenti merokok$ +ubungan antara penurunan fungsi paru dengan intensitas merokok ini juga berkaitan dengan peningkatan kadar pre.dan.20117$ !dentifikasi faktor resiko merupakan langkah penting dalam pen4egahann dan penatalaksanaan PP81$ Pemahaman interaksi dan hubungan antara faktor9 faktor resiko dibutuhkan agar dapat dilakukan in.polusi udara.20117$ +al yang dapat membantu penilaian faktor resiko merokok pada PP81 antara lain : a$ "i%ayat merokok.amun.alensi PP81 dikalangan %anita semakin meningkat akibat peningkatan jumlah %anita yang merokok dari tahun ke tahun 5Ma4nee.alensi PP81 seiring dengan pertambahan umur$ Pre.irus.dan pneumothora? dapat memi4u eksaserbasi akut$Terdapat bukti yang menunjukkan bah%a setidaknya C0 G dari PP81 eksaserbasi disebabkan oleh infeksi$!nfeksi tersebut (09)0G disebankan oleh bakteri.alansi merokok yang tinggi di kalangan pria menjelaskan penyebab tingginya pre.dalam satu penelitian terbaru:mboli Pulmonal sebesar C-/G menunjukkan pasien ra%at inap dengan eksaserbasi PP81 5&rtika.!nfeksi saluran pernafasan adalah penyebab paling umum dari eksaserbasi PP81$ .alensi PP81 dikalangan pria$ Sementara pre.gagal jantung.2000D PDP!.emboli pulmonal.dan )910G karena bakteri atipikal$!nfeksi bersamaan oleh lebih dari satu patogen menular tampaknya terjadi dalam 10 sampai 20G pasien$Meskipun ada data epidemiologis menunjukkan bah%a peningkatan polusi yang berkaitan dengan peningkatan ringan pada eksaserbasi PP81 dan pera%atan di rumah sakitmekanisme yang terlibat sebagian besar tidak diketahui$ :mboli pulmonal juga dapat menyebabkan eksaserbasi PP81 akut.dibagi atas : 17 Perokok aktif eberapa .infeksi nonpulmonal.

apas Meskipun dianggap faktor resiko.00 37 erat : B .hal ini semakin jarang diadaptasi karena sulit membedakannya dengan asma$ Eaktor resiko ini pertama sekali diajukan oleh 8rie pada 1/..apas a%ah erulang !nfeksi saluran pernafasan adalah faktor risiko yang berpotensi untuk perkembangan dan progresifitas PP81 pada orang de%asa$ Diper4aya bah%a infeksi salur nafas pada masa anak9anak juga berpotensi sebagai faktor predisposisi perkembangan PP81$ +al ini pertama diungkapkan oleh Elet4her dalam studi selama C tahun di !nggris pada tahun 1/0.00 2$ "i%ayat Pekerjaan Pada pekerja tambang.yang menjelaskan bah%a infeksi akut bronkopulmonar dapat menyebabkan penurunan fungsi paru dalam jangka pendek dan merupakan faktor penting dalam terjadinya eksaserbasi akut pada PP81$ jumlah rata9rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok .yaitu perkalian b$ Derajat berat merokok dengan !ndeks dalam tahun : 17 "ingan : 09200 27 Sedang : 2009.misalnya tambang batu bara.PP81 dapat terjadi disebabkan adanya inhalasi debu dari bahan tambang yang terakumulasi didalam paru dan dapat merusak jaringan paru$ "espon inflamasi terhadap bahan asing inipun mengakibatkan terjadinya PP81 5Ma4nee.1 yang menganggap bah%a adanya hiperresponsi dan eosinofilia merupakan faktor penyebab terjadinya PP81 sehingga adanya ri%ayat alergi dan asma menjadi faktor resiko PP81 5Ma4nee.27 Perokok pasif 37 ekas perokok rinkman 5! 7.20007$ 3$ +iperresponsi 2alan .20007$ ($ "i%ayat !nfeksi Saluran .

idu yang tinggal di kota daripada desa yang berhubungan dengan polusi udara yang lebih tinggi di kota$ Meskipun demikian.20117$ A/ DIAGNOSIS a$ PP81 5Penyakit Paru 8bstruktif 1ronis7 b$ 3&P 53ommunity &4Huired Pneumonia7 4$ 3+E 53ongesti.$ Polusi udara eberapa peneliti melaporkan peningkatan gejala gangguan saluran pernafasan pada indi.)$ Defisiensi &ntitripsin &lfa J 1 &lfa919antitripsin merupakan inhibitor protease yang diproduksi di hati dan bekerja menginhibisi neutrophil elastase di paru$ 2ika konsentrasi plasma alfa919antitripsin diba%ah dari 1g>liter maka resiko berkemabangnya emfisema akan meningkat drastis dan menjadi PP81$ Defisiensi a19antitripsin adalah satu9satunya faktor genetik yang berisiko untuk terjadinya PP81$ +al ini pertama sekali dikemukakan oleh @aurell dan :riksen pada 1/.33$ .) Desember 2013 dengan keluhan utama batuk berdajak sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit$ atuk dengan dahak ber%arna putih kekuningandirasakan paling berat dan sering saat malam hari sampai .2000D PDP!.hubungan polusi udara dengan terjadinya PP81 masih tidak bisa dibuktikan$ Pemaparan terus9menerus dengan asap hasil industri dikatakan menjadi faktor risiko yang signifikan terjadinya PP81 pada kaum %anita di beberapa negara 5Ma4nee.e +eart Eailure7 d$ +iperglikemia e$ &nemia B/ PENEGAKAN DIAGNOSIS / An mnesis 17 1eluhanutama : atuk berdahak sudah lama 27 "i%ayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke !'D "SMS pada hari "abu.

17 Pemeriksaan +ematologi +b: 10$C g>dl .mengganggu tidurnya$ 1eluhan ini dirasakan sangat mengganggu aktifitas pasien$ Pasien merasa batuk dan sesaknya juga akan mun4ul dan semakin berat kalau men4ium asap rokok$ Semakin hari keluhan dirasakan menjadi semakin berat karena jika batuk terus menerus pasien merasa sangat sesak.suara tambahan %heeIing terdengar karena adanya obstruksi pada saluran nafas$ Suara ronkhi ditemukan karena adanya sekret di dalam saluran nafas .mual.retraksi 597- SD .sehingga semakin hari pasien juga merasa semakin sesak$ Pasien sudah men4oba mengatasi batuk berdahak dan sesaknya dengan berobat ke dokter di dekat rumahnya namun keluhan dirasakan tidak kunjung membaik$ Selain batuk berdahak dan sesak.dan menjadi mudah lelah dalam beberapa hari terakhir$ Pasien kemudian diba%a ke !'D "SMS karena kondisinya yang semakin buruk akibat batuk dan sesaknya$ -/ Peme"iks !nspeksi jejas 597 Palpasi : vocal fremitus &pe? melemahde?tra < sinistra asal melemah de?tra < sinistra Perkusi &uskultasi : suara hipersonor : n Fisik Pulmo : bentuk dada simetris-ketinggalan gerak 597.pasien juga mengeluhkan dada sering berdebar.keringat yang mun4ul berlebih.esikuler 56>67 " 1 parahiler 56>67 " + 56>67 Ah 56>67 +asil pemeriksaan fisik dalam status lokalis pulmo./ Peme"iks n Penun: n.

dan segmen yang meningkat menunjukan infeksi disebabkan oleh bakteri$ Sehingga pada pasien ini terdapat keadaan infeksi akut bakterial 'DS: 2C3 mg>dl 'ula darah se%aktu 2C3 menunjukan status hiperglikemi dengan rentang normal 'DS adalah kurang dari 200$ #ntuk penegakan diagnosis DM diperlukan adanya gejala klasik DM: polifagi.dan penurunan berat badan$ Pada pasien ini tidak ditemukan adanya gejala klasik ini sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk diagnosis DM 27 Pemeriksaan rontgen toraks Pemeriksaan rontgen toraks dilakukan di "S#D Prof$ dr$ Margono Soekardjo pada tanggal 30 .dibuktikan dengan adanya tanda9tanda kongestif yang ditemukan pada pemeriksaan fisik$ 2ika ditemukan adanya "=+ maka dapat ditegakan diagnosis 3P3$ C/ TINDAK 4AN5UT PENANGANAN PASIEN Tatalaksana permasalahan PP81 pada pasien ini dapat dilakukan dengan farmakologis dan nonfarmakologis sesuai dengan tujuan penatalaksanaan .poliuri.askular di kedua paru meningkatmengarah pada adanya infeksi 3ardiomegali mengarah pada 3+E.polidipsi.1adar +b normal pada %anita de%asa berkisar antara 12$09 1.$0 g>dl$ 1arena kadar +b K 12$0 g>dl dan masih berada pada rentang 109C g>dl maka termasuk dalam anemia ringan$ @eukosit 10$0/0 5+7 dan segmen C1$/ 5+7 @eukositosis menunjukan adanya infeksi akut.ember 2013$ +asilnya adalah sebagai berikut: Pulmo: • • 3orakan bronko.o.

ersibelsehingga penatalaksanaan PP81 terbagi atas 517 penatalaksanaan pada keadaan stabil dan 527 penatalaksanaan pada eksaserbasi akut$ '/ E!uk si :dukasi merupakan hal penting dalam pengelolaan jangka panjang pada PP81 stabil$:dukasi pada PP81 berbeda dengan edukasi pada asma karena PP81 adalah penyakit kronik yang ire.itas optimal d7 Meningkatkan kualiti hidup :dukasi PP81 diberikan sejak ditentukan diagnosis dan berlanjut se4ara berulang pada setiap kunjungan.inti dari edukasi adalah menyesuaikan keterbatasan akti.baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya$:dukasi dapat diberikan di poliklinik.PP81$ !nfeksi 3&P yang menjadi pemi4u eksaserbasi PP81 pada pasien ini juga perlu diatasi$ Tujuan penatalaksanaan adalah untuk mengurangi gejala.ruang ra%atbahkan di unit ga%at darurat ataupun di !3# dan di rumah$Se4ara intensif .ersibel.menghindari pen4etus dan memperbaiki derajat adalah inti dari edukasi atau tujuan pengobatan dari asma$ Tujuan edukasi pada pasien PP81 : a7 Mengenal perjalanan penyakit dan pengobatan b7 Melaksanakan pengobatan yang maksimal 47 Men4apai akti.ersibel dan progresif.20117: 1$ :dukasi 2$ 8bat J obatan 3$ Terapi oksigen ($ =entilasi mekanik )$ .utrisi .men4egah eksaserbasi berulang.itas dan men4egah ke4epatan perburukan fungsi paru$ erbeda dengan asma yang masih bersifat re.memperbaiki dan men4egah penurunan faal paru dan meningkatkan kualiti hidup penderita$Penatalaksanaan se4ara umum PP81 meliputi 5PDP!.$ "ehabilitasi PP81 merupakan penyakit paru kronik progresif dan nonre.

ersibel$Pemberian edukasi berdasar derajat penyakit : "ingan 17 Penyebab dan pola penyakit PP81 yang ire.manfaat dan efek sampingnya 47 3ara pen4egahan perburukan penyakit d7 Menghindari pen4etus 5berhenti merokok7 e7 Penyesuaian akti.itas$ Penyesuaian akti.langsung ke pokok permasalahan yang ditemukan pada %aktu itu$Pemberian edukasi sebaiknya diberikan berulang dengan bahan edukasi yang tidak terlalu banyak pada setiap kali pertemuan$:dukasi merupakan hal penting dalam pengelolaan jangka panjang pada PP81 stabil.karena memerlukan %aktu yang khusus dan memerlukan alat peraga$:dukasi yang tepat diharapkan dapat mengurangi ke4emasan pasien PP81memberikan semangat hidup %alaupun dengan keterbatasan akti.ersibel 27 Men4egah penyakit menjadi berat dengan menghindari pen4etusantara lain berhenti merokok 37 Segera berobat bila timbul gejala Sedang 17 27 37 Menggunakan obat dengan tepat Mengenal dan mengatasi eksaserbasi dini Program latihan fisik dan pernapasan lingkungan sosialkultural ahan dan 4ara pemberian dan kondisi ekonomi edukasi harus disesuaikan dengan derajat berat penyakit.itas :dukasi diberikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterima.edukasi diberikan di klinik rehabilitasi atau klinik konseling.karena PP81 merupakan penyakit kronik progresif yang ire.tingkat penderita$Se4ara umum bahan edukasi yang harus diberikan adalah 5PDP!- .itas dan pola hidup merupakan salah satu 4ara untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PP81$ pendidikan20117 : a7 Pengetahuan dasar tentang PP81 b7 8bat 9 obatan.

karena keduanya mempunyai tempat kerja yang berbeda$ Disamping itu penggunaan obat kombinasi lebih sederhana dan mempermudah penderita$ */ O.tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang$ entuk injeksi subkutan atau drip untuk mengatasi eksaserbasi berat$ 47 1ombinasi antikolinergik dan agonis beta J 2 1ombinasi kedua golongan obat ini akan memperkuat efek bronkodilatasi.$ < o.nebuliser tidak dianjurkan pada penggunaan jangka panjang$ Pada derajat berat diutamakan pemberian obat lepas lambat 5slow release7 atau obat berefek panjang 5long acting7$Ma4am 9 ma4am bronkodilator 5AedIi4ha.$ n .erat 17 27 37 a$ !nformasi tentang komplikasi yang dapat terjadi Penyesuaian akti.20117: a7 'olongan antikolinergik Digunakan pada derajat ringan sampai berat.peningkatan jumlah penggunaan dapat sebagai monitor timbulnya eksaserbasi$ Sebagai obat pemeliharaan sebaiknya digunakan bentuk tablet yang berefek panjang$ entuk nebuliser dapat digunakan untuk mengatasi eksaserbasi akut.itas dengan keterbatasan Penggunaan oksigen di rumah ronkodilator Diberikan se4ara tunggal atau kombinasi dari ketiga jenis bronkodilator dan disesuaikan dengan klasifikasi derajat berat penyakit 5lihat tabel 27$Pemilihan bentuk obat diutamakan inhalasi.disamping sebagai bronkodilator juga mengurangi sekresi lendir 5maksimal ( kali perhari7$ b7 'olongan agonis beta 92 entuk inhaler digunakan untuk mengatasi sesak.

tidak dianjurkan sebagai pemberian yang rutin e$ Mukolitik +anya diberikan terutama pada eksaserbasi akut karena akan memper4epat perbaikan eksaserbasi. 9 asetilsistein$ Dapat diberikan pada PP81 dengan eksaserbasi yang sering.ena.1uinolon dan Makrolid baru7 d$ &ntioksidan Dapat mengurangi eksaserbasi dan memperbaiki kualiti hidupdigunakan .d7 'olongan ?antin Dalam bentuk lepas lambat sebagai pengobatan pemeliharaan jangka panjang.ulanat.Sefalosporin.berfungsi menekan inflamasi yang terjadi.terutama pada bronkitis kronik dengan sputum yang .is4ous$ Mengurangi eksaserbasi pada PP81 bronkitis kronik.dipilih golongan metilprednisolon atau prednison$ entuk inhalasi sebagai terapi jangka panjang diberikan bila terbukti uji kortikosteroid positif yaitu terdapat perbaikan =:P1 pas4abronkodilator meningkat B 20G dan minimal 2)0 mg 5Drummond.20117$ 4$ &ntibiotika +anya diberikan bila terdapat infeksi$ &ntibiotik yang digunakan : @ini ! 5amoksisilin dan makrolid7.terutama pada derajat sedang dan berat$ entuk tablet biasa atau puyer untuk mengatasi sesak 5pelega napas7bentuk suntikan bolus atau drip untuk mengatasi eksaserbasi akut$Penggunaan jangka panjang diperlukan pemeriksaan kadar aminofilin darah$ b$ &ntiinflamasi Digunakan bila terjadi eksaserbasi akut dalam bentuk oral atau injeksi intra.tetapi tidak dianjurkan sebagai pemberian rutin$ f$ &ntitusif : diberikan dengan hati J hati .@ini !! 5&moksisilin dan asam kla.

7: 17 27 37 Simptom pernapasan berat eberapa kali masuk ruang ga%at darurat 1ualiti hidup yang menurun Program dilaksanakan di dalam maupun diluar rumah sakit oleh suatu tim multidisiplin yang terdiri dari dokter.T -el */*/Penatalaksanaan PP815PDP!-20107 (/ Reh -ili$ si PPOK Tujuan program rehabilitasi untuk meningkatkan toleransi latihan dan memperbaiki kualiti hidup penderita PP81 Penderita yang dimasukkan ke dalam program rehabilitasi adalah mereka yang telah mendapatkan pengobatan optimal yang disertai 5"ani.200.ahli giIi.respiratori .

psikososial dan latihan pernapasan$Tujuan rehabilitasi adalah untuk memperbaiki efisiensi dan kapasiti sistem transportasi oksigen$ @atihan fisis yang baik akan menghasilkan 5"ani200.terapis dan psikolog$ Program rehabilitiasi terdiri dari 3 komponen yaitu: latihan fisis.7: 17 27 37 (7 )7 Peningkatan =82 ma? Perbaikan kapasiti kerja aerobik maupun anaerobik Peningkatan cardiac output dan stroke volume Peningkatan efisiensi distribusi darah Pemendekkan %aktu yang diperlukan untuk recover G m." */*/&lgoritma PP81 5PDP!-20117 .

Sedangkan.untuk mengatasi infeksi 3&P yang menjadi pen4etus eksaserbasi PP81 pada pasien ini dapat diberikan sesuai dengan pedoman yang ada$ Menurut Perhimpunan Dokter Paru !ndonesia 520037.dalam hal mengobati penderita pneumonia perlu diperhatikan keadaan klinisnya$ 2ika baik dan tidak ada indikasi ra%at dapat diobati di rumah$2uga diperhatikan ada tidaknya faktor modifikasi yaitu keadaan yang dapat meningkatkan risiko infeksi dengan mikroorganisme patogen yang spesifik misalnya S$ pneumoniae yang resisten penisilin$ *ang termasuk dalam faktor modifikasis adalah: a$ Pneumokokus resisten terhadap penisilin • • • • • b$ #mur lebih dari .) tahun Memakai obat9obat golongan P laktam selama tiga bulan terakhir Pe4andu alkohol Penyakit gangguan kekebalan Penyakit penyerta yang multipel akteri enterik 'ram negatif • • • • Penghuni rumah jompo Mempunyai penyakit dasar kelainan jantung paru Mempunyai kelainan penyakit yang multipel "i%ayat pengobatan antibiotik 4$ Pseudomonas aeruginosa • • • • ronkiektasis Pengobatan kortikosteroid B 10 mg>hari Pengobatan antibiotik spektrum luas B 0 hari pada bulan terakhir 'iIi kurang .

mukolitik Pengobatan antibiotik harus diberikan 5sesuai bagan7 kurang dari C jam 4$ Penderita ra%at inap di "uang "a%at !ntensif • • • • • • Pengobatan suportif > simptomatik Pemberian terapi oksigen Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi kalori dan elektrolit Pemberian obatsimptomatik antara lain antipiretik.mukolitik Pengobatan antibiotik 5sesuai bagan$7 kurang dari C jam ila ada indikasi penderita dipasang .Penatalaksanaan pneumionia komuniti dibagi menjadi: a$ Penderita ra%at jalan • • • • • • Pengobatan suportif > simptomatik !stirahat di tempat tidur Minum se4ukupnya untuk mengatasi dehidrasi ila panas tinggi perlu dikompres atau minum obat penurun panas ila perlu dapat diberikan mukolitik dan ekspektoran Pemberian antiblotik harus diberikan 5sesuai bagan7 kurang dari C jam b$ Penderita ra%at inap di ruang ra%at biasa • • • • • Pengobatan suportif > simptomatik Pemberian terapi oksigen Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi kalori dan elektrolit Pemberian obat simptomatik antara lain antipiretik.entilator mekanik .

ersibel atau re.BAB III KESI3PU4AN 1$ PP81 merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif irre.disebabkan oleh proses inflamasi paru karena pajanan gas berbahaya yang dapat memberikan gambaran gangguan sistemik$ Penyakit ini bersifat kronik progresif dan nonre.ersibel.sehingga penatalaksanaan PP81 terbagi atas penatalaksanaan pada keadaan stabil dan penatalaksanaan pada eksaserbasi akut$ 2$ Pasien ini menderita PP81 dengan eksaserbasi dengan 3&P$ Selain ituterdapat juga faktor komorbid berupa 3+E.dan anemia .hiperglikemia.ersibel parsial.

p$ 2(0C92(1.ronchitis and (mph sema$ !n Seaton &.2011$ .p$ 10)9C Suradi$ 2000$ Dalam Hal +engobati 'enderita 'neumonia 'erlu Diperhatikan Keadaan Klinisn a$ 8nline$ diunduh dari http:>>eprints$uns$a4$id AedIi4ha 2&.eonchodilator !herap .e% :ngland 2ournal Medi4ine$ .$ 'anduan 'ela anan +edik$ 2akarta: Pusat Penerbitan Departemen !PD E1#!.109.Dasenbrook :3.Seaton D@eit4h&' editors$ 3rofton and DouglasLs "espiratory Disease$ =ol 1$ )th ed$ @ondon$ la4k%ell S4ien4e$ +al : .DAFTAR PUSTAKA &rtika.or "%'D$ .e Pulmonary Disease$ *ournal of American +edical Association.PitI MA./) PDP! 5Perhimpunan Dokter Paru !ndonesia7$ 2011$ 'en akit 'aru %bstruktif Kronik $''%K& 'edoman Diagnosis Dan 'enatalaksanaan di Indonesia$ 2akarta : PDP! PDP! 5Perhimpunan Dokter Paru !ndonesia7$ 2003$ 'neumonia Komuniti'edoman Diagnosis Dan 'enatalaksanaan di Indonesia$ 2akarta : PDP! "ani &&$ 200. Ma4nee A$ 2000$ "hronic .D$ 2011$ 'seudomonas Aeruginosa pada 'en akit 'aru %bstruksi Kronik $''%K& (ksaserbasi Akut Dan Hubungann a dengan Dera)at Keparahan ''%K$ E1 #S# Drummond M ..et al$ 2011$ !nhaled 3orti4osteroids in Patients Aith Stable 3hroni4 8bstru4ti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful