You are on page 1of 2

RINGKASAN

Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci, air bersih juga digunakan sebagai sarana dalam dunia industri, pertanian, maupun perikanan. Namun tidak semua daerah memiliki sumber daya air yang baik. Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di tengah lautan misalnya, yang dimana pada tempat-tempat tersebut sangat miskin air tawar yang kemudian digunakan untuk air minum dan pemenuh kebutuhan. Terutama daerah pesisir yang jauh dari sumber mata air, pasti akan sangat kebingungan apabila terjadi kekeringan dan kekurangan air. Tidak hanya itu, bumi sekerang telah mengalami global warming sehingga menyebabkan suhu di bumi meningkat dan terjadinya cuaca yang tidak menentu. Pemanasan global telah mengakibatkan kenaikan air laut. Air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Sehingga untuk menjamin kelangsungan hidup kita, sumber daya air yang baik merupakan hal mutlak yang kita perlukan. Air sendiri adalah sebuah zat yang ada di alam yang dalam kondisi normal di atas permukaan bumi ini berbentuk cair, akan membeku pada suhu di bawah nol derajat celcius dan mendidih pada suhu seratus derajat celcius. Ahli kimia mendefinisikannya terdiri dari dua unsur yaitu oksigen dengan dua lengan menggandeng hidrogen membentuk satu kesatuan disebut molekul (Pitoyo, 2005). Desalinasi atau desalinization adalah proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi sebagaimana air tawar. Seringkali proses ini juga menghasilkan garam dapur sebagai hasil sampingan. Dua metode yang paling banyak digunakan adalah Reverse Osmosis dan Multi Stage Flash. Pada proses distilasi, air laut digunakan sebagai bahan baku air tawar dan sebagai air pendingin dalam hal ini jumlah air laut yang diperlukan sebesar 8 sampai 10 kali dari air tawar yang dihasilkan. Masalah yang biasanya timbul pada semua jenis sistem ini adalah kerak dan karat pada peralatan sehingga produksi air tawar akan berkurang karena harus diberhentikan untuk pembersihan.

Proses desalinasi dengan metode ini, jika air laut yang telah dipanaskan dialirkan ke dalam vesel pada tekanan kecil, sebagian dari air laut yang dipanaskan akan mendidih dengan mengambil panas penguapan dari sisa air laut, sehingga mengakibatkan penurunan sisa air laut atau diebut flash evaporation. Air laut dialirkan dengan pompa ke dalam kondensor melalui tabung penukar panas dan hal ini menyebabkan pemanasan air laut oleh uap air dalam setiap flash chamber. Air lalu dipanaskan dalam pemanas garam dan kemudian dialirkan dalam flash chamber pertama. Setelah mengalami pemanasan mengalir menuju ke tahap bertemperatur rendah melalui bukaan kecil antara tiap tahap yang disebut brine orifice, sementara itu penguapan tiba-tiba terjadi pada setiap chamber, lalu air laut pekat keluar dengan pompa garam. Uap air yang muncul pada tiap tahap mengalir melalui pemisah kabut dan mengeluarkan panas laten ke tabung penukar panas dan kemudian berkondensasi yang disebut destilat atau produk. Prinsip dasar Reverse Osmosis adalah jika dua larutan dengan konsentrasi encer dan pekat dipisahkan oleh membran semi permeable, maka larutan yang encer akan terdifusi melalui membran semi permeable masuk dalam larutan yang pekat sampai terjadi kesetimbangan. Peristiwa ini disebut juga sebagai osmosis. Dengan proses ini, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya, karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi. Pada saat ini, proses desalinasi difokuskan pada penyediaaan air bersih untuk digunakan di wilayah yang memiliki keterbatasan air. Dalam jumlah besar biasanya proses ini memerlukan peralatan yang sangat canggih sehingga sangat mahal dibandingkan dengan penggunaan air tawar dari sungai atau air tanah. Akan tetapi melihat potensi laut yang semakin meluas bukan tidak mungkin jika hal ini kelak akan diterapkan terutama pada negara kepulauan seperti Indonesia, bahkan di Jepang sekarang telah dikembangkan menjadi air minum kemasan.