You are on page 1of 52

CATARACT

The healthy eye


Light rays enter the eye through the cornea, pupil and lens. These light rays are focused directly onto the retina, the lightlight-sensitive tissue lining the back of the eye. The retina converts light rays into impulses; sent through the optic nerve to your brain, where they are recognized as images.
2

What is a cataract?

Healthy lens

Lens with a cataract

Clouding of the normally clear lens of the eye.


3

Can be compared to a window that is frosted or yellowed.

What is a cataract?

A clear lens refracts light onto the retina and finefine -tunes our focusing ability.

A cloudy lens prevents light from focusing sharply on the retina.

A cataract is not:
A film over the eye. Caused by overusing the eyes. Spread from one eye to the other. A cause of irreversible blindness.

CATARACT
Defenisi : Kekeruhan lensa karena coagulasi protein yang irreversibel. Lensa : Kandungan protein tertinggi dari seluruh jaringan di tubuh (32%(32%-35%).

Lensa
Protein terdiri atas : Insoluble : Albuminoid Larut dalam urea Tidak larut dalam urea Soluble : (85.0%) AlphaAlpha -Crystalline BetaBeta -Crystalline GammaGamma -Crystalline (15.0%)

(15.0%) (55.0%) (15.0%)

Risk Factor
1. Sunlight: UVUV-B exposure (cortical cataract) 2. Severe Diare: dehidrasidehidrasiAcidosis+Peningkatan konsentrasi urea 3. Nutrition : Antioxidant (A,C,E) melindungi lensa dari oxidative damage 4. Diabetes : terutama pada usia muda 5. Smoking & Alcohol: nuclear lens opacity 6. Education : cataract pada edukasi

Risk Factor
7. Aspirin : menurunkan kadar tryptophan dalam plasma, menurunkan pembentukan sorbitol dan acetylasi protein lensa 8. Corticosteroid : subsub-capsular cataract 9. Gender: cortical cataract meningkat pada wanita, diduga oestrogen punya efek melindungi terhadap cataract 10. Glaucoma : baik pengobatan medis maupun operasi dpt menimbulkan Nuclear dan cortical cataract 11. Genetics: gene resessive (cortical&nuclear cataract

Pada cataract : - Albuminoid tinggi, alpha alpha-crystalline rendah - Na+ tinggi, Ca++ tinggi - K+ rendah, Vit. C rendah, Protein rendah - O2 uptake rendah - Glutathione ((-) - Air (H2O) pada awalnya tinggi, kemudian diikuti dengan dehidrasi

MacamMacam -macam klasifikasi :


Klasifikasi Morphologi (Letak, ukuran, penampakan) : 1. Posterior subsub-capsular(Cupuliform capsular(Cupuliform) ) 2. Nuclear (Lamellar) 3. Nuclear 4. Capsular (Polar) 5. Sutural 6. Cortical (Cuneiform) 7. Supranuclear (Coronary)

Klasifikasi Etiologi : 1. Senilis : 2. Traumatic : - Penetrasi (Intralenticular foreign bodies) - Contusion - Irradiasi infra merah (Glassblowers) - Shock electric - Radiasi ionisasi (X (X-Ray) 3. Metabolic : - Diabetes - Hypoglicemia

- Galactosemia - Galaktokinase defisiensi - Mannosidosis (-mannosidase) - Fabrys disease (-galactosidase A) - Lowes syndrome (amino acid) - Wilsons disease (-2 globulin ceruloplasmin) - Hypocalcemia (Tetanic cataract) 4. Toxic : - Corticosteroid - Chlorpromazine - Mioticum (Anticholinesterase,Carpine, dll)

- Busulphan - Emas - Amiodarone 5. Sekunder (complicated) : - Uveitis anterior - Myopia tinggi - Glaucomflecken - Hereditary retinal and vitreo vitreo-retinal disorders 6. Infeksi maternal : - Rubella - Toxoplasmosis

- Cytomegalic inclusion 7. Maternal drug ingestion : - Thalidomide - Corticosteroid 8. KelainanKelainan-kelainan lain : - Distrophia myotonica - Atopic dermaititis - G.P.U.T & G.K. Enzym Enzym-def 9. Syndroma : - Downs - Werners

- Rothmunds - Lowes 10. Hereditary

Pembagian / Klasifikasi klinis : 1. Cataract congenital 2. Cataract juvenilis 3. Cataract senilis : stadium insipen, immature, mature, hypermature 4. Cataract traumatica 5. Cataract complicata Klasifikasi lain/macamlain/macam-macam : Berdasarkan Konsistensi, Warna, Umur Berdasarkan Stadium Lens Opacities Classification System I & II (LOCS I & II) Wilmer System, Oxford System, CCESG

1. Cataract Congenital
Cataract (kekeruhan lensa) sejak bayi lahir sampai dengan < 3 bulan post partum. Etiologi : 1. Hereditary (25% Cat. Cong) => autosomal dominant 2. Drug induce : terutama trimester I - corticosteroid systemik - triparanol (mer (mer-29) - chlorpromazine 3. Chromosomal abnormalities - downs, trisomy 18, turners - 13 15 trisomy

4. Premature 5. Metabolic disorders : hypoparathyroidism, galactosemia, diabetes, aminoaciduria (lowe), homocystinuria 6. Severe maternal malnutrisi : semua vitamin (termasuk avitaminosis D yang berat) 7. Berhubungan dengan penyakit sistemik (terutama ibu) : rubella, epidemic parotitis, poliomyelitis, vaccinia 8. Berhubungan dengan penyakit sistemik bayi : rheumatoid arthritis, laurencelaurence-moon moon-biedl syndrome, oxycephally, marfans syndrome,

marchesanis syndrome, myotonia dystrophica 9. Penyakit intra ocular terutama pada cataract yang unilateral : uveitis, trauma, neoplasma, retinitis pigmentosa Cataract congenital kadangkadang-kadang tidak hanya berdiri sendiri, tapi sering bersamaan dengan kelainan lain, seperti : - Kelainan mata : aniridia, coloboma, micro ophthalmos, PHPV - Penyakit heredofamilian : - kulit (syndermatotic congenital cataract)

Klinis : - Bisa unilateral atau bilateral - Bisa partial : gangguan visus (tdk begitu besar) maka cukup diamati saja - Bila total : leucocoria, mengganggu visus bisa terjadi amblyopia (harus dioperasi sesegera mungkin)

2. Cataract Juvenilis
Timbul pada dewasa muda (<40 thn) Ada 2 group : 1. Bentuk congenital, yang padat pada usia dewasa muda 2. Bentuk acquired, terbanyak karena trauma (tumpul ataupun tembus). Diabetes, obatobatobatan, dll. Sering unilateral, bisa bilateral. Therapy : extractie lensa dgn aspirasi dan irigasi

3. Cataract Senilis
Merupakan proses degeneratif - Timbul pada usia >40 thn - Mempunyai 4 stadium : 1. Stadium Insipien 2. Stadium Immature 3. Stadium Mature 4. Stadium Hypermature - Terbanyak dijumpai
-

GejalaGejala -gejala pada cataract :


1.

Biasa penderita mengeluhkan : - adanya perubahan refraksi (bila sebelumnya memakai kacamata) - Myopia yang bertambah => second sight (pada cataract nuclear) - visus yang berangsurberangsur-angsur menurun - kesulitan membaca karena visus menurun - kesulitan melihat pada cahaya terang - silau - halo (melihat lingkaran disekitar lampu) - diplopia monoculer (pd nuclear cataract)

Pemeriksaan
Visus (untuk jauh, dekat dan dengan pinhole) Refraksi Proyeksi cahaya Test fungsi makula Kondisi adnexa mata Pemeriksaan air mata Cornea Camera oculi anterior Tekanan intra oculi Pupil

Morphologi dan stadium cataract


Cataract senilis stadium insipien - Belum menimbulkan gangguan visus - Kekeruhan pada bagian perifer berupa baji/roda pedati (spoke of wheel)

Cataract senilis stadium immature - Kekeruhan sudah meluas, tapi belum mengenai seluruh lensa - Shadow test (+) - Reflex fundus (+) - Dapat terjadi intumesensi (lensa membengkak karena imbibisi air) => yang dapat menimbulkan komplikasi glaucoma (Phacomorphic Glaucoma)

Cataract Senilis Stadium mature - Lensa telah menjadi keruh seluruhnya - Shadow test ((-) - Reflex fundus ((-)

Cataract Senilis Stadium hypermature


-

Cortex lensa telah mencair, sehingga lensa turun karena daya beratnya => Tampak nucleus berbayang lingkaran di bagian bawah Capsul lensa juga rusak => lebih permeable Isi cortex yang cair => keluar => lensa kempis Berkerut => dibawahnya terdapat nucleus disebut cataract morgagni Iris menjadi tremulans (iridodonesis), C.O.A dalam

1. Glaucoma Phacolitic

Substansi lensa diresorbsi oleh phagosit atau macrophage => banyak di C.O.A => menyumbat sudut bilik mata. Bisa juga langsung substansi lensa yang menyumbat sudut bilik mata. 2. Phacotoxic (phacoanaphylactic uveitis) Substansi lensa di C.O.A => toxic => reaksi alergis => uveitis 3. Dislokasi lensa

4. Cataract Complicata
Terjadi sekunder atau sebagai penyulit dari penyakit lain : a. Penyakit lokal dimata (monoculer) - uveitis - glaucoma - ablatio retina, dll b. Penyakit sistemik (binoculer) - galaktosemia - diabetes mellitus, dll

Cataract Traumatica
Terbanyak karena trauma tembus atau trauma tumpul (peluru, kayu, panahan, lidi, benturan, exposure panas dan radiasi Ionisasi) Biasanya unilateral Dapat dicegah (pemakaian goggle)

1.

2.

3.

Indikasi operasi cataract Visus yang sudah sangat menurun, atau sudah mengganggu pekerjaan sehariseharihari Alasan medis (bila sudah menimbulkan penyakit lain, spt : uveitis, glaucoma, dislokasi lensa ke COA => glaucoma, dll) Kosmetik (pragawati, foto model, dll)

1.

2. 3.

Metode operasi cataract Simple Extractie : a. Cataract extractie intra capsuler (CEIC) b. Cataract extractie extra capsuler (CEEC) Cataract Extractie + implantansi I.O.L (intra oculer lens) Phacoemulsifikasi

Cataract extractie intra capsuler


Cataract senilis stadium mature 2. Dislocatio lentis (subluxatio/luxatio) 3. Cataract senilis stadium hypermature 4. Cataract yang mengalami intumesensi
1.

cataract extractie extra capsuler


1. 2. 3. 4. 5.

Cataract congenital Cataract juvenilis Cataract senilis immature/mature Cataract traumatica Cataract complicata

Komplikasi Operasi Cataract Awal (early)/beberapa hari paska operasi 1. Iris prolapse 2. Hyphema 3. Striate keratopathy 4. Wound leak 5. Pupil block 6. Bacterial endophthalmitis 7. Dll

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Lambat (late)/beberapa mingguminggu-tahun Cystoid macular edema Kekeruhan capsule posterior Ablatio retina / retinal detachment Epithelial ingrowth Filtering bleb Vitreous touch syndrome Vitreous wick syndrome U.G.H syndrome (uveitis, glaucoma,hyphema), dll

Reference
1. 2. 3.

4.

5.

6. 7.

Allen,J.H: Mays Diseases of The Eye,24th ed.The Williams&Wilkins Company,.Baltimore.1968 p: 199199-216. American Academy of Ophthalmology: Basic Science and Course 20022002 -2003, Section 11: Lens and Cataract Berger,B.B, Emery,J.M, Brown,N.V, Sanders,D.R,: The Lens, Physiology, Cataract and Its Management in Principles and Practice of Ophthalmology, Vol I.Jaypee Brothers, New Delhi,1987 p: 489489-625. Chitkara,D.K, Hall,A.B, Rosenthal,A.R: Pathophysiology and Epidemiology of Cataract in Myron Yanoff, Jay.S.Duker 269-71 Ophthalmology, 2nd ed, Mosby,2004.Chapter 35 p: 269Chylack,L..T.Jr, Garcia,G.E: Lens in Albert&Jakobiec Principle and Practice of Ophthalmology,Clinical Practice, Vol I, W.B.Saunders Company, Philadelphia, 1994 p : 561561-621 Vaughan&Asburys General Ophthalmology, 16th ed, International edition, Mc Graw Hill, 2004 p: 173173-80. Miller,S.J.H: The Lens in Parsons Diseases of The eye, 18th ed International student edition, Churchill Livingstone, London, 1990 p: 195195-205