You are on page 1of 9

KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM

MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN


Makalah ini disusun guna memenuhi tugas formatif individu pada mata kuliah Sistem
Moneter dan Fiskal dalam Ekonomi Islam dengan dosen Dr. H. Anwar Abas, M.Ag
Pada Program Studi Ekonomi Islam Perbankan Syariah

Oleh Saumi Rizqiyanto [105046101570 PSVIIA]

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA 2008
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

PENDAHULUAN

Kegemparan krisis finansial di Amerika Serikat dengan Lehman Brother sebagai episentrum-nya!
membuat kondisi di dua negara kisruh! Gelombang krisis yang hampir menyerbu ke hampir semua
benua itu, termasuk Indonesia memaksa pemerintah melakukan tindakan safety! Salah satu
tindakannya adalah mengamankan APBN!
Tindakan safety ini memaksa Paskah Suzzeta, ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
pergi ke New York dalam rangka menghadiri sidang tahunan IMF. Tindakannya kali ini benar-benar
mendapat sorotan tajam! Pasalnya keberangkatannya dicurigai hendak meyodorkan proposal
pinjaman lunak ke Bank Dunia dalam rangka penyelamatan APBN! Tentu saja ini hal yang wajar
dalam ‘gerak’ langkah suatu negara dalam kebijakan fiskal-nya! Namun dalam situasi pemulihan
ekonomi setelah diterjang ‘badai’ krisis Asia 1997, langkah ini dinilai akan menyebabkan Indonesia
kembali masuk ke debt trap! Setelah berhasil lepas dari jeratan IMF dan CGI!
Bagaimanapun seperti yang telah diutarakan, gerak langkah Paskah Suzzeta perlu dihargai
dalam kacamata fiscal policy! Pemerintah sebagai lembaga yang diserahi mengurusi APBN memang
berkewajiban menyeimbangkan sisi pengeluaran dan pemasukan negara! Salah satu instrumen
dalam memperoleh pemasukan negara dalam kondisi emergency adalah dengan mencari pinjaman!
Menyeberangi pasifik, Krisis finansial juga menyeret mantan gubernur The Fed, Alan Greenspan.
Kenyamanannya di sebuah ranch terusik gara-gara pers mulai menyebut dirinya sebagai the bubble
man, orang yang terus menerus menciptakan gelembung-gelembung ekonomi! Krisis financial di
Amerika Serikat yang dipicu krisis subprime mortgage juga disebut-sebut akibat Greenspan terlalu
memberikan suku bunga rendah, sehingga mewariskan “rumah kartu berisi bom yang siap
meledak”. Saat gubernur The Fed yang baru, Ben Bernanke menaikkan suku buka, akibat inflasi,
mendadak terjadi kredit macet dimana-mana, terutama di sektor perumahan, karena selama ini
bank-bank di Amerika Serikat memberikan kredit rumah dengan suku bunga rendah bahkan tanpa
agunan sekalipun! Akibatnya bisa ditebak terjadi perlambatan ekonomi, ekonomi Amerika Serikat
selama dua tahun terakhir menunjukkan kemerosotan, bahkan pertumbuhan ekonominya bisa
dibilang negatif!
Regulasi The Fed dibawah Bernanke tidaklah salah, karena bagaimanapun, inflasi adalah
ancaman, dan oleh karenanya jumlah uang yang beredar dimasyarakat perlu diserap oleh negara,
dan oleh karenanya, The Fed menaikkan suku bunga, supaya dana-dana yang ada di masyakarat
terserap oleh tabungan, deposito maupun surat utang negara!
Baik kebijakan moneter maupun fiskal, semuanya memiliki instrumen tersendiri agar
bagaimana kebijakan ini bisa berjalan semestinya. Sebagai contoh instrumen kebijakan moneter
salah satunya adalah open market operation sedangkan kebijakan fiscal salah satu bentuk
instrumennya adalah pajak!
Dalam makalah ini akan dibahas sekilas mengenai struktur kebijakan moneter dan fiscal namun
dalam sudut pandang yang berbeda. Islam sebagai agama yang menyeluruh, mempunyai style
tersendiri dalam hal muamalah. Seperti apa monetary and fiscal policy dalam Islam, mari kita simak
pembahasannya berikut ini!

Saumi Rizqiyanto
justsaumi@aol.com

Page 1 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL AT A GLANCE


Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke
kondisi yang diinginkan atau yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk
mengelola/mengarahkan perekonomian yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-
ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. i
Banyak topik yang dibahas dalam kajian moneter dan fiskal dalam bidang ekonomi. Terlepas dari
topik tersebut, ada tiga alasan atau pertimbangan yang mendasari belajar kebijakan moneter dan
fiskal dalam ekonomi Islamii:
1. Dengan mempelajari kebijakan moneter dalam ekonomi Islam dapat diketahui lebih
mendalam bagaimana mekanisme uang, bagi hasil, lembaga keuangan, sistem dan
kebijaksanaan moneter, serta mekanisme ekonomi bagi hasil;
2. Menganalisis fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijaksanaan moneter
terhadap kegiatan ekonomi Islam;
3. Menganalisis mekanisme kebijakan fiskal dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi
berdasarkan prinsip bagi hasil

KEBIJAKAN MONETER; Struktur, Instrumen dan Tujuan

Uang dan bank


Uang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem ekonomi modern. Pentingnya
uang ini muncul karena adanya dorongan kegiatan pertukaran, sehingga uang pada mulanya
dijadikan sebagai alat tukar. Selain sebagai alat tukar, perkembangan lebih lanjut atas fungsi uang
adalah sebagai alat penyimpan nilai atau bahkan sebagai alat penyimpan kekayaan.
Tetapi dari segi sistem financial secara keseluruhan, dapat disimpulkan dua fungsi fundamental
uang, yaitu
Memungkinkan terjadinya likuiditas secara mencukupi, sehingga produksi dan tukar-menukar
dapat terjadi secara wajar;
Termobilisasinya pendapatan, sumber daya dan pengalokasiannya kepada para investor secara
sesuai.

Struktur Kelembagaan
Berkaitan dengan fungsi uang di atas, maka keberadaan lembaga pembuat dan pengatur peredaran
uang jelas sangat diperlukan.
Setiap sistem memiliki persyaratan unik dalam mengendalikan struktur institusional yang akan
menjamin berjalannya sistem secara baik. Apakah sebagai contoh, sistem ekonomi konvensional
yang menganut instrumen bunga tentunya memiliki institusi yang akan menjalankan instrument
ini. Apakah institusi dalam ekonomi Islam akan menjalankan sistem ekonomi non ribawi, ini adalah
permasalahan yang alami.
Struktur organisasional sistem moneter Islami sama dengan sistem moneter konvensional,
hanya saja model operasinya sangat berbeda. Marilah kita mereview secara singkat struktur ini.iii

Page 2 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

1. Bank Sentral
Bank sentral adalah lembaga yang dipercaya mengelola persediaan uang sekaligus
pengawasan bank komersial. Bank sentral akan menentukan program tahunan
pertumbuhan persediaan uang yang diharapkan sesuai dengan tujuan ekonomi nasional.
Banyak uang yang diharapkan dapat dilakukan satu dari dua cara yang ada. Dalam skema
satu, bank sentral akan membuka rekening investasi di bank-bank anggotanya. Pada skema
yang lainnya, bank sentral akan membagi Mo secara memadai bagi pemerintah seperti
kredit bebas bunga dan menempatkan ke bank komersial maupun lembaga kredit tertentu
sebagai deposito Mudharabah.

2. Bank Anggota
Bank anggota dalam sistem Islam adalah bukan bank komersial tradisional (konvensional).
Selanjutnya untuk melengkapi jasa perbankan secara teratur mereka juga akan melakukan
investasi langsung. Mungkin dengan menggunakan istilah khusus untuk kelembagaan yang
demikian adalah disebut dengan “bank bisnis/business bank”. Jasa perbankan yang ada,
adalah seperti yang dilakukan oleh bank komersial, seperti: rekening cheque, valuta asing,
letter of credit, dan sebagainya. Produk-produk barunya dapat dilakukan dengan
menekankan pada aktivitas investasi. Hal ini dapat berbagai macam, diantaranya
i. Investasi Langsung’
ii. Profit-Sharing Ventures
iii. Aktivitas Leasing
iv. Central Deposit Certificate (CDC)

3. Perbendaharaan (Treasury)
Perbendaharaan memiliki tiga cabang, yaitu: cabang distribusi, alokasi, dan cabang market-
correction. Cabang distribusi bertanggung jawab terhadap proses pengumpulan seperti
halnya distribusi Zakat. Cabang alokasi akan mengalokasikan sumber-sumber yang ada
pada bidang-bidang kebutuhan pokok hidup masyarakat, seperti: layanan kesehatan,
pendidikan, keamanan, dan sebagainya. Cabang market-correction akan menangani masalah
monopoli, eksternalitas dan ketidakteraturan pasar.
Untuk mencapai atau menjamin berfungsinya sistem moneter secara baik, biasanya
otoritas moneter harus melakukan pengawasan pada keseluruhan sistem moneter secara
menyeluruh. Otoritas moneter mempercayai bahwa uang bukanlah suatu hal yang
sederhana. Sektor moneter merupakan jaringan yang penting dan mempengaruhi sektor
ekonomi riil. Jadi kebijakan moneter merupakan instrumen penting dari kebijakan publik
dalam sistem ekonomi modern. Hal ini juga benar (berlaku) dalam sistem ekonomi Islam,
akan tetapi perbedaan mendasarnya adalah terletak pada tujuan dan larangan bunga dalam
Islam. Tujuan-tujuan seperti halnya dengan alat kebijakan moneter juga akan menjadi
berbeda.

Page 3 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

Instrumen Kebijakan Moneter


Instrumen moneter yang dapat diterapkan dalamm perekonomian Islam dapat ditempuh dengan
dua instrumen besar, yaitu kontrol kuantitatif untuk penyaluran pembiayaan dan kontrol untuk
merealisasikan tujuan sosio ekonomi!
Instrumen besar pertama (kontrol kuantitatif penyaluran pembiayaan) didukung dengan
instrumen moneter berupa:
1. Statutory Reserve Requirement
2. Financing Ceiling
3. Government Deposits
4. Common Pool
5. Moral Persuassion
6. Equity Base Instrument
7. Change In The Profit and Loss Sharing Ratio

Sementara instrumen moneter besar kedua (merealisasikan tujuan sosio ekonomi) mencakup
instrumen moneter
1. Treating The Created Money as Fay’;
2. Goal Oriented Allocation of Financing

Tujuan-tujuan Kebijakan Moneter


Kebijakan moneter dalam Ekonomi Islam akan mencoba mencapai tujuan dalam sektor sosio-
ekonomi. Beberapa tujuan penting yang dapat dirumuskan di sini, di antaranya:
1. Ekonomi menjadi baik dengan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi (Economic
well-being with full employment and optimum rate of economic growth);
2. Keadilan sosio-ekonomi dan distribusi pendapatan dan kekayan yang merata (Sosio-
economic justice and equitable distribution of income and wealth);
3. Stabilitas nilai uang (Stability in the value of money)iv
Hal ini dapat dijelaskan bahwa keadilan sosial-ekonomi dan kesesuaian distribusi
pendapatan serta kesejahteraan merupakan tujuan yang sangat penting bagi kebijakan
moneter hanya dalam kerangka Islam. Lebih-lebih, tujuan yang pertama dan ketiga yang
dirumuskan di atas akan nampak sama di permukaan, dan akan sangat kelihatan
perbedaannya dari sistem ekonomi yang ada. Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem
yang didasarkan pada agama.
Di dalam Islam, tujuan yang hendak dicapai tidak dapat dipisahkan dari ideologi dan
keyakinan. Tujuan membawa sanksi, dan sejauh tujuan-tujuan tersebut didasarkan pada Al-
Qur’an dan Sunnah, maka menjadi keharusan, bukan persoalan tawar-menawar politik dan
untung-untungan.

Page 4 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

KEBIJAKAN FISKAL; Pelaku, Peranan, dan Instrumen

Pelaku Kebijakan Fiskal


Untuk memahami Pelaku Penentu Kebijakan Fiskal perhatikan gambar dibawah ini!

Jelas saja pelaku utama kebijakan fiskal adalah government! Karena bagaimanapun, fiskal adalah
jalan hidup matinya suatu negara! Secara nyata tampak dalam bagan, jikalau kebijakan moneter
aktor utamanya adalah Bank Indonesia maka pelaku utama kebijakan fiskal adalah pemerintah
dalam hal ini Presiden, DPR dan departemn-departemen terkait yang menyangkut kas negara dan
kesejahteraan rakyat! Bersama-sama mereka menyusun Rancangan Anggaran Penerimaan Belanja
Negara berdasarkan besaran pagu masing-masing!

Peranan Kebijakan Fiskal


Kebijakan fiskal adalah komponen penting kebijakan publik. Kebijakan fiskal meliputi kebijakan
pemerintah dalam penerimaan, pengeluaran dan utang. Peranan kebijakan fiskal dalam suatu
ekonomi ditentukan oleh keterlibatan pemerintah dalam aktifitas ekonomi, yang khususnya itu
kembali ditentukan oleh tujuan sosio-ekonominya, komitmen ideologi, dan hakikat sistem ekonomi.
Prinsip Islam tentang kebijakan fiskal adalah bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat
yang didasarkan atas distribusi kekayaan berimbang dengan menempatkan nilai-nilai material dan
spiritual pada tingkat yang sama. Kebijakan fiskal dianggap sebagai alat untuk mengatur dan
mengawasi perilaku manusia yang dapat dipengaruhi melalui insentif atau meniadakan insentif
yang disediakan dengan meningkatkan pemasukan pemerintah (melalui perpajakan, pinjaman atau
jaminan terhadap pengeluaran pemerintah). Dalam teori, tentunya sistem perpajakan yang
digunakan oleh negara-negara modern mengusulkan agar berdasarkan teori sosio-politik dan
keuntungan sosial maksimum dengan tujuan kesejahteraan umum rakyat.v
Beberapa hal penting ekonomi Islam yang berimplikasi bagi penentuan kebijakan fiskal adalah
sebagai berikut:vi

Page 5 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

1. Mengabaikan keadaan ekonomi dalam ekonomi Islam, pemerintahan Muslim harus


menjamin bahwa Zakat dikumpulkan dari orang-orang Muslim yang memiliki harta
melebihi nilai minimum dan yang digunakan untuk maksud yang dikhususkan dalam kitab
suci Al-Qur’an.
2. Tingkat bunga tidak berperan dalam sistem ekonomi Islam. Perubahan ini secara alamiah
tidak hanya pada kebijakan moneter tetapi juga pada kebijakan fiskal. Ketika bunga
mencapai tingkat keseimbangan dalam pasar uang tidak akan dapat dijalankan, beberapa
alternatif harus ditemukan. Salah satu alat alternataifnya adalah menetapkan pengambilan
jumlah dari uang idle.
3. Ketika semua pinjaman dalam Islam adalah bebas-bunga, pengeluaran pemerintah akan
dibiayai dari pengumpulan pajak atau dari bagi hasil. Oleh karena itu, ukuran public debt
menjadi lebih kecil.
4. Ekonomi Islam diupayakan untuk membantu atau mendukung ekonomi masyarakat Muslim
yang terbelakang dan menyebarkan pesan-pesan ajaran Islam. Jadi, pengeluaran
pemerintah akan diarahkan pada kegiatan-kegiatan peningkatan pemahaman terhadap
Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih terbelakang. Pembayar
pajak dalam ekonomi Islam adalah secara jelas bagian dari upaya-upaya mengembangkan
Islam.
5. Negara Islam merupakan negara yang sejahtera, di mana kesejahteraan memiliki makna
yang luas dari pada konsep barat. Kesejahteraan meliputi aspek material dan aspek
spiritual dengan lebih besar menekankan pada sisi spiritual. Negara Islam bertanggung
jawab untuk melindungi agama warga negara, kehidupan, keturunan, dan harta milik. Jadi,
segala sesuatu itu secara tidak langsung meningkatkan barang-barang itu.
6. Akhirnya, hak perpajakan dalam negara Islam menjadi terbatas. Beberapa orang
kebanyakan mengatakan bahwa kebijakan perpajakan di luar apa yang disebut zakat, ini
adalah tidak mungkin kecuali berada dalam situasi tertentu.

Tujuan Kebijakan Fiskal


Tujuan kebijakan fiskal dalam ekonomi Islam akan berbeda dari penafsiran sistem ekonomi
kapitalis. Namun memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menganalisis dan membuat kebijakan
ekonomi. Tujuan dari semua aktivitas ekonomi –bagi semua manusia- adalah memaksimumkan
kesejahteraan hidup manusia. Kebijakan publik adalah suatu alat untuk mencapai tujuan tersebut.
Kebijakan fiskal dalam ekonomi kapitalis bertujuan untuk (1) pengalokasian sumber daya
secara efisien; (2) pencapaian stabilitas ekonomi; (3) mendorong pertumbuhan ekonomi; dan yang
akhir-akhir ini muncul adalah (4) pencapaian distribusi pendapatan yang sesuai.
Selanjutnya, kebijakan fiskal dalam ekonomi Islam juga akan bertujuan “at safe-guarding and
spreading the religion within the country as well as in the world at large”.vii Bahkan walaupun tujuan
pertumbuhan, stabilitas, dan sebagainya tetap sah dalam ekonomi Islam, tujuan-tujuan tersebut
akan menjadi subservient untuk tujuan menanggulangi kaum Muslim dan Islam sebagai suatu
entitas politis dan agama dan dakwah menyebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Tujuan ini

Page 6 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

harus dipertimbangkan menjadi kebijakan publik dari kebijakan fiskal, sebab dengan adanya
kebijakan fiskal ini diharapkan dapat membantu dalam pencapaian tujuan saat ini.

Instrumen Kebijakan Fiskal


Bagaimanapun, pajak adalah instrumen kebijakan fiskal yang paling utama saat ini, dan digunakan
secara luas di berbagai belahan dunia manapun! Pajak telah menjadi sumber penerimaan utama
negara selain dari laba BUMN dan SUN yang digunakan untuk pembangunan negara. Lalu
pertanyaannya adakah instrumen lain dalam kaitannya dengan kebijakan fiskal ekonomi Islam!
Islam sebagai sistem ekonomi memiliki beragam kebijakan fiskal yang unik! Salah satunya Zakat
yang langsung menyentuh sektor riil dan langsung menaikkan daya jual masyarakat! Di bawah
disebutkan beberapa instrumen fiskal yang dikenal dalam sejarah Islam!
1. Kharaj
2. Jizyah
3. Ushur
4. Infaq-Shadaqah
5. Waqaf
6. Ghanimah
7. Khums
8. Fay

PENUTUP
Alan Greenspan mungkin tidak usah terlalu panik menanggapi cibiran masyarakat Amerika dan
Dunia mengenai tindak tanduknya yang suka menurunkan maupun menaikkan suku bunga. Hal itu
terjadi jika Alan mempelajari ekonomi Islam bahwa bunga bagaimanapun menariknya tetap
merupakan risiko yang paling berbahaya dan terbukti menyebabkan krisis dimana-mana!
Akhir kata, ekonomi Islam dewasa ini telah tumbuh dan dengan kesadaran kita untuk mau
menggalinya, sistem ini dapat berjalan sebagaimana semestinya.

Kebijakan Moneter dan Fiskal dalam Ekonomi Islam


Mengenal Struktur dan Kebijakan
Copyright © 2008 by Saumi Rizqiyanto
All Right Reserved. Text, figures, and all related character are modified by Saumi Rizqiyanto. Some of them are registered! No part of this
publication may be reproduced by hiring, copying, or in any forms! Without any permission from Saumi Rizqiyanto, saumilab.inc the
ultimate standard reference.

Makalah ini disampaikan pada perkuliahan Kebijakan Moneter dan Fiskal dalam Ekonomi Islam PSA05 Program Studi Ekonomi Islam
Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

PESAN LINGKUNGAN! Selamatkan pohon-pohon kita dari industri kertas dengan menggunakan kertas kosong di belakang
makalah ini untuk membuat catatan! INGAT setiap satu lembar kertas yang kita gunakan berimbas dengan ditebangnya satu
pohon di Kalimantan! Save our trees! Don’t waste your paper!

Page 7 of 9
SISTEM MONETER DAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM
MENGENAL STRUKTUR DAN KEBIJAKAN

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Muhammad, M.Ag, Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi Islam, PT. Salemba
Emban Patria : Jakarta, 2002.

Prof. M. Abdul Mannan, M. A., Ph. D, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, PT. Dana Bhakti Prima
Yasa:Yogyakarta, 1997

Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, Teori Ekonomi Makro : suatu pengantar, Lembaga
Penerbit FEUI, Jakarta, 2004

DR. M. Umer Chapra, Sistem Moneter Islam, GIP:Jakarta, 200.

CATATAN AKHIR
iPrathama Rahardja dan Mandala Manurung, Teori Ekonomi Makro : suatu pengantar, Lembaga Penerbit FEUI, Jakarta, 2004, hal 245 &
257

Nopirin, Ekonomi Moneter, Buku , BPFE : Yogyakarta, 1998, hal. 1 (Dalam buku Drs. Muhammad, M.Ag, Kebijakan Fiskal dan Moneter
ii

dalam Ekonomi Islam, PT. Salemba Emban Patria : Jakarta, 2002.)

Munawar Iqbal & M. Fahim Khan, A Survey of Issues and A Programme for Research in Monetary and Fiscal Economics of Islam, ICRIE
iii

King Abdul Aziz University: Jeddah, 1981, hal. 19-21 1 (Dalam buku Drs. Muhammad, M.Ag, Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi
Islam, PT. Salemba Emban Patria : Jakarta, 2002.)

M. Umer Chapra, Towards a Just Monetary Sistem, The IslamicFoundation:London, 1995, hal. 34 1 (Dalam buku Drs. Muhammad, M.Ag,
iv

Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi Islam, PT. Salemba Emban Patria : Jakarta, 2002.)

v Prof. M. Abdul Mannan, M. A., Ph. D, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, PT. Dana Bhakti Prima Yasa:Yogyakarta, 1997, hal. 230.

viMunawar Iqbal & M. Fahim Khan, A Survey of Issues and A Programme for Research in Monetary and Fiscal Economics of Islam, ICRIE
King Abdul Aziz University: Jeddah, 1981, hal. 49-51 (Dalam buku Drs. Muhammad, M.Ag, Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi
Islam, PT. Salemba Emban Patria : Jakarta, 2002.)

vii Ibid, hal. 52.

Page 8 of 9