You are on page 1of 2

peradilan militer

peradilan militer adalah bagian dari kekuasaan kehakiman untu menegakan hukum dan keadilan dengan memperhatikan menjungjung fungsi-fungsi untuk menjaga stabilitas negara. adapun tujuan dari peradilan militer tersebut adalah mencari kebenaran materiil demi tegaknya hukum dan keadilan di kalangan prajurit militer bila terjadi pelanggaran hukum Aapun fungsi peradilan militer diantaranya : a. bertugas dan berwenang menjatuhkan sanksi dari aparat yang ditunjuk jika terjadi pelanggaran hukum disiplin prajurit ( undang-undang no.26 tahun 1997) b. memeriksa, mengadili, dan memutus terhadap setiap pelanggaran oleh prajurit dalam lingkup kewenangan pengadilan militer( undang-undang No.31 tahun 1997) melihat dua fungsi peradilan militer maka dapat disimpulkan adanya dualisme penyelesaian pelanggaran hukum dalam peradilan militer, yaitu melalui undang-undang No 26 tahun 1997 dan undang-undang no 31 tahun 1997. Kedudukan hukum acara militer dengan adanya kuhap. kedudukan hukum acara militer tidak bisa dipisahkan dengan hukum acara yang lainnya, karena peradilan militer dilindungi oleh undang-undang mulai dari UUD 1945 sampai dengan UU operasionalnya, sehingga kedudukannya sah. kekhususan peradilan militer dapat dilihat dari beberapa sudut yaitu : 1. subyeknya khusus. 2. adanya asas-asas yang khusus diluar dari asas-asas yang adala dalam kuhap 3. landasan hukum operasionalnya berbeda. hubungan peradilan militer dengan kuhap kuhap bisa digunakan bila tidak ada ketentuan yang mengatur dalam peradilan militer dengan tujuan untuk mengisi kekosongan hukum asalkan tidak bertentangan dengan asas asas yang ada dalam peradilan militer. asas-asas dalam peradilan militer diantaranya; - asas keseimbangan antara kepentingan militer dengan kepentingan umum. - asas keseimbangan antara doelmatigheid dengan rechtsmatigheid - asas kesatuan komando (unity of command dan hirarkhi) - asas komandan bertanggung jawab penuh terhadap baik buruknya kesatuan yang dipimpin - asas pertanggungjawaban mutlak - asas komandan tidak boleh membiarkan bawahannya melakukan pelanggaran - asas mendidik - asas kesederhanaan - asas cepat - asas perwira sebagai penyerah perkara.

penyitaan .upaya paksa dalam peradilan militer adalah : .penahanan .penangkapan .pemeriksaan surat .penggeledahan .