You are on page 1of 17

CLINICAL PRIVILAGE

SEJARAH KEPERAWATAN INDONESIA .

REFORMASI BUDAYA DI BELANDA .

suhu 38 ̊C. akral panas. sputum kental. sesak napas. RR 36x/mnt.  DP : Peningkatan suhu tubuh  Intervensi : • Jelaskan pada px & keluarga tindakan yg dilakukan • Kolaborasi pemberian terapi antipiretik (Paracetamol 4 x 1 tab) • Berikan makan Mixer 1900 kal 6 x 250 cc (personde) • Observasi TTV tiap 3 jam .Cuplikan ASKEP  Px gangguan kesadaran.

khususnya dokumentasi Hambatan dokumentasi ASKEP: • Keterbatasan waktu (e. administratif) • Kurang kemampuan. • Kurang tuntutan dan supervisi. Patient Safety & Image Profesi .Hasil penelitian: Partisipan menyadari bahwa AsKep sering menyimpang dari ketentuan standar profesional. • Kurang motivasi. • Kurang sistem pendukung Partisipan menyadari bahwa fenomena ini berdampak pada Aspek Legal.g.

2009) • Dokter “Menganggap” Kolaborasi yang baik Tenaga keperawatan menyediakan apa yang dibutuhkan dokter/mengikuti instruksi dokter (Makary MA. 2006). .Big question: What is Nursing? Dalam level pelayanan kesehatan • Tenaga keperawatan belum menerapkan ASKEP profesional  sibuk membantu dokter (Lucero. Pronovost PJ.Lake & Aiken.

MASALAH Sejauh mana sistem yang ada di rumah sakit dapat menjaga“kecelakaan akibat intervensi keperawatan”?  Peran Komite Keperawatan …?  Pengaturan Nursing staff bylaws …?  Keseragaman Pengertian Credential …?  Penerapan Clinical Privilege …?  Penerapan Clinical Appointment …? .

.

KOMITE KEPERAWATAN DI RS PERANAN Lembaga Pengawal Profesi Keperawatan FUNGSI Menanamkan & menjaga akuntabilitas tenaga keperawatan BUKAN memperjuangkan kesejahteraan tenaga keperawatan KARAKTERISTIK ALTRUISTIK (orientasi klien) – bukan EGOISTIK (kepentingan profesional) STRUKTUR Sub-Komite Kredensial Sub-komite Mutu keperawatan Audit keperawatan Continuing Nursing Education Sub-komite Disiplin Keperawatan .

TARGET KREDENSIAL Hanya tenaga keperawatan yang kredibel dan akuntabel yang memiliki clinical appointment sajalah yang diperbolehkan melakukan tindakan keperawatan terhadap pasien di RS Proses kredensial memastikan  Clinical Privilege sesuai kompetensi tenaga keperawatan .

Kredensial dan Rekredensial  Kredensial  pertama kali  Rekredensial  pengulangan periodik  pemeliharaan berkesinambungan  aplikasi tambahan (e.g selesai pelatihan) .

2009) .TIGA PROSES INTI KREDENSIAL MITRA BESTARI Tenaga keperawatan Rekomendasi Clinical Appointment ~ Buku Putih Clinical Privilege (Herkutanto & Susilo.

CP pemenuhan kebutuhan nutrisi 5. CP pemenuhan kebutuhan aktivitas & Istirahat 9. CP pemenuhan kenutuhan higiene perseorangan 8. CP Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. nyaman dan pencegahan cidera 7. CP pemenuhan kebutuhan elminasi (Urine & Fecal) 6. CP pemenuhan kebutuhan psikososial dan spiritual & komunikasi .Instrumen Clinical Privilege (CP) Pemenuhan Kebutuhan Dasar 1. CP pemenuhan kebutuhan rasa aman.elektrolit 4. CP pemenuhan kebutuhan sirkulasi 3. CP pemenuhan kebutuhan cairan.

WP pemenuhan kebutuhan aktivitas & istirahat 9. WP pemenuhan kebutuhan psikososial .WHITE PAPER 1. WP pemenuhan kebutuhan rasa aman. WP Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. nyaman dan pencegahan cidera 7. spiritual dan komunikasi . WP pemenuhan kenutuhan higiene perseorangan 8. WP pemenuhan kebutuhan cairan. WP pemenuhan kebutuhan nutrisi 5.elektrolit 4. WP pemenuhan kebutuhan elminasi (Urine & Fecal) 6. WP pemenuhan kebutuhan sirkulasi 3.

.

Surat penugasan klinis (Clinical Appointment)       Dikeluarkan oleh Direktur RS Berdasarkan rekomendasi Komite Keperawatan  hasil kajian Mitra Bestari Dapat “dicabut”  e.g. masalah etik dan disiplin Dapat diminta kembali  rekredensial .

KOMITE KEPERAWATAN MEMPUNYAI PERANAN PENTING DALAM MENJAGA DAN MENINGKATKAN KUALITAS PROFESI KEP. . HARUS MELALUI PROSES KREDENSIAL. INSTRUMEN INTI KREDENSIAL: MITRA BESTARI. 2. SETIAP TENAGA KEPERAWATAN YG AKAN BEKERJA DI RS.KESIMPULAN 1. CLINICAL PRIVILEGE & WHITE PAPER 3.