Grand Design Pengembangan Budaya Maritim Masyarakat Pulau Kecil

Mianggas Island Rupat Island

Disampaikan dalam kesepahaman kerangka kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maret 2014

Definisi

Grand design terdiri atas 2 kata yakni (i) grand yang berarti hal yang paling penting, besar, menjadi induk, serta (ii) design yang berarti suatu skema pengaturan (sinonim dari designing), sesuatu yang ditujukan sebagai pedoman untuk melaksanakan sesuatu lainnya (sinonim dari blueprint), suatu anticipated outcome yang ingin dicapai (sinonim dari aim). Secara praktikal, grand design kerap diterjemahkan/diimplementasikan sebagai rencana induk atau kerangka utama. Sebagai sebuah rencana induk maka grand design merujuk pada dokumen pembangunan Nasional serta memuat visi, arah kebijakan, visi dan misi, tujuan dan sasaran, sasaran 5 tahunan (roadmap); rencana induk ini bertujuan untuk memberikan arah kebijakan pelaksanaan selama kurun waktu tertentu secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan. Sebagai kerangka utama maka grand design merupakan gambaran umum secara menyeluruh tentang program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga (K/L) dan dimaksudkan untuk memberikan arah kebijakan dan keterkaitan antara kegiatan, sub kegiatan dengan program program yang telah ditetapkan. Memberi arah kebijakan, pedoman K/L dalam perencanaan pembangunan, rujukan penyusunan roadmap merupakan sejumlah ciri grand design yang telah berjalan selama ini.

Definisi
• •
Budaya Maritim terdiri atas dua kata yakni budaya dan maritim. Meminjam dari pemikiran Koentjaraningrat (1980), budaya memiliki artian, “keseluruhan gagasan,tindakan, dan hasil karya manusia yang dijadikan milik dirinya melalui proses belajar ”. Antropologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia dan kebudayaannya, memahami bahwa budaya sebagai milik dari manusia dalam lingkup kolektif. Seperti yang telah disebutkan, gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang dijadikan milik dirinya (manusia) itu dipelajari dari kolektifnya. Sebab, budaya ini juga menjadi nilai-nilai tertentu yang dianut oleh suatu kolektif, sehingga sesuatu dapat dianggap sebagai sebuah budaya apabila disepakati bersama dan dijalankan bersama-sama oleh sekelompok orang. Sedangkan kata maritim merupakan kata serapan dari bahasa inggris yaitu maritime . Oleh Oxford Advanced Learner’s for Dictionaries (2010) kata maritime diartikan, “connecting to sea or near the sea”. Kata maritime ini sendiri secara etimologis sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu maritimus atau mare yang artinya adalah laut. Disini dapat kita katakan bahwa sebuah susunan kata yang didalamnya terdapat kata maritim itu berhubungan dengan laut. Atas hubungannya dengan laut, kata maritim akan merujuk pada suatu aktivitas yang dilakukan di laut, seperti pelayaran yang tujuannya entah untuk berdagang atau mencari ikan.

Definisi

Melalui masing-masing arti kata dari kata penyusun “budaya maritim”, kita bisa mendapatkan makna sebenarnya dari “budaya maritim” ini. Budaya merupakan keseluruhan gagasan manusia yang mampu menghasilkan berbagai tindakan dan hasil karya. Bila kata “budaya” disandingkan dengan kata “maritim”, menurut hemat saya kata “maritim” menjadi penanda atas sebuah tempat yang letaknya dekat dengan laut atau lebih sering kita kenal dengan pesisir. Maka “budaya maritim” dapat kita pahami sebagai keseluruhan gagasan yang mampu menghasilkan tindakan dan perilaku yang menjadi milik suatu kolektif yang tinggal dan hidup dekat dengan laut. Dan apabila membicarakan hal tersebut pikiran kita akan menuju pada sebuah lanskap dari suatu masyarakat yang hidup dengan kultur melaut. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang dalam kesehariannya selalu bersinggungan dengan laut, karena laut menjadi tempat mereka tinggal dan beraktivitas.

Definisi

Masyarakat adalah Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.


Pulau Kecil adalah Pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 km2 (dua ribu kilometer persegi) beserta kesatuan Ekosistemnya [UU 27/2007]. Menurut Data DKP terdapat 13466 Pulau dan 92 diantaranya adalah Pulau Terluar.
Maka berangkat dari kedua estimologi tersebut, masyarakat pulau kecil adalah komunitas (antar entitas) yang bermukim di Pulau Kecil.

Pemahaman terhadap judul kegiatan
GRAND DESIGN PENGEMBANGAN

Rencana Induk Kerangka Utama Blue Print

Upaya meningkatkan dan atau perluasan

BUDAYA MARITIM

Berlayar untuk berdagang Berlayar untuk mencari ikan Pengelolaan pulau untuk wisata, lainnya

MASYARAKAT PULAU KECIL

Perlu batasan lokasi (pulau) yang akan dikaji. Ketersediaan data dan dana

Kerangka Logis Dokumen Grand Design

Tujuan

Visi & Misi
Sasaran 2020-2024

P r I n s I p

Potensi dan Tantangan Budaya Maritim Masyarakat Pulau Kecil

Sasaran 20152019

Sasaran 2025-2029

Sasaran 2030-2034

Petikan Tulisan : SEJARAH MARITIM INDONESIA: MERETAS SEJARAH, MENEGAKKAN MARTABAT BANGSA Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh Ketua Badan Pembina - Institute for Maritime Studies

1. 2.

3.

Membangkitkan maritime domain awareness, atau kesadaran lingkungan maritim. Budaya Lingkungan Bahari. Lingkungan bahari yang dimaksud adalah semua area dan hal-hal yang berhubungan, berkaitan, berdekatan atau berbatasan dengan laut, samudera atau semua perairan yang dapat dilayari, termasuk semua kegiatan yang berhubungan dengan maritim, infrastruktur, masyarakat, muatan kapal, armada, baik niaga, perikanan, maupun armada perang. Pemerintah Indonesia perlu segera menetapkan sebuah National Ocean Policy dalam rangka pemanfaatan laut bagi sebesar-besarnya kemakmuran bangsa, sekaligus untuk mengembangkan kembali budaya bahari bangsa, yang tujuan akhirnya tentulah penguasaan laut nasional yang dapat menegakkan harga diri bangsa.

Referensi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.
www.kkp.go.id
Perpres 81/2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. UU 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Draf Laporan Grand Design Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perumahan Rakyat, 2011. Nikolas Nino, Maritime Culture is Connecting People, www.academia.edu, 2014. Grand Design Desentralisasi Fiskal Indonesia, Kementerian Keuangan RI, 2011. Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Ketua Pembina IMS Indonesia, Sejarah Maritim Indonesia: Meretas Sejarah, Menegakkan Martabat Bangsa. Juanda Wijaya, SIP, Visi Maritim, Politik Kemaritiman Dalam Perspektif Keamanan, 2006 DKP, Sekjen Satker DKI, Evaluasi Kebijakan dalam Rangka Implementasi Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982) di Indonesia, 2008. A. Adri Arief, Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Pendekatan Kelembagaan Lokal (Studi Kasus Desa Pajukukang, Kecamatan Maros Utara, Kabupaten Maros), 2002 Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2010 -2014. Gunardi Kusumah DKK, Studi Hidrologi dan Sumberdaya Air di Pulau Pulau Kecil, UBH, 2009. Esti Budiningrum, Dkk, Islands for Sale In Indonesia, 2010

Rusdi Jaya, Pengelolaan Ekosistem Pulau Pulau Kecil Berbasis Masyarakat di Pulau Habe Distrik Okaba Kabupaten Merauke, 2013

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful