BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis.

Umumnya menyerang paru-paru (TB paru), namun dapat menyerang organ lain (TB ekstrapulmonal). TB masih menjadi masalah kesehatan global yang utama, menginfeksi jutaan manusia setiap tahun dan berada di peringkat kedua penyebab kematian akibat penyakit infeksi, setelah Human Immunodeficiency Virus (HI ). !enurut "H# $lobal Tuber%ulosis &eport '()*, lima negara dengan kasus insidensi terbesar pada tahun '()' ialah India ('.( + '., juta), -ina ((.. + ).) juta), /frika 0elatan ((.,- (.1 juta), Indonesia ((., + (.2 juta), dan 3akistan ((.* + (.2 juta). Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar dunia dalam jumlah kasus insiden dan sebagian besar menyerang pada usia produktif. /ngka pre4alensi TB di Indonesia pada tahun '()' adalah '.5 per )((.((( penduduk dan angka insidensi adalah )62 per )((.((( penduduk. 7i pro4insi &iau pada tahun '()' ditemukan kasus baru TB paru sebanyak *(), kasus dan pre4alensi sebanyak *(.2 kasus. 8ota 3ekanbaru memiliki jumlah penderita TB tertinggi di seluruh kabupaten9kota di pro4insi &iau, yaitu sebanyak *61 kasus. Untuk mengendalikan peningkatan kasus TB di dunia, "H# IU/T:7 mengembangkan strategi yang dikenal sebagai Directly Observed Treatment Short-course (7#T0). 0trategi 7#T0 meliputi 2 komponen, yaitu komitmen politis dengan peningkatan dan kesinambungan pendanaan, penemuan kasus

0ebaliknya. pengobatan yang memiliki standar dengan super4isi dan dukungan bagi pasien. sistem monitoring pen%atatan dan pelaporan yang memberikan penilaian terhadap kinerja program dan pengobatan pasien. puskesmas sebagai pelaksana program penanggulangan TB paru perlu melakukan pemantauan dan e4aluasi terhadap kebutuhan pasien. /dapun salah satu sasaran keluarannya ialah meningkatkan presentase keberhasilan pengobatan kasus baru TB paru men%apai 66. atau taat terhadap ren%ana pengobatan yang telah disepakati. setia. 3asien yang puas terhadap layanan kesehatan yang diselenggarakan %enderung mematuhi nasihat. Tujuan dari strategi pengendalian TB di Indonesia adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB sehingga tujuan pembangunan kesehatan untuk meninggkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat ter%apai. sistem pengelolaan dan ketersediaan #bat /nti Tuberkulosis (#/T) yang efektif. dan meningkatkan presentase pro4insi dengan keberhasilan pengobatan diatas 62. . . dari 6(..melalui pemeriksaan dahak mikroskopis. 7i Indonesia.66. :ayanan kesehatan harus selalu mengupayakan kebutuhan dan kepuasan pasien yang dilayani se%ara simultan. /gar tujuan dan sasaran tersebut dapat ter%apai. strategi 7#T0 dilaksanakan se%ara nasional pada tahun '((( di seluruh fasilitas layanan kesehatan terutama puskesmas sebagai pelayanan kesehatan dasar. pasien yang ke%e<a %enderung tidak patuh terhadap ren%ana pengobatan dan nasihat serta berganti dokter dan pindah ke fasilitas kesehatan lainnya.

Hal ini menggambarkan bah<a masih terdapat pasien TB paru di <ilayah kerja 3uskemas &a<at =alan 0idomulyo. keleluasaan pribadi atau pri4asi saat berada dalam kamar periksa. maka perlu diketahui faktor-faktor penyebabnya dan segera dilakukan perbaikan. /spek-aspek layanan kesehatan yang mempengaruhi kepuasan pasien ialah kesembuhan. ketersediaan obat.!enurut 3ohan. 8etidakpuasan pasein timbul karena terjadinya kesenjangan antara harapan pasien dan kinerja layanan kesehatan yang dirasakan saat menggunakan layanan kesehatan tersebut. berobat akan dan mengakibatkan angka kunjungan pasien untuk meningkatkan angka ketidakpatuhan dalam menjalani program pengobatan. 7ari obser4asi a<al yang peneliti lakukan di 3uskesmas &a<at =alan 0idomulyo. kesempatan bertanya. mendapat informasi yang menyeluruh dana dapat dimengerti. Untuk mengetahui mutu layanan program 7#T0 bagi pasien. diperlukan penilaian dan pengukuran dari pasien TB paru mengenai kepuasan dalam menjalani program TB paru. . kesinambungan petugas kesehatan. dan biaya pelayanan kesehatan. Bila faktor-faktor turunnya penyebab tidak segera diperbaiki. Bila pasien merasa tidak puas. kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. diperoleh data mengenai jumlah penderita TB paru pada periode bulan sampai adalah orang dan yang sedang menjalani pengobatan berjumlah orang.

dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran kepuasan penderita TB paru terhadap pelayanan pengobatan strategi 7#T0 di 3uskesmas &a<at =alan 0idomulyo.1 Tujuan penel t an Tujuan umum !engetahui gambaran kepuasan penderita TB paru terhadap pelayanan strategi 7#T0 di 3uskesmas &a<at =alan 0idomulyo. 1.3 1.2 Tujuan khusus /dapun tujuan khusus dari penelitian ini ialah > 1. . ?akultas 8edokteran Uni4ersitas &iau Hasil penelitian ini dapat menjadi data pembanding bagi penelitian mengenai tuberkulosis paru selanjutnya. '.1. 1. 3eneliti !enambah pengetahuan mengenai gambaran kepuasan pasien terhadap kinerja dan pelaksanaan program 7#T0 yang dijalaninya.2 Perumusan masalah Berdasarkan uraian latar belakang.. Bagi responden 0ebagai salah satu sarana bagi responden untuk mengaspirasikan kepuasan9ketidakpuasannya terhadap program 7#T0 yang sedang diikuti.3. 3eneliti lain 3enelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya *.! "an#aat penel t an /dapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut > ).3. .

Bagi 3uskesmas Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk mendukung perubahan sistem pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pasien.2. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful