You are on page 1of 36

GIZI KERJA

KELOMPOK II
Mira Dian Utami 07 157 Kovindasari Siregar 07 137 Tisa maharani 07 278 Rika anggita 07 225 Vera prasetya 07 286 Rosidah 07 243 Siti aisyah 07 261 Shelvi aprianti 07 254 Taufan m.fatwa 07 276 I gede charya s 07 115 Rohaeni 07 242 Yustika riana 07 306 Sri wahyu purwasih 07 266 Ririn anggraini 07 233 Juwita n Ilka madin 08 004p Eriecka nenciana 09 353p Emeil narita 08 007p Bobby 10 439p Endang Anton kurniawan 09 340p Aditya baskoro

Gizi kerja
Istilah gizi kerja berarti nutrisi yang diperlukan oleh para kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan. Sebagai suatu aspek dari ilmu gizi pada umumnya, maka gizi kerja di tunjukan untuk kesehatan dan daya kerja tenaga kerja yang setinggi-tingginya. Kesehatan dan daya kerja sangat erat hubungannya dengan tingkat gizi seseorang

Tubuh memerlukan zat-zat dari makanan untuk pemeliharaan tubuh, perbaikan kerusakan-kerusakan dari sel dan jaringan dan untuk pertumbuhan,yang banyak sedikitnya keperluan ini sangat tergantung pada usia, jenis kelamin, lingkungan dan beban yang di derita oleh seseorang

Bahan-bahan makanan dapat di golongkan menurut makanan pokok (nasi, jagung, roti dan lain-lain). Lauk-pauk, sayur mayur, buah-buahan dan susu. Bahan-bahan ini pada umumnya mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, garam mineral dan air Karena zat makanan yang dibutuhkan tubuh meliputu zat-zat tersebut, maka makanan yang paling cocok adalah makanan berimbang (=balanced diet).

Protein, lemak dan karbohidat merupakan bahan bakar, oleh karena zat-zat tersebut dapat dibakar dalam tubuh sebagai sumber tenaga untuk berkerja. Vitamin dan mineral berlaku sebagai pengatur tubuh dengan jalan melancarkan proses oksidasi, memelihara fungsi normal otot dan saraf, vitalis jaringan dan menunjang fungsi tertentu.

Untuk terjadinya proses-proses tersebut,diperlukan pula air dan oksigean dari udara. Peranan air sangat penting sebagai medium atau pelarut dari getahgetah tubuh, peredaran darah dan prosesproses dalam tubuh lainnya. O2 dari udara adalah zat pembakar terutama bagi karbohidrat dan lemak dan kadang-kadang putih telur apabila diperlukan.

Untuk mengetahui keadaan makanan dari tenaga kerja perlu diadakan pemeriksaan makanan, baik mengenai makanan yang dimakan, berat dan kwalitasnya, dan pemeriksaan laboratorium. Protein dalam daftar pemakaian protein bersih (=Net Protein Utilization)60, bila lain keadaannya maka perlu penyesuaian. Jika bahan untuk vitamin A ditemukan sebagai campuran karotenoid dan bentuk sebelum vitamin A, maka perlu pula penyesuaian.

Keadaan gizi di Indonesia ditandai dengan kurangnya protein, kalori dan vitamin-vitamin. Rendahnya protein dan kalori dalam makanan sehari-hari menjadi salah satu sebab rendahnya produktivitas dan keadaan kesehatan serta menjadi sebab-sebab timbulnya penyakit. Demikian pula kekuranganvitamin. Kurangnya vitamin-vitamin yang tergolong dalam vitamin B kompleksberpengaruh pada kerja otot. Tidak cukupnya vitamin A menjadi sebab terganggunya adaptasi malam dari pada mata tenaga kerja

Sebab-sebab dari kurangnya gizi adalah majemuk, yaitu :


1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

persoalan ekonomi ketidak tahuan buta huruf kebiasaan makanan yang buruk prasangka-prasangka Kepercayaan Pola makanan berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya dan demikian pula nilai gizinya.

Di dalam tubuh selalu terjadi kegiatankegiatan sel, baik membangun atau mempergunakan bahan-bahan yang ada. Kegiatan-kegiatan ini disebut metabolisme. Semakin meningkat kegiatan tubuh, semakin meningkat pula metabolisme yang terjadi. Metabolisme basal adalah sejumlah tenaga yang diperlukan oleh tubuh dalam keadaan istirahat sambil tiduran dan tenang (fisik dan metal) mulai sejak 12-15 jam setelah makan

Kebutuhan tenaga minimum ini diperlukan untuk pemeliharaan prose-proses dari alat-alat vital seperti jantung, paru-paru, lambung da usus, kenjar-kelenjar, hati, ginjal serta perawatan sel-sel.

Biasanya metablisme basal ditentukan oleh jumlah jaringan aktif dan tingkat proses dalam tubuh. Jaringan aktif adalah otot dan kelenjar-kelenjar, sedangkan jaringanjaringan tak aktif adalah tulang dan lemak. Peranan jaringan aktif pada metabolisme dasar ditentukan oleh ukuran keseluruhannya, potongan tubuh, ukuran dan keadaan tubuh

Tingkat proses di dalam tubuh tergantung dari usia, sekresi kelenjar-kelenjar buntu, tidur, tonus otot, akibat selanjutnya dari emosi dan tekanan mental, latihan, makanan dan puasa.

Kelenjar-kelenjar yang terutama berpengaruh pada metabolisme basal adalah kelenjar gondok dan kelenjar anak ginjal. Meningkatnya sekresi dari kelenjarkelenjat ini mempercepat proses-proses oksidasi dari tubuh yang berarti bertambahnya metabolisme. Peranan kelenjar gondok lebih besar dibandingkan kelenjar anak ginjal. Selama tidur prosesproses di dalam tubuh menjadi lambat.

Pada orang dewasa metabolisme basal rata-rata kira-kira berkurang 10 % selagi tidur dibandingkan keadaan terbangun sambil tiduran. Tegangan otot sangat erat hubungannya dengan tingkat ketenangan serta kegiatan seseorang. Semakin tenang, semakin kurang tegangan otot-otot, berarti semakin kuranglah jumlah tenaga. Secara tidak langsung metabolisme basal dipengaruhi oleh keadaan emosi dan keadaan mental seseorang, yang menyebabkan sekresi kelenjar-kelenjat buntu. Keadaan mental mempengaruhi tegangan otot-otot yang berakibat pula pada keadaan proses di dalam tubuh

Hasil-hasil pencernaan dan penyerapan protein nampaknya lebih merangsang metabolisme dari pada pencernaan dan penyerapan karbohidrat dan lemak. Metabolisme terjadi lambat sesudah puasa yang lama dikarenakan tubuh menyesuaikan diri dengan penghematan tenaga

Kebutuhan kalori untuk orang dewasa ditentukan oleh :

metabolisme basal, pengaruh makanan atas kegiatan tubuh (kira-kira 10% dari metabolisme basal) kerja otot. Faktor yang terakhir yaitu kerja otot mempunyai peranan sangat penting dalam meningkatkan kebutuhan kalori di atasnya metabolisme basal

KALORI YANG DIHASILKAN 1 gram ZAT-ZAT MAKANAN


NO

1 2 3

ZAT Protein
Lemak Karbohidrat

Kalori / gram 4
9 4

Jumlah kalori yang diperlukan dan di hasilkan dalam tubuh menurut kegiatan dapat di tentukan dengan cara tidak langsung dengan mengukur penggunaan O2 oleh tubuh. Dari penelitian-penelitian ditemukan bahwa 1 liter O2 menghasilkan rata-rata 4825 kalori dari mkanan berimbang. Adapun cara kalorimeter langsung hanya dapat dilakukan pada laboratorium yang sangat lengkap.

Pengerahan energi setiap jam pada berbagai keadaan kegiatan tubuh dan pengerahan sehari penuh disajikan dibawah ini menurut penelitian-penelitian di Luar Negeri yang perlu dikoreksi sesuai dengan berbagai faktor yang mungkin berbeda untuk tenaga kerja Indonesia.

PEMAKAIAN ENERGI PER-JAM PADA KEADAAN KEGIATAN OTOT YANG BERBEDA


Jenis kelamin Berat badan (kg) Kalori (=1000 kalori)

Laki-laki

60 55 50
50 45 40

3000 2900 2600


2050 2000 1800

Wanita

Standard ini untuk seorang tenaga kerja tertentu harus di koreksi dengan aktor-aktor sebagai berikut :

Usia Derajat kegiatan Keadaan hamil dan menyusui pada wanita. Biasanya kalori harus di tambah 10%

Dalam hubungan pekerjaan, bahan makanan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja adalah yang memenuhi kebutuhan gizi masyarakat pada umumnya ditambah dengan keperluan-keperluan untuk menambah kalori ketika bekerja.

Beberapa hal khusus perlu dikemukakan :

Pengaruh frekwensi makan dan komposisi makanan Untuk pekerjaan di tempat-tempat kerja yang bersuhu tinggi, harus diperhatikan secara khusus kebutuhan air dan garam sebagai pengganti cairan untuk penguapan Zat makanan dalam berbagai hal dapat mengurangi zatzat beracun, seperti halnya vitamin C terhadap keracunan-keracunan logam berat, larutan organik, turunan anilin, fenol, sianida dan lain-lain, walaupun bukti-bukti sangat sulit diberikan

Makanan ekstra berfungsi memperbaiki keadaan tubuh dan meninggikan daya tahan, tetapi tidak untuk menghilangkan efek racun. Sering terjadi kesalahan yaitu dengan diberikan makanan bahaya-bahaya dari zatzat racun tidak diperhatikan lagi. Sebaliknya, bahaya-bahaya zat racun dikendalikan sebagaimana mestinya, sedangakan makanan ekstra merupakan upaya meningkatkan daya kerja dan kesegaran jasmani.

Bahan makanan harus dapat memenuhi cita rasa yang akan memakannya, syarat-syarat ini meliputi

Dirasa enak atau sedap, seperti manis, gurih, asam, rangsangan rempah-rempah, alkohol dan lain-lain. Amino essensiil dan yang jumlah asam amino yang tidak cukup. Aroma yang mendatangkan nafsu Warna menarik Bentuk yang estetis. Penyajian yang sesuai (panas, hangat, dingin, segar) Cara penghidangan yang menambah selera.

Selain syaraf-syaraf yang menarik keinginan dan selera makan, pula persyaratan tentang zat-zat yang dikandungnya sesuai dengan nilai gizinya, yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin-vitamin dan mineral

Protein dapat di golongkan menurut protein lengkap, sebagian tidak lengkap. Protein lengkap mengandung semua asam amino yang essensiil dalam jumlah yang cukup terutama pada bahan bahan makanan yang berasal dari hewan, tidak dapat di bentuk oleh dan di dalam badan manusia sehingga perlu di dapat sebagian bahan makanan dari luar berfungsi membentuk sel-sel badan baru mengganti sel-sel tua telah susut dan berguna sebagai bahan pembakar

Protein sebagian tak lengkap mengandung sebagian asam amino esensiil dalam jumlah tidak cukup dan asam amino yang tidak esensiil terutama terdapat pada bahanbahan makanan yang berasal dari tumbuh tumbuhan dan sebagian kecil dari hewan sebagian dapat di bentuk oleh dan di dalam badan manusia sendiri tidak berfungsi untuk sel sel baru tetapi berfungsi untuk mengganti sel sel tua serta penghasil kalori

Karbohidrat merupakan bahan untuk tubuh terdapat terutama pada bahan bahan makanan berasal dari tumbuh tumbuhan, terutama penghasil tepung di dalam tubuh manusia diroboh menjadi glikogen dan disimpan dalam hati dan otot otot bila di perlukan dalam darah dan jaringan sebagai glukosa berfungsi sebagai tenaga untuk kegiatan tubuh dan pengatur suhu badan kelebihan nya dalam badan dirubah serta di simpan sebagai lemak.

Lemak berkedudukan sebagai karbohidrat terdapat pada bahan bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan , berungsi sebagai sumber tenaga dan memelihara suhu badan setelah dicernakan kelebihan nya di simpan sebagai lemak tubuh

Jumlah mineral yang terdapat dalam badan sebanyak 55 buah. Dapat di adakan penggolongan sebagai berikut

mineral yang dalam jumlah sedikit, tetapi mutlak di butuhkan yaitu Cu, Co , Mn, Zn dan Y
mineral yang dalam jumlah banyak di butuhkan oleh tubuh yaitu Ca, P, Mg, Na, K, Cl dan S mineral yang dalam jumlah sedikit, tetapi belum jelas peranan nya dalam tubuh yaitu Al, As, Br. mineral yang dalam jumlah sedikit dibutuhkan dan dapat meracun yaitu Se, F, Pb.

Mineral terdapat terutama pada tumbuh tumbuhan, sayuran, buah buahan, bahan bahan makanan dari hewan dan air. Fungsi mineral adalah pembentukan bermacam macam jaringan sel badan melalui persenyawaan dengan asam amino dan protein.

Vitamin vitamin di bagi dua golongan :

yang larut dalam lemak yaitu vitamin vitamin A, D, E, dan K vitamin vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B kompleks dan C

vitamin terutama terdapat dalam buah buahan, sayuran, lemak (minyak ikan) dan kecambah. Fungsi nya adalah merangsang dan melindungi metabolisme, mempercepat perubahan perubahan zat zat makanan di jadikan subsitusi subsitusi yang sesuai guna pembentukan dan pembaharuan sel sel tubuh serta penghasil tenaga.

Nilai gizi dari suatu makanan sangat tergantung dari pemasalan , pengolahan, penyimpanan dan pengawetan nya. Hal yang perlu diperhatikan, misal nya vitamin B dan C yang larut dalam air. Sebaiknya beras tidak terlalu banyak dicuci air jangan kelebihan pada waktu menanak, dan tajin jangan dibuang agar vitamin B tidak terbuang. Demikian pula untuk vitamin C sebaiknya sayur sayuran atau buah buahan dicuci dahulu baru di potong, tidak sebalik nya tempat memasak tertutup air jangan kelebihan agar vitamin C tidak ikut terbuang di rebus sebentar saja.