You are on page 1of 4

Hadi Saputra

13106076

BILANGAN OKTAN

Bilangan oktan adalah ukuran dari rasio kompresi maksimal ketika bahan bakar dipergunakan
pada sebuah mesin tanpa terjadi knocking [1]. Bilangan oktan pada bahan bakar diukur dari uji
masin. Bilangan oktan dapat didefinisikan sebagai nilai perbandingan iso-oktan terhadap n-
heptana yang mempunyai kapasitas anti-knocking yang sama pada bahan bakar [2]. Angka yang
tertulis pada salah satu jenis bahan bakar bensin menunjukkan persentase volume dari iso-oktana
dan sisanya adalah persentase volume n-heptana. Contoh yang dapat digunakan adalah pada
angka 88 di suatu jenis bahan bakar bensin. Angka tersebut memberikan informasi bahwa
persentase volume iso-oktana dalam bahan bakar bensin tersebut adalah sebesar 88% dan
persentase volume n-heptana adalah 12%. Nilai bilangan oktan pada bahan bensin tidak mengacu
pada kandungan energy bahan bakar, namun lebih mengacu pada kecenderungan bahan bakar
untuk dapat terbakar.

Terdapat beberapa jenis tipe bilangan oktan, yaitu [2] :
1. RON
RON (Research Octane Number) adalah suatu bilangan yang diperoleh dengan menguji
bahan bakar terhadap mesin uji coba dengan variabel rasio pada kondisi yang terkontrol.

2. MON
MON (Motor Octane Number) adalah suatu bilangan yang mengukur bagaimana kondisi
bahan bakar ketika dibebani. Pengujian MON menggunakan mesin uji yang serupa
dengan mesin uji RON. Perbedaan uji coba RON dan MON terdapat pada kondisi
campuran bahan bakar, kecepatan mesin, dan penempatan waktu pembakaran.

Pada suatu performasi bahan bakar bensin, RON menunjukkan performasi bahan bakar pada
kondisi mesin yang beroperasi pada beban rendah, sedangkan MON menunjukkan performasi
bahan bakar pada kondisi mesin yang beroperasi pada beban tinggi. Kedua bilangan oktan diukur
menggunakan silinder torak tunggal yang telah distandarkan. Kondisi pengukuran dilakukan
pada saat kecepatan konstan dan nilai rasio kompresi yang mendekati terjadinya kondisi
knocking. Kondisi kecepatan mesin pada saat pengukuran RON adalah 600 rpm, sedangkan
untuk MON adalah 900 rpm [1]. Secara umum, RON bernilai lebih besar daripada MON [3].
Hadi Saputra
13106076

Jenis bilangan oktan lain yang menunjukkan suatu performasi anti-knock bahan bakar bensin
adalah Road Octane Number. Road Octane Number dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut [4] :

Road O.N = (k1 x RON) + (k2 x MON) + k3 ..................................................................(1)

Nilai indeks anti-knock adalah suatu bilangan rata-rata dari RON dan MON. Nilai indeks ini
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut [4] :

Anti-knock Indeks = (RON+MON)2 ............................................................................(2)

Standar pengujian MON dituliskan pada ASTM Standard D 2700-8, sedangkan standar
pengujian RON dituliskan pada ASTM Standard D 2699.

BILANGAN SETANA

Bilangan Setana adalah ukuran kualitas penyalaan bahan bakar yang mengindikasikan kesiapan
bahan bakar mesin diesel untuk menyala secara spontan pada kondisi temperatur dan tekanan
tertentu di ruang bakar. Semakin tinggi bilangan setana, waktu penundaan antara injeksi dan
penyalaan semakin pendek dan kualitas penyalaan semakin baik [5]. Pada kenyataannya,
penggunaan bahan bakar diesel yang memiliki nilai bilangan setana yang lebih besar dari kondisi
yang dibutuhkan mesin tidak menambah performasi mesin. Penggunaan bahan bakar diesel yang
tepat adalah bahan bakar diesel yang memiliki nilai bilangan setara yang sesuai dengan
spesifikasi mesin.

Untuk dapat mengukur kualitas bahan bakar mesin diesel, diperlukan informasi mengenai
bilangan setana, kandungan BTU, kandungan sulfur, API gravity, jangka penyulingan, titik api,
dan stabilitas [6]. Standar pengujian untuk memperoleh bilangan setana terdapat pada ASTM test
D-613.

Besarnya nilai bilangan setana pada bahan bakar diesel dituliskan dalam Indeks Setana. Untuk
menghitung Indeks Setana, digunakan 2 persamaan standar sebagai berikut [7] :

1. Indeks Setana berdasarkan ASTM D 976
Hadi Saputra
13106076

Persamaan yang digunakan pada ASTM D 976 ini disahkan dalam peraturan perhitungan
Indeks Setana.

CI976 = 45,74 – 1641,416 D + 774,74 D2 – 0,554 B + 97,803 (log B)2 ........................(3)
Keterangan :
D = massa jenis bahan bakar diesel saat 15oC (g/ml) yang ditentukan dari Metode Uji
ASTM D 1298
B = Temperatur mid-boiling (oC) yang ditentukan dari Metode Uji ASTM D 86.

2. Indeks Setana berdasarkan ASTM D 4737
CI4737 = 45,2 + 0,0892 T10N + (0,131 + 0,901 B) T50N + (0,0523 + 0,420 B) T90N + 0,00049
(T210N + T290N) + 107 B + 60 B2 ....................................................................................(4)
Keterangan :
D = massa jenis bahan bakar diesel saat 15oC (g/ml) yang ditentukan dari Metode Uji
ASTM D 1298
B = [e(-3,5) (D – 0,85) ] – 1
T10 = 10% temperatur destilasi [oC] yang ditentukan dari Metode Uji ASTM D 86
T10N = T10 – 215
T50 = 50% temperatur destilasi [oC] yang ditentukan dari Metode Uji ASTM D 86
T50N = T50 – 260
T90 = 90% temperatur destilasi [oC] yang ditentukan dari Metode Uji ASTM D 86
T90N = T90 – 310

Beberapa cara untuk dapat melakukan pengujian dalam mengukur nilai bilangan setana pada
bahan bakar diesel adalah menggunakan mesin CFR (Cooperative Fuel Research) dan IQT
(Ignition Quality Tester). Penggunaan IQT memberikan hasil yang lebih baik daripada
menggunakan mesin CFR.

Referensi :
Hadi Saputra
13106076

1. http://www.refiningonline.com/engelhardkb/crep/TCR4_29.htm

2. http://en.wikipedia.org/wiki/Octane_rating

3. Jones, D. S. J. Handbook of Petroleum Processing. Berlin : Springer. 2006. [online].

4. http://www.astm.org/Standards/D2700.htm

5. Faiz, A. Air Pollution for Motor Vehicles : Standards and Technologies for Controlling
Emissions. Washington, D.C : The World Bank. 1996. [online].

6. http://www.fuelmagic.net/Cetane%20Booster.html#anchor#1

7. http://www.med.govt.nz/templates/MultipageDocumentPage____10726.aspx#P7

8. http://en.wikipedia.org/wiki/Cetane_number