You are on page 1of 4

FISIOLOGI SISTEM RANGKA

A. Fungsi Tulang Fungsi tulang secara umum adalah : 1. Sebagai formasi kerangka, dengan membentuk rangka tubuh, menentukan bentuk dan ukuran tubuh. 2. 3. 4. Pergerakan, yaitu untuk berbagai aktivitas selama pergerakan. Perlindungan, yaitu melindungi organ-organ yang lunak dalam tubuh. Hematopoiesis, yaitu pembentukan sel-sel darah merah yang terjadi pada sumsum tulang merah. 5. Tempat penyimpanan mineral, antara lain kalsium dan fosfor.

B. Pertumbuhan tulang

Penulangan (osifikasi) intra membranosa : pada bayi endokondria : kartilago tulang pipa

Skema : Sel osteoblas osteosid lacuna (inti sel tulang percabangan) canalikuli (saluran) percabangan vaskular lamella periosteum

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tulang : 1. Herediter Masing-masing individu mempunyai potensi genetik untuk tinggi badan, dengan gen diturunkan dari orangtuanya. Beberapa diantara gen yang terlibat kemungkinan ada gen untuk enzim yang terlibat dalam pembentukan kartilago dan tulang.

2.

Faktor nutrisi Suplai bahan makanan yang mengandung kalsium, fosfat, protein, vitamin A,

C, dan D. Penting untuk pertumbuhan tulang serta memelihara rangka yang sehat. 3. a. Faktor endokrin atau hormon Hormon pertumbuhan (kelenjar hipofisis anterior) Meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen, matriks kartilago, enzim untuk membuat kartilago dan tulang). b. Tiroksin Meningkatkan kecepatan sintesis protein dan produksi energi dari semua jenis makanan. c. Insulin atau pankreas Meningkatkan energi dari gula / glukosa. d. Hormon paratiroid (kelenjar paratiroid) Meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah ( meningkatkan kadar kalsium darah), serta meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal untuk darah. e. Kaisitonin (kelenjar tiroid) Menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium darah). f. Estrogen (ovarium) Mempercepat penutupan epifisis tulang panjang (pertumbuhan berhenti). g. Testosteron (testis) Membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. 4. Latihan atau tekanan Tanpa tekanan yang normal, tulang akan kehilangan kalsium lebih cepat daripada penggantiannya. Latihan contohnya aktivitas sehari-hari. Tulang yang

tidak mendapat latihan (contoh : pasien tirah baring) akan menipis dan mudah rapuh. 5. Faktor persyarafan Gangguan suplai persarafan mengakibatkan penipisan tulang seperti pada kelainan poliomielitis. a. Faktor mekanis Kekuatan dan arah tuberkula tulang ditentukan oleh gaya-gaya mekanis yang bekerja padanya. b. Penyakit, mempengaruhi pertumbuhan tulang.

C. Suplai darah tulang 1. a. Tulang-tulang panjang Arteri nutrisia Arteri tunggal masuk ke foramen nutrisia oblik ke atas atau bawah tulang. b. Arteri periostal Arteri kecil yang menyuplai periosteum berjalan sepanjang pelengketan otot. c. Arteri metapisiale Rangkaian yang cabangnya masuk melalui foramina vaskularis tempat keluarnya vena-vena.

2.

Tulang-tulang pipih Arteri epifisiale menyuplai spongeosa dalam substansi kompakta tulang.

3.

Tulang-tulang iga Arteri nutrisia memasuki tulang distalis dari tuberkulum kosta dan membagi diri.

4.

Tulang-tulang vertebrae Terdapat dua arteri besar memasuki permukaan posteur korpus vertebrae.

D. Pengobatan fraktur Pengobatan fraktur adalah dengan reduksi yaitu menarik atau mendorong bagian yang patah dalam kesejajaran yang benar dan dengan satu periode imobilisasi dengan pembidaian.

Penyembuhan fraktur : 1. 2. 3. Pembentukan bekuan darah di antara bagian yang patah. Timbulnya jaringan fibrosa di dalam pembekuan darah. Osteoblas dari ujung yang patah dan periosteum memasuki jaringan fibrosa dan membuat kalus, tulang baru. 4. Kalus yang pertama kali masih lunak dan lebih besar daripada tulang normal, diubah menjadi tulang normal dan kalus yang berlebihan diabsorpsi, tulang mengalami remodelling ke dalam bentul dan ukuran aslinya.

Proses penyembuhan dicapai dengan suatu protein (BMP) di dalam tulang, bila tulang patah, berdifusi ke luar jaringan sekitarnya dan mengubah sel jaringan ikat menjadi sel tulang. Tulang adalah satu-satunya jaringan yang dapat sembuh sendiri tanpa membentuk jaringan parut. Pada orang yang sudah tua jumlah BMP hanya sedikit dan patah tulang sembuh lebih lambat.