You are on page 1of 5

Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh kontraksi otot lurik dan meningkatkan pengeluaran energy harian.(1,2) kurangnya aktifitas fisik menjadi penyebab berbagai penyakit menular, termasuk Diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, strok dan kanker.(3)(4) Aktifitas fisik mampu mencegah berbagai penyakit tersebut, aktifitas fisik juga mampu sebagai pencegahan sekunder sehingga mereka yang telah mempunyai berbagai penyakit kronis tidak berkembang dan menjadi berbagai komplikasi.(4) Yang termasuk dalam aktfifitas fisik adalah occupational physical activity, commuting activity dan Leisure-time physical activity.

Occupational physical activity (OPA)

Occupational physical activity (OPA) atau Aktivitas fisik saat kerja adalah atifitas fisik yang terkait dengan proses pekerjaan, biasanya dalam jangka waktu satu hari kerja atau sekitar 8 jam.(1) Penelitian mengenai aktivitas fisik hanya terfokus pada aktivitas fisik di luar kerja, namun aktivitas fisik di tempat kerja dapat juga berkontribusi untuk memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian.(5) Aktivitas fisik dibagi menjadi 3 yaitu aktivitas ringan (<3 METs), aktivitas fisik sedang (3-6 METs), dan Aktivitas fisik berat (> 6 METs).(2) Occupational physical activity OPA diklasifikasikan menjadi berbagai kategori berdasarkan intensitas kerja yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, ringan dan sangat ringan (sedentary).(6)

Mengetahui intensitas kerja sangat penting karena mempengaruhi resiko bagi pekerja. Intensitas kerja yang rendah dan sangat rendah terkait dengan risiko metabolic syndrome,(7) sedangkan mereka yang mempunyai intensitas kerja sangat tinggi seperti mengangkat beban berat, memiliki tekanan darah sistolik yang tinggi bukan hanya selama bekerja, tetapi juga di rumah dan saat tidur. Peningkatan tekanan darah akan dikaitkan dengan peningkatan resiko Cerebro-Vascular Disease (CVD) dan kematian.(8)

Commuting Physical Activity

Commuting Physical activity, didefinisikan sebagai cara berpergian menggunakan transportasi, termasuk berjalan, jogging, bersepeda atau inline skating.(9) Dengan berjalan atau bersepeda lebih dari 30 menit saat pergi dan pulang bekerja dapat menurunkan risiko diabetes, hipertensi, dislipidemia dan menurunkan semua faktor resiko penyebab kematian .(9)(10)

Leisure-Time Physical Activity (LTPA)

Leisure-Time Physical Activity (LTPA) adalah aktvitas fisik selama waktu senggang, aktivitas ini berdasarkan kepentingan dan kebutuhan pribadi. Exercise atau latihan fisik dan olahraga termasuk didalamnya, latihan fisik adalah gerakan tubuh yang terencana, terstruktur, dan dilakukan berulang-ulang untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik.(1) Kebugaran fisik sendiri berarti sekumpulan kemampuan (daya tahan kardiorespirasi, ketahanan otot rangka, kekuatan otot rangka, fleksibilitas, kelincahan, keseimbangan, waktu reaksi, dan komposisi tubuh) untuk melakukan aktivitas fisik.(1,2)

1.

Howley ET. Type of activity: resistance, aerobic and leisure versus occupational physical activity. Med Sci Sports Exerc [Internet]. 2001 Jun;33(6 Suppl):S3649; discussion S41920. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11427761 Walte r R. Thompson PhD F. ACSMs Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 8th ed. 2009. Obesity P, Diseases C, Nutrition TG, Activity P. Preventing Chronic Diseases: Investing Wisely in Health. US Dep Heal Hum Serv [Internet]. 2010;(August 2008). Available from: www.cdc.gov/nccdphp. Ramage-Morin PL, Bernier J, Newsom JT, Huguet N, McFarland BH, Kaplan MS. Adopting leisure-time physical activity after diagnosis of a vascular condition. Heal reports [Internet]. 2012 Mar;23(1):1729. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22590802 Report MW. Contribution of occupational physical activity toward meeting recommended physical activity guidelines: United States, 2007. MMWR Morb Mortal Wkly Rep [Internet]. 2011 May 27;60(20):65660. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21617631 Norman A, Moradi T, Gridley G, Dosemeci M, Rydh B, Nyre O. Occupational physical activity and risk for prostate cancer in a nationwide cohort study in Sweden. Br J Cancer. 2002;705. Kim J, Tanabe K, Yokoyama N, Zempo H, Kuno S. Objectively measured light-intensity lifestyle activity and sedentary time are independently associated with metabolic syndrome: a cross-sectional study of Japanese adults. Int J Behav Nutr Phys Act [Internet]. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity; 2013 Jan [cited 2014 Jan 22];10(1):30. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3599104&tool=pm centrez&rendertype=abstract Clays E, De Bacquer D, Van Herck K, De Backer G, Kittel F, Holtermann A. Occupational and leisure time physical activity in contrasting relation to ambulatory blood pressure. BMC Public Health [Internet]. 2012 Jan;12:1002. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3551777&tool=pm centrez&rendertype=abstract Bloomberg MRTAF. A report from the New York City Community Health Survey NYC V ITAL S IGNS Physical Activity in New York City New

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Yorkers Can Easily Integrate Exercise into Their Daily Routine. 2009;2006(August). 10. Hu G, Qiao Q, Silventoinen K, Eriksson JG, Jousilahti P, Lindstrm J, et al. Occupational, commuting, and leisure-time physical activity in relation to risk for Type 2 diabetes in middle-aged Finnish men and women. Diabetologia [Internet]. 2003 Mar [cited 2014 Feb 22];46(3):3229. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12687329