You are on page 1of 10

http://belajar-bersama2.blogspot.com/2012/12/menghitung-jumlah-kalor-dengan.

html

Friday, December 14, 2012
MENGHITUNG JUMLAH KALOR DENGAN KALORIMETER SEDERHANA
LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIKA DASAR II MENGHITUNG JUMLAH KALOR DENGAN KALORIMETER SEDERHANA 1. TOPIK PERCOBAAN menghitung jumlah kalor dengan kalorimeter sederhana 2. TUJUAN PERCOBAAN 1. Menjelaskan bagian bagian kalorimeter 2. Menghitung jumlah kalor yang dilepas oleh suatu benda 3. Menghitung jumlah kalor yang diterima oleh suatu benda 4. Menentukan Kapasitas kalor suatu benda 5. Menunjukkan kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan 6. Menyelesaikan soal-soal sederhana yang berhubungan dengan kalorimeter 3. ALAT DAN BAHAN a) ALAT 1. kalorimeter' 2. termometer 3. neraca 4. bejana 5. pembakar spritus' 6 Kasa 7 Kaki tiga b). BAHAN 1. Air secukupnya' 4. LANDASAN TEORITIS DAN PROSEDUR PENGUKURAN A.Dasar teori Suhu adalah ukuran panas dinginnya suatu benda.Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi,benda yang dingin memiliki suhu yang rendah.Banyak sifat benda akan berubah dengan berubahnya suhu. Secara umum,jika dua benda berbeda suhu diletakkan satu sama lain,kalor akan mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Aliran kalor akan terus berlangsung sampai suhu kedua manjadi sama,pada saat itu,kedua benda dikatakan berada pada keseimbangan termal dan tidak ada lagi aliran kalor diantara kedua benda. Satu Kalori (Kal) adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air dari 14,5 oC menjadi 15,5 oC dan 1 Kalori = 4,8 Joule.Jika dua benda berada didalam suatu sistem terisolasi,kalori yang dilepas oleh benda yang satu akan diterima benda yang lain.biasanya dilakukan dengan mencampurkan air dingin dengan air panas sesuai Azas Black : "Kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepas dalam sistem tertutup"' Secara matematis azas black dapat dituliskan sebagai berikut:

q lepas = q terima q panas = q dingin + q kalorimeter m1c(Tp-Tc)=m2c(Tc-Td) + C(Tc-Td)
keterangan : m1 = massa air panas c = kalor jenis air Tp = suhu air panas Td = suhu air dingin m2 = massa air dingin C= kapasitas kalorimeter Tc = suhu air campuran Tetapan kalorimeter adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu kalorimeter sebesar 1oC pada air dengan massa 1 gram.

Banyaknya energi yang diperlukan oleh zat dalam bentuk kalori untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC disebut kapasitas kalor (H).

H= m.c
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkkan suhu 1 kgzat sebesar 1oC disebut kalor jenis (c).Banyaknya kalor yang diserap atau dilepas oleh suatu zat bergantung pada kalor jenis.

c=Q/m.delta T
Alat yang digunakan untuk mengukur kalor jenis benda adalah kalorimeter. B.PROSEDUR PERCOBAAN 1. Bahan dari kalorimeter ditentukan lebih dahulu.kemudian kotoran dan debu yang terdapat dalam kalorimeter dibersihkan.

2. kalorimeter + pengaduknya ditimbang,namun sebelumnya neraca dibersihkan dan dinormalkan(dikalibrasikan)

3. kalorimeter diisi dengan air hingga separuhya,kemudian ditimbang.sebelum ditimbang bagian kalorimeter dibersihkan dari sisa-sisa percikan air.

4. setelah melakukan penimbangan,termometer diambil dan suhu air dan kalorimeter(isinya) diukur,kemudian hasilnya dinyatakan dengan t1,kalorimeter dimasukkan kembali kedalam tempatnya(selubung),keadaan ini dilakkukan untuk menghindari pengaruh suhu luar (suhu sekitar yang bervariasi).

5. air yang lain diambil,kemudian dipanaskan menggunakan bejana didih.untuk kegiatan ini berhati-hatilah,karena suhu air panas yang diukur sangat menentukan hasil percobaan,selain pengukuran massa benda.

6.setelah air yang dipanaskan telah mendidih,termometer dimasukkan.hasil pengukuran nya dicatatlah dan dinyatakan dengan t2(suhu air panas)

7.dimasukkanlah sebgaian dari air mendidih ke dalam kalorimeter.kegiatan ini dilakukan dengan cepat untuk menghindari adanya pengaruh suhu yang dapat merubah suhu t2.

8 setelah air panas dimasukkan dalam kalorimeter,aduklah secara perlahan-lahan agar air yang suhu t1 dapat bercampur dengan air panas yang bersuhu t2

9.setelah yakin kedua air dengan suhu yang berbeda tadi benar-benar telah merata,termometer dimasukkan dan suhunya dicatat dengan menyatakan hasilnya sebagai t3 (suhu akhir)

10. kalorimeter dengan semua isnya (tanpa selubung)ditimbang kembali.

11 dari hasil pegukuran terakhir,massa air panas yang dimasukkan ke dalam kalorimeter dihitung,tentunya dengan mengurangkan massa tersebut dengan massa kalorimeter + air dingin.!

5. DATA HASIL PENGUKURAN - bahan kalorimeter = aluminium - massa kalorimeter kosong + pengaduk (m1) = 0,101 kg - massa kalorimetr kosong + pengaduk + air dingin (m2) = 0,220 kg - suhu kalorimeter + air dingin = 30oC - suhu air panas = 90oC - massa kalorimeter + pengaduk + air dingin + air panas (m3) = 0,3104 kg - massa air panas (m3-m2) = 0,0904 kg - masssa air dingin (m2-m1) = 0,119 kg

- suhu campuran = 52oC

6. ANALISIS DATA DAN JAWABAN TUGAS" A.analisis data Diketahui : m air panas = 0,0904 kg m air dingin = 0,119 kg Tpanas = 90oC Tdingin= 30oC T campuran = 52oC Cair = 1kkal/kg oC

Ditanyakan : C=.........?

jawaban : q lepas= q terima q air panas = q air dingin + q kalorimeter m1c(Tp-Tc)=m2c (Tc-Td) + C (Tc-Td) (0,0904)(1)(90-52)=(0,119)(1)(52-30)+C(52-30) (0,0904)(38)=(0,119)(22)=C(22) 3,4352=2,618+C(22) C(22)= 3,4352-2,618 C(22)=0,8172 C=0,8172 Kkal ------------22oC = o,o371 kkal/oC b. Tugas 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalor jenis? kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1kg zat sebesar 1oC 2.Tuliskan hubungan antara kalor jenis dengan kapasitas kalor! C=Q/delta T C = m.c.delta T/ delta T C= m.c 3. Buatlah gambar kalorimeter yang anda gunakan pada percobaan ini!

7.DISKUSI,KESIMPULAN DAN SARAN A.DISKUSI Pada percobaan ini tidak ada kendala-kendala yang terjadi,percobaan ini sesuai dengan teori yang ada. B. Kesimpulan 1.Bagian -bagian dari kalorimeter adalah

2. menghitung jumlah kalor yang dilepas oleh suatu benda dapat menggunakan rumus /persamaan.: Q=m. c . delta T Q = m . c . (Tp-Tc) 3. menghitung jumlah kalor yang diterima oleh suatu benda dapat menggunakan persamaan: Q = m . c . delta T q = m . c . (Tc-Td) 4.menentukan kapasitas kalor suatu benda dapat menggunakan persamaan : C= m.c atau C= Q lepas -Q terima / delta T C= Qlapas-Qterima /Tc-Td 5 kesalahan yang memungkinkan terjadi dalam percobaan. - pada saat menimbang menggunakan neraca ohaus,membaca skala masih bisa terjadi keselisihan. - membaca skala termometer bisa selisih C.Saran percobaan ini cukup baik DAFTARR PUSTAKA

Asmiarto,Didik.2003. Fisika.Andi: Yogyakarta Esvandiani . 2006.Jogo Fisika SMA.Puspa Swara: Jakarta. sumber : http://noor-eka.blogspot.com/2012/03/menghitung-jumlah-kalor-dengan.html

Friday, December 14, 2012
Menentukan Kapasitas kalorimeter
Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. Skema alatnya ditunjukkan pada Gambar 3.4. Kalorimeter ini terdiri atas bejana yang dilengkapi dengan pengaduk dan termometer. Bejana diselimuti penyekat panas untuk mengurangi radiasi panas, seperti pada termos. Kalorimeter sederhana dapat dibuat menggunakan wadah styrofoam, Gambar 3.5.

Gambar 3.4 Skema kalorimeter volume tetap

Untuk mengukur kalor reaksi dalam kalorimeter, perlu diketahui terlebih dahulu kalor yang dipertukarkan dengan kalorimeter sebab pada saat terjadi reaksi, sejumlah kalor dipertukarkan antara sistem reaksi dan lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Besarnya kalor yang diserap atau dilepaskan oleh kalorimeter dihitung dengan persamaan: Qkalorimeter = Ck. Δ T dengan Ck adalah kapasitas kalor kalorimeter. Contoh soal Menentukan Kapasitas Kalor Kalorimeter Ke dalam kalorimeter dituangkan 50 g air dingin (25°C), kemudian ditambahkan 75g air panas (60°C) sehingga suhu campuran menjadi 35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°, tentukan kapasitas kalor kalorimeter? Diketahui kalor jenis air = 4,18 J g–1 °C–1. Jawab: Kalor yang dilepaskan air panas sama dengan kalor yang diserap air dingin dan kalorimeter. QAir panas = QAir dingin + QKalorimeter QAir panas = 75 g × 4,18 J g – 1 °C –1× (35 – 60)°C = – 7.837,5 J QAir dingin = 50 g × 4,18 J g – 1 °C –1 × (35 – 25)°C = + 2.090 J Qkalorimeter = Ck × Δ T Oleh karena energi bersifat kekal maka

QAir panas + QAir dingin + QKalorimeter = 0 –7.837,5 J + 2.090 J + (Ck . 7°C) = 0 Ck = (7.837,5 2.090)J/7oC = 821JoC-1 Jadi, kapasitas kalor kalorimeter 821 J °C–1. Dalam reaksi eksoterm, kalor yang dilepaskan oleh sistem reaksi akan diserap oleh lingkungan (kalorimeter dan media reaksi). Jumlah kalor yang diserap oleh lingkungan dapat dihitung berdasarkan hukum kekekalan energi. Secara matematika dirumuskan sebagai berikut. Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0 Contoh soal Menentukan Kalor Reaksi Dalam kalorimeter yang telah dikalibrasi dan terbuka direaksikan 50g alkohol dan 3g logam natrium. Jika suhu awal campuran 30°C dan setelah reaksi suhunya 75°C, tentukan ΔHreaksi. Diketah ui kalor jenis larutan 3,65 J g–1 °C–1, kapasitas kalor kalorimeter 150 J °C–1, dan suhu kalorimeter naik sebesar 10°C. Jawab: Kalor yang terlibat dalam reaksi: Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0 Qreaksi = –(Qlarutan + Qkalorimeter) Qlarutan = (mlarutan) (clarutan) ( ΔT) = (53g) (3,65 J g–1°C–1) (45°C) = 8.705,25 J Qkalorimeter = (Ck) ( Δ T) = (150 J °C–1) (10°C) = 1.500 J Qreaksi = –(8.705,25 + 1.500) J = –10.205,25 J Jadi, reaksi alkohol dan logam natrium dilepaskan kalor sebesar 10.205 kJ. Oleh karena pada percobaan dilakukan pada tekanan tetap maka Qreaksi = Δ Hreaksi = –10.205 kJ.

Suhu dan Kalor – Sobat, kali ini rumushitung akan mengajak sobat semua belajar tentang suhu dan kalor. Kita akan belajar pengertain suhu, satuan suhu, konversi suhu, kalor, menghitung kalor dan sebagainya. Langsung saja berikut materi suhu dan kalor yang rumushitung kumpulkan. Pengertian Suhu dan Kalor Suhu dan kalor merupakan salah satu cabang dari ilmu fisika yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan suhu, seperti pemuaian, konversi suhu, perubahan wujud, bagaimana cara kalor berpindah, dan masih banyak lagi. Coba amati musim hujan kaya gini (januari 2013) misal sobat sama pacar kamu yang baru jadian berdua kehujanan naik motor lalu mampir ke warung buat minum wedang ronde. Lihatlah ada peristiwa kalor yang luar biasa. Badan anda kedinginan lalu minum wedang rode seketika menjadi hangat. Tentu saja bukan karena pacar baru sobat yang duduk di sebelah. Amati juga ketika sisa wedang ronde yang tadinya suhunya panas sekarang sudah anget atau dingin. Sepele, tapi ada bayak cerita suhu dan kalor di baliknya.

Skala Suhu Sobat suhu itu bukan hanya panas, anget, dan dingin, tapi juga skala khususnya sebagai berikut 1. Skala Celcius Andreas Celcius, seorang sarjana kebangsaan swedia yang menemukan sistem skala suhu celcius. Skala celcius ia buat berdasarkan pada titik beku air pada 0 o C dan titik didih air pada 100 o C. 2. Skala Kelvin Skala kelvin di temukan oleh Lord Kelvin, Ia menetapkan apa yang disebut oo mutlak (0o Kelvin). Nol mutlak ini adalah suhu ketika partikel berhenti bergerak, sehingga tidak ada panas yang terdeteksi karena kalor yang ada sebanding dengan energi kinetik yang diperlukan partikel. Suhu mutlak (0o K) kalau di koversi ke celcius menjadi -273,15 3. Skala Reamur
o

C

Nama reamur diambil dari nama René Antoine Ferchault de Réaumur. Reamur mengusulkan suhu titik beku air pada suhu 0 o C dan titik didihnya 80 o C 4. Skala Fahrenheit Skala Fahrenheit banyak digunakan di amerika serikat. Skala ini ditemukan oleh ilmuan Jerman Bernama Gabriel Fahrenheit. Skala fahrenheit menggunakan campuran antara es dan garam dengan titik beku air bernilai 32 o F dan titik didihnya 212 o F masing-masing skala bisa dikonversikan ke skala yang lain. Untuk lebih jelasnya mengenai konversi suhu sobat bisa baca postingan Konversi Suhu. Kalor Kalor adalah salah satu bentuk energi sama halnya dengan energi kimia, potensial, maupun kinetik. Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Umumnya untuk mendeteksi keberadaan kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Satuan kaloradalah kalor atau joule dengan koversi 1 kalori = 4,2 joule. Rumus Kalor Besar kecilnya kalor yang bekerja pada suatu zat sangat dipengaruhi oleh tiga hal berikut massa zat jenis zat (kalor jenis) perubahan suhu Sehingga secara matematis didapatkan rumus kalor : Q = m.c.(T2 – T1) atau sobat mungkin lebih akrab dengan Q = m.c.ΔT dibaca Q masih cinti Titu atau boleh Q masih cakit Ati (gubraaaak) Contoh Soal Suhu dan Kalor 50 gr air pada suhu 25. Jika kalor jenis air berapa kalor yang dibutuhkan agar suhunya menjadi 80 c? Pembahasan kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan air tersebut sampai suhu 80 C adalah Q = m.c. (T2-T1) Q = 50.2. (80-25) Q = 5500 kalori = 5,5 Kkal Kalor Campuran 2 Zat sejenis dan non sejenis Sobat mungkin pernah menjumpai soal tentang suhu dan kalori dari dua zat cair sejenis maupun nonsejenis yang dicampur sehingga menghasilkan suhu tertentu. Cara mengerjakannya dengan menggunakan asas black. “Kalor yang dilepas sama dengan kalor yang di terima”

misal X adalah suhu akhir campuran dan M T2 masing-masing adalah masa dan suhu zat cair yang lebih tinggi maka untuk cairan atau zat sejenis rumusnya : Qlepas = Qterima M.c.(T2-x) = m.c (X-T1) (coret C –> kalor jenis) M (T2-x) = m (x-T1) MT2 – Mx = mx – mT1 MT2 + mT1 = Mx + mx MT2 + MT1 = (M+m) x x = (MT2+mT1) / (M+m) M = masa zat yang suhunya lebih tinggi T2 = suhu zat yang lebih tinggi m = masa zat yang suhunya lebih rendah T1 = suhu zat yang lebih rendah x = suhu campuran untuk cairan atau yang zat tak sejenis sobat bisa menggunakan persamaan awal dari asas black Qlepas = Qterima M.c2.(T2-x) = m.c1. (X-T1) Contoh Soal menghitung suhu campuran Dua buah zat cair sejenis dengan masa dan suhu masing-masing (40 Kg, 60oC) dan (20 Kg, 30oC). Jika kita mencapurnya, berapa suhu campurannya? x = (MT2+mT1)/(M+m) x = 40.60 + 20.30/40+20 x = (2400 + 600) / 60 x = 3000/60 x = 50