Mata Kuliah Farmakognosi Analitik Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

TUGAS FARMAKOGNOSI ANALITIK

OLEH NAMA NIM KELAS : SYARFINA SAFIRAHIDZNI : N111 12 274 :A

FAKULTAS : FARMASI

MAKASSAR 2013

Namun khasiat alamiah dan kemurnian obat-obatan tradisional (herbal) seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. . Hal terutama dilakukan produsen obat tradisional yang hanya mencari keuntungan finansial tanpa memperhatikan kemurnian dan risiko dari kandungan obat tradisional.com/read/2010/08/13/135342/1419889/763/46jamu-mengandung-bahan-kimia-obat. Dalam artikel tersebut dipaparkan total 46 obat tradisional yang ditarik dari pasaran karena mengandung bahan kimia obat. dimana sebanyak 46 macam obat tradisional dan suplemen berkhasiat menambah stamina pria ditarik dari peredaran.detik. Bukan yang pertama kali Badan Pangan Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat tradisional dari peredaran. Banyak dari para produsen dengan sengaja mencampur kandungan herbal dari obat tradisional dengan obat modern yang secara kimiawi jika dosisnya tidak tepat akan berbahaya. selain itu juga obat tradisional ini mencantumkan nomor edar fiktif. Dari 46 obat tradisional tersebut salah satunya adalah Gemuk Sehat kapsul yang diproduksi oleh PJ. KASUS BPOM menyatakan bahwa suatu obat dapat digolongkan dalam obat-obatan tradisional atau herbal jika pertama: obat tersebut mengandung unsur alam 100% tanpa adanya tambahan bahan kimia sedikit pun. Pusakan Kraton Jawa yang ditarik dari pasaran oleh BPOM karena mengandung bahan kimia obat Antalgin. Seperti halnya dalam artikel yang dapat diakses pada : http://health.Obat Tradisional “Gemuk Sehat kapsul” Ditarik dari Pasaran karena Mengandung Bahan Kimia Obat (Antalgin) I.

yaitu pada pagi dan sore hari. yang semula kurus akan berubah jadi padat berisi dan naik ukurannya. Komposisi : 4. yaitu satu jam setelah makan. agar bisa menyerap gizi dan gizi yang masuk bisa di manfaatkan oleh tubuh untuk menjadi daging dan badan. letih loyo lesu dan kurang bersemangat. Carica Papaya . Curcumae Xanthoriza 3. Dan Bahan lain 1. badan akan bergairah dan ringan setelah minum jamu gemuk sehat ini. Menyelaraskan semua alat alat pencernaan tubuh anda. Curcumae Doministica Rhizoma 2. Khasiat : Menambah berat badan anda. Menghilangkan lemah.Kemasan : 1 botol isi nya 40 butir kapsul. Aturan pakai : di minum sehari dua kali. Kaempferia Aeguginosa 5.

Angka kapang (semacam jamur yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak di olah). aturan kemasan. dan khamir (ragi) tidak lebih dari 10. PENDAHULUAN Sebagian masyarakat saat ini memilih menggunakan obat tradisional (jamu) dalam mengatasi gangguan kesehatannya. Aflatoksin tidak lebih dari 30 bpj (bagian per juta). Banyak faktor yang mendasari penggunaan jamu seperti resiko efek samping yang kecil dan biaya yang relatif murah. Melihat cukup besarnya permintaan masyarakat akan jamu. Obat herbal yang diproduksi dan dijual ke masyarakat umum harus memenuhi aturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa Persyaratan Obat Tradisional (1) Untuk serbuk (berupa butiran homogen dengan derajat halus yang cocok. serta pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Banyaknya produk jamu tersebut secara membuat Hal pemerintah tersebut kesulitan melakukan adanya pengawasan rutin.II.   Mikroba patogennya negatif/nol. antara lain mengenai persyaratan obat tradisional. bahan bakunya berupa simplisia/bahan kering):   Kadar air tidak lebih dari 10%. memberi celah kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh sebagian produsen yang kurang baik seperti misalnya penambahan bahan kimia obat dengan ntujuan agar jamu yang dikonsumsi segera dirasakan efeknya oleh konsumen sehingga akan menyebabkan tingginya permintaan. banyak produsen yang memanfaatkan kesempatan ini dengan memproduksi berbagai macam produk unggulan mereka. .

ditempat kering dan terlindung dari sinar matahari. Serbuk dengan bahan baku simplisia dilarang ditambahkan bahan pengawet. (1) Aturan Kemasan Kemasan obat tradisional memiliki aturan-aturan yang jelas dari BPOM. 3. . Desain kemasan obat yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan ini akan ditolak oleh BPOM. (1) Beberapa aturan Desain Kemasan Obat Tradisional BPOM: 1. Dalam wadah tertutup baik. Ilustrasi. disimpan pada suhu kamar. Khasiat. Merek. menjadikan produk tersebut tidak memiliki nomor registrasi dan menjadi ilegal bila diedarkan. 2.  Wadah tertutup baik. Nomor regristrasi. 4. ditempat kering dan terlindung dari sinar matahari. Untuk kapsul (obat tradisional yang terbungkus cangkang keras atau lunak):       Waktu lunak tidak lebih dari 15 menit. Isi kapsul harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Kadar air isi kapsul tidak lebih dari 10% Angka kapang dan khamir tidak lebih dari 10 Aflatoksis tidak lebih dari 30 bpj. disimpan pada suhu kamar.

Dosis 13. 14. Aturan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik Antara lain (1): 1. standar warna yang digunakan adalah warna hijau tua.5. Peringatan/Perhatian (optional dari BPOM). Netto/Isi. Penggunaan warna logo juga tidak bisa diubah. Logo halal. Nama produsen. 9. 11. 7. sehingga mudah mengecek tanggal produksi. Logo Obat Tradisional/Jamu dibagian kiri atas. Khasiat tidak boleh dilebih-lebihkan. Komposisi produk. Bangunan  Memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi . 6. Cantumkan cara penyimpanan agar kandungan produk tidak mudah kadaluarsa. ataupun hal lain seperti pengajuan komplain dari konsumen atas ketidakpuasan isi produk. Khasiat produk pada kemasan obat tradisional harus sama dengan sertifikat yang diberikan oleh BPOM. 10. Nomor produksi dan tanggal kadaluarsa. 12. 8.

6. 5. pembersihan dan  Memiliki ruangan atau tempat administrasi. burung dan binatang lainnya. terang dan memungkinkan penyimpanan bahan dan produk jadi dalam keadaan kering. ruang tempat pengeringan.  Memudahkan pemeliharaan. ruang penyimpanan produk jadi termasuk karantina produk jadi. ruangan atau tempat penyimpanan simplisia yang baru diterima dari pemasok. Tahan terhadap pengaruh cuaca. Ruang pengolahan produk tidak digunakan untuk kegiatan lain. laboratorium atau tempat penguji mutu. 3. . Ruangan pengolahan tidak boleh digunakan untuk lalu lintas umum dan tempat penyimpanan bahan yang tidak termasuk dalam proses pengolahan. serta dapat mencegah masuknya rembesan dan masuk dan bersarangnya serangga. dan lain-lain. tempat pencucian. 4. dalam pelaksanaan kerja. ruang serba guna. (1)  Yang perlu diperhatikan antara lain: 1. tempat penimbangan. Mempunyai sarana pembuangan dan atau pengolahan limbah yang memadai dan berfungsi dengan baik. bersih dan teratur. ruang penyimpan bahan pengemas. 2. tempat penyimpanan simplisia termasuk bahan baku lainnya yang telah diluluskan. Ruangan atau tempat penyimpanan hendaklah cukup luas. Bebas dari retakan dan sambungan terbuka serta mudah dibersihkan dan disanitasi. tempat sortasi. tempat penyimpanan produk setengah jadi. ruang pengolahan. binatang pengerat. toilet. Ventilasi udara serta pipa-pipa saluran dipasang sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya pencemaran terhadap produk. ruang pengemasan.

  Penyaring yang menggunakan asbes tidak boleh digunakan. 5. Alat atau mesin pengemas primer. 3. Karyawan Beberapa aturan bagi karyawan antara lain (1):  Hendaklah menjalani pemeriksaan kesehatan baik sebelum diterima menjadi karyawan maupun selama menjadi karyawan yang dilakukan secara berkala. bila diperlukan. 2. .  Peralatan yang digunakan untuk menimbang. dan mencatat hendaklah diperiksa ketelitiannya secara teratur serta ditera menurut suatu program dan prosedur yang tepat. Alat ekstraksi bahan sampai mendapat ekstrak/serbuk yang memenuhi syarat yang ditetapkan. menguji. antara lain: 1.  Peralatan pengolahan obat herbal berbentuk kapsul. atau mesin pengisi kapsul yang dapat mengisikan campuran bahan ke dalam kapsul dengan bobot seragam. air kondensor dan sejenisnya tidak boleh bersentuhan langsung dengan bahan yang diolah.2. 6. Peralatan Ketentuan untuk peralatan antara lain (1):  Peralatan yang digunakan tidak menimbulkan serpihan atau akibat yang merugikan produk. bila diperlukan 4. Alat atau mesin pengering granul. mengukur. Alat atau mesin pencampur yang dapat menghasilkan campuran yang homogen. Bahan-bahan yang diperlukan untuk tujuan khusus. bahan penyerap kelembaban. seperti bahan pelumas. Alat atau mesin granulasi bahan untuk sediaan kapsul.

Semua proses pembuatan obat tradisional dijabarkan dengan jelas. makan dan minum serta perbuatan lain yang dapat mencemari mutu produk didalam ruangan pembuatan dan ruang penyimpanan. penutup rambur. Untuk tujuan ini perlu dipasang peringatan. Untuk tujuan itu disediakan tempat khusus untuk ganti pakaian.5629 TAHUN 2011 CPOTB adalah bagian dari Pemastian Mutu yang memastikanbahwa obat tradisional dibuat dan dikendalikan secara konsisten untukmencapai standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dandipersyaratkan dalam izin edar dan Spesifikasi produk. Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik (CPOTB) berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1. dan lain sebagainya yang bersih sesuai dengan tugas yang dilaksanakan. peralatan atau personalia yang menuntut penilaian mereka dapat menurunkan kualitas produk.dikaji secara sistematis berdasarkan pengalaman dan terbuktimampu secara konsisten menghasilkan obat tradisional . bahan yang sedang dalam proses. Untuk tujuan itu perlu dipasang tanda peringatan.06.23. bahan pengemas dan produk jadi sampai sembuh kembali. sarung tangan. Persyaratan dasar dari CPOTB adalah: 1. CPOTB mencakup produksi dan pengawasan mutu. masker.  Karyawan hendaklah menggunakan seragam kerja. Karyawan yang mengidap penyakit atau menderita luka terbuka yang dapat menurunkan kualitas produk dilarang menangani bahan baku.11.  Karyawan hendaklah melaporkan kepada atasan langsung setiap keadaan pabrik.  Karyawan hendaklah mencuci tangan dengan sabun atau detergent lain sebelum memasuki ruang pembuatan.  Dilarang merokok.

yangmemenuhi persyaratan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan 2. Tersedia semua sarana yang diperlukan untuk CPOTB termasuk 4. Keluhan terhadap produk yang beredar dikaji. 8. penyebab cacat mutu diinvestigasi serta dilakukan tindakan perbaikan yang tepat dan pencegahan pengulangan kembali keluhan. . Tiap penyimpangan dicatat secara lengkap dan diinvestigasi. Tersedia sistem penarikan kembali bets obat tradisional mana pundari peredaran. dan 10. Operator memperoleh pelatihan untuk menjalankan prosedur secara benar. 6. Prosedur dan instruksi ditulis dalam bentuk instruksi dengan bahasa yang jelas. Catatan pembuatan termasuk distribusi yang memungkinkan penelusuran riwayat bets secara lengkap. Tahap proses yang kritis dalam proses pembuatan. Penyimpanan dan distribusi obat tradisional yang dapat memperkecil risiko terhadap mutu obat tradisional. 7. pengawasandan sarana penunjang serta perubahannya yang signifikan divalidasi 3. dapat diterapkan secara spesifik pada sarana yang tersedia 5. disimpan secara komprehensif dan dalam bentuk yang mudah diakses. 9. tidak bermakna ganda. Pencatatan dilakukan secara manual atau dengan alat pencatat selama pembuatan yang menunjukkan bahwa semua langkah yang dipersyaratkan dalam prosedur dan instruksi yang ditetapkan benar-benar dilaksanakan dan jumlah serta mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

tetapi tidak anti radang. (3) Namun senyawa obat parasetamol ini tidak seperti obat pereda nyeri lainnya (aspirin dan ibuprofen). bahan mineral. dan praktek berdasarkan teori. keterampilan. TINJAUAN PUSTAKA Obat tradisional menurut WHO adalah keseluruhan dari pengetahuan. namun tidak memiliki sifat karsinogenik (menyebabkan kanker) seperti halnya fenasetin. dan pengalaman asli setempat yang digunakan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit fisik dan mental. Khasiatnya analgetis dan antipiretis. yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Dewasa ini pada umumnya di anggap sebagai zat anti nyeri yang paling aman. tidak digolongkan ke dalam obat anti .Tetapi jika senyawa ini bila dikombinasikan dengan obat anti inflamasi non steroid (NSAID) atau obat pereda nyeri opioid. Kewajiban penulisan label dalam bahasa Indonesia adalah salah satu bentuk perlindungan dari pemerintah terhadap konsumen seperti yang diamanatkan dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) : “Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen” Parasetamol Parasetamol (Acetamenopen) adalah turunan dari senyawa sintetis dari p-aminofenol yang merupakan metabolit aktif dari fenasetin. sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut.III. bahan hewan. dapat digunakan untuk mengobati nyeri yang lebih parah. juga untuk swamedikasi (pengobatan mandiri). Sedangkan pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyebutkan bahwa : Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. kepercayaan.

51 (4).hidroksiasetanilida Rumus Empiris : C8H9NO2 Berat Molekul : 151.16 Pemerian : Kristal putih tidak berbau atau serbuk kristalin dengan rasa pahit. Risiko kerusakan hati ini diperparah apabila pasien juga meminum alkohol. pKa= 9. Senyawa ini dapat disintesis dari senyawa asal fenol yang dinitrasikan menggunakan asam sulfat dan natrium nitrat. . dalam 50 ml kloroform. jarak lebur atau titik lebur pada 169o-172o Kelarutan : 1 g dapat larut dalam kira-kira 70 ml air pada suhu 25oc. dalam 40 ml gliserin. Tapi pada dasarnya parasetamol memang senyawa obat yang aman di gunakan untuk antipiretis maupun antiinflamasi (anti nyeri/radang). Penelitian pada tahun 2008 membuktikan bahwa pemberian parasetamol pada usia bayi dapat meningkatkan risiko terjadinya asma pada usia kanak-kanak. dalam 9 ml propilenglikol. 1 g larut dalam 20 ml air mendidih. Larutan jenuh mempunyai pH kira-kira 6. tersubstitusi oleh satu gugus hidroksil dan atom nitrogen dari gugus amida pada posisi para. dalam 13 ml aseton. Parasetamol dapat pula terbentuk apabila senyawa 4-aminofenol direaksikan dengan senyawa asetat anhidrat (3) Struktur Parasetamol Nama Kimia : N-acetyl-p-aminophenol atau pasetamedofenol atau 4’. Tidak larut dalam benzen dan eter. Bahkan ibu yang sedang hamil pun bisa dengan aman mengkonsumsi parasetamol dengan aturan pakai yang telah di tentukan (3) Parasetamol memiliki sebuah cincin benzena. dan larut dalam arutan alkali hidroksida. Tapi pada dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.inflamasi non steroid (NSAID) karena memiliki khasiat anti inflamasi yang relatif kecil karena itu dianggap aman. dalam 7 ml alkohol.

1. IV.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan adalah produk jamu serbuk pegal linu dengan berbagai merk.IV. Pengambilan Sampel Sampel dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa warung jamu di Purwokerto. untuk menganalisis bahan kimia obat yaitu antalgin dalam sediaan obat tradisional dapat digunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) sebagai berikut : IV. Ekstrak cair disisihkan sebanyak 3 mL dan dimasukkan ke dalam flakon.2 Cara kerja a. Hasil saringan diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental untuk analisis lebih lanjut. neraca analitik (Shimadzu).1. Analisis Kualitatif dengan KLT . etil asetat. d. plat KLT silika gel F254. Diambil sebanyak 8 (delapan) sampel jamu pegal linu dengan berbagai merk.1 Alat Alat-alat yang digunakan adalah bejana KLT. b.1 Alat dan Bahan IV. Sisa ekstrak cair ditambah 10 mL KOH etanolik 10% kemudian disaring menggunakan glasswool. Pembuatan larutan baku parasetamol Larutan dibuat dengan menimbang 10 mg baku parasetamol dan dilarutkan dengan etanol 96% sampai volume 50 mL. ferri klorida (FeCl3). c. IV. METODE ANALISIS Berdasarkan jurnal penelitian (5) yang saya dapatkan. etanolik 10%. kalium hidroksida (KOH. kloroform. Persiapan Bahan (Ekstraksi) Sampel jamu (30 gram) diekstraksi dengan menggunakan metode Soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96%. seperangkat alat Soxhlet. lampu dan alat-alat gelas yang dipakai dalam laboratorium kimia analisis. baku parasetamol.

Bercak yang muncul dihitung nilai Rf nya dan dibandingkan antara Rf bercak sampel dan Rf baku parasetamol. jumlah pelarut yang digunakan sedikit.Larutan uji ditotolkan pada fase diam lempeng KLT Silike gel F254 berukuran 3x10 cm. Ekstraksi ini bertujuan untuk memisahkan parasetamol yang mungkin ada dalam jamu dengan bahan lain. Kemudian lempeng KLT tersebut dimasukkan ke dalam bejana kromatografi yang berisi fase gerak kloroform:etil asetat (6:4). obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan. terlebih dahulu dilakukan ekstraksi dengan metode Soxhletasi. atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Deteksi bercak dilakukan dengan pengamatan di bawah lampu UV 254 nm dan 365 nm serta dengan direaksikan dengan FeCl3.5 cm dari tepi bawah lempeng. Elusi dilakukan sampai batas yang telah ditentukan kemudian lempeng dikeluarkan dan dikering anginkan. Sebelum dilakukan identifikasi parasetamol pada sediaan jamu. metode ini memiliki kekurangan yaitu waktu yang dibutuhkan untuk ekstraksi cukup lama yaitu sampai beberapa jam . demikian juga dengan larutan baku parasetamol dengan jarak 1. Menurut perundang-undangan. Jadi jelas bahwa idak diperkenankan bahwa di dalam sediaan obat tradisional (jamu) terkandung bahan kimia obat seperti parasetamol. Namun demikian. bahan mineral. Metode Soxhletasi dipilih karena metode ini banyak digunakan. V. sediaan sarian atau galenik. bahan hewan. PEMBAHASAN Analisis kualitatif parasetamol pada sediaan jamu merupakan uji identifikasi parasetamol yang dimungkinakan terdapat dalam sediaan obat tradisional. tidak terjadi kejenuhan sehingga hasil ekstraksi akan optimal. sesuai untuk skala laboratorium.

Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi adalah etanol 96%. ditempatkan pada penyangga berupa pelat gelas. Campuran yang akan dipisahkan berupa larutan yang ditotolkan berupa bercak. Dengan demikian bahan terekstraksi yang terakumulasi dalam labu mengalami beban panas dalam waktu yang lama (6). . Untuk identifikasi digunakan metode KLT yang merupakan metode pemisahan fisikokimia. Lapisan yang memisahkan terdiri atas butir-butir (fase diam). Deteksi senyawa pada plat KLT biasanya dilakukan dengan penyemprotan . khususnya dari titik didih bahan pelarut yang digunakan. Pemisahan terjadi selama perambatan kapiler (pengembangan). logam atau lapisan yang cocok. Setelah pelat atau lapisan dimasukkan dalam bejana tertutup rapat yang berupa larutan (fase gerak) yang cocok. Pemanasan bergantung pada lama ekstraksi.sehingga kebutuhan energi meningkat. selanjutnya senyawa yang tidak berwarna harus ditampakkan. Proses ekstraksi dilakukan sampai larutan yang mengisi Soxhlet tidak berwarna.

Hal inindikarenakan bercak sampel tidak memiliki nilai Rf dan warna yang sama dengan bercak baku parasetamol. Masalahnya ialah paracetamol ini ada dalam produk Gemuk Sehat Kapsul ini dan sama sekali tidak dituliskan juga berapa kandungannya. KESIMPULAN Adanya kandungan Paracetamol dalam produk Gemuk Sehat Kapsul ini jelas merupakan golongan BKO dan tidak boleh ditambahkan dalam produk obat tradisional apapun. Cuplikan sampel yang digunakan juga sangat sedikit serta pengerjaannya dapat diulang . VI. Pemisahan dan identifikasi dengan KLT digunakan fase diam silika gel F254 dan fase gerak kloroform:etil asetat (6:4). DAFTAR PUSTAKA . serta dilakukan dengan reaksi semprot FeCl3. Paracetamol merupakan salah satu bahan obat yang memiliki efek analgetik adalah.Identifikasi dengan KLT memiliki keuntungan yaitu memerlukan waktu yang cepat dan mudah mengerjakannya serta menggunakan peralatan yang murah dan sederhana. Berdasarkan hasil identifikasi kromatogram yang disajikan pada tabel 1 diketahui bahwa delapan sampel jamu serbuk pegal linu yang diteliti dalam penelitian ini tidak terdeteksi mengandung parasetamol. Penggunaan bahan kimia Paracetamol dalam waktu lama dan kandungan yang berlebihan bisa mengakibatkan efek samping berupa kerusakan hati. Parasetamol adalah analgetik dan antipiretik yang sudah lama dikenal di kalangan industri dan masyarakat. Untuk menampakkan bercak dilakukan pengamatan di bawah lampu UV 254 dan 365 nm.

Jakarta : DEPKES RI. 5.php/pharmacy/article/download/389/36 7 6. Ditjen POM.id/index. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.ump. New York : McGraw Hill Publisher. Hardman. Persyaratan Obat Tradisional.. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press . Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik (CPOTB). 3. 1994. Depkes RI. (1994). (1995). Dirjen POM RI. Voight. 2009. 4. ANALISIS KUALITATIF PARASETAMOL PADA SEDIAAN JAMU SERBUK PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PURWOKERTO . avaible at http://jurnal.ac. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Firdaus.G. J. (1994). Jakarta : Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 661/MENKES/SK/VII/1994 2. (2001). Irfan. The Pharmacological Basis of Therapeutics 10th Edition. R. Farmakope Indonesia Edisi IV.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful