You are on page 1of 14

Makalah_Teori Erikson KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah subhanahawata’ala yang Maha ‘Alim dan Maha Bijaksana. Shalawat beserta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad sallallahualaihiwasallam, karena atas , karena atas rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini penulis sampaikan kepada Pembina mata kuliah Psikologi Kepribadian sebagai tugas kelompok pada mata kuliah tersebut. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Ibu yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajar mata kuliah Psikologi Kepribadian. Penulis memohon kepada ibu dosen khususnya, umumnya para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isinya, penulis menghrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis yang akan datang.

Bandung, 13 April 2012

Penulis

Dalam hal ini. pembinaan terhadap anak sejak dini dalam keluarga merupakan suatu yang sangat mendasar. banyak mengalami perubahan dan berada jauh dari nilai-nilai keluarga yang sesungguhnya. penyesuaian. Sebagai satuan terkecil. banyak pihak yang menilaibahwa kondisi kehidupan masyarakat dewasa ini khususnya generasi mudanya dalam kondisi mengkhawatirkan. bahwa manusia melewati dari lahir sampai mati. berteori delapan tahap. Oleh karena itu. sumber kesadaran diri dan identitas. baik yang bedrsifat positif maupun negatif. suasana yang kondusif akan menghasilkan warga masyarakat yang baik karena di dalam keluargalah seluruh anggota keluarga belajar berbagai dasar kehidupan bermasyarakat. Dalam kondisi masa kini. yang ditandai dengan modernisasi dan globalisasi. Kehidupan keluarga pun. Pendidikan agama. lingkungan dimana anak hidup sangat penting untuk memberikan pertumbuhan. Dalam . telah banyak memberikan pengaruh pada tatanan kehidupan umat manusia. Perkembangan peradaban dan kebudayaan. adakalnya tidak. tetapi mungkin juga tidak. Latar Belakang Masalah Menurut Erikson.BAB I PENDAHULUAN A. dan semua ini berakar dari kondisi kehidupan dalam keluarga. Sebagai makhluk hidup. tatakrama. dan baca-tulis-hitung yang diberikan secara dini di rumah serta teladan dari kedua orangtuanya akan membentuk kepribadian dasar dan kepercayaan diri anak yang akan mewarnai perjalanan hidup selanjutnya. budi pekerti. Adakalanya tujuan atau kebutuhannya itu tercapai. Erikson percaya bahwa setiap manusia berjalan melalui sejumlah tahap untuk mencapai pembangunan penuhnya. terutama saaat iptek berkembang secara pesat. atau adakalnya perilaku yang nampak itu selaras dengan yang tidak nampak. seorang ibu memegang peranan yang sangat penting dan utama dalam memberikan pembinaan dan bimbingan (baik secara fisik maupun psikologis) kepada putra-putrinya dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang lebih berkualitas selaku warga negara (WNI) yang baik dan bertanggungjawab termasuk tanggungjawab sosial. Keluarga pada hakikatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti dari suatu sistem sosial yang ada di masyarakat. keluarga merupakan mikniatur dan embrio berbagai unsur sistem sosial manusia. setiap anggota keluarga setiap saat akan selalu beraktivitas atau berperilaku (baik yang nampak maupun yang tidak nampak) untuk mencapai tujuan tertentu ataupun sekedar memenuhi kebutuhan.

masyarakat dalam proses perkembangan. Tentu diperlukan pemahaman dan bimbingan yang tepat untuk membantu mereka. Apa teori perkembangan Erikson? Bagaimana struktur kepribadian dari Erikson? Bagaimana pengaruh masyarakat dari teori kepribadian erikson? C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1. bukan hal yang mustahil akan menimbulkan masalah/konflik dan akan mengakibatkan beban mental/stress. 3.kondisi seperti ini. B. . Tujuan Tujuannya adalah untuk mengetahui teori-tori erikson dan bagaimana peran keluarga. 2.

Amerika Serikat. dan metoda yang dapat diverifikasi dengan metoda kerja yang sedang berlaku. dan yang ketiga atau yang terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan. Jerman. TEORI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ERIK ERIKSON Erik Erikson (lahir di Frankfurt-am-Main. Oleh karena itu.BAB II PEMBAHASAN A. maupun lansia. Erikson menyatakan bahwa pertumbuhan manusia berjalan sesuai prinsip epigenetik yang menyatakan bahwa kepribadian manusia berjalan menurut delapan tahap. Bersama dengan Sigmund Freud. dewasa. baik anak. Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Massachusetts. Sebenarnya Erikson adalah seorang psikolog Freudian. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. B. Cape Cod. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia. namun teorinya lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan jika dibandingkan dengan para psikolog Freudian lainnya. Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan. Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan oleh Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. . Ego berisi kumpulan fakta dan data hasil interaksi dengan lingkungan. Alasan yang pertama. Erikson menjadi terkenal karena upayanya dalam mengembangkan teori tentang tahap perkembangan manusia yang dirintis oleh Freud. 15 Juni 1902 – meninggal di Harwich. teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan ataupun masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. STRUKTUR KEPRIBADIAN Berikut adalah ego yang sempurna menurut Erikson Faktualitas adalah kumpulan fakta. data. karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. 12 Mei 1994 pada umur 91 tahun) adalah seorang psikolog Jerman yang terkenal dengan teori tentang delapan tahap perkembangan pada manusia. Kedua.

ego yang dapat menemukan pemecahan kreatif atas masalah baru pada setiap tahap kehidupan. Erikson menggambarkan adanya sejumlah kualitas yang dimiliki ego. Dia menemukan tiga aspek ego yang saling berhubungan. Aktualitas adalah cara baru dalam berhubungan satu dengan yang lain. yang tidak ada pada psikoanalisis Freud. Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. Sedangkan konsep perkembangan yang diajukan dalam teori psikoseksual yang menyangkut tiga tahap yaitu oral. identitas dan kesetiaan. dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Oleh sebab itu. teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. diperluasnya menjadi delapan tahap sedemikian rupa sehingga dimasukkannya cara-cara dalam mana hubungan sosial individu terbentuk dan sekaligus dibentuk oleh perjuangan-perjuangan insting pada setiap tahapnya. otonomi dan kemauan. generativitas dan pemeliharaan. sesuatu yang bersifat ideal. Erikson dalam membentuk teorinya secara baik. Proses yang terjadi dalam setiap tahap yang telah disusun sangat berpengaruh terhadap . Ego Ideal: Gambaran mengenai bagaimana seharusnya diri. Ego semacam itu disebut juga ego-kreatif. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Menurut Erikson. serta integritas. bahkan dia sering meminggirkan masalah insting dan alam bawah sadar. dan genital. Hal ini terjadi karena dia adalah seorang ilmuwan yang punya ketertarikan terhadap antropologis yang sangat besar. mirip dengan pronsip realita dari Freud. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. yakni Body Ego: Mengacu ke pengalaman orang dengan tubuh/ fisiknya sendiri. Akan tetapi. kerajinan dan kompetensi. anal. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. yakni kepercayaan dan penghargaan. memperkuat hubungan untuk mencapai tujuan bersama. ego sebagian bersifat taksadar. Bagi Erikson.Universalitas berkaitan dengan kesadaran akan kenyataan (sens of reality) yang menggabungkan hal yang praktis dan kongkrit dengan pandangan semesta. keakraban dan cinta. sangat berkaitan erat dengan kehidupan pribadinya dalam hal ini mengenai pertumbuhan egonya. Ego Identity: Gambaran mengenai diri dalam berbagai peran sosial. maka di satu pihak ia menerima konsep struktur mental Freud. mengorganisir dan mensitesa pengalaman sekarang dengan pengalaman diri masa lalu dan dengan diri masa yang akan datang. Pusat dari teori Erikson mengenai perkembangan ego ialah sebuah asumsi mengenai perkembangan setiap manusia yang merupakan suatu tahap yang telah ditetapkan secara universal dalam kehidupan setiap manusia. dan di lain pihak menambahkan dimensi sosial-psikologis pada konsep dinamika dan perkembangan kepribadian yang diajukan oleh Freud.

Beberapa tokoh yang telah memberikan kontribusi substansial pada psikologi ego baru misalnya Anna Freud. Hal ini menjelaskan bahwa hasil pengembangan dan fungsi ego tidak hanya berasal dari proses internal. Teori psikologi ego menurut erikson kadang-kadang juga merujuk pada “teori relasi objek”. pada prinsipnya. diadaptasikan pada keadaan sekitar atau menemukan cara-cara untuk mengubah keadaan sekitarnya. mengetahui. dalam radius soial yang lebih luas. Hartmann menegaskan fungsi adaptif egodimana Freud telah menyarankan dalam konsepnya tentang pengujian realitas dan menunjukkan bagaimana pertahanan ego dapat menyehatkan seperti juga tujuan-tujuan maladaptif. mereka membawanya lebih kepada keseimbangan dengan struktur kepribadian yang lain. Inovasi utama dari psikologi ego yaitu telah menyatukan pengaruh-pengaruh lingkungan eksternal ke dalam teori. tetapi juga berasal dari peristiwa-peristiwa eksternal. 2. Dengan kata lain.“Epigenetic Principle” yang sudah dewasa atau matang. alih-alih konflik salah satu yang neurotic. diantara masa remaja dan masa dewasa awal. pendekatan ego merupakan mode yang kreatif. Sebenarnya dengan memberi tekanan pada ego. tetapi dia meneruskan keyakinannya bahwa psikoanalisis harus menyelidiki tiga sistem kepribadian secara bersama-sama. Heinz Hartmann (1958. Masyarakat. . Di mana Erikson dalam teorinya mengatakan melalui sebuah rangkaian kata yaitu : 1. juga merupakan salah satu unsur untuk memelihara saat setiap individu yang baru memasuki lingkungan tersebut guna berinteraksi dan berusaha menjaga serta untuk mendorong secara tepat berdasarkan dari perpindahan didalam tahap-tahap yang ada. memperluas cakrawala dari teori psikoanalisis dengan usulan bahwa penghargaan dan pemeliharaan interaksi dengan orang dewasa seperti frustrasi dan penghilangan yang dapat berpengaruh pada anak dan gaya pada masa depannya dari interaksi dengan orang lain. Pusat perhatian psikologi ego adalah kemasakan ego yang sehat. 1964) sungguh-sungguh telah meluncurkan teori ego baru. Psikologi Ego membantu psikoanalisis menjadi lebih interpersonal dan sosial daripada formula sebelumnya yang menegaskan bahwa inner processes telah diizinkan. Seperti pengalaman sebelumnya dengan mengurus orang (yang diistilahkan dalam psikologi ego dengan istilah objek) berpengaruh pada kecakapan anak berikutnya menjadi mandiri dan pada interaksi yang nyaman dengan orang lain. Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari tahaptahap yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan pada tiap individu dapat dilihat/dibaca untuk mendorong. Ciri khas psikologi ego dari Erikson dapat diringkas sebagai berikut: 1. Anna Freud telah membuka pintu pada pola pikir barunya. dan Robert White. Bagi Erikson. dan untuk saling mempengaruhi. Erikson menekankan bahwa kesadaran individu untuk menyesuaikan diri dengan pengaruh sosial. Heinz Hartmann. Erikson mengemukakan persepsinya pada saat itu bahwa pertumbuhan berjalan berdasarkan prinsip epigenetic. Teori-teori ini tidak menolak peranan id dan superego. Relasi objek adalah istilah yang diberikan pada hubungan dengan orang lain.

Fungsi ego dalam pemecahan masalah. Masyarakat yang berbeda. Dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” tahun 1963. Ego muncul bersama kelahiran sebagai potensi yang harus ditegakkan di dalam lingkungan kultural. Erikson berpendapat bahwa tiap tahap psikososial juga disertai oleh krisis. Periode untuk tiap-tiap . identitas ego. Selama menyesuaikan diri dengan realita. Erikson percaya “epigenetic principle” akan mengalami kemajuan atau kematangan apabila dengan jelas dapat melihat krisis psikososial yang terjadi dalam lingkaran kehidupan setiap manusia yang sudah dilukiskan dalam bentuk sebuah gambar Di mana gambar tersebut memaparkan tentang delapan tahap perkembangan yang pada umumnya dilalui dan dijalani oleh setiap manusia secara hirarkri seperti anak tangga. yang mana hal ini sangat dominan dan karena itu muncul. dan genetic yang berarti “emergence” atau kemunculan. dengan perbedaan kebiasaan cara mengasuh anak. Di dalam kotak yang bergaris diagonal menampilkan suatu gambaran mengenai adanya hal-hal yang bermuatan positif dan negatif untuk setiap tahap secara berturut-turut. Erikson berusaha mengembangkan teori insting dari Freud dengan menambahkan konsep epigenetic kepribadian. cenderung membentuk kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai budayanya. PENGARUH MASYARAKAT Walaupun kapasitas yang dibawa sejak lahir penting dalam perkembangan kepribadian. dan dasar kepercayaan bebas dari id. Erikson membuat sebuah bagan untuk mengurutkan delapan tahap secara terpisah mengenai perkembangan ego dalam psikososial. Erikson secara eksplisit mengemukakan bahwa motif mungkin berasal dari impuls id yang tak sadar. 4. persepsi. Erikson berdalil bahwa setiap tahap menghasilkan epigenetic. Selanjutnya. Erikson menganggap ego sebagai sumber kesadaran diri seseorang. C. Perbedaan dalam setiap komponen kepribadian yang ada didalam tiap-tiap krisis adalah sebuah masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan. yang biasa dikenal dengan istilah “delapan tahap perkembangan manusia”. Konflik adalah sesuatu yang sangat vital dan bagian yang utuh dari teori Erikson. Epigenetic berasal dari dua suku kata yaitu epi yang artinya “upon” atau sesuatu yang sedang berlangsung. membangun sistem kerja sendiri yang terlepas dari sistem kerja id. namun motif itu bisa membebaskan diri dari id seperti individu meninggalkan peran sosial dimasa lalunya. bagian terbesar ego muncul dan dibentuk oleh masyarakat. karena pertumbuhan dan perkembangan antar personal dalam sebuah lingkungan tentang suatu peningkatan dalam sebuah sikap yang mudah sekali terkena serangan berdasarkan fungsi dari ego pada setiap tahap. Gambaran dari perkembangan cermin mengenai ide dalam setiap tahap lingkaran kehidupan sangat berkaitan dengan waktu. 3. dan akan selalu terjadi pada setiap tahap perkembangan hingga berakhir pada tahap dewasa. secara keseluruhan akan adanya fungsi atau kegunaan kepribadian dari setiap tahap itu sendiri. ego mengembangkan perasaan keberlanjutan diri dengan masa lalu dan masa yang akan datang.2.

krisis. setiap bagian memiliki waktu masing-masing untuk mekar. Erikson tidak berniat agar teori psikososialnya menggantikan baik teori psikoseksual Freud maupun teori perkembangan kognitif Piaget. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa dengan berangkat dari teori tahap-tahap perkembangan psikoseksual dari Freud yang lebih menekankan pada dorongan-dorongan seksual. Tahap perkembangan yang satu terbentuk dan dikembangkan di atas perkembangan sebelumnya (tetapi tidak mengganti perkembangan tahap sebelumnya itu). Perkembangan epigenetik adalah perkembangan tahap demi tahap dari organ-organ embrio. selain itu juga terdapat ritualisasi yaitu berinteraksi dengan pola-pola tertentu dalam setiap tahap perkembangan yang terjadi serta ritualisme yang berarti pola hubungan yang tidak menyenangkan. . Selain itu di sisi lain perlu diketahui pula bahwa teori Erikson menjangkau usia tua sedangkan teori Freud dan teori Piaget berhenti hanya sampai pada masa dewasa. Interaksi Bertentangan: Di setiap tahap ada konflik psikososial. melalui delapan tahap perkembangan yang ada Erikson ingin mengemukakan bahwa dalam setiap tahap terdapat maladaption/maladaptif (adaptasi keliru) dan malignansi (selalu curiga) hal ini berlangsung kalau satu tahap tidak berhasil dilewati atau gagal melewati satu tahap dengan baik maka akan tumbuh maladaption/maladaptif dan juga malignansi. Perkembangan Kepribadian: Teori Psikososial Prinsip Epigenetik Menurut Erikson. sampai semua bagian bersama-sama ikut membentuk suatu keseluruhan yang berfungsi. Enam Pokok Pikiran Teori Perkembangan Psikososial Erikson Prinsip Epigenetik: Perkembangan kepribadian mengiuti prinsip epigenetik. dan dari rencana dasar ini muncullah bagian-bagian. ego berkembang melalui berbagai tahap kehidupan mengikuti prinsip epigenetik. istilah yang dipinjam dari embriologi. Erikson melukiskan mengenai kondisi yang relatif berkaitan dengan kesehatan psikososial dan cocok dengan sakit yang terjadi dalam kesehatan manusia itu sendiri. Melalui teori yang dikembangkannya yang biasa dikenal dengan sebutan Theory of Psychosocial Development (Teori Perkembangan Psikososial). antara elemen sintonik (syntonic=harmonious) dan distonik (dystonic=disruptive). Oleh karena itu. Meminjam kata-kata Erikson melalui seorang penulis buku bahwa “apa saja yang tumbuh memiliki sejenis rencana dasar. artinya tiap bagian dari ego berkembang pada tahap perkembangan tertentu dalam rentangan waktu tertentu (yang disediakan oleh hereditas untuk berkembang). Ego berkembang mengikuti prinsip epigenetik. Kedua elemen itu dibutuhkan oleh kepribadian. Erikson mengembangkan teori tersebut dengan menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial. Ia mengakui bahwa teori-teori ini berbicara mengenai aspek-aspek lain dalam perkembangan.

akan tetapi jika dalam tahap sebelumnya seseorang mengalami ketidakseimbangan seperti yang diinginkan maka pada tahap sesudahnya dapat berlangsung kembali guna memperbaikinya.Kekuatan Ego: Konflik psikososial di setiap tahap hasilnya akan mempengaruhi atau mengembangkan ego. dan masa yang akan datang. disebut Virtue. dia tidak melupakan aspek somatis/biologikal dari perkembangan manusia. periode peningkatan bahaya dan memuncaknya potensi”. Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut : Tahap ( usia ) Krisis Psikososial Lingkungan Sosial Utama Modalities Psikososial Virtue Psikososial Maladaption & Malignancies I ( 0-1) bayi Trust vs mistrust Ibu Mengambil dan mengembalikan . sehingga virtue disebut juga sebagai kekuatan dasar (basic strengh). yang dinamakan Erikson “titik balik. Menurut Erikson delapan tahap perkembangan yang ada berlangsung dalam jangka waktu yang teratur maupun secara hirarkri. yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. khususnya dari masa adolesen dan sesudahnya. Delapan tahap atau fase perkembangan kepribadian menurut Erikson memiliki ciri utama setiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial. Aspek Somatis: Walaupun Erikson membagi tahapan berdasarkan perkembangan psikososial. Di setiap tahap perkembangan. Identitas ego dibentuk oleh konflik dan peristiwa masa lalu. kemenangan aspek sintonik akan memberi ego sifat yang baik. Dari sisi jenis sifat yang dikembangkan. perkembangan kepribadian ditandai oleh krisis identitas (identity crisis). Konflik dan Peristiwa Pancaragam (Multiplicity of Conflict and Event): Peristiwa pada awal perkembangan tidak berdampak langsung pada perkembangan kepribadian selanjutnya. Dari sisi enerji. kini. virtue akan meningkatkan kuantitas ego atau kekuatan ego untuk mengatasi konflik sejenis.

membuat sesuatu bersama Kompetensi Narrow Virtuosity-Inertia V ( 12-18) remaja Ego-identity vs role confusion Teman sebaya. role models Menjadi diri sendiri Ketaatan. penentuan Impulsivity. Keberanian Ruthlessness. compulsion III (3-6) prasekolah Initiative vs Guilt Keluarga Bermain Kegunaan. merelakan Keinginan. Kesetiaan . kepercayaan Sensory distortion-Withdrawal II ( 2-3) awal anak Autonomy vs shame. Inhibition IV ( 7-12) anak usia sekolah Industry vs isolation Tetangga dan sekolah Melengkapi. adoubt Orangtua Mempertahankan.Harapan .

Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. sinis. throught having been. dan merasa terancam terus menerus. maupun depresi.Fanaticism. teman Kehilangan dan menemukan diri dalam orang lain Cinta Promiseuity. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu . Hal ini ditandai dengan munculnya frustasi. teman kerja Menjaga Kepedulian Overextension. to face not being Kebijaksanaan Kesombongan. marah.Exclusivity VII ( 20-50) dewasa madya Generativity vs self absorption Rumah tangga. penolakan VIII( 50) usia tua Intergrity vs despair Kehidupan manusia To be. Repudiation VI ( 20 ) dewasa awal Intimacy vs Isolation Partner. putus asah Fase Perkembangan Erikson Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan) Tahap ini berlangsung pada masa oral. kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun.

dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. . Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai.Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages). dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat Keintiman vs Isolasi Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui. Identitas vs Kekacauan Identitas Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja). Pencapaian identitas pribadi dan menghindari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Inisiatif vs Kesalahan Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Generativitas vs Stagnasi Masa dewasa madya berada pada posisi ke tujuh. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego. maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun (pra sekolah). Kerajinan vs Inferioritas Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Dalam teori Erikson. Integritas vs Keputusasaan Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas.

serta integritas.BAB III KESIMPULAN Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan oleh Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. DAFTAR PUSTAKA Alwisol. Ego ini dapat menemukan menemukan pemecahan kreatif atas masalah baru pada setiap tahap kehidupan. Bersama dengan Sigmund Freud. Umm Press : Malang . (2009) Psikologi Kepribadian. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia. generativitas dan pemeliharaan. Erikson menggambarkan adanya sejumlah kualitas yang dimiliki ego yakni kepercayaan dan penghargaan. Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis. keakraban dan cinta. identitas dan kesetiaan. otonomi dan kemauan. kerajinan dan kompetensi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud.

blogspot. (1991) Teori-teori Kepribadian. Bandung Eresco.wikipedia.com/2012/05/makalahteori-erikson. Jakarta : CV Rajawali.org/wiki/Erik_Erikson http://nunufadill. E.html . Sumadi Suryabrata.wordpress. http://dodyhartanto.com/ http://id. (2005) Psikologi Kepribadian.Koeswara.