You are on page 1of 18

KETUBAN PECAH DINI

Pecahnya selaput ketuban secara spontan paling sering muncul pada saat persalinan aktif. Pecahnya ketuban sebelum adanya onset persalinan pada fase apapun pada kehamilan disebut prematur ruptur membran atau ketuban pecah dini. Beberapa definisi yang dikemukakan tentang KPD diantaranya 1. Robeknya selaput ketuban pada setiap saat sebelum persalinan dimulai atau inpartu. 2. pecahnya ketuban 12 jam atau lebih sebelum persalinan. 3. pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada

primigra ida.! 3 cm dan multigra ida ! " cm. #. pecahnya ketuban sebelum pembukaan ser iks " cm pada persalinan. Etiologi $tiologi PR% sampai saat ini masih belum diiketahui secara pasti& banyak teori yang dikemukakan tetapi penyebab tunggal yang paling sering masih belum ditemukan. 'akto(faktor predisposisinya diduga adalah inkompetensi dari ser ik& ri)ayat induksi aborsi& abrupsio plasenta dan infeksi agina. Peneliti lain

menyebutkan bah)a bakteri lokal dapat memproduksi peroksidase yang menyebabkan kelemahan pada membran. Defisiensi itamin * berkaitan dengan adanya gangguan pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen yang merupakan jaringan pembentuk selaput amnion. +uga dikemukakan faktor kelainan pada genitalia seperti ser ik inkompetens. Diagnosa

akmus 3kertas nitra5in4 Prinsip tes ini adealah dengan menggunakan kertas nitra5in yang berubah )arna pada keadaan p6 yang berbeda. 2es . Pemeriksaan Dalam -nspekulo . 2. 7ekret agian pada )anita hamil mempunyai p6 antara #&"( "&" & sedangkan cairan 2 .uar Bagian(bagian janin relatif lebih mudah dipalpasi. Pemeriksaan . Pada KPD& pemeriksaan dalam hanya dilakukan pada penderita yang telah inpartu atau yang yang diinduksi. Pemeriksaan dalam hanya akan dilakukan atas indikasi kuat dan sedapat mungkin dibatasi untuk mengurangi bahaya infreksi. 1. Anamnesa Keluhan keluar air(air yang sekaligus banyak dari kemaluan& jumlahnya& )arna& baunya dan tidak didahului dengan tanda(tanda inpartu. Pemeriksaan Fisik 1. 1aginal 2oucher 3 setelah inpartu 4 . tidak teraba selaput ketuban.Pada umumnya penegakan diagnosa KPD tidaklah sukar akan tetapi kadang(kadang timbul kesulitan bila cairan yang keluar per aginam sedikit. Pemeriksaan Penunjang 0ntuk memastikan diagnosis& dapat dilakukan berbagai pameriksaan penunjang diantaranya . langsung melihat air ketuban dari /0$ atau melihat penumpukan cairan di forniks posterior.

-dentifikasi erniks kaseosa. Pengaruh Ketuban Pecah Dini a. -dentifikasi rambut lanugo yang diambil dari apusan agina. *airan ketuban yang bersifat basa akan merubah lakmus merah jadi biru. ".amnion 8&9(8&2. 'alse negatif jika air ketuban bercampur dengan urine& mekonium dan sel(sel epitel atau pecah ketuban telah berlangsung lama. 3.dapat diidentifikasikan butiran lemak dari fetus. 2. Kadang(kadang terjadi . Pengaruh terhadap janin . • • 'alse positif jika ada lendir ser iks. • 'alse positif bila dalam cairan itu bercampur urine& darah& cairan antiseptik& dan lain(lain. Dari tes lakmus ini bisa didapatkan hasil yang salah pada keadaan( keadaan . • 'alse negatif bila agina sudah kering. 'at staining techni:ue Dengan pe)arnaan sudan --. 2es kristalisasi atau arborisasi 3 ferning test 4 *airan ketuban di keringkan pada glass objek dan dilihat di ba)ah mikroskop akan tampak seperti pakis 3 fam pattern 4 berarti air ketuban positif.alaupun ibu belum menunjukkan gejala(gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terkena infeksi karena infeksi intra uterine lebih duluan 3 . #.

999=u. Pengaruh terhadap ibu Karena jalan lahir telah terbuka maka akan dijumpai . infeksi intrapartal apalagi bila terlalu sering diperiksa 2. Penatalaksanaan  Pa a Kehamilan Aterm 2indakan yang paling tepat adalah dengan mengakhiri persalinan begitu diagnosis ditegakkan. 1.terjadi 3meibomitis& askulitis4 sebelum gejala pada ibu dirasakan. ( ( ( ( ( Demam dengan suhu yang lebih dari 38&29*. +adi akan meninggikan mortalitas dan morbiditas perinatal. Bila pembukaan belum lengkap beri oksitosin drip bila tidak ada kontra indikasi tertentu. Bila his timbul 3inpartu4 obser asi sampai pembukaan lengkap. # . infeksi puerpuralis 3nifas4 3. 2akikardi dimana nadi ibu ? 199@ = mnt dan B+A ? 1<9@=mnt *airan yang purulen dan berbau busuk.lakukan obser asi dalam < jam dengan melakukan pemeriksaan dalam dan menilai his. dry labor Amnionitis 2anda(tanda terjadinya amnionitis atau infeksi cairan ketuban . pertionitis dan septikemia 4. >yeri tekan pada uterus.. b.eukositosis dimana kadar leukosit lebih dari 1<. .

2api bila belum timbul tanda(tanda infeksi maka menghindari kematian karena prematuritas adalah dengan cara mempertahankan kehamilan sampai fetus cukup matur untuk dapat hidup di dunia luar. Kematian janin tidak dapat dihindari )alaupun telah diberi antibiotik profilaks bila telah terjadi infeksi. 2. Bila his mula( mula positif lalu negatif pada fase aktif& maka tunggu dua jam lagi. Kehamilan kurang dari 2B minggu " . 6isterektomi harus dilakukan bila infeksinya hebat  Pa a Kehamilan Preterm Ada dua masalah yang sulit yaitu prematuritas dan infeksi. Bila drip oktitosin gagal maka indikasi untuk seksio sesaria. 7ebaiknya hanya satu kolf dan bila ada kemajuan nyata diteruskan dengan kolf kedua. Penanganan !ang ilakukan menurut usia kehamilan !aitu " 1. 7cott mengajurkan untuk seksio sesaria bila persalinan tidak dapat diselesaikan dalam 2# jam. -nter ensi yang dapat mencakup terapi kortikosteroid yang diberikan dengan atau tanpa preparat tokolitik untuk menhentikan persalinan preterm& sehingga kortikosteroid mempunyai cukup )aktu untuk menginduksi maturitas pulmoner.Bila his belum muncul langsung beri oksitosin drip. 0paya untuk menghindari persalinan pada saat ini dibagi 2 . 1. >on inter ensi atau penanganan menunggu& tidak dilakukan tindakan apa(apa& hanya menunggu persalinan spontan.  Dengan tanda(tanda infeksi Bila timbul tanda(tanda infeksi seperti demam air ketuban berbau busuk& maka ini merupakan indikasi segera untuk terminasi kehamilan.

+ika persalinan per aginam tidak dapat dilakukan maka dilakukan seksio sesaria atau seksio sesaria D histerektomi bila infeksinya berat. • Pera)atan diteruskan sampai akhir ketuban kering melalui jalan lahir. 2. • Berikan progesteron 19 mg -% untuk menghambat rangsangan sel(sel miometrium dan mengurangi kontraksi uterus. #. • atau tidak. • +ika perlu ra)at lama& sedangkan air keuban tidak keluar lagi maka pasien boleh pulang dengan nasehat antenatal care diperketat 31@ seminggu4& dilarang koitus& banyak istirahat dan kembali lagi pada kehamilan 38 minggu untuk induksi. Kehamilan 2B(38 minggu& infeksi 3D4 Pada penderita ini tidak dilakukan penatalaksanaan pasif. Beri antibiotik dan segera lakukan induksi persalinan tanpa memandang usia kehamilan. 3. • Ampisilin 2 g -1 setiap < jam Kehamilan 2BC38 minggu Ra)at tiga hari untuk obser asi tanda inpartu ada < . • Bila pera)atan dekat atau pendek& ra)at sampai aterm& kemudian diinduksi. Kehamilan ? 38 minggu& infeksi 3(4 +ika ketuban telah pecah ? 1B jam& berikan antibiotika profilaksis untuk mengurangi resiko infeksi streptokokus grup B .7egera akhiri karena prognosis janin untuk hdup sangat kecil sekali& dapat terjadi deformitas pada anak dan mudah terjadi infeksi intra uterine.

b. +ika persalinan dengan seksio sesarea& lanjutkan antibiotika dan berikan metronida5ole "99 mg -1 setiap B jam sampai bebas demam selama #B jam. a. ampisilin 2 g -1 setiap < jam ditambah gentamisin " mg=kgBB -1 setiap 2# jam.• • Atau penisilin E 2 juta unit -1 setiap < jam sampai persalinan +ika tidak ada infeksi pascapersalinan& hentikan antibiotika >ilai keadaan ser iks . • berbau4 berikan antibiotika • +ika terdapat sepsis pada bayi baru lahir& lakukan pemeriksaan kultur dan berikan antibiotika. +ika terdapat metritis 3demam& cairan agina 8 . Penanganan Amnionitis " • Berikan antibiotika kombinasi sampai persalinan . +ika ser isk matang& lakukan induksi persalinan dengan prostaglandin dan infus oksitosin atau lakukan seksio sesarea. oksitosin b. +ika ser iks belum matang& matangkan dengan >ilai ser iks . • • +ika ser iks sudah matang& lakukan induksi persalinan dengan oksitosin +ika ser iks belum matang& matangkan ser iks dengan prostaglandin dan infus oksitosin atau lahirkan dengan seksio sesarea. • a. +ika persalinan per aginam& hentikan antibiotika pascapersalinan c.

a. 2erminasi pada kehamilan 38 minggu. >on inter ensi atau penanganan menunggu 2idak dilakukan tindakan apa(apa& hanya mneunggu persalinan spontan. Dalam hal ini tindakan yang dilakukan dibagi 2 . b. • +ika umur kehamilan < 32(3# minggu& dira)at selama air ketuban masih keluar& atau sampai air ketuban tidak keluar lagi. B . • • -nter ensi Ra)at di rumah sakit Berikan antibiotika 3ampisilin # @ "99 mg atau eritromisin bila tak tahan4 dan metronida5ol 2 @ "99 mg selama 8 hari. • +ika usia kehamilan 32(38 minggu& belum in partu& tidak ada infeksi& beri deksametason& obser asi tanda(tanda infeksi dan kesejahteraan janin. • +ika usia kehamilan 32(38 minggu& ada infeksi& beri antibiotik dan lakukan induksi.Penanganan Konser#ati$ KPD 2indakan konser atif biasanya dilakukan pada kehamilan 2B C 38 minggu apabila dalam kehamilan dengan KPD ini belum timbul tanda(tanda infeksi dan tidak ada indikasi lain baik dari ibu maupun dari janin untuk segera dilahirkan& maka untuk menghindari kematian karena prematuritasadalah dengan cara mempertahankan kehamilan sampai fetus cukup matur untuk dapat hidup di dunia. • >ilai tanda(tanda infeksi 3suhu& leukosit& tanda(tanda infeksi intra uterin4. • +ika kehamilan 32(38 minggu& sudah in partu& tidak ada infeksi& berikan tokolitik& deksametason dan induksi sesudah < jam.

-nduksi Persalinan -nduksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu yang belum inpartu baik secara operatif maupun medisinal untuk merangsang timbulnya kontraksi sehingga diharapkan terjadi persalinan per aginam. Penanganan Akti$ KPD 7eperti yang telah disebutkan sebelumnya penanganan aktif pada KPD hanya dilakukan pada indikasi(indikasi tertentu. a. F . -ndikasi ibu adalah kehamilan dengan diabetes melitus& Rh atau AB/ incompability& sollutio plasenta& preeklampsia=eklampsia. 7edangkan kontra indikasi induksi persalinan adalah malposisi dan malpresentasi& insufisiensi plasenta& *PD& cacat rahim& grandemultipara 3?"4& gamelli& plasenta pre ia. +uga indikasi janin seperti kehamilan post aterm& ketuban pecah dini & -0'D.• Pada usia kehamilan 32(3# minggu berikan steroid& untuk memacu kematangan paru janin& dan kalau memungkinkan periksa kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu. 7ecara tindakan atau manipulatif dengan amniotomi& melepaskan selaput ketuban dari bagian ba)ah janin& pemakaian rangsangan listrik dan rangsangan papilla mamae. 7ecara medis dengan infus oksitosin& prostagladin& cairan hipertonik intra uterin. Pemilihan secara induksi persalinan disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin& masing(masing teknik memiliki efek samping dan komplikasi terhadap ibu dan janin. 2erdapat 2 cara induksi persalinan yaitu medis dan manipulatif. Dosis betametason 12 mg sehari dosis tunggal selama 2 hari& deksametason -% " mg tiap < jam sebanyak # kali.

unak Kearah depan 3 "(< B9G D1. 7ebaliknya kurang sensitif pada primipara& penilaian yang menggunakan skor Bishop yaitu makin matang ser iks makin tinggi angka keberhasilannya.9 . 7ecsio *aesaria Dalam keadaan tertentu dimana partus akan diperkirakan berlangsung lama sedangkan ketuban sudah lama pecah atau sudah ada tanda( tanda infeksi maka usaha untuk menghindari morbiditas dan mortalitas anak perlu dilakukan 19 .Keberhasilan dari induksi mendekati persalinan tergantung dari usia kehamilan 3aterm lebih sensitif4& kasus KPD atau ibu yang pernah melahirkan akan memberikan keberhasilan tinggi. b.3cm4 Konsistensi ser iks Posisi ser iks 9 9 9(39G (3 Keras Kebelakang 1 1(2 #9("9G (2 sedang 7earah sumbu jalan lahir 2 3(# <9(89G (1. %kor Pel#ik menurut Bisho& 7K/R Pembukaan ser iks Pendataran ser iks Penurunan kepala diukur dari bidang 6 --. Bila his adekuat telah tercapai & dosis oksitosin dipertahankan dan apabila dengan dosis maksimal didapatkan kemajuan pembukaan maka induksi dapat dilanjutkan. Bila dengan pemberian dosis 39(#9 m0=mnt tidak dapat dipastikan his yang adekuat& induksi tidak perlu dilanjutkan lagi& dan biasanya dengan dosis 29 m0=mnt sudah didapatkan his yang adekuat.D2 2erdapatnya ariasi pemberian oksitosin untuk drip induksi tetap memiliki prinsip yang sama adalah bagaimana mempergunakan dosis oksitosin seminimal mungkin dengan menaikkan kadar oksitosin dalam darah secara bertahap dan berkesinambungan sampai tercapai kadar yang membuat kontraksi adekuat.

%orbiditas dan mortalitas ibu Dihubungkan dengan adanya kejadian infeksi yang menyertai kejadian ketuban pecah dini. Pembuluh darah kulit banyak terlihat& rambut tipis& halus dan mammae belum sempurna. Adapun tanda(tanda bayi lahir prematur adalah BB kurang dari 2"99 gram& PB kurang dari #" cm dan lingkaran kepala 33 cm serta lingkaran dada 39 cm. Bayi kecil dengan posisi fetal dan pergerakan yang kurang dan lemah. Kulit bayi biasanya tipis& transparan dengan lanugo banyak dan lemak sub kutan kurang. 2. 2angis bayi lemah dan banyak tidur& otot hipotonik serta ditemukan refleks morro yang positif dan reflek mengisap dan menelan yang belum sempurna. 3. %orbiditas dan mortalitas bayi 2ingginya angka kematian perinatal berkaitan erat dengan terjadinya kelahiran prematur& BB. Prematuritas Dilaporkan bah)a 39G kelahiran preterm disebabkan oleh ketuban pecah dini.R& infeksi serta sindroma ga)at pernafasan. 1. 11 . Kom&likasi Berbagai akibat yang muncul mengiringi kasus ketuban pecah dini antara lain adalah . Bisa juga timbul partus lama& atonia uteri dan perdarahan post partum. /sifikasi tengkorak sedikit& ubun(ubun dan sutura melebar dan genitalia tumbuh imatur. %asa gestasi biasanya di ba)ah 38 minggu.pengakhiran kehamilan dengan seksio sesaria& begitu juga halnya dalam kegagalan melakukan induksi persalinan.

Diagnosis PR% pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.etak sungsang bokong 6-& Anak mahal dengan infertilitas B tahun.BAB III DI%KU%I 2elah ditampilkan kasus seorang multigra ida berumur 32 tahun yang masuk Kamar Bersalin R70P Dr. Djamil Padang dengan diagnosis a)al E3P1A169 Era id Aterm 33F(#9 mg4 D PR% 3 jam& Anak 6idup 2unggal -ntra 0terin . Dari anamnesis diketahui pasien mengeluh keluar air( air yang banyak dari kemaluan sejak 3 jam sebelum masuk R7& yang membasahi sehelai kain sarung dengan bau amis dan )arna jernih. Pada pemeriksaan fisik dengan inspekulo didapatkan adanya cairan yang menumpuk di fornik posterior agina. %. 12 .

Pada pasien ini juga diberikan antibiotika sebagai tindakan pencegahan infeksi. 7etelah ditunggu selama 3 jam& pada pasien ini tidak ada tanda C tanda inpartu& maka penanganan selanjutnya dilakukan secara aktif& dengan dasar anak mahal dan infertilitas selma B tahun dilakukan tindakan seksio sesarea karena usia kehamilan sudah aterm. Dapat disimpulkan bah)a tindakan seksio sesarea pada pasien ini sudah tepat.1" dilakukan seksio sesarea dan lahir seorang anak perempuan dengan berat badan 2#99 gram& panjang badan #8 cm dan 7kor Apgar <=8. Kerugian yang lain apabila ditunggu persalinan mulai secara spontan adalah semakin besarnya kemungkinan kompresi pada tali pusat. 7etelah dikonsulkan kepada anestesi& jam 23. 7ehingga diagnosa PR% pada pasien ini sudah sesuai dengan definisi PR%& yaitu pecahnya ketuban sebelum proses persalinan. 7esuai dengan protap bagian obstetri dan ginekologi maka rencana penatalaksanaan pada pasien ini adalah dengan menunggu munculnya tanda( tanda inpartu sampai < jam sejak pecahnya ketuban. 13 .dalam 7tandar Pelayanan %edik /bstetri dan Einekologi untuk pasien PR% dengan tindakan konser atif menganjurkan pemberian antibiotika bila ketuban sudah pecah ? < jam.. Dalam buku acuan nasional Pelayanan Kesehatan %aternal dan >eonatal& antibiotika dosis tinggi diberikan apabila ditemukan tanda(tanda infeksi.Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik& tidak didapatkan tanda(tanda persalinan 3in partu4& disimpulan pasien belum in partu. P/E.

1# .

-n .DAFTA' PU%TAKA 1.ange >e) Hork& 2991. 2he ne) $ngland +ournal of %edicine 1FF<.B.1FF2.illiams /bstetrics& 21th edition. Premature Rupture of 2he membranes I 6igh Risk Pregnancy& 7econd $dition& . 7aunders *ompany& 1FF3. 6opkins& %K. Eynecology and /bstetrics. Philadelphia. . #. *unningham& >ormal . et al. <. Fisiologi dan Mekanisme Persalinan NormalI -lmu Kebidanan& $disi Ketiga *etakan Keempat& Hayasan Bina Pustaka 7ar)ono Pra)irohardjo& +akarta& 1FFF. 7ciarra& ++ 3$d4. 6ayashi& R6.. Induction of abor !ompared "ith #$pectant management for Prelabor Rupture of the Membrane at %erm. 'arine& D. +B. 3. Ketuban Pecah Dini . Appleton J .abour and Deli eryI .A . Knupple& R. /hlsson& A. 7aifuddin& AB . Andersen& 6'.iknjosastro&6 . 1" .ippincott *ompany. Premature Rupture of the Membranes. 2. ". Buku Acuan >asional Pelayanan Kesehatan %aternal dan >eonatal& edisi pertama 2999& +>PKKR(P/E-( Hayasan Bina Pustaka 7ar)ono Pra)irohardjo& +akarta& 2991.. 6annah& %$.

BAB III DI%KU%I 2elah ditampilkan kasus seorang multigra ida berumur 3< tahun yang masuk Kamar Bersalin R70P Dr. Pada pemeriksaan fisik dengan inspekulo didapatkan adanya cairan yang menumpuk di fornik posterior agina dengan test lakmus positif 3merubah )arna lakmus merah menjadi biru4 yang menunjukkan cairan ini memiliki p6 ? 8& sesuai dengan karakter cairan ketuban dan terlihat cairan keluar dari ostium uteri eksternum 3Andersen& et al& 1FF2& 7aifuddin& A.B& 29914.etak Kepala 6-(--. Diagnosis PR% pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Djamil Padang dengan diagnosis a)al E2P1A961 Era id Aterm D PR% 2 jam& Anak 6idup 2unggal -ntra 0terin . 7ehingga diagnosa PR% pada pasien ini sudah sesuai dengan definisi PR%& yaitu pecahnya ketuban sebelum proses persalinan. 3Andersen& et al& 1FF2& Duff& 1FF<& 7aifuddin& 29914. 1< . Dari anamnesis diketahui pasien mengeluh keluar air( air yang banyak dari kemaluan sejak 2 jam sebelum masuk R7& yang membasahi sehelai kain sarung dengan bau amis dan )arna jernih. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik& tidak didapatkan tanda(tanda persalinan 3in partu4& disimpulan pasien belum in partu. %. 7esuasuai denagan protap bagian obstetri dan ginekologi maka rencana penatalaksanaan pada pasien ini adalah dengan menunggu munculnya tanda( tanda inpartu sampai < jam sejak pecahnya ketuban.

.7etelah ditunggu selama # jam& pada pasien ini tidak ada tanda C tanda inpartu& maka penanganan selanjutnya dilakukan secara aktif& dengan melakukan induksi memakai oksitosin& karena usia kehamilan sudah aterm 3Andersen& et al& 1FF2& 7aifuddin& A. -nduksi persalinan dilakukan dengan drip sintosinon sebanyak " -0 dalam "99 cc cairan R. P/E.B& 29914. Pada pasien ini juga diberikan antibiotika sebagai tindakan pencegahan infeksi.dalam 7tandar Pelayanan %edik /bstetri dan Einekologi untuk pasien PR% dengan tindakan konser atif menganjurkan pemberian antibiotika bila ketuban sudah pecah ? < jam. penanganan ekspektatif tidak berbeda secara bermakna& sedangkan infeksi maternal lebih rendah pada induksi dengan oksitosin 36annah& et al& 1FF<4. 7elama drip induksi& dilakukan kontrol yang ketat terhadap keadaan umum ibu& B+A& his dan tanda lingkaran Bandl yang merupakan tanda(tanda komplikasi ancaman ruptura uteri. Dapat disimpulkan bah)a tindakan induksi persalinan pada pasien ini sudah tepat. 2indakan pemberian propilaksis ini masih menjadi kontro ersi dan hingga saat ini belum ada penelitian untuk menilai keuntungan tindakan ini 3Andersen& et al& 1FF24. Dalam buku acuan nasional Pelayanan Kesehatan %aternal dan >eonatal& antibiotika dosis tinggi diberikan apabila ditemukan tanda(tanda infeksi.& dia)ali dengan < ml unit dan dinaikkan sebanyak 3 ml unit tiap 39 menit sampai tercapai his yang adekuat untuk terjadinya persalinan. 18 . Kerugian yang lain apabila ditunggu persalinan mulai secara spontan adalah semakin besarnya kemungkinan prolaps atau kompresi pada tali pusat 3Duff& 1FF<4.

1B . Dilakukan pemeriksaan dalam& ditemukan bah)a pembukaan telah lengkap dengan ubun(ubun kecil anak berada di depan.7etelah drip induksi berjalan 3 jam& pasien merasakan nyeri yang semakin meningkat dan perasaan ingin mengedan. Pasien kemudian dipimpin mengedan dan lahir seorang anak laki(laki dengan berat badan 2"<# gram& panjang badan #8 cm dan 7kor Apgar B=F.