You are on page 1of 10

Kerangka Karangan November 14, 2010 Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari

suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Manfaat Kerangka Karangan 1. Untuk menyusun karangan secara teratur. 2. Mempermudah pembahasan tulisan. 3. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal. 4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih. 5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan. 6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. 7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda. Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik 1. Pengungkapan maksudnya harus jelas. 2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan. 3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis. 4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten. Macam-macam Susunan Kerangka Karangan  Alamiah Suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan nyata di alam. Oleh karena itu, susunan alamiah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu : 1. Berdasar urutan ruang. Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis. Contoh Topik : Banjir. Tujuan : Untuk mengetahui lokasi banjir. Tema : Beberapa lokasi banjir di dunia. I. BANJIR YANG TERJADI DI LUAR INDONESIA A. Banjir di Asia
1

B. I. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di Taiwan. A. MASYARAKAT PETANI DAN PETERNAK A. 2. Banjir di Inggris. BANJIR YANG TERJADI DI INDONESIA. Banjir di DKI Jakarta. Banjir di Papua Barat. Contoh Topik: masyarakat Tujuan: untuk mengetahui perkembangan masyarakat Tema: Perkembangan masyarakat dari jaman ke jaman. Banjir di Padang. Banjir di Pacitan. MASYARAKAT PEMBURU DAN PERAMU A. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Dunia B. Banjir di Belanda. Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. 2. Masyarakat Petani dan Peramu di Dunia 2 . Di Irian 2. Di Kepulauan Mentawai II. Masyarakat Pemburu dan Peramu di Indonesia 1. Banjir di China. B. Banjir di luar Pulau Jawa 1.1. 2. Setipa peristiwa hanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain. II. Urutan waktu. 2. 2. Banjir di Eropa 1.

Hutan Tanaman Industri B. Polusi Suara C. Masyarakat petani di Pulau Jawa 2. Masyarakat Petani dan Peternak di Indonesia 1. Contoh Topik: Hutan Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan Tema: Pemanfaatan hutan. Misal. MASYARAKAT INDUSTRI A. penulis tidak perlu memperhatikan mana yang akan didahulukan. Masyarakat Industri Canggih 3. Mencegah Erosi B. Masyarakat Industri Modern B. bagian-bagian dalam sebuah lembaga.B. Hutan untuk Rekreasi C. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS A. Mengurangi Polusi 1. Hutan untuk Penelitian Untuk pola berdasar urutan topik yang ada. laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran. Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Polusi Udara 2. Masyarakat peternak di Nusa TenggaraTimur III. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH A.  Logis 3 . Urutan topik yang ada. Sebagai Hutan Lindung II. I. dll.

PENDANGKALAN SUNGAI V. PENDERITAAN MASYARAKAT 2. b. Umum-Khusus. Urutan antiklimaks = yang penting di awal.hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya. Klimaks-Anti klimaks. Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal. Khusus – Umum : Sebaliknya. Contoh Topik: Pendidikan Tujuan: Untuk mengetahui pendidikan di masyarakat Tema: Pendidikan di masyarakat 4 . Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan dengan hirarki misalnya urutan pemerintahan. MUSIM PENGHUJAN MULAI II. MUSIBAH BANJIR VI.Merupakan unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia. Contoh Topik: Banjir Tujuan: Untuk mengetahui akibat banjir Tema: Banjir dan akibatnya I. 2. Misalnya uraian tentang Indonesia. Urutan klimaks = yang penting di akhir. lalu suku-suku dan kebudayaannya. a. Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yang paling penting. EROSI DI MANA-MANA IV. Untuk susunan logis. dibagi berdasarkan : 1.PENGGUNDULAN HUTAN III. Terdiri dari dua : 1.

Sistem Penomoran pada Kerangka Karangan Ada dua cara : 1. a. I . Angka Romawi Besar untuk BAB A. berbagai persoalan sosial : kerusakan hutan. PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERSENDAT II. penulisan sejarah. Contoh: Banjir di Jakarta. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 5 . perubahan cuaca global. b. Proses. Misal : Krisis multidimensi di Indonesia. Misal . Contoh Topik: Premanisme di Jakarta I. penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya. PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT SECARA UMUM II. Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat. Dimulai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi. INDUSTRI TUTUP KARENA BAHAN BAKAR LANGKA III. MENCARI UANG DENGAN CARA MUDAH 4. Pendahuluan II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia A. PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT PERKOTAAN III. Angka Arab besar a. diikuti perincian akan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Sistem Campuran Huruf dan Angka. Angka Romawi Kecil (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung (1) Angka Arab Berkurung Contoh I. diikuti perincian sebab-sebab yang menimbulkannya. PENDIDIKAN DI MASYARAKAT T PEDESAAN IV. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab 1. Huruf Romawi Kecil i. LAPANGAN KERJA MENCIUT IV.I. Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab. Sebab-Akibat. PENDIDIKAN PADA GENERASI MUDA 3.

2.ac. Kesimpulan 2.1 dst.1.3. Abstinensi Setelah Melahirkan 2.doc http://penulissukses. Penyebab Perbedaan fertilitas a. 2.B.files. Sistem Angka Arab (dengan digit). Retaknya Perkawinan b. Bukti-Bukti dari Sensus 2000 2.1.1. Retaknya Perkawinan 2.1 2.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.1 1.3.3. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia 2.2. 1.2. Penyebab Perbedaan fertilitas 2. 1. Abstinensi Setelah Melahirkan c.2.1.com/2010/03/slide-3-karangan-ilmiah.1.wordpress. Pengukuran Fertilitas 2. Perbedaan Fekunditas III.3. Pengukuran Fertilitas 2.2.ppt. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 2. Kesimpulan Sumber :    http://pksm.com/penulis38. Contoh 1. Studi Kasus di Lampung 1. 6 . Perbedaan Fekunditas 3.2.3.3.1.php http://veronikacloset. Pendahuluan 2. Studi Kasus di Lampung 2.1 2. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995 C.1.3.1 1.mercubuana.

2 Air Dapat Membantu Mengontrol Kalori. Mengenal dan mengetahui ciri umum remaja b.4 Freesex dan pemerkosaan 3. kontrol diri yang lemah 2. 3. cara menanggulangi kenakalan remaja : 5. 3.1 remaja akan memiliki kepribadian yang buruk 4.2 Hilangnya Konsentrasi 2.5 Pembunuhan dan tindak kriminal lainnya 4. Remja harus menaati tata cara dan aturan yang berlaku b. 7 .1 Membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.2 Perkelahian perorangan atau kelompok/masal 3.1 Dehidrasi 2. Penyebab terjadinya kenakan remaja 2. teman / lingkungan pergaulan yang kurang baik c.3 Kurang Maksimalnya Kerja Ginjal 3.2 dihindari atau dikucilkan oleh masyarakat 4.Tema : Kenakalan Remaja Tujuan : Mengetahui pola perilaku remaja Judul : Mengatasi masalah kenakalan remaja di era modern 1.1 faktor internal : a. komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik 3. Penyebab Kekurangan Mengonsumsi Air Putih 2. Dampak kenakalan remaja : 4. Tindakan kuratif dan rehabilitas Contoh Kerangka Karangan Tema Judul : Air : Manfaat Mengkonsumsi Banyak Air Putih 1. Dirumah.1 Manfaat Mengkonsumsi Air Putih 2. Pengertian 1. narkotika dan zat aditif lainnya 3. Macam-macam kenakalan remaja : 3.2 Pengertian kenakalan Remaja menurut para ahli 2.3 masa depan suram 5.2 faktor eksternal : a. Pelaksanaan hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan c. Beberapa Alasan Agar Anda Tetap Minum Cukup Air 3.1 Penyalah gunaan alkohol.1 Pengertian Remaja dan ciri-cirinya 1.3 Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga.2 Tindakan Represif a.3 Kebut-kebutan /balap liar 3.1 Tindakan Preventif a. Manfaat 1. krisis identitas b. Disekolah. Mengetahui kesulita-kesulitan yang secara umum dialami remaja c. lingkungan keluarga b. Usaha pembinaan remaja 5.

Pilihlah Minuman Yang Mengandung Sedikit Kalori. : Banjir.com) Contoh Kerangka Karangan Topik : Media Sosial Tema : Media Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia 1. : Untuk mengetahui penyebab dan dampak banjir.2. : Banjir di Indonesia.2.3.1 Menyediakan Air Minum Bila Anda Sedang Menyantap Makanan. Virtual Game World 1. 4. atau 4. Virtual Social World 1. (sumber : http://tirtayasa.6 Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. Konten 1.2.1.4 Bawalah Minuman Dalam Kemasan Setiap Anda Berpergian.blogspot. Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Media Sosial Topik Tujuan Tema 1.4. 4.3.5 Air menjaga kesehatan ginjal Anda. Proyek Kolaborasi 1. Anda Akan Minum Banyak Air Bila Anda Menyukainya. Situs Jejaring Sosial 1. Pengantar Mengenai Media Sosial 1. Di pulau Papua 4. Tips Untuk Membantu Anda Lebih Banyak Mengkonsumsi Air Putih.3 Makananlah Banyak Sayur dan Buah-buahan. Ciri-ciri Media Sosial 2. Bila Anda Sedang Diet.3. Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Media Sosial 4. 4. Kedua Jenis Makanan Ini Mengandung Banyak Air dan 20% Dari jumlah Air Yang Masuk ke Tubuh Kita Berasal Dari Makanan. 4.1. 4.2.2.1. Klasifikasi Media Sosial 1.3. Pengertian Media Sosial 1. Perkembangan Media Sosial 2. Kulit anda terdiri dari banyak air.2.1. Pertumbuhan Media Sosial di Masyarakat Indonesia 3. 3. Blog dan Microblog 1.5.5 Pilihlah Minuman Sesuai Dengan Kebutuhan Anda.1.2.2. Di pulau Sumatera 3. Banjir yang terjadi di Indonesia 8 . Di pulau Jawa 3.2.2. Di Indonesia 3.2.4 Air membantu kulit tetap kelihatan indah.2 Pilihlah Minuman Yang Anda Sukai. Di Dunia 2. 3. Media Sosial terhadap Masyarakat Indonesia 4.6.

Kerugian Administrasi 3.1.1.2.2. Mematikan Usaha 3.3 Tanah Resapan Air Berkurang 2.2 Membuang Sampah Sembarang 2.anneahira.4 Pendangkalan Sungai 3. Banjir di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam 1.2 Banjir Kiriman 2. Penyebab Banjir di Indonesia 2.1.1.1.com/dampak-banjir.3 Reboisasi Hutan Gundul Sumber :    http://pksm. Kelalaian Manusia 2.4. Banjir di Surabaya 1.mercubuana. Banjir di Papua 2.1 Penjagaan Area Resapan Air 4.1. Timbulnya Penyakit 3.1 Penebangan Hutan 2.3.2 Proyek Pengerukan Sungai 4.2.htm http://www.2.1 Cuaca yang Extrim 2.1.1.1.2.id/new/elearning/files_modul/99009-3-742122286959.anneahira.ac.1.2. Banjir di DKI Jakarta 1. Banjir di Pulau Jawa 1. Banjir di luar Pulau Jawa 1.htm CONTOH KERANGKA KARANGAN Tema: Kemiskinan Tujuan: Mengatasi Kemiskinan Judul : Pemecahan Masalah Kemiskinan Di Negara Berkembang 9 .2. Dampak yang timbul akibat Banjir 3.2. Menanggulangi Dampak Banjir 4.2. Faktor Alam 2.2.2.doc http://www.com/banjir-di-indonesia. Kembali ke Titik Nol 4.

9 Menyediakan Lebih Banyak Dana Untuk Daerah-daerah Miskin 4.5 Keterbatasan Modal 2.1 Pengertian Kemiskinan Secara Umum 1.8 Mengurangi Tingkat Kematian Ibu Pada Saat Persalinan 4.3 Penghapusan Larangan Impor Beras 4. Faktor – Faktor Timbulnya Kemiskinan 2.10 Merancang Perlindungan Sosial Yang Lebih Tepat Sasaran 10 .1.4 Pembatasan Pajak dan Retribusi Daerah yang merugikan Usaha Lokal dan Orang Miskin 4. Unsur Kemiskinan 3.7 Perbaikan Atas Kualitas Pendidikan dan Penyediaan Pendidikan Transisi untuk sekolah Menengah 4.1 Aspek Badaniyah 3.5 Pemberian Hak Penggunaan Tanah Bagi Penduduk Miskin 4.2 Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli 2.6 Beban Keluarga 3.4 Terbatasnya Lapangan Kerja 2. Usaha – usaha Mengatasi Kemiskinan 4.2 Aspek Bencana 3. Pengertian 1.3 Aspek Struktural 4.6 Membangun Lembaga-lembaga Pembiayaan Mikro yang Memberi Manfaat pada penduduk Miskin 4.2 Malas Bekerja 2.1 Peningkatan Fasilitas Jalan Dan Listrik di Pedesaan 4.3 Keterbatasan Sumber Alam 2.2 Perbaikan Tingkat Kesehatan Melalui Fasilitas Sanitasi yang Lebih Baik 4.1 Pendidikan Yang Terlampau Rendah 2.