You are on page 1of 31

aji saka

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain. Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan. Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu. Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya. Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu. Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya. Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya. Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak. Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Asal usul danau toba
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah,

tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. "Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar," gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyanggoyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar. Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. "Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku." Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. "Bermimpikah aku?," gumam petani. "Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata," kata gadis itu. "Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu," kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. "Dia mungkin bidadari yang turun dari langit," gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. "Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus!" kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja. Setahun kemudian, kebahagiaan Petan dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri. Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. "Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!" kata Petani kepada istrinya. "Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik," puji Puteri kepada suaminya. Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu.

Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu. Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir. HIKMAH : Jadilah seorang yang sabar dan bisa mengendalikan emosi. Dan juga, jangan melanggar janji yang telah kita buat atau ucapkan.

cindelaras
Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Ia didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang cantik jelita. Tetapi, selir Raja Raden Putra memiliki sifat iri dan dengki terhadap sang permaisuri. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. "Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal untuk menyingkirkan permaisuri," pikirnya. Selir baginda, berkomplot dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa ada seseorang yang telah menaruh racun dalam minuman tuan putri. "Orang itu tak lain adalah permaisuri Baginda sendiri," kata sang tabib. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia segera memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke hutan. Sang patih segera membawa permaisuri yang sedang mengandung itu ke hutan belantara. Tapi, patih yang bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya sang patih sudah mengetahui niat jahat selir baginda. "Tuan putri tidak perlu khawatir, hamba akan melaporkan kepada Baginda bahwa tuan putri sudah hamba bunuh," kata patih. Untuk mengelabui raja, sang patih melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja mengangguk puas ketika sang patih melapor kalau ia sudah membunuh permaisuri. Setelah beberapa bulan berada di hutan, lahirlah anak sang

"Benarkah itu?" Tanya baginda keheranan. Raden Putra . "Hmm. ia dapat mengalahkan lawannya. rumahnya di tengah rimba. adulah ayam jantanmu dengan ayamku. Sejak kecil ia sudah berteman dengan binatang penghuni hutan.. Cindelaras segera membungkuk seperti membisikkan sesuatu pada ayamnya. "Baiklah aku mengaku kalah. "Baiklah. "Aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada selirku." ayam jantan itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra pun mendengar berita itu. atapnya daun kelapa. Raden Putra menyuruh hulubalangnya untuk mengundang Cindelaras. Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat.permaisuri.. siapakah kau sebenarnya. selir Raden Putra pun di buang ke hutan. sang patih segera menghadap dan menceritakan semua peristiwa yang sebenarnya telah terjadi pada permaisuri. ayam Cindelaras tidak terkalahkan. ibu hamba adalah permaisuri Baginda.. Cindelaras tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan tampan." lanjut Baginda dengan murka. Bunyi kokok ayam jantan itu sungguh menakjubkan! "Kukuruyuk. ibu Cindelaras menceritakan asal usul mengapa mereka sampai berada di hutan." tantangnya. Tetapi dalam waktu singkat. sepertinya ia bukan keturunan rakyat jelata. ayahnya Raden Putra. Ia sengaja memberikan telur itu kepadaku. jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung. "Kukuruyuk.. rajawali itu baik sekali.. anak muda?" Tanya Baginda Raden Putra." pikir baginda. Bayi itu diberinya nama Cindelaras. ketika sedang asyik bermain. Suatu hari. Ayamnya benar-benar tangguh. Cindelaras bertekad untuk ke istana dan membeberkan kejahatan selir baginda... Para penonton bersorak sorai mengeluelukan Cindelaras dan ayamnya. ayahnya Raden Putra. Setelah beberapa kali diadu. Cindelaras pergi ke istana ditemani oleh ayam jantannya." Setelah 3 minggu. Lalu. "Anak ini tampan dan cerdas. Kemudian. "Aku telah melakukan kesalahan. ternyata ayam jantan Cindelaras bertarung dengan perkasa dan dalam waktu singkat. kalau berani." Bersamaan dengan itu. Mendengar cerita ibundanya. "Ayo. Anak ayam itu tumbuh menjadi seekor ayam jantan yang bagus dan kuat. Tuanku Cindelaras. Aku akan menepati janjiku. Raden Putra terperanjat mendengar kokok ayam Cindelaras.." jawab Cindelaras. Setelah itu. Ketika diadu. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta maaf atas kesalahannya. Kemudian. Ketika dalam perjalanan ada beberapa orang yang sedang menyabung ayam. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam.. nama hamba Cindelaras. Tuanku Cindelaras. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat. seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur. Setelah di ijinkan ibundanya." Cindelaras sangat takjub mendengar kokok ayamnya dan segera memperlihatkan pada ibunya. Tidak berapa lama ayamnya segera berbunyi. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tapi ada satu keanehan. atapnya daun kelapa. "Hamba menghadap paduka. rumahnya di tengah rimba. ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja." kata Baginda Raden Putra. Tapi." kata Cindelaras dengan santun. tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. "Benar Baginda. telur itu menetas.

dan hulubalang segera menjemput permaisuri ke hutan. Akhirnya Raden Putra. Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya. Saat itu tibatiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka. permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. . Setelah Raden Putra meninggal dunia. Ia memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana. Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang Aesop Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Salah satu pengembara. memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya.

Anjing yang serakah ini . Anjing dan Bayangannya Aesop Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang. berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati." Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal. beruang tersebutpun berjalan pergi. dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian." katanya." kata pengembara yang berbaring tadi. beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil. seolah-olah dia telah meninggal. melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam. Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. "Apa yang di katakan oleh beruang itu" "Beruang itu berkata. Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya. Entah hal ini benar atau tidak. "Tidak bijaksana berjalan bersamasama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya.Pengembara yang lain. "Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu. dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal.

Mereka adalah keluarga yang bahagia. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Lalu dia masih harus menyetrika. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya. membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. membereskan rumah. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Kemudian dia harus memberi makan ternak. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Bila saja dia berhenti untuk berpikir. untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Dia sudah harus bangun sebelum subuh. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Semenjak ibu Bawang putih meninggal.mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. namun mereka hidup rukun dan damai. Dia sering membawakan makanan. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Saat dia selamat tiba di tepi sungai. supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Hari itu . dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang. Dengan pertimbangan dari bawang putih. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa. dan masih banyak pekerjaan lainnya. Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah Bawang Merah dan Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah. sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia.

Hari sudah mulai gelap. tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Dia memasang matanya. Sayang. Sebentar lagi malam akan tiba.cuaca sangat cerah. Dan sekarang kemalaman. dan Bawang putih. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih. saya akan menemani nenek selama seminggu. “Ya nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. asal nenek tidak bosan saja denganku. Bawang putih pun merasa iba. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. “Boleh nak. bagaimana?” pinta nenek. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. . pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Dan satu lagi. Matahari sudah mulai meninggi. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi.” kata nenek. baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. nenek pun memanggil bawang putih. Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. “Ya. “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya.” “Ya tadi saya lihat nak. apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. “Baiklah aku akan mengembalikannya. namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Saking terlalu asyiknya. “Aku tidak mau tahu. Nenek itu kelihatan kesepian.Bawang putih berpikir sejenak. “Saya Bawang putih nek. “Baiklah paman. siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. mungkin kau bisa mengejarnya. namun tidak berhasil menemukannya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik. Tentu saja nenek itu merasa senang. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.” kata paman itu. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Seorang perempuan tua membuka pintu. Ketika menyadari hal itu. Bawang putih sudah mulai putus asa. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya. padahal aku menyukai baju itu. sudah seminggu kau tinggal di sini. “Permisi…!” kata Bawang putih. “Baiklah nek. Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya.” kata Bawang putih dengan tersenyum. “Nak. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat.

Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Karena itu walau sudah membanting tulang. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tak lama setelah itu.” katanya. Tukang Sepatu dan Liliput Dahulu kala. dan lain-lain. Sesampainya di rumah. kakek membuat sepatu berwarna merah. Mereka sangat baik hati. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya mereka memberikan sepatu berwarna merah tersebut kepada gadis kecil itu. melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular. Nenek itu terpaksa m enyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. kalajengking. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. . bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Tidak seperti bawang putih yang rajin. Si kakek yang membuat sepatu sedangkan nenek yang menjualnya. kita bisa membeli makanan untuk Hari Raya nanti.Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian. dengan kulit bahan sepatu yang tersisa. “Kalau sepatu ini terjual. Itulah balasan bagi orang yang serakah. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Uang yang didapat dari setiap sepatu yang terjual selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan dan disantap oleh orangorang jompo yang miskin dan anak kecil yang sudah tidak mempunyai orangtua. disebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat sepatu. selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Seperti bawang putih. Mendengar cerita bawang putih. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. uang mereka selalu habis. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar. “Kasihan sekali gadis itu ! Ditengah cuaca dingin seperti ini tidak bersepatu”. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. lewatlah seorang gadis kecil yang tak bersepatu di depan toko mereka. Karena uang mereka sudah habis. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Kakek berkata kepada nenek. Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya.

Setelah selesai menyantap makanan. kata si kakek. ya? Apa jerami ini akan . sesuatu yang aneh membangunkan Taro. Saat tengah malam. Peliharalah baik-baik benda yang pertama kali kau dapatkan esok hari. Sehingga walaupun mereka selalu memberikan makan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu. Suatu hari. merekapun tertidur dengan nyenyaknya. Ketika sudah selesai mereka kembali ke hutan. Dengan hasil penjualan sepatu itu mereka menyiapkan makanan dan banyak hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak kecil pada Hari Raya. Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Oh. Ia pun membuatkan sepatu-sepatu mungil untup para kurcaci. Betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyaknya makanan dan hadiah di ruang kerja kakek. "Taro. Sepatu itu terjual dengan harga mahal. "Tolonglah aku agar hidup senang". menyiapkan makanan dan kue yang lezat di atas meja. Saat itu terjadi kejadian aneh. “Aku akan membuatkan pakaian untuk mereka sebagai tanda terima kasih”. Tetapi sejak saat itu. Saudagar Jerami Dahulu kala. Taro pergi ke kuil. tapi kehidupanku tidak berkercukupan". ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. “Ternyata yang membuatkan sepatu untuk kita adalah para kurcaci itu”. Dari hutan muncul kurcaci-kurcaci mengangkut kulit sepatu. Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Di sekitarnya menjadi bercahaya. dengar baik-baik. Sedangkan kakek tidak tinggal diam. Kemudian nenek memotongh kain. mereka menari-nari dengan riang gembira. Kakek dan dan nenek hidup bahagia sampai akhir hayat mereka. “Mereka pasti kedinginan karena tidak mengenakan pakaian”. dan melihat para kurcaci yang tidak mengenakan pakaian sedang membuat sepatu. Malam berikutnya. “Ini semua rahmat dari Yang Maha Kuasa”. Hari-hari berikutnya para kurcaci tidak pernah dating kembali. Mereka juga menata meja makan. “Wow. membawanya ke rumah si kakek kemudian membuatnya menjadi sepasang sepatu yang sangat bagus. Setelah kejadian itu semua.“Apa boleh buat. lalu muncul suara." Keesokan harinya ketika keluar dari pintu gerbang kuil. Itu akan membuatmu bahagia. sepatu-sepatu yang dibuat Kakek selalu laris terjual. Taro jatuh terjerembab. Ketika sadar ia sedang menggenggam sebatang jerami. para kurcaci berdatangan. Tuhan pasti akan menolong kita”. uang mereka masih tersisa untuk ditabung. pekik si kakek. Setelah selesai mereka menjajarkan sepatu dan aju para kurcaci di ruang kerjanya. Suatu malam. lanjut si nenek. Sejak saat itu setiap selesai bekerja. “Wow”. Kakek dan nenek lalu mengintip. jadi yang dimaksud Dewa adalah jerami. Merek segera mengenakan pakaian dan sepatu yang sengaja telah disiapkan kakek dan nenek. Malam tiba. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. dan membuatkan baju untuk para kurcaci itu. "Wahai. Keesokan paginya kakek sangat terkejut melihat ada sepasang sepatu yang sangat hebat. terdengar suara-suara diruang kerja kakek. pakaian yang indah !”.

padahal kita sedang terburu-buru. "Ada dikuil. pikir Taro. Sebagai gantinya Taro memberikan segulung kain tenun yang ia dapatkan kepada para pengawal samurai itu. Silakan kalau mau ditukar". kalau anda haus. Di tengah jalan ia menangkap dan mengikatkan seekor lalat besar yang terbang dengan ributnya mengelilingi Taro di jeraminya. Melihat keadaan itu. Tanya si pemilik rumah. Kemudian taro masuk ke halaman rumah dan bertanya apakah mereka membutuhkan kuda. tetapi aku saat ini tidak mempunyai uang. Taro memanen padinya yang sangat banyak. Terima kasih Tuan". "Bijaksana sekali kau anak muda. Walaupun agak kecewa dengan benda yang didapatkannya Taro lalu berjalan sambil membawa jerami. kata Taro. "Maaf. adakah tempat di dekat sini mata air ?". Taro berjalan sambil membawa kain itu. "Aduh. Ketika hari menjelang malam. Sang pemilik rumah berkata. ujar Taro. Ketika musim gugur tiba. Taro membawa kuda yang sudah sehat itu sambil membawa 2 gulung kain yang tersisa. Aku menginginkannya. Taro pergi ke rumah seorang petani untuk meminta makanan ternak untuk kuda. Bagaimanan kalau ku ganti dengan sawahku ?". Taro mengambil air dari sungai dan segera meminumkannya kepada kuda itu. "Terima kasih. Taro menawarkan diri untuk mengurus kuda itu. apa yang harus dilakukan terhadap kuda itu."Wah kuda yang bagus. Esok harinya. seorang anak sedang duduk sambil memperhatikan lalat Taro. Kemudian dengan sangat gembira. Tiba-tiba di depan sebuah rumah besar. tetapi sawah bila digarap akan menghasilkan beras.mendatangkan kebahagiaan…?". ia diberi julukan . terlihat seorang wanita yang sedang beristirahat dan sangat kehausan. "Silakan ambil". berkat engkau. Sebagai ucapan terima kasih petani itu menjamu Taro makan malam dan mempersilakannya menginap di rumahnya. Petani itu memandangi kain tenun yang indah itu. Sejak saat itu taro menjaga rumah itu sambil bekerja membersihkan rerumputan dan menggarap sawah yang didapatkannya. Dengan perasaan gembira. uang kalau dipakai segera habis. kuda samurai itu terjatuh dan tidak mampu bergerak lagi. dan sebagai gantinya ia memberikan segulung kain yang dimilikinya. ujar suami wanita itu. ujar Taro. Taro mohon diri kepada petani itu dan melanjutkan perjalanan dengan menunggang kudanya." pikir Taro. Lalat tersebut terbang berputarputar pada jerami yang sudah diikatkan pada sebatang ranting. "Kalau ada kuda tentu sangat bermanfaat." Seorang pengawal datang menghampiri Taro dan meminta mainan itu. "Aku ingin mainan itu. lewat seorang samurai dengan kudanya. orang-orang tampak sangat sibuk memindahkan barang-barang. Karena kekayaannya berawal dari sebatang jerami. "Baik. sebatang jerami bisa menjadi tiga buah jeruk". tanya wanita tadi. ini kuberikan jerukku". aku menjadi sehat dan segar kembali". Ibu anak tersebut memberikan tiga buah jeruk sebagai rasa terima kasihnya kepada Taro. Tak lama kemudian. dan merasa amat senang. Ketika meneruskan perjalanannya. Terimalah kain tenun ini sebagai rasa terima kasih kami. "Wah. "Wah menarik ya". kata Taro sambil memberikan jeruknya kepada wanita itu. kau tinggal disini untuk menjaganya ?". Ketika dekat Taro. "Baik. Semakin lama Taro semakin kaya. Bagaimana jika selama aku pergi ke negeri yang jauh. Saat itu lewat kereta yang diikuti para pengawal." Para pengawal berembuk. ujar Taro dalam hati. Di dalam kereta itu. tetapi jaraknya masih jauh dari sini.

Tiba-tiba aku melihat ada sebutir telur yang sangat besar. sehingga hidupnya tergolong miskin. berada di atas badan ikan paus. Para tetangganya yang kaya datang kepada Taro dan meminta agar putri mereka dijadikan istri oleh Taro. Setelah sampai disarangnya. mirip seperti pulau. para pelaut berjatuhan ke laut. "Namaku juga Sinbad". di daerah Baghdad. ia mulai bergerak liar. berapapun aku bekerja dengan memanggul beban di punggung tetaplah penderitaan yang kurasakan."Saudagar Jerami". Para awak kapal segera mempersiapkan makan siang. Mungkin karena panas dari api unggun. Tiba-tiba . ia menyanyikan lagu. Kemudian aku memanjatnya dan mengambil buah dan meminum airnya. Begitu jatuh ke laut. pasti ia langsung terbang dan pergi ke tempat di mana manusia tinggal. Ia pun mulai bercerita. Tetapi akhirnya. esoknya burung naga terbang mencari makanan. disana ada pohon kelapa. aku sempat melihat ke pulau itu. "Kalau ia bangun. aku berhasil sampai ke daratan. Sinbad segera melepas ikatan kainnya di kaki burung dan bersembunyi di balik batu. Waktu terus berjalan. Mereka yang terjatuh ke laut di libas ekor ikan paus sehingga tenggelam. tetapi aku hanya bermain dan menghabiskan harta saja. kata sang saudagar. Merekapun dikaruniai seorang anak yang lucu. Mereka membakar daging dan ikan. ketika ada daratan yang terlihat kami segera merapatkan kapal. hidupku sangat malang. ternyata pulau tersebut. tiba-tiba dari arah langit. Aku haus. Sinbad beristirahat di depan pintu rumah saudagar kaya karena sangat lelah dan kepanasan. tetapi Si pemilik rumah tidak pernah kembali lagi. Istrinya bekerja dengan rajin membantu Taro. aku sangat sedih karena kau berpikir hanya kamu sendiri yang bernasib buruk. Sinbad tertegun. Beberapa hari kemudian. . menyuruh Sinbad masuk karena dipanggil tuannya. Ternyata. dan mendekati telur itu. Sambil istirahat. Dengan demikian. Setelah jatuh miskin aku bertekad menjadi seorang pelaut. tubuhnya ditumbuhi pohon dan rumput. Ketika mendengar nyanyianmu. Sekarang Sinbad berada di dasar jurang. Burung naga turun di sebuah tempat yang dalam di ujung jurang. Aku berusaha menyelamatkan diri dengan memeluk sebuah gentong. "Dulu aku seorang pelaut." Tak berapa lama muncul pelayan rumah itu. Ketika turun. seekor burung naga yang amat besar. Taro hidup bahagia bersama keluarganya. Taro menikah dengan seorang gadis dari desa tempat ia dilahirkan. melihat disekelilingnya banyak berlian. Aku menjual rumah dan semua perabotannya untuk membeli kapal dan seisinya. Petualangan Sinbad Dahulu. "Apakah namamu Sinbad ?". dulu nasibku juga buruk. Karena ikan paus itu sudah lama tak bergerak. "Benar Tuan". Ia terbang melewati pegunungan dan akhirnya tampak sebuah daratan. Karena sudah lama tidak menemui daratan. hingga aku pun terapung-apung di laut. permukaan tanah bergoyang. Pulau itu bergerak ke atas." Benar. Sinbad menyelinap dikaki burung itu. ada seorang pemuda bernama Sinbad yang kerjanya memanggul barang-barang yang berat dengan upah yang sedikit. burung naga itu tertidur sambil mengerami telurnya. terdengar suara yang menakutkan disertai suara kepakan saya yang mengerikan. timur tengah. Suatu hari. dan mengikat erat badannya di kaki burung naga dengan kainnya. "Namaku Sinbad. orangtua ku meninggalkan banyak warisan.

gajah itu masuk ke dalam air terjun menuju ke sebuah gua. berhentilah membunuh kami. Orang-orang yang datang untuk mengambil berlian. lalu terbang dari dasar jurang. karena kerja keras dengan uang itu." jawab Sinbad ketakutan. Saat itu pemimpin gajah melihat Sinbad dan langsung menyerang pohon yang dinaiki Sinbad. Hingga pada suatu saat. Di gundukan daging itu menempel banyak berlian yang bersinar-sinar. datang angin topan yang sangat dahsyat. Sinbad jatuh tepat di depan gajah. Ia pulang dengan memanggul gading gajah dan menyerahkan ke tuannya dengan syarat tuannya tidak akan membunuh gajah lagi.kuburan gajah!" Sinbad terperanjat. Ia senang berlayar ke negara yang sangat jauh. tunggu mereka datang lalu bunuh gajah itu". "Sampai disini dulu ceritaku". gajah itu membawa Sinbad dengan kelompok mereka ke sebuah gunung batu. "Apakah kau bisa memanah?" Tanya pemburu gajah. Ternyata. "Jangan bergerak! Lihatlah keadaanmu!" "Hai laki-laki raksasa. Esok pagi. "Baik tuan. kapal Sinbad dirampok oleh para perompak. Sang pemburu memberi Sinbad busur dan anak panah dan diajaknya ke padang rumput luas. Akhirnya ia terdampar di sebuah pantai. "Bruk" ada sesuatu yang jatuh. Tibatiba. siapakah kau sebenarnya ?". Untuk mengambil berlian. Suatu hari. Kemudian orang-orang pengambil berlian mengantarkan Sinbad ke pelabuhan untuk kembali ke negaranya. Sinbad menjual berlian yang didapatnya dan membeli sebuah kapal yang besar dengan awak kapal yang banyak..Pada saat itu. Jangan putus asa. Semua orang yang naik kapal tersebut terlempar ke laut. Guliver terus berenang di antara ombak yang bergulung-gulung. Petualangan Guliver Dahulu kala di negara Inggris ada seorang dokter muda bernama Guliver. Tuannya berjanji dan kemudian memberikan Sinbad uang. Ternyata gundukan daging yang besar."kalau kau ingin gading ambillah seperlunya. manusia sengaja menjatuhkan daging ke jurang yang nantinya akan diambil oleh burung naga dengan berlian yang sudah menempel didaging itu." lanjut sang saudagar. apalagi jika kita masih muda. ketika ia berlayar. Ia berangkat berlayar sambil melakukan perdagangan. sampai kapanpun. Di gua yang luas bertumpuk tulang dan gading gajah. datang gerombolan gajah. tubuhnya telah diikat dengan tali kecil dan banyak prajurit-prajurit kecil yang membawa tombak mengelilinginya. Sebagai gantinya. Tak berapa lama burung naga datang dan mengambil gundukan daging. Burung naga yang terkejut menjatuhkan gundukan daging dan cepat-cepat terbang tinggi. Pemimpin gajah berkata. "Aku bisa menjadi orang kaya. "Ini adalah jalan gajah. Sinbad mengira ia pasti akan dibunuh atau di banting ke tanah. Dengan membawa Sinbad. Kemudian Sinbad dijadikan budak yang akhirnya dijual kepada seorang pemburu gajah. "Ku. ujar Sinbad yang sudah menjadi saudagar kaya. "Klang! Klang! Terdengar suara gong dan suling yang bergema." Sinbad berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Naiklah ke atas pohon. terkejut ketika melihat Sinbad. Akhirnya terlihat sebuah air terjun besar. Sinbad mempunyai ide. Sinbad menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Ketika ia membuka matanya. "Namaku . Gajah itu kemudian menggulung Sinbad dengan belalainya yang panjang. Ia segera mengikatkan dirinya ke gundukan daging.

Guliver semakin akrab dengan pendudukpenduduk di lingkungan Istana. Guliver menceritakan kejadian yang menimpa diri dan kapalnya kepada raja. "Hm. "Terima kasih banyak atas bantuan kalian semua. perahu Guliver berangkat menuju lautan. aku mungkin bisa bertemu dengan kapal laut yang akan pulang ke Inggris. Mereka hidup dari berburu itik. kau boleh tinggal disini asal kau berkelakuan baik dan sopan". "Hidup Guliver!". "Baiklah. Raja merasa bingung karena raja negeri tetangga ingin menikah dengan putrinya. kata sang Raja." "Baiklah. "Hebat! Guliver sangat kuat. jika permintaan tersebut ditolak. dari arah depan perahu. Esok harinya. Guliver pergi ke arah kapal itu. Raja datang dengan putrinya untuk berunding. maafkan saya jika saya banyak kesalahan. Keesokan harinya. kau akan kami bawa ke Istana. Guliver memberikan kenang-kenangan berupa sebuah jam kepada mereka. Suatu hari. Setelah itu raja menyuruh pelayannya untuk menyiapkan hidangan untuk Guliver. selain itu kalau . saya ingin memberikan hadiah kepada Baginda. ternyata kapal itu akan pulang ke Inggris." "Hati-hatilah Guliver dan selamat jalan. meriam yang hebat. "Baiklah." Kenapa kita hanya menembak satu ekor saja Yah?". Ketika ia pergi ke pelabuhan. Guliver menemukan perahu yang sudah rusak dan hanyut terombang-ambing ombak. Guliver berjalan berkeliling kota setelah diijinkan oleh Raja. Setelah tiba di Istana dan tali-tali yang mengikatnya dilepaskan." kata Guliver sambil mengeluarkan sebuah pistol dan mencoba menembakkannya. kapal-kapal musuh sudah berjejer di tengah laut. tinggal seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang bernama Gonbe. Penduduk negeri itu membantu Guliver memperbaiki perahu. kapal yang aku naiki tenggelam dan aku terdampar disini. "Sebagai rasa hormat saya. raja negeri seberang mengancam akan datang menyerang. Namun. Guliver melihat kapal laut besar." Guliver minta disediakan tali-tali yang diberi kail pada ujungnya. Door!! Orang-orang di kota tersebut terkejut dan berlarian mendengar suara pistol Guliver. Guliver menarik kapal-kapal musuh ke pelabuhan. Ia dibekali makanan dan juga sapi-sapi yang dinaikkan ke perahu. nanti itik tersebut akan habis dan tidak bisa berkembang biak. Guliver merasa sedang berjalan diantara gedung-gedung yang bagaikan mainan. "Baginda. Orang-orang dikapal merasa kagum dan aneh dengan cerita Guliver dan melihat sapi kecil yang dibawa olehnya. "Beberapa hari kemudian. Tiba-tiba ia diserang dengan panah-panah kecil yang tidak terasa dibadan Guliver. dalam sekejap perahu itu sudah bagus kembali. "Karena kalau kita membunuh semua itik.." Kemudian prajurit-prajurit kecil mengangkat dan menaikkan Guliver ke atas kendaraan raksasa yang ditarik kuda-kuda kecil. Setiap berburu. Ia hanya menutup matanya dengan tangan agar panah-panah itu tidak mengenai matanya." Akhirnya raja negeri tetangga memohon maaf dan berjanji tidak akan berperang lagi dan akan menjalin persahabatan." Setelah diantar Raja dan segenap penduduk negeri. Tetapi putrinya tidak menginginkannya. Tuanku." ucap Guliver dalam hati. "Syukurlah akhirnya aku bisa pulang ke Inggris.Guliver. Melihat hal tersebut Gonbe bertanya pada ayahnya. Kebetulan sekali. Berkat usaha dan kerjasama yang baik. Gonbe dan 100 Itik Di sebuah desa." Tibalah hari kepulangan Guliver. aku akan berusaha menolong. "Kalau kondisi perahu ini baik."kata Raja. Ia segera melambaikan tangannya dan ia pun ditolong oleh kapal itu. ayah Gonbe hanya menembak satu ekor itik saja. saya telah merepotkan selama tinggal disini dalam waktu yang lama.

"Lho ini kan itik-itik yang aku ikat dengan tali. Sejak itu Gonbe menjadi rajin membuat payung. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Tanya si pembuat payung sambil menolong Gonbe. Lama kelamaan. "Maaf atap anda jadi rusak. lalu memukulkannya ke Gonbe. itik-itik mulai berdatangan dan memakan makanan yang tersebar. Berilah pekerjaan pada saya untuk mengganti kerugian anda". Suatu hari. "Kebetulan. karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Keesokan hariya. Pesan Moral : Kita tidak boleh menjadi orang yang tamak dan serakah serta kikir. Karena takut payungnya terbang. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya. Beberapa bulan kemudian. Akhirnya Gonbe jatuh ke tanah dengan kecepatan tinggi. kata pembuat payung. Karena kekenyangan. Sejak saat itu. Dengan tangan gemetaran Gonbe terus memegang payung sambil terus terbang dengan payungnya hingga melewati beberapa kota. Gonbe terbang lagi dari dalam laut. Tetapi payung tersebut terus naik ke atas bersama Gonbe. Cinderela Di sebuah kerajaan. Tak berapa lama. Akhirnya Gonbe jatuh ke atap jerami rumah seorang pembuat payung. Gonbe terus terbang terbawa melewati awan. datang angin yang sangat kencang. aku memang sedang kekurangan tenaga pembantu". ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Gonbe datang ke danau yang sudah menjadi es." Akhirnya Gonbe melepaskan tali-tali yang mengikat kaki-kaki itik tersebut dan membiarkan mereka terbang dengan bebas. Cinderela artinya gadis yang kotor . ayah Gonbe jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. kita tidak boleh serakah menangkap sekaligus banyak. Gonbe bosan dengan pekerjaannya. kaki Gonbe tersandung badan ayah halilintar. mereka tertidur di atas. Gonbe berburu itik sendirian dan menjualnya.kita membunuh itik sembarangan kita bisa mendapat hukuman. Gonbe yang takut kehilangan tangkapannya. Tidak berapa lama tiba-tiba kepala Gonbe di patuk oleh sekawanan hewan. segera memegang tali yang diikatkannya ke itik tersebut. Ia menebarkan makanan yang sangat banyak untuk itik-itik. Untungnya ia jatuh tepat di sebuah danau. Payung tersebut akhirnya robek karena tersangkut menara dan pohon-pohon. Ia mengikat 100 itik sekaligus. Naga laut menjadi marah dan mulai memutar-mutar ekornya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". "Dugg!". ketika sedang mengeringkan payung di halaman. Gonbe segera menangkap payung tersebut. Ayah halilintar terbangun sambil marah-marah. ia mendapatkan sebuah ide. Gonbe terangkat dan terbawa ke atas. Gonbe segera mengikat itik-itik menjadi satu. tibatiba itik-itik tersebut terbangun dan segera terbang. ia segera mengeluarkan halilintarnya yang kemudian menyambar tali-tali yang mengikat itik-itik itu. "Kamu tidak apa-apa?". Di awan tersebut Ayah dan anak halilintar sedang tidur dengan nyenyak. Gonbe merasa lega. Gonbe jatuh ke dalam laut! Ia jatuh tepat di atas kepala Naga laut yang berada di Kerajaannya. Gonbe pun jatuh. Ternyata benar ya. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Karena banyaknya itik yang diikat. Cerita di atas menggambarkan adanya hukuman bagi orang yang tamak serta melanggar ketentuan yang sudah ada. Ketika itik ke seratus akan di ikatnya.

"Cinderela. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Setelah semua berangkat ke pesta. apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?".. Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. ia amat bahagia karena bisa pergi pesta. tapi Cinderela tidak memperdulikannya. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini. tapi aku ingin pergi." Ketika Cinderela berbalik. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda. Yang terakhir. Ibu dan kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah Cinderela. Cinderela kembali ke kamarnya. Cinderela lupa akan waktu. Pada . "Aku akan mencarimu. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya."Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya mereka. "Ya Nek. berhentilah menangis." Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela.". kata mereka. "Putri yang cantik. Karena gembiranya. Begitu masuk." katanya bertekad dalam hati. kata kakak Cinderela. Di tengah anak tangga. ia langsung masuk ke aula istana. Peri tersenyum dengan ramah. pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. tetapi tidak ada yang cocok." kata sang Pangeran. Kalau aku jadi putri raja." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. Hari yang dinanti tiba." kata para pengawal. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang. "Ya….. ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini. sepatunya terlepas sebelah. Setelah beberapa lama. para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka. "Sim salabim!" sambil menebar sihirnya. maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka. "Baju pun kau tak punya. dengan memakai gaun yang sangat indah.. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderela menuju istana. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu. tapi kaki mereka terlalu besar. pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. ia melihat seorang peri. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal. Pangeran terus berdansa dengan Cinderela." jawab Cinderela. Jam mulai berdentang 12 kali. Karena bahagianya. pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderela. Setelah tiba di istana. Pangeran mengambil sepatu itu.dan penuh dengan debu. Peri berkata. Karena itu. ibu pasti akan gembira"." kata Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. Di tengah jalan. Terimakasih. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. terjadilah suatu keajaiban. kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. pulanglah sebelum lewat tengah malam. Esok harinya. Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. ia terus berlari. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut. Pangeran mengejar Cinderela.

Alibaba memperhatikan para penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta rampokannya dari kuda mereka. peri sudah berdiri di belakangnya. "Alakazam ! Buka…. Ia mengandalkan hidupnya dari penjualan kayu bakar yang dikumpulkannya. uang emas tersebut tidak dapat dihitung Alibaba dan istrinya. "Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali". Setelah mengarungkan harta dan emas tersebut. "Wah… Hebat!" teriak Alibaba sambil terpana sebentar karena melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung." seru pengawal gembira. Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat sembunyinya.. seorang yang pencuriga. Alibaba segera pulang setelah sebelumnya menutup pintu gua. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untuk menanyakan hal tersebut."." tidak akan cocok dengan anak ini!". setelah kendi dikembalikan.saat itu." pintu gua yang terbuat dari batu itu terbuka. Alibaba adalah adik Kasim yang hidupnya miskin dan tinggal didaerah pegunungan. "Alakazam! Buka…. "Cinderela. Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. dan aku akan membantu tetanggaku yang kesusahan". ia melihat segerombol penyamun yang berkuda. Setelah para penyamun pergi. Keesokannnya. Alibaba segera bersembunyi karena takut jika ia terlihat. sehingga ketika ia memberikan kendinya. kata sang peri. Sesampainya di Istana. Sim salabim!. Kasim. Akhirnya mereka sepakat untuk meminjam kendi sebagai timbangan uang emas kepada saudaranya.. Ia mendekati pintu gua tersebut dan meniru teriakan kepala penyamun tadi. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan memberitahu suaminya bahwa di dasar kendi ada uang emas yang melekat. Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. Suatu hari. pintu gua pun tertutup. "Ah! Andalah Putri itu. ternyata di dasar kendi ada sesuatu yang berkilau.. Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang dibawa Alibaba." katanya. "Hai kamu. Kasim. Ibu tiri Cinderela menjadi marah.. Alibaba dan 40 Penyamun Dahulu kala. Alibaba kemudian bercerita pada istrinya apa yang baru saja dialaminya. Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya. hidup 2 orang bersaudara yang bernama Kasim dan Alibaba." Cinderela menoleh ke belakang. Dari tempat persembunyiannya. Setelah itu mereka segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. pengawal melihat Cinderela. semoga aku tak miskin lagi. Karena terlalu banyak... cobalah sepatu ini. "Uang ini sangat banyak… bagaimana jika kita bagikan kepada orang-orang yang kesusahan. Begitu peri membaca mantranya. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya." ujar istri Alibaba. seorang yang kaya raya tetapi serakah dan tidak pernah mau memikirkan kehidupan adiknya. selamat. "Gunungan harta ini akan Aku ambil sedikit. dikota Persia. Istri Alibaba segera pergi meminjam kendi kepada istri Kasim. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran." katanya. "Alakazam ! tutup… " teriak kepala penyamun. ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan kayu bakar. ia mengoleskan minyak yang sangat lengket di dasar kendi. ia akan dibunuh. Kepala penyamun tiba-tiba berteriak. Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia. Berbeda dengan abangnya. Setelah semuanya . Istri Kasim. Pintu gua yang ada di depan mereka terbuka perlahan-lahan.

. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk menyusul saudaranya tersebut. "Tak salah lagi. Setelah selesai. Alibaba membagikan uang peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat memerlukannya. bunuh!" teriak kepala penyamun. Akhirnya ia mempunyai ide. Alibaba didatangi seorang penyamun yang menyamar menjadi seorang pedagang minyak yang kemalaman dan memohon untuk menginap sehari dirumahnya. Morijana yang baru pulang berbelanja melihat dan mendengar percakapan para penyamun. Ketika Alibaba. Morijana membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat dan didengarnya. di gua harta. Morijana. "Morijana. tetangga Alibaba yang sedang berada diluar rumah. tukang sepatu mengantar mereka ke rumah Alibaba. pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia gua ini."Apakah akhir-akhir ini ada orang yang kaya mendadak ?". engkau telah menyelamatkan nyawa kami. Setelah semuanya berlalu. Kasim segera masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yang ada didalam gua sebanyak-banyaknya. terima kasih". Ia berpikir keras bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Setelah menerima uang dari penyamun. Alibaba segera pergi ke gua harta. Kasim lupa mantra untuk membuka pintu. Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja diselipkannya dibajunya ke dada tamu Alibaba. Untuk membantu kakak iparnya itu Alibaba memberikan sekantung uang emas kepadanya. Ia pergi ke gua harta dengan membawa 20 ekor keledai. Tetangga Alibaba. Para penyamun yang kejam tidak memberi ampun kepada Kasim. "Hei maling! Tangkap dia. "Akulah orang itu. Ia tidak mengenali wajah si kepala penyamun. Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik. Kasim merasa lega. ia berteriak "Alakazam ! Buka…"." kata si penyamun. para penyamun terkejut. istri dan tamunya sedang menonton tarian. mereka sama-sama terkejut. Tapi ketika ia mau keluar. pintu batu gua bergerak terbuka. ia sudah lupa akan nasib suaminya yang malang. aku menjadi orang kaya". para penyamun sudah berada di luar. Tiba-tiba pintu gua bergerak. Si penyamun segera memberi tanda silang dipintu rumah Alibaba. Istri Kasim yang menunggu dirumah mulai kuatir karena sudah seharian Kasim tidak kunjung pulang. Setibanya dirumah. Kasim segera kembali kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. karena setelah menjahit mayat yang terpotong. "Tolong… saya jangan dibunuh". "Apa! Mayat! Siapa yang memintamu melakukan itu?" Tanya mereka. Ia segera dibunuh. karena mayat Kasim sudah tidak ada lagi. ayo kita cari dan bunuh dia!" kata sang kepala penyamun. mereka bertanya. "Aku akan melaporkan pada ketua. dengan menyamar sebagai seorang penari. Ketika bertemu dengan seorang tukang sepatu. Disana ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya sudah terpotong. Malam harinya. istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Alibaba dan istrinya sangat terkejut. Alibaba membawa tubuh Kasim ke tukang sepatu untuk menjahitnya kembali seperti semula. dan nanti malam kami akan datang untuk membunuhnya.diceritakan Alibaba. Ia pergi kerumah Alibaba untuk menari. melihat dan mengenali wajah penyamun tersebut. Ketika ia hendak keluar. Dilain tempat. Alibaba memberikan upah beberapa uang emas. mohon Kasim. "Tolong antarkan kami padanya!". Merekapun mulai berkeliling pelosok kota. sebelum Alibaba bertanya. Setibanya di depan gua. Istri Kasim segera berhenti menangis dan tersenyum. ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan.

jawab Aladin. Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. Aku ingin bertemu ibu. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. pintu lubang sudah tertutup sebagian. cincin ini akan melindungimu". Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. Aladin sangat ketakutan. "Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar". Jalan yang ditempuh sangat jauh. "Oh. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya. Tiba-tiba. saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Aku lapar. di kota Persia. Dalam waktu singkat. dan duduk termenung. Aladin menjadi sedih. Tetapi." "Baik Tuan. Tuhan. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu". naiklah kepunggungku. sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. tolonglah aku !". "Cepat berikan lampunya !". ia segera menaiki tangga kembali. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua. aku takut turun ke sana". Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. "Tidak. jawab Aladin. ujar peri cincin. "Ini adalah cincin ajaib. Aladin sudah sampai di depan rumahnya. Setelah berdebat. karena telah mengagetkan Tuan". kalau begitu bawalah aku pulang kerumah. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. seru si penyihir. si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. seru penyihir. kita akan segera pergi dari sini". kata si penyihir. seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya." . ucap Aladin. "Maafkan saya.Aladin & Lampu Ajaib Dahulu kala.

"Wah. anakmu pasti seorang pangeran yang tampan. "Tenang Aladin. Demikian hari. "Tuan. Ibu akan mengusahakannya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. Sesampainya di Istana. besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku". Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya. Ketika Aladin pulang dari berkeliling. ia sangat terkejut." Raja amat senang. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan. "Penyihir itu sedang tidur karena . tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu.Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya.. Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. "Baginda. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. Tolong Antarkan kau kesana"." ujar peri cincin. Nun jauh disana. tahunpun berganti. "Jika ada yang diinginkan lagi. ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?". Tanya sang Raja. "Sebutkanlah perintah Nyonya". tolong siapkan makanan untuk kami". Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. kata si peri lampu. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit.. ini Istananya". "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?". Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. seru Aladin. kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. panggil saja saya dengan menggosok lampu itu". seru Aladin. kata si peri lampu. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Aladin sangat gembira mendengarnya. bulan.."kami lapar. Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. Ia berteriak-teriak. "Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku". Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah. "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Maaf Tuan. si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya.

ia mendengar suara riuh rendah di telaga. Ia tertegun melihat aneka macam kehidupan di dalam hutan. Ia membangun sebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. Ia bernama Awang Sukma. Berbagai jenis burung dan serangga hidup dengan riangnya." bujuk Datu Awang Sukma. Penyihir terbangun. alangkah indahnya telaga ini. Ia merasa bahagia berada di dekat seorang yang tampan dan gagah perkasa. Saat itu." gumam Datu Awang Sukma. Datu Awang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu. jawab Aladin. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Setelah lama tinggal di hutan. Keesokan harinya. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jika mereka sedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yang digunakan untuk terbang. ada seorang pemuda yang tampan dan gagah. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. Ketika ketujuh putri tersebut ingin terbang. ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya.kebanyakan minum bir". Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan Putri Bungsu. Datu Awang Sukma mengintip ke arah telaga. Mendengar suara dedaunan. Di sela-sela tumpukan batu yang bercelah. ujar sang Putri. "Mungkinkah mereka itu para bidadari?" pikir Awang Sukma. "Hmm. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. para putri terkejut dan segera mengambil selendang masing-masing. bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia". Awang Sukma mengembara sampai ke tengah hutan belantara. Salah satu selendang tersebut terletak di dekat Awang Sukma. Telaga Bidadari Dahulu kala. "Baik. "Singkirkan penjahat ini". ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu. Telaga tersebut terletak di bawah pohon yg rindang dengan buah-buahan yang banyak. Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah itu dan bergelar Datu. pada suatu hari seekor ayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaan . Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi suami istri. "Jangan takut tuan putri. ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukan pakaiannya." gumam Datu Awang Sukma. lalu menyerang Aladin. "Wah. Kehidupan di hutan rukun dan damai. Namun karena tidak ada orang lain maka tidak ada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali menerima pertolongan Awang Sukma. Kehidupan keluarga Datu Awang Sukma sangat bahagia. "Terima kasih peri lampu. Namun. Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan sampailah ia di sebuah telaga yang jernih dan bening. seru Aladin kepada peri lampu. kita nanti akan menang". Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 orang gadis cantik sedang bermain air. Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan. hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersama hamba. Sebulan sekali. Putri Bungsu masih ragu menerima uluran tangan Datu Awang Sukma. bertebaran di sekitar telaga. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Setahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari.

Seminggu. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut. Selendang itu pun didekapnya erat-erat. Tetapi ia pun sangat sayang pada suaminya. Datu Awang Sukma menap sedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayam hitam yang dia anggap membawa malapetaka. February 28. Posted by Tia at 3:06 AM 1 comments Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: Dongeng Anak Monday. hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra." Pandangan Datu Awang Sukma menerawang kosong ke angkasa. Ia langsung mendekat dan minta maaf atas tindakan yang tidak terpuji yaitu menyembunyikan selendang Putri Bungsu. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. Keluarga tersebut terdiri dari ayah. Pesan moral : Jika kita menginginkan sesuatu sebaiknya dengan cara yang baik dan halal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. seru Putri Bungsu. Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekas kaisan ayam. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam. "Kini saatnya aku harus kembali!. ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu.lumbung. Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. "Apa kira-kira isinya ya?" pikir Putri Bungsu. 2005 Malin Kundang Pada suatu waktu." kata Putri Bungsu kepada Datu Awang Sukma. Datu Awang Sukma terpana melihat kejadian itu. ambillah tujuh biji kemiri. ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang." ujar Putri Bungsu. "Ini selendangku!. dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik. Akhirnya Putri Bungsu membulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Ketika bumbung dibuka. Luka tersebut . ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya. sebulan. Kita tidak boleh mencuri atau mengambil barang/harta milik orang lain karena suatu saat kita akan mendapatkan hukuman. Datu Awang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dielakkan. dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. dua minggu. sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas." katanya dalam hati. "Kanda. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya sambil menggendong bayinya. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya dan seketika terbang ke kahyangan. "Jika anak kita merindukan dinda. Pasti dinda akan segera datang menemuinya.

Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman. nak". hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. karena ketika peristiwa itu terjadi. Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya. Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga. Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang. Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. Sesampainya di desa tersebut. jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini. "Anakku. melihat kapal yang sangat indah itu. tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan. Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Di tengah perjalanan. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya. . Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja.menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Dengan sisa tenaga yang ada. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Selama berada di kapal. Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. masuk ke pelabuhan. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata. Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Setelah beberapa lama menikah. Setelah beranjak dewasa. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya. tetapi karena Malin terus mendesak. ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Sejak saat itu.

ujar Purbasari. seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya. Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan." kata Prabu Tapa. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Cobaan ini pasti akan berakhir. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. sahut Malin kepada istrinya. semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. ibu Malin Kundang sangat marah. Ia pun menasehati Purbasari. "Aku sudah terlalu tua. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. "Tabahlah Tuan Putri. "Wanita itu ibumu?". Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang. "Wanita tak tahu diri. ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku". Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka.Malin Kundang pun turun dari kapal. apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. kata Malin Kundang pada ibunya. aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". "Aku putri Sulung. ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut." gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak. karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. Tanya istri Malin Kundang. kalau benar ia anakku. "Terima kasih paman". katanya sambil memeluk Malin Kundang. Karena kemarahannya yang memuncak. putri bungsunya sebagai pengganti. "Malin Kundang. . Setelah cukup dekat. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. saatnya aku turun tahta. "Tidak. mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?". Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. sembarangan saja mengaku sebagai ibuku". anakku. Ia disambut oleh ibunya. Lutung Kasarung Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari. jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya. Pesan Moral : Sebagai seorang anak. ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan.

Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil. Pada saat malam bulan purnama. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. "Baiklah aku kalah. kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. pikir Purbasari. airnya jernih sekali. Purbararang tidak mau kehilangan muka. Tidak lama kemudian. Tapi ia mau menurutinya. tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita. Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Purbasari menjadi seorang ratu. Loro Jonggrang Alkisah. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. lebih dari Indrajaya. Ini tunanganku". Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. kata Purbararang. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Purbararang tertawa terbahak-bahak. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !". Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. "Jadi monyet itu tunanganmu ?". Di istana. dan . kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging. Tetapi. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Akhirnya. Lutung Kasarung bersikap aneh. didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Ketika sampai di hutan. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. "Apa manfaatnya bagiku ?". Awalnya Purbasari tidak mau. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa.

Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. putri Raja Prambanan yang cantik jelita. sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. "Saya bersedia menjadi istri Tuan. maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. jumlahnya harus seribu buah. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam. tuanku. Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. "Apa yang harus aku lakukan ?". Tidak berapa lama berkuasa. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. bagaimana ini?". "Laki-laki ini lancang sekali. ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Pikirannya berputar-putar. Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. "Ya. ujar Loro Jonggrang dalam hati. langit menjadi gelap.dipimpin oleh Bandung Bondowoso.. dung. Ia cemas. tetapi ada syaratnya. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?". "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Bantu aku membangun seribu candi. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Para jin segera bergerak ke sana kemari. bibirnya bergetar menahan amarah. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. "Bagaimana. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari. Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. Angin menderu-deru." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang. Aku ingin dia menjadi permaisuriku. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. Dung. Esok harinya. mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. Loro Jonggrang menjadi kebingungan." sambung jin yang lain. matahari akan terbit!" seru jin." Katanya. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin. "Cantik nian putri itu. maukah kau menjadi permaisuriku ?". "Pasukan jin. kata penasehat. "Ya. kata Loro Jonggrang. ujar Loro Jongrang dalam hati. benar juga usulmu. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. Sesaat kemudian. Saya minta dibuatkan candi. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku. tanya pemimpin jin. belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya".. Sementara itu. "Wah. "Wah. melaksanakan tugas masing-masing. Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang.dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk." pinta Bandung Bondowoso. "Bukan itu.. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Para jin tersebut berhamburan . Jika ia menolak. Tak lama kemudian.. diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. mendengar pertanyaan Bondowoso." pikir Bandung Bondowoso. pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. Loro Jonggrang tersentak. "Kamu cantik sekali. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!". akan dijatuhi hukuman berat!". Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. Ia mencari akal. siapkan peralatan yang kubutuhkan!" Setelah perlengkapan di siapkan.

Paginya. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu.". "Candi yang kau minta sudah berdiri!". karena Galuh Ajeng menaruh hati pada Raden Inu kemudian Galuh Ajeng menemui nenek sihir untuk mengutuk candra kirana. Keong Emas dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. "Tidak mungkin. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang. nenek sihirpun muncul dan menyihirnya menjadi keong emas dan membuangnya kelaut. Dia juga memfitnahnya sehingga candra kirana diusir dari Istana ketika candra kirana berjalan menyusuri pantai. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi dilaut tetapi tak seekorpun didapat. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. Tapi sihirnya akan hilang bila keong emas berjumpa dengan tunangannya. Posted by Tia at 4:41 AM 1 comments Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: Cerita Rakyat Keong Mas Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. dan keong emas terangkut... Sinenek bertanya-tanya siapa yang memgirim masakan ini. namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Tapi ketika ia sampai digubuknya ia kaget karena sudah tersedia masakan yang enak-enak. Candra kirana sudah ditunangkan oleh putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Raja mempunyai 2 orang putri. Ia menjadi sangat murka. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. . Tapi saudara kandung Candra Kirana yaitu Galuh Ajeng sangat iri pada Candra kirana.pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu.

karena dari balik jendela ia melihatnya tunangannya sedang memasak. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. ternyata keong emas berubah menjadi gadis cantik langsung memasak. dan burung itu menjadi asap. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya keistana. dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Galuh Ajeng pada Baginda Kertamarta. Akhirnya sihirnya pun hilang karena perjumpaan dengan Raden Inu. diberinya kakek itu makan. Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan. Galuh Ajeng mendapat hukuman yang setimpal. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Karena takut Galuh Ajeng melarikan diri kehutan.Begitu pula hari-hari berikutnya sinenek menjalani kejadian serupa. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada. Nenek itu tertegun melihatnya. Tapi ternyata ia sangat terkejut. kemudian ia terperosok dan jatuh kedalam . Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. disuruhnya raden itu pergi kedesa dadapan. kemudian nenek menegurnya " siapa gerangan kamu putri yang cantik ? " Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh saudaraku karena ia iri kepadaku " kata keong emas. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Tetapi pada saat itu muncul nenek pemilik gubuk itu dan putri Candra Kirana memperkenalkan Raden Inu pada nenek. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia kedesa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. keesokan paginya nenek pura-pura kelaut ia mengintip apa yang terjadi. kemudian candra kirana berubah kembali menjadi keong emas. Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang.

Setelah lama menunggu ia menggaruk-garuk pintu dapur dengan cakarnya berharap dibukakan pintu.jurang. bu!” Tetapi ibu Billy tidak ingin memelihara binatang di rumahnya. keluarga Jones berangkat. Mereka memboyong nenek dadapan yang baik hati itu keistana dan mereka hidup bahagia. Pada suatu hari kuarga Jones pergi ke luar kota. “Molly pasti diajak juga. tidak seorang pun di keluarga Jones suka membelai Molly. Di sebuah perumahan. hiduplah seorang anak bernama Billy. . Billy adalah anak yang baik dan sangat menyayangi binatang. Ia tinggal di rumah keluarga Jones. Saat hendak berangkat. Rupanya mereka hendak pergi berlibur selama sebulan. hiduplah seekor kucing berwarna hitam. Matanya berwarna hijau dan kumisnya panjang berwarna putih. walaupun sebenarnya ia juga suka kepada Molly. Molly selalu memburu dan memakan tikus-tikus yang suka mencuri makanan di dapur keluarga Jones. “Pasti ada orang yang diberi tugas untuk merawat dan memberi makan Molly setiap hari. Molly memang seekor kucing yang lucu dan menggemaskan.” kata Billy kepada ibunya. Ia suka mendengkur dan sangat senang bila tubuhnya dibelai. Namun. Namun ia keliru. “Aku ingin memelihara kucing juga. “Alangkah senangnya aku jika Molly ini kucingku. Di samping rumah keluarga Jones. tapi ternyata semua jendela terkunci rapat. Tetapi tampaknya tidak ada orang di dalam rumah. Setiap sore Molly melompat dari pagar keluarga Jones untuk mencari Billy dan minta dibelai. Ia sangat terkejut saat melihat Molly masih ada di halaman rumah keluarga Jones. Setelah memasukkan semua barang ke dalam taksi. Billy lalu menceritakan hal itu kepada ibunya.” pikir Billy. Molly bertanya-tanya ke mana tuannya pergi. Kedua anak di keluarga Jones kurang menyukai binatang. Nama kucing itu Molly. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapatipun berlangsung. sedang nyonya Jones sering membentak Molly jika ia mengeong waktu nyonya Jones sedang memasak ikan. anak-anak keluarga Jones berpamitan kepada Billy. Molly lalu memeriksa kalau-kalau ada jendela yang terbuka sehingga ia bisa masuk.” kata ibu Billy. Karena itu ia juga sangat menyayangi Molly.

Sebulan kemudian. pasti kau kelaparan. Molly benar-benar terkejut. “Oh kasihan. Pada hari keempat Molly sudah menjadi sangat kurus. Walaupun bersembunyi di dalam semak-semak. “Astaga!. Malamnya. Untuk sementara biar saja ia tidur di dapur kita. Molly mulai sakit. Tetapi setelah lama menunggu tuannya tidak juga pulang. Tetapi ia berharap tuannya akan pulang nanti sore. Molly selalu melarikan diri dan kembali ke rumah Billy. Molly mulai merasa kelaparan. kaukah itu Molly?” seru Billy terkejut. Ternyata dapur ibu Billy banyak sekali tikusnya. Apakah tidak ada orang yang diberi tugas untuk memberimu makan?” Billy segera mengambilkan ikan dan susu untuk Molly. Billy juga membersihkan badannya yang kotor karena beberapa hari tidur di semak-semak.Molly merasa kesepian. setiap diantar pulang. Billy hampir tidak mengenalinya lagi. Saat melihat Molly. Karena kelaparan Molly memakan tulang kering yang ditemukannya dan juga daun-daun kering yang ada disekitar rumah. Ia berlutut dan membelai Molly. Siapa tahu Billy bisa memberinya makanan. Ia lalu teringat kepada Billy. karena ia ingin membalas kebaikan Billy dan ibunya. Dua hari telah berlalu. Billy bahkan memberinya tempat tidur dari kotak kayu. Molly tahu bahwa Billy dan ibunya sangat menyayanginya. “Oh kasihan.” k ata ibu Billy. Ia bahkan hampir tidak bisa berjalan karena sangat lemah. Ia bersin-bersin dan lemas. Dengan berat hari Billy mengantar Molly pulang ke rumah keluarga Jones. keluarga Jones pulang dari berlibur. Keesokan harinya ibu Billy terkejut karena melihat banyak sekali tikus yang telah ditangkap oleh Molly. Ibu Billy sangat senang. Molly pun menjadi semakin disayang di keluarga itu. Ia lalu berjalan pelan menuju rumah Billy. tidak seperti keluarga Jones yang tega menelantarkannya.” Molly sangat senang. . anak yang tinggal di rumah sebelah. Tapi. Setelah makan dengan lahap. Maka ia pun menangkap tikus-tikus itu. kau sangat kurus. Ia juga kedinginan karena harus tidur di luar. ia tetap basah karena kehujanan. Penyakitnya juga semakin parah. ia lalu tidur dengan nyenyak di dapur ibu Billy.

Akhirnya Molly pun tinggal bersama Billy dan ibunya.Karena keluarga Jones tidak terlalu memperdulikan Molly akhirnya mereka pun memberikan kucing itu kepada Billy. Ia sangat bahagia karena selalu disayang dan dibelai. Ibu Billy pun senang karena dapurnya menjadi bebas dari gangguan tikus. .