You are on page 1of 5

1

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Gonore atau Raja Singa adalah penyakit kelamin yang ditularkan melalui

hubungan seksual, disebabkan oleh kuman Neisseria Gonorrhoeae. Penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia, lebih luas dari penyebaran sifilis. (Soedarto, 2009;136). Gonore merupakan penyakit kelamin yang bersifat akut yang pada permulaan keluar nanah dari orifisium uretra eksternum sesudah melakukan hubungan kelamin. Gonore juga merupakan infeksi menular seksual tertua yang pernah dilaporkan dalam berbagai literatur, (who.com. 2010). WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 350 juta penderita baru PMS (penyakit menular seksual) di negara berkembang seperti di Afrika, Asia, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Di negara industri prevalensinya sudah dapat diturunkan, namun di negara berkembang prevalensi gonore menempati tempat teratas dari semua jenis PMS. Dalam kaitannya dengan infeksi HIV/AIDS, United States Bureau of Census pada 2010 mengemukakan bahwa di daerah yang tinggi prevalensi PMS-nya, ternyata tinggi pula prevalensi HIV/AIDS dan banyak ditemukan perilaku seksual berisiko tinggi. Kelompok seksual berperilaku berisiko tinggi antara lain commercial sex workers (CSWs). Berdasarkan jenis kelaminnya, CSWs digolongkan menjadi female commercial sexual workers (FCSWs) wanita

penjaja seks (WPS) dan male commercial sexuall workers (MCSWs). (who.com.

2010)
Dari suatu studi di Amerika ditemukan prevalensi gonore yang tinggi pada anak perempuan prepubertas dengan duh tubuh. Dari 87 anak perempuan yang diperiksa di klinik pediatrik dengan keluhan duh tubuh, panas, nyeri atau gatal, ditemukan 9% dari 43 anak dengan N. gonorrhoeae. Sebelum didiagnosis sebagai infeksi gonokokal, penyalahgunaan seksual tidak dipertimbangkan pada anak-anak tersebut. (who.com. 2010) Di Indonesia, infeksi gonore menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis PMS. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap WPS menunjukkan bahwa prevalensi gonore berkisar antara 7,4%50%. (who.com. 2010) Berdasarkan data dari Medical Record Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi Medan mulai dari bulan Januari 2011 sampai dengan Januari 2012 berjumlah 673 kasus atau (1,81%). Faktor resiko yang dapat terjadi bagi penderita jika tidak cepat ditangani dapat mengakibatkan penurunan berat badan, demam tanpa sebab yang jelas, dan dapat menyebabkan kematian. (who, com;2010) Peran perawat sebagai tim kesehatan adalah memberi pelayanan asuhan keperawatan pada pasien khususnya Gonore , secara tepat ditangani supaya tidak terjadi komplikasi lainnya dalam upaya pencapaian derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan kegiatan bidang Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif.

Berdasarkan pembahasan diatas dan pengalaman penulis ketika melaksanakan perawgj,.[]atan pasien dan praktek keperawatan pada kasus Gonore maka penulis tertarik untuk mengambil kasus Karya Tulis Ilmiah dengan judul ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN GANGGUAN SISTEM

PERKEMIHAN; GONORE DI RUANG XVIII RUMAH SAKIT UMUM Dr. PIRNGADI PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN . B. 1. Tujuan Penulisan Tujuan Umum Mendapatkan gambaran pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore Di Ruang XVIII Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Provinsi Sumatera Utara Medan. 2. Tujuan Khusus a. Melakukan Pengkajian Pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore . b. Menegakkan Diagnosa Keperawatan Pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore . c. Menyusun Rencana Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore . d. Melaksanakan Tindakan Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore . e. Melakukan Evaluasi Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore .

C.

Ruang Lingkup Penulisan Dari demikian banyaknya kasus yang ada di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi

Provinsi Sumatera Utara Medan, penulis hanya membatasi pada satu kasus saja yaitu Asuhan Keperawatan pada Tn. R Dengan Gangguan Sistem Perkemihan; Gonore Di Ruang XVIII Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Provinsi Sumatera Utara Medan. Yang diobservasi selama 3 (hari) Mulai dari tanggal 09 s/d 11 Januari 2012. D. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriftif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya atau nyata dengan menarik kesimpulan setelah menggumpulkan data dengan pendekatan study kasus yaitu mempelajari kasus Gonore . Adapun bahan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini didapat dengan cara : 1. Wawancara : Dengan mengadakan Tanya jawab langsung pada pasien, keluarga dan tim kesehatan yang bertugas di Di Ruang XIVLantai II Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Provinsi Sumatera Utara Medan. 2. Observasi : Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap kondisi pasien sehingga perawat dapat mengetahui keluhan-keluhan yang di ungkapkan pasien selama di Rumah Sakit. 3. Study Kepustakaan : Dengan mempelajari dan menggunakan buku-buku yang berhubungan dengan penyakit Gonore .

4.

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi Palpasi Perkusi

: Pemeriksaan dengan cara melihat. : Pemeriksaan dengan cara meraba. : Pemeriksaan dengan cara mengetuk.

Auskultasi : Pemeriksaan dengan cara mendengar E. Sistematika Penulisan Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari V (lima) BAB, dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Ruang Lingkup Penulisan, Tehnik Pengumpulan Data dan Sistematika Penulisan. BAB II : Tinjauan Teoritis yang terdiri dari Konsep Dasar yang meliputi Defenisi, Etiologi, Patofisiologi, Manifestasi Klinis, Komplikasi, Pemeriksaan Diagnostik, Penatalaksanaan Medis dan Asuhan Keperawatan yang terdiri dari Pengkajian, Diagnosa Keperawatan dan Perencanaan. BAB III : Tinjauan Kasus yang terdiri dari pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, rencana tindakan keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi. BAB IV : Pembahasan Bab ini membahas tentang kesenjangan antara Tinjauan Teoritis dan Tinjauan Kasus. BAB V : Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.