You are on page 1of 33

Supervisi

1. Pengertian Supervisi Supervisi adalah suatu proses kemudahan untuk penyelesaian tugas-tugas keperawatan (Swansburg & Swansburg, 1999). Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara terus menerus pada setiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana (Kron, 1987). Supervisi merupakan suatu cara yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Tujuan Supervisi Tujuan supervisi adalah: memberikan bantuan kepada bawahan secara langsung sehingga dengan bantuan tersebut bawahan akan memiliki bekal yang cukup untuk dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan hasil yang baik.

3. Manfaat Supervisi Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik, akan diperoleh banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut : a. Dapat lebih meningkatkan efektifitas kerja, peningkatan ini erat kaitannya dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bawahan, serta makin terbinanya hubungan dan suasana kerja yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan. b. Dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja, peningkatan ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang dilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber daya (tenaga, harta, dan sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah (Azwar 1996, dalam Nursalam, 2007). Apabila kedua peningkatan ini dapat diwujudkan, maka sama artinya bahwa tujuan organisasi telah tercapai dengan baik.

4. Prinsip Supervisi (Suyanto, 2009) Agar supervisi dapat dijalankan dengan baik maka seorang suprvisor harus memahami prinsipprinsip supervisi dalam keperawatan sebagai berikut : a. Supervisi dilakukan sesuai dengan struktur organisasi b. Didasarkan atas hubungan profesional dan bukan pribadi.

c. Kegiatan direncanakan secara matang. d. Bersifat edukatif, supporting dan informal. e. Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksana keperawatan f. Membentuk hubungan kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf. g. Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”. h. Harus progresif, inovatif, fleksibel dan dapat mengembangkan kelebihan masing-masing perawat yang disupervisi. i. Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan dengan kebutuhan. j. Dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. k. Suprvisi dilakukan secara teratur dan berkala. l. Supervisi dilaksanakan secara fleksibel dan selalu disesuaikan dengan perkembangan.

5. Cara Supervisi Suyanto (2009 ). menegaskan supervisi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Supervisi diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi serta tujuan supervisi. a. Supervisi Langsung : Supervisi dilakukan langsung pada kegiatan yang sedang berlangsung. Cara supervisi ini ditujukan untuk bimbingan dan arahan serta mencegah dan memperbaiki kesalahan yang terjadi. Cara supervisi terdiri dari : 1) Merencanakan Seorang supervisor, sebelum melakukan supervisi harus membuat perencanaan tentang apa yang akan disupervisi, siapa yang akan disupervisi, bagaimana tekniknya, kapan waktunya dan alasan dilakukan supervisi (Kron, 1987). Dalam membuat perencanaan diperlukan unsur-unsur : Objektif / tujuan dari perencanaan, Uraian Kegiatan, Prosedur, Target waktu pelaksanaan, penanggung jawab dan anggaran. 2) Mengarahkan Pengarahan yang dilakukan supervisor kepada staf meliputi pengarahan tentang bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam memberikan pengarahan diperlukan kemampuan komunikasi dari supervisor dan hubungan kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf. Cara pengarahan yang efektif adalah :

      

Pengarahan harus lengkap Menggunakan kata-kata yang tepat Bebicara dengan jelas dan lambat Berikan arahan yang logis. Hindari memberikan banyak arahan pada satu waktu. Pastikan bahwa arahan dipahami.

Yakinkan bahwa arahan supervisor dilaksanakan sehingga perlu kegiatan tindak lanjut. 3) Membimbing Agar staf dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka dalam melakukan suatu pekerjaan, staf perlu bimbingan dari seorang supervisor. Supervisor harus memberikan bimbingan pada staf yang mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya, bimbingan harus diberikan dengan terencana dan berkala. Staf dibimbing bagaimana cara untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Bimbingan yang diberikan diantaranya dapat berupa : pemberian penjelasan, pengarahan dan pengajaran, bantuan, serta pemberian contoh langsung. 4) Memotivasi Supervisor mempunyai peranan penting dalam memotivasi staf untuk mencapai tujuan organisasi. Kegiatan yang perlu dilaksanakan supervisor dalam memotivasi antara lain adalah (Nursalam, 2007) :

     

Mempunyai harapan yang jelas terhadap staf dan mengkomunikasikan harapan tersebut kepada para staf. Memberikan dukungan positif pada staf untuk menyelesaikan pekerjaan. Memberikan kesempatan pada staf untuk menyelesaikan tugasnya dan memberikan tantangantantangan yang akan memberikan pengalaman yang bermakna. Memberikan kesempatan pada staf untuk mengambil keputusan sesuai tugas limpah yang diberikan. Menciptakan situasi saling percaya dan kekeluargaan dengan staf. Menjadi role model bagi staf. 5) Mengobservasi (Nursalam, 2007) Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi staf dalam melaksanakan tugasnya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan, maka supervisor harus melakukan

bukan kekuasaan atau otoriter. 2007) Untuk dapat melaksanakan supervisi dengan baik ada dua teknik yaitu : a. 6. Oleh karena itu agar masalah dapat diselesaikan . Apabila suatu kegiatan sudah di evaluasi. b.  Objektivitas pengamatan Pengamatan langsung perlu dibantu dengan suatu daftar isi (check list) yang telah dipersiapkan. perlu klarifikasi dan umpan balik dari supevisor dan staf. Supervisi Tidak Langsung Supervisi dilakukan melalui laporan tertulis.  Pendekatan pengamatan Pendekatan pengamatan dilakukan secara edukatif dan suportif. Pengamatan langsung Pengamatan langsung harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Daftar isi tersebut ditujukan untuk setiap sasaran pengamatan secara lengkap dan apa adanya. ada beberapa hal yang harus diperhatikan :  Sasaran Pengamatan Pengamatan langsung ditujukan pada sesuatu yang bersifat pokok dan strategis saja (selective supervicion). Teknik Supervisi (Nursalam. Pada supervisi tidak langsung dapat terjadi kesenjangan fakta. seperti laporan pasien dan catatan asuhan keperawatan dan dapat juga dilakukan dengan menggunakan laporan lisan seperti saat timbang terima dan ronde keperawatan. 6) Mengevaluasi Evaluasi merupakan proses penilaian pencapaian tujuan. maka diperlukan umpan balik terhadap kegiatan tersebut.observasi terhadap kemampuan dan perilaku staf dalam menyelesaikan pekerjaan dan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh staf. memantau kegiatan melalui objek kegiatan. Evaluasi juga digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dikerjakan sesuai dengan ketentuan untuk mencapai tujuan organisasi. karena supervisor tidak melihat langsung kejadian dilapangan. Untuk itu. maka diperlukan suatu evaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kerjasama . apabila suatu pekerjaan sudah selesai dikerjakan oleh staf. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara menilai langsung kegiatan. b.

& Gray. Manajemen keperawatan aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika. The manajemen of patient care putting leadership skill to work. serta mereka yang disupervisi merasakan masalah yang dihadapi juga merupakan masalah mereka sendiri (sense of belonging). A. (1987). Proses & dokumentasi keperawatan konsep & praktik. (2007). (2009). Jakarta:Salemba Medika.com/p/model-management.B Saunders Company.html .Keberhasilan pemberian bantuan dalam upaya meningkatkan kinerja bawahan diperlukan kerjasama antara pelaksana supervisi dan yang di supervisi. Jogjakarta: Mitra Cendikia.blogspot. Suyanto. Mengenal kepemimpinan dan manajemen keperawatan di rumah sakit. sixth edition. http://mankep. Sumber PustakaNursalam. Kron. Philadelphia : W.T. Nursalam (2001).

jujur. teman bekerja sama. Berubah berarti beranjak dari keadaan yang semula. 7. Lewin membagi Proses berubah menjadi 3 tahapan : Tahap Pencairan (Unfreezing) : Kebutuhan untuk berubah Upaya mengubah keseimbangan / kemapanan Timbul motivasi yang kuat untuk berubah Perlu ada rangsangan Tahap Berubah / Bergerak (Changing / Moving) : Mendiagnosa masalah Mengeksplorasi alternatif penyelesaiannya Menetapkan tujuan berubah & menyepakati rancangan kegiatan Gerakan beranjak dari status quo menuju suatu tahapan baru Tahap Pembekuan Kembali (Refreezing) : Dicapai perilaku berubah Mekanisme umpan balik yang membangun Perbaikan & penguatan A Change Agent adalah seorang profesional yang mempengaruhi keputusan pembaharuan dalam suatu arah pertimbangan yang sangat diinginkan dalam organisasi Karakteristik peran seorang Pembaharu antara lain : Profesional Punya inisiatif dan motivasi Seorang pemimpin Punya keterampilan tinggi Punya peran penting : peneliti. terbuka.KEPERAWATAN DAN PERUBAHAN Perubahan bisa terjadi setiap saat. Pimpinan sebagai “Change Agent” Pimpinan dituntut unt uk mampu mengelola perubahan : mengatasi masalah akibat adanya perubahan. Tanpa berubah tidak ada pertumbuhan dan tidak ada dorongan. guru. Kenyataan ini penting khususnya dalam kepemimpinan dan manajemen. tentang tujuan dan masalah Dapat dipercaya oleh partisipan KETERAMPILAN CHANGE AGENT Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø 1. dan merupakan proses yang dinamik serta tidak dapat dielakkan. . fasilitator. Maka secara konstan pemimpin mengembangkan strategi untuk merubah orang lain dan memecahkan masalah. 4. Orang dapat memberikan perubahan pada orang lain. 5. menciptakan perubahan. Pemimpin secara konstan mencoba menggerakkan sistem dari satu titik ke titik lainnya untuk memecahkan masalah. Namun dengan berubah terjadi ketakutan. kebingungan dan kegagalan dan kegembiraan. evaluator. Diterima semua orang yang terlibat. maupun mengantisipasi perubahan guna kelangsungan hidup organisasi Zaltman dan Duncan Sumber perubahan yang terjadi pada suatu organisasi dapat berasal dari dalam tubuh organisasi dan tekanan yang berasal dari luar organisasi. Merubah orang lain bisa bersifat implicit dan eksplisit atau bersifat tertutup dan terbuka. 6. konsultan. 2. 3. dan manajer.

3. Mengancam kekuasaan 10. Fungsi seorang Agen Pembaharu. 4. Menghilangkan keuntungan 9.yaitu : Menghasilkan dan membangkitkan ide Mengintroduksikan perubahan / inovasi Membentuk iklim yang kondusif agar perubahan berlangsung efektif Menerapkan serta mengevaluasi perubahan Model Perubahan Berencana lanjutan …… Model lain yaitu Model Normatif (Havelock dan Lippits . Menghancurkan kesepakatan . 4. Mengidentifikasi gejala Mendiagnosa masalah Menganalisa alternatif penyelesaian masalah. 7.v v v v v v v v v Mampu menggabungkan ide dari berbagai sumber Mampu memberi semangat shg dapat mempertahankan minat Trampil berhubungan dengan orang lain Mampu menyelesaikan masalah Berpikir realistis Fleksibel dalam memodifikasi ide. 5. 2. 2. 1979). 3. 4. yg prosesnya sbb : 1. Membangun relasi Mendiagnosa masalah Mengkaji sumber daya : mengkaji motivasi & kemampuan berubah Menetapkan tujuan berubah dan memilih strategi Menstabilisasi-konsolidasi & menguatkan perubahan yg sudah diperoleh 1. Mengapa Orang menolak Perubahan? Menimbulkan ketidak puasan Menggoyang kemapanan Membongkar ketidak beresan Membawa resiko kerugian 6. 4. kuat menolak ide yang tidak produktif Dapat dipercaya dan tidak mudah kecewa Mampu menterjemahkan visi melalui wawasan dan pikiran intelektual Mampu menangani perubahan Model Perubahan Berencana : Model Perubahan Berencana (Gierke V. 2. 3. Menetapkan perubahan Mengimplementasikan perubahan Mengevaluasi perubahan dan hasilnya Menstabilisasikan perubahan 1.1983). 3. yg terdiri atas 5 langkah proses 1. 6. Mengundang kerawanan baru 7. 5. 2. Menyakitkan perasaan 8.

blogspot. PENGERTIAN KONFLIK Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. 1. Mampu mendengar efektif & memberi kebebasan kepada peserta untuk melaksanakan perannya. Memerlukan kesepakatan dalam tugas-tugas yg diprioritaskan 5. Secara sosiologis. Selalu menganggap penting ketrampilan berkomunikasi & ketrampilan dalam proses kelompok 2.com/2010/03/change-agent-keperawatan-dan-perubahan. Menumbuhkan kepercayaan kepada peserta 7. 5. Memerlukan pengkajian terhadap efektifitasnya sebagai Agen Pembaharu 4. Mengapa Perubahan diharapkan orang ? Menjanjikan perbaikan dan keuntungan Menghilangkan permasalahan Menimbulkan harapan baru Menciptakan tantangan dan peluang baru Menghancurkan dominasi kekuasaan Melepaskan ketergantungan dan kesengsaraan Memacu pertumbuhan dan perkembangan Memudarkan belenggu dan kebosanan Membangkitkan semangat perjuangan http://meetabied. Jujur & tegas tentang tujuan. 2. kiat berikut : 1. prioritas dan masalah 8. rencana. Mudah dihubungi oleh mereka yg terlibat didalam proses berubah 6.html KONFLIK DAN CHANGE AGENT A. 8. Memerlukan kewaspadaan diri dan ketrampilan menjalin hubungan interpersonal 3. 6. 4. 7. 3.Untuk menjadi Agen Pembaharu yang berhasil. Selalu memperhatikan tujuan & membantu yg lain untuk melakukan hal yg sama 9. 9. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) .

perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik. hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. maupun perilaku setiap pihak yang terlibat 10. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain. 1994:249. 3. kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Sebaliknya. Folger & Poole: 1984. tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda . dan harus dihindari. Adapun beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli yaitu. hubungan selain dapat menciptakan kerjasama. Kreps. 1995:381. Menurut Minnery (1985). Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977). 1993:341. Dipandang sebagai perilaku. konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan. Pace & Faules. Menurut Robbin (Muchlas. Konflik dapat dirasakan. kepandaian. diingat. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial. kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan. Devito. Atau. Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama. Dalam pandangan ini. kelompok atau pada tingkatan organisasi. 5. adat istiadat. interpersonal. sesuatu yang negatif. yakni tujuan yang ingin dicapai. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. diketahui. Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung. alokasi sumber – sumber yang dibagikan. diekspresikan melalui perilakuperilaku komunikasi 9. jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan. namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada.Konflik itu hal yang buruk. Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.1982:234-237. kurang kepercayaan & keterbukaan di antara orang – orang. 1986:185.dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. 2.Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya. 1993). et al (1997: 437). keputusan yang diambil. keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk. konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual. Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain. (Robbins. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. 1999). pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan. Stewart. 6. merugikan. satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif 7. Myers. keyakinan. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. dan dialami 8. Menurut Gibson. dan lain sebagainya. 1. pengetahuan. 4.

Bagi para pengusaha kayu. hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Manusia memiliki perasaan. masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik. tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak. ekonomi. pendirian maupun latar belakang yang berbeda. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. PROSES TERJADINYA KONFLIK Ada beberapa faktor penyebab terjadinya konflik. misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan.B. Sebagai contoh. tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Misalnya. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. dalam waktu yang bersamaan. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama.diantaranya : Perbedaan individu. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik. Artinya. misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu. yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan Setiap manusia adalah individu yang unik. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. sebab dalam menjalani hubungan sosial. Para buruh menginginkan upah yang memadai. sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka. setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. . Sedangkan bagi pecinta lingkungan. Oleh sebab itu. Nilainilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. sosial. seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya. perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. jika terjadi seara cepat atau mendadak. Para petani menbang pohonpohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi. dan budaya. Perubahan-perubahan ini. tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. tetapi ada pula yang merasa terhibur.

C.Konflik antar satuan nasional (kampanye.Kelima strategi tersebut dipengaruhi oleh dua prioritas. D. Biasanya strategi ini menggunakan prinsip lose-win solution. antar gank). Sedangkan others merupakan aspek yang melihat kekuatan. sewaktu-waktu konflik yang sama dengan pihak yang sama akan terpicu kembali karena masing-masing pihak belum merasa puas dengan penyelesaian konflik (merupakan pilihan terakhir jika keempat strategi di atas tidak efektif). 5. 1. 2. artinya seorang individu hanya memperhatikan/lebih mendahulukan faktor hubungan yang terjalin dengan individu lain dengan tidak memperhatikan faktor pencapaian tujuan. Strategi ini diduga hanya menyelesaikan konflik secara permanen saja. Selain dipengaruhi oleh prioritas pada sasaran dan relasi. artinya kedua pihak sama-sama kalah dalam konflik sehingga tidak ada yang merasa diuntungkan. MACAM-MACAM KONFLIK Menurut Dahrendorf. others. 4. penggunaan kelima strategi ini juga dipengaruhi oleh tiga aspek. yaitu aspek self. Strategi kompromi. biasanya strategi ini menggunakan prinsip lose-lose solution. perang saudara). Strategi konfrontasi. 3. artinya individu akan berusaha sekeras mungkin agar dia memenangkan konflik dan individu lain kalah (prioritas extrem terjadi pada sasaran ). konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi). biasanya strategi ini menggunakan prinsip win-win solution. artinya individu akan berusaha agar individu lain memenangkan konflik dan dia sendiri mengalah. Dan Domain merupakan lokasi/waktu/keadaan dimana konflik itu berlangsung. Self merupakan aspek dimana individu melihat kekuatan. 5. STRATEEGI MENGHADAPI KONFLIK Ada lima strategi yang biasa digunakan. samasama kalah karena tidak adanya pengambilan keputusan dalam menyelesaikan konflik ( prioritas pada sasaran dan relasi memiliki skala yang sama-sama rendah). misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi . artinya seorang individu hanya memperhatikan/lebih mendahulukan faktor pencapaian tujuan saja dengan tidak memperhatikan faktor hubungan yang terjalin dengan individu lain. Strategi menghindar. yaitu prioritas pada sasaran dan prioritas pada relasi.akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat.(P rioritas extrem terjadi pada relasi).Konflik antar politik. dan domain. 4. Konflik peran (role) yaitu. kelemahan. Jika individu mendapati dirinya lebih kuat . kelemahan. masing-masing pihak hanya diminta untuk mengurangi besarnya kepentingan yang ingin diperoleh yang tentunya berpengaruh terhadap relasi dengan pihak lain. Strategi memaksa. dan ancaman yang dimiliki berkaitan dengan penyelesaian konflik.Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga. 2.Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa). Strategi cara halus.Konflik antar atau tidak antar agama. artinya kedua pihak sama-sama memenangkan konflik sehingga tidak ada yang merasa dirugikan (prioritas pada sasaran dan relasi memiliki skala yang sama-sama tinggi). Biasanya strategi ini menggunakan prinsip win-lose solution. 6. 3. konflik dibedakan menjadi 6 macam : 1. Sebenarnya strategi ini menggunakan prinsip lose-lose solution karena pada akhirnya tidak ada pihak yang memenangkan konflik. bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada. peluang.

Mampu menyelesaikan masalah. TUGAS CHANGE AGENT Adapun tugas-tugas dari Change Agent yaitu. Terampil berhubungan dengan orang lain.teman bekerja sama. d. Berpikir realistis. http://muhammadsaink. Mampu menangani perubahan. Profesional. Punya inisiatif dan motivasi. Punya peran penting :peneliti. g. i. CHANGE AGENT Change agent adalah seorang professional yang mempengaruhi keputusan pembaharuan dalam suatu arah pertimbangan yang sangat diinginkan oleh organisasi. 3.kuat menolak ide yang tidak produktif. 4. Fleksibel dalam memodifikasi ide. f. a. h. namun keadaan tersebut dapat menjadi terbalik jika didukung oleh domain yang tepat. Dapat diterima oleh partisipan. c.evaluator dan manajer. F. maka dapat diduga dia akan menggunakan strategi memaksa atau konfrontasi. Punya keterampilan tinggi.Adapun ciri-ciri Change Agent adalah. 6. Diterima oleh semua orang yang terlibat 7. Mampu memberi semangat sehingga dapat mempertahankan minat. 2. E. b. sebaliknya jika individu merasa lebih lemah daripada individu lain. 5. Mampu menggabungkan ide dari berbagai sumber. 2009 . Dapat dipercaya dan tidak mudah kecewa. 1. e.blogspot.daripada individu lain.com/2011/03/konflik-dan-changeagent.fasilitator guru.html?zx=2246967552efe369 Penentuan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) October 8th.konsultan. Mampu menterjemahkan melalui wawasan dan pikiran intelektual. maka dia akan menggunakan strategi cara halus atau menghindar. Seorang pemimpin.

Dalam penelitian Douglas (1975) tentang jumlah tenaga perawat di rumah sakit. Hal ini terlihat dari komposisi tenaga yang ada mayoritas lulusan SPK. . Menurut Douglas (1984) klasifikasi derajat ketergantungan klien dibagi 3 kategori yaitu :    perawatan minimal memerlukan waktu 1 -2 jam/ 24 jam. di dapatkan jumlah yang dibutuhkan pada pagi. sore dan malam tergantung pada tingkat ketergantungan klien. 2002): Ketenagaan Saat ini jumlah dan jenis tenaga keperawatan kurang mampu untuk memberi asuhan keperawatan yang profesional. Pada suatu pelayanan profesional jumlah tenaga yang diperlukan tergantung pada jumlah klien dan derajat ketergantungan klien. perawatan maksimal atau total memerlukan waktu 5 – 6 jam/ 24 jam. perawatan intermediet memerlukan waktu 3 – 4 jam/ 24 jam . Disamping itu jumlah tenaga keperawatan ruang rawat tidak ditentukan berdasarkan derajat ketergantungan klien.Penentuan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) MAKP Pada penerapan MAKP harus mampu memberikan asuhan keperawatan profesional dan untuk diperlukan penataan 3 komponen utama (Nursalam.

ronde keperawatan dan supervisi (Nursalam. Tujuan Kontroling Obat a.  Sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat secara hukum maupun secara moral. metode tim dan metode keperawatan primer (Gillies. Tujuan Umum  Meningkatkan mutu pelayanan kepada klien. . Tujuan Khusus  Menyeragamkan pengelolaan obat. 2002). timbang terima. sebagai salah satu peran perawat perlu dilakukan dalam suatu pola/ alur yang sistematis sehingga penggunaan obat benar – benar dapat dikontrol oleh perawat sehingga resiko kerugian baik secara material maupun secara non material dapat diminimalkan. Kontroling Obat Kontroling terhadap penggunaan dan konsumsi obat. metode yang paling memungkinkan pemberian pelayanan profesional adalah metode tim dan primer. Dari keempat metode ini.Metode Pemberian Asuhan Keperawatan Terdapat 4 metode pemberian asuhan keperawatan yaitu metode fungsional. metode kasus. b.  Mempermudah pengelolaan obat secara efektif dan efesien. terutama dalam pemberian obat. 1989). Dalam hal ini adanya sentralisasi obat.

Penanggung jawab pengelolaan obat adalah kepala ruangan yang secara operasional dapat didelegasikan pada staf yang ditunjuk.  Klien/ keluarga untuk selanjutnya mendapatkan salinan obat yang harus diminum beserta sediaan obat. Pengeluaran dan pembagian obat sepenuhnya dilakukan oleh perawat. Penerimaan obat :  Obat yang telah diresepkan dan telah diambil oleh keluarga diserahkan kepada perawat dengan menerima lembar serah terima obat.  Perawat menuliskan nama pasien. register. Tehnik Pengelolaan Obat Kontrol Penuh ( Sentralisasi) Tehnik pengelolaan obat kontrol penuh ( sentralisasi) adalah pengelolaan obat dimana seluruh obat yang akan diberikan pada pasien diserahkan sepenuhnya pada perawat. .  Mengupayakan ketepatan pemberian obat dengan prinsip enam benar. jenis obat. Mengamankan obat – obat yang dikelola. Keluarga wajib mengetahui dan ikut serta mengontrol penggunaan obat. Keluarga atau klien selanjutnya mendapatkan penjelasan kapan/ bilamana obat tersebut akan habis. jumlah dan sediaan dalam kartu kontrol dan diketahui oleh keluarga / klien dalam buku masuk obat.

. Obat yang telah diserahkan selanjutnya disimpan oleh perawat dalam kotak obat. kegunaan obat.  Sediaan obat yang ada selanjutnya dicek tiap pagi oleh kepala ruangan/ petugas yang ditunjuk dan didokumentasikan dalam buku masuk obat. dengan terlebih dahulu dicocokkan dengan terapi di instruksi dokter dan kartu obat yang ada pada klien. perawat menjelaskan macam obat.  Obat – obat yang telah disiapkan untuk selanjutnya diberikan oleh perawat dengan memperhatikan alur yang tercantum dalam buku daftar pemberian obat. jumlah obat dan efek samping. Pembagian obat  Obat yang diterima untuk selanjutnya disalin dalam buku daftar pemberian obat. Penambahan obat baru  Informasi ini akan dimasukkan dalam buku masuk obat dan sekaligus dilakukan perubahan dalam kartu sediaan obat.  Obat yang bersifat tidak rutin maka dokumentasi hanya dilakukan pada buku masuk obat dan selanjutnya diinformasikan pada keluarga dengan kartu khusus obat.  Pada saat pemberian obat. Obat yang hampir habis diinformasikan pada keluarga dan kemudian dimintakan kepada dokter penanggung jawab pasien.

Usahakan terdapat saksi dari keluarga saat pemberian obat. Pemberian obat  Perawat melakukan kontroling terhadap pemberian obat. .Obat Khusus  Sediaan memiliki harga yang cukup mahal.  Penyuluhan tentang : rute pemberian obat. waktu pemberian.  Perawat menyerahkan kartu pemberian obat kepada keluarga / pasien.  Pemberian obat khusus menggunakan kartu khusus. tujuan. menggunakan rute pemberian obat yang cukup sulit.  Perawat menyerahkan kembali obat pada keluarga / pasien dan menandatangani lembar penyuluhan. kegunaan. Pengelolaan Obat Tidak Penuh ( Desentralisasi) Penerimaan dan pencatatan obat  Obat yang telah diambil oleh keluarga diserahkan pada perawat.  Obat yang diserahkan dicatat dalam buku masuk obat. dan wadah obat. efek samping. penanggung jawab obat. efek samping.  Informasi yang diberikan kepada keluarga/ klien : nama obat. waktu pemberian. memiliki efek samping yang cukup besar.

Obat khusus  Penyuluhan obat khusus diberikan oleh perawat primer. Penambahan obat  Penambahan obat dicatat dalam buku masuk obat. . Dicek apakah ada efek samping. Timbang Terima Adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu ( laporan ) yang berkaitan dengan keadaan klien.  Pemberian obat khusus sebaiknya oleh perawat. Tujuan  Menyampaikan kondisi atau keadaan secara umum klien. pengecekan setiap pagi hari untuk menentukan obat benar – benar diminum sesuai dosis.  Menyampaikan hal penting yang perlu ditindaklanjuti oleh dinas berikutnya.  Obat yang tidak sesuai/ berkurang dengan perhitungan diklarifikasi dengan keluarga.  Melakukan penyuluhan obat baru sebelum diserahkan pada pasien.

.  Shif yang akan menyerahkan perlu mempersiapkan hal apa yang akan disampaikan.  Perawat primer menyampaikan kepada penanggung jawab shif yang selanjutnya meliputi . Persiapan  Kedua kelompok sudah siap. b. tindak lanjut. Pelaksanaan  Timbang terima dilaksanakan setiap pergantian shif. kondisi.  Secara langsung melihat keadaan klien. Prosedur Timbang Terima a.  Dilakukan dengan jelas dan tidak terburu – buru. Tersusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.  Kelompok yang bertugas menyiapkan buku catatan. rencana kerja. Langkah – langkah  Kedua shif dalam keadaan siap.

Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari masalah klien. intervensi Ronde Keperawatan Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat. . masalah keperawatan. d.  Hal yang perlu diberitahukan dalam timbang terima: identitas dan diagnosa medis. e. f. rencana tindakan yang sudah dan belum dilakukan serta hal penting lannya. perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim.  Hal yang bersifat khusus dan memerlukan perincian yang lengkap dicatat secara khusus untuk kemudian diserahkan kepada perawat jaga berikutnya. Dari nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang terima dengan mengkaji secara komprehensif yang berkaitan tentang masalah keperawatan. Menilai kemampuan justifikasi. Meningkatkan validitas data klien. tindakan yang sudah dan belum dilakukan. kepala ruangan. disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor. Tujuan c. Menumbuhkan cara berpikir secara kritis. g. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja.

intervensi keperawatan serta tindakan yang rasional.  Mengarahkan dan koreksi.  Menjelaskan tindakan selanjutnya. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana perawatan. Peran Ketua Tim dan Anggota Tim  Menjelaskan keadaan dan data demografi klien. Peran Ketua Tim Lain dan atau Konselor  Memberikan justifikasi  Memberikan reinforcement. Persiapan  Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde.  Mengintegrasi teori dan konsep yang telah dipelajari.  Menjelaskan masalah keperawata utama.  Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil.  Menilai kebenaran dari suatu masalah.h. .  Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan.

Langkah – langkah Ronde Keperawatan . Pemberian inform consent kepada klien/ keluarga. Pelaksanaan  Penjelasan tentang klien oleh perawat primer dalam hal ini penjelasan difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan atau telah dilaksanakan dan memilih prioritas yang perlu didiskusikan.  Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau perawat konselor/ kepala ruangan tentang masalah klien serta tindakan yang akan dilakukan.  Diskusikan antar anggota tim tentang kasus tersebut.  Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang akan ditetapkan.

model asuhan keperawatan professional. model askep. Artikel yang Berhubungan :    Petunjuk Teknis Timbang Terima Pasien Konsep Model Asuhan Keperawatan Profesional Tanggung Jawab Perawat Dalam Model Askep Profesional Tim Tags: desentralisasi obat. metode tim. timbang terima . sentralisasi obat.Pasca Ronde Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menetapkan tindakan yang perlu dilakukan. ronde keperawatan. makp.

2. Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien. Membuat perencanaan. Tanggung jawab anggota tim: a. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien di bawah tanggung jawabnya. Memberikan laporan. c. supervisi dan evaluasi. Bekerjasama dengan anggota tim dan antar tim. b.Tanggung Jawab Perawat dalam Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim September 10th. c. Tanggung jawab ketua tim: a. b. 2002) : 1. 2009 Tanggung Jawab Perawat Dalam Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim MAKP Tim (Nursalam. . Membuat penugasan.

Tanggung jawab kepala ruang: 1) Perencanaan a. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat. e. Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi. g. Menyelenggarakan konferensi. f. b. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim. transisi dan persiapan pulang bersama ketua tim.Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan. Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya.Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan. 3. Mengatur dan mengendalikan asuhan keparawatan: . tindakan medis yang dilakukan. Mengembangkan kemampuan anggota.d.masing. c. patofisiologis. Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan. Menunjuk ketua tim yang akan bertugas di ruangan masing. . program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien. mengatur penugasan/ penjadwalan. e. d. .

h. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan: membuat proses dinas. Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan. e. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri. Membuat rincian tugas tim dan anggota tim secara jelas. b. h. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan di rumah sakit. i. f. Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 2 ketua tim dan ketua tim membawahi 2 – 3 perawat.. g. mengatur tenaga yang ada setiap hari dan lain. d. . . c. j. Merumuskan tujuan metode penugasan.Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk RS. kepada ketua tim.Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan. Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktik. Mendelegasikan tugas kepala ruang tidak berada di tempat.lain. 2) Pengorganisasian a. Merumuskan metode penugasan yang digunakan.

Identifikasi masalah dan cara penanganannya. Memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan. Menginformasikan hal – hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan asuhan keperawatan pasien.i. 4) Pengawasan a. c. b. g. e. f. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan. d. b. Melalui supervisi: . Memberikan pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim. Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain. Melalui komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim dalam pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. j. keterampilan dan sikap. 3) Pengarahan a. Memberikan pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik.

.Pengawasan langsung melalui inspeksi.Audit keperawatan. .Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua tim. . Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim Artikel Lainnya :  Sejarah Keperawatan . mengamati sendiri atau melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki/ mengawasi kelemahannya yang ada saat itu juga.Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua tim. membaca dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan). . mendengar laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.

tetapi model yang umum dilakukan di rumah sakit adalah Keperawatan Tim dan Keperawatan Primer. Sesuai dengan visi dan misi institusi . model asuhan keperawatan.nilai) yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut (Hoffart & Woods.  Prinsip Enam Benar Dalam Pemberian Obat Konsep Model Asuhan Keperawatan Profesional Tags: anggota tim. 1996). 143) yaitu: 1. Karena setiap perubahan akan berdampak terhadap suatu stress. maka perlu mempertimbangkan 6 unsur utama dalam penentuan pemilihan metode pemberian asuhan keperawatan (Marquis & Huston. kepala ruangan. proses dan nilai. Thomas dean Barterm (1995) mengidentifikasikan 8 model pemberian asuhan keperawatan. Laughin. model askep tim. tanggung jawab perawat Konsep Model Asuhan Keperawatan Profesional August 20th. ketua tim. 1998. Dasar Pertimbangan Pemilihan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Mc. 2009 Pengertian Model Asuhan Keperawatan Profesional Model Asuhan Keperawatan Profesional adalah sebagai suatu sistem (struktur. makp.

3. Jenis Model Asuhan Keperawatan Profesional ( MAKP) Menurut Grant & Massey (1997) dan Marquis & Huston (1998) ada 4 metode pemberian asuhan keperawatan profesional yang sudah ada dan akan terus dikembangkan di masa depan dalam menghadapi tren pelayanan keperawatan. Model ini berdasarkan orientasi tugas dari filosofi keperawatan. perawat melaksanakan tugas ( tindakan) tertentu berdasarkan jadwal kegiatan yang ada (Nursalam. Terpenuhinya kepuasan klien. keluarga dan masyarakat. Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Kasus Setiap perawat ditugaskan untuk melayani seluruh kebutuhan pasien saat ia dinas. Dapat diterapkan proses keperawatan dalam asuhan keperawatan. Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak ada jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. 2.2. 5. Efisien dan efektif penggunaan biaya. yaitu: 1. 4. Metode penugasan kasus biasa . Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Fungsional Model fungsional dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaan asuhan keperawatan sebagai pilihan utama pada saat perang dunia kedua. Pada saat itu karena masih terbatasnya jumlah dan kemampuan perawat maka setiap perawat hanya melakukan 1 – 2 jenis intervensi keperawatan kepada semua pasien di bangsal. 2002). Kepuasan kinerja perawat.

Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Primer Menurut Gillies (1986) perawat yang menggunakan metode keperawatan primer dalam pemberian asuhan keperawatan disebut perawat primer (primary nurse). Perawat bertanggung jawab terhadap asuhan dan observasi pada pasien tertentu (Nursalam. setiap perawat primer biasanya mempunyai 4 – 6 klien dan bertanggung jawab selama 24 jam selama klien dirawat dirumah sakit. 4. Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim . ada kejelasan antara si pembuat rencana asuhan dan pelaksana. kelanjutan asuhan akan didelegasikan kepada perawat lain (associate nurse) Metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai keluar rumah sakit. dan hal ini umumnya dilaksanakan untuk perawat privat atau untuk keperawatan khusus seperti isolasi. Mendorong praktik kemandirian perawat. melakukan dan koordinasi keperawatan selama pasien dirawat. intensive care. Metode primer ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan. 2002). 3.diterapkan satu pasien satu perawat. Jika perawat primer sedang tidak bertugas .Metode ini berdasarkan pendekatan holistik dari filosofi keperawatan. Perawat primer bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi dan koordinasi dalam merencanakan asuhan keperawatan dan juga akan membuat rencana pulang klien jika diperlukan. Pada metode keperawatan primer terdapat kontinutas keperawatan dan bersifat komprehensif serta dapat dipertanggung jawabkan.

Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan mutu asuhan keperawatan meningkat. d. Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin. 1984). Model tim akan berhasil baik bila didukung oleh kepala ruang.Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif ( Douglas. Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda. Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh. Peran kepala ruang penting dalam model tim. Perawat ruangan dibagi menjadi 2 – 3 tim/ group yang terdiri dari tenaga professional. Dalam penerapannya ada kelebihan dan kelemahannya yaitu (Nursalam. c. tehnikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membantu. . b. 2002): 1) Kelebihan : a. Anggota tim menghargai kepemimpinan ketua tim.beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan tehnik kepemimpinan. Menurut Kron & Gray (1987) pelaksanaan model tim harus berdasarkan konsep berikut: a.

2) Kelemahan : Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim. Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah diatasi dan memberi kepuasan kepada anggota tim. yang biasanya membutuhkan waktu dimana sulit untuk melaksanakan pada waktu-waktu sibuk. Artikel Lainnya : . Mendukung pelaksanakaan proses keperawatan. c.b.