You are on page 1of 3

Warga Palestina Kristen: Kami Menyapa Tuhan, Allah

Bayu Probo Kamis, 12 Desember 2013

Yohanes 3:16 dalam abjad Arab.

Maher Canawati, kepala Pariwisata Kota Betlehem.


JAKARTA, SATUHARAPAN.COM Orang Kristen pada masa pra-Islam sudah menyapa Tuhan dengan sebutan Allah, kata Maher Canawati, anggota Dewan Kota Betlehem. Mereka juga mengucap Assalamualaikum, Allahu akbar, Bismillahirahmanirahim. Jika kita mengerti arti seruan azan, indah sekali, kata warga Kristen asal Palestina ini kepada satuharapan.com.

Meluruskan Kesalahpahaman Maka, Maherpengusaha bidang pariwisata di Betlehemmerasa aneh saat tahu bahwa kata Allah diperdebatkan penggunaannya di Indonesia, termasuk oleh orang Kristen sendiri. Mereka merasa bahwa kata Allah hanya satu kelompok agama tertentu. Menurut dia, di dunia Timur Tengah tidak ada yang mempermasalahkan kata itu. Lalu Minggu itu (8/12), ia menjelaskan bahwa di dalam Alkitab berbahasa Arab, nama Allah digunakan untuk menyebut Tuhan. Lalu ia membuka Yohanes 3:16 dan mulai membacanya, Li annhu haakadha ahabba Allahu al-Alam hatta bithal ibnihi al wahid likay la yahliko kol man yo'min bihi bal takoon laho al hayah al abadiya. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini ... Jika orang Kristen Indonesia gemar mengucap kata, Shallom, Maher mengungkapkan bahwa tidak lazim, orang Kristen Palestina mengucap kata itu. Mereka lebih senang menyapa dengan ucapan, Assalamualaikum. Maherketua Klub Olahraga Muslim tertua di duniamenjelaskan agama bukan hal yang masalah di Palestina. Ia tahu, orang Indonesia yang datang ke Betlehem tidak hanya orang Kristen. Ada juga mereka yang Muslim dan Hindu. Namun, bagi warga Betlehem, mereka yang datang adalah orang Indonesiatidak dibagi-bagi berdasarkan agama. Masalah Palestina Maher mengungkapkan, masalah di Palestina bukanlah masalah agama, tetapi pendudukan oleh Israel di tanah Palestina. Menurut Maher, Perusahaan saya mempekerjakan 150 orang, 140 Muslim. Kami tidak memilah karyawan berdasarkan agama. Termasuk, pemudapemuda yang berlatih di klub olahraga yang saya pimpin. Mereka saya rekrut. Klub olahraga ini juga membina para pemuda yang terlibat penggunaan narkoba, menolong mereka dengan menyalurkan mereka dalam bidang olahraga. Saat ditanya tentang hubungan ia dengan orang Indonesia, Maher menjawab, Saya banyak bertemu dengan orang Indonesia, termasuk dengan kalangan pemerintah. Kristen dan Islam. Saya dekat dengan Islam, selain karena dapat berbahasa Arab, posisi saya sebagai pemimpin Klub Olahraga Muslim, memberi pesan kuat bahwa saya menghormati agama mereka juga. Jadi, saat saya bilang, Assalamualaikum, mereka juga menaruh hormat.

Tentang pembicaraan damai Palestina-Israel, Maher mengungkapkan, Kesetaraan adalah kunci utama. Selama dalam pembicaraan, kondisinya tidak sejajar, sulit mencapai kata damai. Ia lalu menambahkan, Indonesia adalah negara yang unik. Terdiri dari bera gam suku dan agama. Namun, Anda semua tidak dalam kondisi perang. Tanah Anda tidak sedang dijajah. Anda juga menikmati impian utama orang Palestina, kemerdekaan. Seharusnya saling menghormati. Natal di Betlehem Betlehem sejak tahun lalu dipimpin wali kota perempuan dan Kristen: Vera Baboun. Menarik komentar Maher tentang itu. Kami tidak memandang gender sebagai hambatan. Semua orang berhak berkontribusi bagi kebaikan Betlehem. Kami tidak dibatasi juga oleh agama dan suku. Jika Anda dari etnis china dan ingin menolong, datanglah dan kalau mampu Anda bisa jadi wali kota juga. Maher datang ke Indonesia untuk mempromosikan International Christmas Festival of Bethlehem. Festival sebulan penuh yang dirayakan oleh semua warga Betlehem dan semua orang yang berkunjung ke kota kelahiran Yesus Kristus ini. Ia juga mengungkapkan hal menarik. Orang Palestina saat hari Natal mereka tidak mengucapkan Merry Christmas, mereka mengucap, Eid Milad Mubarak, kata dia saat wawancara di Radio Pelita Kasih, Jakarta.