You are on page 1of 12

Riwayat Penyakit Sekarang : LAPORAN KASUS Pasien datang ke poli RSUD Ambarawa dengan keluhan kedua tangan dan

kaki yang bergetar dan telah dirasakan sejak kira kira 1 tahun I. IDENTITAS PASIEN : Tn. JJ Jenis kelamin : Lakiyang lalu. Awalnya tangan kiri pasien bergetar hanya sedikit, namun lama kelamaan getaran pada tangan kiri makin memberat dan terasa pada tangan Nama lengkap laki Umur Indonesia Status perkawinan Islam Pekerjaan SMP Alamat Tanggal masuk RS Tanggal Keluar RS : Sruwen 5/4 Bergas Kabupaten Semarang : 24 Februari 2014 : 4 Maret 2014 : Swasta Pendidikan : : Menikah Agama : : 55 Tahun Suku bangsa : kanan serta kedua tungkai kaki pasien dan dirasa mengganggu aktivitas. Getaran terasa sepanjang hari secara terus menerus. Pasien merasa lelah karena tangan dan kaki bergetar terus menerus sepanjang hari walaupun sedang istirahat. Terkadang pasien juga merasa nyeri pada tangan kirinya. Lama kelamaan tangan kiri dirasa menjadi agak kaku dan pegal. Pasien juga merasa agak susah berjalan karena merasa tidak seimbang saat berjalan. Gangguan aktifitas yang paling dirasakan pasien adalah saat ingin mengancing baju atau mengikat sesuatu barang, hal itu menjadi susah dilakukan karena tangan yang bergetar dan kaku. Pasien juga merasakan nyeri di punggung bawah menjalar ke tungkai kiri disertai kram, nyeri terasa tajam seperti kesetrum dan dirasakan menjalar dari punggung bawah II. ANAMNESIS autoanamnesis Keluhan utama : : Dilakukan secara alloanamnesis dan sampai ke tungkai kiri dan disertai adanya perasaan kesemutan. Nyeri dirasakan hilang timbul, yang dirasakan bertambah berat dengan batuk, bersin dan mengejan dan perubahan posisi badan seperti membungkuk atau bila untuk mengangkat beban. Nyeri dirasakan berkurang bila duduk, berbaring dengan tungkai ditekuk.

Kedua tangan dan kaki bergetar terus menerus.

1

Tidak ada gangguan pada pola BAB dan BAK pasien. mual. Riwayat infeksi otak Riwayat kencing manis Riwayat hipertensi Riwayat trauma Riwayat stroke Riwayat penyakit jantung Riwayat keracunan/alergi obat : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal  Riwayat pengobatan Pasien belum pernah berobat sebelumnya. kesemutan pada tungkai kiri bawah Sistem kardiovaskular Sistem respiratorius : Tidak ada keluhan. pengobatan tb juga disangkal. kesemutan pada tungkai kiri bawah. Sistem integumentum : Tidak ada keluhan 2 .Tidak ada kesulitan dalam menelan. : Tidak ada keluhan Sistem gastrointestinal : Tidak ada keluhan Sistem urogenital : Tidak ada keluhan. Riwayat pernah terkena infeksi otak disangkal. Pasien juga menyangkal pernah keracunan bahan bahan kimia seperti pestisida dan sebagainya. Pasien tidak merasa pusing. Riwayat penyakit keluarga     Riwayat mengalami keluhan yang sama disangkal Riwayat hipertensi Riwayat kencing manis Riwayat jantung : disangkal : disangkal : disangkal Riwayat penyakit dahulu         Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. muntah. Sistem musculoskeletal : Nyeri punggung bawah yang menjalar ke kaki kiri. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma khususnya kepala. gemetar pada kedua tangan dan kaki. Anamnesis sistem Sistem cerebrospinal : Nyeri punggung bawah yang menjalar ke kaki kiri.

namun banyak pasien yang tidak mengenali gejala dari penyakit ini dan mengakibatkan Diagnosa Tambahan : LBP Diskusi I Penyakit Parkinson (paralysis agitans) atau sindrom parkinson (parkinsonismus) merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dari substansia nigra ke globus palidus/neostriatum (striatal dopamine deficiency).000 populasi per tahun. Didahului oleh faktor pencetus yang jelas. Parkinson dikenal sebagai salah satu gangguan neurologis yang paling sering dijumpai. Insiden Parkinson di dunia mencapai 4. datang terlambat ke rumah sakit saat penyakit sudah dalam stadium menengah keatas. Factor genetik mungkin mempunyai peranan penting pada beberapa keluarga. Walaupun banyak dijumpai. Getaran yang dirasakan semakin lama semakin memberat dan mengganggu aktivitas.5-21 per 100. Rasa nyeri tidak disertai oleh adanya kelemahan motorik dan gangguan otonom.Resume Anamnesis Seorang laki-laki. rata-rata onsetnya terjadi pada usia 60 tahun. dengan rasa gemetar pada kedua tangan dan kaki sejak 1 tahun SMRS. terjadi pada 1% orang tua usia > 60 tahun. Biasanya pasien datang ke rumah sakit apabila sudah ada gangguan fungsional seperti tangan yang bergetar sehingga aktifitas sehari hari menjadi terganggu. Penyakit Parkinson dijumpai pada segala bangsa. dan 1-5 di antara 1000 penduduk menderita penyakit ini. Parkinson Syndrome adalah salah satu contoh kasus dalam bidang neurologi yang sering jumpai. Tremor hanya terjadi saat posisi istirahat. pekerjaan swasta. yaitu resting tremor. Insiden dan prevalensi parkinson semakin meningkat seiring dengan Diagnosa Sementara Diagnosa klinik Diagnosis topik Diagnosis etiologi : Sindrom Parkinson : Idiopatik : Substansia Nigra meningkatnya usia. saat kita menggerakkan 3 . Tidak didapatkan gejala yang mengarah pada keganasan atau infeksi kronis. dengan perbandingan laki-laki dan wanita 5 : 4. Penyakit ini adalah penyakit neurodegeneratif terbanyak nomer dua di dunia setelah penyakit Alzheimer. Kebanyakan para penderita mulai dilanda penyakit ini pada usia antara 40-60 tahun. Perlangsungan akut. Tangan bergetar atau tremor pada kasus parkinson juga khas.000 populasi. sedangkan prevalensinya rata-rata 120 per 100. 55 tahun. Pasien juga mengeluhkan nyeri punggung bawah yang menjalar ke kaki kiri. disertai perasaan kesemutan pada tungkai kiri bawah. khususnya bila terdapat pada usia di bawah 40 tahun (parkinsonismus juvenilis).

diduga ada faktor genetik dan faktor lingkungan yang mempengaruhi. Ini yang menjadi salah satu tanda patognomonik dari penyakit parkinson Pasien datang ke poliklinik saraf RSUD Ambarawa dengan keluhan kedua tangan dan kaki bergetar sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu. Pasien belum pernah pergi ke dokter sebelumnya atau meminum obat sebelumnya. Dari inspeksi pertama kali pasien datang dengan tubuh yang agak membungkuk. JJ dengan umur 55 tahun yang merupakan umur rata rata penderita parkinson (40-60tahun) Pasien mengeluh kedua tangan yang bergetar sejak 1 tahun lalu. Kekakuan ini bisa terjadi selain di tangan contohnya di leher. rigiditas. Penyebab dari parkinson sindrom umumnya adalah idiopatik (parkinson primer). Pasien juga mengeluh tangannya menjadi kaku lama kelamaan dan merasa kesulitan saat mengancingkan baju atau mengikat suatu barang. pasien baru datang berobat karena merasa getarannya menjadi memberat. dan akinesia. Setelah itu dilakukan anamnesis dari mulai identitas Tn. getaran tersebut tidak terlihat lagi. langkah kecil kecil. Itu yang disebut resting tremor.tangan kita tremor berkurang sampai berhenti. Tremor ini menghilang waktu istirahat dan menghebat waktu emosi terangsang (resting/ alternating tremor). Salah satu ciri khas dari penyakit parkinson adalah tangan tremor (bergetar) jika sedang beristirahat. yang hilang juga sewaktu tidur. mukanya datar tanpa ekspresi seperti muka topeng. dengan tangan kiri yang di fleksikan dan bergetar pada pergelangan tangan kirinya. Pada pasien ditemukan trias parkinson yaitu tremor. Namun. Tremor terdapat pada jari tangan. tremor kasar pada sendi metakarpofalangis. kadang-kadang tremor seperti menghitung uang logam atau memulung-mulung (pill rolling).Penyebab parkinson sekunder yang paling sering adalah pasca stroke. Rigiditas disebabkan oleh peningkatan tonus pada otot antagonis dan otot protagonis dan 4 . Dari situ kita dapat memikirkan kemungkinan pasien ini menderita parkinson sindrom. Pasien juga menyangkal pernah menderita penyakit infeksi di otak maupun trauma di kepala yang merupakan penyebab dari parkinson sekunder. Pasien juga merasa pegal sekitar leher. Namun pasien menyangkal pernah keracunan bahan bahan kimia seperti pestisida dan lain lainnya. Maka dari itu wajib ditanyakan apakah ada riwayat stroke pada pasien. Maka dari itu jalannya menjadi membungkuk dan dirasa tidak seimbang karena tubuhnya terasa kaku. Dahulu hanya kecil lama kelamaan getaran semakin hebat sehingga dirasa mengganggu aktifitas pasien. Banyak pasien yang mengalami stroke dan tidak jarang mereka datang kembali dengan penyakit parkinson. Kaku juga ditemukan pada pasien saat lengan dan jari jarinya digerakkan. jika orang itu diminta melakukan sesuatu.

6-37%. mengalami gangguan tidur dan merasa ada gejala depresi. - Nyeri punggung bawah merupakan 1 dari 10 penyakit terbanyak di Amerika Serikat dengan angka prevalensi berkisar antara 7. Puncak insidensi nyeri punggung bawah adalah pada usia 45-60 tahun (Bratton. Berdasar durasi gejala nyeri punggung bawah diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : (1) nyeri punggung bawah akut (kurang dari 6 minggu). nyeri punggung bawah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada 40% penderita.). Diagnosis nyeri punggung bawah memerlukan penggalian riwayat penyakit dan pemeriksaan yang teliti. Pada penderita dewasa tua. dan 25% yang teliti akan mengarahkan pada etiologi (baik mekanik atau sekunder) nyeri punggung bawah yang terjadi (Bratton. Pada akinesia ditandai dengan gerakan pasien yang serba melambat. Meningkatnya aktivitas alfamotoneuron pada otot protagonis dan otot antagonis menghasilkan rigiditas yang terdapat pada seluruh luas gerakan dari ekstremitas yang terlibat. Kekurangan dopamin juga dapat menyebabkan tertekan. 2001).). 1999). hal ini belum tampak terlihat. dan (4) pada penderita yang lebih tua harus dipikirkan kemungkinan canalis stenosis atau fraktur kompresi akibat osteoporosis (Cohen. Salah satu tanda pada parkinson juga mikrografia yaitu tulisan tangan lama kelamaan menjadi mengecil. 2001. Namun pasien menyangkal hal ini. Penyebab tersering adalah nyeri punggung bawah pada penderita dewasa adalah : (1) lumbar sprain atau strain. Klasifikasi ini penting untuk meramalkan prognosis pada penderita (Bratton. dan nyeri punggung bawah kronik yang lebih dari 12 minggu.terdapat pada kegagalan inhibisi aktivitas motoneuron otot protagonis dan otot antagonis sewaktu gerakan. (2) degenerasi diskus dan faset. 5 . motivasi rendah. Anamnesis dan pemeriksaan berkonsentrasi. dan gangguan tidur pada 20% penderita. berpikir lambat. 1999). mengikat sepatu. 2001). dan fraktur (Greenberg. Sebagian besar (75%) penderita akan mencari pertolongan medis. kesulitan memberikan perhatian dan diantaranya perlu dirawat inap untuk evaluasi lebih lanjut (Cohen. 2001) . Namun karena tangan yang terkena adalah tangan kiri. 1999. Penilaian awal pada penderita nyeri punggung bawah adalah untuk mengeksklusikan kemungkinan diagnosis banding penyakit yang serius (memerlukan penanganan segera dan masif) yaitu tumor. infeksi. nyeri punggung bawah subakut (antara 6-12 minggu). Sebagian besar nyeri punggung bawah disebabkan oleh penyakit yang tidak serius dengan prognosis yang baik (Greenberg. Wajah pasien juga menjadi datar tanpa ekspresi. Pasien menjadi sulit juga melakukan gerakan halus seperti mengancingkan baju. (3) herniasi diskus.

Demam 6. Umur lebih dari 50 tahun atau kurang dari 20 tahun 9. Trauma yang bermakna 3. Kesadaran : Kompos mentis B. Nervus Kranialis E. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Keadaan Umum Kesadaran GCS Tekanan Darah Nadi : Tampak sakit ringan : Compos mentis : E4M6V5 = 15 : 130 / 90 mmHg : 80x/menit D.Kondisi tersebut dinamakan dengan "Red Flag" Low Back Pain (LBP). gejala dan tanda neurologis bilateral. Nyeri bertambah saat berbaring Suhu Pernafasaan : 36.7 oC : 20x/menit Status generalis dalam batas normal Status psikiatrik Tingkah laku Perasaan hati Orientasi Kecerdasan Daya ingat : normoaktif : normoritmik : orientasi orang. Leher : Sikap baik. dan tempat baik : dalam batas normal : dalam batas normal STATUS NEUROLOGIS A. saddle anesthesia) 2. Nyeri berat yang tidak hilang saat malam hari 10. Adanya sindroma kauda equina (terutama retensi urin. Penggunaan obat-obat iv atau paparan HIV 7. Penggunaan steroid 8. waktu. Kondisi yang merupakan "Red Flag" (bendera merah) dari LBP (Low Back Pain) adalah: 1. Kehilangan berat badan 4. Riwayat kanker 5. Sistem Motorik Tubuh Kanan Ekstremitas Atas Kiri Atrofi Otot Eutrofik Eutrofik 6 . Gerakan Abnormal : Pada tangan kiri C. Gerak bebas : dalam batas normal III.

Gerakan Involunter Kanan Resting Tremor Rigiditas Bradikinesia Chorea Athetosis Myocloni + + + Kiri + + + Posisi terlentang : Laseque Laseque silang : -/: -/Tes disdiadokinesis Tes tunjuk hidung dan jari Tes tunjuk jari kanan dan kiri Tes romberg Tes tandem gait Hasil Baik Baik Baik Baik Pasien merasa ingin jatuh (tidak seimb 7 .Tonus Otot Gerak involunter Kekuatan Otot Normal (-) 444 Normal (+) 444 Regio Brachii H. patologis I. Refleks fisiologi dbn. Keseimbangan dan koordinasi G. Kiri Femoralis Cruris Fungsi Vegetatif Menurut anamnesis tidak ada gangguan pola BAB maupun J. Tes Sensorik (sentuhan ) Kanan + + + + Kiri + + + + Antebrachii Kanan Ekstremitas Bawah Atrofi Otot Tonus Otot Gerak involunter Kekuatan Otot Eutrofik Normal (-) 444 Eutrofik Normal (-) 444 BAK F.

Diagnosis Akhir Diagnosis klinis CRE = 1.1 URE = 0. rigiditas+.43 AST = 22 HDL Chol = 39 Li = 2.56 URIC = 1.43 : GDP = 83 AL = 7. Gerakan aktif otot punggung : terbatas karena nyeri Jongkok berdiri dilakukan karena nyeri : tidak dapat Diagnosis topis : Substansia nigra 8 . bradikenesia + Diagnosis etiologi : Idiopatik.68 : Parkinson Syndrome Dengan gejala resting tremor +.2 ALT = 21 LDL Chol = 85.Patrick/kontra Patrick : +/+ Berjalan jinjit/tumit dilakukan karena nyeri Pemeriksaan penunjang Laboratorium : : tidak dapat Posisi tertelungkup: Nyeri tekan otot paravertebra VL4-VS1 Gibbus Spasme otot Nyeri ketok - :: Hb = 13.8 Gr = 8.3 GD 2 JPP = 94 :AE = 4. paha.4 trigliserid= 68 Mo = 4. betis Spasme otot :: dbn :: - AT = 331 VI.0 Chol =116 Posisi tegak : Deformitas Pelvis Atropi gluteal.

maka dari itu pasien harus rutin kontrol untuk melihat perkembangan penyakitnya dan penyesuaian dosis maupun apakah diperlukan obat obatan lain seperti Dopamin agonis. Medikamentosa Inj Ketorolac 2x30 mg Inj Ranitidin 2x1 mg Inj mecobalamin 1x1 mg Diazepam 2x2 mg tab Aspilet 1x1 tab THP 3x1 tab Levazide 3x1 tab Tatalaksana pada kasus ini pasien diberikan adalah levazide yang merupakan golongan levodopa (Dopamin precursor) dan Trihexylphenidyl (Antikolinergik). Tremor ini terjadi karena ketidak seimbangan antara Dopamin yang 9 . 2. Pemberian antikolinergik juga dimaksudkan untuk mengurangi gejala tremornya karena pada kasus pasien ini gejala tremor paling dominan. Menimbulkan rasa simpati dan empati dari anggota keluarganya sehingga dukungan fisik dan psikik mereka menjadi maksimal. masuk ke otak dan akan berubah menjadi dopamin. Pada parkinson gejala akan sangat berkurang setelah diberi terapi levodopa. Non medikamentosa Edukasi Pasien serta keluarga diberikan pemahaman mengenai penyakitnya. COMT inhibitor yang akan menaikkan kadar dopamin dan membuat terapi levodopa makin meningkat efeknya. Diharapkan dengan terapi ini akan meningkatkan kadar dopamin sehingga gejala ekstrapiramidal berkurang. Penatalaksanaan: 1. Pasien diberi terapi levodopa dan dilihat perkembangannya apakah gejala berkurang atau tidak. MAOB inhibitor.VII. dimana dopamin pada kasus parkinson kadarnya rendah. Levodopa akan bekerja dengan cara masuk ke blood brain barrier. misalnya pentingnya meminum obat teratur dan menghindari jatuh.

4 28/2/14 90/60 86 20 38.berkurang dengan asetilkolin yang lebih dominan.2 27/2/114 90/80 86 20 36. Sehingga pemberian antikolinergik ini akan menurunkan asetilkolin yang berfungsi O Resting tremor Bradikinesia +++ +++ - - - - - - membangkitkan dan membuat kadar dopamin dan asetilkolin lebih seimbang. +++ +++ +++ +++ ++ + + + FOLLOW-UP : Rigidity +++ +++ +++ + +++ +++ + +++ +++ + ++ ++ + + + + + + + + + - 24/2/14 TD N R S 120/80 85 20 36 25/2/14 130/90 85 20 36 26/2/14 120/80 80 20 36.2 1/3/14 110/60 90 20 36 Postural reflek +++ 2/3/14 3/314/ 4/3/14 Patrick + 120/70 120/80 100/80 91 20 36 85 85 Kontra Patrick + 20 20 A 36 36 + + + + + + - Parkinson 24/2/14 S Gemetaran pada kedua kaki dan tangan Nyeri punggung bawah Inj + + + + + + + + +++ +++ +++ +++ ++ + + Inj Ranitidin 2x1 mg + + + + + + + + +++ 25/2/14 +++ 26/2/14 +++ 27/2/14 +++ 28/2/14 ++ 1/3/14 ++ LBP 2/3/14 3/3/14 P ++ ++ Inj Ketorolac 2x30 mg 4/3/14 ++ + + + + + + + + 10 .

mecobalamin 1x1 mg Diazepam 2x2 mg tab + + + + - - - - - Aspilet 1x1 tab + + + + - - - - - THP 3x1 tab + + + + + + + + + Levazide 3x1 tab + + + + + + + + + Inj Ceftriaxon 3x1 gr - - - - + + + + + IX. Prognosis Ad vitam : Ad bonam Ad fungsionam : Dubia ad malam Ad Sanationam : Dubia ad malam 11 .

12 .