You are on page 1of 58

Pengantar Ilmu Hukum

PENGANTAR ILMU HUKUM PIH Prasyarat bagi semua Mata Kuliah keahlian hukum = MKDK HARAPAN BERI LANDASAN UNTUK DUKUNG mk LAIN SHG MEMUDAHKAN. MELANCARKAN PEMAHAMAN MKH YG BUKAN PENGANTAR LAGI .

PENGANTAR ILMU HUKUM MEMPERKENALKAN - BERBAGAI DEFENISI ILPENG HUKUM PENDEKATANS THDP HUKUM KONSEPS GENERALISASI ARTI DAN ASAS2 HUKUM DSBNYA DASAR DARI PENGETAHUAN HUKUM YANG MENGANDUNG PENGERTIANS DASAR SHG MENJADI AKAR ILMU HUKUM ILMU PENGETAHUAN HUKUM UMUM BELANDA : ALGEMENE RECHSWETENSCHAP INGGRIS : JURISPRUDENCE .

Prudence berarti mempunyai keahlian.Pengertian Ilmu Hukum   Ilmu hukum dikenal dengan nama jurisprudence. Pada umumnya yuris prudence diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hukum. Berasal dari kata jus atau juris yang berarti hukum atau hak. .

Inggris : yurisprudence diartikan sebagai pengetahuan perbandingan sistem – sistem hukum dari masyarakat yang berbudaya Perancis : yurisprudence diartikan sebagai pengetahuan mengenai keputusan – keputusan pengadilan. . Amerika Serikat : yurisprudence merupakan sinonim dari kata hukum.

5. CK Allen : ilmu hukum merupakan sintesa ilmiah mengenai asas – asas pokok dari hukum. Holand : ilmu hukum adalah pengetahuan formal mengenai hukum positif. . 3. cita. umum. Ulpianus : ilmu hukum adalah pengetahuan mengenai apa yang benar dan apa yang salah. dan teoritis yang berusaha untuk mengungkapkan asas yang pokok dari hukum dan sistem hukum.•Berbagai pendapat mengenai hal – hal yang diuraikan dalam ilmu hukum 1. Julius Stone : Ilmu hukum merupakan penyelidikan tentang norma – norma. Fitgerald : Ilmu hukum adalah nama yang diberikan kepada suatu cara untuk mempelajari hukum. 4. 2.cita. teknik – teknik hukum dengan mempergunakan pengetahuan mutakhir yang diperoleh dari berbagai ilmu lain di luar disiplin hukum. suatu penyelidikan yang bersifat abstrak.

Cross : Ilmu hukum merupakan pengetahuan tentang hukum dalam semua bentuk dan perwujudannya. sosiologis. Setiap usaha untuk mengembalikan suatu kasus kepada suatu peraturan adalah suatu kegiatan ilmu hukum. 7. 8.6. Llewellyn : Ilmu hukum berisi semua pemikiran mengenai setiap segi kehidupan hukum yang melampaui batas – batas pemecahan permasalahan yang konkret/ praktis. 9. 10. Holmes : Ilmu hukum adalah sekedar hukum dalam seginya yang paling umum. sekalipun nama yang dipakai dalam Bahasa Inggris dibatasi pada artiannya sebagai aturan – aturan yang paling luas dan konsep yang paling fundamental. . Hall : ilmu hukum merupakan usaha pencarian konsep – konsep yang mampu memberikan pernyataan yang memberi arti bagi semua cabang – cabang ilmu hukum. Karl N. 11. RWM Dias : Ilmu hukum berisi pemikiran –pemikiran mengenai hukum dengan dasar yang paling luas. Edgar Bodenheimer : Ilmu hukum berisi pokok bahasan yang meliputi hal – hal yang filsafati. historis maupun komponen – komponen yang analitis dari teori hukum.

hakikat dari sistem – sistem dari hukum. . Asas – asas pokok dari hukum Sistem formal dari hukum Konsepsi – konsepsi hukum dan bekerjanya hukum di dalam masyarakat Kepentingan – kepentingan yang dilindungi oleh hukum Sumber – sumber hukum. bagaimana hukum mewujudkan keadilan Berkembangnya hukum dari masa ke masa Pemikiran – pemikiran mengenai hukum dari masa ke masa Kedudukan hukum dalam masyarakat. cara – cara bekerjanya hukum. tujuan hukum Apakah keadilan itu. 10. 3. 2. Ciri khas keilmuan hukum. 5. 8.•Tujuan 1. 6. 4. 7. sifat – sifat ilmu hukum sebagai ilmu pengetahuan. 9. hubungan antara hukum dengan lembaga – lembaga sosial lain di dalam masyarakat.

. tetapi ilmu hukum melampaui batas – batas hukum yang berlaku di suatu negara tertentu dalam suatu waktu tertentu.•Objek  Ilmu hukum tidak menguraikan mengenai suatu tata hukum tertentu yang kebetulan berlaku di suatu negara tertentu. Jadi hukum sebagai objek studi dari ilmu hukum ditinjau sebagai fenomena universal yang terdapat di semua tempat di dunia dari masa ke masa.

SALAH SATU NILAI YANG MENJADI TUNTUTAN ADALAH KEADILAN. NORMATIF ANALITIS HUKUM DILIHAT SEBAGAI NORMA-NORMA ABSTRAK. BAGAIMANA MEWUJUDKAN NIALI-NILAI TERTENTU DALAM MASYARAKAT. HUKUM DIPAKAI UNTUK MEMENUHI TUJUAN-TUJUAN ATAU KEBUTUHAN-KEBUTUHAN KONKRET MASYARAKAT METODE INI MEMUSATKAN PERHATIAN PADA EFEKTIFITAS DARI HUKUM. HUKUM TIDAK TERKAIT ATAU TERLEPAS DARI ASPEK-ASPEK SOSIAL (POLITIK.EKONOMI)   SOSIOLOGIS HUKUM DILIHAT SEBAGAI ALAT UNTUK MENGATUR MASYARAKAT.METODE DALAM MEMPELAJARI HUKUM :  IDEALIS HUKUM DILIHAT SEBAGAI NILAI. BUDAYA. HUKUM DILIHAT SEBAGAI LEMBAGA OTONOM. .

.TATANAN-TATANAN DALAM MASYARAKAT IDEAL K E S U S I L A A N HUKUM KEBIASAAN KENYATAAN DALAM MASYARAKAT DAPAT DIJUMPAI ADANYA ADANYA 3 TATANAN KEBIASAAN HUKUM KESUSILAAN KETIGA TATANAN TERSEBUT MEMPUNYAI SIFAT YANG BERBEDA-BEDA KARENA NORMA PENDUKUNGNYA MEMPUNYAI SIFAT YANG BERBEDA.

1. 2. 3.TATANAN KEBIASAAN : DIDUKUNG OLEH NORMA KEBIASAAN YAITU KEBIASAAN YANG MEMENUHI SYARAT-SYARAT KETARATURAN KEAJEGAN (TETAP) KESADARAN PENERIMAAN SEBAGAI NORMA OLEH MASYARAKAT  1. .

. TINGKAH LAKU TIDAK MENYIMPANG APABILA SESUAI DENGAN IDE (NILAI) YANG DIINGINKAN MASYARAKAT. IDE (NILAI) SEBAGAI UKURAN UNTUK MENILAI TINGKAH LAKU ANGGOTA MASYARAKAT.2. TATANAN KESUSILAAN :  DIDUKUNG OLEH NORMA KESUSILAAN YANG BERSUMBER PADA IDE (NILAI) YANG MASIH HARUS DIWUJUDKAN DALAM MASYARAKAT.

2. IDE MERUPAKAN CITACITA MASYARAKAT. DIDUKUNG OLEH NORMA HUKUM .TATANAN HUKUM :   1. KENYATAAN SEBAGAI CERMIN BASIS SOSIAL HUKUM (MASYARAKAT). ANTARA IDE DAN KENYATAAN HARUS DIPENUHI. 3.3. DALAM TATANAN HUKUM. KARENA ITU HUKUM HARUS MEMENUHI PERSYARATAN 3 NILAI DASAR YAITU : KEPASTIAN (YURIDIS) KEADILAN (KEADILAN/FILOSOFIS) KEGUNAAN (SOSIOLOGIS) . PEMBUATANNYA DILAKUKAN SECARA SADAR DAN SENGAJA UNTUK MENEGAKKAN KETERTIBAN DALAM MASYARAKAT.

 KETIGA NILAI DASAR TERSEBUT MEMPUNYAI KECENDERUNGAN MENGALAMI KETEGANGAN (SPANNUNGSVERHALTNIS) KARENA MASING-MASING MEMILIKI PERSYARATAN-PERSYARATAN BERBEDA. .

....... Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek : : : : : : : : : : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama Apakah kau rela kalau aku pergi ? Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu Apakah Kau mencintaiku ?? Tentu !! Selamanya akan tetap begitu Apakah kau pernah selingkuh ?? Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu Maukah kau menciumku ?? Ya Sayangku.Sebelum Menikah ... kalau sesudah menikah ??? ....

OBJEK HUKUM. NORMA HUKUM BERSIFAT HIPOTETIS ARTINYA NORMA HUKUM BELUM TENTU SESUAI DENGAN KENYATAAN MASIH MEMERLUKAN PROSES PERWUJUDAN. BERSIFAT DAS SOLLEN (YANG SEHARUSNYA) BUKAN DAS SEIN (SESUAI KENYATAAN). 4. DENGAN DIRUMUSKANYA PERBUATAN ATAU TINGKAH LAKU KE DALAM NORMA HUKUM MAKA MUNCUL ISTILAH-ISTILAH PERBUATAN HUKUM PERISTIWA HUKUM HUBUNGAN HUKUM AKIBAT HUKUM. 3. SUBJEK HUKUM . NORMA HUKUM DIRUMUSKAN DALAM BENTUK STEREOTIP YAITU PERBUATAN ATAU TINGKAH LAKU DIRUMUSKAN DALAM BENTUK YANG UMUM SEHINGGA DENGAN SATU NORMA HUKUM SAJA DAPAT DICAKUP BANYAK PERBUATAN. 2.•PERUMUSAN NORMA HUKUM    1. JADI. 5. 6.

KEKUATANNYA BERSIFAT PERSUASIF. SUMBER HUKUM DAPAT DIBEDAKAN : A.•SUMBER-SUMBER HUKUM SUMBER HUKUM DIARTIKAN SEBAGAI ASAL ATAU SUMBER YANG MELAHIRKAN HUKUM ATAU DARIMANA HUKUM ITU BERASAL. . SUBSTANSI YANG DIHASILKAN BERSIFAT IPSO JURE ( DENGAN SENDIRINYA) SAH DAN MEMPUNYAI KEKUATAN YANG BERSIFAT OTORITATIF 2. SUMBER HUKUM BERSIFAT SOSIAL YAITU SUMBER YANG TIDAK MENDAPATKAN PENGAKUAN SECARA FORMAL OLEH HUKUM ATAU HANYA SEBAGAI SUMBER BAHAN ATAU SUMBER ISI UNTUK PEMBUATAN HUKUM. 1. SUMBER HUKUM BERSIFAT HUKUM YAITU SUMBER YANG DIAKUI OLEH HUKUM SEBAGAI SUMBER HUKUM SEHINGGA SECARA LANGSUNG MELAHIRKAN HUKUM.

1. DOKTRIN . UU 2.B. SUMBER HUKUM FORMAL SUMBER HUKUM DENGAN BENTUK TERTENTU YANG MERUPAKAN DASAR BERLAKUNYA HUKUM SECARA FORMAL : 1. TRAKTAT 4. PERJANJIAN 5. FAKTOR KEMASYARAKATAN YAITU REALITAS HIDUP MASYARAKAT (STRUKTUR EKONOMI. KEBUTUHAN MASYARAKAT) 2. YURISPRUDENSI 3. SUMBER HUKUM MATERIAL FAKTOR MENENTUKAN ISI HUKUM YAITU FAKTOR IDEAL (KEADILAN).

SUMBER HUKUM YANG BERASAL DARI KEHENDAK YANG BERKUASA (TOP – DOWN/ATAS BAWAH) 2. SUMBER HUKUM YANG BERASAL DARI KEHENDAK MASYARAKAT (BOTTOM – UP/BAWAH ATAS) . PENDAPAT ALLEN 1.C.

BERSIFAT UMUM DAN KOMPREHENSIF BERSIFAT UNIVERSAL MEMILIKI KEKUATAN UNTUK MENGOREKSI DAN MEMPERBAIKI DIRINYA SENDIRI (ADANYA KLAUSUL) . 2.PERUNDANG-UNDANGAN A. 3. CIRI-CIRI PERUNDANG-UNDANGAN : 1.

MENGABAIKAN CIRI-CIRI KHUSUS YANG ADA DALAM MASYARAKAT  PERKEMBANGAN HUKUM DALAM BENTUK PERUNDANG-UNDANGAN INI MELAHIRKAN SUATU PEMIKIRAN KODIFIKASI . KELEBIHAN : 1. TINGKAT KEPASTIAN YANG JELAS II. TINGKAT PREDIKSI TINGGI 2.I. KAKU 2. KELEMAHAN : 1.

ASAS-ASAS HUKUM   DALAM PEMBUATAN HUKUM TIDAK BOLEH MENINGGALKAN ASAS HUKUM. KARENA ASAS HUKUM BERISI NILAI-NILAI DAN TUNTUTAN ETIS. LEX SUPERIOR DEROGAT LEGI INFERIORI (APABILA TERJADI KONFLIK ANTARA UU YANG TINGGI DENGAN YANG RENDAH MAKA YANG TINGGI YANG BERLAKU) . LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALI (APABILA TERJADI KONFLIK ANTARA UU KHUSUS DENGAN UU UMUM MAKA UU KHUSUS YANG BERLAKU) 7. RES JUDICATA PRO VERITATE HABETUR ( APA YANG DIPUTUS HAKIM HARUS DIANGGAP BENAR) 2. SIMILIA SIMILIBUS (PERKARA YANG SAMA (SEJENIS) HARUS DIPUTUS SAMA (SERUPA) 6. CONTOH ASAS-ASAS HUKUM 1. PRESUMPTION OF INNOCENCE (PRADUGA TAK BERSALAH) 4. IN DUBIO PRO REO ( DALAM TERAJADI KERAGU-RAGUAN DIAMBIL KEPUTUSAN YANG MENGUNTUNGKAN TERDAKWA) 3. PACTA SUNT SERVANDA ( PERJANJIAN YANG SUDAH DISEPAKATI BERLAKU SEBAGAI UU BAGI PARA PIHAK YANG BERSANGKUTAN) 5. ASAS HUKUM DIKATAKAN SEBAGAI JANTUNGNYA PERATURAN HUKUM ATAU RATIO LEGIS PERATURAN HUKUM.

TUMBUH DAN BERKEMBANG SERTA MEN UNJUKKAN BAHWA HUKUM ITU BUKAN SEKEDAR KUMPULAN DARI PERATURAN-PERATURAN BELAKA. .  PATON MENGATAKAN : ASAS HUKUM SEBAGAI SUATU SARANA YANG MEMBUAT HUKUM ITU HIDUP. SEMUA PERATURAN TERSUSUN SECARA HIERARKI YANG BERSUMBER DARI TATA NILAI DASAR ATAU NORMA DASAR (GRUND NORM). OBJEK ILMU HUKUM ADALAH HUKUM POSITIF YAITU DARI HUKUM DASAR SAMPAI PADA PERATURANPERATURAN PALING KONKRET. NORMA DASAR INI JUGA MERUPAKAN SUMBER ASAS HUKUM. HANS KELSEN : DALAM TEORI STUFENBAU DIKATAKAN BAHWA AGAR ILMU HUKUM DITELAAH SECARA EMPIRIK DAN ANALISIS YANG LOGIS RASIONAL.

2. KULTUR HUKUM ASAS-ASAS DAN KAIDAH-KAIDAH KELEMBAGAAN HUKUM PROSES PERWUJUDAN KAIDAH-KAIDAH DALAM KENYATAAN . STRUKTUR HUKUM 2. SUBSTANSI HUKUM 3.   LAWRENCE FRIEDMAN : SISTEM HUKUM TERDIRI ATAS 3 KOMPONEN 1.SISTEM HUKUM : PEMBUATAN HUKUM DIDASARKAN PADA NORMA DASAR SEBAGAI ASAS SEHINGGA AKAN TERBENTUK SISTEM HUKUM. MOCHTAR KUSUMAATMADJA : SISTEM HUKUM TERDIRI ATAS 3 KOMPONEN : 1. 3.

TIDAK BOLEH ADA KEB IASAAN SERING MENGUBAH PERATURAN SEHINGGA MENYEBABKAN ORANG KEHILANGAN ORIENTASI 8. PERATURAN-PERATURAN HARUS DISUSUN DALAM RUMUSAN YANG BISA DIMENGERTI 5. SUATU SISTEM HUKUM HARUS MENGANDUNG PERATURANPERATURAN 2.FULLER : UNTUK MENGUKUR SISTEM HUKUM DAPAT DILIHAT DARI 8 ASAS (PRINCIPLES OF LEGALITY ) 1.PERATURAN HARUS DIUMUMKAN 3. PERATURAN-PERATURAN TIDAK BOLEH MENGANDUNG TUNTUTAN YANG MELEBIHI DARI YANG DAPAT DILAKUKAN 7. HARUS ADA KECOCOKAN ANTARA PERATURAN DENGAN PELAKSANAAN SEHARI-HARI . TIDAK BOLEH ADA PERATURAN YANG BERLAKU SURUT 4. TIDAK BOLEH MENGANDUNG PERATURAN-PERATURAN YANG SALING BERTENTANGAN 6.

TATA HUKUM SUATU NEGARA TERSUSUN SECARA BERTINGKAT DARI NORMA TERTINGGI ATAU NORMA DASAR (GRUND NORM) SAMPAI PADA NORMA KON KRET.PENERAPAN HUKUM ADALAH KON KRETISASI ATAU INDIVIDUALISERUNG ATAU PEMOSITIVAN YAITU PROSES YANG BERGERAK DARI NORMA YANG ABSTRAK (UMUM) SAMPAI PADA NORMA-NORMA KONKRET (KHUSUS).PENERAPAN HUKUM :   ADALAH PENGGUNAAN SUATU PERATURAN HUKUM TERHADAP SUATU KEJADIAN KONKRET. . .HANS KELSEN . PERATURAN HUKUM (ABSTRAK) DAN UMUM ITU DIKONKRETKAN SEHINGGA DAPAT DIGUNAKAN TERHADAP KEJADIAN KONKRET TERDAPAT 4 TEORI : 1.

KARENA TIDAK BOLEH MENYIMPANG DARI UNDANGUNDANG. DI LUAR UNDANG-UNDANG SUDAH TIDAK ADA LAGI HUKUM. KARENA HUKUM SUDAH DIRUMUSKAN DALAM UNDANG-UNDANG. . LEGISME PENERAPAN HUKUM ADALAH PENERAPAN UNDANG-UNDANG.2 . TUGAS HAKIM SEBAGAI MULUT UNDANGUNDANG (LA BOUCHE DE LA LOI).

LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF.3. . HAKIM DAPAT MENGESAMPINGKAN UNDANGUNDANG DAN MEMBUAT HUKUM SENDIRI PADA WAKTU MEMUTUSKAN PERKARA KONKRET. HUKUM TIDAK HANYA TERDAPAT DALAM UNDANG-UNDANG TETAPI TERMASUK DI LUAR UNDANG-UNDANG. AJARAN HUKUM BEBAS (DAS FREIE RECHTSCHULE)    PENERAPAN HUKUM ADALAH MENCIPTAKAN HUKUM BARU. HAKIM BERPERAN SEBAGAI YUDIKATIF.

PAUL SCHOLTEN   PENERAPAN HUKUM ADALAH PENEMUAN HUKUM (RECHTSVINDING). KARENA ADANYA BEBERAPA KEMUNGKINAN YANG DAPAT DIPERGUNAKAN DALAM MENYELESAIKAN SUATU PERISTIWA KONKRET TERTENTU. MEMILIH DAN MENILAI SERTA MENIMBANG SAMPAI AKHIRNYA MENEMUKAN HUKUM YANG TEPAT UNTUK PERISTIWA KONKRET. HAKIM TIDAK HANYA SEKEDAR MENERAPKAN HUKUM TETAPI MENCARI. .4.

 ALIRAN –ALIRAN (MAZHAB) DALAM ILMU HUKUM .

(Positivisme) Hukum adalah perintah (command) dari penguasa atau kekuasaan yang berdaulat (souvereign). .  Mazhab Imperatif.

 Hukum positif adalah peraturan untuk melakukan perbuatan yang berlaku umum. yang diberikan oleh golongan yang secara politis kedudukannya lebih tinggi (political superior) kepada golongan yang secara politis kedudukannya lebih rendah (political inferior) .

 Hukum positif adalah peraturan untuk melakukan perbuatan yang berlaku umum. yang diberikan oleh golongan yang secara politis kedudukannya lebih tinggi (political superior) kepada golongan yang secara politis kedudukannya lebih rendah (political inferior) .

sehingga hukum melalui proses yang perlahan-lahan sama halnya dengan bahasa. . berubah menurut waktu dan tempat. Mazhab sejarah menitik beratkan pada jiwa bangsa (volksgeist).  Mazhab Sejarah Hukum itu ditentukan secara historis.

  Sumber hukum adalah perasaan keadilan yang instingtif yang dimiliki setiap bangsa. Tokoh : Friedrich Carl von Savigny . Jiwa bangsa yang sama-sama hidup dan bekerja di dalam tiap-tiap individu menghasilkan hukum positif.

perkembangan ekonomi. institusi sosial. .  Mazhab Sosiologis Hukum merupakan hasil pertentanganpertentangan dan hasil perimbangan (balance) antara kekuatan-kekuatan sosial. cita-cita sosial. pertentangan dan perimbangan kepentingankepentingan golongan-golongan atau klasklas dalam masyarakat.

Mazhab sosiologis disebut mazhab hukum bebas karena hakim bebas untuk menggali sumbersumber hukum yang terdapat dalam masyarakat yang berwujud kebiasaan-kebiasaan. . bukan norma tetapi kebiasaan-kebiasaan manusia yang menjelma dalam perbuatan atau perilaku di dalam masyarakat.  Hukum adalah suatu gejala masyarakat. perbuatanperbuatan dan adat.

  Berlakunya hukum tergantung pada penerimaan masyarakat dan tiap golongan menciptakan sendiri-sendiri bagi golongan itu masing-masing suatu hukum yang hidup (the living law). Tokoh : Eugen Ehrlich .

dengan menimbulkan pergeseran (friction) yang seminimal mungkin. Fungsi hukum adalah melakukan “social engineering” yaitu alat untuk rekayasa sosial (masyarakat).  Mazhab Fungsional kebutuhan-kebutuhan semaksimal mungkin. .

   Mazhab Hukum Alam Sejarah hukum alam merupakan sejarah usaha umat manusia untuk menemukan keadilan yang mutlak beserta kegagalan-kegagalan dalam usaha tersebut Sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang ini ide tentang hukum alam selalu timbul sebagai suatu perwujudan dari usaha manusia untuk menemukan hukum yang lebih tinggi dari hukum positif .

pada saat yang lain ide ini diabaikan tetapi bagamanapun juga ide tentang hukum alam tidak pernah lenyap. Hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku universal dan abadi . Pada suatu waktu tertentu ide tentang hukum alam timbul dengan kuat.

    Thomas Aquinas berpendapat bahwa di samping kebenaran wahyu juga terdapat kebenaran akal. dan itulah diperlukan iman. Aquinas dipakai untuk menjelaskan perbedaan antara filsafat dan teologia. Ada dua pengetahuan : pengetahuan alamiah berpangkal pada akal pengetahuan iman bersumber pada wahyu ilahi. Menurutnya. . Pembedaan ini oleh T. ada pengetahuan yang tidak dapat ditembus oleh akal.

Aquinas mendefinisikan hukum sebagai ketentuan akal untuk kebaikan umum yang dibuat oleh orang yang mengurus masyarakat. Berbicara tentang hukum. . T.

 .Hukum dapat dibedakan : A.Lex aeterna yaitu hukum rasio Tuhan yang mengatur segala sesuatu dalam alam semesta. Manusia tidak mampu memahami lex aeterna secara keseluruhan.

B.Lex divina yaitu hukum rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh pancaindera manusia (sebagian saja). . petunjukpetunjuk dari Tuhan yang tercantum dalam kitab-kitab suci.

.Lex Naturalis : hukum alam yaitu penjelmaan lex aeterna dalam akal pikiran manusia yang memberikan pengarahan atau pengajaran kepada manusia utk membedakan baik dan buruk.C.

maka hukum harus menyesuaikan diri pada dalil-dalil bekerjanya akal.D.Lex Humana /Positivis yaitu rumusan hukum. Karena sumber utama dari hukum adalah akal. dan hukum yang bertentangan dengan hukum alam tidak dapat disebut dengan hukum . Hukum yang tidak adil dan tidak dapat diterima akal.

Hukum berubah-ubah dan diciptakan pengadilan.   Realisme Aliran ini meninggalkan hukum yang abstrak kepada pekerjaan-pekerjaan yang praktis untuk menyelesaikan praktik-praktik dalam masyarakat. . Aliran ini berpandangan bahwa masyarakat lebih cepat berubah daripada hukum. hukum sebagai sarana mencapai tujuan sosial.

•PENAFSIRAN HUKUM / INTERPRETASI HUKUM : UNTUK MENCARI MAKSUD DAN ISI UU KARENA :  PERATURAN HUKUM SUDAH TIDAK SESUAI DENGAN KEJADIAN SEKARANG  UU SELALU KETINGGALAN ZAMAN DIBANDINGKAN DENGAN PERUBAHAN MASYARAKAT  KETERTINGGALAN PEMBENTUKAN UU DENGAN KEBUTUHAN KONKRET MASYARAKAT  TIDAK MUNGKIN SETIAP KALI DILAKUKAN PERUBAHAN UU DENGAN DEMIKIAN UU YANG ADA DIGUNAKAN SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT DENGAN CARA PENAFSIRAN HUKUM .

CONTOH : PENAFSIRAN PASAL 448 KUHP TENTANG KAPAL YANG DIMAKSUD KAPAL MENURUT UU ATAU PADA WAKTU KUHP DISUSUN ADALAH KAPAL LAUT. DALAM HAL INI LISTRIK DIMASUKKANDALAM PENGERTIAN BARANG . NAMUN. SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN TELAH DITEMUKAN KAPAL TERBANG SEHINGGA PASAL 448 KUHP DAPAT DITERAPKAN DENGAN JALAN INTERPRETASI BERDASARKAN UU N0 4 TAHUN 1976 TENTANG PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KUHP BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PIDANA. KEJAHATAN PENERBANGAN DAN KEJAHATAN TERHADAP SARANA/PRASARANA PENERBANGAN   PASAL 362 KUHP DAPAT DITERAPKAN DENGAN JALAN PENAFSIRAN TERHADAP PENCURIAN LISTRIK.

3. PENAFSIRAN HISTORIS PENAFSIRAN SISTEMATIS(EKSTENSIF) PENAFSIRAN GRAMATIKAL  ZU ENDE DENKEN ( MELIHAT KE DEPAN) 1.•MACAM-MACAM PENAFSIRAN HUKUM GUSTAV RADBRUCH MEMBAGI PENAFSIRAN HUKUM :  NACH DENKEN (MELIHAT KE BELAKANG) 1. ANALOGI PENGHALUSAN HUKUM . 2. 2.

•BENTUK-BENTUK PENAFSIRAN HUKUM YANG LAIN :     PENAFSIRAN PENAFSIRAN PENAFSIRAN PENAFSIRAN CONTRARIO SOSIOLOGIS TELEOLOGIS OTENTIK/AUTENTIK ARGUMENTUM A .

.....Sebelum Menikah .. Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek Cowok Cewek : : : : : : : : : : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama Apakah kau rela kalau aku pergi ? Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu Apakah Kau mencintaiku ?? Tentu !! Selamanya akan tetap begitu Apakah kau pernah selingkuh ?? Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu Maukah kau menciumku ?? Ya Sayangku....... kalau sesudah menikah ??? .