You are on page 1of 19

PENGENDALIAN SUHU PADA KUMBUNG JAMUR TIRAM DENGAN KARUNG GONI SEBAGAI MEDIA PENDINGIN

SKRIPSI

MANUNGGAL AJIE PUTRANTO F14070085

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

1

Keywords: gunny sacks. temperature. the obtained total yield 23.5 kg treatment. IPB Darmaga Campus. yields.com. Indonesia. But the relative humidity is not too much different.7kg without treatment.TEMPERATURE CONTROL IN OYSTER MUSHROOM KUMBUNG WITH BURLAP AS COOLER Manunggal Ajie Putranto and Mad Yamin Department of Mechanical and Biosystem Engineering. Bogor Agricultural University. myamin@telkom. Faculty of Agricultural Engineering and Technology.net ABSTRACT A study was conducted in order to know the difference oyster mushroom yields given burlap and cooling treatment and with the one not given treatment. oyster mushroom 2 . In this study using burlap as a coolant. Installation of pipe used to drain burlap sacks that are stored on the sidelines of the shelves. PO Box 220. Bogor. Yields of both condition oyster mushroom with total 75 baglogs. West Java. Phone +62 856 92072834. watering is done automatically using a timer every 15 minutes. After some time using treated burlap visible difference in temperature between the cooling rack using a burlap sack with a none. while the total yield 16. e-mail: manu_zee@yahoo.

daerah ini merupakan daerah yang sangat ideal untuk budidaya jamur tiram. Sedangkan daerah yang lain yang selain daerah yang sangat ideal. serta pengamatan produksi dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rak yang diberikan perlakuan dengan pendingin karung goni mempengaruhi suhu disekitar rak.Manunggal Ajie Putranto. Dari hasil total bobot panen 75 baglog pada rak perlakuan didapatkan total bobot sebesar 23. 3 . di Jawa Barat sentra jamur masih berada di daerah dataran tinggi seperti Lembang.7 kg. dan Cipanas. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram adalah suhu. Pangalengan. yang saat ini sedang sangat diminati dan mulai digemari adalah jamur tiram. pada penelitian ini peneliti ingin mecoba menggantikan peran mesin pendingin. sehingga suhu di sekitar rak perlakuan memiliki perbedaan yang cukup besar dengan rak yang tidak diberikan perlakuan yaitu di angka 4°C. Namun dari kelembaban. Pada peneltian ini untuk memompa air menggunakan pompa shimizu.31% . Salah satunya adalah komoditi holtikultura. Tahap kedua yaitu penelitian utama yaitu terditi dari: penanaman. namun biaya yang dikeluarkan terlalu besar dan penggunaan energinya juga besar. dengan suhu yang rendah serta kelembaban yang tinggi. Jamur memiliki syarat tumbuh dengan suhu diantara diantara16-22°C dan kelembaban 80-90%. perawatan dan penyiraman jamur tiram. pengukuran suhu awal. 2011 ` RINGKASAN Indonesia merupakan Negara agraris yang memilki komoditi pertanian yang sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembasahan karung goni sebagai media pendingin ruangan terhadap produktivitas jamur tiram . Cisarua.5 kg. adapun banyak cara yang bisa digunakan untuk menurunkan suhu. masih banyak lahan yang bisa dan berpotensi untuk menjadi tempat budidaya namun terbentur oleh faktor lingkungan. seperti menggunakan mesin pendingin. Di bawah bimbingan Mad Yamin. perhitungan waktu. Pengendalian Suhu pada Kumbung Jamur Tiram deangan Karung Goni sebagai Media Pendingin. dan pada rak tanpa perlakuan berada di angka 90. dengan menggunakan karung goni sebagai pendingin.dengan kapasitas 34 liter/min. untuk dapat tumbuh dengan baik. dan pembuata instalasi timer untuk penyiraman. pada rak perlakuan dan tanpa perlakuan tidak jauh berbeda yaitu pada rak perlakuan rata-rata kelembaban pada pagi hari 90%. Dapat dilihat hasil panen jamur tiram dari total bobot dapat diambil kesimpulan bahwa dengan pembasahan karung goni sebagai media pendingin ruangan ternyata dapat mempengaruhi produktivitas jamur tiram. Penyiraman pada baglog jamur tiram dilakukan 2 kali dalam sehari yatu pada pagi hari dan sore hari. Pengairan untuk mengaliri karung goni di set setiap 15 menit sekali yang berlangsung terus menerus selama 24 jam. Penelitian ini dilakuan dalam dua tahap. pertama penelitian pendahuluan yaitu: penempatan karung goni.F14070085. sedangkan hasil panen pada rak tanpa perlakuan didapatkan total bobot hasil panen sebesar 16.

Institut Pertanian Bogor Oleh MANUNGGAL AJIE PUTRANTO F14070085 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011 4 .PENGENDALIAN SUHU PADA KUMBUNG JAMUR TIRAM DENGAN KARUNG GONI SEBAGAI MEDIA PENDINGIN SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN pada Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Fakultas Teknologi Pertanian.

19661201 199103 1 004 Tanggal Lulus: 5 . MT NIP. Mad Yamin. Ir. 19531230 198603 1 002 Mengetahui: Ketua Departemen. Desrial. M.Eng NIP.DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Judul Skripsi : Pengendalian Suhu pada Kumbung Jamur Tiram dengan Karung Goni sebagai Media Pendingin Nama : Manunggal Ajie Putranto NIM : F14070085 Menyetujui. Pembimbing Ir. Dr.

dan belum diajukan dalam bentuk apapun pada perguruan tinggi manapun. Bogor. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain. Oktober 2011 Yang membuat pernyataan Manunggal Ajie Putranto F14070085 6 . telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi dengan judul Pengendalian Suhu pada Kumbung Jamur Tiram dengan Karung Goni sebagai Media Pendingin adalah hasil karya saya sendiri dengan arahan Dosen Pembimbing Akademik.

SDN Polisi 4 Bogor (1995-2001). Penulis lahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Penulis memilih Program Studi Teknik Pertanian. SMAN 5 Bogor (2004-2007). 7 . penulis melaksanakan praktik lapangan di PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas. dan pengurus Himateta (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian) periode 2008-2009 sebagai staf ristek. dan Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB. Selama mengikuti perkuliahan. dari pasangan Bapak Subiyanto dan Ibu Surjinah. Bogor. Pada tahun 2010. penulis melakukan penelitian sebagai syarat kelulusan Sarjana Teknologi Pertanian dengan judul ” Pengendalian Suhu pada Kumbung Jamur Tiram dengan Karung Goni sebagai Media Pendingin ”. Jawa Barat selama 40 hari kerja dengan topik ”Mempelajari Aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Di PTPN VIII Gunung Mas”. Kab. penulis mengikuti berbagai kegiatan. Lahir pada tanggal 12 Mei 1989 di Bogor. Di tahun berikutnya.BIODATA PENULIS Manunggal Ajie Putranto. termasuk menjadi peserta IPB Go Field yang ditempatkan di desa Tajur pada tahun 2009 selama 40 hari. SLTPN 2 Bogor (2001-2004). Pendidikan formal mulai ditempuh di TK Nugraha (19931995). Departemen Teknik Pertanian (Teknik Mesin dan Biosistem) Fakultas Teknologi Pertanian (2007-2011).

Penelitian ini berjudul “Pengendalian Suhu pada Kumbung Jamur Tiram” dilaksanakan sejak Mei sampai Agustus 2011. Ibu. Shalawat serta salam juga dihaturkan kepada junjungan baginda Rasulullah SAW.Ir. Nikodemus. kasih sayang. Pak Usup. 5. Ayah. Rekan – rekan Teknik Pertanian angkatan 44 atas semangat dan motivasinya penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan kontribusi yang nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Emmy Darmawati. 3. Mad Yamin MT sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama pelaksanaan penelitian dan dalam penyusunan skripsi ini 2. 7.Oktober 2011 Manunggal Ajie Putranto 8 . penulis ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 4. 6. Pak Ahmad serta seluruh civitas Departemen Teknik Mesin dan Biosistem atas bantuan dan kerjasamanya selama penulis melakukan penelitian. Lovren.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Dr. Dhias. Adik dan semua keluarga untuk semua pertolongan. dan semua pengorbanan yang tak ternilai. Adi dan Andini untuk semua bantuannya selama penulis melaksanakan penelitian. serta memberi motivasi dan semangat. Dengan telah selesainya penelitian hingga tersusunnya skripsi ini. Ir. pemimpin besar umat Islam. dukungan moril dan materil. Ichsan. M. Maisari Rahma Putri dan Rasyid Nursyauqi Akhtar atas kesehariannya yang telah menemani penulis. do’a. Bogor.Si atas bantuannya selama penulis melakukan penelitian sebagai penyedia fasilitas penelitian.

..... 1 B.................................................................................................. 20 B...................................... iii DAFTAR ISI ............... Tahapan Penelitian ................................................. 7 E...................................................................................................................................................................................................... Peralatan dan Bahan Pembuatan Instalasi .................................. Tempat dan Waktu .................................................... iv DAFTAR TABEL ........................ Alat Kepras Tebu ................................................................................................................................................................................................................................................................................. 9 C.............. Coolgardie Safe ..........................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .............................................................................................. 13 A......................... 22 9 ........... Deskripsi Perlakuan ........................ Hasil Panen ..................................................................................................... Cara Memperoleh Data dan Pengolahan Data ......................................................................................................................................................................................................................... METODE PENELITIAN .................................................................................................................................................................................... SIMPULAN DAN SARAN ............................................. TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................................................... Pembudidayaan ...................................... Alat dan Bahan ....... 21 LAMPIRAN ............................... Pengukuran Suhu dan Kelembaban .............................................................................................................................................................. Tujuan ..................................................................................... 20 A................................ 3 C......................... vi DAFTAR LAMPIRAN ........ HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................... 13 B............................................................................................ 2 B................................................ Saran ............................................................................................. 11 IV.............................................. 7 III.................................................................................................................................... 9 2........................................... Simpulan .... Kumbung Jamur ................................................... Peralatan dan Bahan Penelitian .......................... v DAFTAR GAMBAR ........................................................................... 9 D... Latar Belakang ........ 1 II........................... vii I. 1 A..... 9 A............. 19 V................................. PENDAHULUAN ...................... 9 1......................................................................... Jamur Tiram ........................ 14 C................................................... 9 B............................. 3 D...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 2 A..................................................................... 20 DAFTAR PUSTAKA ...................................................

3 10 . Formulasi pada baglog………………………………………………………………….DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.

................... 18 11 ....................................................................... 16 Gambar 15......................................................... Coolgardie Safe ..................................................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.................... 13 Gambar 10............. 15 Gambar 13........................... Grafik Rh (%) tanpa perlakuan sore hari ............................... 17 Gambar 17.................. Skema pengairan pada karung goni .................. 14 Gambar 11........................... 14 Gambar 12.............. Grafik Rh (%) tanpa perlakuan pagi hari .............................................................. Grafik suhu perlakuan dan tanpa perlakuan pada siang hari ................................................... 10 Gambar 4.............. Grafik Rh (%) perlakuan siang hari ...... 6 Gambar 2......................................................................................................... 13 Gambar 9...................... 12 Gambar 7................................ Rak Kontrol ........................... Skema Penelitian ................................. 16 Gambar 14.. Grafik suhu perlakuan dan tanpa perlakuan pada pagi hari ..Grafik panen tanpa perlakuan tiap baglog ............................... 17 Gambar 16..... Karung goni pada rak yang diberi perlakuan .............................................................................................................................................. 11 Gambar 6.....................................................................Grafik panen perlakuan tiap baglog ..............................................Grafik total hasil panen selama 3 bulan ............................... Grafik Rh (%) perlakuan sore hari .................................................. 11 Gambar 5................................. Grafik suhu perlakuan dan tanpa perlakuan pada sore hari .................................................. 12 Gambar 8................... 9 Gambar 3........................................ Grafik Rh (%) perlakuan pagi hari ............................................ Grafik Rh (%) tanpa perlakuan siang hari ..

........................................................................................ Data nilai suhu harian perlakuan ............................................ Gambar peralatan pendukung penelitian ...................................................... Data nilai suhu harian control ..... 32 Lampiran 5....................... 32 Lampiran 7..... 26 Lampiran 3......................................................... 29 Lampiran 4.................................................... 23 Lampiran 2........................ 36 Lampiran 10........................................................................................................ 34 Lampiran 8..................................................................... 35 Lampiran 9....... Gambar Viktorial Kumbung ......................... 32 Lampiran 6................... Gambar Tampak Atas Kumbung ...................... 37 12 ... Gambar peralatan pendukung penelitian ............................................................... Gambar Viktorial Kumbung ................................. Data nilai Rh (%) perlakuan dan kontrol ........... Gambar Ortagonal Kumbung ................................ Gambar alat dan instrumen pengujianinstalasi pengairan ........DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1..................

I. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki komoditi pertanian yang sangat beragam. Diperlukan lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan adapun factor lingkungan yang sangat berpengaruh di sekitar tanaman. Tujuan Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembasahan karung goni sebagai media pendingin ruangan terhadap produktvitas jamur tiram. kerupuk jamur tiram. 13 . nugget jamur tiram. Dari data dapat dilihat bahwa jamur senang pada suhu yang rendah.69 gram dan 21 ºC sebesar 362 gram. Jamur tiram merupakan jamur konsumsi yang memilki rasa yang enak serta jamur tiram dapat dijadikan sebagai produk turunan. suhu media tanam. Sedangkan daerah yang lain selain daerah ideal masih ada lahan yang bisa dan berpotensi untuk menjadi tempat budidaya namun terbentur oleh faktor lingkungan. Jawa Barat merupakan sentra jamur masih berada di daerah dataran tinggi seperti Lembang. Berdasarkan fakor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram dari tahap tumbuh buah sampai panen yaitu suhu dan kelembaban. namun penggunaan mesin pendingin memerlukan biaya dan energi yang besar. puding jamur tiram. kecepatan angin. Cisarua. dengan teknologi yang sederhana dan mudah diaplikasikan tanpa memerlukan biaya yang besar serta penggunaan energi yang besar. dan zupa soup jamur tiram. kelembaban relatf. sate jamur tiram. Pada penelitian ini. untuk dapat tumbuh sengan baik. seperti: jamur crispy. dan Cipanas. sehingga banyak sekali peluang untuk mengusahakan jamur ini dari hulu hingga ke hilir. dan unsur hara. kripik jamur tiram. sehingga suhu yang diatur dapat stabil. B. Jamur memiliki syarat tumbuh dengan suhu 16-22°C dan kelembaban 80-90%. permen jeli jamur tiram. Pangalengan. Salah satunya ada di komoditas hortikultura. pada penelitian sebelumnya menurut Daryani (1999) disebutkan bahwa hasil panen pada suhu 17ºC sebesar 391 gram lebih tinggi dibandingkan dengan suhu 19 ºC sebesar 379. PENDAHULUAN A. daerah ini merupakan daerah yang sangat ideal untuk tumbuhan jamur tiram. Pada penelitiannya Daryani menggunakan mesin pendingin. peneliti ingin mencoba menggantikan fungsi mesin pendingin dengan menggunakan karung goni sebagai pendingin. kelembaban media tanam. Jika dilihat dari berbagai produk olahan jamur tiram dilihat dari segi usaha maka peluang usaha menbudidayakan jamur tiram sangatlah menggiurkan karena kebutuhan masyarakat terhadap jamur tiram sangat tinggi. pastel jamur tiram. yang saat ini sangat diminati dan mulai digemari adalah jamur tiram.

dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 . Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak. oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran 60 . Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram. Untuk itu. substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.28 OC dengan kelembaban 60 . jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.) yang mulai banyak dibudidayakan antara lain sebagai berikut: 1. Di alam bebas. tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. saat ingin membudidayakan jamur ini. 14 . Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat). Jenis jamur tiram (Pleurotus sp. Jamur Tiram Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. dikenal pula dengan nama shimeji grey (varietas sajor caju).22 OC. Pada masa pertumbuhan misellium. dikenal pula dengan nama shimeji white (varietas florda) 2. jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 . Jamur tiram putih. Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Jamur tiram abu-abu. TINJUAUAN PUSTAKA A. di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah. coklat. Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. dengan permukaan yang hampir licin. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh. Secara alami.ostreatus Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam.70 %. Jamur Tiram diklasifikasikan sebagai berikut (Anonim) : Kingdom : Fungi Filum : Basidiomycota Kelas : Homobasidiomycetes Ordo : Agaricales Famili : Tricolomataceae Genus : Pleurotus Species : P. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat.70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 . hingga putih. Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar. abu-abu.II. Selain itu. jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Kumbung Jamur Pada budidaya jamur secara tradisional. ruang penanaman atau sering juga disebut ruang growing digunakan untuk menumbuhkan jamur. Jamur tiram memiliki khasiat untuk kesehatan manusia sebagai protein nabati yang tidak mengandung kolesterol sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung serta untuk mengurangi berat badan diabetes. Jamur tiram cokelat mempunyai rumpun yang sangat sedikit dibandingkan dengan jamur tiram putih dan jamur tiram abu-abu. Jenis-jenis jamur tersebut mempunyai sifat pertumbuhan yang hamper sama.3. Kandungan asam folatnya (Vitamin Bkomplek) tinggi sehingga dapat menyembuhkan anemia (kekurangan darah) dan obat anti tumor. Ruang ini dilengkapi pula dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabut yang dipasang pada rak penanaman ataupun pengabut yang terpisah dari rak. 15 . tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Asam amino merupakan senyawa penyusun protein. Ruang ini dilengkapi pula dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot yang dipasang pada rak penanaman ataupun pengabut yang terpisah dari rak. Setiap rumpun mempunyai percabangan yang cukup banyak. Daya simpan lebih lama dibandingkan dengan jamur tiram abu-abu. Pengabut tersebut berfungsi untuk menyemprotkan air sehingga ruangan bisa diatur dalam kondisi yang optimal (kelembaban 80-90%). 1. Sirkulasi udara pada ruang penanaman harus cukup. Jamur tiram puth tumbuh membentuk rumpun dalam satu media.1997). jamur abu-abu. dikenal juga dengan nama jamur shakura (varietas flabellatus) Dari beberapa jenis jamur tersebut. 1997). B. Jamur tiram cokelat. tidak terlalu besar tetapi tidak terlalu kecil (Cahaya. Daya simpannya paling pendek. dikenal juga dengan nama jamur abalaon (varietas cystidiosus) 4. jamur tiram putih. dan cokelat paling banyak dibudidayakan karena mempunyai sifat adaptasi dengan lingkungan yang baik dan tingkat produktivitasnya cukup tinggi. Jamur tiram abu-abu mempunyai rumpun paling banyak dibandingkan dengan jamur tiram abu-abu. kumbung pembiakkan dapat terbuat dari rangka kayu atau bambu yang diselubungi oleh plastik hitam atau jerami. 2. Menurut Yuniasmara (1997). Jamur tiram memilki kandungan asam amino yang hampir sama dengan telur ayam (protein hewani). tetapi tudungnya lebih tebal dan daya simpan lebih lama. meskipun tudungnya lebih tipis dibandingkan dengan jamur tram cokelat dan jamur tiram abu-abu. Kumbung atau ruang penanaman digunakan untuk menumbuhkan jamur. Pengabut tersebut berfungsi untuk menyemprotkan air sehingga ruangan bisa diatur dalam kondisi yang optimal (suhu 16-22° dengan kelembapan 80-90%) (Cahaya. Dalam ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak untuk meletakkan bag log jamur. Digunakan untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi (Tahrir 2002). Jamur tiram merah. tetapi jumlah cabangnya sedikit dan lebih tipis dibandingkan dengan jamur tiram cokelat. yang menjadi bahan pembentuk tubuh manusia dan hewan (Ardiansyah 2006). Ruang penanaman atau sering disebut juga disebut dengan ruang growing digunakan untuk menumbuhkan jamur. 3.

Biasanya setiap pengusaha mempunyai formulasi khusus. Pengayakan Sebuk kayu yang diperoleh dari pengrajin mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik karena di dalamnya biasanya terdapat potongan-potongan kayu yang cukup besar.5 0.C. Untuk mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji harus diayak. serbuk kayu ditiriskan. kapur dan gips disiapkan sesuai dengan kebutuhan. juka produksi cukup besar maka pencampuran dilakukan dengan mesin pencampur (mixer). Ukuran ayakan yang digunakan sama dengan ukuran ayakan untuk mengayak pasir. Perbandingan kebutuhan bahan-bahan tersebut ada pada Tabel 1 Tabel 1. Senyawa-senyawa yang lebih sederhana akan lebih mudah dicerna oleh jamur. Proses pengukusan ini bertujuan untuk mengurangi mikroba yang dapat menggangu pertumbuhan jamur tiram yang ditanam. Formulasi pada bag log Kapur Serbuk Kayu Tapioka Bekatul Gips TSP (Kg) Formulasi (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) I 100 II 100 III 100 IV 100 5 Sumber: Bisnis Jamur Tiram di Rumah Sendiri.5 0. ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan Persiapan Serbuk kayu.5 0. Pencampuran harus dilakukan secara merata. Dengan tidak meratanya campuran media sangat berpengaruh terhadap pertumbukan jamur. Pengayakan dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Pengukusan Pengukusan serbuk kayu yang telah direndam dilakukan pada suhu 80-90oC selama 46 jam. Pengomposan Pengomposan dimaksudkan untuk mengurai senyawa-senyawa kompleks dalam bahan-bahan dengan bantuan mikroba sehingga diperoleh senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Di samping itu perendaman juga berfungsi untuk melunakkan sebuk kayu agar mudah diuraikan oleh jamur. bekaul. sehingga memungkinkan pertumbuhan jamur akan lebih baik. 3. selanjutnya dicampur dengan serbuk gergaji yang telah dikukus. Dalam proses pencampuran diusahakan tidak terjadi gumpalan. Perendaman dilakukan dengan cara memasukkan serbuk gergaji ke dalam karung plastik untuk mengurangi kehilangan serbuk kayu selama perendaman. Perendaman dilakukan selama 6-12 jam. 2010 15 5 10 10 5 2. bahan-bahan organik yang terdapat dalam serbuk kayu akan mudah diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana.. Pencampuran Bahan-bahan tambahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan.5 5 1 0. 6. Namun. terutama serbuk gergaji dan kapur. Pengomposan dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutup secara rapat dengan 16 . Hal tersebut berdasarkan pengalaman masing-masing pengusaha yang dilakukan di tempat yang berbeda yang lebih menguntungkan. Dalam pembudidayaan jamur kayu.5 2. Pengukusan juga diharapkan dapat melarutkan minyak dan getah yang terdapat pada kayu. Berdasarkan Tabel 1 dapat dipilih salah satu formulasi yang sesuai dengan tempat budi daya. 5.5 1 0. karena dapat mengakibatkan komposisi media yang diperoleh tidak merata. Pada Tabel 1 terdapat berbagai formulasi media untuk pertumbuhan jamur tiram. Pencampuran dapat dilakukan secara manual dengan tenaga manusia apabila kapasitas produksinya masih kecil. Pembudidayaan 1. 4. Setelah perendaman selesai. Selain itu. Perendaman Perendaman serbuk gergaji perlu dilakukan untuk menghilangkan getah dan minyak yang terdapat pada serbuk kayu. Hal ini mengakibatkan tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Namun. apabila skala produksinya cukup besar maka dapat menggunakan mesin pengayak.5 2.

Penumbuhan Media tumbuh jamur yang sudah putih oleh miselia jamur setelah berumur 40-60 hari sudah siap untuk dilakukan penanaman (growing atau farming). kapang. inokulasi secara tusukan dilakukan dengan cara membuat lubang di bagian tengah media melalui ring (cincin) sedalam ¾ dari dari tinggi media. Kadar air campuran atau kompos harus diatur pada kondisi 50-65% dengan tingkat keasaman (pH) 6-7. maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Biasanya media akan tampak putih secara merata antara 40-60 hari sejak dilakukan inokulasi. kantong plastik dengan ukuran 20 cm x 30 cm biasanya menghasilkan media seberat 800-900 g.menggunakan plastik selama 1-2 hari. Sementara itu. Apabila suhu terlalu rendah atau tinggi maka ruangan tempat inkubasi tersebut harus diatur. Apabila kapasitas produksi cukup besar maka kegiatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengisi (filler). Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata. Untuk melakukan sterilisasi dapat digunakan alat yang sangat sederhana. Penanaman dilakukan dengan cara membuka pastik media tumbuh yang sudah penuh miselia tersebut. 17 . Inkubasi Inkubasi dilakukan dengan cara menyimpan media yang telah diisi dengan bibit pada kondisi tertentu agar miselia jamur tumbuh. Apabila suhu media masih terlalu tinggi maka bibit yang ditanam akan mati karena kepanasan. Proses pengomposan yang baik ditandai dengan kenaikkan suhu awal menjadi sekitar 50%. untuk mempercepat proses pendinginan dapat digunakan kipas angin ( blower). Secara sederhana. Apabila setelah 2 minggu tidak terdapat tanda-tanda adanya miselia jamur berwarna putih yang merambat ke bawah maka maka kemungkinan besar jamur tersebut tidak tumbuh. baik bakteri. Adonan yang baik adalah bila adonan dikepal membentuk gumpalan. Keberhasilan miselia jamur dapat diketahui sejak 2 minggu setelah inkubasi. Pembungkusan dilakukan dengan cara memasukkan adonan ke dalam plastik kemudian adonan itu dipadatkan dengan menggunakan botol atau alat lain. untuk mengetahui kadar air 50-65% dapat dilakukan dengan pembuatan gumpalan adonan dengan cara mengepalkan adonan. tetapi mudah dihancurkan kembali. Inokulasi secara taburan adalah dengan menaburkan bibit ke dalam media tanam secara langsung. Setelah media dipadatkan. Sterilisasi Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk menginaktifkan mikroba. Inokulasi (pemberian bibit) Inokulasi dapat dilakukan beberapa cara diantaranya dengan taburan dan tusukan. Apabila gumpalan dalam kepalan mengeluarkan air terlalu banyak maka kandungan air dalam bahan tersebut terlalu tinggi. 11. Pembungkusan Pembungkusan dilakukan dengan menggunakan plastik polipropilen (PP) karena plastik ini relative tahan panas. 10. Penusukan dilakukan dengan menggunakan batang kayu berdiameter satu inchi. Dengan demikan bungkusan akan menyerupai botol. Media yang kurang padat akan menyebabkan hasil panen yang tidak optimal karena media cepat menjadi busuk sehingga produktivitas menurun. Selanjutnya dalam lubang diisikan bibit yang telah dihancurkan. Pada prinsipnya pembukaan media adalah bertujuan untuk memberikan O 2 yang cukup bagi pertumbuhan tubuh buah jamur. ujung plastik disatukan dan dipasang “cincin” yang dapat dibuat dari potongan paralon atau bambu kecil pada bagian leher plastik. Pendinginan dilakukan hingga temperatur mencapai 35-40oC. 7. 8. yaitu drum minyak yang sedikit dimodifikasi dengan menambahkan saringan pembatas antara air dengan media tanam. 9. Pengisian media ke dalam plastik dapat dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Setelah dilakukan pengisian media. Sterilisasi dilakukan pada suhu 80-90oC selama 6-8 jam. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan miselia adalah antara 22-28oC. Dengan O2 yang cukup maka dapat memberikan kesempatan bagi jamur untuk membentuk tubuh buah (fruiting body) dengan baik. sedangkan ukuran plastik 17 cm x 35 cm akan menghasilkan media seberat 900-1000 g. 12. Pendinginan Media yang telah disterilisasi didinginkan antara 8-12 jam sebelum dilakukan inokulasi (pemberian bibit).

Hasil panen tertinggidari ketiga perlakuan suhu. yaitu a. c.8% dan Jamur Tiram mencapai 78. Teknik pemanenan Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur yang ada. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasarannya. tetapi hanya perlu dibersihkan kotoran yang menempel di bagian akarnya saja. apabila pemanenan hanya dilakukan pada jamur yang ukurannya besar maka jamur yang berukuran kecil tidak akan banyak bertambah besar. tetapi belum mekar penuh. pemanenan jamur tiram harus memperhatikan beberapa hal. 1999). Coolgardie Safe 18 .Pembukaan media dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan menyobek plastik media bagian atas. Dengan cara tersebut. adapun suhu-suhu yang diset pada ruang tumbuh jamur yaitu 17 ºC . Pada saat itu ukuran jamur sudah cukup besar dengan diameter rata-rata antara 5-10 cm. Coolgardie Safe Coolgardie Safe (Gambar 1) adalah unit pendingin berteknologi sederhana yang menggunakan perpindahan panas yang terjadi selama penguapan air. Pengukuran suhu dapat dilakukan dengan menggunakan thermometer ruang.kota pertambangan kecil Coolgardie. Pengendalian suhu secara otomatik memberi pengaruh pada pertumbuhan jamur. bahkan kemungkinan mati (layu atau busuk). Pemanenan Kegiatan pemanenan ikut menentukan kualitas jamur tiram yang dipanen. 1999). Australia Barat. Kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh buah pada jamur kayu adalah pada suhu 16-22oC dengan kelembaban 80-90%. Alat ini dinamakan dari tempat di mana ia diciptakan . Penelitian Terdahulu Pengkondisian rumah tanaman jamur dengan suhu dingin terkendali yang menggunakan program computer dengan tanpa perlakuan otomatik berlogika fuzzy memberi pengaruh hasil panen Jamur Kuping dan Jamur tiram. dekat Kalgoorlie-Boulder. b.2% dari bobot media (Daryani. 19 ºC . D. sedangkan kelembaban dengan menggunakan higrometer. 13. Penentuan saat panen Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal. Oleh karenanya. Gambar 1. terdapat pada rumah tanam jamur yang diset pada suhu17ºC (Daryani. Untuk itu. E. Pemanenan tidak dapat dilakukan dengan cara hanya memotong cabang jamur yang ukurannya besar saja sebab dalam satu rumpun jamur mempunyai stadia pertumbuhan yang sama. Pemanenen biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. daya tahan simpan jamur pun akan lebih lama. disamping kebersihannya lebih terjaga. Untuk jamur kuping hasil panen dapat mencapai 84. Penanganan pascapanen Jamur yang sudah dipanen tidak perlu dipotong hingga menjadi bagian per bagian tudung. dan 21 ºC . yaitu cukup besar.

bingkai kayu dan memiliki baki besi galvanis di atas. Pendingin Hal ini disebabkan oleh air dalam goni yang memerlukan energi untuk mengubah kondisi dan menguap. Energi ini diambil dari bagian dalam yang mesh logam. Beberapa air merembes keluar dan menguap. Berangsur-angsur akan Karung akan terbasahi. dan ini akan membuat air tetap dingin. Karung digantung di sisi dengan salah satu ujung di baki untuk menyerap air. terutama jika terkena angin. yang telah mengamati beberapa cara Aborigin menggunakan kulit kanguru untuk membawa air. Coolgardie safe adalah barang rumah tangga yang umum di Australia sampai dengan pertengahan abad kedua puluh. Coolgardie safe terbuat dari wire mesh. Teknologi ini pada gilirannya umumnya dianggap telah diadopsi oleh penjelajah dan ilmuwan Sir Thomas Livingstone Mitchell. Prinsip operasi. Hal ini biasanya ditempatkan pada sebuah beranda di mana ada angin. Hal ini akan berakibat mendinginkan udara dan yang berpengaruh nantinya pada makanan yang disimpan di kulkas. 19 . angin akan masuk melalui kantong basah dan air menguap. sehingga membuat dingin interior. Baki besi galvanis dipenuhi dengan air. yang menggunakan prinsip yang sama seperti penjelajah dan pelancong di Outback digunakan untuk mendinginkan kanvas tas air.Alat ini ditemukan pada akhir 1890 oleh Arthur Patrick McCormick. goni. ketika tas kanvas basah serat memperluas dan menahan air. Ketika angin datang.