You are on page 1of 6

Studi Kasus dalam Fisika Modern

Hukum kekekalan energi dan momentum sangat penting di semua bidang ilmu fisika, bertumpu pada dasar yang kuat dari pembuktian eksperimental. Meskipun demikian, peluruhan pada inti radioaktif dengan proses yang disebut peluruhan beta membawa ahli fisika terkenal Niels Bohr untuk mengusulkan secara serius pada tahun 1930 bahwa hukum ini kemungkinan tidak dipenuhi dalam proses nuklir. Kebanyakan ahli fisika membantahnya ; mereka sangat percaya terhadap hukum kekekaln momentum dapat mereka terima termasuk hipotesa alternatif yang dinyatakan oleh Wolfgang Pauli bahwa ada “partikel hantu” yang tak terlihat dilepaskan pada peluruhan beta. Tidak sampai 25 tahun kemudian partikel ini, neutrino, diamati melalui percobaaan. Untuk melihat munculnya tantangan hukum kekakalan, marilah kita bayangkan sebuah sistem terisolasi yang berdiri dari dua partikel, dengan massa m1 dan m2 yang awalnya dalam keadaan diam. Sistem ini saja berupa peluru dan senapan dari contoh 8-4 (subbab 8-3), atau dua buah bola yang terikat bersama dengan sebuah pegas yang tertekan diantara keduanya, atau inti yang tidak stabil yang berasal dari dua pecahan. Ketika dua benda terbang terpisah, dengan laju v1 dan v2 sejumlah total besaran energi Q terbagi di antara mereka ; Q = K1 + K2 = ½ m1v12+1/2m2v22. Dalam contoh 8-4 , harga Q adalah 255 J. Kita catat bahwa pada contoh tersebut perbandingan dari energi kinetik dari dua partikel sama dengan kebalikan perbandingannya massanya. Dengan perbandingan massa 600 : 1 , kepegasan senapan dan peluru mengambil energi kinetik (1/600)Q dan (600/601)Q. Energi kinetik selalu terbagi dengan cara ini, dengan partikel yang lebih ringan mengambil energi kinetik lebih banyak dibandingkan yang lebih berat. Untuk membuktikan, ini kita bahwa sistem ini terisolasi, sehingga momentum totalnya nol baik sebelum maupun sesudah keduanya terbang terpisah. Jadi momentum terakhir dari kedua partikel harus sama besar dan berlawanan arah : M1v1=-m2v2.

Jika kita kuadratkan persamaan tersebut kemudian kita bagi dua, kita dapatkan 1/2m12v12=1/2m22v22, m1K1=m2K2, atau K2/K1 = m1/m2. Jika kita kombinasikan persamaan ini dengan persamaan (8-41) untuk mengahasilkan pernyataan untuk K1 dan K2, maka kita dapatkan K1=m2/m1+m2.Q dan K2=m1/m1+m2.Q. Poin yang terpenting yaitu bahwa hanya dua partikel akhir, energi total yang tersedia Q harus dibagi dengan cara ini setiap saat. Jika terdapat tig atau lebih partikel akhir, energinya dapat dibagi dengan banyak cara yang lain, tegantung kerah mana partikel bergerak.

B. Tetapi dengan tiga partikel.26x10-25 kg/3. maka partikel akan membawa sejumlah energi atau momentum. Dalam kasus prluruhan 210Bi . melibatkan electron atau antipartikelnya. positron. Pengukuran yang dibuat pada tahun 1914 oleh James Chadwick. dan K1 harus sama. K2=Q-K1=2x10-14 J Sekitar 98% dari energi yang dibebaskan diberikan pada partikel alpha. dan persyaratan ini menentukan bahwa energi tiap partikel adalah unik. elektron dapat mempunya seluruh kisaran energi kinetik dari nol sampai hampir Q. Energi dari partikel alpha adalah . total momentum digambarkan oleh segitiga vektor-vektor momentum (Gambar8-28b. K1 =m2/m1+m2 Q + 3.65x10-27 kg dan m2=3. menjumpai indikasi bahwa 1900 bahwa elektron yang dipancarkan dalam perubahan B. Jika seluruh inti 222Rn sama. penemu netron .penguat kejadian ini.86x10-13 J (Gambar 8-27). Jika hanya mendapatkan dua partikel akhir. (perhitungan membutuhkan pernyataan relatif untuk enrgi kinetik dan momentum.jika ya. Misalkan ada peluruhan dua partikel.000 kali dari massa diam elektron .m1 =6. termasuk kesalahan percobaan.8x10-13 J jumlah yang tersisa untuk inti 218Po adalah . meninggalkan hanya 2% energi kinetik dari inti 218Po. disebut peluruhan beta. Jadi kita ada partikel ketiga. Contoh dari peluruhan (B-) terjadi di inti stabil 210Bi dan meluruh menjadi elektron dan inti 210Po. memberikan hanya energi kinetik yang naik menjadi Q.69x10-25 (9. Grafik memperlihatkan setiap partikel alpha yang dipancarkan oleh setip inti 222Rn pada keadaan diam akan mempunyai energi kinetik yang sama. Massa diam dari inti 210Po adaah 383. karena karena elektron dipancarkan dalam peluruhan 210Bi dan bergerak secepat 95% dari laju udara. dengan harga maksimum 1. yang menemukan radioaktif pada 1896. hasil ini meragukan pada kesahihan adri hukum kekekakalan Mencari jalan lain mengamankan hukum kekekalan. maka Q adalah sama untuk semuanya.86x10-13 J akan pergi ke elektron dan elektron dari peluruhan akan menjadi energi yang tunggal. (partikel alpha disebut berenergi tungggal).) Hendri Becquerel. perhitungan serupa dengan contoh 8-18 memperkirakan bahwa secara maya semua energi yang dilepaskan Q=1.c.0x10-13 J) = 8.bukan energi tunggal. yang dibuat pada Bab 39. Jadi pengukuran ini sesuai dengan untuk gambar dua partikel pada proses peluruhan. seperti emisi alpha. Dengan dua partikel (Gambar 8-28a) momenta harus sama dan berlawanan. .elektron-elktron sering disebut partikel beta minus (B-) dan positron disebut partikel beta plus (B+). Jenis lain dari proses peluruhan radioaktif.hal ini sudah diperkirakan. Wolfgang Pauli menyarankan pada 1931 bahwa partikel listrik ketiga yang tak terlihat dan netral saja dipancarkan selama peluruhan. Karena kekekalan energi dan momentum memperkirakan semua bahwa elektron mempunyai energi hasil yang sama. percobaan selanjutnya menemukan bahwa energi elektron.26 x 10-25 kg.d) yang mengikuti berbagai pembagian momentum dan energi. Dengan tiga partikel energi dan momenta dapat dibagi dalam berbagai cara yang berbeda yang selalu konsisten dalam hukum kekekalan. Pengukuran pada percobaan peluruhan 220Rn memberikan data bahwa sejumlah partikel alpha dengan berbagai energi kinetik (Gambar 8-26). seperti yang teramati.

Karena ini berinteraksi denga partikel lain hanya jika dalam keadaan lemah. yang diperkirakan dipancarkan oleh bahan yang jatuh ke dalam lubang hita yang sangat masif . untuk mendeteksi sejumlah neutrino membutuhkan detektor khusus terbuat dari jutaan kilogram air dimurnikan. yang menyebabkan penyalaan cahaya . Dipacu oleh pengamatan dari Sn 1987A . cahaya yang menyalaini dideteksi). sebuah fenomena yang dramatik di alam. dan yang lainnya dibawah danau erie) mendeteksi sejumlah 19 neutrino datang dari arah SN 1987A. Tetapi pada tahun-tahun diantaranya. Dengan mengamati 108 ton air laut DUMAND akan melihat energi tinggi neutrino-neutrino . Neutrino-neutrino ini dihasilkan oleh reaksi nuklir jauh di dalam ini dari supernova yang meledak. Kejadian dalam tahun belakangan yang mendekati supernova. Pada saat yang sama. (Saat ini penamaan partikel yang dipancarkan oleh peluruhan B. dan keadaan ini menyatakan bahwa neutrino tidak mempunya efek biologis pada anda). dimana sebuah bintang beberapa kali lebih masih dibandingkan letusan matahari. ( Tumbukan neutrino-neutrino dengan inti atom dalam air akan mengahsilkan gerakan yang cepat dari partikel sekunder. Analisa data yang diperlihatkan bahwa slama detik pertama dari peledakan supernova. Sehingga Fermi menamakannya partikel neutrino (kependekan “neutral one”). sekitar mendekati 1058 neutrino akan dipancarkan dari supernova.) . yang dapat melihat cahaya menyala yang dihasilkan oleh neutrino yang melalui air yang jernih 4800m dibawah permukaan lautan pasifik di kepulauan hawaii. tetapi Chadwick sudah mengajukan nama itu sebagai nama masif yang netral. SN 1987A. dengan energi yang dipancarkan matahari dalam lima juta tahun terakhir ! (sekitar sx 1014 neutrino supernova melalui tubuh anda pada hari senin pada tahun 1987 tersebut kemungkinan salah satu darinya berinteraksi dengan badan anda sekitar 1 dalam 5000. sangat sulit untuk mendetekdinya. generasi baru “teleskop neutrino” siap untuk digunakan. . yanga teramti pada 24 februari 1987 (gambar 8-29). dua laboratorium dibumi ( satu di jepang. Neutrino menolong untuk memahami apa yang terjadi dalam supernova. Baru pada tahun 1956 neutrino bisa diamata langsung. fisika neurino selanjutny menjadi sangat sangat penting dan menjadi bagian penelitian yang menggariahkan. ahli-ahli fisika mempunyai kepercayaan hukum kekekaln yang tidak diragukan semua orang bahwa neutrini akan ditemukan. Karena interaksi yang sangat lemah dari neutrino-neutrino. ahli fisika italia Enrico Fermi ingin menamakannya netron.Karena hipotesis “Paulli” tentang partikel netral.disebut antineutrino antipartikel dari neutrino) pengukuran netral yang terliha. Penting neutrino dalam fisika modern tidak hanya menolang untuk meperkuat hukum kehendak. Yang paling besar adalah DUMAND (“Deep Underwater Muon and Neutrino Detector” = detector muon dan neutrino dibawah air yang dalam. mendekati 19 neutrino supernova saja akan memberika ahli astrifisika infomasi langsung tentang reaksi ini.

Pecahannya mengikuti jejak parabola yang baru. jadi sisi kanan dari Persamaan (8-33) sama dengan jumlah vektor ∑ dari seluruh gaya pada semua partikel. Yang ada di ruas kiri hanyalah jumlah dar gaya luar. tanpanya. terpecah menjadi dua bagian dengan massa yang sama (Gambar 8-23a). dan seterusnya. Sifat pusat massa ini penting saat kita menganalisis gerkan benda tegar. semua massa terkumpul pada titik tersebut dan benda akan dikenai kerja oleh gaya total yang sama dengan jumlah gaya luar pada sistem. Jumlah dari semua gaya pada semua partikel adalah ∑ sehingga ∑ mempunyai =∑ luar + ∑ dalam = M ⃗⃗ pm. gaya dalam semuanya hilang karena berpasangan. Menggunakan ⃗⃗ pm = d pm/dt kita dapat menulis ulang Persamaan (8-33) sebagai M ⃗⃗ pm = M ⃗ = ⃗ = ⃗⃗ (8-35) Massa total sistem M adalah konstan. Hasil ini mungkin tidak terlalu mengesankan. Sifat inu juga memainkan peranan yang penting pada pergerakan objek-objek astronomi. tetapi nyatanya ini adalah inti dari seluruh pelajaran mekanika. kita dapat mengklasifikasikan setiap gaya dalam atau luar. Karena hukum ketiga Newton. Bayangkan peluru meriam yang menempuh suatu lintasan parabola (abaikan hambatan udara) meledak ketika melayang. Ada satu cara lagi yang lebih berguna untuk menjelaskan gerak dari sebuah sistem partikel. seolah-olah semua massa terpusat pada titik tersebut. keduanya adalah gaya-gaya dalam yang saling meniadakan dan tidak mempunyai efek pada gerakn keseluruhan badan Anda. dan kita ⃗⃗ pm (benda atau kumpulan partikel). Sesungguhnya tidaklah benar untuk mengatakan bahwa bulan mengorbit pada bumi. jadi kita dapat memasukan ke dalam penurunan. yang benar bumi dan bulan bergerak pada orbitnya mengelilingin pusat masssanya. Seperti yang kita kerjakan pada Subbab 8-3.Sekarang m1 ⃗⃗ 1 sama dengan jumlah vektor gaya pada partikel pertama. dlm = 0. Sebuah roket yang meledak di udara (Gambar 8-23b) adalah contoh spektakuler dari efek ini. tetapi pusat massa tetap pada lintasan parabola yang semula. Kita akan kembali ke topik ini pada Bab 10. pusat massa bergerak seolah. Kita sudah menggunakan hasil ini sejak lama. ikat pinggang Anda akan memberikan gaya ke bawah yang sama pada tangan Anda. (8-34) ∑ luar = M Ketika benda atau sekumpulan partikel dikenai kerja oleh gaya luar. kita tidak dapat mempresentasikan perumpamaan benda sebagai partikel ketika kita menerapkan hukum Newton. kita dapatkan . Dengan mensubstitusi Persamaan (8-34). Hal ini menjelaskan mengapa hanya gaya luar yang dapat mengakibatkan gerakan dari benda. Kita bayangkan gerakan dari benda sebagai kombinasi dari gerak translasi pusat masssa dan gerak rotasi pada sumbu yang melalui pusat massanya. Jika Anda menarik ikat pinggang Anda ke atas.

tetapi momentum total ⃗⃗ dari sistem hanya dapat diubah oleh gaya luar yang bekerja dari luar sistem. Akhirnya kita catat bahwa jika gaya luar total adalah nol. Persamaan ( . Interaksi antara partikel-partikel yang membentuk sistem dapat merubah momentum dari masing-masing partikel. Perbedaannya adalah Persamaan (8-36) menjelasakan sebuah sistem partikel tunggal.∑ luar = ⃗⃗ (benda yang diperluas atau sistem partikel) (8-36) Persamaan ini terlihat seperti Persamaan (8-3).