You are on page 1of 21

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI LENSA Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskuler, tak berwarna dan hampir transparan sempurna. Tebalnya sekitar 4 mm dan diameter 9 mm. Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula yang menghubungkan dengan korpus ciliaris. Di anterior lensa terdapat humor aquaeus; disebelah posteriornya, vitreus. Kapsul lensa adalah membran yang semipermeabel(sedikit lebih permiabel dari pada kapiler) yang menyebabkan air dan elektrolit masuk. Didepan lensa terdapat selapis tipis epitel supkapsuler. bertambahnya Nucleus lensa epitel lebih tebal dari terus

korteksnya.

Semakin

usia laminar

supkapsuler

diproduksi sehingga lensa semakin besar dan kehilangan elastisitasnya.1,2

. Gambar.1 Lensa

Lensa dapat membiaskan cahaya karena indeks bias - biasanya sekitar 1,4 pada sentral dan 1,36 pada perifer-hal ini berbeda dari dengan aqueous dan vitreus yang mengelilinginya. Pada tahap tidak berakomodasi, lensa memberikan

kontribusi sekitar 15-20 dioptri (D) dari sekitar 60 D kekuatan konvergen bias mata manusia rata-rata.3 Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah, atau saraf pada lensa.2 Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh m. ciliaris berelaksasi, menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukuran terkecil; dalam posisi ini daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya akan terfokus pada retina. Sementara untuk cahaya yang berjarak dekat m.ciliaris berkontrasi sehingga tegangan zonula berkurang, artinya lensa yang elastis menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. Kerja sama fisiologis antara korpus siliaris, zonula dan lensa untuk memfokuskan benda jatuh pada retina dikenal dengan akomodasi. Hal ini berkurang seiring dengan bertambahnya usia.2,3 Gangguan pada lensa dapat berupa kekeruhan, distorsi, dislokasi dan anomaly geometri. Keluhan yang di alami penderita berupa pandangan kabur tanpa disertai nyeri. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada penyakit lensa adalah pemeriksaan ketajaman penglihatan dan dengan melihat lensa melalui sliplamp, oftalmoskop, senter tangan, atau kaca pembesar, sebaiknya dengan pupil dilatasi.1,2,3,4

katarak merupakan kelainan mata yang menyebabkan kebutaan dan gangguan penglihatan yang paling sering ditemukan seperti tercantum pada gambar.B.1. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun. biasanya akibat proses degenatif. EPIDEMOLOGI Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO). inggris cataract.4 Katarak adalah kekeruhan lensa yang mengarah kepada penurunan ketajaman visual dan/atau cacat fungsional yang dirasakan oleh pasien.2 C. DEFINISI Katarak berasal dari yunani katarrhakies. Pada penelitian yang dilakukan di amerika serikat didapatkan adanya 10% orang menderita katarak. dan latin cataracta yang berarti air terjun.5 Katarak memiliki derajat kepadatan yang sangat bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. dan prevalensi ini meningkat sampai 50% pada mereka yang berusia 65-75 tahun .

2 D. genetik dikatakan berhubungan dengan degenerasi yang . bila hal ini terjadi maka dapat menimbulkan katarak. Oleh sebab-sebab tertentu dapat terjadi sensitisasi secara tidak disengaja oleh protein lensa yang menyebabkan terbentuknya antibodi tersebut. katarak traumatic dan katarak jenis jenis lain lebih jarang ditemukan.dan meningkat lagi sekitar 70% pada usia 75 tahun. b. Genetik Pengaruh timbul pada lensa. Sebab-sebab imunologik : Badan manusia mempunyai kemampuan membentuk antibodi spesifik terhadap salah satu dari protein-protein lensa. Katarak congenital. ETIOLOGI Duke Elder mencoba membuat ikhtisar dari penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan katarak sebagai berikut. 6 1. Usia tua Pada seluruh makhluk hidup lensa pun mengalami proses tua dimana keadaan ini menjadi katarak. 2. Sebab-sebab biologik : a.

Gangguan nutrisi pada lensa b. dan posterior subcapsular. Gangguan metabolisme umum : Defisiensi vitamin dan gangguan endokrin dapat menyebabkan misalnya seperti pada penyakit diabetes melitus atau hiperparatiroid. cortical. Sebab-sebab fungsional : Akomodasi yang sangat kuat mempunyai efek yang buruk terhadap serabutserabut lensa dan cenderung memudahkan terjadinya kekeruhan pada lensa.3. trauma. metabolisme atau kelainan nuntrisi. Gangguan yang bersifat lokal terhadap lensa dapat berupa : a. Ini dapat terlihat pada keadaan-keadaan seperti intoksikasi ergotamin. E. keadaan tetani dan paratiroidisme. inflamasi. atau radiasi. Gangguan permeabilitas kapsul lensa c. 4. KLASIFIKASI Katarak dapat terjadi sebagai akibat dari penuaan atau sekunder oleh faktor herediter.1 katarak . Tiga jenis umum katarak adalah nuleus. Efek radiasi dari cahaya matahari 5.

pada katarak matur. Merupakan katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa. Katarak imatur. Bila katarak imatur tidak dikeluarkan. Katarak insipien. kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruji menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal) Katarak subkapsular psoterior. antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (beda morgagni) pada katarak insipien Katarak intumesen. sebagian lensa keruh atau katarak. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. yang akan memberikan miopisasi 2. sehingga terjadi glaukoma sekunder. 3. celah terbentuk. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya bertambah. STADIUM Katarak ini dibagai ke dalam 4 stadium. yaitu: 1. kekeruhan mulai terlihat di anterior subkapsular posterior. Bilik mata depan . maka cairan lensa akan keluar sehingga lensa kembali pada ukuran normal dan terjadi kekeruhan lensa yang lama kelamaan akan mengakibatkan kalsifikasi lensa pada katarak matur. Pada keadaan lensa mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil. Katarak matur. kekeruhan telah mengenai seluruh lensa.F. Volume lensa bertambah akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan degeneratif lensa. Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air.

berukuran dengan kedalaman normal kembali. 4. Katarak hipermatur. Massa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa. maka korteks akan memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam didalam korteks lensa karena lebih berat. maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. keadaan tersebut dinamakan katarak morgagni.2. Bila proses katarak berlajut disertai dengan penebalan kapsul. dapat menjadi keras. merupakan katarak yang telah mengalami proses degenerasi lanjut. berwarna kuning dan kering. tidak terdapat bayangan iris pada shadow test.4 . Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan terlihat lipatan kapsul lensa.3. lembek dan mencair. sehingga lensa menjadi kecil. Kadang pengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan zonula zinn menjadi kendur. atau disebut negatif.

Berdasarkan usia .G. Patogenesis dari katarak terkait usia multifactor dan belum sepenuhnya dimengerti. Aging proses Katarak terkait disebabkan oleh usia paling sering ditemukan pada kelainan mata yang menyebabkan gangguan pandangan. PATOFISIOLOGI 1.

Ini menjadi batas tepi dari coklat kemerahan hingga mendekati perubahan warna hitam diseluruh lensa (katarak hitam). terjadi peningkatan berat dan ketebalan serta menurunnya kemampuan akomodasi. cahaya yang menyebar.lensa. Kortical katarak.perubahanlain pada katarak terkait usia pada lensa termasuk menggambarkan konsentrasi glutatin dan potassium dan meningkatnya konsentrasi sodium dan calcium. Cristalisasi (protein lensa) adalah perubahan yang terjadi akibat modifikasi kimia dan agregasi protein menjadi high-molecular-weight-protein. Modifiaksi kimia dari protein nucleus lensa juga menghasilkan progressive pigmentasi. Hasil dari agregasi protein secara tiba-tiba mengalami fluktuasi refraktif index pada lensa. Nucleus memberi warna coklat kekuningan (brunescent nuclear cataract). . akibatnya nucleus dari lensa mengalami penekanan dan pergeseran (nucleus sclerosis).terutama nucleus. Sebagai lapisan baru serat kortical berbentuk konsentris. penurunan pandangan.4.8 3. katarak nuclear menyebabkan myopia lentikular dan kadang-kadang menimbulkan fokal point kedua di dalam lensa yang menyebabkan diplopia monocular. Nuclear katarak.2. Pada keadaan ini penderita seakan-akan mendapatkan kekuatan baru untuk melihat dekat pada usia yang bertambah.2. tekanan yang dihasilkan dari fiber lensa peripheral menyebabkan pemadatan pada seluruh lensa. Pada katarak kortikal terjadi penyerapan air sehingga lensa menjadi cembung dan terjadi miopisasi akibat perubahan indeks refraksi lensa. Pada dekade keempat dari kehidupan. Karena mereka meningkatkan tenaga refraksi lensa.3 2.

Vacuoles: akumulasi cairan akan terlihat sebagai bentuk vesicle cortical sempit yang kecil. Katarak ini menyebabkan silau. 4.3. b. dan trauma. pasca radiasi. Cuneiform cataract: ini sering ditemukan dengan opaksitas radier dari lensa peripheral seperti jari-jari roda. ini berisi suatu zona cairan diantara lamella (biasanya antara lamella clear dan fiber kortikal). Lamella yang terpisah: tidak sesering water fissureI. Tergantung dari dosis dan durasi dari terapi. serta pandangan baca menurun. Obat yang meniduksi perubahan lensa Corticosteroid Penggunaan kosticosterod jangka panjang dapat meginduksi terjadinya PSCs.Katarak nuclear sering dihubungkan dengan perubahan pada kortek lensa. Banyak ditemukan pada pasein diabetes. pandangan kabur pada kondisi cahaya terang. d. Ini penting untuk dicatat bahwa pasien dengan katarak kortikal cenderung untuk hyperopia dibandingkan dengan pasien dengan katarak nuclear(nuku saku) Beberapa perubahan morfologi yang akan terlihat pada pemeriksaan slip-lamp dengan midriasis maksimum: a.2. Water fissure: pola rarial dari fissure yang terisi cairan yang akan terlihat diantara fiber. Posterior subcapsular katarak (PSCs). c. merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Sisa vacuoles kecil dan meningkat jumlahnya.7 5. dan respon individual terhadap .

Penyimpangan penglihatan bervariasi. d. Silau. c. Secara khas. merupakan keluhan yang paling sering dikeluhkan pasien dengan katarak senilis. Kadang-kadang. Trauma Kerusakan lensa akibat trauma dapat disebabkan oleh peradangan mekanik. Perubahan miopik. b. perubahan miopik dan second sight tidak terlihat pada katarak subkortikal posterior atau anterior.2. subkonjungtival dan nasal spray. pasien presbiop melaporkan peningkatan penglihatan dekat mereka dan kurang membutuhkan kaca mata baca. kekuatan fisikal (radiasi. Progesifitas katarak sering meningkatkan kekuatan dioptrik lensa yang menimbulkan myopia derajat sedang hingga berat. topical. tergantung pada jenis dari katarak ketika pasien datang. elekrik). Penurunan visus.corticosteroid yang dapat menginduksi PSCs. perubahan nuclear yang terkonsentrasi pada . kimia.4 6. Sebagai akibatnya. Diplopia monocular. H.3 . GEJALA KLINIS Seorang pasien dengan katarak senilis biasanya datang dengan riwayat kemunduran secara progesif dan gangguan dari penglihatan. Terjadinya katarak telah dilaporkan melalui beberapa rute : sistenik. a. Keluhan ini termasuk seluruh spectrum dari penurunan sensitivitas kontras terhadap cahaya terang lingkungan atau silau pada siang hari hingga silau ketika mendekat ke lampu pada malam hari. keadaan ini disebut dengan second sight.

Fenomena seperti ini menimbulkan diplopia monocular yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata. yang sering memberikan gambaran terbaik pada reflek merah dengan retinoskopi atau ophtalmoskopi langsung. Namun. menghasilkan area refraktil pada bagian tengah dari lensa.4. dapat diketahui melalui pupil yang didilatasi maksimum dengan ophtalmoskop. funduskopi pada kedua mata bila mungkin. f. tonometer selain daripada pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya seperti adanya infeksi . Sebagian besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat awam sampai menjadi cukup padat (matur atau hipermatur) dan menimbulkan kebutaan. sampai reaksi fundus sama sekali hilang.7 e. berkabut pada lapangan pandang. Noda. atau slitlamp. atau lensa kontak. Ukuran kaca mata sering berubah.4 Katarak biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan rutin mata.1 Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya kekeruhan lensa. I. prisma. DIAGNOSIS 2. Pada stadium ini katarak biasanya telah matang dan pupil mungkin tampak putih. pada stadium perkembangannya yang paling dini. kaca pembesar.bagian dalam lapisan lensa.2 Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien katarak adalah pemeriksaan sinar celah (slit-lamp). katarak.

5.2. . Bergantung pada integritas kapsul lensa posterior. phacoemulsifikasi. Hampir bersamaan dengan evolusi IOL yang digunakan. dan bahan implantasi. spirin. Berikut ini akan dideskripsikan secara umum tentang tiga prosedur operasi pada ekstraksi katarak yang sering digunakan yaitu ICCE. konjungtiva. Akan tetapi jika gejala katarak tidak mengganggu. karena dapat penyulit yang berat berupa panoftalmitis pasca bedah dan fisik umum.7. yang bervariasi dengan lokasi. ada 2 tipe bedah lensa yaitu intra capsuler cataract ekstraksi (ICCE) dan ekstra capsuler cataract ekstraksi (ECCE). Sejauh ini tidak ada obat-obatan yang dapat menjernihkan lensa yang keruh. ECCE.7.9 Penatalaksanaan definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa. sudah memperlihatkan hasil yang menjanjikan dalam pencegahan katarak gula pada hewan. tehnik bedah yang bervariasi sudah berkembang dari metode yang kuno hingga tehnik hari ini phacoemulsifikasi. PENATALAKSANAAN 2. aldose reductase inhibitor. agen glutathione-raising. material. dan antioksidan vitamin C dan E. J. dan SICS.pada kelopak mata. Obat anti katarak lainnya sedang diteliti termasuk diantaranya agen yang menurunkan kadar sorbitol. Kadang kala cukup dengan mengganti kacamata. tindakan operasi tidak diperlukan. diketahui dapat menghambat konversi glukosa menjadi sorbitol. Lebih dari bertahun-tahun. Namun.9 Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi.5.

untuk mencegah penyulit . pasien dengan kelainan endotel.2.10 2. glukoma. mata sebelahnya telah mengalami prolap badan kaca. mata dengan sitoid macular edema. kemungkinan akan dilakukan bedah glukoma. perencanaan implantasi sekunder lensa intra ocular. dan perdarahan. uveitis. mata dengan prediposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca. Intra Capsuler Cataract Ekstraksi (ICCE) Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda. Sekarang metode ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa subluksatio dan dislokasi. endoftalmitis.1. Penyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini astigmatisme. implantasi lensa intra ocular posterior.3. Pada ICCE tidak akan terjadi katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan yang sangat lama populer. Seluruh lensa dibekukan di dalam kapsulnya dengan cryophake dan depindahkan dari mata melalui incisi korneal superior yang lebar. bersama-sama keratoplasti. pasca bedah ablasi. ICCE tidak boleh dilakukan atau kontraindikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular. sebelumnya mata mengalami ablasi retina. Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE) Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat keluar melalui robekan.

10 3.2. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. selanjutnya mesin PHACO akan menyedot massa katarak yang telah hancur sampai bersih. akan pulih dengan sendirinya. dan kebanyakan katarak senilis. yang memungkinkan pasien dapat dengan cepat kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Sebuah lensa Intra Okular yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut.3 . dan keuntungan incisi limbus yang kecil agak kurang kalau akan dimasukkan lensa intraokuler.teknik ini dipandang lebih menguntungkan karena lebih cepat sembuh dan murah. Karena incisi yang kecil maka tidak diperlukan jahitan.3. Phakoemulsifikasi Phakoemulsifikasi (phaco) maksudnya membongkar dan memindahkan kristal lensa. Tehnik ini kurang efektif pada katarak senilis padat. meskipun sekarang lebih sering digunakan lensa intra okular fleksibel yang dapat dimasukkan melalui incisi kecil seperti itu. 4. traumatik.pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca. Tehnik ini bermanfaat pada katarak kongenital. Getaran ultrasonic akan digunakan untuk menghancurkan katarak. SICS Teknik operasi Small Incision Cataract Surgery (SICS) yang merupakan teknik pembedahan kecil. Pada tehnik ini diperlukan irisan yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di kornea.

Selain itu juga akan diberikan obat untuk : . kacamata afakia yang tebal lensanya b. Matanya dapat dibalut selama beberapa hari pertama pasca operasi atau jika nyaman. lensa intra okular. yaitu lensa permanen yang ditanamkan di dalam mata pada saat pembedahan untuk mengganti lensa mata asli yang telah diangkat K. tetapi biasanya pasien dapat melihat dengan baik melui lensa intraokuler sambil menantikan kacamata permanen ( Biasanya 6-8 minggu setelah operasi )2. PERAWATAN PASCA BEDAH 2. olahraga berat jangan dilakukan selama 2 bulan.Apabila lensa mata penderita katarak telah diangkat maka penderita memerlukan lensa penggant untuk memfokuskan penglihatannya dengan cara sebagai berikut: a.11 Jika digunakan tehnik insisi kecil. maka penyembuhan pasca operasi biasanya lebih pendek. lensa kontak c. Pasien dapat bebas rawat jalan pada hari itu juga. Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi.5 1. tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari peregangan atau mengangkat benda berat selama sekitar satu bulan. balutan dapat dibuang pada hari pertama pasca operasi dan matanya dilindungi pakai kacamata atau dengan pelindung seharian.

pemberian antibiotik masih dianggap rutin dan perlu diberikan atas dasar kemungkinan terjadinya infeksi karena kebersihan yang tidak sempurna.10 c. 3. Jangan mengedan keras sewaktu buang air besar f. 2. Mengurangi rasa sakit. Bila memakai sepatu jangan membungkuk tetapi dengan mengangkat kaki keatas. Antibiotik mencegah infeksi. karena operasi mata adalah tindakan yang menyayat maka diperlukan obat untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul benerapa jam setelah hilangnya kerja bius yang digunakan saat pembedahan. Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi pasca bedah. Jangan menggosok mata b.3. Hal yang boleh dilakukan antara lain : a. Obat tetes mata streroid. Memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan b. Yang tidak boleh dilakukan antara lain : a. Jangan berbaring ke sisi mata yang baru dibedah . Obat yang mengandung steroid ini berguna untuk mengurangi reaksi radang akibat tindakan bedah. d.a. Melakukan pekerjaan yang tidak berat c. Jangan menggendong yang berat d. Jangan membaca yang berlebihan dari biasanya e. b.2. Jangan membungkuk terlalu dalam c.

pendarahan suprakoroid ekspulsif. Komplikasi lambat pasca operatif a. Ablasio retina . hipotonus. brown-McLean syndrome (edema kornea perifer dengan daerah sentral yang bersih paling sering) b. uveitis anterior kronik dan endoftalmitis. Pendarahan. d. 2. Prolaps iris. yang mengakibatkan prolaps vitreus c. incacerata kedalam luka serta retinal light toxicity. Komplikasi dini pasca operatif a. disrupsi vitreus. Ruptur kapsul posterior. astigmatismus. COA dangkal karena kebocoran luka dan tidak seimbangnya antara cairan yang keluar dan masuk. block pupil dan siliar. yang biasa terjadi bila iris robek saat melakukan insisi 3. Komplikasi Intra Operatif Edema kornea. pendarahan atau efusi suprakoroid. umumnya disebabkan karena penjahitan luka insisi yang tidak adekuat yang dapat menimbulkan komplikasi seperti penyembuhan luka yang tidak sempurna. adanya pelepasan koroid. ruptur kapsul posterior.L. edema stroma dan epitel. KOMPLIKASI 1. COA dangkal.

dan tembaga tinggi.11 M.2 Katarak dapat dicegah. Edukasi dan promosi tentang masalah mata dan cara mencegah gangguan kesehatan mata. sebagai . Endoftalmitis kronik yang timbul karena organissme dengan virulensi rendah yang terperangkap dalam kantong kapsuler c. telur. dan Perdami. kerja sama pemerintah. sayuran hijau. jarang terjadi. LSM. Vitamin C dan E dapat memperjelas penglihatan.8 80 persen kebutaan atau gangguan penglihatan mata dapat dicegah atau dihindari. senantiasa menjaga kesehatan mata. yang terjadi karena kapsul posterior lemah Malformasi lensa intraokuler. di antaranya dengan menjaga kadar gula darah selalu normal pada penderita diabetes mellitus. buncis. Post kapsul kapacity. selenium. minyak sayuran. sebagai sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.10. Usaha itu melipatkan berbagai pihak. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dapat meminimalisasi kerusakan oksidatif pada mata. termasuk media massa.b. kecambah. kacang-kacangan. PENCEGAHAN 2. mengonsumsi makanan yang dapat melindungi kelainan degeneratif pada mata dan antioksidan seperti buah-buahan banyak yang mengandung vitamin C. hati dan susu yang merupakan makanan dengan kandungan vitamin E.

Hasil pembedahan yang baik dapat mencapai 95%. Keberhasilan tanpa komplikasi pada pembedahan dengan ECCE atau fakoemulsifikasi menjanjikan prognosis dalam penglihatan dapat meningkat hingga 2 garis pada pemeriksaan dengan menggunakan snellen chart. PROGNOSIS Dengan tehnik bedah yang mutakhir. komplikasi atau penyulit menjadi sangat jarang. . Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 orang dewasa selama lima tahun menunjukkan. orang dewasa yang mengonsumsi multivitamin atau suplemen lain yang mengandung vitamin C dan E selama lebih dari 10 tahun.salah satu penyebab katarak. ternyata risiko terkena katarak 60% lebih kecil. Pada bedah katarak resiko ini kecil dan jarang terjadi.2 N.

M DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2013 . Sp. Rahasiah Taufik.BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR REFERAT/LAPORAN KASUS NOVEMBER 2013 KATARAK SENILIS IMATUR OLEH : IDAWATI 10542 0024 08 PEMBIMBING : dr.