You are on page 1of 38

HEALTH HUMAN POWER: The Practice of Small Act

Dwi Handono Sulistyo

1

ISTILAH WHO: BUKAN HEALTH HUMAN POWER HUMAN RESOURCES FOR HEALTH (HRH)

HEALTH WORKER

OTHER (COMMUNITY HEALTH WORKER; CADRE, etc)

2

PENGERTIAN HRH
 The stock of all individuals engaged in

promoting, protecting or improving the health of populations.  This include: The formal health care sector & informal health care sector (e.g. traditional healers, volunteer, community cadres)

WHO, 2002 (Human Resources & National Health Systems: Shaping The Agenda for Action)

3

p.PENGERTIAN HEALTH WORKERS  PEOPLE WHOSE JOB* IT IS TO PROTECT AND IMPROVE THE HEALTH OF THEIR COMMUNITIES  ALL PEOPLE ENGAGED IN ACTIONS WHOSE PRIMARY INTENT IS TO ENHANCE HEALTH  *(people engaged in paid activities)  The World Health Report 2006.1-2  Persons formally employed in providing health care  Report of the Working Group on Demand (2004) 4 .

32 tahun 1996 Pasal 1: “Setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan” 5 .PENGERTIAN TENAGA KESEHATAN  DASAR PP No.

and largely determines the productivity. deployment and motivation of all categories of health workers. of the health services system and its capacity to retain staff” 6 . development.PENGERTIAN HRH MANAGEMENT  “Mobilization. 1978)  It “…. and therefore the coverage. use.covers all matters related to the employment. motivation. and fulfillment of human beings in and through works” (WHO.

Physician Employed in Mining company All Others -Professionals: e. Administrative Professional in a hospital -Craft & Trade Workers: e. accountant in a Hospital -Associates: e.g. doctor.HEALTH WORKERS IN ALL SECTORS SECTOR Health Sector All Other Sectors HEALTH WORKFORCE OCCUPATION Health Service Providers Health Management & Support Workers Health Service Providers e.g.g. p.3 . traditional practitioner -Professionals: e.g. nurse -Associates: e.g.g.g. Painter in a hospital The World Health Report 7 2006. laboratory technician -Other Community: e.

DD/ MANAJEMEN SDM “UMUM” & MANAJEMEN SDM KESEHATAN EKSTERNAL ORGANISASI: INTERNAL ORGANISASI: WILAYAH MANAJEMEN SDM “UMUM. BISNIS” ALL OTHER SECTORS MANAJEMEN SDM KESEHATAN 8 .

AGENDA PEMBELAJARAN 9 .

The Practice of Small Act SYSTEM vs INDIVIDUAL APPROACH 10 .

SYSTEM APPROACH  Contoh: Reinventing Government (Osborne & Gaebler. 1996). maka tak ada peluang bagi individu untuk macam-macam 11 . maka Individu akan mengikuti sistem Kalau sistemnya baik. 1992) & Banishing Bureaucracy (Osborne & Plastrik.  Dasar Pemikiran:   Benahi Sistemnya.

ReCode)  Dasar Pemikiran:   Rubah Individunya. Senge (The Fifth Discipline. 1995). Black & Gregersen (Leading Strategic Change2003). maka organisasi akan berubah Rubah individu: Rubah cara berpikir & berinteraksi 12 .INDIVIDUAL APPROACH  Peter M. Rhenald Kasali (Change.

SYSTEM APPROACH REINVENTING GOVERNMENT & BANISHING BUREAUCRACY 13 .

tapi:  merestrukturisasi organisasi dan sistem publik dengan merubah tujuan. distribusi kekuasaan.Reinventing Government adalah  Bukan Merubah sistem politik atau  Bukan Memindahkan kotak dalam struktur organisasi. dan kulturnya 14 . insentif. pertanggungjawaban.

Reinventing Government  Bukan Review efisiensi untuk berhemat. tapi efektif 15 . tapi meningkatkan kompetisi  Bukan hanya efisien. tapi mendorong organisasi untuk terus berupaya agar menjadi lebih efisien  Bukan Perampingan. tapi menyesuaikan ukuran sesuai strategi  Bukan swastanisasi.

struktur kekuasaan. kemampuan beradaptasi. 16 . meningkat secara dramatis.Jadi. dan kapasitas untuk berinovasi.  Transformasi ini dilakukan dengan merubah tujuan. insentif. Apa Itu Reinventing Government?  Transformasi mendasar dari sistem pemerintahan dan organisasi pemerintah agar efektifitas. dan kulturnya. efisiensi. pertanggungjawaban.

5 STRATEGI BANISHING BUREAUCRACY Purpose Incentives Core Strategy Consequences Strategy Clarity of Purpose Clarity of Role Clarity of Direction Managed Competition Enterprise Management Performance management Accountability Customer Strategy Control Strategy Cultural Strategy Customer Choice Competitive Choice Customer QA Organizational Empowerment Employee Empowerment Community Empowerment Breaking Habits Touching Hearts Winning Minds Power Culture 17 .

Kab/Kota. Provinsi. pengadaan. perencanaan Kantor Satuan Kerja Penanganan keluhan Pejabat struktural/fungsional. Sistem Yankes Anggaran-keuangan. kepegawaian.HIRARKI INTERVENSI LEVEL Sistem Pemerintahan Sistem Administrasi CONTOH Pusat. staf 18 Organisasi Proses Kerja Karyawan/SDM .

Strategi Inti: Pertegas Tujuan  Singkirkan yang tak relevan  Cara:      Review berkala Sunset Rules Jual Aset Kuasi-privatisasi Devolusi 19 .

Strategi Inti: Pertegas Peran  Contracting Out  Lelang Kompetitif 20 .

Strategi Inti: Pertegas Arah  Merumuskan Outcome goals  Mengembangkan Organisasi Pengarah  Mengembangkan Strategi  Anggaran Jangka panjang 21 .

Strategi Konsekuensi: Manajemen Wirausaha  Berikan kewenangan keuangan  Tergantung kepada pelanggan  Keleluasaan merespon pelanggan dan pasar  Mampu bersaing 22 .

Strategi Konsekuensi: Mengelola Kompetisi  Lelang Kompetitif  Competitive benchmarking 23 .

Strategi Konsekuensi: Manajemen Kinerja  Kurang radikal  Hadiah Kinerja  Bonus  Saham 24 .

STRATEGI PELANGGAN  Pilihan pelanggan  Pilihan Kompetitif  Jaminan Mutu:     Standar mutu Kompensasi Pengawas Mutu Sistem Penanganan Pengaduan 25 .

STRATEGI KONTROL: Memberdayakan Organisasi  Desentralisasi  Deregulasi  Manajemen Di Tempat Kejadian  Sunset Rules 26 .

Strategi Kontrol: Memberdayakan Karyawan  Merampingkan organisasi  Desentralisasi  Tim Kerja  Program Sumbang saran  Kemitraan 27 .

Strategi Kontrol: Memberdayakan Masyarakat  Badan Pemerintahan Masyarakat  Perencanaan Kolaboratif  Dana Investasi Masyarakat  Kemitraan  Organisasi yang dikelola masyarakat 28 .

Strategi Kultur: Merubah Kebiasaan  Tatap Muka  Berperan sebagai pelanggan  Rotasi Kerja  Internships dan eksternships  Mendisain Ulang pekerjaan  Perencanaan stratejik 29 .

Strategi Kultur: Sentuhan Hati  Simbol Baru  Rayakan Keberhasilan  Hargai Kegagalan  Investasi tempat Kerja  Investasi karyawan  Disain Ulang pekerjaan 30 .

Prinsip 31 .Strategi Kultur: Menangkan Pikiran  Benchmarking Kinerja  Kunjungan ke tempat kerja  Grup Belajar  Sense of Mission  Membangun Visi Bersama  Menerapkan Nilai. Norma.

INDIVIDUAL APPROACH THE FIFTH DISCIPLINE/ LEARNING ORGANIZATION 32 .

PENDEKATAN INDIVIDU: LO INDIVIDU UNGGUL KINI ERA “KNOWLEDGE TO KNOWLEDGE COMPETITION” TIM-TIM UNGGUL ORGANISASI UNGGUL B E L A J A R L E A R N I N G O R G A N I Z A T I O 33 N .

MERUBAH BUDAYA ORGANISASI CARA BERPIKIR CARA BERINTERAKSI MENGAPA? Karena Organisasi pada hakekatnya merupakan suatu hasil bagaimana para anggotanya BERPIKIR & BERINTERAKSI 34 .

BAGAIMANA MERUBAH CARA BERPIKIR? PERSONAL MASTERY MENTAL MODELS SYSTEM THINKING 35 .

BAGAIMANA MERUBAH CARA BERINTERAKSI? SHARED VISION TEAM LEARNING SYSTEM THINKING 36 .

BUT BAD SYSTEM CAN FRUSTRATE THE EFFORTS OF GOOD MAN”  JADI.SOLUSI: TITIK TEMU?  Mahatma Gandhi: “NO SYSTEM CAN MAKE A BAD MAN GOOD. INTERVENSI SIMULTAN SISTEM DAN INDIVIDU? 37 .

The Practice of Small Act  Games  Reflection  Action 38 .