INDIVIDUAL LEARNING

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA

A A ARI NOVIA SULISTIAWATI 1102105008

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2014

vesikel seminularis. Pada kromosom ini terdapat gen SRY (Sex Determining of Y Chromosome). Apabila gen SRY ini di ekspresikan pada saat perkembangan. tidak terdapat gen SRY. terdiri dari dua kromosom X dan tanpa kromosom Y. Testosterone akan menstimulus perkembangan duktus mesonephros menjadi epididimis. Testis akan berhubungan dengan duktus mesonephros melalui serangkaian tubulus yang berasal dari tubulus seminiferus. Perkembangan Pranatal Pertumbuhan dan perkembangan organ gonad ini berasal dari lapisan mesoderm intermediate pada minggu ke-5. Perkembangan Organ Sistem Reproduksi Sejak Embrio a. Pada pria perkembangan sistem reproduksinya berasal dari duktus mesonephros (Wollfian). duktus ini tidak ikut berkontribusi pada sistem reproduksi laki-laki. vas deferen.1 PEMBAHASAN ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA 1. Pada wanita. oleh karena itu. Penentuan jenis kelamin pada manusia di atur oleh kromosom Y yang menentukan jenis kelamin pria. Bagian distal dari duktus paramesonephros ini akan berfusi membentuk uterus dan vagina. Maka dari itu. Perkembangan kedua saluran ini akan bermuara pada sinus urogenitalia. duktus ejakulatorius. maka protein yang dihasilkan akan memicu sel sertoli untuk berdiferensiasi menjadi jaringan gonad pada minggu ke-7. sedangkan bagian yang tidak . Perkembangan sel sertoli ini akan mensekresikan hormon Mullerianinhibiting hormone (MIH) yang akan menyebabkan duktus paramesonefros mengalami apoptosis. sedangkan pada wanita berasal dari duktus paramesonepros (Mullerian) yang berkembang di sebelah lateral duktus mesoneprhos. sehingga duktus paramesonephros bisa berkembang dengan baik. Kelenjar prostat dan bulbouretral merupakan bagian endodermal dari uretra. Stimulasi dari HCG (Human Chorionic gonadotropin) akan menyebabkan sel-sel Leydig pada jaringan gonad mensekresikan testosterone pada minggu ke-8.

mulai tumbuh rambut di daerah pubis dan akhirnya di bagian aksila. vagina) juga akan berdiferensiasi sampai umur kira-kira 8 minggu. Perkembangan embrio genitalia eksterna pada pria dan wanita (penis. embrio pada pria dan wanita terdapat genital tubercle. organ genital eksterna (skrotum dan penis). sepasang uretral fold dan labioscrotal swelling. kemudian tumbuh lebih cepat antara menarche dan pubertas. J Gerard et al. Tuba fallopi manjadi matang serta menjadi panjang dan lebar. ovarium berbentuk lonjong dan mempunyai permukaan yang rata. . maka pertumbuahan uterus mulai cepat. Bila perkembangan folikel ovarium sudah cukup hingga menghasilkan estrogen. kemudian payudara akan membesar. prostat. Segera sesudah itu. Perkembangan Saat Pubertas Pada pertumbuhan remaja wanita. klitoris. skrotum.2 berfusi akan berkembang menjadi tuba fallopi. Labiosrotal swelling akan berkembang menjadi skrotum. Pada embrio pria. (Tortora. perubahan sekresi vagina. beberapa testosterone akan dikonversikan menjadi dihydrotestosteron yang menstimulasi perkembangan uretra.. Karena pada wanita tidak terdapat dehidrosteron. dindingnya mulai mempunyai lipatan transversal. Ovarium akan bertambah besar dan berat dengan lambat mulai dari lahir hingga menarche. Fusi antara uretral fold akan membentuk spongy (penil) uretra. terjadi pigmentasi putting susu. labia. maka genital tubercle ini akan berkembang menjadi klitoris. yang terdiri dari uretral groove. Sebelum berdiferensiasi. Genital tubercle akan memanjang dan berkembang menjadi penis. Pada saat pubertas. Uretral fold tetap terbuka membentuk labium minora. 2009) b. Pada dinding epithelium tumbuh sel silia dan mulai ada peristaltik yang lambat. ukuran garis tengah transversal dari pelvis akan bertambah. Vagina bertambah lebar dan dalam. terutama bagian korpusnya. Duktus mesonephros tidak berkembang diakibatkan tidak adanya hormone testosterone. dan labioscrotalnya berkembang menjadi labium mayora.

Timbul spermatozoa dalam sekresi seminalis. bila sel telur tersebut tidak dibuahi oleh sel sperma. terjadi perubahan suara. Selama masa pubertas ini. maka testis akan menghasilkan sperma dalam jumlah yang banyak.3 Pada umunya wanita mengalami menarche pada umur 10-15 tahun. sistem reproduksi dipengaruhi oleh hormonhormon. telur yang telah matang akan dilepaskan secara periodik dan dalam waktu yang sama hormon akan menstimulus uterus untuk membentuk lebih banyak saluran darah dan membuat uterus lebih tebal. Pada awal menstruasi. Perubahan akibat penuaan Klimakterium adalah masa sebelum dan sesudah menopause seorang wanita. Namun. Darah. diikuti dengan perubahan fisiologis antara lain menurunya sampai berhentinya fungsi ovarium (indung telur) dan tidak memproduksi telur serta kadar hormon esterogen menurun yang . maka sel telur ini akan berimplantasi pada dinding uterus dan akan berkembang menjadi bayi. inhibisi dari system saraf pusat akan berelaksasi dan sperma akan dikeluarkan ketika penis dipicu oleh perpindahan tubuh atau oleh tekanan akibat pakaian dalam yang ketat atau ketika pria bermimpi sex. wanita akan melewati periode menstruasi yang tidak teratur selama 2 sampai 3 bulan yang dipengaruhi oleh system reproduksi yang belum matur. Selanjutnya timbul rabut di daerah pubis. Apabila saat telur dilepaskan dibuahi oleh sel sperma. Saat pria mengalami masa pubertas. Ketika tidur. maka uterus akan berhenti menebal dan akan melepaskan jaringan-jaringannya. dan mucus akan mengalir keluar lewat vagina selama 3 sampai 7 hari. pertama-tama testis dan penis akan bertambah besar. ketiak dan muka.timbulnya mimpi basah pada setiap orang berbeda-beda. Hal ini normal bagi pria dan tidak membahayakan tubuh. Semua kejadian ini dinamakan mimpi basah. (Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak. dimana terjadi penurunan hormon kewanitaan secara perlahan dan pasti. 2007) c. sel residu. kemudian terjadi perbesaran mammae yang sementara pada awal pubertas. Pada anak pria.

lama kelamaan akan merata dengan dinding vagina. (BKKBN. rambut getar pada ujung saluran telur (fimbrae) menghilang. Selanjutnya wanita akan masuk ke masa menopause yaitu waktu berhentinya siklus haid seorang wanita secara alamiah. dan berarti kesuburan pada wanita tersebut juga berhenti. Otot jaringan vagina (liang senggama) melemah dan lebar vagina menyempit. dan mengandung lebih banyak jaringan serabut (fibrotik). 2012) 2. tidak menonjol kedalam. Fungsi Masing-masing Organ Reproduksi A.4 mengakibatkan haid tidak teratur. . panjang menyusut. menipis dan mengerut. 2) Labia Mayora berfungsi menutup dan melindungi struktur alat kelamin. Perubahan pada organ reproduksi yang terjadi adalah rahim yang mengalami atrofi (pengecilan ukuran). perubahan fungsi reproduksi yang terjadi adalah menurunnya kondisi fisiologis disertai dengan indung telur mengecil sehingga tidak menghasilkan telur lagi. siklus menstruasi normal berhenti. Perubahan yang terjadi diantaranya adalah organ reproduksi laki-laki mulai mengecil dan bisa muncul impotensi terkait dengan masalah sistem sirkulasi darah tidak lancar termasuk yang beredar di daerah organ reproduksi. Volume indung telur mengecil dan permukaan mengeriput. Andropause merupakan kemunduran secara bertahap dan pasti dari sistem reproduksi laki-laki. Leher rahim (serviks) mengecil. Jaringan otot rahim menjadi menyusut. dinding rahim menipis. Pada menopause. kulit mulai keriput. Perubahan fisiologis reproduksi pada lansia lakilaki tidak terlihat atau terasa dibandingkan perubahan pada wanita. dan mengalami dispareunia (sakit saat bersenggama) karena produksi cairan vagina berkurang. Lipatan-lipatan saluran indung telur menjadi lebih pendek. Jaringan vulva (mulut kemaluan) menipis karena berkurang/hilangnya jaringan lemak dan elastisitas sehingga nyeri saat senggama (dispareunia). rahi mengecil. Perempuan 1) Mons Pubis yang mengandung banyak kelenjar sebasea (minyak) berfungsi sebagai bantal pada waktu melakukan hubungan seks.

sintesis. difertilisasi dan mempertahankan serta memberinya nutrisi sampai dilahirkan. sangat penting untuk fungsi perkemihan pria. dan akan mengalami retraksi. 9) Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum. melindungi janin dari cedera. berkontraksi selama persalinan dan selama kehamilan berfungsi sebagai nutrisi konseptus. . 8) Tuba Fallopii berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai kavum uteri. dimana permukaan vestibulum yang tipis dan agak berlendir mudah teriritasi oleh bahan kimia. dan friksi. Karena skrotum sensitif terhadap nyeri. dan dingin. Lowdermik. menangkap ovum yang dilepaskan saat ovulasi. dan sekresi hormon – hormon steroid. 6) Vagina memiliki fungsi utama sebagai saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi. Laki-laki 1) Penis memiliki fungsi utama untuk menempatkan sperma dalam vagina wanita selama hubungan seksual untuk fertilisasi/ pembuahan ovum. Jensen. 4) Klitoris berfungsi untuk menstimulasi dan meningkatkan ketegangan seksual karena merupakan organ yang mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif. sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi dan sebagai tempat terjadinya konsepsi. alat hubungan seks dan jalan lahir pada waktu persalinan. 5) Vestibulum. panas. 2) Skrotum berfungsi melindungi dan menyangga testis dan sperma dengan mempertahankan suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh normal (sehingga memungkinkan spermatogenesis). retensi dan implantasi. ovulasi. analog dengan penis laki-laki. (Bobak. Penis juga berfungsi sebagai saluran keluar urine melalui uretra. tekanan. 2004) B.5 3) Labia minora mempunyai fungsi utama untuk melindungi organ-organ reproduksi yang letaknya lebih dalam. 7) Uterus berfungsi menerima ovum yang telah dibuahi.

6 mendekati tubuh ketika ada kondisi tersebut. 6) Kelenjar prostat berfungsi untuk mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam 7) Kelenjar bulbouretra berfungsi menyekresikan suatu zat yang melumasi ujung penis untuk membantu penetrasi ke dalam vagina dan membantu menetralkan lingkungan asam pada vagina. menurunkan kepekaan otot endometrium. dan pada kelenjar mamae hormon . dan mempengaruhi pertumbuhan organ seksual. motilitas dan fertilitas sperma. bertanggung jawab meningkatkan suhu basal tubuh pada saat ovulasi. menghambat sekrei LH dan pada keadaan lain dapat meningkatkan LH. 3) Epididimis berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dari testis serta sebagai tempat penyimpanan. Perempuan 1) Hormon estrogen berfungsi untuk mempermudah pertumbuhan folikel ovarium dan meningkatkan tuba uterin. 4) Testis berfungsi menyekresikan testosteron dan melaksanakan spermatogenesis (produksi dan pelepasan spermatozoa). jumlah otot uterus dan kadar protein kontraktil uterus. 2) Hormon progesterone bertanggungjawab atas perubahan endometrium dan perubahan siklik dalam serviks dan vagina. (Reeder. 2011) 3. skrotum juga melindungi testis dari kemungkinan cedera fisik. 5) Vesikula seminalis berfungsi untuk menyekresikan cairan yang membantu pergerakan sperma. terutama disebabkan oleh hormone endogren. memengaruhi organ endokrin dengan menurunan sekresi FSH. mempengaruhi anti estrogenic pada sel-sel miometrium. Peran dan Fungsi Hormon Reproduksi dalam Tahap Perkembangan A. meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus yang terdapat pada kelenjar mamae dan merupakan hormone feminism wanita. efek progesterone terhadap tuba falopi berfungsi menigkatkan sekresi dan mukosa.

7 progesterone berfungsi meningkatkan perkembangan lobulus dan alveolus kelenjar mamae. 2011) B. . LH juga menyebabkan penimbunan substansi progesterone dalam sel granulose. yaitu ketika keadaan hamil. masa laktasi dan menopause. FSH dibentuk oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. terbanyak pada urine wanita hamil. sekresi testosteron menyebabkan terjadinya diferensiasi duktus internal dan genitalia eksternal. Pembentukan FSH akan berkurang pada pembentukan/ pemberian estrogn dalam jumlah yang cukup. laki-laki 1) Testosteron a. Bila estrogen dibentuk dalam jumlah yang cukup besar akan menyebabkan pengurangan produksi FSH sedangkan produksi LH bertambah hingga tercapai suatu rasio produksi FSH dan LH yang dapat merangsang terjadinya ovulasi. Pada janin laki-laki. dan menstimulasi penurunan testis ke dalam skrotum selama dua bulan terakhir gestasi. 5) Hormon prolaktin Hormon prolaktin (luteotropin. Fungsi hormon prolaktin adalah mempertahankan produksi progesterone dari korpus luteum. 4) Hormon Lutein Hormone lutein bekerja sama dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de Graf. Kelenjar hipofisis dirangsang dan diatur oleh pusat yang lebih tinggi yaitu hipotalamus untuk menghasilkan faktor pelepas gonadotropin. (Syaifudin. 3) Hormon FSH Hormon perangsang folikel mulai ditemukan pada gadis usia 11 tahun dan jumlahnya terus menerus bertambah sampai dewasa. Hormon ini dibentuk oleh sel alfa (asidofil) dari lobus anterior kelenjar hipofisis. LTH) ditemukan pada wanita yang mengalami menstruasi.

Bila tidak terdapat hormon pertumbuhan (seperti pada dwarfisme hipofisis) spermatogenesis sangat berkurang atau tidak ada sama sekali sehingga menyebabkan infertilitas. and J. FSH merangsang sel-sel sertoli dimana tanpa rangsangan ini tidak terjadi pengubahan spermatid menjadi sperma. testosteron meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan genitalia laki-laki. 5) Hormone pertumbuhan diperlukan untuk mengatur metabolisme testis. meningkatkan masa otot dan tulang. menyebabkan pembesaran laring dan perpanjangan serta penebalan pita suara sehingga menghasilkan suara bernada rendah. 2007) .E. dan meningkatkan kapasitas pengikatan oksigen pada laki-laki. yang dibentuk oleh testosterone oleh sel-sel sertoli ketika sel sertoli dirangsang oleh hormone FSH dan penting juga untuk spermiogenesis. 3) Luteinizing Hormone (LH) memiliki reseptor pada sel interstisial dan menstimulasi sel-sel Leydig untuk memproduksi dan sekresi testosteron. (Guyton A.8 b. Ethel. (Sloane. bertanggung jawab atas pendistribusian rambut yang menjadi ciri khas laki-laki. meningkatkan ketebalan dan tekstur kulit serta mengakibatkan permukaan kulit menjadi lebih gelap dan kasar. hormon steroid yang memiliki efek maskulinisasi termasuk dalam pertumbuhan rambut pada aksila dan alat kelamin.C. Hormon ini juga meningkatkan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea serta terlibat dalam pembentukan jerawat (pada laki-laki dan perempuan). 6) Androgen. Hall. 2003) 4) Estrogen. meningkatkan sel darah merah. Saat pubertas dan setelahnya. 2) Folicle Stimulating Hormone (FSH) diperlukan dalam spermatogenesis. Hormone pertumbuhan secara spesifik meningkatkan pembelahan awal spermatogonia itu sendiri. meningkatkan laju metabolik dasar.

Jakarta: EGC Sloane. Asia: Wiley . Jakarta: EGC Reeder. Ethel. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. (2012). (2007). Jakarta: EGC Guyton A. Jakarta: EGC Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak. Jensen. Buku kuliah ilmu kesehatan anak. J Gerard et al. (2003). Buku ajar fisiologi kedokteran (11th ed. Sharon J.9 DAFTAR PUSTAKA Pembinaan kesehatan reproduksi bagi lansia. Buku ajar fundamental keperawatan (4th ed.E.). (2011). Keperawatan maternitas: Kesehatan wanita. and J. Principles of anatomy and physiology. bayi & keluarga (18th ed. (2009).). (2007).). Jakarta: Info Medika Syaifuddin. Jakarta: EGC Tortora. Lowdermik. Jakarta: BKKBN Bobak. (2011). (2004).). Hall.C. H. Anatomi fisiologi: Kurikulum berbasis kompetensi untuk keperawatan & kebidanan (4th ed.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful