You are on page 1of 20

MODUL 2

Reaksi Percobaan 1
H2O

K2Cr2O7 + 7H2C2O4 + 2K2C2O4 ----- > 2K3[Cr(C2O4)3] + 6CO2+ 7H2O

REAKSI PERCOBAAN 2

CrCl3.6H2O CrCl3.6H2O + H2O

CrCl3 + 6H2O [Cr(H2O)6]3+ + 3Cl-

[Cr(H2O)6]3+ + 3Cl- + urea [Cr(urea)6]Cl3.3H2O + 3H2O

Reaksi Percobaan 3
(NH2)2C=O + H2O NH3 + H2O acacH + OHCrCl3.6H2O 2NH3 + CO2 NH4+(aq)+ OH-(aq) acac-(aq) + H2O Cr3+(aq) + 3Cl- (aq) + 6H2O

Cr3+(aq) + 3acac-(aq) Cr(acac)3(s)

STRUKTUR KALIUM TRIS(OKSALATO)KROMATE(III)

RUMUS MOLEKUL : C6CRO12.3H2O.3K MR = 487.388 G/MOL TITIK DIDIH = 365.1 C TITIK LELEH = N/A

Struktur Heksaurea kromium(III)

Rumus Molekul : C6H24Cl3CrN12O6 Mr = 518.68666 g/mol

STRUKTUR TRIS(ASETILASETONATE) KROMIUM(III)

RUMUS MOLEKUL : C15H21CRO6 MR = 349.32 G/MOL TITIK DIDIH = 340C TITIK LELEH = 210 C

DATA FISIK REAGEN DAN FUNGSINYA


PERCOBAAN 02

FUNGSI REAGEN
CrCl3.6H2O senyawa prekursor atom pusat Cr (III) K2Cr2O7 senyawa prekursor atom pusat Cr (VI) yang nantinya direduksi menjadi Cr (III) H2C2O4 sumber ligan (anion oksalat) pensuasana asam dan reduktor K2C2O4.H2O sumber ligan (anion oksalat), counter ion positif dari kalium, dan reduktor Urea sebagai sumber ligan urea Asetilaseton sebagai sumber prekursor ligan HCl 0,5 M pensuasana asam, agar ion Cr (III) tidak membentuk kompleks dengan hidroksida/mengendap

DATA FISIK SENYAWA


CrCl3.6H2O
APPEARANCE: DARK GREEN (HEXAHYDRATE) FREEZING/MELTING POINT : 83 DEG C DECOMPOSITION TEMPERATURE:NOT AVAILABLE. SOLUBILITY: 58.5% @ 25C SPECIFIC GRAVITY/DENSITY:1.760 MOLECULAR WEIGHT:266.4354 CONDITIONS TO AVOID: INCOMPATIBLE MATERIALS, DUST GENERATION, MOISTURE, EXCESS HEAT, STRONG OXIDANTS.

K2Cr2O7

H 2 C 2 O4

K2C2O4.H2O

Properties mirip dengan senyawa asam oksalat

DATA FISIK SENYAWA


Urea (CH4N2O)
Molecular formula Molar mass Appearance Density CH4N2O 60.06 g mol White solid 1.32 g/cm
3 1

HCl

Melting point
Solubility in water

133135 C
107.9 g/100 ml (20 C) 167 g/100ml (40 C) 251 g/100 ml (60 C) 400 g/100 ml (80 C) 50g/L ethanol, 500g/L [1] glycerol

Solubility

Asetilaseton

MODUL 4
SINTESIS SENYAWA KOMPLEKS [COCL2(PPH3)2]2

TUJUAN PERCOBAAN
MELAKUKAN SINTESIS SENYAWA ORGANOMETALIK [COCL2(PPH3)2]2

MENENTUKAN KEGUNAAN SETIAP PEREAKSI DAN PERSAMAAN REAKSI DALAM SINTESIS [COCL2(PPH3)2]2

PRINSIP PERCOBAAN
SENYAWA ORGANOMETALIK MERUPAKAN SENYAWA YANG MENGANDUNG IKATAN LOGAM DAN KARBON. SALAH SATU KEGUNAANNYA ADALAH SEBAGAI KATALIS DALAM INDUSTRI KIMIA. SENYAWA ORGANOMETALIK HARUS MEMENUHI KAIDAH 18 ELEKTRON, YAITU JUMLAH ELEKTRON TOTAL DALAM SEBUAH SENYAWA ORGANOMETALIK HARUS 18 ELEKTRON.

PRINSIP PERCOBAAN
Persamaan Reaksi yang terjadi

2 CoCl2.6H2O + 4 PPh3 [CoCl2(PPh3)2]2 + 12H2O

Hasil yang diharapkan :


Larutan berwarna biru dan terbentuk endapan

BAHAN
Senyawa Mr (g/mol) Tl ( C) Td ( C) Density (g/mL at 25 C) Kelarutan

Etanol absolut
CoCl2.6H2O

46,07
237,93

-114
87

78,37
1920

0.789
-

Larut dalam air


Larut dalam air, dietil eter, acetone. Tidak larut dalam air

Trifenilfosfin

262,28

78-82

377

CARA KERJA
Disiapkan 100-150 mL air hangat 6 0 -70 C (sebagai penangas air) Disiapkan 10 mL etanol, direndam dalam penangas air (6 0-70 C) Ditambah 0,50 g triphenilphosphi n ke dalam etanol panas, diaduk sampai larut Ditambah 0,25 g CoCl2.6H2O ke dalam larutan, diaduk 20-30 menit sampai warna larutan berubah menjadi biru dan terbentuk endapan Didinginkan padasuhu ruang, kemudian direndam dalam penangas es

Ditimbang dan dihitung rendemen

Disaring dan dicuci dengan etanol dingin, dikeringkan di udara/pengering

FUNGSI PEREAKSI ETANOL ABSOLUT DIGUNAKAN SEBAGAI PELARUT


TRIPHENILPHOSPHIN,

KARENA TRIPHENILPHOSPHIN TIDAL

LARUT DALAM AIR


TRIPHENILPHOSPHIN

DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER LIGAN SENYAWA KOMPLEKS [COCL2(PPH3)2]2


COCL2.6H2O DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER ATOM PUSAT DAN LIGAN

SENYAWA KOMPLEKS [COCL2(PPH3)2]2

FUNGSI REAGEN
1. CoCl2.6H2O sebagai sumber ion logam

2.
3.

Trifenilfosfin sebagai sumber ligan


Etanol absolut berfungsi untuk melarutkan trifenilfosfin

DATA FISIK REAGEN


1. CoCl2.6H2O

Padatan pink-keunguan; t.d. 1920 oC; t.l. 87 oC; larut baik dalam air, dietileter, ataupun aseton.

2. Trifenilfosfin (PPh3)

Padatan putih;t.l. 80,5 oC; t.d. 377 oC; larut baik dalam etanol.

3. Etanol absolut

Cairan bening; t.d. 78,5 oC; t.l. -114,1 oC; kelarutan sangat baik dalam air.