1.

Pengertian Stroke adalah terjadinya kerusakan pada jaringan yang disebabkan berkurangnya aliran darah keotak atau retaknya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak dengan berbagai sebab yang ditandai dengan kelumpuhan sensoris dan motoris tubuh sampai dengan terjadinya penurunan kesadaran. Stroke termasuk penyakit cerebrovaskular (pembuluh darah otak) dan ditandai oleh kematian jaringan otak (infark cerebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke dalam otak. Stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan peredaran darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau kematian. Stroke (cedera serebrovaskuler [cerebrovasculer accident, CVA]) didefinisikan sebagai gangguan neurologis fokal yang tejadi mendadak akibat proses patofisiologi dalam pembuluh darah. 2. Anatomi dan Fisiologi Otak merupakan organ yang paling mengaggumkan dari seluruh organ, kita mengetahui bahwa seluruh angan-angan dan keinginan dan nafsu perencanaaan dan memeori merupakan hasil dari aktivitas otak. Otak bersisi 10 miliar neuron yang nenjadi komplek secara kesatuan fungsional. Otak lebih komplek dari pada batang otak manusia kira – kira merupakan 2 % dari berat badan orang dewasa, otak menerima 15% dari curah jantung, memerlukan sekitar 20% dari curah jantung, memerlukan 205 pemakaian oksigen tubuh, dan sekita 400 kilo kalori energi setiap hari. Pada dasarnya otak mempunyai beberapa bagian, yaitu: a. Serebrum Serebrum merupakan merupakan bagian otak yang paling besar dan menonjol di sini terletak pusat – pusat saraf yang mengatur semua kegiatan sensori dan motorik, juga mengatur proses penalaran, memori dan intelgensi. Hemisfer serebri kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan hemisfer sebelah kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan konsep fungsional ini di sebut pengendalian kontralateral. b. Kortek serebri Kortek serebri atau mantel abu-abu (gray metter) dari serebrum mempunyai banyak lipatan yang di sebut giri ( tunggal girus). Susunan seperti ini memunkinkan permukaan otak menjadi luas ( di perkirakan seluas 2200 cm2) yang terkandung dalam rongga tengkorak yang sempit. Kortek serebri adalah bagian otak yang paling maju dan bertanggung jawab untuk mengindra lingkungan. Korteks serebri menentukan prilaku yang bertujuan dan beralasan. c. Lobus frontal Lobus frontal mencakup bagian dari korteks serebrum bagian depan yaitu dari sulkus sentralis (suatu fisura atau alur) dan di dasar lateralis bagian ini memiliki area motorik dan pramotorik. Area broca terletak di lobus frontalis dan mengontraol aktivitas bicara. Area asosiasi di lobus frontalis menerima informasi dari seluruh bagian otak dan menggabungkan informasi-informasi tersebut menjadi pikiran rencana dan prilaku. Lobus frontalis bertanggung jawab untuk prilaku bertujuan, menentukan keputusan moral, dan pemikiran yang kompleks. Lobus frontalis memodifikasi dorongan-dorongan emosional yang di hasilkan oleh system limbic dan refleks vegetatife dari batang otak. d. Lobus parietalis Merupakan lobus sensori yang berfungsi menginterprestasikan sensasi rangsangan yang datang atau mengatur individu mampu mengetahui posisi letak dan bagian tubuh. Untuk sensasi raba dan pendengaran. Lobus parietalis menyampaikan informasi ke banyak daerah lain di otak, termasuk area asosiasi motorik dan visual di sebelahnya. e. Lobus oksipitalis Lobus ini terletak di sebelah posterior dari lobus parietalis dan di atas fisura parietooksipitalis, yang memisahkan dari serebrum, lobus ini pusat asosiasi visual utama. Lobus ini

Stroke hemoragik merupakan terjadinya perdarahan di otak yang meneurunkan aliran oksigen dan gula darah ke daerah tertentu sehingga sel-sel saraf akan mati dan area yang terkena akan terganggu fungsinya. Lobus temporalis Memiliki fungsi menginterprestasikan sensasi kecap. Hiporkoagulasi pada polisitemia 3. bau dan pendengaran. batang otak merupakan pusat relasi dan refleks dari SSP. Menginterprestasikan pengelihatan membedakan warna dan sekaligus kordinasi gerakan dan keseimbangan. Penyebab terjadinya stroke non hemoragik secara umum karena adanya gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah atau tertutupnya salah satu pembuluh darah ke otak dan ini terjadi karena : A. bersin. menelan. yaitu : a) Mengatur otot . namun juga dapat saat beristirahat dan kesadaran pasien biasanya menurun. Arteritis (radang pada arteri) 4. Semua jeras asendens dan desendens medulla spinalis terlihat di sini. Serebelum Ada dua fungsi utama serebelum. batuk.di bagian posterior medulla oblongata terdapat pula dua pembesaran yang di sebut fesikuli dari jeras asendens kolumna dorsalis. Emboli . sedangkan stroke non hemoragik merupakan gangguan fungsi otak secara tiba-tiba. Stroke non hemoragik merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia menengah dan dewasa tua. Etiologi Stroke dapat dibagi menjadi dua yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Serebelum mengkordinasi penyesuaian secara tepat dan otomatis dengan menjaga keseimbangan tubuh. 3. kejadiannya biasanya pada saat melakukan aktivitas. Pada permukaan anterior terdapat pembesaran yang di sebut pyramid yang terutama mengandung serabut motorik volunteer. g. proprioseptif otot-otot sadar. sensai getar dan diskriminasi dua titik. Serebelum merupakan pusat refleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot. Di seluluh batang otak terdapat jeras-jeras yang berjalan naik turun. dan muntah. yaitu fesikuli grasilis dan fesikulus kutaenus. i. f. Ateroksklerosis 2. serta menguabh tonus otot dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh. Batang otak Bagian-bagian batang otak dari atas sampai bawah yaitu pons dan medulla oblongata.otot postural tubuh b) Melakukan program akan gerakan .menerima informasi dari retina mata.gerakan pada keadaan sadar maupun bawah sadar. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menyebabkan trombusi otak : 1. jeras jeras ini mrngantarkan tekanan. Medulla oblongata Medulla oblongata merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung vasikonstriktor. Stroke hemoragik dapat disebabkan karena pecahnya pembuluh darah otak pada daerah tertentu. pengeluaran air liur. interprestasi bahasa dan penyimpanan memori. Trombosis serbral Trombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami okulasi sehingga menyebabakan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan oedema dan kongesti di sekitarnya. pernafasan. h.

Diabetes 6. Hipoksia setempat Beberapa penyebab yang berhubungan dengan hipoksia setempat adalah : 1. Konsumsi alkohol 4. Penyakit jantung 3. . termasuk perubahan tingkah laku. yang disertai perdarahan subaraknoid 2. Manifestasi klinis Manifestasi klinis yang timbul pada pasien stroke berdasarkan pembulu darah arteri yangg terkena antara lain : a.B. Hilangnya sensorik dan motorik. leher dan ekstremitas atas.faktor resiko terjadinya stroke antara lain : 1. Curah jantung turun akibat aritmia D. sehingga arteri menjadi tersumbat. paling nyata pada muka. Spasme arteri serebral. spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak. Kontra lateral paralisis (kumpulan atau kehilangan daya untuk bergerak) atau parisese (kelumpuhan ringan). C. Henti jantung paru 3. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Obesitas 5. Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migren Faktor . b. 5. d. aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang. b. Stroke non hemoragik Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Merokok 7. Hemoragi Perdarahan intrakranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang subaraknoid atau kedalam jaringan otak sendiri. darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema. Di samping itu. Hipertensi yang parah 2. Hipertensi 2. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologis fokal. Afasia (bicara defektif atau kehilangan bicara) yang trauma ekspresif. Stroke hemoragik Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Perdarahn ini dapat terjadi karena aterosklerosis dan hipertensi. Hipoksia umum Beberapa penyebab yang berhubungan dengan hipoksia umum adalah : 1. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. Penyalahgunaan obat 8. Gangguan persepsi. Kolestrol tinggi 4. c. menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Patofisilogi a.

c. gangguan keseimbangan. atau menyebar di permukaan otak. Dalam pencegahan penyakit stroke adalah : . Peningkatan jumlah protein menunjukan adanya proses inflamasi. Menetapkan posisi sebaiknya Posisi pasien dibalikkan dan beri latihan gerak pasif setiap dua jam dalam beberapa hari untuk untuk melakukan gerakan pasif penuh dilakukan sebanyak 50 kali. 2) Pemeriksaan darah rutin. b. Kendalikan tekanan darah sesuai dengan keadaan termasuk usaha untuk memperbaiki hipertensi maupun hipotensi b. adanya jaringan otak yang infrak atau iskemia. EEG Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat masalah yang timbul dan dampak dari jaringan yang infark sehingga menurunya implus listrik dalam jaringan otak. sedangkan perdarahan yang kecil biasanya warna likour masih normal (xantrkrom) sewaktu hari-hari pertama. posisi hemtoma. kadang pemdatan terlihat di ventrikel. Kontra lateral hemianova (hilangnya pengelihatan berupa gangguan lapangan pandang yang bersifat fasial atau komplit. Hasil pemeriksaan biasanya di dapatkan di daerah yang mengalami lesi dan infark akibat dari hemoragik. Gangguan kesadaran berupa penurunan kesadaran atau hilangnya kesadaran (pingsan. Angiografi serebral Membantu menentukan penyebab dari stroke secara specific seperti perdarahan arteriovena atau adanya rupture dan untuk mencari sumber perdarahan seperti aneurisma atau malformas vascular. gula darah dapat mencapai 250 mg di dalam serum dan kemudian berangsur turun kembali. sedangkan perdarahan yang kecil biasanya warna likour masih normal (xantokhrom) sewaktu hari pertama. Menstabilkan tanda-tanda vital 1. e. d. dan posisi secara pasti. h. Hasil pemeriksaan biasanya di dapatkan hiperdens fokal.e. Sakit kepala. Gangguan motorik : gerakan yang tidak terkordinasi. Memperhatikan saluran yang adekuat 2. koma). CT scan Pemindaian ini memperlihatkan secara spesifik letak edema. 7. 6. 3) Pemeriksaan kimia darah : Pada stroke akut dapat terjadi hiperglikemia. f. Pemeriksaan laboratorium 1) Lumbal fungsi : pemeriksaan likour merah biasanya di jumpai pada perdarahan yang massif. MRI MRI (magneticimaging resonance) menggunakan gelombang magnetik untuk menentukan posisi dan besar/luas terjadinya perdarahan otak. Pemeriksaan penunjang Menurut pemeriksaan diagnostic pada pasien dengan masalah stroke meliputi sebagai berikut : a. Hasil pemeriksaan likour merah biasanya di jumpai pada perdarahan yang massif. USG Doppler Untuk mengidentifikasi adanya penyakit arteriovena (masalah system karotis) f. Lumbal fungsi Tekanan yang meningkat dan disertai bercak darah pada cairan lumbal menujukan adanya hemoragi pada subraknoid atau perdarahan pada intra cranial. g. g. 4) Pemeriksaan darah lengkap : untuk mencari kelainan pada darah itu sendiri. Penatalaksanaan dan pencegahan Untuk merawat pasien dengan keadaan akut perlu diperhatikan : a.

Komplikasi non neurology yang terbagi menjadi : 1) Akibat neurology yang terbagi menjadi : .Oedema paru . selain gejala kelumpuhan separuh badan atau gangguan fungsi otak yang lain. tanggal dan MRS. kontraktor. pendidikan. lebih dari setengah stroke dapat dicegah dengan pengontrolan hipertensi. bicara pelo. depresi.  Riwayat penyakit keluarga Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi. diabetes melitus.anemia. mual. riwayat trauma kepala. interaksi sosial terganggu. hubungan dengan tetangga tidak harmonis. diabetes melitus.1. Identitas klien Melipti nama. dekubitus dan atropi otot. . 2. b. nomor register. interaksi meningkat. dan diagnosis medis. Komplikasi stroke di bagi menjadi 2 (dua) sebagai berikut : a.Sindroma inappropriate ante diuretic hormone (SIADH) 2) Akibat mobilisasi meliputi Bronco pneumonia. pada saat klien sedang melakukan aktivitas ataupun sedang beristirahat. Biasanya terjadi nyeri kepala. riwayat steooke sebelumnya. Berhenti merokok dan mengurangi asupan alkohol dapat menurunkan risiko. pekerjaan. kontrasepsi oral yang lama.bahkan kejang sampai tidak sadar. umur (kebanyakan terjadi pada usia tua). deformitas. penyakit jantung.Reaksi hiperglikemi (kadar gula dalam darah tinggi) . Pengkajian a.  Riwayat penyakit dahulu Adanya riwayat hipertensi. dan kegemukan. aspirin. penggunaan anti kougulan. c. infeksi traktus urinarius.Kelainan jantung dan EKG (elektro kardio gram) . Keluhan utama Sering menjadi alasan kleien untuk meminta pertolongan kesehatan adalah kelemahan anggita gerak sebalah badan. status dalam pekerjaan. Penangan kolestrol menurunkan risiko. jenis kelamin. muntah. tidak dapat berkomunikasi. terutama menggunakan inhibitor reduktase (misalnya pravastatin). 9. Komplikasi Penyakit Stroke Non Hemoragik Komplikasi stroke non hemoragik dapat beraasal dari kesukaran jaringan otak sendir dari akibat kematian dalam beberapa hari atau cacat fisik sekunder akibat kerusakan otak. 8. 3.dan penurunan tingkat kesadaran.agama. obat-obat adiktif. atau adanya riwayat stroke dari generasi terdahulu. Data riwayat kesehatan  Riwayat kesehatan sekarang Serangan stroke berlangsuung sangat mendadak. suku bangsa. status emosi meningkat. vasodilatator. nyeri.  4. alamat. emboli paru.Tekanan darah sistemik meninggi . Komplikasi neurology yang terbagi menjadi : 1) Cacat mata dan cacat telinga 2) Kelumpuhan 3) Lemah b. adanya rasa cemas yang berlebihan. Riwayat psikososial dan spiritual Peranan pasien dalam keluarga. dan kaku bahu. Hipertensi adalah satu-satunya faktor risiko paling penting yang bisa dimodifikasi. Dan apakah klien rajin dalam melakukan ibadah sehari-hari.

 Dada . minum yang mengandung alkohol. goreng-gorengan. . normal : 5 Pengukuran kekuatan otot menurut (Arif mutaqqin. santan. adanya hemato atau riwayat operasi. bagaimana eliminasi BAK apakah ada kesulitan. bagaimana nafsu makan klien.2008) 1) Nilai 0 : Bila tidak terlihat kontraksi sama sekali. adanya ronchi. karena pada klien stroke mungkn mengalami inkotinensia urine sementara karena konfusi.Perkusi : Nyeri tekan tidak ada.Perkusi : Nyeri tidak ada bunyi jantung lup-dup. usus.Inspeksi : Bentuk simetris. mengalami kelemahan otot dan perlu juga dilkukan pengukuran kekuatan otot.Auskultasi : Bisisng usus agak lemah. 6) Nilai 5 : bila dapat melawan tahanan pemeriksaan dengan kekuatan penuh. adanya kesulitan dalam menelan. pembesaran tidak ada.  Pemeriksaan fisik  Kepala Pasien pernah mengalami trauma kepala.Palpasi : Tidak adanya massa dan benjolan.  Eliminasi Pada pasien stroke hemoragik biasanya didapatkan pola eliminasi BAB yaitu konstipasi karena adanya gangguan dalam mobilisasi. ketidakmampuan mengomunikasikan kebutuhan.Auskultasi : Nafas cepat dan dalam. narkoba. warna.Inspeksi : Bentuk simetris . 2) Nilai 1 : Bila terlihat kontraksi dan tetapi tidak ada gerakan pada sendi. Aktivitas sehari-hari  Nutrisi Klien makan sehari-hari apakah sering makan makanan yang mengandung lemak.  Mulut Adanya gangguan pengecapan (lidah) akibat kerusakan nervus vagus. 5) Nilai 4 : Bila dapat melawan tahanan pemeriksaan tetapi kekuatanya berkurang.  Abdomen . limpa. .  Minum Apakah ada ketergantungan mengkonsumsi obat. suara jantung I dan II murmur atau gallop. .  Mata Penglihatan adanya kekaburan. gangguan dalam memotar bola mata (nervus IV) dan gangguan dalam menggerakkan bola mata kelateral (nervus VI). akibat adanya gangguan nervus optikus (nervus II).d. makanan apa yang ssering dikonsumsi oleh pasien. berapa jumlahnya. . nyeri perut tidak ada  Ekstremitas Pada pasien dengan stroke hemoragik biasnya ditemukan hemiplegi paralisa atau hemiparase. . bau. 3) Nilai 2 : Bila ada gerakan pada sendi tetapi tidak bisa melawan grafitasi. suka makan hati. misalnya : masakan yang mengandung garam. gangguan dalam mengangkat bola mata (nervus III). dan ketidakmampuan untuk mengendalikan kandung kemih karena kerusakan kontrol motorik dan postural. 4) Nilai 3 : Bila dapat melawan grafitasi tetapi tidak dapat melawan tekanan pemeriksaan.  Hidung Adanya gangguan pada penciuman karena terganggu pada nervus olfaktorius (nervus I).

10. Asuhan Keperawatan yang mungkin muncul .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful