You are on page 1of 27

Nama : Budi Kusumah Nim : 20090310158 Stase : Bedah (Urologi) Pembimbing : dr Tanaya Ghinorawa Sp U

Identitas
Nama
Agama Umur

Pekerjaan
Jenis Kelamin Tanggal masuk RS

Alamat

: An. Fatih : Islam : 5 th : Belum bekerja : Laki-laki : 22 januari 2014 : Gading Cempaka Bengkulu

Kasus dan Anamnesis


Keluhan utama :bbuang air kecil dari pangkal

kemaluan
Riwayat penyakit sekarang :

Seorang anak diantar oleh kedua orang tuanya dengan keluhan lubang air kecing anak terdapat pada pangkal kemaluannya, orangtua baru menyadari sejak beberapa bulan yang lalu, selain itu orang tua tersebut mengeluhkan pada saat kencing air seninya kurang memancar

Anamnesis RPD dan RPK


riwayat operasi disangkal
Riwayat trauma di daerah genital disangka Hipertensi (-),

DM (tidak ditanyakan),
Asma (tidak ditanyakan). riwayat penyakit keluarga tidak ada anggota keluarga

yang mengalami penyakit/ kelinan yang serupa

Pemeriksaan fisik
Kedaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis

Vital Signt :
Tekanan darah Respirasi Suhu Nadi

:: 20 : 36.5 : 100

Pemeriksaan fisik
Pernapasan : spontan dan reguler
Gerakan dada : simetris Tipe pernapasan : normal

Kulit mukosa : normal


Akral Pupil

: hangat dan kering : isokor

Pemeriksaan fisik satatus lokalisasi:


Status Lokalis

Regio genitalia eksterna Inspeksi : Tampak adanya lubang pada pangkal penis dan tampak penis sedikit melengkung ke arah ventral Palpasi : -

Pemeriksaan Labolatorium
AL
Hb Hmt

At
PPT APTT HbsAg GDS

: 9,0 : 12,5 : 3,7 : 477 : 16,6 : 27,9 : Negatif : 114

Diagnosis
Hipospadia penile dengan cordee

Pengertian hipospadia
Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan berupa

muara uretra yang terletak di sebelah ventral penis dan sebelah prokimal ujung penis. Hipospadia adalah suatu keadaan dimana uretra terbuka dipermukaan bawah penis, skrotum atau peritanium . hipospadia sendiri berasal dari dua kata yaitu hypo yang berarti dibawah dan spadon yang berarti keratin yang panjang. Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan pada bayi baru lahir maupun anak-anak yang sering di temukan dan mudah untuk mendiagnosanya. Biasa pada anak laki- laki, lubang keluar yang di lalui air kemih (meatus) berada pada ujung penisnya.

Anatomi penis dan uretra

Hipospadia

Etiologi
Gangguan dan ketidakseimbangan hormone. Hormone

yang dimaksud disini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria) atau bisa juga karena reseptor hormone androgennya sendiri didalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Genetika terjadi karena gagalnya sintesis androgen.hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. Lingkungan. Biasanya menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi

Insidensi
Insidensi Hipospadia terjadi pada 1 sampai 3 per 1000

kelahiran dan merupakan anomali penis yang paling sering.

Tanda dan gejala


Lubang penis tidak terdapat di ujung penis, tetapi

berada di bawah atau di dasar penis. Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis Jika berkemih, anak harus duduk. Kulit penis bagian bawah sangat tipis. Sering disertai undes cended testis (testis tidak turun ke kantung skrotum).

Tanda dan gejala


Penis yang melengkung ke arah bawah yang akan

tampak lebih jelas pada saat ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya chordee yaitu suatu jaringan fibrosa yang menyebar mulai dari meatus yang letaknya abnormal ke glands penis. Jaringan fibrosa ini adalah bentuk rudimeter dari uretra, korpus spongiosum dan tunika dartos. Walaupun adanya chordee adalah salah satu ciri khas untuk mencurigai suatu hipospadia, perlu diingat bahwa tidak semua hipospadia memiliki chordee.

komplikasi
Komplikasi
Komplikasi dari hipospadia yaitu: a)

b)
c)

Infertility Resiko hernia inguinalis Gangguan psikososial.

Klasifikasi hipospadia
Tipe hipospadia berdasarkan letak orifisium/meatus: Tipe sederhana/tipe anterior terletk di anterior yang terdiri dari tipe glandular dan coronal. Pada tipe ini , meatus terletak pada pangkal glans penis. Secara klinis, kelainan ini bersifat asimtomatik dan tidak memerlukan suatu tindakan. Bila meatus agak sempit dapat dilakukan dilatasi atau meatotomi. Hipospadia glandular hipospadia subcoronal.

Klasifikasi hipospadia
Tipe penil/tipe middl yang terdiri dari distal penile,

proksimal penile dan pene-escrontal. Pada tipe ini, meatus terletak antara glans penis dan skrotum. Biasanya disertai dengan kelainan penyerta, yaitu tidak adanya kulit prepusium bagian ventral, sehingga penis terlihat melengkung kebawah atau glans penis menjadi pipih. Pada kelainan tipe ini, diperlukan intervensi tindakan bedah secara bertahap, mengingat kulit dibagian ventral preposium tidak ada maka sebaiknya sirkumisi karena sisa kulit yang ada dapat berguna untuk tindakan bedah selanjutnya .

Klasifikasi hipospadia
Tipe posterior yang terdiri dari tipe scrotal dan

perineal. Pada tipe ini umumnya pertumbuhan penis akan terganggu, kadang disertai dengan skrotum befida, meatus uretra terbuka lebar dan umumnya testis tidak turun. Hipospadia perineal, dapat menunjukkan kemungkinan letak lubang kencing pada pasien hipospadia.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Dagnostic
Pemeriksaan diagnostics berupa pemeriksaan fisik.

Jarang dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mendukung diognostik hipospadia, tetapi dapat dilakukan pemeriksaan ginjal seperti USG mengingat hipospagia sering disertai kelainan pada ginjal.

diagnosis
Diagnosis di tegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik.

Hipospadia ringan tidak memerlukan pengobatan, tetapi bentuk sedang atau berat memerlukan perbaikan bedah . Jika Hipospadia terdapat di pangkal penis, mungkin perlu di lakukan pemeriksaan radiologi. Bayi yang menderita Hipospadia sebaiknya tidak di sunat, karena kulit depan penis dibiarkan untuk digunakan pada pembedahan nanti dan apa bila di sunat maka akan membuat perbaikan bedah menjadi lebih sulit.

Penatalaksanaan
Dikenal banyak tehnik operai hipospadia, yang umumnya terdiri dari beberapa tahap yaitu : Operasi pelepasan chordee dan tunneling Operasi uretroplasty.

Operasi pelepasan chordee dan tunneling


Dilakukan pada usia 1,5-2 tahun. Pada tahap ini

dilakukan operasi eksisi chordee dari muara uretra sampai ke glands penis. Setelah eksisi chordee maka penis akan menjadi lurus tetapi meatus uretra masih terletak abnormal. Untuk melihat keberhasilan eksisi dilakukan tes ereksi buatan intraoperatif dengan menyuntikkan NaCL 0,9% kedalan korpus kavernosum. Langkah selanjutnya adalah mobilisasi (memotong dan memindahkan) kulit preputium penis untuk menutup sulcus uretra.

Operasi Uretroplasty
Biasanya dilakukan 6 bulan setelah operasi pertama.

Uretroplasty yaitu membuat fassa naficularis baru pada glans penis yang nantinya akan dihubungkan dengan canalis uretra yang telah terbentuk sebelumnya melalui tahap pertama. Tidak kalah pentingnya pada penanganan penderita hipospadia adalah penanganan pascabedah dimana canalis uretra belum maksimal dapat digunakan untuk lewat urin karena biasanya dokter akan memasang sonde untuk memfiksasi canalis uretra yang dibentuknya. Urin untuk sementara dikeluaskan melalui sonde yang dimasukkan pada vesica urinaria (kandung kemih) melalui lubang lain yang dibuat olleh dokter bedah sekitar daerah di bawah umbilicus (pusar) untuk mencapai kandung kemih.

Komplikasi pasca operasi


Fistula
Stenosis meatus Striktur

Divertikula
Terdapatnya rambut pada uretra

Terimakasih