You are on page 1of 12

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Metode magnetik merupakan salah satu metode geofisika yang mengukur sifat anomali magnet alami yang berubah-ubah terhadap waktu dan untuk menggambarkan keadaan bawah permukaan bumi dengan ciri kemagnetan tersendiri. Sifat tersebut diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan dari daerah di sekelilingnya. Metode geomagnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi dan bumi diyakini sebagai abating magnet raksasa yang menghasilkan medan magnet bumi. Metode ini banyak diminati dikarenakan akuisisi data dan prosesing data dilakukan tidak serumit metode gaya berat dan metode yang lainya. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan anomali berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomali magnetik yang ingin diselidiki. Salah satu teknik lapangan dalam pengumpulan data atau akuisisi magnetik adalah dengan Base-Rover. Sedangkan, Base-Rover adalah salah satu cara akuisisi data metode magnetik dengan menempatkan base sebagai pusat pembacaan dan rover sebagai pembacaan yang berjalan sesuai line observation. I.2 Maksud dan Tujuan Praktikum Geomagnetik acara ini bermaksud agar memahami konsep dasar teori kemagnetan lengkap beserta pengaplikasiannya. Tujuannyaini adalah untuk mendapatkan hasil dari perhitungan koreksi harian medan magnet dan medan magnet anomali dengan menggunakan teknik Base-Rover.

1

Medan itu dihasilkan oleh suatu dipole magnet yang terletak pada pusat bumi.000 – 65. Dari elemen-elemen ini. letak kutub utara magnet bumi adalah 79. yang berarti kutub utara geografis bumi tidak terletak pada tempat yang sama dengan kutub selatan magnetik bumi. 108.5 W dan 79.1 Parameter medan magnet Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D (sudut antara utara magnetik dan utara geografis) dan inklinasi I (sudut antara bidang horisontal dan vektor medan total). Gambar II. Sumbu dipole ini bergeser sekitar 11o dari sumbu rotasi bumi.000 nT. Parameter fisis itu adalah deklinasi magnetik D.1. Intensitas medan magnetik bumi secara kasar antara 25.1 Medan Magnet Bumi Bumi berlaku seperti sebuah magnet yang sangat besar dengan suatu medan magnet yang mengelilinginya. Menurut IGRF (2000). melalui perhitungan posisi simetris dimana dipole magnetik memotong permukaan bumi.5 E untuk kutub selatan. komponen vertikal Z dan komponen horisontal kearah utara X dan kearah timur Y. Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah dan intensitas kemagnetannya. 71.3 S . intensitas horisontal H dan intensitas vertikal Z. yang diukur dalam derajat.BAB II DASAR TEORI II.3 N. semua parameter medan magnet lainnya dapat dihitung. 2 . Intensitas medan magnetik total F digambarkan dengan komponen horisontal H.

o Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan pasang surut matahari dan mempunyai jangkauan 30 nT.Untuk Indonesia. Karena sumber luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di atmosfer. sedangkan yang di selatan ekuator  45.  Medan luar (External field) Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi (aktifitas matahari. o Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan dan mempunyai jangkauan 2 nT.000 nT. Anomali yang diperoleh dari 3 . wilayah yang terletak di utara ekuator mempunyai intensitas  40. Beberapa sumber medan luaar antara lain : o Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11 tahun.000 nT yang berupa endapan magnetik. maka perubahan medan ini terhadap waktu jauh lebih cepat.000 nT  Anomali medan magnetik Variasi medan magnet yang terukur di permukaan bumi merupakan target dari survei magnetik (anomali magnetik).000 nT. Besar anomali magnetik berkisar ratusan sampai ribuan nano-tesla. tapi ada juga yang > 100. Secara garis besar anomali ini disebabkan oleh madan magnetik remanen dan medan magnetik induksi. Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu sehingga untuk menyeragamkan nilai-nilai medan utama bumi dibuat standar nilai yang disebut dengan International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui tiap 5 tahun sekali. badai magnetik) yang merupakan hasil dari ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian. Nilai IGRF tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitar 1 juta km yang dilakukan dalam waktu satu tahun. o Badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkauan sampai dengan 1. yaitu :  Medan utama (Main field) Pengaruh medan utama magnet bumi ± 99 % dan variasinya terhadap waktu sangat lambat dan kecil.

bila arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magnet induksi maka anomalinya bertambah besar. 4 . Karena sumber medan luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di atmosfer. maka perubahan medan ini terhadap waktu jauh lebih cepat. H M = medan magnet utama bumi dan H A = medan anomali magnetik.survei merupakan hasil gabungan dari keduanya. Dengan H T = medan magnet total bumi. Medan magnet utama (main field) Medan magnet utama dapat didefinisikan sebagai medan rata-rata hasil pengukuran dalam jangka waktu yang cukup lama mencakup daerah dengan luas lebih dari 106 km2. demikian pula sebaliknya. Medan magnet luar (external field) Pengaruh medan magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari.2 Komponen Magnet Bumi Medan magnet bumi terdiri dari 3 bagian : 1. Jika anomali medan magnetiknya < 25 % medan magnet utama bumi maka efek medan remanennya dapat diabaikan. II. 2. Bila besar H A < H T dan arah H T hampr sama dengan arah H T maka anomali magnetik totalnya adalah : T  H T  H M (1) atau T  Tobs  TIGRF  Tvn (2) Dimana : Tobs = medan magnet total terukur TIGRF = medan magnet teoritis berdasarkan IGRF dan Tvn = koreksi medan magnet akibat variasi harian.

Stabil tidaknya magnetisasi pada suatu batuan sangat tergantung pada jenis mineral dan ukurannya. yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan mineral dan oksida besi. Dari keluarga besi-titanium oksida antara lain magnetite (Fe3O4 ) atau karat (Fe2O3) dan maghemite (Fe2O3).Sifat magnetik pada mineral ini dikaji secara mendalam dalam bidang paleomagnetisme atau kemagnetan purba. 3. Dari keluarga sulfida-besi antara lain pyrite (FeS2) dan pyrrhotite (Fe7S8). Medan magnet ini dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral bermagnet seperti magnetite. titanomagnetite. 2. Sifat magnet pada batuan dipengaruhi oleh kandungan mineral pada batuan tersebut. dan hidroksida besi. Medan magnet anomali Medan magnet anomali sering juga disebut medan magnet lokal (crustal field). Contoh mineral-mineral magnetik tersebut di antaranya adalah : 1. sulfida-besi. Metoda ini sangat cocok untuk pendugaan struktur geologi bawah permukaan dengan tidak mengabaikan faktor kontrol adanya kenampakan geologi di permukaan dan kegiatan gunungapi.3 Sifat-sifat Kemagnetan Bumi Batuan yang merupakan material pembentuk kerak bumi memiliki sifatsifat yang dapat diperikan dan digunakan untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya. Setiap jenis batuan memiliki sifat dan karakteristik tertentu dalam medan magnet yang dimanifestasikan dalam parameter suseptibilitas magnetik batuan atau mineralnya (k). dan lain-lain yang berada di kerak bumi. Semakin besar kandungan mineral magnetit di dalam batuan. keluarga besi-titanium oksida.3. Namun istilah mineral magnetik biasanya digunakan bagi mineral yang tergolong feromagnetik dalam batuan dan tanah (soils). Sifat magnetik pada batuan ini juga berperan dalam metode geomagnetik untuk eksplorasi. Golongan hidroksida besi antara laingoethite (FeOOH).Salah satu sifat batuan yang biasanya diperikan adalah sifat kemagnetan batuan. akan semakin besar harga suseptibilitasnya. II.Dengan adanya perbedaan dan sifat khusus dari tiap batuan 5 . Suseptibilitas magnet batuan merupakan tingkat kemagnetan suatu benda untuk termagnetisasi.

kuarsa. Sebab-sebab sifat paramagnet ialah karena tidak seimbangnya putaran momen magnet elektron. marmer.dan mineral inilah yang melandasi digunakannya metode magnetik untuk kegiatan eksplorasi maupun kepentingan geodinamika. yaitu: 1. Paramagnetik Memiliki arah sama dengan medan luarnya sehingga harga susceptibilitas magnetiknya (k) bernilai positif namun kecil. tetapi bila diberi medan magnet luar momen tersebut akan mengarah sesuai dengan arah medan luar tersebut. Diamagnetik Memiliki nilai susceptibilitas (k) negatif dan kecil artinya Orientasi elektron orbital substansi ini selalu berlawanan arah dengan magnet luar. yaitu sekitar kali dari diamagnetik/paramagnetik. 3. sehinggga medan totalnya selalu berkurang. 2.Contoh mineral yang termasuk pada jenis ini adalah olivine dan biotit. garam dan anhidrit atau gypsum. marbele. Susceptibilitas suatu magnet batuan berpengaruh terhadap besarnya Intensitas magnetik batuan tersebut.Sifat-sifat paramagnet akan timbul bila atom atau molekul suatu bahan memiliki momen magnet pada waktu tidak terdapat medan luar dan interaksi antara atom adalah lemah. Sebagai contoh adalah granit. Sifat kemagnetan substansi ini dipengaruhi oleh 6 . Ferromagnetik Memiliki harga susceptibilitas magnetik (k) positif dan besar.Pengaruh tersebut dapat digaaambarkan dengan persamaan I=kxH I = intensitas magnetik H = kuat medan magnet (3) Nilai k pada batuan semakin besar jika dalam batuan tersebut semakin banyak dijumpai mineral-mineral bersifat magnetik. Pada umumnya momen magnet menyebar acak. Berdasarkan nilai k dibagi tiga kelompok jenis material dan batuan peyusun litologi bumi.

4. Dalam akuisisi data Satu Alat hanya digunakan satu alat PPM yang di bawa sepanjang lintasan pengukuran. 7 .Atom-atom dalam bahan-bahan ferromagnet memiliki momen magnet dan interaksi antara atom-atom tetangganya begitu kuat sehingga momen semua atom dalam suatu daerah mengarah sesuai dengan medan magnet luar yang diimbaskan. yaitu pada suhu diatas suhu curie sifat kemagnetannya hilang. Perbedaan dalam beberapa cara tersebut hanya di tekankan dalam penggunaan instrument dalam pengukurannya. Pengukuran satu alat ini hanya menggunakan satu alat (PPM) yang menjadi base dan rover. kemudian terus berjalan dari stasiun 1 (satu) hingga stasiun 5 (lima) dan pada akhirnya kembali lagi ke base awal. atau gradient vertical. Pengukuran secara Satu Alat dimulai pada titik Base.keadaan suhu. Contoh mineral yang termasuk jenis ini adalah besi dan nikel. II. Akuisisi data Satu Alat merupakan akuisisi data geomagnetik dengan cara pengukuran dimulai di base dan diakhiri di base lagi. base rover. Pengukuran satu alat dimulai dari base dan di akhiri di base lagi. Akuisisi Data Metode Geomagnetik Dalam akuisisi data magnetik dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara satu alat. bahkan dengan tidak adanya magnet dari luar. Dimana sekaligus pengukuran satu alat ini mencatat nilai variasi harian dan intensitas medan magnet total.

H-Rover Mencari Bln Mengitung H varian Menghitung Ha Kesimpulan Selesai Gambar III.1.1 Diagram Alir Mulai Menghitung rerata TRover.1 Diagram Alir 8 .BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN III.

III. Menghitung rerata waktu dan intensitas yang tercatat selama waktu antara stasiun tersebut pada data rover. Hal terakhir adalah membuat asumsi dasar sebagai kesimpulan dari data yang diolah secara kuantitatif yang meliputi seberapa besar nilai anomaly maksimum dan minimumnya serta terletak di titik mana atau stasiun pengamatan berapa. dengan cara membagi rata data observasi pada dua stasiun (missal stasiun 1 dan stasiun 2). 9 . lihat dan cocokkan waktu yang terekam di data base. Kemudian setelah didapat data rerata waktu di rover. Lalu membuat perhitungan pada tiap stasiun. Dan hasil akhir tersebut di akumulasikan dengan nilai intensitas 1 di base. dengan satuan nT. dengan cara pembagian besar nilai rerata waktu di rover yang dikurangi waktu pertama di base terhadap pengurangan nilai waktu kedua di base dengan waktu pertama di base. Kemudian mencari nilai delta H atau Ha dengan cara jumlah rerata intensitas di rover dikurangkan dengan tetapan IGRF (45000) dan dengan nilai dari H var. Setelah mendapat data tersebut dilakukan perhitungan BLn. Setelah itu. dan lain sebagainya. lalu kali dengan hasil dari intensitas 2 dan 1 pada data di base.2 Pembahasan diagram alir Hal pertama kali yang kita lakukan saat processing data adalah mengamati data lapangan. hitung nilai variasi medan magnet harian dari selisih nilai BLn dengan nilai BL1. Lalu catat nilai intensitas dan waktunya.

III.2 Perhitungan Manual (Terlampir) 10 .

dan nilai Ha=-351.3 Pembahasan Data geomagnetik tanggal 15 juli 2005 dengan total 23 stasiun pengamatan.51 nT. nilai Hvar=196.84 nT.III. nilai Hvar=163.21 nT.46 nT. nilai Hvar=196.57 nT. I1.5 nT.02 nT.84 nT. dan nilai Ha=-458.04 nT.1 nT. Pada stasiun MM073MM074 didapatkan nilai Bln=44803.7 nT dan nilai Ha=-328.6 nT . Excel untuk menentukan nilai variasi harian dan anomali medan magnet bumi sehingga dapat ditentukan berapa besar nilai anomali pada saat pengukuran dan akuisisi data. dan nilai Ha = -613. 11 . Nilai Ha (medan magnet anomali) didapatkan dengan mengurangi nilai Trover rata-rata dengan nilai IGRF (45000) dan Hvar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan secara manual (dengan rumus Ha = Hobs – IGRF . Pada stasiun MM067-MM068 didapatkan nilai Bln=30041. Nilai BLn kemudian dikoreksi dengan nilai BL1 untuk mendapatkan nilai Hvar. nilai Hvar=189.96 nT.39 nT. dan nilai Ha=-313. dan nilai Ha=-476. dan nilai Ha=-585.57 nT. dan nilai Ha=-593. Pada stasiun MM075-MM076 didapatkan nilai Bln=44777. nilai Hvar=-14. nilai Hvar=211. Pada stasiun MM070-MM071 didapatkan nilai Bln=44818. nilai Hvar=196. Pada stasiun MM069-MM070 didapatkan nilai Bln=44794. dan nilai Ha=-714.76 nT.89 nT. nilai Hvar=205 nT.008 nT. Perhitungan dimulai dengan mencari nila rata-rata T dan H pada data rover sebelum dikembalikan kedata base untuk dikoreksi dan akan didapatkan nilai T1.4 nT. dan nilai Ha=497. Pada stasiun MM068-MM069 didapatkan nilai Bln=44834. Pada stasiun MM076-MM077 didapatkan nilai Bln=44802.5 nT. Pada stasiun MM074-MM075 didapatkan nilai Bln=44810.22 nT.76 nT. Pada stasiun MM072-MM073 didapatkan nilai Bln=44810. dan I2.Hvar ) pada stasiun MM067 hingga stasiun MM077 didapatkan data medan magnet anomali.96 nT.8 nT. nilai Hvar=181 nT.24 nT.4 nT.81 nT. Pengolahan data tersebut secara manual dan dengan bantuan software MS. T2. nilai Hvar=-396.96 nT. Pada stasiun MM071-MM072 didapatkan nilai Bln=44825.

89 nT.51 nT.17 m. keuletan dalam melakukan proses pengolahan data dan perhitungan secara manual dalam akuisisi geomagnet. Pada stasiun MM075 didapatkan nilai Ha=-351. Pada stasiun MM076 didapatkan nilai Ha=-458. Pada stasiun MM073 didapatkan nilai Ha=-497. kesabaran. Sehingga dapat diketahui harga maksimum pada pengolahan data di stasiun MM067 hingga stasiun MM076 adalah Ha=-313. Hasil perhitungan data Pada stasiun MM067 nilai Ha=-313.5 nT.008 nT.84 nT.06077” S dan 110049’59.84nT terletak di 6029’26. Pada stasiun MM070 didapatkan nilai Ha=-613.BAB IV PENUTUP IV.2 Saran Dibutuhkan ketelitian.89 nT di stasiun MM067. Pada stasiun MM069 nilai Ha=-593.4 nT.1 Kesimpulan Hasil data processing yang dilakukan secara manual dengan metode base rover dengan menggunakan data base dan data rover.1 nT. 12 . Pada stasiun MM072 didapatkan nilai Ha=-585. Pada stasiun MM071 didapatkan nilai Ha=-714.87 m IV.55876” E dengan elevasi sebesar 252.84 nT. Dan harga minimum pada stasiun MM070 Ha=-613.99910” E dengan elevasi sebesar 137.94225” S dan 110049’27.57 nT.46 nT. terletak di 6031’48. Pada stasiun MM068 didapatkan nilai Ha=328. Pada stasiun MM074 didapatkan nilai Ha=-476.