#GuruSeru Desember 2013: Etna Rufiati

Dedikasi guru Kimia yang satu ini untuk pendidikan memang tidak ada duanya. Pengalaman mendidik puluhan tahun sejak usia SMP hingga sekarang tidak membuat Bu Etna berhenti belajar hal-hal baru. Setelah pensiun dari SMAN 16 Surabaya pun, ia masih terus mengajar Bimbingan Belajar Kelompok dan Home Schooling SMA, dan tak ketinggalan tentunya berbagi dengan rekan-rekan Guraru melalui media sosial dan blog. Ingin tahu apa saja yang dibagi Bu Etna untuk Guraru sekalian? Silakan kunjungi akun Twitternya @etna_rufiati, Facebook Etna Rufiati, akun Guraru, dan beberapa blognya: ini, ini, dan ini. Sebelumnya, yuk, simak hasil wawancara kami dengan #GuruSeru Desember 2013 ini! 

Ibu Guru Kecil Semasa kecil, Bu Etna lebih senang berteman dengan laki-laki. Mereka tidak cengeng, tidak manja, dan lebih sportif, begitu alasannya. Beraneka ragam pula yang dimainkan, mulai dari layang-layang sampai kartu. Nilai di sekolah pun diakuinya pas-pasan, meski tak pernah tinggal kelas. Sejak kecil pula ia sudah senang bermain sekolah-sekolahan dan berperan sebagai guru. Siapa sangka, peran yang tadinya main-main ini dilakoninya secara nyata di usia yang terbilang sangat dini, yakni kelas 2 SMP. Wafatnya sang bapak membuat Bu Etna harus membantu mencari uang untuk ibu dan 7 orang saudaranya. Rupanya, menjadi ibu guru kecil dadakan membantunya ikut belajar juga—nilainya di sekolah meningkat pesat. Ia selalu meraih peringkat 5 besar selama SMA, bahkan dianjurkan menjadi guru Kimia oleh Bu Mardiyah, guru Kimia idolanya. Bu Etna pun melanjutkan pendidikan ke jurusan Kimia IKIPN Surabaya, sambil terus menjadi guru privat seluruh mata pelajaran. Keinginan Bu Etna menjadi guru datang dari orang terdekat, yaitu bapaknya yang mengajar stenografi di sekolah kejaksaan, dan ibunya yang menjadi guru privat. Ibu Soewarni dan Ibu Mardiyah, sosok guru-guru favoritnya di sekolah, kemudian ia jadikan contoh dalam mengajar.

Dekat dengan Siswa di Dunia Nyata dan Maya Kemauan untuk belajar dan mendengarkan masukan dari siswa membuat Bu Etna yang tadinya terlalu disiplin kemudian menjadi guru yang disukai dan amat dekat dengan siswa. “Saya mulai ingat harus selalu senyum, penuh kasih sayang, humor yang terkait dengan topik, memberi kail bukan ikan, mengadakan tutor sebaya, kelompok belajar di luar tatap muka dan saya hadir, tambahan belajar jam ke nol,” tutur Bu Etna membeberkan kunci sukses pembelajarannya. Sejak mempraktikkan hal-hal di atas, para siswa Bu Etna tak lagi tegang. Pembelajaran bisa berlangsung di taman atau tempat lain yang menyenangkan. Mereka bahkan diperbolehkan untuk minum dan makan permen di kelas. Suasana ‘santai’ tersebut tak lantas membuat kelas jadi tidak disiplin. Para siswa tetap mengikuti aturan yang dibuat. Kedekatan Bu Etna dengan siswanya tak hanya berlaku di sekolah, tapi juga di luar sekolah melalui ponsel dan media sosial. Bu Etna tak keberatan menjawab pertanyaan-pertanyaan

Terbukti saya sendiri setelah pensiun melayani siswa dalam les privat. maupun di mana saja. Kita tak boleh ketinggalan skill dalam menggunakan internet. mengajak siswa bermain game Kimia online. Dengan metode-metode tersebut.” ia menambahkan. akan merasa malu dan belajar memanfaatkan IT. maka akan makin runyamlah pendidikan yang diberikan kepada siswanya. bahkan kita harus mampu mengarahkan pemanfaatan internet yang mendidik. bahkan mungkin ada yang tertidur. bosan. dibaca persis kata-kata yang ada. Mengapa demikian? Apa yang terjadi? Ternyata sebagian guru yang telah menggunakan IT. Rahasianya. kini bisa membawa siswa mengikuti lomba yang melibatkan media sosial. “Siswa malu lupa kalau pemalu. menurut Bu Etna. dapat menerapkan kimia dalam hidup sehari-hari. eh kata mereka hanya di klik-klik saja. siswa malas merasa tertarik untuk belajar. Tujuan pembelajaran pun tercapai dengan baik. e-Learning ala Bu Etna Ada beragam metode pembelajaran yang digunakan Bu Etna. dan menyajikan video youtube untuk didiskusikan bersama. bagi Bu Etna. Media sosial. Ia yang awalnya tak tahu internet. Kualitas pengajaran pun diakuinya terus meningkat. Banyak pula siswa yang curhat dan minta pelayanan IT yang benar. setiap saat. bisa kecewa. pengembangan. dan nyatanya banyak yang berhasil dan mereka mengatakan bukan dari guru kelasnya. Pertama. Insya Allah kita yang pernah membaca kisah seperti ini. adalah memperlakukan siswa seperti teman. nilainya meningkat terus. Terus terang untuk guru yang masih tetap bertahan merasa tak mau direpotkan dengan IT. misalnya tayangan power point atau sejenisnya. “Semua cara di atas divariasikan dan disesuaikan dengan topik dan alokasi waktu serta tetap mengacu RPP pribadi yang telah dirumuskan. Twitter. lebih paham. belajar dari internet. mereka berjuang sendiri. Blog pribadi digunakan sebagai sumber informasi di kelas maupun di luar kelas. sebagai media pembelajaran yang ditayangkan dalam diskusi atau presentasi. melakukan tes online. Walaupun sebagian siswa ada yang tak peduli siapapun gurunya. Kalau guru masih bertahan tidak mau/ merasa belum sempat melek IT. Semua berkat upaya kreativitas dengan IT dan memberikan senyum penuh kasih sayang. Whatsapp. Guru makin sering jadi pendengar. Bu Etna juga memberikan tutorial. sampai berbincang dengan siswa di luar sekolah. home schooling. dan sebagai media tugas. nilai bisa sering remidi. juga berperan terhadap kedekatan guru dan siswa. dan pengayaan melalui berbagai media komunikasi. Facebook. siswa nakal tak sempat menggoda teman. dan tak sedikit yang menjadi siswa peringkat. les di luar. siswanya akan senyam senyum. menggunakan blog pribadi. mereka amat berterima kasih karena merasa lebih enjoy. dalam pembelajaran. bimbingan belajar kelompok. Ini semua membuat ngantuk. sampai Skype—dari pagi hingga malam hari. pembelajaran menjadi hidup dan siswa lebih aktif. memberi solusi. Pesan untuk Rekan Guraru Pembelajaran di era cyber ini harus dikemas oleh guru secara kreatif memanfaatkan media / jejaring sosial yang telah digunakan siswa dan dipahami dengan baik oleh mereka. banyak yang ngantuk. kapan saja. menyadari sepenuhnya tugas guru. proses pembelajaran tak diminati siswa.siswa melalui berbagai media—SMS. mereka bisa kurang menghargai guru. tetapi guru .” tutur Bu Etna. serta mau dan tidak malu untuk saling belajar. mereka disuruh mencatat dari PPT.

Contoh keteladanan. atau mereka tak cerdas. Insya Allah secara bertahap pendidikan bangsa Indonesia terus meningkat. hehehe. Kita sisihkan dan kita beli laptop termurah asal bisa online. bertengkar dengan siswa lain. saya menghimbau kepada rekan guru untuk sgera berkreasi meningkatkan diri dalam melayani siswa melalui pemanfaatan IT. umur 4 tahunpun kecerdasan anak dapat mulai di asah dengan asuh dan asih. Bagi yang belum sertifikasi bisa janjian pinjam laptop siswa. Kita beli modem. memperhatikan setiap perbedaan individu siswa. . ada beberapa guru yang berterima kasih dan menggunakannya. Insya Allah kita para Guraru yang telah memanfaatkan IT dengan amat kreatif. Sebenarnya apapun dapat kita kreasi. Hampir sekelas remidi semua ketika ulangan. agar dapat diteladani. kata mereka. siswa gak mampu. Bahkan ada yang mengatakan KKM terlalu tinggi. anak-anak kita harus dapat dijadikan contoh. Insya Allah hasilnya akan mengejutkan. mulai dari diri sendiri dan keluarga. Nah Pembelajaran klasikal maupun kelompok. dll. internetnya lemot. malah offline. Terima kasih. tetunya yang sudah memperoleh. komputer hanya sedikit. Guru harus tanggap ketika ada siswa yang tampak sakit. Atau pinjam sekolah.mengklik dengan cepat. Demikianlah sumbang saran saya bedasarkan pengalaman saya mengajar langsung dan menjadi instruktur pembina guru lain sejak 1980. sehingga setiap hari pengunjung blog mencapai ribuan. nilai di atas KKM hanya 25% ke bawah. saya pernah melakukannya. bukan paket volum lho. siswa dapat diminta untuk melihat tayangan dari satu laptop guru tsb. bukan berarti kelinci percobaan. karena pembelajarannya tegang. Insya Allah Guraru tidak demikian. Oleh sebab itu. Maka untuk generasi emas mendatang PAUD mulai umur 4 tahun. dsb. Apakah guru yang menggunakan IT tak sesuai di atas itu sudah mengajar? Sudah kreatif? Dari temuan-temuan yang saya peroleh di atas. Marilah kita tingkatkan terus profesionalisme kita. Sekolah disarankan membeli laptop untuk guru yang belum sertifikasi. yang sudah banyak saya tulis di blog pribadi. Kita mempunyai dana pendidikan dari sertifikasi. banyak anak yang nilainya masih di bawah KKM. Benarkah siswa kita itu tidak cerdas? Sedangkan Allah SWT memberikan kecerdasan penuh. alhamdulillah. kecewa. marah. atau nilai terpaksa palsu karena ditambah dll. atau ketikan dalam format apapun bisa ditayangkan. guru berlatih penuh senyum. amin YRA. Seringkali rekan guru di daerah mengatakan belum ada internet. Kalau kita dapat bersama terus meningkatkan kreativitas kita dengan IT. Terbukti secanggih apapun IT yang digunakan. tak akan mengeluh nilai siswanya jelek. kemasan pembelajarannya enjoy. Kalau belum sempat membuat blog. Atau caracara kreatif lain masih banyak yang bisa diupayakan. gunakan blog orang lain. Insya Allah pendidikan bangsa Indonesia benarbenar meningkat drastis. Tentang pembelajaran penuh kasih sayang amat diharapkan. malas. beli paket unlimited. galau. Untuk itu jangan sampai lupa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful