LAPORAN PENDAHULUAN FRAKTUR A.

Definisi Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer et al, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall . dalam buku !ursing are "lans and #okumentation menyebutkan bah$a Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Fraktur %emur adalah rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot, kondisi&kondisi tertentu seperti degenerasi tulang ' osteoporosis. "ersendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan a(etabulum bagian dari %emur terdiri dari kepala, leher, bagian terbesar dan ke(il, trokhanter dan batang, bagian terjauh dari %emur berakhir pada kedua kondilas. )epala %emur masuk a(etabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula %ibrosa, ligamen dan otot. Suplai darah ke kepala %emoral merupakan hal yang penting pada %aktur hip. Suplai darah ke %emur ber*ariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari pembuluh darah dari batang %emur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian ba$ah dari leher %emur. B. Etiologi & Kekerasan langsung )ekerasan langsung menyebabkan patah tulang pada titik terjadinya kekerasan. Fraktur demikian demikian sering bersi%at %raktur terbuka dengan garis patah melintang atau miring. & Kekerasan tidak langsung )ekerasan tidak langsung menyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari tempat terjadinya kekerasan. +ang patah biasanya adalah bagian yang paling lemah dalam jalur hantaran *ektor kekerasan. & Kekerasan akibat tarikan otot "atah tulang akibat tarikan otot sangat jarang terjadi.)ekuatan dapat berupa pemuntiran, penekukan, penekukan dan penekanan, kombinasi dari ketiganya, dan penarikan. . Patofisiologi ,ulang bersi%at rapuh namun (ukup mempunyai kekuatan dan gaya pegas untuk menahan. ,api apabila tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap tulang, maka terjadilah trauma pada tulang yang mengakibatkan rusaknya atau terputusnya kontinuitas tulang. Setelah terjadi %raktur, periosteum dan pembuluh darah serta sara% dalam korteks, marro$, dan jaringan lunak yang membungkus tulang rusak. "erdarahan terjadi karena kerusakan tersebut dan terbentuklah hematoma di rongga medula tulang. Jaringan tulang segera berdekatan ke bagian tulang yang patah. Jaringan yang mengalami nekrosis ini menstimulasi terjadinya respon in%lamasi yang ditandai dengan *asodilatasi, eksudasi plasma dan leukosit, dan

)ejadian inilah yang merupakan dasar dari proses penyembuhan tulang nantinya. .in%iltrasi sel darah putih.

dislokasi.%ragmen tulang ada yang hilang  Berdasarkan ko$&lit atau ketidakklo$&litan fraktur. %ragmen jelas 1.erbuka (0pen' ompound). & Faktor !ntrinsik .Fraktur . rusak hebat atau hilangnya jaringan disekitarnya bentuknya kominuti%.Fraktur 0blik/ %raktur yang arah garis patahnya membentuk sudut terhadap sumbu tulang dan meruakan akibat trauma angulasijuga. bila tidak terdapat hubungan antara %ragmen tulang dengan dunia luar.Fraktur Spiral/ %raktur yang arah garis patahnya berbentuk spiral yang disebabkan trauma rotasi.Faktur . . Laserasi 4 2 (m kontusi otot diserkitarnya bentuknya dislokasi. bila garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang seperti/ a) 6air Line Fraktur (patah retidak rambut) b) . .u(kle atau .Fraktru 5nkomplit. . bila terjadi lipatan dari satu korteks dengan kompresi tulang spongiosa di ba$ahnya. 2.rans*ersal/ %raktur yang arahnya melintang pada tulang dan merupakan akibat trauma angulasi atau langsung.Fraktur )omplit. kelelahan.ertutup ( losed). disebut juga %raktur bersih (karena kulit masih utuh) tanpa komplikasi. . $aktu. . D. Laserasi 3 2 (m bentuknya sederhana. Luka lebar. yaitu/  Berdasarkan sifat fraktur "luka #ang diti$bulkan%.Faktor&Faktor +ang Mempengaruhi Fraktur & Faktor Ekstrinsik -danya tekanan dari luar yang bereaksi pada tulang yang tergantung terhadap besar. .Fraktur )ompresi/ %raktur yang terjadi karena trauma aksial %leksi yang mendorong . dan kepadatan atau kekerasan tulang. elastisitas. #erajat patah tulang terbuka terbagi atas 1 ma(am yaitu / 2.orus Fraktur. segmental. minimal.  Berdasarkan bentuk garis &ata' dan 'ubbungann#a dengan $ekanis$e trau$a.eberapa si%at yang terpenting dari tulang yang menentukan daya tahan untuk timbulnya %raktur seperti kapasitas absorbsi dari tekanan. mengenai satu korteks dengan angulasi korteks lainnya yang terjadi pada tulang panjang. dan arah tekanan yang dapat menyebabkan %raktur. () 7reen Sti(k Fraktur. bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang seperti terlihat pada %oto.Fraktur .%ragmen. Klasifikasi Fraktur "enampikan %raktur dapat sangat ber*ariasi tetapi untuk alasan yang praktis . dibagi menjadi beberapa kelompok. . . bila terdapat hubungan antara hubungan antara %ragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan kulit.

Fraktur Ekstraka&suler9  . E.2'1 medial . panggul dan Melalui kepala %emur ((apital %raktur)  6anya di ba$ah kepala %emur  Melalui leher dari %emur 2.  Berdasarkan (u$la' garis &ata'. -kibat dari hal tersebut yaitu terjadi perdarahan. .Fraktur Undisplaced (tidak bergeser)/ garis patah lengkap ttetapi kedua %ragmen tidak bergeser dan periosteum masih utuh. . .  Fraktur Patologis) fraktur #ang diakibatkan karena &roses &atologis tulang. sumsum tulang dan jarigan lunak.Fraktur -*ulsi/ %raktur yang diakibatkan karena trauma tarikan atau traksi otot pada insersinya pada tulang.Fraktur Multiple/ %raktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak pada tulang yang sama.2'1 proksimal . terjadi kerusakan korteks. PATO+ENE. b) #islokasi ad a8im (pergeseran yang membentuk sudut).Fraktur )omuniti%/ %raktur dimana garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan. kerusakan tulang dan jaringan . pembuluh darah. .  . melalui trokhanter %emur yang lebih besar'yang lebih ke(il 'pada daerah intertrokhanter. terbagi atas/ a) #islokasi ad longitudinam (um (ontra(tionum (pergeseran searah sumbu dan o*erlapping). Fraktur !ntraka&suler fe$ur yang terjadi di dalam tulang sendi.  Berdasarkan &ergeseran frag$en tulang.erjadi di luar sendi dan kapsul.  Berdasarkan &osisi frakur Sebatang tulang terbagi menjadi tiga bagian / .tulang ke arah permukaan lain.erjadi di bagian distal menuju leher %emur tetapi tidak lebih dari 2 in(i di ba$ah trokhanter ke(il. -da 2 tipe dari fraktur fe$ur.!. yaitu / 2. . Mekanisme Nyeri Tekan : "ada saat terjadi %raktur.Fraktur Segmental/ %raktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak berhubungan.Fraktur #ispla(ed (bergeser)/ terjadi pergeseran %ragmen tulang yang juga disebut lokasi %ragmen. () #islokasi ad latus (pergeseran dimana kedua %ragmen saling menjauh). .2'1 distal  Fraktur Kelela'an) fraktur akibat tekanan #ang berulang*ulang.

Sementara tulang yang imatur (anyaman tulang ) menjadi lebih padat sehingga gerakan pada tempat %raktur berkurang pada . . #alam beberapa hari terbentuklah tulang baru yang menggabungkan kedua %ragmen tulang yang patah. lalu menstimulasi histamin pada otot yang iskhemik dan menyebabkan protein plasma hilang dan masuk keinterstitial. sehingga terjadilah nyeri tekan. minggu setelah %raktur menyatu. < .Stadium Satu-Pembentukan Hematoma "embuluh darah robek dan terbentuk hematoma disekitar daerah %raktur. . sel itu akan mulai membentuk tulang dan juga kartilago. Sistem ini sekarang (ukup kaku dan memungkinkan osteo(last menerobos melalui reruntuhan pada garis %raktur. )eadaan ini menimbulkan hematom pada kanal medulla antara tepi tulang diba$ah periostium dengan jaringan tulang yang mengatasi %raktur.>endosteum. . 6al tersebut menyebabkan terjadinya edema. yaitu/ .ila akti*itas osteo(last dan osteoblast berlanjut.entunya hal tersebut merupakan salah satu upaya tubuh untuk melakukan proses penyembuhan dalam memperbaiki (idera. dimana tahap tersebut menunjukkan tahap a$al penyembuhan tulang. 5ni adalah proses yang lambat dan mungkin perlu beberapa bulan sebelum tulang kuat untuk memba$a beban yang normal. sehingga meningkatkan tekanan kapiler. "opulasi sel ini dipengaruhi oleh kegiatan osteoblast dan osteoklast mulai ber%ungsi dengan mengabsorbsi sel&sel tulang yang mati.sekitar. 6ematom menyebabkn dilatasi kapiler di otot. tergantung %rakturnya.Stadium Empat-Konsolidasi . anyaman tulang berubah menjadi lamellar.Stadium Lima.= jam dan perdarahan berhenti sama sekali.dan bone marro$ yang telah mengalami trauma. Sel&sel darah membentuk %ibrin guna melindungi tulang yang rusak dan sebagai tempat tumbuhnya kapiler baru dan %ibroblast. Sel&sel yang mengalami proli%erasi ini terus masuk ke dalam lapisan yang lebih dalam dan disanalah osteoblast beregenerasi dan terjadi proses osteogenesis.ulang bisa beregenerasi sama seperti jaringan tubuh yang lain. bila diberikan keadaan yang tepat.ulang baru dibentuk oleh akti*itas sel&sel tulang.Stadium Dua-Proliferasi Seluler "ada stadium ini terjadi proli%erasi dan di%%erensiasi sel menjadi %ibro kartilago yang berasal dari periosteum.emodelling . . membentuk kallus atau bebat pada permukaan endosteal dan periosteal. . Fraktur merangsang tubuh untuk menyembuhkan tulang yang patah dengan jalan membentuk tulang baru diantara ujung patahan tulang. . :dema yang terbentuk akan menekan ujung syara% nyeri. Lalu terjadilah respon in%lammasi akibat sirkulasi jaringan nekrotik dengan ditandai *asodilatasi dari plasma dan leukosit. dan tepat dibelakangnya osteo(last mengisi (elah&(elah yang tersisa diantara %ragmen dengan tulang yang baru. -da lima stadium penyembuhan tulang. Fase ini berlangsung selama = jam setelah %raktur sampai selesai. Massa sel yang tebal dengan tulang yang imatur dan kartilago.Stadium Tiga-Pembentukan Kallus Sel<sel yang berkembang memiliki potensi yang kondrogenik dan osteogenik. . Stadium ini berlangsung 2.

)reatinin / traumaa otot meningkatkan beban kreatinin untuk ginjal. dinding yang tidak dikehendaki dibuang. dan pemeriksaan sinar&A pasien. #iagnosis %raktur bergantung pada gejala.anda ini bisa baru terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah (edera . . . de%ormitas. tanda %isik. "ergeseran %ragmen pada %raktur lengan atau tungkai menyebabkan de%ormitas (terlihat maupun teraba) ekstremitas yang bisa diketahui dengan membandingkan dengan ekstremitas normal. Lamellae yang lebih tebal diletidakkan pada tempat yang tekanannya lebih tinggi. krepitus. s(an/ memperlihatkan %raktur juga dapat digunakan untuk mengidenti%ikasi kerusakan jaringan lunak. mungkin meningkat'menurun. F. Selama beberapa bulan atau tahun. (. Spasme otot yang menyertai %raktur merupakan bentuk bidai alamiah yang diran(ang untuk meminimalkan gerakan antar %ragmen tulang. bagian&bagian tak dapat digunakan dan (enderung bergerak se(ara tidak alamiah (gerakan luar biasa) bukannya tetap rigid seperti normalnya. Tanda dan +e(ala Mani%estasi klinis %raktur adalah nyeri. pemendekan ekstremitas. rongga sumsum dibentuk dan akhirnya dibentuk struktur yang mirip dengan normalnya. b. pembengkakan lo(al. • Setelah terjadi %raktur. "eningkatan jumlal sop adalah respons stress normal setelah trauma. dan perubahan $arna • !yeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai %ragmen tulang diimobilisasi. Penatalaksanaan -edis Test Diagnostik a. .? sampai ? (m (2 sampai 2 in(i) • Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan. temogram. Fragmen sering melingkupi satu sama lain sampai 2. terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat di atas dan ba$ah tempat %raktur.iasanya pasien mengeluhkan mengalami (edera pada daerah tersebut +. hilangnya %ungsi. teraba adanya derik tulang dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara %ragmen satu dengan yang lainnya. :kstremitas tak dapat ber%ungsi dengan baik karena %ungsi normal otot bergantung pada integritas tulang tempat melekatnya otot. pengelasan kasar ini dibentuk ulang oleh proses resorbsi dan pembentukan tulang yang terus&menerus. )ebanyakan justru tidak ada pada %raktur linear atau %isur atau %raktur impaksi (permukaan patahan saling terdesak satu sama lain). • "ada %raktur panjang. (@ji krepitus dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak yang lebih berat) • "embengkakan dan perubahan $arna lokal pada kulit terjadi sebagai akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti %raktur. s(an tulang. d. . 6itung darah lengkap / 6.Fraktur telah dijembatani oleh suatu manset tulang yang padat.idak semua tanda dan gejala tersebut terdapat pada setiap %raktur. "emeriksaan Bontgen / menentukan lokasi'luasnya %raktur'luasnyatrauma.

"ro%il koagulasi / perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah. #igunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk $aktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot. -etode Konser/atif a% +i&s yaitu alat immobilisasi eksternal yang kaku dan di(etak sesuai bentuk tubuh yang dipasang. )egunaan pemasangan traksi antara lain/ 2. .raksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan.raksi ussell#s . Ma(am&ma(am traksi antara lain/ 2. .raksi ini digunakan untuk %raktur batang %emur. )adang&kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian ba$ah. ?. sedang tungkai e. 2.. 5ndikasi dilakukan pemasangan gips adalah / o 5mmobilisasi dan penyangga %raktur o 5stirahatkan dan stabilisasi o )oreksi de%ormitas o Mengurangi akti*itas o Membuat (etakan tubuh orthotik b% Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh(. Se(ara umum traksi dilakukan dengan menempatkan beban dengan tali pada ekstermitas pasien. kejang dan spasme. . di ba$ah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen. .raksi "anggul #isempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat pun(ak iliaka. Mengen(angkan pada perlekatannya. dipasang staples pada steiman pen. . trans%usi multiple. yaitu / . #i%raksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi). . . . .raksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan *ertikal pada lutut se(ara horisontal pada tibia atau %ibula.. 5mmobilisasi . 1.raksi ini biasa dipasang dengan halter kepala.empat tarikan disesuaikan sedemikian rupa sehingga arah tarikan segaris dengan sumbu panjang tulang yang patah. #ilakukan pada anak&anak dan remaja dimana masih memungkinkan terjadinya pertumbuhan tulang panjang..raksi khusus untuk anak&anak "enderita tidur terlentang 2&2 jam. 2002/22D1). -da dua metode penatalaksanaan medis pada %raktur. . Memperbaiki dan men(egah de%ormitas 1. ?.raksi er*ikal #igunakan untuk menahan kepala e8tensi pada keseleo.runnerCSuddart. atau (ederah hati.raksi :kstension !"uck#s E$tention% Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Mengurangi nyeri akibat spasme otot 2. "aha ditopang dengan thomas splint. .

"ada metode ini. Metode pemasangan traksi antara lain / (2). 0.)esempatan untuk memeriksa pembuluh darah dan sara% yang berada didekatnya .. prosedur pembedahan untuk memperbaiki %ungsi dengan mengembalikan stabilitas dan mengurangi rasa nyeri pada tulang yang patah yang telah direduksi dengan skrup. . terutama pada kasus&kasus yang tanpa komplikasi.)etelitian reposisi %ragmen tulang yang patah .raksi mekanik. Sementara itu otot&otot paha dapat dilatih se(ara akti%.raksi kulit (skin tra(tion) #ipasang pada dasar sistem skeletal untuk sturktur yang lain misal otot. seperti/ a% OR!F " O&en Redu1tion !nternal Fi2ation% +aitu. #ilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan ka$at metal 'penjepit melalui tulang 'jaringan metal. 6ematoma %raktur dan %ragmen&%ragmen tulang yang telah mati diirigasi dari luka. Setelah immobilisasi dilaksanakan. paku dan pin logam. minggu dan beban 3 ? kg. sekrup. .. "ada umumnya insisi dilakukan pada tempat yang mengalami (edera dan diteruskan sepanjang bidang anatomik menuju tempat yang mengalami %raktur.raksi skeletal Merupakan traksi de%initi% pada orang de$asa yang merupakan balanced traction.raksi manual . #igunakan dalam $aktu . sampai tulangnya membentuk (allus yang (ukup. b. yaitu mengalami proses penyembuhan dan perbaikan tulang.ba$ah ditopang atau "earson atta(hment. .ujuannya adalah perbaikan dislokasi. dan pada keadaan emergensi.idak perlu memasang gips dan alat&alat stabilisasi yang lain . (2). "embentukan prokallus'6ematoma . .arikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih. kedua ujung tulang yang patah dikembalikan kepada posisi asalnya dan di%iksasi dengan pelat dan skrup atau diikat dengan ka$at."era$atan di BS dapat ditekan seminimal mungkin.#apat men(apai stabilitas %iksasi yang (ukup memadai . Faktor tersebut dapat diperbaiki tetapi prosesnya agak lambat. mengurangi %raktur. ada 2 ma(am / a. Sesudah direduksi. karena melibatkan pembentukan tulang baru. pelat. "roses tersebut terjadi empat tahap yaitu/ 2. Fraktur kemudian direposisi dengan tangan agar menghasilkan posisi yang normal kembali. )euntungan pera$atan %raktur dengan pembedahan antara lain / . tulang akan beradaptasi pada kondisi tersebut. dan paku. %ragmen&%ragmen tulang ini dipertahankan dengan alat&alat ortopedik berupa pen. -etode Pe$beda'an Metode pera$atan ini disebut %iksasi interna dan reduksi terbuka.

disejajarkan dan diimobilisasi dengan sejumlah pin yang dimasukkan ke dalam %ragmen tulang. 1.. mengobati %raktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak dimana garis %raktur direduksi. Fiksasi internal diindikasikan pada/ • Fraktur intraartikular (untuk menstabilkan patahan tulang se(ara anatomi) • Memperbaiki pembuluh darah dan ner*us (untuk melindungi peredaran darah dan perbaikan ner*us) • Multiple in&uries • "asien lansia (untuk menunjang mobilisasi dini) • Fraktur tulang panjang (tibia.<? hari osteoblas menyusun trabekula di sekitar ruangan yang kelak menjadi saluran har*est.2&E2 jam pertama pada daerah %raktur yang disebabkan karena adanya perdarahan yang terkumpul di sekitar %raktur yaitu darah dan eksudat. Fiksasi eksternal diindikasikan pada/ • . sehingga akan terbentuk jaringan granulasi 2.erdapat pengisian pada kerusakan segmen limb (trauma. kemudian akan diserbu oleh kapiler dan sel darah putih terutama netro%il. kemudian diikat oleh makro%ag. dan humerus) • )egagalan management konser*ati% • Fraktur patologis • Unstable fractures )omplikasi yang mungkin mun(ul pada %iksasi internal diantaranya adalah/ & 5n%eksi & !on&union & )egagalan implant & efracture b% Fiksasi ekterna +aitu. Jaringan itulah yang dinamakan kallus yang ber%ungsi sebagai bidai (pembalut) yang terbentuk pada akhir minggu kedua. 0si%ikasi #imulai pada 2&1 minggu setelah %raktur jaringan kallus akhirnya akan diendapi oleh garam& garam mineral dan akan terbentuk tulang yang akan menghubungkan kedua sisi yang patah. . Bemodeling allus yang berlebihan diabsorbsi dan tulang trabe(ular terbentuk pada garis (edera. tumor dan osteomyelitis) • "emanjangan limb . %emur. "embentukkan )allus Selama .6ematoma akan terbentuk pada .rauma akut (%raktur terbuka dan tidak stabil) • 'on-union fracture • "erbaikan pada &oint contracture • .

@ntuk memperoleh pengkajian yang lengkap tentang rasa nyeri klien digunakan/ & "ro*oking 5n(ident/ apakah ada peristi$a yang menjadi yang menjadi %aktor presipitasi nyeri. alamat. Selain itu. atau menusuk. pekerjaan.ekarang "engumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari %raktur. d) Ri3a#at Pen#akit Da'ulu "ada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab %raktur dan memberi petunjuk berapa lama tulang tersebut akan menyambung. & . status perka$inan. Ana$nesa a) !dentitas Klien Meliputi nama. register. 5ni bisa berupa kronologi terjadinya penyakit tersebut sehingga nantinya bisa ditentukan kekuatan yang terjadi dan bagian tubuh mana yang terkena. "enyakit&penyakit tertentu seperti kanker tulang dan penyakit pagetGs yang menyebabkan %raktur patologis yang sering sulit untuk menyambung. )eberhasilan proses kepera$atan sangat bergantuang pada tahap ini. b) Kelu'an Uta$a "ada umumnya keluhan utama pada kasus %raktur adalah rasa nyeri. apakah bertambah buruk pada malam hari atau siang hari. bahasa yang dipakai. & Begion / radiation. 2002/2102). penyakit diabetes dengan luka di kaki sanagt beresiko terjadinya . berdenyut.runnerCSuddart. apakah rasa sakit menjalar atau menyebar. pendidikan. Pengka(ian Ke&era3atan "engkajian merupakan tahap a$al dan landasan dalam proses kepera$atan. #onna #.. & Fuality o% "ain/ seperti apa rasa nyeri yang dirasakan atau digambarkan klien. Selain itu. agama. golongan darah.ime/ berapa lama nyeri berlangsung. diagnosa medis.ahap ini terbagi atas/ Pengu$&ulan Data . umur. dan dimana rasa sakit terjadi. no. relie%/ apakah rasa sakit bisa reda. bisa berdasarkan skala nyeri atau klien menerangkan seberapa jauh rasa sakit mempengaruhi kemampuan %ungsinya. tanggal MBS. -pakah seperti terbakar. !yeri tersebut bisa akut atau kronik tergantung dan lamanya serangan. H. untuk itu diperlukan ke(ermatan dan ketelitian tentang masalah&masalah klien sehingga dapat memberikan arah terhadap tindakan kepera$atan. (. kapan. () Ri3a#at Pen#akit . asuransi. jenis kelamin. dengan mengetahui mekanisme terjadinya ke(elakaan bisa diketahui luka ke(elakaan yang lain (5gnata*i(ius. & Se*erity (S(ale) o% "ain/ seberapa jauh rasa nyeri yang dirasakan klien. 2DD?). yang nantinya membantu dalam membuat ren(ana tindakan terhadap klien. .1% Reduksi terbuka Melakukan kesejajaran tulang yang patah setelah terlebih dahulu dilakukan diseksi dan pemanjangan tulang yang patah.

"ada kedua pola ini juga dikaji ada kesulitan atau tidak. & Pola Tidur dan !stira'at Semua klien %raktur timbul rasa nyeri. pengkonsumsian alkohol yang bisa mengganggu keseimbangannya dan apakah klien melakukan olahraga atau tidak. tapi $alaupun begitu perlu juga dikaji %rekuensi. dan kesulitan tidur serta penggunaan obat tidur (#oengos. dan kanker tulang yang (enderung diturunkan se(ara genetik (5gnata*i(ius. :*aluasi terhadap pola nutrisi klien bisa membantu menentukan penyebab masalah muskuloskeletal dan mengantisipasi komplikasi dari nutrisi yang tidak adekuat terutama kalsium atau protein dan terpapar sinar matahari yang kurang merupakan %aktor predisposisi masalah muskuloskeletal terutama pada lansia. osteoporosis yang sering terjadi pada beberapa keturunan. 2002). maka semua bentuk kegiatan klien menjadi berkurang dan kebutuhan klien perlu banyak dibantu oleh orang lain. %) Ri3a#at Psikososial Merupakan respons emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan peran klien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari&harinya baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat (5gnata*i(ius. & Pola Nutrisi dan -etabolis$e "ada klien %raktur harus mengkonsumsi nutrisi melebihi kebutuhan sehari&harinya seperti kalsium. #onna #. 6al lain yang perlu dikaji adalah bentuk akti*itas klien terutama pekerjaan klien. sehingga hal ini dapat mengganggu pola dan kebutuhan tidur klien. protein. pengkajian juga meliputi kebiasaan hidup klien seperti penggunaan obat steroid yang dapat mengganggu metabolisme kalsium. Selain itu juga obesitas juga menghambat degenerasi dan mobilitas klien. & Pola Akti/itas )arena timbulnya nyeri. pengkajian dilaksanakan pada lamanya tidur.osteomyelitis akut maupun kronik dan juga diabetes menghambat proses penyembuhan tulang e) Ri3a#at Pen#akit Keluarga "enyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit tulang merupakan salah satu %aktor predisposisi terjadinya %raktur. & Pola Eli$inasi @ntuk kasus %raktur humerus tidak ada gangguan pada pola eliminasi. *it. $arna.e'at "ada kasus %raktur akan timbul ketidakutan akan terjadinya ke(a(atan pada dirinya dan harus menjalani penatalaksanaan kesehatan untuk membantu penyembuhan tulangnya. #onna #. 2DD?). keterbatasan gerak. kebiasaan tidur. #onna #. dan jumlah. Marilynn :. Selain itu juga. seperti diabetes. )arena ada beberapa bentuk . Hat besi. konsistensi. bau.2DD?). dan lainnya untuk membantu proses penyembuhan tulang.(5gnata*i(ius. 2DD?). g) Pola*Pola Fungsi Kese'atan & Pola Perse&si dan Tata Laksana Hidu& . kepekatannya. $arna serta bau %e(es pada pola eliminasi al*i. Sedangkan pada pola eliminasi uri dikaji %rekuensi. keterbatasan gerak. Selain itu. suasana lingkungan.

klien tidak bisa melakukan hubungan seksual karena harus menjalani ra$at inap dan keterbatasan gerak serta rasa nyeri yang dialami klien.tress "ada klien %raktur timbul rasa (emas tentang keadaan dirinya. sedang. Mekanisme koping yang ditempuh klien bisa tidak e%ekti%. #onna #. )arena klien harus menjalani ra$at inap (5gnata*i(ius. & Pola Penanggulangan . & Pola Perse&si dan Konse& Diri #ampak yang timbul pada klien %raktur yaitu timbul ketidakutan akan ke(a(atan akibat %rakturnya. 6al ini perlu untuk dapat melaksanakan total (are karena ada ke(enderungan dimana spesialisasi hanya memperlihatkan daerah yang lebih sempit tetapi lebih mendalam. sedang pada indera yang lain tidak timbul gangguan. & Pola . #onna #. yaitu pemeriksaan umum (status generalisata) untuk mendapatkan gambaran umum dan pemeriksaan setempat (lokalis). ringan. berat dan pada kasus %raktur biasanya akut.e1ara siste$ik dari ke&ala sa$&ai kela$in . +a$baran U$u$ "erlu menyebutkan/ & Keadaan u$u$) baik atau burukn#a #ang di1atat adala' tanda*tanda4 se&erti) (a) )esadaran penderita/ apatis. Pe$eriksaan Fisik #ibagi menjadi dua. a. keadaan penyakit/ akut. #onna #. rasa (emas.pekerjaan beresiko untuk terjadinya %raktur dibanding pekerjaan yang lain (5gnata*i(ius. & Pola Tata Nilai dan Ke#akinan @ntuk klien %raktur tidak dapat melaksanakan kebutuhan beribadah dengan baik terutama %rekuensi dan konsentrasi. 2DD?). 2DD?).eksual #ampak pada klien %raktur yaitu. sopor. 2DD?). gelisah. 6al ini bisa disebabkan karena nyeri dan keterbatasan gerak klien 0. #onna #. koma. #onna #. Selain itu juga. & . komposmentis tergantung pada keadaan klien. perlu dikaji status perka$inannya termasuk jumlah anak. lama perka$inannya (5gnata*i(ius. timbul rasa nyeri akibat %raktur (5gnata*i(ius.ensori dan Kognitif "ada klien %raktur daya rabanya berkurang terutama pada bagian distal %raktur. dan pandangan terhadap dirinya yang salah (gangguan body image) (5gnata*i(ius. Selain itu juga. rasa ketidakmampuan untuk melakukan akti*itas se(ara optimal. kronik. begitu juga pada kogniti%nya tidak mengalami gangguan. & Pola Re&roduksi . 2DD?). & Pola Hubungan dan Peran )lien akan kehilangan peran dalam keluarga dan dalam masyarakat. 2DD?). (() . (b) )esakitan. yaitu ketidakutan timbul ke(a(atan pada diri dan %ungsi tubuhnya.anda&tanda *ital tidak normal karena ada gangguan baik %ungsi maupun bentuk.

re%lek menelan ada. &"erkusi/ Suara thympani.es bisik atau $eber masih dalam keadaan normal. . "k% 5antung *5nspeksi) . suhu sekitar daerah trauma meningkat. %ermitus raba sama. normo (ephalik. "e% -ata . tak ada pembesaran lymphe. gusi tidak terjadi perdarahan. atau suara tambahan lainnya seperti stridor dan ron(hi. oedema. simetris. tak ada $heeHing. . gerakan dada simetris. &"alpasi/ !adi meningkat.ugor baik.idak ada lesi atau nyeri tekan. "(% Paru & 5nspeksi / "erna%asan meningkat. tidak ada penonjolan. "g% Hidung . tak ada perna%asan (uping hidung. "i% T'oraks .entuk datar.ak ada pergerakan otot inter(ostae. simetris.idak ada gangguan seperti konjungti*a tidak anemis (karena tidak terjadi perdarahan) "f% Telinga . hepar tidak teraba. (m) 5nguinal&7enetalia&-nus .idak tampak iktus jantung. "l% Abdo$en &5nspeksi/ .idak ada de%ormitas. "1% Le'er . tak oedema. bengkak. &-uskultasi/ "eristaltik usus normal ± 20 kali'menit. reguler atau tidaknya tergantung pada ri$ayat penyakit klien yang berhubungan dengan paru.ak ada hernia..ak ada lesi. "b% Ke&ala . &"alpasi/ . tidak ada hernia. & "erkusi / Suara ketok sonor. "'% -ulut dan Faring . iktus tidak teraba. simetris.idak ada gangguan yaitu. tidak ada nyeri kepala.-. lain&lain tidak ada perubahan %ungsi maupun bentuk. tidak ada de%ands muskuler.erdapat erytema. mukosa mulut tidak pu(at.idak ada gangguan yaitu simetris. . tidak ada penonjolan.ak ada pembesaran tonsil. &-uskultasi / Suara S2 dan S2 tunggal.iste$ !ntegu$en . tak ada erdup atau suara tambahan lainnya. nyeri tekan. tak ada kesulitan . "d% -uka Iajah terlihat menahan sakit. ada pantulan gelombang (airan. tak ada mur&mur. & -uskultasi / Suara na%as normal. & "alpasi / "ergerakan sama atau simetris."a% .

pergerakan terhadap dasar atau permukaannya. pembengkakan. (() Fistulae. -pabila ada benjolan. kemudian diteruskan dengan menggerakan ekstrimitas dan di(atat apakah terdapat keluhan nyeri pada pergerakan. Keadaan Lokal 6arus diperhitungkan keadaan proksimal serta bagian distal terutama mengenai status neuro*askuler (untuk status neuro/askuler  6 P #aitu Pain4 Palor4 Parestesia4 Pulse4 Pergerakan%.b. "emeriksaan ini menentukan apakah ada gangguan gerak (mobilitas) atau tidak. (atat letak kelainan (2'1 proksimal. dan ukurannya. (Beksoprodjo. "en(atatan lingkup gerak ini perlu. Pe$eriksaan Diagnostik & Pe$eriksaan Radiologi . atau distal). nyeri atau tidak. $aktu masuk ke kamar periksa) & Feel "&al&asi% "ada $aktu akan palpasi. & -o/e "&ergerakan teruta$a lingku& gerak% Setelah melakukan pemeriksaan %eel. (e) . krepitasi. 2DD?) 7. atau (ekungan dengan hal&hal yang tidak biasa (abnormal). (b) ape au lait spot (birth mark). (d) Iarna kemerahan atau kebiruan (li*ide) atau hyperpigmentasi. 7erakan sendi di(atat dengan ukuran derajat. dari tiap arah pergerakan mulai dari titik 0 (posisi netral) atau dalam ukuran metrik. (()!yeri tekan (tenderness). "ada dasarnya ini merupakan pemeriksaan yang memberikan in%ormasi dua arah. konsistensinya. Soelarto. apakah terdapat %luktuasi atau oedema terutama disekitar persendian. benjolan yang terdapat di permukaan atau melekat pada tulang. "ergerakan yang dilihat adalah gerakan akti% dan pasi%. agar dapat menge*aluasi keadaan sebelum dan sesudahnya.enjolan. (apillary refill time  !ormal 1 < ? J (b)-pabila ada pembengkakan. (%) "osisi dan bentuk dari ekstrimitas (de%ormitas) (g) "osisi jalan (gait. Selain itu juga diperiksa status neuro*askuler. tengah. 0tot/ tonus pada $aktu relaksasi atau konttraksi. terlebih dahulu posisi penderita diperbaiki mulai dari posisi netral (posisi anatomi). "emeriksaan pada sistem muskuloskeletal adalah/ & Look "ins&eksi% "erhatikan apa yang dapat dilihat antara lain/ (a) i(atriks (jaringan parut baik yang alami maupun buatan seperti bekas operasi). maka si%at benjolan perlu dideskripsikan permukaannya. baik pemeriksa maupun klien. +ang perlu di(atat adalah/ (a) "erubahan suhu disekitar trauma (hangat) dan kelembaban kulit.

Pe$eriksaan Laboratoriu$ (2) )alsium Serum dan Fos%or Serum meningkat pada tahap penyembuhan tulang.ipis tebalnya korteks sebagai akibat reaksi periosteum atau biomekanik atau juga rotasi. @ntuk mendapatkan gambaran 1 dimensi keadaan dan kedudukan tulang yang sulit.dan lateral.iopsi tulang dan otot/ pada intinya pemeriksaan ini sama dengan pemeriksaan diatas tapi lebih dindikasikan bila terjadi in%eksi. -ldolase yang meningkat pada tahap penyembuhan tulang. (2) .) Sela sendi serta bentuknya arsitektur sendi. "ada kasus ini ditemukan kerusakan struktur yang kompleks dimana tidak pada satu struktur saja tapi pada struktur lain juga mengalaminya.). Pe$eriksaan lain*lain (2) "emeriksaan mikroorganisme kultur dan test sensiti*itas/ didapatkan mikroorganisme penyebab in%eksi. "erlu disadari bah$a permintaan 8&ray harus atas dasar indikasi kegunaan pemeriksaan penunjang dan hasilnya diba(a sesuai dengan permintaan. (2) . (.) -rthros(opy/ didapatkan jaringan ikat yang rusak atau sobek karena trauma yang berlebihan. pemeriksaan yang penting adalah Jpen(itraanK menggunakan sinar rontgen (8&ray).omogra%i/ menggambarkan tidak satu struktur saja tapi struktur yang lain tertutup yang sulit di*isualisasi.rans%erase (-S. -spartat -mino . (. (1) :lektromyogra%i/ terdapat kerusakan konduksi sara% yang diakibatkan %raktur. maka diperlukan 2 proyeksi yaitu -" atau ". (. (1) :nHim otot seperti )reatinin )inase. (2) -lkalin Fos%at meningkat pada kerusakan tulang dan menunjukkan kegiatan osteoblastik dalam membentuk tulang. (?) 5ndium 5maging/ pada pemeriksaan ini didapatkan adanya in%eksi pada tulang. #alam keadaan tertentu diperlukan proyeksi tambahan (khusus) ada indikasi untuk memperlihatkan pathologi yang di(ari karena adanya superposisi. Selain %oto polos 8&ray (plane 8&ray) mungkin perlu tehnik khususnya seperti/ (2) .) omputed .ayangan jaringan lunak. (2) Myelogra%i/ menggambarkan (abang&(abang sara% spinal dan pembuluh darah di ruang tulang *ertebrae yang mengalami kerusakan akibat trauma.omogra%i&S(anning/ menggambarkan potongan se(ara trans*ersal dari tulang dimana didapatkan suatu struktur tulang yang rusak. (1) . Laktat #ehidrogenase (L#6&?). 6al yang harus diba(a pada 8&ray/ (2) . .robukulasi ada tidaknya rare %ra(tion.& & Sebagai penunjang. (1) -rthrogra%i/ menggambarkan jaringan&jaringan ikat yang rusak karena ruda paksa.

adap nyeri yang mungkin dalam. malformasisakit dengan tirah baring. .(L) MB5/ menggambarkan semua kerusakan akibat %raktur. $ajah menunjukkan nyeri.adap nyeri/ manajemen nyeri (latihan napas meningkatkan kontrol ter.kan per. Lakukan dan a$asi latihan gerak Memperta. dan (edera pada jaringan lunak. edema. )olaborasi pemberian analgetik peng. klien- . gerakan %ragmen tulang. tekanan lokal dan kelela.inggikan posisi ekstremitas yang Meningkatkan aliran balik .ambatan rangsang nyeri baik secara sentral sesuai indikasi. Menurunkan nyeri melalui mekanisme E. sirkulasi .= jam pertama) sesuai keperluan. akti*itas berlangsung lamadipersional) L.ankan kekuatan otot dan meningkatkan pasi%'akti%. #onna #.. imajinasi *isual. Lakukan kompres dingin selama %ase Menurunkan edema dan mengurangi rasa nyeriakut (2. mampu berpartisipasi dalam berakti*itas. %okus menyempit.askuler. bebat dan atau traksi 2. :*aluasi keluhan nyeri (skala. Menilai perkembangan masala. maupun perifer- =. alat traksi ditandai dengan keluhan nyeri.ena/ mengurangi terkena. "ertahankan imobilasasi bagian yang Mengurangi nyeri dan mencega. (5gnata*i(ius. Lakukan tindakan untuk Meningkatkan sirkulasi umum/ menurunakan area meningkatkan kenyamanan (masase.ujuan/ )lien mengataka nyeri berkurang atau hilang dengan menunjukkan tindakan santai.-! )S*+')L 2.an ototperubahan posisi) ?. Ren1ana Ke&era3atan Diagnosa . tidur.) !yeri akut berhubungan dengan spasme otot. perilaku berhati&hati .&. istirahat dengan tepat. 2DD?) !.atian ter. -jarkan penggunaan teknik Mengali. menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi dan akti*itas trapeutik sesuai indikasi untuk situasi indi*idual 5!.:BM:!S5 ):":B-I-. edema0nyeri1. gips.

.. )olaborasi pelaksanaan %isioterapi sesuai perta. menurunkan isolasi sosial2. gulungan Memperta. kunjungan rasa kontrol diri0.petunjuk *erbal dan non *er*al.erikan diet .ankan posis fungsional trokanter'tangan sesuai indikasi. ekstremitas yang sakit maupun yang sehat muskuloskeletal/ memperta. otot/ memperta. @bah posisi se(ara periodik sesuai keadaan Menurunkan insiden komplikasi kulit dan klien pernapasan !dekubitus/ atelektasis/ penumonia% L. pera1atan diri sesuai kondisi keterbatasan klien?.ankan tonus sesuai keadaan klien. "ertahankan pelaksanaan akti*itas rekreasi Memfokuskan per. #orong'pertahankan asupan (airan 2000& Memperta. .idualD. Ker&asama dengan fisioterapis perlu untuk menyusun program akti.:BM:!S5 ):":B-I-.erikan papan penyangga kaki. cega.antu dan dorong pera$atan diri Meningkatkan kemandirian klien dalam (kebersihan'eliminasi) sesuai keadaan klien. klienprogram imobilisasi. koran.atian/ meningkatakan terapeutik (radio.akan gerak sendi/ mencega.-! )S*+')L 2. Diagnosa 7 / 7angguan integritas kulit berhubungan dengan %raktur terbuka.antu latihan rentang gerak pasi% akti% pada Meningkatkan sirkulasi dara.itas fisik secara indi.ankan fungsi fisiologis tubu.an dan mem=. komplikasi urinarius dan konstipasiE.idrasi adekuat/ men1000 ml'hari. kontraktur0atrofi dan mencega.).indikasi. ekstremitas. :*aluasi kemampuan mobilisasi klien dan Menilai perkembangan masala. reabsorbsi kalsium karena imobilisasi1. perubahan tanda&tanda *ital) Diagnosa 0) 7angguan mobilitas %isik berhubungan dengan kerusakan rangka'tulang neuromuskuler .ujuan/ )lien dapat meningkatkan'mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin dapat mempertahankan posisi %ungsional meningkatkan kekuatan'%ungsi yang sakit dan mengkompensasi bagian tubuh menunjukkan tekhnik yang memampukan melakukan akti*itas 5!." Kalori dan protein yang cukup diperlukan untuk proses penyembu.ankan . . .arga diri/ membantu teman'keluarga) sesuai keadaan klien. .

bersih. -jarkan klien untuk mempertahankan Meminimalkan kontaminasisterilitas insersi pen.ujuan / )lien menyatakan ketidaknyamanan hilang. 2.-! )S*+')L 2. "ertahankan tempat tidur yang Menurunkan risiko kerusakan0abrasi kulit yang lebi. )olaborasi pemberian antibiotika dan )ntibiotika spektrum luas atau spesifik dapat toksoid tetanus sesuai indikasi. nyaman dan aman (kering. men(apai penyembuhan luka sesuai $aktu'penyembuhan lesi terjadi 5!. bebas drainase purulen atau eritema dan demam 5!. infeksi sekunderdan mempercepat pera$atan luka sesuai proto(ol penyembu. atau mengatasi infeksi. gangguan integritas kulit dan &aringan perianal akibat kontaminasi fekal. 0bser*asi keadaan kulit.:BM:!S5 ):":B-I-. bantalan ba$ah siku. prosedur in*asi%'traksi tulang .adap tekanan yang bebat'gips. digunakan secara profilaksis/ mencega. insersi pen'traksi. Masase kulit terutama daerah Meningkatkan sirkulasi perifer dan meningkatkan penonjolan tulang dan area distal kelemasan kulit dan otot ter.-! )S*+')L 2. taruma jaringan lunak.pemasangan traksi (pen.Toksoid tetanus untuk mencega. infeksi tetanus- . sekrup) . 1. Lakukan pera$atan pen steril dan Mencega. kliengips'bebat terhadap kulit. Diagnosa 8 / Bisiko in%eksi b'd ketidakadekuatan pertahanan primer (kerusakan kulit. luasalat tenun ken(ang. Lindungi kulit dan gips pada daerah Mencega. relatif konstan pada imobilisasi1.an luka2. menunjukkan perilaku tekhnik untuk men(egah kerusakan kulit'memudahkan penyembuhan sesuai indikasi.ujuan/ )lien men(apai penyembuhan luka sesuai $aktu.:BM:!S5 ):":B-I-.. ka$at. penekanan Menilai perkembangan masala. tumit).

org.aluasi perkembangan masala.0? I5.(om (diakses pada 02 0ktober 2022 pukul 22.an Kepera1atan.Jakarta/ :7 Long9 . Essential of Medical Surgical 'ursing 5 ) 'ursing Process )pproac. Jakarta/:7 #oenges.:.medi(astore.(om (diakses pada tanggal 10 September 2022 pukul 2L. J6amily Practice 'otebook5 Hand 6ractureK. 2ol-4.. Jakarta/ :7 .'biomekanik&%raktur&pada&tulang&panjang. Louis. *. M. .. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit 2ol 3.(om.) . Lattii%ur.Moorhouse M.uk (diakses pada 02 0ktober 2022 pukul 22.F. (200?). Jakarta/ :7 #oenges.St.) $$$. (2DD1).an kepera1atan5 Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pera1atan pasien.do(sto(..) Moses.surgi(al&tutor. encana )su. Marilyn.. )su.ir$anashari..00) $$$. Jakarta/ :7 Boo%ii. "uku )&ar Kepera1atan Medikal "eda.umi.. DAFTAR PU. Mosby ompany "ri(e.%pnotebook. (2D=?).(om'200D'0. Leukositosis biasanya ter&adi pada proses infeksi/ anemia dan peningkatan LED dapat ter&adi pada osteomielitis.runner C Suddarth (2002).0? I5.an Kepera1atan pada pasien dengan DM $$$.htm (diakses pada 02 0ktober 2022 pukul 22. -nalisa hasil pemeriksaan laboratorium (6itung darah lengkap. (2DDL).2ol 3.00) http/''nursingbegin.(om'0rtho'6and'"r8ml"hln8Fr(tr.:disi =.runner C Suddarth. klien*ital dan tanda&tanda peradangan lokal pada luka. S(ott .html(diakses pada tanggal 10 September 2022 pukul 2L. (200=).Kultur untuk mengidentifikasi organisme penyebab infeksi- 0bser*asi tanda&tanda Menge.00) http/''$$$. Iilson. "uku )&ar Kepera1atan Medikal "eda. and "hipps IJ. )ultur dan sensiti*itas luka'serum'tulang) ?. (200D).TAKA . (diakses pada tanggal 10 September 2022 pukul 2L.0? I5.20 I5. M Lorraine.(om'%raktur&patah&tulang' (diakses pada 02 0ktober 2022 pukul 22.Syl*ia.7eissler -.) http/''proNuest. http/''$$$. (200L). . encana )su..dkk. L:#.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful