KEANEKARAGAMAN HEWAN (SERANGGA

)

Pendahuluan Keanekaragaman makhluk hidup dapat terjadi akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan, dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk dapat mengenal makhluk hidup khususnya pada hewan berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya dapat dilakukan melalui pengamatan ciri-ciri morfologi, habitat, cara berkembang biak, jenis makanan, tingkah laku, dan beberapa ciri lain yang dapat diamati. Serangga disebut pula Insecta, (dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam"). Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat), atau Isoptera (misalnya rayap). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis hewan kita hitung munggunakan rumus Shanon Wiener (H’) dan Indeks Dominansi.

Indeks Dominansi D= ∑ (ni/N)2 Ket : D = Indeks Dominansi Simpson ni= Jumlah Individu tiap spesies N= Jumlah Individu seluruh spesies Indeks Shanon Wiener (H’)

nampan kuning. Tujuan Untuk mengetahui jenis dan spesies serangga yang ada di areal tertentu (misalnya sawah atau di bawah pepohonan sekitar kampus) serta menghitung Indeks Dominansi (D) dan Indeks Keanekaragaman Shanon Wiener (H’). 2.H’= -∑ pi log pi Ket : H’= Indeks Keanekaragaman Shanon Wiener Pi = ni/N= Kelimpahan relative spesies Metode Teknik survei lapangan dengan menggunakan perangkap pitfall traps (perangkap sumuran). pinset. air deterjen. Lokasi Pengamatan Kampus IAIN Raden Intan Lampung Alat dan Bahan Gelas plastik. Pitfall traps Buatlah lubang yang didalamnya diletakan gelas plastik yang berisi air deterjan+alkohol 70%. alkohol 70%. Pilihlah sebuah areal di sekitar Kampus IAIN Raden Intan Lampung. direct traps (perangkap langsung misalnya menggunakan jaring ayun). . kayu. aki dan lampu (tidak digunakan dalam praktikum ini). yellow traps (perangkap berwarna kuning). lem vaselin. Prosedur Kerja 1. Untuk setiap areal disiapkan perangkap berikut ini: a. plastik. paralon. jaring ayun. dan light trap (perangkap menggunakan lampu). dan botol.

Air deterjen digunakan untuk mengurangi tegangan permukaan. Jaring Ayun Dilakukan dengan cara mengayunkan jaring ke kiri dan ke kanan secara bolak balik sebanyak 20 kali sambil berjalan. Setiap spesies yang terperangkap dimasukkan ke dalam botol. setelah itu hitung jumlahnya lalu identifikasi hewan yang terperangkap dengan acuan buku Borror and de Long (1954). sehingga hewan yang akan masuk ke dalamnya mati. . 4. c. Perangkap dipasang selama 72 jam dan setiap 24 jam perangkap diamati. d.b. Nampan Kuning Letakkan nampan yang berwarna kuning yang berisikan air deterjen. Light Traps : ligth traps dihidupkan pada malam hari Light traps 3.

3.Tabel : Jumlah Individu (n) dan Spesies (S) tiap ordo dan famili yang ditemukan pada tiap perangkap No 1. 2. Coba hitung indeks dominansi dan indeks Shanon-Wiener (H’) Ordo Famili n Fitfall S Jenis Perangkap Jaring Ayun Nampan Kuning n S n S . 5. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful