You are on page 1of 11

Kebudayaan Islam

Perkembangan pemikiran Islam mempunyai sejarah panjang dalam artian seluas-luasnya di mana tradisi pemikiran di kalangan umat Islam berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri. Pada masa awal perkembangan Islam, sistem pendidikan dan pemikiran yang sistematis belum terselenggara karena ajaran Islam tidak diturankan sekaligus. Namun demikian, isyarat Al-Quran sudah cukup jelas meletakkan fondasi yang kokoh terhadap perkembangan ilmu dan pemikiran, sebagaimana yang diterangkan pada Q.S. Al-Alaq (96:1)

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.

Bentuk kebudayaan yang sangat penting dan perlu memperoleh perhatian besar dalam kehidupan sosial, terutama dalam kehidupan masyarakat akademisi, masyarakat intelektual, yang mendorong lahirnya pemikiranpemikiran intelektual muslim adalah, Berorientasi pada Pengabdian dan Kebenaran Ilahi

Berpikir Kritis dan Inovatif


Bekerja Keras Bersikap Terbuka Jujur Adil

Tanggung Jawab
Ikhlas

Masjid pada umumnya dipahami sebagai tempat beribadah (shalat), padahal masjid memiliki fungsi yang lebih luas. Sejak awal berdirinya masjid di zaman nabi, masjid sudah difungsikan sebagai pusat peradaban. Konsepsi tentang Masjid sejak masa awal (zaman Rasulullah) didirikan hingga sekarang tak akan pernah berubah. Paradigma yang digunakan adalan Al-Quran, maka masjid yang didirikan berdasarkan ketaqwaan tak akan pernah berubah dari tujuan dan misinya. Seperti yang dijelaskan Allah swt, dalam.