Case Report

Andreas Meilago Siborutorop

Chronic Kidney Disease
Definisi
"evidence of structural or functional kidney abnormalities (abnormal urinalysis, imaging studies, or histology) that persist for at least 3 months, with or without a decreased glomerular filtration rate (GFR), as defined by a GFR of less than 60 mL/min per 1.73 m2.“ [Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (KDOQI) ]
menurunnya laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari 60 mL/menit/1,73m2 yang bersifat tidak reversibel lebih dari 3 bulan. (Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam)

LFG (ml/mnt/1.Klasifikasi Derajat (stage) yaitu berdasarkan LFG dengan rumus Kockroft – Gault.85) .73m2) = (140 – umur) x BB 72 x kreatinin plasma mg/dl (Pada wanita x 0.

DERAJAT PENJELASAN LFG (ml/mn/1.73m2) 1 Kerusakan ginjal dgn LFG normal atau ↑ ≥ 90 2 Kerusakan ginjal dgn LFG ↓ ringan 60 – 89 3 Kerusakan ginjal dgn LFG ↓ ringan 30 – 59 4 Kerusakan ginjal dgn LFG ↓ ringan 15 – 29 5 Gagal ginjal < 15 atau dialisis .

dan pasien asimtomatik. seperti tes pemekatan urine yang lama atau dengan mengadakan tes GFR yang teliti.Perjalanan klinis umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi 3 stadium Stadium pertama Disebut penurunan cadangan ginjal. Selama stadium ini kreatinin serum dan kadar BUN normal. Gangguan fungsi ginjal hanya dapat terdeteksi dengan memberi beban kerja yang berat pada ginjal tersebut. .

. • Pada stadium insufisiensi ginjal ini mulai timbul gejala-gejala nokturia dan poliuria (akibat gangguan kemampuan pemekatan). atau dehidrasi).Stadium kedua • Perkembangan tersebut disebut insufisiensi ginjal. gagal jantung. • Azotemia biasanya ringan (kecuali bila pasien mengalami stress akibat infeksi. • Pada tahap ini kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. bila lebih dari 75% jaringan yang berfungsidtelah rusak (GFR besarnya 25% dari normal).

• End stage renal disease (ESRD) terjadi apabila sekitar 90% dari massa nefron telah hancur. • oligourik karena kegagalan glomerulus. neuromuskular. saluran cerna dan kelainan lainnya. • Nilai GFR hanya 10% dari normal. • Dapat terjadi stadium akhir (sindrom uremik) • Pertama. • Kedua. gangguan fungsi pengaturan dan ekskresi. . serta anemia yang disebabkan oleh defisiensi sekresi ginjal. ketidakseimbangan asam basa. • Kreatinin dan kadar BUN akan meningkat. timbul gejala yang merupakan gabungan kelainan kardiovaskular.Stadium ketiga • Disebut stadium akhir atau uremia. kelainan volume cairan dan elektrolit. retensi metabolisme nitrogen dan metabolisme lainnya.

.Leukosit). tanda perikarditis. Glukosa. Antibody (kehilangan protein dan immunoglobulin). aritmia. Hematologi (Hb.Ht.Phospat).Ca. PH. Volume. Kreatinin.Trombosit. Sedimen. Berat Jenis. Kekeruhan. Protein. Keton. K. SDM.PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium darah BUN. Pemeriksaan Urine Warna. Elektrolit (Na. Pemeriksaan EKG Untuk melihat adanya hipertropi ventrikel kiri. dan gangguan elektrolit (hiperkalemia. Protein. TKK/CCT. SDP. hipokalsemia).

kepadatan parenkim ginjal. foto polos abdomen. ureter proksimal kandung kemih serta prostat. CT Scan. Pemeriksaan Rontgen dada. Renal biopsi. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Menilai besar dan bentuk ginjal. pemeriksaan rontgen tulang. . Renal Aretriografi dan Venogrfi. MRI. anatomi sistem pelviokalises.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Radiologi Renogram. tebal korteks ginjal. Intravenous Pyelography. Retrograde.

2. proten dan fosfat. alumunium hidroksida untuk terapi hiperfosfatemia. anti hipertensi untuk terapi hipertensi serta diberi eritopoetin alfa bila terjadi anemia. Terapi pengganti ginjal : Transplantasi. Restriksi konsumsi cairan. Obat-obatan : diuretik untuk meningkatkan urinasi. .PENATALAKSANAAN 1. dialisis. 3.

asites. Banyaknya natrium yang diberikan antara 1-3 g. • Lemak cukup. • Karbohidrat cukup • Natrium dibatasi apabila ada hepertensi. yaitu 0. atau anuria. yaitu 35 kkal/kg BB • Protein rendah. .DIET Syarat Diet • Energi cukup. oliguria.6-0.75 g/kg BB. yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total. edema.

. asam folar. bila perlu diberikan suplemen piridoksin. vitamin C. oliguria atau anuria. • Cairan dibatasi.DIET • Kalium dibatasi (40-70 mEq) apabila ada hiperkalemia (kalium darah > 5. yaitu sebanyak jumlah urine sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernapasan (± 500 ml) • Vitamin cukup.5 mEq). dan vitamin D.

Jenis Diet dan indikasi pemberian Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien. . Diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg. • Diet protein rendah III : 40 g protein. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 60 kg. Diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg. yaitu. • Diet protein rendah II : 35 g protein. • Diet protein rendah I : 30 g protein.

CASE REPORT .

Mansyur : 61 tahun : Padang. 27 Maret 1951 : Meranti : Islam : Pensiunan PNS : ASKES : 12 Januari 2014 (jam 20:53 WIB) .IDENTITAS PASIEN Nama Umur TTL Alamat Agama Pekerjaan Jaminan Tgl masuk : Tn.

Sesak dirasakan muncul tiba-tiba saat pasien beristirahat. pada waktu yang tidak menentu. nyeri di ulu hati dirasakan hilang timbul.Anamnesis (UGD) KU: Sesak nafas sejak 2 jam SMRS ± 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengaku sulit saat menarik maupun membuang nafas. Pasien sudah mencoba mengatasi rasa nyeri di ulu hati dengan meminum obat warung (Promag). Pasien juga mengeluhkan rasa sakit pada ulu hati. keluhan berkurang namum setelah beberapa jam keluhan muncul lagi. Pasien menyangkal ada rasa nyeri di dada. pasien mengeluhkan sesak nafas. yang muncul tiba-tiba sejak ± 1 hari sebelum masuk rumah sakit. .

Karena keluhan ini pasien merasa nafsu makan pasien berkurang. Pasien menyangkal riwayat alergi. . gula darah pasien terkontrol. Pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus sejak ± 10 tahun yang lalu. Pasien menyangkal ada demam. Pasien tidak mengeluhkan buang air besar maupun buang air kecil pasien. Pasien merupakan pasien Hemodialisa.Pasien merasa keluhan ini mengganggu aktivitas harian pasien. maupun muntah. saat ini pasien menggunakan insulin suntik. pasien cuci darah seminggu 2x. mual. cimino sudah terpasang di tangan kiri pasien.

Pemeriksaan Fisik KU Kes TD Nadi RR BB TB Suhu Mata THT Leher : : : : : : : : : : : Tampak sakit sedang Compos Mentis 140/90 mmHg 64x/menit 28x/menit 53 Kg 170 cm 36˚ C Konjungtiva anemis +/+. sclera ikterik -/dalam batas normal KGB tidak membesar JVP 5 + 2 cmH2O .

rhonki +/+. wheezing -/Bunyi jantung I & II normal. murmur (+). regular.Thorax Inspeksi : Bentuk dada normal. gallop (-) . pergerakan dinding dada simetris kanan = kiri Palpasi Perkusi Auskultasi : Vokal Fremitus simetris kanan = kiri : Sonor kanan = kiri : BND vesikuler.

crt < 2”.Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi : Perut tampak datar : Bising usus (+) 4x/menit : Supel. nyeri tekan (-). edema (+/+) . nyeri ketok (-) Ekstremitas: Akral hangat. hepar dan limpa tidak teraba Perkusi : Timpani.

0 25.5 7.70 – 1.Laboratorium (12 Januari 2014) Elektrolit Hb Leukosit Hematokrit Trombosit 8.10 .72 mg/dl mg/dl mg/dl 70 – 140 15 – 45 0.3 186 g/dl ribu/uL % ribu/uL 14 – 16 5 – 10 40 – 48 150-400 Kimia Klinik Gula Darah Sewaktu Ureum Darah Creatinin Darah 393 91 4.

38 101 31 354 g/dL g/dL U/L U/L 6.2 10 – 34 9 – 43 70 – 110 .6 – 8.63 3.Kimia Klinik Protein Total Albumin SGOT/AST SGPT/ALT Gula Darah Puasa 1.3 3.7 – 5.

72 = 4187 339.73m2) = (140 – umur) x BB 72 x kreatinin plasma = (140 – 61) x 53 72 x 4.Rumus Kockroft – Gault LFG (ml/mnt/1.32 (stage V) .84 = 12.

Protein 40 g USG IVFD inj.Diagnosa Kerja CKD on HD dengan anemia + Dispepsia + NIDDM CHF fc III Tatalaksana Pro rawat inap O2 nasal 3 – 4 LPM Inisiasi Hemodialisa + Transfusi Intra HD Diet 1700 kal. RG. Plug Laboratorium lengkap Balance ketat MM/ Caftriaxone 1 gr/ 12 jam Lasix Inj 2 amp/ 24 jam Ranitidine Inj / 12 jam Novorapid 8 Unit / 8 jam Bicnat 3 x 1 CaCO3 3 x 1 tablet Asam Folat 3 x 1 tablet Aminefron 1 x 1 tablet Irbesartan 1 x 150 mg .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful